cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281360927917
Journal Mail Official
rkl@che.usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk. Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN
ISSN : 14125064     EISSN : 23561661     DOI : https://doi.org/10.23955/rkl.v18i2.34018
The Journal of Chemical Engineering and Environment is an open access journal that publishes papers on chemical engineering and environmental engineering. The following topics are included in these sciences: Food and biochemical engineering Catalytic reaction engineering Clean energy technology Environmental and safety technology Fundamentals of chemical engineering and applied industrial engineering Industrial chemical engineering Material science engineering Process and control engineering Polymer and petrochemical technology Membrane technology Agro-industrial technology Separation and purification technology Environmental modelling Environmental and information sciences Water and waste water treatment and management Material flow analysis Mechanisms of clean development
Articles 319 Documents
Sintesis Kemosensor Anion Senyawa 4-(2,6-difenil-Piridin-4-Il)-2-Metoksi-Fenol Dari Vanilin Nur, Arfiani; Purwono, Bambang
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.4957

Abstract

Telah dilakukan sintesis kemosensor anion senyawa 4-(2,6-difenil-piridin-4-il)-2-metoksi-fenol (DPMF). Sintesis senyawa target DPMF dilakukan melalui senyawa antara kalkon dengan rendemen reaksi 77%. Uji sebagai sensor anion dilakukan dalam pelarut DMSO-air terhadap anion F-, Cl-, Br-, CN- dan H2PO4-. Senyawa DPMF ini menghasilkan perubahan warna dari tidak berwarna menjadi kuning pada penambahan anion CN-. Analisis spektrofotometer UV-vis pada senyawa DPMF menghasilkan perubahan mak = 320 nm ke mak = 370 nm pada penambahan anion CN-. Limit deteksi terhadap anion CN- sebesar 4,11x10-6M. Senyawa ini juga dapat berperan sebagai kemosensor fluoresen dengan sistem ON-OFF.
Pengaruh Penambahan Epiklorohidrin Terhadap Sifat Mekanik dan Daya Serap Film Khitosan Sebagai Adsorben Juir, Nisfayati; Rahmi, Rahmi; Marlina, Marlina
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.5094

Abstract

Pembuatan film khitosan berikatan silang epiklorohidrin telah dilakukan dengan metode inversi fasa. Pada penelitian ini khitosan dimodifikasi dengan epiklorohidrin untuk memperbaiki sifat mekanik dan ketahanannya terhadap asam. Film khitosan hasil modifikasi diuji sifat mekaniknya dengan alat uji tarik dan daya serapnya diuji terhadap ion Cd2+. Hasil uji tarik menunjukkan bahwa dengan adanya pembentuk ikat silang epiklorohidrin pada khitosan dapat meningkatkan tensile strength film khitosan dan optimum pada komposisi 54,128 % b/b. Hasil uji adsorpsi terhadap ion Cd2+ menunjukkan bahwa penambahan epiklorohidrin dapat meningkatkan kapasitas penyerapan ion Cd2+ sebesar 31,33 % dibandingkan dengan film khitosan tanpa silang.Preparation of epichlorohydrin crosslinked chitosan film has been done by phase inversion method. In this study, chitosan was modified with epichlorohydrin by the purpose of improving its mechanical properties and adsorption capasity. Mechanical properties of crosslinked chitosan film was examined by tensile test. Adsorption study was done for Cd2+ ions removal. Tensile test results showed epichlorohydrin as crosslinking agent of chitosan can improve tensile strength and optimum at 54.128 % w/w of composition. The adsorption results for Cd2+ ions showed the addition of epichlorohydrin in chitosan can increase the adsorption capacity of Cd2+ ions 31,33 % compared with non-crosslinked chitosan films.
Modification of Sorghum Starch-Cellulose Bioplastic with Sorghum Stalks Filler Darni, Yuli; Dewi, Febrina Yohana; Lismeri, Lia
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.5410

Abstract

This study evaluated the feasibility of bioplastics production by various ratio of sorghum starch and cellulose from red seaweed Eucheuma spinossum, and the use of glycerol as plasticizer and sorghum stalks as filler. Solid-liquid matrix transition should be far over the operating temperature of gelatinization and extracted at 95oC in order to avoid the loss of conductivity. The analyzed variables were starch and cellulose seaweed Eucheuma spinossum and the addition of variation of filler. Sorghum stalk could be expected to affect the mechanical and physical properties of bioplastics. A thin sheet of plastic (plastic film) was obtained as a result that have been tested mechanically to obtain the best condition for the formulation of starch-cellulose 8.5:1.5 (g/g). From the result of morphological studies, the fillers in the mixture composites were more randomly in each product and the addition of filler can increase mechanical properties of bioplastics. Chemical modication had a major effect on the mechanical properties. The phenomena of degradation and thermoplasticization were visible at chemical changes that can be observed in FTIR spectrum test results.
sintesis nanopartikel tembaga dari larutan CuNO3 menggunakan ekstrak cengkeh (Syzygium aromaticum) Pita Rengga, Wara Dyah; Hapsari, Widya Prita; Ardianto, Dwi Wahyu
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.5197

