cover
Contact Name
Jusnawati
Contact Email
jusnawati@unm.ac.id
Phone
+6285242608203
Journal Mail Official
predestination@unm.ac.id
Editorial Address
Program Studi Sosiologi FIS-H UNM, Kampus Gunung Sari baru, Jalan Andi Pangeran Pettarani Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
PREDESTINATION : Journal of Society and Culture
ISSN : 27456994     EISSN : 27456994     DOI : https://doi.org/10.26858/prd.v6i2
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture is a high-quality open-access and peer-reviewed research journal with p-ISSN 2745-6994, and e-ISSN 2745-6994. PREDESTINATION: Journal of Society and Culture providing a platform that welcomes and acknowledges high quality empirical original research papers about Sociology, Culture, Family, Gender Equality, Social Inclusion, Society, Politics, Philosophy, and Development. Published by Sociology Study Programs, Faculty of Social Science. PREDESTINATION: Journal of Society and Culture published biannual, schedule in June and December, and the Journal Editorial invites researchers, academicians, professionals, and practitioners from all over the world to submit the manuscript. Authors can submit articles/manuscripts by logging into the Open Journal System (OJS) https://ojs.unm.ac.id/predistination/author/submit
Articles 105 Documents
Fenomena Phubbing Pada Mahasiswa Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar K, Nur Alia Anniza; Ismail, Ashari; SM, Mario
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 No.2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i2.85427

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1. Mengetahui motif yang melatarbelakangi perilaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berdasarkan perspektif tindakan sosial Max Weber, 2. Mengetahui interaksi sosial pelaku phubbing pada mahasiswa Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar. Data dikumpulkan dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi dengan menggunakan analisis deskriptif kualitatif jenis fenomenologi. Penentuan subjek menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian membuktikan bahwa: 1. Motif yang melatarbelakangi mahasiswa prodi Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Makassar berperilaku phubbing ialah karena kebiasaan dan dilakukan dengan spontan (tindakan tradisional), karena bosan, gugup, cemas, takut, canggung, merasa aneh jika tidak mengecek atau melihat ponsel dan berkeinginan untuk terus mengecek ponsel (tindakan afektif), karena mewajarkan phubbing sebab sudah menjadi lumrah di masyarakat dengan tetap menyesuaikan dengan nilai dan norma yang berlaku (berorientasi nilai), karena memiliki harapan atau tujuan, yaitu menghindari tindakan kriminal (hipnotis), mengecek waktu, berbagi informasi dengan orang tua dan dosen serta FoMO atau rasa takut tertinggal trend (tindakan instrumental).2. Pergeseran pola interaksi dilihat dari perilaku mahasiswa yang senang bermain ponsel saat bersama teman, keluarga, pasangan dan dosen dengan alasan bosan, gugup, cemas, takut dan canggung berakhir pada berkurangnya interaksi secara langsung. Pola interaksi yang dibentuk yaitu, a) kerjasama dalam bentuk komunikasi interpersonal (pola asosiatif) b) mewajarkan dan menggap lumrah perilaku phubbing dengan berusaha menyesuaikan diri dengan lawan bicara dan orang sekitar guna meminimalisir ketegangan atau konflik dan melahirkan keseimbangan dalam kehidupan sosial, pola yang dibentuk adalah akomodasi (penyesuaian diri agar terhindar dari konflik/asosiatif). c) Perilaku phubbing memiliki dampak negatif salah satunya adalah memicu terjadinya konflik, akibat salahsatu pihak merasa diabaikan.
Fenomena Petani Milenial Di Dusun Campagaya Kabupaten Gowa Nurhidayah, Nurhidayah; Suhaeb, Firdaus W; Ramli, Mauliadi
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 No.2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i2.85406

