cover
Contact Name
Resti Nurmala Dewi
Contact Email
restinurmaladewi@gmail.com
Phone
+6281360927917
Journal Mail Official
rkl@che.usk.ac.id
Editorial Address
Jurusan Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala, Jl. Tgk. Syech Abdur Rauf No.7, Kopelma Darussalam, Banda Aceh, INDONESIA
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
JURNAL REKAYASA KIMIA & LINGKUNGAN
ISSN : 14125064     EISSN : 23561661     DOI : https://doi.org/10.23955/rkl.v18i2.34018
The Journal of Chemical Engineering and Environment is an open access journal that publishes papers on chemical engineering and environmental engineering. The following topics are included in these sciences: Food and biochemical engineering Catalytic reaction engineering Clean energy technology Environmental and safety technology Fundamentals of chemical engineering and applied industrial engineering Industrial chemical engineering Material science engineering Process and control engineering Polymer and petrochemical technology Membrane technology Agro-industrial technology Separation and purification technology Environmental modelling Environmental and information sciences Water and waste water treatment and management Material flow analysis Mechanisms of clean development
Articles 319 Documents
Biopolymer of Chitosan from Fish Scales as Natural Coagulant for IronContaminated Groundwater Treatment Irawan, Chairul; Nata, Iryanti Fatyasari; Putra, Meilana Dharma; Marisa, Rosmasari; Asnia, Mira; Arifin, Yulian Firmana
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i2.10601

Abstract

Chitosan, the de-acetylated chitin derivative, was evaluated for its ability to be used as a natural coagulant for Martapura groundwater treatment. This study is used chitosan derived from original fish scales of Kalimantan called Papuyu (Anabas testudineus) for the treatment of iron ion-containing Martapura groundwater through coagulation-flocculation method. The reduction efficiency of iron ion removed by coagulation-flocculation processes using chitosan from Papuyu fish scales is the primary evaluating parameter. The obtained chitosan have been characterized and analyzed by Fourier transforms infrared spectroscopy (FTIR), X-ray Fluroscence (XRF) and Scanning electron microscopy (SEM). Using of the chitosan from Papuyu fish scales as coagulant at neutral pH and room temperature led to decreasing the groundwater iron concentration become 3.43 mg/L (around 71% removal). The result was then compare to the coagulation-flocculation treatment using the commercial chitosan from shrimps shell (93% deacetylated). Moreover, its found the coagulation-flocculation treatment using the chitosan from fish scales as coagulant more favor than the commercial one.
Characterization of Polyether Sulfone (PES) Membranes Filled with Activated Carbon from Jatropha Seed Shell as Aditif for Elimination Peroxide Number and Free Fatty Acid in Used Cooking Oil Aprilia, Sri; Rosnelly, Cut Meurah; Ramadhani, Sri; Novarina, Lia; Fathanah, Umi; Djuned, Fauzi Muhammad; Amin, Amri
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10471

Abstract

Minyak goreng adalah bahan konsumsi yang penting dalam rumah tangga dan industri makanan. Sayangnya, sering digunakan berulang kali karena mahal. Tindakan ini mungkin tidak hanya berbahaya bagi kesehatan manusia, tetapi juga mempengaruhi nilai gizi dan mengurangi kualitas makanan. Kualitas reduksi ditunjukkan dengan meningkatnya jumlah peroksida dan jumlah asam lemak. Penelitian ini menggunakan membran PES yang dimodifikasi dengan penambahan karbon aktif dari kulit biji jarak sebagai aditif untuk mengurangi fouling dalam minyak goreng olahan. Membran diproduksi dengan metode presipitasi perendaman. Sementara, karbon diaktivasi dengan larutan KOH 0,1% dan dipanaskan dalam furnace pada temperatur 600oC.Membran dan karbon aktif dianalisis menggunakan metode FTIR. Analisis SEM menghasilkan membran asimetris dengan lapisan atas berpori dan lapisan bawah padat. Tiga campuran dalam penelitian ini dibuat dengan melarutkan PES yang dimodifikasi dengan karbon aktif pada 0%,3%, dan 5% (b/b) dalam N-methylpirrolidone. Pada penambahan karbon aktif 5% (b/b) dalam campuran membran menghasilkan koefisien permeabilitas tertinggi (L/P) sebesar 9,682 L m2bar-1h-1, pengurangan bilangan peroksida adalah 45% dan pengurangan asam lemak bebas adalah 72% dapat tercapai.
Penurunan Kadar Metilen Biru Dalam Limbah Batik Sokaraja Menggunakan Sistem Fe2O3-H2O2-UV Dwiasi, Dian Windy; Setyaningtyas, Tien; Riyani, Kapti
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10572