Abstract

AbstrakNanoteknologi pada pembuatan material difungsikan untuk membuat kemampuan terhadapa katalis dan antibakteri semakin meningkat dan mengurangi jumlah sediaan logam. Nanopartikel tembaga salah satu nanopartikel yang berperan sebagai katalis dan anti bakteri yang digunakan di bidang non-pangan dan kesehatan karena Tembaga termasuk logam yang stabil namun beracun. Perkusor yang digunakan adalah CuNO3. Ekstrak bunga cengkeh sebagai bioredukto didapat dari ekstraksi serbuk bunga cengkeh dengan aquades yang dilakukan suhu 80oC selama 30 menit. Nanopartikel tembaga dibuat melalui prinsip kimia hijau dengan metode reduksi. Volume larutan bioreduktor dan prekursor dicampur dengan rasio 1 : 1; 1 : 2; 1 : 3; dan 1 : 4. Hasil nanopartikel tembaga berwarna coklat kehijauan dan dikarakterisasi untuk mendapatkan nanopartikel tembaga dengan ukuran nanopartikel terkecil dan distribusi ukuran yang lebih homogen dan jenis nanopartikel yang didapat. Analisi yang digunakan adalah GCMS untuk mengetahui kadar eugenol dalam ekstrak bunga cengkeh, XRD untuk menentukan jenis nanopartikel tembaga, dan TEM untuk mengetahui ukuran nanopartikel tembaga. Nanopartikel tembaga yang didapat dari sintesis adalah serbuk berwarna coklat kehijauan. Bioreduktor ekstrak bunga cengkeh mengandung eugenol sebesar 79,41% yang berperan sebagai reduktor. Nanopartikel tembaga yang diperoleh adalah nanopartirkel kembaga Cuo dengan bentuk kristal Face Centered Cubic. Ukuran nanopartikel tembaga mencapai 10,39 pada rasio 1 : 1 merupakan ukuran terkecil dibandingkan rasio 1 : 2, 1 : 3, dan 1 : 4. Ukuran tersebut terdistribusi ukuran partikel .
Recovery Process of Condensate the Ammonia Wastewater Plant of PT.PIM with A Combination of Technology Air Stripping Jet Bubble Colum, Advance Oxidation process and Ion Exchange Resin Nur, Muhammad; Munawar, Edi; Mariana, Mariana
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.5503

Abstract

AbstractStudy of reducing the content of ammonia, carbon dioxide and organic contaminants in wastewater process condensate using a combination of technologies of water Jet Stripping Bubble Colum, Advance Oxidation Process and Ion Exchange Resin have been done. The aims of this research is to look the effect of hydraulic resident time in Jet Stripping Bubble Colum and the amount of the addition of Ozon/H2O2 to reduction the content of carbon dioxide and organic contaminants as well as ammonia removal with ion exchange resin on the process condensate so that can be reuse as boiler feed water in ammonia plant of PT. PIM. This research was conducted using a combination Air Stripping Jet Bubble Colum, Advance Oxidation Process and Ion Exchange Resin which equipped with water and air flows adjustment. The water flow enter the column, pressure of the Colum and diameter of nozzle was maintained constantnts during experiment, while the air flow rate enter to the column, H2O2/O3 concentrations and the hydraulic retention time was vary respectively. The results showed that the water Jet Stripping Bubble Colum at 50 Psi air pressure capable of achieving CO2 lowers 87.60% and ammonia to 65.31%. AOP technology capable of lowering the content of organic contaminant to 80.71% with the addition of hydrogen peroxide 8,000 ppm with a residence time 180 minutes. While the ammonia remaining in the water the process of condensate action exchange resin using eliminated with a reduction of ammonia reached 98.57%, so that the recovery process of water condensate technology uses a combination of Air Stripping Jet Bubble Colum, Advance Hydrocarbon processes (AOP) and Ion Exchange Resins already meets the requirements of viable reuses boiler feed water. The ammonia reduction was determined by using ASTM-D 1426 method, the carbon dioxide by using ASTM-512 method, and the organic contaminants by using titrimetric method (SII-0071).Keyword : Air Stripping Jet Bubble Colum, Advance Oxidation Process (AOP), Ammonia Removal, Carbon Dioxide Removal.
Pengaruh Penambahan Kitosan dalam Pembuatan Biodegradable Foam Berbahan Baku Pati Hendrawati, Nanik; Lestari, Yulia Irna; Wulansari, Putri Anggraini
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v12i1.5002

