cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281360927917
Journal Mail Official
rkl@che.usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk. Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN
ISSN : 14125064     EISSN : 23561661     DOI : https://doi.org/10.23955/rkl.v18i2.34018
The Journal of Chemical Engineering and Environment is an open access journal that publishes papers on chemical engineering and environmental engineering. The following topics are included in these sciences: Food and biochemical engineering Catalytic reaction engineering Clean energy technology Environmental and safety technology Fundamentals of chemical engineering and applied industrial engineering Industrial chemical engineering Material science engineering Process and control engineering Polymer and petrochemical technology Membrane technology Agro-industrial technology Separation and purification technology Environmental modelling Environmental and information sciences Water and waste water treatment and management Material flow analysis Mechanisms of clean development
Articles 319 Documents
Produksi Gula Reduksi dari Batang Ubi Kayu dengan Hidrolisis Menggunakan Asam Encer dan Induksi Medan Elektromagnetik Lismeri, Lia; Utami, Rhiki Sekti; Darni, Yuli; Hanif, Muhammad; Riyanto, Agus
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.8840

Abstract

Batang ubi kayu yang dihasilkan dari limbah pertanian merupakan biomassa lignoselulosa dengan komposisi selulosa 39,30%, hemiselulosa 24,34% dan lignin 13,42%. Penelitian ini bertujuan untuk mengkonversi limbah batang ubi kayu menjadi gula reduksi. Proses konversi lignoselulosa menjadi gula reduksi secara hidrolisis umumnya dilakukan pada temperatur dan tekanan tinggi dengan menggunakan katalis asam. Pada penelitian ini, digunakan induksi medan elektromagnetik pada proses hidrolisis lignoselulosa dengan menggunakan asam encer sehingga proses hidrolisis dapat berlangsung pada kondisi yang rendah. Hasil penelitian menunjukkan komponen gula reduksi yang dihasilkan berupa xylosa, arabinosa dan glukosa. Kadar gula reduksi sebesar 10 mg/ml menggunakan pelarut HCl 5%, induksi medan elektromagnetik sebesar 7,1810-4 Tesla, pada temperature 100C selama 60 menit. Hasil ini sebanding dengan penelitian serupa yang berlangsung pada suhu lebih tinggi dengan menggunakan asam kuat. Parameter operasi yang lunak dapat mengatasi degradasi gula reduksi menjadi komponen HMF dan furfural, sehingga proses hidrolisis menjadi lebih efektif.
Proses Pirolisis Limbah Styrofoam Menggunakan Katalis Silika-Alumina Salamah, Siti; maryudi, maryudi
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.8695

Abstract

Sampah styrofoam dapat diolah dengan cara didaur ulang menjadi beberapa produk. Salah satunya adalah teknik pirolisis. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh katalis yang efektif dan murah dalam pirolisis. Hasil penelitian pirolisis dengan katalis zeolit alam masih mengandung senyawa benzena dan toluena cukup tinggi, dengan katalis Ni/ Si menunjukkan hasil lebih bagus dan peningkatan yieldnya,namun katalis Ni/Silika cukup mahal. Pirolisis ini diharapkan dapat diaplikasikan di masyarakat sehingga perlu penelitian untuk mencari katalis yang murah dan efektif, agar ikatan rangkap pada benzena dan toluena dapat direngkah menjadi senyawa hidrokarbon rantai terbuka yang dapat digunakan bahan bakar. Penelitian ini dilakukan dengan menimbang sampel 130 gr dengan ukuran kecil dimasukkan ke reaktor, dicampur dengan 13 gr katalis silika alumina, pirolisis dijalankan pada suhu 460 C ,waktu 120 menit. Percobaan diulang dengan variabel berat katalis 26, 39, 52 dan 65 gram. Hasil pirolisis dengan yield optimal digunakan untuk pirolisis variabel suhu operasi. Dekomposisi sampel diuji dengan metode Thermogravimetri Analyzer (TGA). Kandungan senyawa Hasil Cairan Pirolisis (CHP) dianalisis dengan KromatografiMas Pec, CHP diuji karakteristik bahan bakarnya dan uji kalor. Dari penelitian ini dapat disimpulkan styrofoam dapat dipirolisis dengan katalis silika alumina menghasilkan cairan yang bersifat mudah terbakar (flammable) jenis bahan bakar kategori solar jenis 51. Suhu dekomposisi styrofoam pada 300500 C. Yield yang optimal 95,65%, diperoleh dengan berat katalis 26 gr. Suhu Optimal pirolisis pada 500 C. CHP meningkat dengan meningkatnya suhu dan akan mencapai maksimal pada T=500 C. CHP mengandung beberapa senyawa yaitu stirena, toluena, aldehid, isopropil benzena, diphenil, alkohol dan alkana.
Adsorpsi Kolesterol Lemak Sapi dengan N-Metil Kitosan Kurniasih, Mardiyah; Setyaningtyas, Tien; Kartika, Dwi; Badriyah, Ende Hopsah; Riyani, Kapti
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.9058