Abstract

Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui (1) faktor pendorong pemuda menjadi petani milenial Di Dusun Campagaya (2) Bagaimana penerapan teknologi pertanian oleh petani milenial. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa 1. Faktor pendorong para pemuda menjadi petani milenial yaitu: adanya semangat kerja, serta dapat menentukan pengeluaran dan pendapatan 2. Penerapan teknologi pertanian oleh petani milenial. Petani masyarakat Dusun Campagaya dapat menyesuaikan tuntutan masa kini seperti kerja sama dalam bertani, penggunaan alat modern yang dipakai dalam mengarap kebun atau sawah serta alat modern panen padi berupa oto sangking (mesin reaper), alat modern tanam jagung berupa pa’lamongang biralle (corn seeder machin) dan alat mesin garap lahan (mesin blender yanmar). Dan bentuk peran dan dukungan keluarga sangat penting agar bisa menutupi kebutuhan ekonomi. Pemudah menggunakan handphone sebagai media atau sumber informasi tata cara penggunaan mesin-mesin teknologi modern dan mengetahui bagaimana perubahan keadaan di dalam mengelolah lahan untuk memulai usaha tani serta bagaimana masyarakat petani dalam mempergunakan alat tradisional ke modern.
POLA PIKIR DAN PERILAKU INDIVIDU TERHADAP SAMPAH DI KELURAHAN BATUA KECAMATAN MANGGALA KOTA MAKASSAR Rahman, Muh Reza; sm, Mario; Saifuddin, Saifuddin
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 4, No 1 (2024): Volume 4 No.1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v4i1.63214

Abstract

Muh. Reza R, 2023. Pola Pikir dan Perilaku Individu Terhadap Sampah di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar, Program Studi Sosiologi, Jurusan Sosiologi Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum, Universitas Negeri Makassar, dibimbing oleh Mario  selaku pembimbing I dan Saifuddin selaku pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) pola pikir individu terhadap sampah dan; 2) perilaku individu terhadap sampah di Kelurahan Batua Kecamatan Manggala Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data yang berkaitan dengan permasalahan penelitian ini. Pengecekan keabsahan data yaitu triangulasi sumber data. Analisis data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) pola pikir individu terhadap sampah di Kelurahan Batua: (a) warga memiliki pengetahuan yang baik mengenai jenis, manfaat, dan dampak negatif sampah: (b) sebagian informan memberikan persepsi yang kurang baik terhadap lingkungannya, dan sebagian lagi tidak dapat menjawab: (c) kurangnya pengalaman warga dalam mengikuti kegiatan sosialisasi atau praktik pengelolaan sampah; 2) perilaku individu terhadap sampah di Kelurahan Batua: (a) lemahnya norma terkait masalah sampah di wilayah Kelurahan Batua Kecamatan Manggala: (b) kondisi lingkungan yang kurang baik ditandai dengan banyaknya sampah di pinggir jalan: (c) kebiasaan warga dalam membuang sampah yaitu didepan rumah dan di pinggir jalan.
Respons Masyarakat Muslim Terhadap Populisme Islam Di Kota Makassar Amsal, Bahrul
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 4, No 2 (2024): Volume 4 No.2 Agustus 2024
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v4i2.85566

