cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281336684567
Journal Mail Official
jurnalperikanan@unram.ac.id
Editorial Address
Redaksi Jurnal Perikanan Universitas Mataram Program Studi Budidaya Perairan Jl. Pendidikan No. 37 Mataram, 83125
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Perikanan
Published by Universitas Mataram
ISSN : 23026049     EISSN : 26570629     DOI : 10.29303/jp.v14i3.925
Core Subject : Agriculture,
Jurnal ini memuat artikel yang berhubungan dengan hasil penelitian di bidang perikanan dan ilmu kelautan yang meliputi 1. teknologi penyediaan pakan buatan 2. rekayasa akuakultur 3. teknologi pembenihan dan pembesaran ikan 4. rekayasa genetik 5. teknologi pengendalian hama dan penyakit ikan 6. teknologi budidaya pakan alami 7. manajemen sumberdaya perairan 8. teknologi hasil perikanan 9. teknologi perikanan tangkap 10. ilmu dan teknologi kelautan 11. agribisnis perikanan
Articles 796 Documents
PENINGKATAN KESEJAHTERAAN MASYARAKAT PESISIR MELALUI PENGEMBANGAN DESTINASI EKOWISATA PANTAI DI DESA BOTUTONUO KECAMATAN KABILA BONE KABUPATEN BONE BOLANGO Emiliyan Mamuki; Siti Deasy N. Rahim; Nursiti Aisyah Paputungan
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.639

Abstract

Kabupaten Bone Bolango memiliki potensi destinasi ekowisata berbasis wisata alam yang relatif bagus salah satunya yaitu pantai botutonuo sehingga mampu dikembangkan menjadi objek wisata yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir pelaku usaha yang ada di objek wisata tersebut. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari sampai dengan bulan Agustus 2023 di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesejahteraan masyarakat pesisir dan sistem pengembangan destinasi ekowisata pantai di Desa Botutonuo, Kecamatan Kabila Bone, Kabupaten Bone Bolango. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesejahteraan masyarakat pesisir selaku pelaku usaha di objek wisata pantai botutonuo berada di tingkat kesejahteraan keluarga tahap II, tingkat kesejahteraan keluarga tahap III dan di tingkat kesejahteraan keluarga tahap III plus. Komponen 3A dalam pengembangan ekowisata yang dapat diterapkan pada pantai botutonuo antara lain 1) daya tarik wisata berupa wisata budaya lokal, pengembangan wisata air, pembuatan spot foto baru. 2) amenitas atau sarana prasarana berupa pengembangan wisata kuliner atau toko souvenir khas daerah wisata, penyediaan fasilitas kesehatan, pos informasi, adanya pemandu wisata, fasilitas perbankan, mitigasi bencana, pos keamanan dan rehabilitasi fasilitas penunjang lainnya. 3) aksesibilitas berupa melakukan kerja sama dengan pihak pemerintah desa dalam pembangunan aksesibilitas berupa jalan yang baik dan aman bagi wisatawan, meningkatkan transportasi darat dan laut.
EFEKTIVITAS DOSIS BIOSLURRY CAIR TERHADAP KADAR PROTEIN TERLARUT DALAM PAKAN IKAN Andi Masriah; Anny Hary Ayu Suardi; Alpiani Alpiani; St Zaenab; Syamsuddin Syamsuddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.641