Abstract

N-metil kitosan merupakan derivat kitosan. Muatan polikationik N-metil kitosan dapat bereaksi dengan muatan negatif seperti kolesterol. Penelitian ini bertujuan untuk sintesis N-metil kitosan dan mempelajari adsorpsi kolesterol oleh N-metil kitosan. Dalam penelitian ini telah dilakukan sintesis N-metil kitosan dari kitosan yang memiliki derajat deasetilasi sebesar 95% melalui mekanisme reduktif aminasi. Berdasarkan hasil sintesis diperoleh N-metil kitosan dengan kadar air sebesar 5,17%, bobot molekul 130.106,8 g/mol, dan indeks swelling 495,039%. N-metil kitosan kemudian diuji kemampuan adsorpsinya terhadap kolesterol. Studi adsorpsi berupa kinetika dan isoterm adsorpsi juga telah dilakukan. Berdasarkan hasil penelitian, adsorpsi kolesterol menggunakan N-metil kitosan mengikuti model adsorpsi isoterm Freundlich yang menunjukkan bahwa adsorpsi terjadi pada sistem yang heterogen dan lapisan adsorpsi yang terbentuk bersifat multilayer. N-metil kitosan memiliki kemampuan adsorpsi terhadap kolesterol dalam lemak sapi sebesar 11,61 mg/g pada kondisi adsorpsi terbaik yaitu panjang gelombang maksimum 565,3 nm dengan waktu kontak 40 menit dan perbandingan konsentrasi adsorben dengan adsorbat 1:300.
Penyisihan Fenol, H2S Dan COD Limbah Cair Lumpur Bor Dengan Proses Oksidasi Lanjut Berbasis Ozon Asmura, Jecky; Adrio, David; Suwarno, Wanda
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.8010

Abstract

Limbah cair lumpur pengeboran minyak bumi termasuk limbah B3 yang mengandung konsentrasi fenol, H2S (sulfida terlarut) dan COD berurutan sebesar 43,4 mg/L; 7,332 mg/L dan 3400 mg/L. Pada penelitian ini dilakukan penyisihan parameter tersebut menggunakan proses oksidasi lanjut berbasis ozon dengan nilai potensial oksidasi 2,08 eV. Teknik Ozonasi dilakukan dengan cara menginjeksikan ozon pada reaktor sistem kontinyu. Gas ozon yang digunakan berasal dari ozonizer WS88011i dengan produktivitas ozon kisaran 0,239-0,264 gr/jam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pH dan waktu kontak terbaik dengan variasi masing-masing pH alami; 8; 10; 12 dan 60; 80; 100; 120 menit. Dari hasil penelitian ini menunjukkan persentase penurunan fenol sebesar 88,02% dengan waktu kontak 100 menit, H2S sebesar 79,51% dengan waktu kontak 120 menit, COD sebesar 60,46% dengan waktu kontak 100 menit. Kondisi terbaik dari penurunan konsentrasi parameter-parameter tersebut berada pada pH 12.
Pencairan Batubara Peringkat Rendah Papua Menggunakan Katalis Bijih Besi Talla, Harli; Taba, Herman Tjolleng
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.8819

