cover
Contact Name
Alpan Ahmadi
Contact Email
memace@nusantaraglobal.ac.id
Phone
+6281337157471
Journal Mail Official
memace@nusantaraglobal.ac.id
Editorial Address
Jl. Raya Praya-Mantang KM.07 Aik Mual, Lombok Tengah - NTB 83511
Location
Kab. lombok tengah,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
MEMACE
ISSN : -     EISSN : 29867193     DOI : 10.55681
Core Subject : Education,
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing is an journal containing research articles in several fields, namely: (1) teaching Indonesian language and local, regional and foreign languages; (2) Indonesian, regional and foreign linguistics; and (3) Indonesian, regional and foreign literature. MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing can be reserved for researchers, academics, professionals, practitioners, and students to deliver the results of his research in the form of research articles.
Articles 65 Documents
ANALISIS KESALAHAN INTRALINGUAL SISWA DALAM BAHASA MANDARIN MELALUI TRANSKRIPSI Williams Wijaya; T. Kasa Rullah Adha; Niza Ayuningtias
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.6003

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesalahan intralingual siswa dalam mentranskripsi audio listening section HSK IV melalui pendekatan error analysis. Fokus utama penelitian adalah mengidentifikasi kesalahan performatif dan dampaknya secara semantik kognitif. Hasilnya menunjukkan bahwa siswa dominan menghasilkan full dan partial transcription. Pada aspek performatif, misformation menjadi kesalahan yang paling dominan, diikuti addition dan omission, yang seringkali muncul bersamaan. Secara semantik kognitif, kesalahan dipicu oleh ketidaktelitian dan keterbatasan pemetaan kosakata siswa yang merusak makna ujaran. Penelitian ini juga membuktikan bahwa penggunaan teknologi pengetikan tidak mengeliminasi kesalahan linguistik, mengingat hambatan utama terletak pada pemahaman fonetik dan struktur bahasa. Temuan ini diharapkan berkontribusi dalam merancang evaluasi dan pengajaran bahasa Mandarin yang lebih efektif.
THE EFFECT OF ENGLISH AS AN OPTIONAL SUBJECT AT ELEMENTARY SCHOOL TOWARDS JUNIOR HIGH SCHOOL ENGLISH PRODUCTIVE SKILL (A Study at SMPN 26 Kota Serang): PENGARUH BAHASA INGGRIS SEBAGAI MATA PELAJARAN PILIHAN DI SEKOLAH DASAR TERHADAP KEMAMPUAN PRODUKTIF BAHASA INGGRIS DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA (Studi di SMPN 26 Kota Serang) Rachmatia; Nurhaeda Gailea; Eri Rahmawati
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.3617

Abstract

The text of the 2022 National Education System draft law in August in article 81, paragraph 1, explains that English is an optional subject at elementary school and reaps many cons. English has a significant role in helping the next generation of Indonesians to grow up better academically, especially in productive speaking and writing skills. Of this problem, the researcher wanted to seek out the effect of English as an optional subject in elementary school on junior high school English productive skill. The researcher used a mixed method with the ex-post facto design, where quantitative data were processed before qualitative data. Questionnaires, interviews, and open-ended tests were used to gain the data. All the data analyses were counted on SPSS. The respondents were 45 students at SMPN 26 Kota Serang with criteria for 7th-grade JHS students who previously had English as an optional subject. The results showed negative and non-significant simultaneous effects between learning English as an optional subject at Elementary school towards Junior High School students’ English productive skills with an f-value of 0.154 with a significance value of 0.858 (far above 0.05). The students struggled to improve their speaking and writing skills in junior high school due to the lack of active practice opportunities. This results in a lack of foundational English skills and difficulty meeting higher standards at Junior High School.
KESALAHAN DIALEK ETNIS JAWA NGAPAK DALAM MEMBACA SURAT AN – NAZI’AT (ANALISIS KESALAHAN FONOLOGI) Naafi Al Kautsar
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 1 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i1.3889

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan fonologis yang terjadi dalam pelafalan surat An-Nazi’at oleh penutur bahasa Jawa Ngapak, khususnya pada siswa TPQ Darul Fallah Pemalang. Dialek Jawa Ngapak dikenal dengan ciri khas fonologis yang berbeda dari bahasa Arab, yang dapat mempengaruhi pengucapan ayat-ayat Al-Qur’an. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode analisis deskriptif, penelitian ini mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan fonologis yang muncul dan faktor-faktor penyebabnya. Data dikumpulkan dari rekaman suara pembacaan surat An-Nazi'at oleh 17 siswa yang dipilih secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan adanya berbagai kesalahan fonologi, seperti penggantian huruf, penambahan huruf, dan pengurangan huruf. Misalnya, pengucapan huruf ع yang menjadi أ atau sebaliknya, serta huruf س yang tertukar dengan ث. Kesalahan ini disebabkan oleh pengaruh dialek lokal, kebiasaan pengucapan yang dipengaruhi oleh bahasa ibu, serta kurangnya latihan yang tepat dalam pengucapan huruf-huruf tertentu dalam bahasa Arab. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi praktis dalam pengajaran tajwid, serta memperkaya kajian fonologi bahasa Arab, khususnya terkait dengan pengaruh dialek daerah terhadap pelafalan bahasa Arab.
PEMBINGKAIAN SEKSISME DALAM BAHASA POLITIK LEGISLATIF: ANALISIS DISKURSIF-HISTORIS Anatasya Solin Indah Duniandana; Undang Sudana
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.5553