Abstract

Sumber probiotik yang belum termanfaatkan dengan baik adalah limbah bioslurry. Bioslurry atau ampas biogas merupakan produk dari hasil pengolahan biogas berbahan kotoran ternak dan air melalui proses tanpa oksigen (anaerobik). Manfaat Bioslurry diantaranya adalah sebagai bioaktivator mikroba probiotik dan sebagai sumber pakan ikan. Mikroorganisme efektif yang terkandung dalam bioaktivator antara lain bakteri asam laktat (lactobacillus) dan bakteri penghancur (decomposer). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dosis limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang lebih efektif dalam peningkatan kadar protein terlarut dalam pakan ikan. Penelitian ini didesain dengan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan (12 satuan percobaan). Perlakuan yang diuji tersebut adalah: (A) 20 mL bioslurry/100 gram pakan; (B) 30 mL bioslurry/100 gram pakan; (C) 40 mL bioslurry/100 gram pakan; (D) 50 mL bioslurry/100 gram pakan. Parameter yang diamati pada penelitian ini adalah kadar protein terlarut dalam pakan ikan sebelum dan setelah diinkubasi dengan limbah bioslurry cair sebagai sumber probiotik yang akan dianalisis dengan menggunakan analisis ragam (anova) dan jika terdapat perbedaan yang nyata (sig.<0,05) akan dilanjutkan dengan uji W-Tuckey. Berdasarkan hasil analisis ragam (anova) terlihat bahwa pemberian berbagai konsentrasi bioslurry berpengaruh nyata (sig.<0,05) terhadap kadar protein terlarut pakan ikan. Semakin tinggi konsentrasi bioslurry dalam pakan ikan semakin tinggi pula kadar protein terlarut yang dihasilkan. Nilai protein terlarut terendah terdapat pada perlakuan 20 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 23,506 mg/10 mL dan nilai protein terlarut tertinggi terdapat pada perlakuan 50 mL bioslurry/100 g pakan yakni sebesar 65,349 mg/10 mL.  
IDENTIFIKASI JENIS DAN KEPADATAN SAMPAH LAUT DI PANTAI MUTIARA INDAH DAN PELANGI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA Antazilla Rindyani; Ristiana Eryati; Irwan Ramadhan Ritonga
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.642

Abstract

Sampah laut merupakan salah satu permasalahan lingkungan di wilayah pesisir. Sampah laut di wilayah pesisir dapat mempengaruhi ekosistem pesisir dan menurunkan kualitas lingkungan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui jenis dan jumlah, berat total, kepadatan, persentase makro, meso dan persentase subtransek pada faktor hidrooseanografi sampah makro dan meso di Pantai Mutiara Indah dan Pelangi Kabupaten Kutai Kartanegara. Metode pengambilan sampel sampah makro dan meso yang digunakan adalah metode purposive sampling dan random sampling. Pengambilan sampel sampah makro dilakukan dengan membuat garis transek sepanjang 100 meter sejajar garis pantai, dibagi menjadi 5 garis dengan ukuran subtransek 5 x 5 meter. Sedangkan transek sampah meso dibagi menjadi 25 kotak dengan subtransek berukuran 1 x 1 meter. Berdasarkan hasil analisis diketahui komposisi sampah makro dan meso adalah plastik, karet, logam, kaca dan kayu sebanyak 88 item (makro) dan 58 item (meso). Berat total sampah makro masing-masing sebesar 1,865 g/m2 dan meso 85 g/m2. Tidak terdapat pengaruh yang nyata (p>0,05) antara lokasi penelitian yang berbeda terhadap berat, jumlah, kepadatan dan persentase sampah laut di kawasan Pantai Mutiara Indah dan Pantai Pelangi. Persentase jenis sampah makro plastik tertinggi masing-masing terdapat di Mutiara Indah (94%) dan Pantai Pelangi (65%). Sampah Meso juga didominasi oleh jenis plastik yang masing-masing terdapat di Mutiara Indah (77%) dan Pantai Pelangi (98%). Nilai persentase sub-transek menunjukkan bahwa sebaran sampah makro dan meso mungkin dipengaruhi oleh arus laut, pasang surut, dan kemiringan pantai. Sumber utama sampah makro dan meso di pantai Mutiara Indah dan Pelangi berasal dari aktivitas pengunjung yang membuang sampah di sekitar pantai.
PENGELOLAAN SAMPAH BERDASARKAN PERSPEKTIF MASYARAKAT PANTAI PINTU KOTA DAN PANTAI AIRLOUW MENUJU KOTA AMBON ZERO WASTE Intan Rabiyanti; Muhammad Tarmizi Kubangun; Kamal Mewar; Agus Wahyudi
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.644

