Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran
Jurnal Pemikiran dan Pengembangan Pembelajaran (JP-3) merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Rayhan Intermedia. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan serta teknologi yang berhubungan dengan pembelajaran dan dunia pendidikan umumnya. Jurnal ilmiah ini terbit 3 (tiga) edisi dalam setahun yaitu Januari-April, Mei-Agustus, dan September-Desember.
Articles
1,193 Documents
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning dengan Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik
Khairianti Sau;
Satwika Trianti Ngandoh;
Hardin
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1197
Beberapa masalah yang muncul selama pelaksanaan pembelajaran meliputi kesulitan belajar yang dialami peserta didik dan hasil belajar yang tidak memenuhi harapan, Hal ini terlihat dari tidak adanya kolaborasi yang baik antara peserta didik di dalam kelompok dikarenakan peserta didik dengan kemampuan kognitif yang tinggi tidak mempercayai hasil kerja dari peserta didik dengan kemampuan kognitif rendah sehingga peserta didik dengan kemampuan kognitif rendah ini merasa terdiskriminasi didalam kelompoknya dan memilih untuk tidak belajar dan hanya bermain saja selama proses pembelajaran yang membuat semua pekerjaan dalam kelompok belajar yang dikerjakan oleh peserta didik dengan kemampuan kognitif yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur pemahaman dan hasil belajar peserta didik. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan pada materi Struktur dan fungsi tubuh makhluk hidup, kelas VIII.5 di UPT SPF SMPN 14 Makassar dengan jumlah sebanyak 31 peserta didik. Penelitian dilaksanakan sebanyak 2 siklus yaitu Siklus I dan Siklus II. Teknik pengumpulan data di lakukan dengan tes tertulis untuk mengukur pemahaman dan hasil belajar peserta didik.. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik dan nilai rata-rata kelas, diperoleh nilai rata-rata kelas pada siklus I sebesar 64,1 dan pada siklus II diperoleh 81,4. Persentase ketuntasan pada Siklus I diperoleh 38 % dan Siklus II diperoleh 93%. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Discovery Learning (DL) dengan pendekatan TaRL dapat meningkatkan persentase ketuntasan hasil belajar peserta didik.
P Peningkatan Keaktifan Peserta Didik Melalui Penerapan Model Pembelajaran PBL dengan Media Video Animasi Kelas VII.1 di UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar
Ilhamsyah Amiruddin;
Hardin;
Aisyah Ali;
Satwika Trianti Ngandoh
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1198
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keaktifan peserta didik melalui penerapan model pembelajaran PBL dengan Media Video Animasi. Adapun jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subyek peneltian kelas VII.1 UPT SPF SMP Negeri 14 Makassar yang berjumlah 30 orang. Teknik pengumpulan data yang dilakukan pada penelitian ini menggunakan teknik lembar observasi. Instrumen penelitian berupa lembar observasi keaktifan peserta didik. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif statistik dimana data yang didapatkan dari 2 siklus akan dikategorikan dan dijabarkan lebih rinci. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan model PBL dapat menjadi cara untuk meningkatkan keaktifan peserta didik. Peningkatan ini dapat dibuktikan dari hasil dari penelitian Indikator dari keaktifan peserta didik yaitu aktivitas kegiatan visual diperoleh data sebesar 39 % dalam kondisi awal kemudian mengalami peningkatan sebesar 62 % pada siklus I, dan mengalami peningkatan lagi sebesar 80 % pada siklus II.kegiatan lisan diperoleh data sebesar 27 % dalam kondisi awal kemudian mengalami peningkatan sebesar 56 % pada siklus I, dan mengalami peningkatan lagi sebesar 73 % pada siklus II. kegiatan mendengarkan diperoleh data sebesar 35 % dalam kondisi awal kemudian mengalami peningkatan sebesar 65 % pada siklus I, dan mengalami peningkatan lagi sebesar 77 % pada siklus II. kegiatan menulis diperoleh data sebesar 31 % dalam kondisi awal kemudian mengalami peningkatan sebesar 67 % pada siklus I dan mengalami peningkatan lagi sebesar 79 % pada siklus II. kegiatan mental diperoleh data sebesar 40 % dalam kondisi awal kemudian mengalami peningkatan sebesar 60 % pada siklus I, dan mengalami peningkatan lagi sebesar 75 % pada siklus II. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan model pembelajaran PBL dengan media video animasi dapat meningkatkan keaktifan peserta didik dengan dibuktikan hasil dari penelitian tiap siklus nya mengalami peningkatan.
