cover
Contact Name
Alpan Ahmadi
Contact Email
memace@nusantaraglobal.ac.id
Phone
+6281337157471
Journal Mail Official
memace@nusantaraglobal.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MEMACE
ISSN : -     EISSN : 29867193     DOI : 10.55681
Core Subject : Education,
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.
Articles 72 Documents
ANALISIS KEPRIBADIAN TOKOH KARYAMIN DALAM CERPEN SENYUM KARYAMIN KARYA AHMAD TOHARI: KAJIAN PSIKOLOGI SASTRA SIGMUND FREUD Muhammad Aditya Firmansyah; Ahmad Ridwan
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 1 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i1.6741

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur kepribadian tokoh Karyamin dalam cerpen Senyum Karyamin karya Ahmad Tohari berdasarkan teori psikoanalisis Sigmund Freud. Kajian psikologi sastra digunakan untuk memahami dinamika kejiwaan tokoh melalui aspek id, ego, dan superego yang memengaruhi perilaku serta keputusan yang diambil tokoh dalam menghadapi berbagai persoalan hidup. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan psikologi sastra. Sumber data penelitian adalah cerpen Senyum Karyamin yang terdapat dalam kumpulan cerpen karya Ahmad Tohari. Data berupa kata, frasa, kalimat, narasi, dan dialog yang menunjukkan gejala kepribadian tokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, sedangkan analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan teori psikoanalisis Freud. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepribadian Karyamin dibangun oleh interaksi antara id, ego, dan superego. Aspek id tampak melalui kebutuhan dasar tokoh untuk mempertahankan hidup di tengah kemiskinan yang dialaminya. Aspek ego terlihat dalam upaya tokoh menyesuaikan diri dengan realitas sosial yang keras dan penuh keterbatasan. Sementara itu, aspek superego tercermin melalui sikap moral, rasa tanggung jawab, serta usaha mempertahankan harga diri meskipun berada dalam kondisi ekonomi yang sulit. Interaksi ketiga struktur kepribadian tersebut membentuk karakter Karyamin sebagai sosok yang sabar, pekerja keras, dan memiliki ketahanan psikologis yang tinggi. Penelitian ini menunjukkan bahwa cerpen Senyum Karyamin tidak hanya menghadirkan kritik sosial mengenai kemiskinan, tetapi juga menggambarkan kompleksitas psikologis manusia dalam menghadapi tekanan hidup.
ANALISIS WACANA KRITIS PEMBERITAAN KASUS PAGAR LAUT TANGERANG PADA MEDIA DARING INDONESIA: KAJIAN MODEL TEUN A. VAN DIJK Dewi Trisnianti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6773

Abstract

Media massa memiliki peran penting dalam membentuk persepsi publik terhadap suatu peristiwa sosial. Salah satu isu yang mendapat perhatian luas pada awal tahun 2025 adalah kasus pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan keberadaan pagar laut sepanjang lebih dari 30 kilometer yang berdampak terhadap aktivitas nelayan dan memunculkan polemik mengenai legalitas penguasaan ruang laut, penerbitan sertifikat hak guna bangunan (HGB), serta sertifikat hak milik (SHM) pada kawasan perairan. Berbagai media daring menampilkan konstruksi pemberitaan yang berbeda-beda sesuai dengan orientasi dan kepentingan masing-masing. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi kasus pagar laut Tangerang dalam media daring Indonesia melalui pendekatan Analisis Wacana Kritis model Teun A. van Dijk. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa berita yang dipublikasikan media daring nasional pada Januari–Februari 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui dokumentasi dan pencatatan terhadap teks berita yang relevan. Analisis data difokuskan pada struktur makro, superstruktur, dan struktur mikro yang meliputi aspek semantik, sintaksis, stilistika, dan retorika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media membangun representasi yang beragam terhadap kasus pagar laut. Sebagian media menempatkan pemerintah sebagai aktor penyelesai masalah, sedangkan media lain lebih menonjolkan aspek dugaan pelanggaran hukum, konflik kepentingan, dan kerugian masyarakat pesisir. Pilihan kosakata, pola penyusunan informasi, serta strategi retoris menunjukkan adanya kecenderungan ideologis dalam membingkai realitas sosial. Temuan penelitian menguatkan pandangan bahwa berita merupakan konstruksi sosial yang dipengaruhi oleh relasi kekuasaan dan kepentingan institusi media.
ANALISIS NILAI-NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM NOVEL HUJAN KARYA TERE LIYE Dedi Irawan
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6774