Abstract

Sampah menjadi perhatian serius karena produksinya mengalami peningkatan drastis setiap tahunnya. Zero wastemerupakan pemahaman yang lebih dari sekedar mendaur ulang sampah, tapi juga mencakup pencegahan dan pengurangan sampah. Kota Ambon merupakan pusat perkembangan pendidikan, jasa perdaangan dan pusat pemerintahan yang sangat aktif dalam peningkatan volume sampah karena kegiatan yang sangat bermacam-macam. Alat yang digunakan adalah ATK dan kuesioner sebagai bahan wawancara. Penelitian dilakukan pada dua lokasi yaitu Pantai Pintu Kota, Desa Latuhalat dan Pantai Airlouw, Desa Airlouw, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon pada Agustus 2023 dengan metode wawancara. Analisis data yang dilakukan adalah secara kuantitatif dan kualitatif menggunakan software Microsoft Excel. Data kualitatif dilakukan melalui tiga tahap analisis yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan menggunakan Microsoft Word. Aspek yang diwawancarai diantaranya adalah pengetahuan, perilaku dan ketersediaan sarana dalam hal pengelolaan sampah. Pada umumnya masyarakat pada kedua lokasi telah memahami dengan baik tentang pentingnya pengelolaan sampah, hanya saja bantuan tetap diperlukan dalam hal penyediaan tempat sampah, sosialisasi terkait pengelolaan sampah terstruktur mulai dari pemilahan sampah sampai dengan digunakan kembali.
MODIFIKASI KITOSAN ASAP CAIR Cocos nucifera SEBAGAI PENGAWET ALAMI PANGAN (ANTIBAKTERI Staphylococcus aureus) Selly Ratna Sari; Maya Resta Kanya; Rani Ria Rizki; Guttifera Guttifera; Agung Riswandi
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.645

Abstract

Pengawet menjadi salah satu bahan tambahan pangan yang semakin sering digunakan. Terlebih lagi dengan kemajuan teknologi produksi pangan. Pengawet alami sangat diperlukan untuk mengganti penggunaan formalin yang banyak beredar di masyarakat. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui aktivitas antibakteri kitosan kombinasi asap cair dari tempurung kelapa (C. nucifera) sebagai pengawet alami. Pengujian dengan bakteri Staphylococcus aureus. Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali. Perlakuan penelitia yaitu A0 (1% Kitosan + 1% Asam Asetat + 1% Glukosa), A1 (1% Kitosan + 1% Asam Asetat + 1% Glukosa + 1% Asap Cair), A2 (1% Kitosan + 1% Asam Asetat + 1% Glukosa + 3% Asap Cair) dan A3 (1% Kitosan + 1% Asam Asetat + 1% Glukosa + 5% Asap Cair). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil aktivitas antibakteri asap cair tempurung kelapa (Cocos nucifera) berpengaruh nyata terhadap aktivitas bakteri Staphylococcus aureus. Aktivitas antibakteri terjadi karea muatan positif antara kitosan glukosa menghasilkan ikatan muatan negatif. Muatan tersebut menyebabkan membrann sel pecah dan membentuk antibakteri. Konsentrasi aktivitas antibakteri dan antioksidan terbaik adalah perlakuan adalah perlakuan A3 (konsentrasi 1% kitosan + 1% glukosa + 3% asap cair tempurung kelapa) yang mendapat hasil yang optimal terhadap bakteri Staphylococcus aureus.
KEPADATAN DAN KEANEKARAGAMAN MAKROZOOBENTOS PADA EKOSISTEM MANGROVE DI DESA KURAU BARAT Ana Santya; Irma Akhrianti; Mu’alimah Hudatwi
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.648