Penerapan Model Pembelajaran Discovery Learning Berbantuan Media Gambar untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Peserta Didik
Isti Aksah;
Aisyah Ali;
Satwika Trianti Ngandoh
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1199
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya motivasi belajar IPA peserta didik kelas VII di SMPN 14 Makassar. Berdasarkan hasil observasi, didapatkan bahwa rendahnya nilai hasil belajar peserta didik di kelas VII di SMPN 14 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari penerapan model pembelajaran Discovery Learning berbantuan Gambar untuk meningkatkan motivasi belajar IPA peserta didik. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas 2 siklus dengan tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pelaksanaan siklus I dan siklus II masing-masing berjumlah 2 kali pertemuan. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu angket motivasi belajar IPA, terdiri atas 28 pernyataan yang terbagi dalam pernyataan positif dan pernyataan negative. Hasil analisis data motivasi belajar peserta didik menunjukkan pada siklus I, terdapat 3 peserta didik (9%) pada kategori rendah, 17 peserta didik (53%) pada kategori sedang dan 12 peserta didik (37%) pada kategori tinggi. Dilanjutkan pada siklus II. tidak terdapat peserta didik pada kategori rendah dan sangat rendah (0%), 10 peserta didik (31%) pada kategori sedang dan 22 peserta didik (68%) pada kategori tinggi.
Peningkatan Keterampilan Proses Sains Melalui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Materi Bumi Dan Tata Surya
Wa Ode Rahmiyani S.Pd;
Jusniar;
Andi Ahmad
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1200
Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan proses sains siswa melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) pada materi Bumi dan Tata Surya. Metode pembelajaran mendorong siswa untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang konsep sains melalui pemecahan masalah nyata yang autentik. Model Problem-Based Learning diterapkan dengan menyajikan masalah yang relevan dengan konten sains yang dipelajari. Siswa diberi kesempatan untuk berkolaborasi, berdiskusi, dan mencari solusi kreatif melalui investigasi mandiri. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-J SMP Negeri 3 Sungguminasa tahun ajaran 2023/2024. Data dikumpulkan melalui tes keterampilan proses sains sebelum dan setelah perlakuan pendekatan Problem-Based Learning. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan proses sains yang mengikuti pendekatan ini. Menghasilkan kemampuan yang lebih baik dalam mengobservasi, mengklasifikasi dan menginterpretasikan data. Penelitian menunjukkan bahwa pendekatan Problem-Based Learning efektif meningkatkan keterampilan proses sains yaitu skor rata-rata keterampilan proses sains pada Siklus I sebesar 14,68 dan meningkat pada Siklus II menjadi 23,94.Peningkatan keterampilan proses sains siswa tersebut dikategorikan sedang dengan perolehan indeks gain skor sebesar 0,41.
Penerapan Model Discovery Learning Berbantuan Media Quizizz Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPA Peserta Didik SMP
Firmansyah;
Abdul Haris;
Harding
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1202
Dalam penelitian ini mengankat permasalahan terkait rendahnya motivasi belajar IPA peserta didik kelas VII di UPT SPF SMP Negeri 12 Makassar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan dari penerapan model discovery learning berbantuan media quizizz untuk meningkatkan motivasi belajar IPA peserta didik SMP. Metode penelitian yang digunakan yaitu penelitian Tindakan kelas (PTK) yang terdiri atas dua siklus dengan tahapan yaitu perencanaan (planning), tindakan (acting), pengamatan (observing), dan refleksi (reflecting). Pelaksanaan siklus I dan Siklus II masing-masing berjumlah 2 kali pertemuan. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket motivasi belajar IPA yang berjumlah 26 pernyataan yang terbagi dalam pernyataan positif dan negative. Data yang terkumpulkan kemudian dianalisis menggunakan presentase rata-rata dari hasil angket motivasi belajar dan dibandingkan dengan tabel pengkategorian motivasi belajar. Berdasarkan dengan hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulkan bahwa model discovery learning dapat menjadi solusi untuk meningkatkan motivasi belajar IPA peserta didik kelas VII di UPT SPF SMP Negeri 12 Makassar. Peningkatan tersebut dapat dibuktikan dari interval skor motivasi belajar IPA peserta didik yang setiap siklusnya mengalami peningkatan. Peningkatan motivasi belajar IPA peserta didik pada kegiatan prasiklus diperoleh skor sebesar 57, yang berada pada kategori rendah, siklus I sebesar 79 berada pada kategori sedang dan siklus II sebesar 84 berada pada kategori tinggi.