Abstract

Biodegradable foam is an alternative packaging to replace the expanded polystyrene foam packaging currently in use. Starch has been used to produce foam because of its low cost, low density, low toxicity, and biodegradability. Chitosan has been added to improve mechanical properties of product . The effect of variation on chitosan amount and starch types was investigated in this study. The amount of chitosan was varied as 0; 5; 10; 15; 20; 25; and 30 % w/w and starch types were used in this research were cassava, Corn and sago starch. Biodegradable foam was produced by using baking process method, all of material (Starch, Chitosan solution, Magnesium Stearate, Carrageenan, Glyserol, Protein Isolates dan polyvinil alcohol (PVOH) were mixed with kitchen aid mixer. The mixture was poured into mold and heated in an oven at 125 oC for 1 hour. Then, foam was tested for its mechanical properties, water absorption and biodegradability and morphology (SEM). The results show that foam made from sago starch had lower water absortion than those made from cassava and corn starch. While, foam made from cassava starch was more biodegradable than the other foam. Biodegradable foam based sago starch and 30 % w/w of Chitosan adition gave the best performence in tensile stress that is 20 Mpa
Evaluation of Phenol Transport Using Polymer Inclusion Membrane (PIM) with Polyeugenol as a Carrier Febriasari, Arifina; Siswanta, Dwi; Kiswandono, Agung Abadi; Aprilita, Nurul Hidayat
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.5112

Abstract

A recovery study of phenol with Polymer Inclusion Membranes (PIMs) needs to be evaluated to determine values of transport kinetic parameter, level of stability, and selectivity of the membrane. This paper describes results of the evaluation of phenol transport using PIMs with polyeugenol as a carrier. PIMs were made by mixing polyeugenol, dibenzylether, and polyvinylchloride in a solvent (tetrahydrofuran) then printed in a container with diameter 4.5 cm and allowed to vaporize for 72 hours. Further evaluation studies are conducted at pH 4.5 with various parameters, among of them are various times that were taken to identify parameters of the transport kinetics of phenol, membrane stability, characterization, and testing of membrane selectivity by comparing transport of phenol with another compound, in this study chromium is used. This study results in calculation of values of transport kinetics of membrane permeability obtained at 8.8 x 10-5 m/s, flux value of 9.512 x 10-4 g/m2s, and diffusion coefficient of 3.826 x 10-11 m2/s. Repeating use over three times, 48 hours, indicates reduction in power of phenol transport by 70.81%. While selectivity test indicates that membrane is used more selectively against phenol than chromium metal. Based on study results, phenol transport effectiveness using PIM with polyeugenol as carrier is 91.4% in optimum condition.
Pemanfaatan Karbon Aktif dari Ampas Teh sebagai Adsorben pada Proses Adsorpsi -Karoten yang Terkandung dalam Minyak Kelapa Sawit Mentah Misran, Erni; Panjaitan, Fery; Yanuar, Fahmi Maulana
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.5402

Abstract

Penelitian tentang penggunaan karbon aktif dari ampas teh sebagai adsorben telah dilakukan untuk mengadsorpsi -karoten yang terkandung dalam minyak kelapa sawit mentah. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan model isoterm dan kinetika yang sesuai untuk proses adsorpsi -karoten di dalam CPO. Kajian isoterm dilakukan pada suhu 60C menggunakan rasio karbon aktif terhadap CPO = 1:3, 1:4, 1:5, dan 1:6. Kajian kinetika dilakukan pada suhu 60C, rasio karbon aktif terhadap CPO = 1:3 dimana sampel diambil dengan interval waktu pengambilan 2 menit hingga 120 menit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan karbon aktif dari ampas teh dalam menyerap -karoten dari CPO ini sangat memuaskan yakni lebih besar dari 99%. Persentase adsorpsi -karoten terbaik diperoleh pada rasio karbon aktif terhadap CPO = 1:3, yakni sebesar 99,61%. Model isoterm yang sesuai dengan data penelitian ini adalah model isoterm Freundlich. Sedangkan model kinetika yang sesuai adalah orde dua semu dengan nilai koefisien korelasi (R2) sebesar 0,996. Berdasarkan model kinetika tersebut diketahui bahwa laju penyerapan pada kesetimbangan adalah sebesar 3,5087 mg/g dan konstanta laju adsorpsi sebesar 0,0578 (L/menit).
Sintesis Selulosa Asetat dari Limbah Batang Ubi Kayu Lismeri, Lia; Zari, Poppy Meutia; Novarani, Tika; Darni, Yuli
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.5407

