cover
Contact Name
Alpan Ahmadi
Contact Email
memace@nusantaraglobal.ac.id
Phone
+6281337157471
Journal Mail Official
memace@nusantaraglobal.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MEMACE
ISSN : -     EISSN : 29867193     DOI : 10.55681
Core Subject : Education,
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.
Articles 72 Documents
ANALISIS FRAMING PEMBERITAAN KRISIS SAMPAH PLASTIK DI INDONESIA PADA MEDIA KOMPAS.COM DAN MONGABAY INDONESIA TAHUN 2025: KAJIAN MODEL ROBERT N. ENTMAN Safira Nur Rizqina
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.7116

Abstract

Krisis sampah plastik menjadi salah satu isu lingkungan yang mendapat perhatian luas di Indonesia. Media massa berperan penting dalam membentuk persepsi publik melalui cara mengonstruksi dan membingkai suatu peristiwa. Penelitian ini bertujuan menganalisis framing pemberitaan krisis sampah plastik pada Kompas.com dan Mongabay Indonesia tahun 2025 menggunakan model analisis Robert N. Entman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa 12 berita yang dipilih secara purposive, terdiri atas enam berita dari Kompas.com dan enam berita dari Mongabay Indonesia. Analisis dilakukan berdasarkan empat elemen framing Entman, yaitu define problems, diagnose causes, make moral judgement, dan treatment recommendation. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kompas.com lebih membingkai krisis sampah plastik sebagai persoalan kebijakan publik dan tata kelola pengelolaan sampah, sedangkan Mongabay Indonesia lebih menekankan dampak ekologis serta pentingnya keberlanjutan lingkungan. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh karakteristik dan orientasi redaksional masing-masing media. Penelitian ini menunjukkan bahwa media memiliki peran penting dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu lingkungan melalui konstruksi pemberitaan.
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM TUTURAN PADA ACARA TALKSHOW MATA NAJWA DI TRANS 7 Dedi Irawan; Siti Hadiza Rahmah
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.7117

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan bentuk ketidakbakuan dan kesalahan sintaksis yang terdapat dalam tuturan pada acara talkshow Mata Najwa episode “Menguji Ujian Nasional” yang ditayangkan di Trans7 pada Desember 2019. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data berupa tuturan yang menunjukkan konstruksi imperatif dan interogatif yang dalam naskah awal penelitian dikategorikan sebagai kesalahan sintaksis. Data diperoleh dari tayangan video dan ditranskripsikan, kemudian diidentifikasi, diklasifikasikan, dianalisis berdasarkan struktur sintaksis dan konteks tuturan, serta diperbaiki dengan mempertimbangkan bentuk bahasa Indonesia yang lebih baku. Hasil penelitian menunjukkan adanya dua kelompok utama data, yaitu ketidakbakuan pada konstruksi imperatif dan ketidakbakuan pada konstruksi interogatif. Konstruksi imperatif tampak pada penggunaan bentuk ajakan tanpa penanda eksplisit, bentuk percakapan seperti “mikir” dan “dikit”, serta konstruksi “agak ... dikit” yang kurang efektif dalam konteks formal. Pada konstruksi interogatif ditemukan tuturan yang secara bentuk berupa pernyataan, tetapi digunakan untuk meminta konfirmasi atau informasi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa sebagian bentuk yang pada penelitian terdahulu disebut “kesalahan” sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai variasi bahasa lisan atau ketidakbakuan kontekstual. Dengan demikian, analisis sintaksis pada bahasa televisi perlu mempertimbangkan struktur kalimat sekaligus fungsi komunikatif dan konteks tuturan.