Abstract

Bahasa politik dalam forum legislatif mereproduksi relasi kuasa dan legitimasi nilai tertentu. Penelitian ini bertujuan menganalisis negosiasi seksisme dalam ujaran anggota DPR RI pada rapat Komisi X tanggal 5 Maret 2025 serta dalam respons institusional Komnas Perempuan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan kerangka Analisis Wacana Kritis, khususnya Pendekatan Diskursif-Historis (Discourse-Historical Approach/DHA) yang dikembangkan oleh Ruth Wodak. Data penelitian berupa klausa dan kalimat yang dikutip dari pemberitaan media daring dan dokumen resmi Komnas Perempuan. Analisis difokuskan pada strategi diskursif yang mencakup penamaan, predikasi, argumentasi, perspektivisasi, serta intensifikasi dan mitigasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seksisme dalam wacana legislatif direproduksi secara implisit melalui generalisasi terhadap perempuan, pembatasan peran sosial, serta argumentasi berbasis budaya, utilitas, dan legitimasi simbolik.
An Analysis of English Learning Content on YouTube for EFL Learners: A Focus on Speaking Skills Study at MTs N Kota Sorong Putri Lestari
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.6433

Abstract

Digital tech has exploded lately, completely changing how people learn English as a foreign language with YouTube leading the charge as a top player. This article takes a close look at English content on YouTube, zeroing in on how it helps EFL students build speaking skills, spotlighting kids from MTs N Kota Sorong as a key example within Indonesia's wider EFL scene. Pulling from past studies and in-depth reviews, it breaks down YouTube's boost to pronunciation work, chat skills, fluency, and overall confidence. The results make it clear: the platform delivers genuine spoken English, engaging multi-format lessons, and chances for self-guided practice, turning it into a solid sidekick for speaking growth. That being said, issues like uneven video quality, lack of direct feedback, and the need for student discipline still pop up. Overall, the paper spells out practical teaching takeaways for using YouTube to level up speaking abilities in EFL settings.
Analisis Gaya Bahasa Dalam Novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) Karya Zack Arya Husina Humaira; Damayanti
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 1 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i1.6577

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis dan penggambaran gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) karya Zacka Arya.Penelitian ini menggunakn pendekatan kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hermeneutik. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa kalimat-kalimat yang menunjukkan gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansia (Yang Terlupakan). Sumber data dalam penelitian ini adalah novel El-Mansia (Yang Terlupakan).Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam novel ini digunakan beberapa gaya bahasa. Gaya bahasa yang terdapat dalam novel El-Mansia (Yang Terlupakan) terdiri dari: (1) gaya bahasa perbandingan meliputi perumpamaan, metafora, personifikasi, depersonifikasi, antisipasi atau prolepsis, pleonasme dan tautologi, dan perifrasia; (2) gaya bahasa pertentangan meliputi oksimoron dan paradoks; (3) gaya bahasa pertautan meliputi eufemisme, antonomasia, erotosis;(4) gaya bahasa perulangan meliputi aliterasi, asonansi, anafora, epistrofa, dan epizeukis. Gaya bahasa yang paling dominan dipakai dalam novel El-Mansiya (Yang Terlupakan) adalah metafora. Penggambaran gaya bahasa oleh pengarang untuk menampilkan efek keindahan serta makna yang tersirat namun tepat. Pada penelitian ini penggambaran gaya bahasa banyak dilakukan dengan membandingkan dua konteks yang berbeda tanpa menggunakan kata bak, seperti, dan bagai.
Analisis Nilai Kemanusiaan Dalam Puisi “Aku” Karya Chairil Anwar: Kajian Kritik Sastra Mimetik Indah Purmasari; Mas’ulah
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 2 No. 1 (2024): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v2i1.6586