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Hujan karya Tere Liye. Novel ini mengisahkan perjuangan tokoh-tokohnya menghadapi bencana besar, kehilangan, persahabatan, serta harapan di masa depan. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan analisis isi. Sumber data berupa novel Hujan karya Tere Liye yang diterbitkan tahun 2016. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka, teknik baca, dan teknik catat. Analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasi, dan menginterpretasikan data berdasarkan teori pendidikan karakter. Hasil penelitian menunjukkan bahwa novel Hujan mengandung berbagai nilai pendidikan karakter, yaitu religius, kerja keras, tanggung jawab, peduli sosial, disiplin, mandiri, cinta damai, peduli lingkungan, dan menghargai prestasi. Nilai yang paling dominan adalah peduli sosial dan kerja keras yang tercermin melalui tindakan tokoh utama dalam membantu sesama korban bencana serta usaha mereka menghadapi berbagai kesulitan hidup. Temuan penelitian menunjukkan bahwa novel Hujan layak dijadikan bahan ajar sastra karena mengandung pesan moral dan pendidikan karakter yang relevan dengan kehidupan peserta didik.
KRISIS EKOLOGIS DAN KETERASINGAN MANUSIA DARI LINGKUNGANNYA DALAM CERPEN ROBOHNYA SURAU KAMI KARYA A.A. NAVIS: KAJIAN EKOKRITIK LAWRENCE BUELL Windy Efendy
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6775

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi hubungan manusia dan lingkungan dalam cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis melalui perspektif ekokritik Lawrence Buell. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya kajian sastra lingkungan sebagai upaya memahami hubungan manusia dengan ruang hidupnya yang direpresentasikan dalam karya sastra. Cerpen Robohnya Surau Kami selama ini lebih banyak dikaji dari aspek religius, moral, dan sosial, sedangkan kajian yang menyoroti dimensi ekologisnya masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengungkap nilai-nilai ekologis yang terkandung dalam cerpen tersebut. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data penelitian berupa cerpen Robohnya Surau Kami karya A.A. Navis, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dialog, dan narasi yang menunjukkan hubungan manusia dengan lingkungan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan teori ekokritik Lawrence Buell. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Robohnya Surau Kami merepresentasikan lingkungan sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia yang ditunjukkan melalui simbol surau sebagai ruang sosial masyarakat. Selain itu, ditemukan adanya keterasingan manusia dari lingkungan sosial akibat ketidakseimbangan antara kehidupan spiritual dan tanggung jawab sosial. Penelitian ini juga menemukan adanya kritik terhadap sikap manusia yang mengabaikan peran dan tanggung jawabnya dalam kehidupan bermasyarakat. Berdasarkan perspektif ekokritik Lawrence Buell, representasi lingkungan dalam cerpen mencerminkan pentingnya hubungan yang harmonis antara manusia, lingkungan sosial, dan nilai-nilai kemanusiaan. Dengan demikian, cerpen Robohnya Surau Kami tidak hanya berfungsi sebagai media kritik sosial, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial dalam kehidupan masyarakat.
REPRESENTASI KRISIS LINGKUNGAN DALAM CERPEN “SUMUR” KARYA EKA KURNIAWAN: KAJIAN EKOKRITIK GREG GARRARD hismida; Hamdi
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.6781

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan representasi krisis lingkungan serta hubungan manusia dan alam dalam cerpen Sumur karya Eka Kurniawan menggunakan perspektif ekokritik Greg Garrard. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan yang juga direpresentasikan dalam karya sastra sebagai bentuk refleksi dan kritik sosial. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan ekokritik. Sumber data penelitian berupa cerpen Sumur karya Eka Kurniawan, sedangkan data penelitian berupa kata, frasa, kalimat, dan dialog yang menunjukkan adanya persoalan ekologis dalam teks. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca dan catat, kemudian dianalisis dengan cara mengidentifikasi, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan menyimpulkan data berdasarkan kategori ekokritik Greg Garrard yang meliputi apocalypse, earth, dan dwelling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa cerpen Sumur merepresentasikan krisis lingkungan melalui kelangkaan sumber air yang mengancam keberlangsungan hidup masyarakat. Selain itu, ditemukan adanya gambaran kerusakan lingkungan yang ditandai dengan menurunnya kualitas ekosistem serta perubahan kondisi alam akibat aktivitas manusia. Penelitian ini juga menemukan adanya hubungan timbal balik antara manusia dan lingkungan yang menunjukkan pentingnya menjaga keseimbangan ekologis. Melalui representasi tersebut, cerpen Sumur berfungsi sebagai media kritik ekologis terhadap perilaku manusia yang eksploitatif sekaligus sebagai sarana membangun kesadaran lingkungan masyarakat. Dengan demikian, kajian ini menegaskan bahwa karya sastra memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan-pesan ekologis dan menumbuhkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
ALIH KODE DALAM SIARAN LANGSUNG TIKTOK OLEH KREATOR KONTEN INDONESIA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Rozita Ezlinda; Hariyati
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 3 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i3.6838