Abstract

Ekosistem mangrove berperan penting terhadap lingkungan seperti melindungi daerah pantai, menyediakan sumber makanan, menjadi tempat pemijahan (spawning ground), mencari makan (feeding ground) dan daerah asuhan (nursery ground) bagi biota yang hidup didalamnya seperti makrozoobentos. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi makrozoobentos yang ditemukan pada ekosistem mangrove, mengetahui kepadatan, indeks ekologi makrozoobentos serta pengaruh parameter sedimen dan kerapatan mangrove terhadap makrozoobentos. Penelitian ini dilakukan bulan Desember 2022 bertempat pada ekosistem mangrove Desa Kurau Barat. Pengambilan data mangrove menggunakan metode transek garis yang ditarik dari laut ke darat, kemudian dibuat tiga petak transek berukuran 10 x 10 m2. Pengambilan data makrozoobentos dilakukan menggunakan transek kuadran ukuran 1 x 1 m2. Hasil pengamatan ditemukan makrozoobentos sebanyak 742 individu terdiri dari 9 famili dan 14 spesies, didominasi oleh kelas gastropoda. Kepadatan makrozoobentos berkisar antara 33 – 51 ind/m2. Indeks keanekaragaman dengan nilai yaitu 1,224 – 1,631. Indeks keseragaman dengan nilai 0,436 – 0,544 dan indeks dominansi dengan nilai 0,399 - 0,475. Hasil analisis PCA (Principal Components Analysis) menunjukkan keanekaragaman makrozoobentos terhadap parameter sedimen yaitu fosfor dengan nilai 0,863 memiliki pengaruh yang sangat kuat, kerapatan mangrove terhadap keanekaragaman makrozoobentos dengan nilai 0,140 berarti tidak dominan berpengaruh. Hasil analisis CA (Correspondence Analysis) terbentuk 3 kelompok didapatkan bivalvia hanya ditemukan di stasiun 1, stasiun 2 dan 3 memiliki karakteristik habitat relatif sama, sedangkan stasiun 4 ditemukan makrozoobentos yang cenderung rendah.
KARAKTERISTIK FISIK-KIMIA MOLUSKA YANG DIKONSUMSI DARI PERAIRAN PANTAI WAIPO KECAMATAN AMAHAI KABUPATEN MALUKU TENGAH Bernita br Silaban
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 3 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i3.650

Abstract

 Moluska dari jenis Polymesoda erosa, Anadara antiquata, dan Terebralia palustris merupakan hasil laut yang paling banyak ditangkap dan dikonsumsi oleh masyarakat di Negeri Haruru. Hingga kini informasi ilmiah dan karakteristik dari moluska yang selama ini dikonsumsi oleh masyarakat belum diperoleh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik fisik dan kimia dari moluska yang dikonsumsi. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2023 bertempat di Perairan Pantai Waipo, Negeri Haruru Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode observasi terstruktur, mengamati setiap tahapan proses, mengambil sampel dan mengukur mutunya di laboratorium. Parameter fisik yang dianalisa meliputi pengukuran morfometrik. Parameter lingkungan berupa: suhu, pH dan salinitas sedangkan parameter kimia meliputi kadar air, protein, lemak, abu, karbohidrat dan mineral kalsium. Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakteristik fisik moluska yang dikonsumsi dari Perairan Waipo Kecamatan Amahai Kabupaten Maluku Tengah memiliki ukuran tubuh yang bervariasi. Ukuran tubuh Anadara antiquata tergolong kecil 2,6-4,5 cm, Polymesoda erosa berukuran besar 6,5-9,4 cm, Terebralia palustris berukuran sedang  yaitu 5,2-7,4 cm. Pertumbuhan tubuh dari ketiga jenis moluska ini bersifat alometrik negative (b<3) yaitu pertambahan diameter cangkang lebih cepat dibandingkan pertambahan bobot. pH pada perairan berkisar antara 7,4-7,9; suhu 27-300C dan salinitas antara 26-30 ‰. Karakteristik kimia dari ke tiga jenis moluska ini memiliki kadar air berkisar antara 80,26-83,86% (bk), abu 0,91-2,15% (bk), lemak 0,23-5,63% (bk), protein 10,74 -15,48% (bk) dan karbohidrat 0,42-2,4% (bk) sedangkan mineral Ca sebesar 0,07-0,11 mg/L (bk). Komposisi kimia tertinggi terdapat pada moluska jenis Terebralia palustris sedangkan terendah pada jenis Anadara antiquata.
Penerimaan Konsumen Terhadap Kerupuk Komersil Berdasarkan Perbedaan bahan Baku dari UMKM di Kutai Kartanegara Ilmiani Rusdin; Seftylia Diachanty; Andi Noor Asikin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.651