Abstract

Puisi "Aku" karya Chairil Anwar yang lahir pada era pendudukan Jepang (sekitar tahun 1943) merupakan salah satu urat nadi sastra modern Indonesia. Di balik bentuk estetika bahasanya yang mendobrak rima lama, puisi ini menyimpan rekaman psikologis dan sosiologis masyarakat yang tertindas. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya melihat puisi bukan sekadar sebagai ekspresi individualistis pengarang, melainkan sebagai sebuah respons radikal terhadap kondisi kemanusiaan pada masanya. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif-kualitatif melalui analisis tekstual, hasil kajian menunjukkan bahwa puisi "Aku" tidak sekadar bentuk pemberontakan individualistis egois, melainkan sebuah manifestasi perjuangan eksistensial manusia. Nilai kemanusiaan yang ditemukan meliputi hak atas kebebasan mutlak, keteguhan martabat di tengah penderitaan, serta optimisme dan vitalitas hidup yang melampaui kematian fisik. Puisi ini menjadi cermin realitas psikologis manusia yang mendamba kemandirian dan emansipasi jiwa dari kungkungan belenggu zaman.
Kesantunan Tindak Tutur Direktif Dalam Pembelajaran Teks Argumentasi Kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Ma’arif Indah Purmasari; husina humaira; Muhammad Bagus Bagaskoro Angkasa
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 4 No. 1 (2026): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v4i1.6626

Abstract

Penelitian ini mengkaji bentuk tindak tutur direktif dan strategi kesantunan berbahasa dalam pembelajaran teks argumentasi kelas IX SMP IT Zurriyatul Qurani Ma’arif melalui kegiatan debat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis tindak tutur direktif yang digunakan serta menganalisis strategi kesantunan yang menyertainya dalam interaksi pembelajaran. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, rekaman, dan dokumentasi tuturan siswa. Data dianalisis menggunakan pendekatan pragmatik dengan mengacu pada teori tindak tutur dan kesantunan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat lima bentuk tindak tutur direktif, yaitu perintah, permintaan, ajakan, saran, dan permintaan izin, dengan total 20 data. Bentuk yang paling dominan adalah ajakan, sedangkan perintah dan permintaan izin paling sedikit ditemukan. Dari segi strategi kesantunan, penggunaan tindak tutur direktif didominasi oleh kesantunan positif, diikuti kesantunan negatif, strategi tidak langsung, dan penggunaan langsung yang terbatas. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran teks argumentasi berlangsung secara persuasif, partisipatif, dan tetap menjunjung tinggi etika komunikasi. Dengan demikian, tindak tutur direktif tidak hanya berfungsi sebagai pengarah interaksi, tetapi juga sebagai strategi retoris dan pedagogis dalam mendukung kemampuan berpikir kritis dan komunikasi santun siswa.
EKSPLORASI HIPONIMI DAN HIPERNIMI DALAM NOVEL “NEGERI PARA BEDEBAH” KARYA TERE LIYE BERDASARKAN PERSPEKTIF J. D. PARERA Hadi Asrori; Almira Fidela Artha; Habil Abyad
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 2 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i2.4174

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menguraikan hiponimi dan (2) mendeskripsikan hipernimi dalam novel Negeri Para Bedebah karya Tere Liye berdasarkan perspektif J.D. Parera. Sumber data utama adalah novel tersebut, dengan teknik pengumpulan data melalui pembacaan dan pencatatan. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, pemaparan data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: (1) terdapat 12 hipernimi yang terbagi menjadi 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat; (2) hiponimi ditemukan pada jenis kata yang sama dengan hipernimi, yaitu 9 jenis kata benda dan 3 jenis kata sifat, karena keduanya saling berkaitan. Penelitian ini mengungkap hubungan hierarkis antara hiponimi dan hipernimi, di mana hipernimi mewakili makna umum dan hiponimi mewakili makna khusus. Temuan ini menegaskan kekayaan linguistik dalam novel serta hubungan antara makna umum dan khusus dalam struktur kata.
- PENERAPAN PROJECT-BASED LEARNING PADA PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS DI SMPN 1 KABUPATEN SORONG: PROJECT-BASED LEARNING Baiq Septia Ayuningsih Septia; Misnariah Idrus Misna; Maela Sangaji Sangaji
MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing Vol. 3 No. 3 (2025): MEMACE: Jurnal Linguistik, Pendidikan Bahasa Indonesia, dan Asing
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/memace.v3i3.5642

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan Project-Based Learning (PBL) dalam pembelajaran bahasa Inggris di SMPN 1 Kabupaten Sorong. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi pembelajaran, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumen pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan PBL di SMPN 1 Kabupaten Sorong dilaksanakan melalui tiga tahap utama: perencanaan proyek, pelaksanaan proyek, dan presentasi hasil. Implementasi PBL terbukti meningkatkan motivasi belajar siswa, kemampuan komunikasi bahasa Inggris, dan keterampilan kolaborasi. Namun, terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan fasilitas, waktu pembelajaran yang terbatas, dan perbedaan kemampuan awal siswa. Penelitian ini merekomendasikan perlunya dukungan infrastruktur yang memadai dan pelatihan berkelanjutan bagi guru untuk mengoptimalkan penerapan PBL dalam pembelajaran bahasa Inggris di daerah dengan konteks geografis yang menantang.