Penerapan Metode Tutor Sebaya dalam Pembelajaran Discovery Learning untuk Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Peserta Didik
Karina;
Satwika Trianti Ngandoh;
Aisyah Ali
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1203
Terdapat ketidakmerataan pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran. Siswa yang sudah dianggap memahami materi sering kali diikuti dengan asumsi bahwa semua siswa telah memahaminya, padahal kemampuan tiap siswa berbeda. Salah satu metode pembelajaran yang banyak diterapkan adalah discovery learning. Namun, implementasi metode ini sering menghadapi tantangan, terutama dalam konteks kelas yang heterogen seperti di SMPN 14 Makassar. Salah satu solusi untuk mengatasi tantangan ini adalah penerapan metode tutor sebaya Penelitian ini akan mengeksplorasi penerapan metode tutor sebaya dalam pembelajaran discovery learning di kelas 83 SMPN 14 Makassar. Tujuan utama penelitian ini adalah mengkaji efektivitas kombinasi kedua metode tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan efektif di tingkat sekolah menengah.Penelitian yang dilakukan berjenis penelitian tindakan kelas model Kemmis dan McTaggart dengan lima tahapan yaitu identifikasi masalah, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi yang dilakukan dalam dua siklus. Setiap siklusnya terdiri dari dua pertemuan. Perolehan data diperoleh dari instrumen berupa rubrik penilaian keterampilan berpikir kritis dan tes untukk hasil belajar IPA. Subjek penelitian ini adalah kelas VIII. 3 SMP Negeri 14 Makassar sebanyak 33 siswa. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif koperatif antar siklus. Hasil penelitian menunjukkan temuan: (1) terdapat peningkatan terdapat peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa dari kondisi awal, siklus 1, dan siklus 2. Pada kondisi awal tingkat keterampilan berpikir kritis pada kategori kritis hanya 43%, pada siklus 1 76%, dan pada siklus 2 meningkat menjadi 97%; (2) hasil belajar Matematika siswa juga mengalami peningkatan. Pada kondisi awal hanya 42% siswa yang mengalami ketuntasan, pada siklus 1 meningkat menjadi 51% siswa yang tuntas, dan pada siklus 2 meningkat menjadi 68%.
Peningkatan Keaktifan dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik Kelas XI SMA Negeri 2 Makassar melalui Model Discovery Learning
Aqilah Fauziyah MF Aqilah;
Abd. Muis;
Sitti Rahmah
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1204
Penurunan keaktifan dan prestasi belajar peserta didik dalam pembelajaran biologi disebabkan oleh kurangnya penerapan model pembelajaran yang cocok dengan materi yang diajarkan. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana penerapan model pembelajaran Discovery Learning dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif biologi di antara siswa kelas XI SMA Negeri 2 Makassar. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian tindakan kelas dengan dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: Rancangan, Pelaksanaan Kegiatan dan Pengamatan, Observasi, serta Refleksi/Tindakan. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan keaktifan peserta didik pada setiap siklusnya, dimana pada siklus I nilai rata-rata keaktifan siswa hanya 43,54% dan meningkat pada siklus II menjadi 48,64%. Adapun hasil penelitian pada peningkatan hasil belajar kognitif peserta didik juga mengalami peningkatan pada setiap siklusnya, dimana pada siklus I nilai rata-rata hasil belajar kognitif peserta didik hanya 73 dan meningkat pada siklus II menjadi 80. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran discovery learning secara signifikan dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar kognitif peserta didik kelas XI SMA Negeri 2 Makassar.