Abstract

Perkembangan media sosial telah mengubah pola komunikasi masyarakat, termasuk dalam penggunaan bahasa pada ruang digital. Salah satu platform yang menunjukkan dinamika kebahasaan yang kompleks adalah TikTok, khususnya melalui fitur siaran langsung (live streaming) yang memungkinkan interaksi spontan antara kreator konten dan audiens. Dalam situasi komunikasi tersebut, penggunaan lebih dari satu bahasa sering kali memunculkan fenomena alih kode sebagai strategi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk alih kode yang digunakan oleh kreator konten Indonesia dalam siaran langsung TikTok, menjelaskan fungsi penggunaan alih kode, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode selama interaksi berlangsung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan perspektif sosiolinguistik. Data berupa tuturan kreator konten yang diperoleh melalui teknik simak, rekam, transkripsi, dan pencatatan terhadap beberapa siaran langsung TikTok. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk alih kode yang dominan meliputi alih kode intern dan alih kode ekstern, yang diwujudkan melalui alih kode antarkalimat, intrakalimat, serta penyisipan ungkapan tertentu. Penggunaan alih kode berfungsi untuk membangun kedekatan dengan audiens, memperjelas informasi, meningkatkan daya tarik komunikasi, menyesuaikan diri dengan karakter penonton, serta membangun identitas sebagai kreator konten digital. Faktor-faktor yang memengaruhi terjadinya alih kode meliputi kemampuan dwibahasa penutur, karakteristik audiens, topik pembicaraan, tren penggunaan bahasa di media sosial, dan tujuan komunikatif kreator. Temuan penelitian menunjukkan bahwa alih kode dalam siaran langsung TikTok tidak hanya merupakan gejala linguistik, tetapi juga menjadi strategi sosial yang memperkuat efektivitas komunikasi digital.
VARIASI BAHASA DALAM INTERAKSI JUAL BELI DI PASAR TRADISIONAL AIKMEL KABUPATEN LOMBOK TIMUR: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Siti Hadiza Rahmah; windy efendy
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 3 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i3.6841

Abstract

Bahasa merupakan sarana komunikasi yang memiliki peran penting dalam membangun interaksi sosial, termasuk dalam kegiatan jual beli di pasar tradisional. Keberagaman latar belakang sosial dan budaya masyarakat menyebabkan munculnya variasi bahasa yang digunakan untuk menyesuaikan situasi komunikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk variasi bahasa yang digunakan dalam interaksi jual beli di Pasar Tradisional Aikmel, Kabupaten Lombok Timur, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi penggunaannya, serta menjelaskan fungsi variasi bahasa dalam proses transaksi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan pedagang dan pembeli yang diperoleh melalui teknik observasi, simak, catat, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan model analisis interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variasi bahasa yang ditemukan meliputi variasi berdasarkan penutur, variasi berdasarkan tingkat keformalan, dan variasi berdasarkan pemakaian berupa register perdagangan. Penggunaan variasi bahasa dipengaruhi oleh latar belakang sosial penutur, usia, hubungan antara pedagang dan pembeli, situasi komunikasi, serta tujuan transaksi. Variasi bahasa juga berfungsi membangun keakraban, mempermudah penyampaian informasi, memperlancar proses tawar-menawar, dan menunjukkan identitas sosial penutur. Penelitian ini menunjukkan bahwa variasi bahasa menjadi strategi komunikasi yang mendukung efektivitas interaksi sekaligus memperkuat hubungan sosial dalam aktivitas perdagangan di Pasar Tradisional Aikmel.
Bahasa Indonesia sebagai Media Penguatan Nilai-Nilai Pancasila dan Bela Negara Silvia Octav
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.6874