Abstract

Artikel ini membahas respons masyarakat muslim terhadap populisme Islam di Kota Makassar. Tujuan penulisan artikel ini yakni untuk mengetahui respons respons masyarakat muslim terhadap populisme Islam di Kota Makassar. Artikel ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei atas respons (afeksi dan konasi) masyarakat Muslim Makassar terhadap beberapa indikator populisme Islam. Populasi survei adalah masyarakat Muslim yang secara administratif merupakan warga Kota Makassar yang ditunjukkan dengan KK dan KTP. Penentuan jumlah sampel menggunakan metode Slovin dengan galat duga 0,05 (5%), karenanya menghasilkan jumlah sampel sebanyak 400 responden. Responden tersebut diambil dari 40 kelurahan yang dipilih secara acak, pada masing-masing kelurahan diambil 10 orang responden yang dibagi atas 5 laki-laki dan 5 perempuan. Penentuan responden dilakukan dengan metode acak dengan menggunakan pola kish grid pada kk yang terpilih pada setiap kelurahan. Survei menunjukkan bahwa Ahmadiyah lebih dikenal dibandingkan Syiah di Makassar Barat dan Timur, dengan tingkat pengenalan lebih tinggi di Makassar Timur. Resistensi masyarakat terhadap kelompok minoritas ini relatif rendah, mencerminkan penerimaan yang cukup baik, terutama di kalangan berpendidikan tinggi. Pengetahuan tentang Syiah lebih tinggi di usia muda (17-35 tahun), sedangkan Ahmadiyah lebih dikenal di usia dewasa (36-55 tahun). Sebagian besar responden bersikap netral terhadap tindakan intoleran seperti pembubaran kegiatan keagamaan, terutama pada kelompok usia menengah dan pendidikan menengah, meskipun proporsi kesediaan sedikit lebih tinggi pada pendidikan tinggi. Mayoritas responden, baik yang berafiliasi dengan ormas maupun tidak, lebih memilih untuk tidak terlibat dalam pembubaran kegiatan kelompok agama lain. Sikap ini menunjukkan resistensi rendah terhadap intoleransi, meskipun populisme dan radikalisme tetap menjadi tantangan sosial.
Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang Samsiar, Samsiar; Ismail, Ashari; SM, Mario
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 1 (2023): Volume 3 No.1 Maret 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i1.85389

Abstract

Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Skripsi. Program Studi Sosiologi, Jurusan Sosiologi-Antropologi, Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum,Universitas Negeri Makassar, “bapak Ashari Ismail sebagai pembimbing I dan Mario, sebagai pembimbing II. Penelitian ini bertujuan untuk Untuk (1). Mengetahui faktor-faktor apa yang Menyebabkan Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. (2). Untuk mengetahui bagaimana Dampak Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Penelitiannya berikut menerapkan metode kualitatif dengan analisis deskritif. Penelitiannya dilaksanakan pada Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Teknik pengumpulan datanya yang dipergunakan ialah observasi, wawancara, dokumentasi serta instrument penelitian. Teknik analisis datanya adalah suatu langkah yang dilakukan seorang peneliti mengolah data menjadi suatu informasi maka datanya tersebut mudah dimengerti.Hasil penelitian menunjukan bahwa (1). Hasil analisis menunjukkan Faktor-faktor yang menyebabkan Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang terbagi menjadi dua faktor yakni faktor internal maupun eksternal. Faktor Internal (sikap, motif serta kepribadian) bersumberi dari dalam dirinya seseorang serta akan melibatkan orang lain dalam berbagai aktivitas yang tidak akan memberikan imbalan nyata kecuali berupa kesenangan dan kepuasan karena melakukan aktivitas tersebut. Faktor Eksternal (Keluarga, dan kelas sosial). (2). Dampak Persaingan Gaya Hidup Hedonis Remaja di Dusun Patekkong Kecamatan Masalle Kabupaten Enrekang. Dampak ialah sesuatu yang menyebabkan akibat, benturannya cukup kuat, maka menyebabkan perubahan. Dampaknya yang ditimbulkan gaya hidup hedonisdi Dusun Patekkong, diantaranya: Gengsi, Perubahan Identitas, dan Citra negatif.
Partisipasi Pemuda Dalam Program Pembangunandesa Di Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba Qadar, Zulaitul; Ismail, Ashari; Ramli, Mauliadi
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 3, No 2 (2023): Volume 3 No.2 Agustus 2023
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v3i2.85426

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa di Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. (2) Bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa DI Desa Borong, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba. Hasil penilitian ini menunjukkan A) Faktor yang mempengaruhi partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa yaitu, Faktor internal, a) Faktor Ekonomi, Faktor Eksternal, a) spirit masyarakat menginginkan partisipasi pemuda dalam program pembangunan, b) Kurangnya dorongan organisasi kepemudaan. B) Bentuk-bentuk partisipasi pemuda dalam program pembangunan desa, a) Bentuk partisipasipemuda dalam program pembangunan desa yaitu 1) Partisipasi ide atau gagasan, dimanapemuda memberikan masukan serta gagasan mengenai perencanaan pembangunan, a) Perencanaan pembuatan jalan tani di Dusun Kajang-Kajang, b) Perencanaan Pelatihan pertanian. 2) Partispasi Tenaga, a) Gotong royong pembersihan infrastruktur,3) Partisipasi harta benda, a) Pemuda menyumbangkan lahannya untuk pembuatan jalan tani, b) pemuda menghibahkan tanahnya untuk pembangunan sarana pendidikan anak.
Konstruksi Kearifan Lokal Upacara Adat Kalomba dalam Masyarakat Kajang Fitratul Amalia; Mario Mario; Bahrul Amsal
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.77244