Model Problem Based Learning dengan Pendekatan TaRL untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPA Peserta Didik di SMPN 14 Makassar
Jusriani;
Satwika Trianti Ngandoh;
Aisyah Ali
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1205
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPA materi Sistem Pencernaan Manusia pada siswa kelas VIII SMPN 14 Makassar melalui model Problem Based Learning (PBL) dengan pendekatan TaRL. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), Subjek Penelitian Tindakan Kelas (PTK) ini adalah siswa kelas VIII SMPN 14 Makassar sebanyak 33 siswa. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes pilihan ganda (Multiple Choice) yang dilakukan pada akhir pertemuan.. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian siklus I peserta didik memperoleh nilai rata-rata hasil belajar IPA sebesar 57,27 dan tingkat ketuntasan peserta didik sebesar 84,85%. Hal tersebut meningkat dari hasil prasiklus sebelumnya. Selanjutnya pada siklus II nilai rata-rata hasil belajar IPA peserta didik meningkat menjadI 61,30 dengan tingkat ketuntasan peserta didik sebesar 81,82%. Dapat disimpulkan bahwa peningkatan hasil belajar dalam pendekatan TaRL dapat meningkatkan hasil belajar ipa peserta didik
Peningkatan Hasil Belajar Materi Suhu dan Kalor melalui Model Discovery Learning dengan Metode Eksperimen pada Siswa Kelas VIII 2 di SMP Negeri 26 Makassar
Nurul Alifa Muh.Asri;
Nurhayani H. Muhiddin;
Nursyamsih
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1206
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar materi suhu dan kalor siswa melalui model Discovery Learning dengan metode eksperimen pada siswa kelas VIII 2 di SMP Negeri 26 Makassar. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan dalam 2 siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII 2 SMP Negeri 26 Makassar dengan jumlah 27 siswa, yang terdiri atas 13 siswa perempuan dan 14 siswa laki-laki. Data hasil penelitian kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase ketuntasan siswa tiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan peningkatan persentase ketuntusan yang pada prasiklus hanya 25,92%, pada siklus I menjadi 62,96%, dan meningkat pada siklus II menjadi 88,89%. Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa hasil belajar siswa tergolong sangat tinggi dan penerapan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPA di kelas VIII 2 SMP Negeri 26 Makassar.
Penerapan Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) Berbasis Pendekatan Teaching at the Right Level (TaRL) untuk Meningkatkan Minat Belajar Peserta Didik Kelas VIII
Armila Sari;
Ramlawati;
Martiningsih
JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN Vol. 6 No. 2 (2024): JURNAL PEMIKIRAN DAN PENGEMBANGAN PEMBELAJARAN (JP-3)
Publisher : RAYHAN INTERMEDIA
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31970/pendidikan.v6i2.1207
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan minat belajar IPA peserta didik melalui model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) berbasis pendekatan TaRL. Adapun jenis penelitian ini yaitu Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian kelas VIII D UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar yang berjumlah 35 orang pada semseter genap tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini terdiri dari dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari empat tahapan, yaitu perencanaan (planning), tindakan (action), pengamatan/observasi (observation), dan refleksi (reflection). Teknik pengumpulan data menggunakan metode deskriptif. Teknik analisis data yang digunakan yaitu data hasil angket minat belajar dan data observasi pelaksanaan dengan penerapan model pembelajaran PBL dan pendekatan TaRL. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa penerapan model pembelajaran Problem based Learning (PBL) berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) mengalami peningkatan minat belajar dengan perolehan persentase pada siklus I 39,77 % dan pada siklus II 45,91 %. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh, maka dapat diambil kesimpulan bahwa model pembelajaran Problem based Learning (PBL) berbasis Teaching at the Right Level (TaRL) dapat meningkatkan minat belajar IPA pada peserta didik kelas VIII D UPT SPF SMP Negeri 6 Makassar.