Abstract

Bahasa Indonesia memiliki peran penting sebagai identitas nasional bagi bangsa.Selain sebagai alat komunikasi, bahasa indonesia juga berfungsi sebagai sarana untuk mempromosikan mengkaji bagaimana bahasa indonesia berperan sebagai sarana dalam menjungjung tinggi nilai-nilai Pancasila dan sebagai wujud pertahanan nasional Melalui analisis pustaka yang menelaah berbagai sumber akademis yang releva, penelitian ini juga menggunakan metodologi penelitian deskriptif kualitatif. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwasanya penggunaan Bahasa Indonesia yang benar bisa membantu menginternalisasi prinsip-prinsip Pancasila dalam interaksi social, termasuk persatuan, toleransi, penghormatan terhadap keberagaman, dan saling menghormati. Selain itu, penggunaan Bahasa Indonesia juga berperan dalam membentuk karakter bangsa yang mencerminkan etika, tanggung jawab, dan kesadaran kewarganegaraan. Penggunaan Bahasa Indonesia secara konsisten di berbagai lingkungan, termasuk Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat, merupakan wujud nyata dari pertahanan nasional. Oleh karena itu, keterlibatan aktif pemerintah, Lembaga Pendidikan, Keluarga dan Masyarakat sangat penting untuk memperkuat penggunaan Bahasa Indonesia sebagai identitas nasional dan sebagai sarana menanamkan nilai-nilai kebangsaan secara berkelanjutan.
PEMANFAATAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBAHASA DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA Sukmana Handinata
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.6984

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong terjadinya transformasi dalam dunia pendidikan, termasuk pada pembelajaran Bahasa Indonesia. Pemanfaatan media digital menjadi salah satu inovasi yang mampu menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif, fleksibel, dan berpusat pada peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, menganalisis kontribusinya terhadap peningkatan keterampilan berbahasa, serta mengidentifikasi tantangan dan strategi optimalisasi penerapannya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi pustaka (library research). Data penelitian diperoleh dari berbagai artikel jurnal nasional dan internasional, buku ilmiah, prosiding, serta dokumen akademik yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa media digital, seperti video pembelajaran, podcast, buku elektronik, platform pembelajaran daring, serta teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI), memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis. Selain itu, media digital mampu meningkatkan motivasi belajar, kreativitas, partisipasi aktif, dan kemandirian peserta didik. Namun, implementasinya masih menghadapi berbagai tantangan, seperti kompetensi digital guru yang belum merata, keterbatasan sarana dan prasarana, akses internet yang belum optimal, serta rendahnya literasi digital peserta didik. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi digital, penyediaan infrastruktur yang memadai, serta pemilihan media yang sesuai agar pemanfaatan media digital dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat berlangsung secara optimal dan berkelanjutan.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM DIALOG ZAENUDIN DAN HAYATI PADA FILM TENGGELAMNYA KAPAL VAN DER WIJCK Ayesha Nabila Raisa
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 4 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i4.7038

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur ilokusi dalam dialog Zaenudin dan Hayati pada film Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Sumber data penelitian berupa dialog antara tokoh Zaenudin dan Hayati yang mengandung tindak tutur ilokusi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan metode simak dan teknik catat, sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan mengidentifikasi, mengklasifikasikan, dan mendeskripsikan bentuk tindak tutur berdasarkan teori tindak tutur ilokusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam dialog Zaenudin dan Hayati terdapat empat bentuk tindak tutur ilokusi, yaitu tindak tutur asertif, direktif, ekspresif, dan komisif. Tindak tutur asertif digunakan untuk menyatakan dan menegaskan suatu keadaan, tindak tutur direktif digunakan untuk memerintah dan memohon, tindak tutur ekspresif digunakan untuk mengungkapkan perasaan seperti kecewa, sedih, dan marah, sedangkan tindak tutur komisif digunakan untuk menyatakan janji dan kesanggupan. Tindak tutur ekspresif menjadi bentuk yang paling dominan karena dialog banyak memperlihatkan konflik emosional antara kedua tokoh. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa dialog dalam film tersebut mengandung berbagai bentuk tindak tutur ilokusi yang memperlihatkan makna emosional, konflik batin, serta hubungan sosial antartokoh. Penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan dalam kajian Pragmatik, khususnya mengenai tindak tutur ilokusi dalam dialog film Indonesia.