Abstract

Low rank coal utilization often adversely affects the equipment used. Distinct with coal liquefaction technology that prioritizes the use of low rank coal. This condition encourages this research, with the aim of observing the liquid potential of low rank Papuan coal by using iron ore catalysts. Papua low rank coal is liquefied on the autoclave 5 liter with iron ore catalyst and antrasen as solvent. Operating conditions consist of temperature of 400C and holding time of 60 minutes. The result of conversion of the three samples without catalyst is only in the range of 65.72-66,45 %, whereas the conversion with iron ore catalysts ranged from 88.63-89.94 % and oil yield between 62.11-63,34%. This result also shows the contribution of iron ore catalyst to increase the conversions that averaged 23.04 %.
Oksidasi dan Sulfonasi Tandan Kosong Kelapa Sawit sebagai Katalis Asam Heterogen Ibrahim, T. Miftah; Hidayat, Chusnul; Santoso, Umar
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.7020

Abstract

Penggunaan katalis asam homogen memiliki kelemahan dalam pemisahan katalis dari media reaksi. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan katalis heterogen (padat) yang lebih mudah dipisahkan dari media reaksi sehingga dapat menyederhanakan tahap produksi. Penelitian ini bertujuan untuk memodifikasi tandan kosong kelapa sawit (TKKS) menjadi katalis asam heterogen (padat) melalui proses oksidasi dan sulfonasi. Pada proses oksidasi, lignoselulosa diubah menjadi aldehid, kemudian dilanjutkan dengan sulfonasi untuk mengubah gugus karbonil menjadi sulfonat. TKKS di-pretreatment terlebih dahulu, kemudian dioksidasi menggunakan sodium periodat (rasio 0,8) pada suhu dan waktu bervariasi (40, 50 dan 60 oC, selama 3, 6, 9 dan 12 jam) dalam waterbath shaker 150 strokes/min dengan kondisi tanpa cahaya. Selanjutnya dilakukan reaksi oksidasi sebanyak dua tahap diikuti dengan sulfonasi. TKKS tersulfonasi kemudian diaplikasikan untuk mengkatalisis reaksi esterifikasi etil oleat. Suhu dan waktu reaksi oksidasi berpengaruh sangat signifikan (p kurang dari 0,01) terhadap kandungan gugus karbonil yang terbentuk. Perlakuan pada suhu 50 oC selama 9 jam mampu menghasilkan gugus karbonil 98,34 1,52 mol/g-sampel. Reaksi oksidasi dua tahap mampu meningkatkan gugus karbonil 12,02 % lebih besar. Reaksi sulfonasi pada suhu 45 oC selama 3 jam hanya mampu mengkonversi 27,97 % gugus karbonil menjadi sulfonat dengan kandungan total sulfur 6,30 0,29 %, hal ini berdampak kepada kemampuan TKKS tersulfonasi untuk mengkatalisis reaksi esterifikasi etil oleat dengan yield yang masih rendah yaitu 29,12 5,15 %.
The Spatial Distribution of Bed Sediments at Krueng Cut Estuary: The Sieve Analysis Approach Irham, Muhammad; Fibriarista, Ika; Sugianto, Sugianto; Setiawan, Ichsan
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.8486

Abstract

This research studied the characteristic of bed sediment in the estuary of Krueng Cut, Banda Aceh. Analyzing the field samples from different site of stations along the channel from upstream to estuary shows different pattern and profile of deposited bed sediment. Therefore, sorting the size of sediment is important spatially because pattern of its deposition and characteristic will illustrate how distribution patterns indicate the nature of the channel. Hence, the study aims to determain the pattern of bed sediment distribution as well as its profile spatially. To implement the intended purpose, the coring method was employed by using purposive random sampling for 15 stations of taken sampling. The sample of sediment was proceeded by using a 2,5 cm diameter of PVC paralon at the depth of 25 cm from the bathymetry base. Sample was analyzed using wet sieve analysis method. The result informed that the dominant of bed sediment size are medium sand found around the mouth of the river, fine sand existed along the mixing area, and very fine sand occurred in the transition zone. Inthe region of coastal dynamic, the sediment was dominated by medium sand size, meanwhile in the area of river dominated flow, the sediment is subject to fine sand size.Thus, the fraction of very fine sand size of sediment was found in the zona of transition.
Simulasi Pengendali Proporsional Integral pada Proses Penguapan Agustriyanto, Rudy
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.8339