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan (1) konstruksi kearifan lokal upacara adat Kalomba dalam masyarakat Kajang, dan (2) tantangan yang dihadapi masyarakat Kajang dalam melestarikan tradisi Kalomba. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan lokasi di Desa Bonto Biraeng, Kecamatan Kajang Luar, Kabupaten Bulukumba. Informan penelitian terdiri atas lima orang tua yang pernah melaksanakan Kalomba, satu tokoh adat, dan dua generasi muda. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi, sedangkan analisis data mengikuti model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konstruksi Kalomba terbentuk melalui eksternalisasi, objektivasi, dan internalisasi sebagaimana dijelaskan oleh Berger dan Luckmann. Kalomba tidak hanya dipandang sebagai ritual keagamaan, tetapi juga simbol identitas budaya yang merepresentasikan nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kontinuitas sejarah masyarakat Kajang. Namun, pelestarian Kalomba menghadapi tantangan serius. Tantangan internal meliputi pergeseran nilai generasi muda, ambiguitas antara adat dan agama, serta lemahnya transmisi budaya. Tantangan eksternal mencakup modernisasi, pendidikan formal, dan tekanan sosial keagamaan yang semakin kuat. Kesimpulannya, Kalomba merupakan warisan budaya yang sangat penting, tetapi agar tetap bertahan, diperlukan reinterpretasi nilai, adaptasi dengan konteks sosial modern, serta dokumentasi yang sistematis.
Strategi Bertahan Hidup Sopir Pete-Pete pada Era Transportasi Online di Kecamatan Biringkanaya, Kota Makassar Muhammad Fiqri H; Ashari Ismail; Sopian Tamrin
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.77679

Abstract

Penelitian ini membahas dinamika ketahanan hidup dan pilihan rasional sopir pete-pete ditengah maraknya transportasi online. Jenis penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Informan dalam penelitian ini yaitu sopir pete-pete yang merasakan perubahan dari sebelum dan sesudah hadirnya transportasi online. Teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Sopir pete-pete (aktor) dalam mempertahankan eksistensi di era transportasi online saat ini memanfaatkan sumber daya berupa strategi aktif, pasif, dan strategi jaringan sosial untuk bertahan hidup. Strategi aktif dilakukan dengan mengubah waktu operasional, menjaga loyalitas penumpang, diversifikasi pekerjaan, dan memaksimalkan penghasilan melalui anggota keluarga. Strategi pasif sopir pete-pete dilakukan dengan efisiensi pengeluaran. Sementara itu, strategi jaringan terwujud dalam solidaritas antar sopir, penerimaan jasa carter dari langganan tetap seperti ibu rumah tangga dan anak sekolah, serta praktik pinjam-meminjam uang di antara keluarga, kerabat terdekat, tetangga, sesama sopir dan kepada pemilik pete-pete, maupun meminjam uang di bank atau koperasi. Strategi-strategi tersebut dijalankan sebagai bentuk rasionalitas bertahan hidup, setiap aktor memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya, seperti pengalaman kerja lebih dari 10 tahun, dukungan keluarga, dukungan sosial dari langganan dan sesama sopir pete-pete, layanan dengan fleksibilitas rute dan waktu operasional, serta digitalisasi sistem tarif digital melalui pembayaran nontunai. Namun, terdapat beberapa faktor penghambat sopir pete-pete dalam bertahan hidup karena penurunan jumlah penumpang akibat meningkatnya preferensi terhadap transportasi online (seperti Gojek, Grab, Maxim, Maxride, Trans Mamminasata) yang dianggap lebih efisien, dan persaingan dengan sopir angkutan lain. Faktor penghambat lainnya juga meliputi kurangnya dukungan dari pemerintah dan keterbatasan sebagian sopir pete-pete menggunakan teknologi digital.
Remaja dan Pergaulan Bebas (Studi Tentang Perilaku Menyimpang Remaja di Jalan Bitowa, Kelurhan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar) Ricky Samdani; Ashari Ismail; Idham Irwansyah Idrus
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.72245