Abstract

Salah satu hasil pertanian terbesar di Indonesia adalah tanaman ubi kayu. Selama ini batang ubi kayu tersedia dalam jumlah yang cukup besar namun belum dimanfaatkan secara optimal. Batang ubi kayu memiliki kandungan lignoselulosa yaitu selulosa 39,29%, hemiselulosa 24,34%, dan lignin 13,42%. Penelitian ini bertujuan untuk memanfaatkan limbah batang ubi kayu yang akan dijadikan sebagai bahan baku pembuatan selulosa asetat. Proses pembuatan selulosa asetat dilakukan dalam 2 tahap yaitu tahap isolasi selulosa (proses pretreatment, delignifikasi, dan bleaching) dan tahap sintesis selulosa asetat. Pelarut yang digunakan pada proses pretreatment yaitu asam fosfat, asam asetat, dan asam klorida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa larutan asam fosfat 3% menghasilkan densitas terkecil yaitu 0,833 g/mL yang menunjukan bahwa telah terjadinya swelling. Pada proses delignifikasi digunakan variasi waktu dan rasio bahan terhadap pelarut. Kadar selulosa terbesar yang diperoleh yaitu 56,92% dengan waktu pemasakan 2 jam dan rasio sampel terhadap pelarut 1:12 (v/v). Identifikasi gugus fungsi FTIR terhadap selulosa asetat menunjukkan adanya serapan gugus karbonil (C=O) dan gugus ester (C-O), masing-masing terlihat pada bilangan gelombang 1738,47 cm-1 dan 1224,39 cm-1. Kadar asetil selulosa asetat yang dihasilkan sebesar 41,01% dan termasuk jenis selulosa diasetat yang dapat dimanfaatkan lebih lanjut dalam pembuatan membran, film topografi, dan benang.
Analisis Potensi Ledakan dan Kebakaran Primary Reformer sebagai Unit Proses Produksi Amonia di PT. X Lestari, Resti Ayu; Oginawati, Katharina
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v11i2.5049

Abstract

Peningkatan industri pupuk di dunia berimplikasi pada peningkatan jumlah industri amonia. Amonia memegang peranan penting pada proses produksi pupuk dalam hal penyediaan nitrogen. Proses pembuatan amonia melibatkan bahan baku berupa gas alam yang bersifat flammable dengan temperatur dan tekanan yang tinggi dalam setiap tahapan prosesnya. Primary reformer merupakan salah satu peralatan proses dalam produksi amonia dengan temperatur dan tekanan paling tinggi serta paling berisiko mengalami kegagalan yang dapat mengakibatkan terjadinya kebakaran/ledakan. Primary reformer berperan sebagai salah satu tahapan pemurnian gas alam dengan hasil berupa karbon monoksida. Identifikasi bahaya pada unit primary reformer dilakukan dengan menggunakan metode Fault Tree Analysis (FTA). Hasil analisis FTA menghasilkan bahwa sumber bahaya dari ledakan primary reformer dapat ditinjau dari faktor teknis dan faktor non teknis. Faktor non teknis menyumbang 74% dari penyebab terjadinya ledakan/kebakaran pada primary reformer. Hasil analisis risiko ledakan/kebakaran pada primary reformer dilakukan dengan menggunakan Dows Fire and Explosion Index dengan hasil radius area dampak adalah 51 meter. Nilai kerugian finansial mencapai US$ 23.640.285 dengan kerugian hari kerja minimal adalah 138 hari. Perangkat lunak Arial Location of Hazardous Atmospheres menghasilkan radius ledakan dengan dampak terkecil yaitu dapat memecahkan kaca jendela/pintu (0,5 psi) adalah 73 m dari primary reformer. Radius ledakan dengan kekuatan ledakan 1 psi (meruntuhkan rumah/perkantoran) adalah 48 m dari primary reformer.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2025) In Press Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025) Vol 19, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2024) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 ) Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 ) Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 ) Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2022) Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2022) Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2021) Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2021) Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020) Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020) Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2019) Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019) Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018) Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan More Issue