Abstract

Makalah ini mempresentasikan metode penyaringan signal input gradien sehingga dapat meningkatkan kinerja sistem pengendalian bila terjadi gangguan (noise) pada pembacaan sensor. Sistem pengendalian yang dipelajari adalah sistem pengendalian unit penguapan. Cao (2004) telah mempublikasikan suatu strategi pengendalian desentralisasi pada unit operasi penguapan. Keunikan strategi yang diajukan Cao terletak pada perlunya untuk mengendalikan suatu variabel baru yang merupakan fungsi dari data yang berasal dari sensor-sensor yang tersedia. Kondisi optimal pada sistem pengendalian yang ditinjau perlu dijabarkan terlebih dahulu secara matematis dan dinyatakan sebagai gradien yang merupakan fungsi dari berbagai variabel proses. Gradien tersebut kemudian dikendalikan dengan tujuan lebih lanjut untuk mengendalikan variabel sebenarnya. Keuntungan penerapan saringan signal input gradien pada studi ini dinyatakan dalam reduksi biaya operasi yang dibandingkan dengan pengendalian gradien tanpa penyaringan.
Produksi Biodiesel dari Ampas Kelapa (Coconut Waste) Secara Transesterifikasi In Situ Menggunakan Bantuan Gelombang Mikro Maurina, Lancy; Marwan, Marwan; Supardan, Muhammad Dani
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i2.8480

Abstract

Biodiesel merupakan bahan bakar alternatif pengganti minyak diesel berbasis fosil. Upaya mendapatkan bahan baku yang murah dan ekonomis untuk memproduksi biodiesel perlu terus dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajariproses produksi biodiesel dari limbah ampas kelapa menggunakan proses transesterifikasi in situ dengan bantuan gelombang mikro. Proses transesterifikasi in situ dilakukan pada daya mikrowave 450, 600 dan 800 watt, waktu reaksi 3-6 menit, rasio molar metanol 10:1 hingga 25:1 dan jumlah katalis KOH 2-5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, rendemen biodiesel tertinggi adalah sebesar 98,23% pada kondisi daya mikrowave 800 watt, waktu reaksi 4 menit, rasio molar pelarut 20:1 dan konsentrasi katalis KOH 4%. Hasil pengujian mutu biodiesel dari hasil penelitian ini adalah viskositas kinematik 2,7 mm2/s, densitas 850 kg/m3 dan angka asam 0,4 mg-KOH/g. Komposisi asam lemak biodiesel dari ampas kelapa adalah methyl laurate (29,41%), methyl oleate (21,05%), methyl myristate (20,21%), methyl palmitate (14,18%), methyl caprate (6,94%), methyl linoleate (5,47%) dan methyl octanoate (2,25%).
Profil Filtrasi Larutan Sodium Alginat pada Modul Tunggal Cross-flow Membran Polyethersulfone Satria, Suffriandy; Razi, Fachrul; Arahman, Nasrul
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.7133

Abstract

Kajian penurunan dan rekoveri fluks pada proses ultrafiltrasi larutan natural organic matter (NOM) dengan membran polyethersulfone telah dilakukan. Larutan sodium alginate digunakan sebagai model NOM dalam air, dan profil filtrasinya dipelajari berdasarkan waktu operasi. Proses filtrasi menggunakan modul cross-flow dengan konfigurasi aliran filtrasi pressure driven outside (PDO). Profile permeabilitas larutan SA pada membranpolyethersulfonetelah diamati dengan berbagai perlakuan, diantaranya efek keberadaan ion logam Ca2+ dan Mg2+ serta pengaruh pH larutan (kondisi asam, basa dan netral). Membran polyethersulfone (PES) dengan tambahan Aerosol OT digunakan untuk mengetahui kinerjanya. Flux recovery ratio (FRR) merupakan salah satu indikator untuk mengetahui sifat fouling yang terbentuk pada permukaan membran. Secara umum larutan SA dalam kondisi asam memiliki nilai FRR terkecil, sedangkan sampel dalam kondisi basa memiliki nilai FRR terbesar. Perolehan fluks larutan SA dengan penambahan ion Mg2+ lebih besar dibandingkan dengan penambahan ion Ca2+. Larutan SA pada kondisi pH basa menghasilkan penurunan nilai fluks lebih kecil dibandingkan pada pH Asam dan netral. Rejeksi partikel SA tertinggi diperoleh pada kondisi asam menggunakan membran PES Aerosol OT yaitu sebesar 46,88%.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2025) In Press Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025) Vol 19, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2024) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 ) Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 ) Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 ) Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2022) Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2022) Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2021) Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2021) Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020) Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020) Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2019) Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019) Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018) Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan More Issue