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) Faktor pendorong remaja melakukan pergaulan bebas di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. (2) Bentuk pergaulan bebas remaja di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan menggunakan teknik purposive sampling untuk memilih subjek penelitian. Untuk mengumpulkan informasi spesifik mengenai permasalahan yang diteliti, digunakan metode pengumpulan data seperti dokumentasi, wawancara, dan observasi. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk menganalisis data yang dikumpulkan untuk penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Faktor pendorong remaja melakukan pergaulan bebas yaitu (a) Faktor internal adalah faktor yang berasal dari dalam diri seseorang atau orang itu sendiri. Faktor ini biasanya berberbentuk karakteristik atau perilaku bawaan seseorang. (b) Faktor eksternal adalah faktor yang berasal dari luar diri seseorang. Faktor ini mencakup lingkungan tempat tinggal, teman bergaul, kurangnya pengawasan dari orang tua. (2) Bentuk pergaulan bebas remaja di Jalan Bitowa, Kelurahan Bitowa, Kecamatan Manggala, Kota Makassar yaitu (a) merokok, (b) berpacaran, (c) mengonsumsi minuman alkohol, (d) seks bebas, (e) mengonsumsi obat-obatan terlarang. 
Perubahan Pola Kerja Perempuan Di Kawasan Hutan Pinus Malino Fitrawati rahayu; Ashari Ismail; Jusnawati Jusnawati
PREDESTINATION: Journal of Society and Culture Vol 6, No 1 (2026): Volume 6 No.1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/prd.v6i1.84722

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui bentuk perubahan pola kerja perempuan di Kawasan Hutan Pinus Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa; dan (2) menganalisis dampak perubahan pola kerja perempuan terhadap kondisi ekonomi keluarga, relasi sosial, dan peran domestik perempuan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terjadi perubahan pola kerja perempuan dari buruh kebun yang bersifat musiman ke sektor perdagangan dan jasa pariwisata di kawasan Hutan Pinus Malino. Sebelumnya perempuan bekerja sebagai buruh kebun dengan pendapatan sekitar Rp100.000–Rp120.000 per hari, namun tidak menentu karena bergantung pada musim kerja; dan (2) perubahan pola kerja tersebut berdampak pada kondisi ekonomi dan sosial perempuan. Aktivitas berdagang memberikan tambahan pendapatan sekitar Rp20.000–Rp50.000 per hari pada hari biasa dan Rp50.000–Rp100.000 pada akhir pekan atau hari libur. Selain meningkatkan pendapatan keluarga, aktivitas ini juga memperluas relasi sosial perempuan dengan wisatawan, sesama pedagang, dan masyarakat sekitar. Namun, perempuan tetap menjalankan peran domestik sehingga menimbulkan beban kerja ganda. Secara teoretis, temuan penelitian ini sejalan dengan perspektif struktural fungsional yang memandang perubahan pola kerja perempuan sebagai bentuk penyesuaian sistem sosial terhadap perubahan struktur ekonomi lokal akibat berkembangnya sektor pariwisata, di mana keterlibatan perempuan dalam aktivitas ekonomi mencerminkan proses adaptasi dan integrasi sosial, sementara bertahannya peran domestik menunjukkan pemeliharaan nilai dan norma yang memunculkan konsekuensi laten berupa beban kerja ganda.

Page 10 of 11 | Total Record : 105