Abstract

Potensi dari sektor perikanan di Kabupaten Kutai Kartanegara sangat melimpah beberap diantaranya yaitu ikan haruan, ikan pipih, ikan bandeng dan udang. Melihat potensi tersebut, banyak UMKM di Kutai Kartanegara yang memanfaatkan bahan baku yang ada untuk diolah menjadi kerupuk. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui penerimaan konsumen terhadap kerupuk komersil berdasarkan perbedaan bahan baku. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji Kruskal Wallis, jika perlakuan berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Mann Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan bahan baku kerupuk menjadi salah satu faktor tingkat penerimaan konsumen terhadap kerupuk komersil yang dijadikan sebagai sampel. Berdasarkan hasil uji organoleptik, kerupuk yang paling disukai panelis yaitu sampel kerupuk dengan bahan baku udang. Parameter warna 5,40 (agak suka), aroma 5,80 (suka), rasa 6,06 (suka) dan teksur 5,60 (suka).
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG KULIT MANGGIS (Garcinia mangostana) DALAM PAKAN UNTUK MENINGKATKAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (Osphronemus gouramy) UKURAN 3-4 CM pramono tedjo laksono; Sumaryam Sumaryam; Muhajir Muhajir
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.652

Abstract

Gurami (Osphronemus gouramy) merupakan komoditas ikan air tawar yang memiliki nilai ekonomi tinggi dengan permasalahan tingkat kematian yang tinggi pada tahap larva dan benih hingga 50-70%. Upaya pencegahan pada sistem budidaya sedang diarahkan pada penggunaan imunostimulan dari bahan alami salah satunya kulit Manggis karena mengandung senyawa xantone yang cukup kuat sebagai antioksidan, antiproliferartif, dan antimicrobial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan jenis tepung kulit manggis (Garcinia mangostana) yang berbeda pada pakan terhadap kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) berukuran 3-4 cm selama 30 hari. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 4 perlakuan yakni penambahan tepung kulit Manggis sebanyak 0, 5, 10 dan 15gr/kg pakan. Data yang diamati adalah kelangsungan hidup benih ikan gurami dengan parameter pendukung kualitas air meliputi suhu dan DO. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan perhitungan analisis varians (ANOVA) dengan membandingkan nilai signifikansi uji F tabel pada taraf 5%. Rata-rata nilai kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) pada perlakuan A sebesar 34%, perlakuan B sebesar 58%, perlakuan C sebesar 68%, dan terakhir perlakuan D sebesar 84%. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian tepung kulit manggis (Garcinia mangostana) dimana pada perlakuan D dengan dosis 15 gr/kg pakan dapat meningkatkan kelangsungan hidup benih ikan gurami (Osphronemus gouramy) sebesar 84%. Data parameter kualitas air diperoleh suhu berkisar antara 27,2-28,6°C dan kandungan oksigen terlarut (DO) yaitu 6,8-7,8 ppm. Saran untuk penelitian selanjutnya, yaitu menggunakan alternatif penambahan pakan alami yang berbeda dan ukuran benih ikan yang berbeda untuk menambah informasi bagi keberlanjutan budidaya.
EVALUASI KEGIATAN BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaeus vannamei) SECARA INTENSIF DI PT. DEWI LAUT AQUACULTURE GARUT, JAWA BARAT Ardana Kurniaji; Irzal Effendi; Diana Putri Renitasari; Supryady Supryady; Yunarty Yunarty; Muhammad Iswan Awaluddin
Jurnal Perikanan Unram Vol 13 No 4 (2023): JURNAL PERIKANAN
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jp.v13i4.654

Abstract

PT. Dewi Laut Aquaculture (DLA) adalah salah satu perusahaan yang menjalankan produksi udang vaname menggunakan teknologi terbarukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem produksi budidaya udang vaname di PT. DLA pada aspek ekologi, biologi, ekonomi dan sosiologi. Metode penelitian dilakukan dengan observasi kegiatan produksi dan wawancara pada karyawan perusahaan. Analisis data dikerjakan secara deskriptif dengan menggunakan referensi sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan budidaya udang vaname di PT. Dewi Laut Aquaculture telah dilaksanakan sesuai SNI 8008-2014 terutama pada persiapan wadah, pengelolaan air, lama pemeliharaan dan kondisi kualitas air. Secara ekologi, pengolahan kualitas air perlu diefektifkan dengan redesain IPAL, monitoring kualitas air berbasis website dan penambahan lahan hijau. Pada aspek biologi perlu optimasi padat tebar dan penerapan prinsip teknis sesuai BAP-GAA. Pada aspek ekonomi perlu menjaga kestabilan produktivitas > 6 siklus. Pada aspek sosiologi perlu optimasi waktu dan upah kerja, serta meningkatkan pelatihan karyawan dan membentuk sistem evaluasi kinerja.