Abstract

Telah dilakukan penelitian mengenai penurunan kadar zat warna metilen biru pada limbah cair batik Sokaraja dalam sistem Fe2O3-H2O2-UV. Dalam penelitian ini dilakukan beberapa perlakuan antara lain penentuan berat Fe2O3 optimum, konsentrasi H2O2 optimum, pH optimum, waktu optimum, dan efektivitas sistem AOP optimum. Dari hasil penelitian diperoleh kondisi optimum reaksi antara lain yaitu berat Fe2O3 sebanyak 0,5 gram, konsentrasi H2O2 sebesar 50 ppm, pH optimum pada pH 2, waktu kontak 10 jam, dan sistem AOP optimum pada sistem Fe2O3-H2O2-UV dengan persentase penurunan metilen biru sebesar 63 %.
Pemanfaatan Limbah Serat Sagu (Metroxylon sago) Sebagai Adsorben Iodin Rahmi, Rahmi; Fachruddin, Suaedi; Nurmalasari, Nurmalasari
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10072

Abstract

Adsorpsi terhadap zat iodin menggunakan karbon aktif dari limbah serat sagu (Metroxylon sago), dilakukan untuk mengetahui massa dan waktu kontak optimum yang dibutuhkan oleh karbon aktif untuk menyerap zat iodin. Karbon aktif yang digunakan adalah karbon yang telah diaktivasi dengan H3PO4 3% pada suhu 300 C, kemudian dianalisis menggunakan Surface Area Analyzer (SAA) dan diperoleh luas permukaan 101,296 m2/g. Penelitian ini menggunakan variasi massa adsorben 0,05 gram; 0,1 gram; 0,3 gram; 0,5 gram; dan 0,8 gram dengan waktu adsorpsi selama 15 menit dan variasi waktu kontak 0 menit, 5 menit, 10 menit, 20 menit, 30 menit, 50 menit, dan 60 menit. Hasil penelitian diperoleh massa optimum dicapai pada berat adsorben 0,1 gram dengan daya serap terhadap iodin sebesar 301,459 mg/g dan waktu optimum diperoleh pada waktu kontak 30 menit dengan daya serap terhadap iodin 333,192 mg/g. Disimpulkan bahwa karbon aktif dari limbah serat sagu mampu menyerap zat iodin secara signifikan dan mekanisme proses adsorpsi karbon aktif limbah serat sagu terhadap zat iodin cenderung mengikuti kedua persamaan linier Langmuir dan Freundlich.
Pengolahan Limbah Logam Berat Kromium Hexavalen Menggunakan Reagen Fenton dan Adsorben Keramik Zeolit Agustina, Tuty Emilia; Faizal, Muhammad; Aprianti, Tine; Teguh, Dedi; Rif'at, Aditya M; Putra, Imam Gunawan; Prayesi, Mutiara Rizki; Fitrializa, Ulfa
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10109

Abstract

Kromium diketahui sebagai salah satu polutan beracun yang menyebabkan masalah lingkungan dan kesehatan masyarakat. Kromium Heksavalen Cr(VI) merupakan logam berat, dimana dalam konsentrasi yang kecil dapat menghasilkan tingkat keracunan yang tinggi pada makhluk hidup. Jika senyawa kromium (VI) terbuang ke lingkungan dan masuk ke dalam tubuh makhluk hidup maka akan sangat berbahaya, sehingga penting untuk mengolah limbah tersebut. Penelitian ini difokuskan pada proses pengolahan Cr(VI) dengan metode kombinasi yaitu secara kimia dan secara fisika. Penelitian ini bertujuan untuk mengolah air limbah yang mengandung Cr(VI) menggunakan reagen Fenton yang dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben berbahan dasar zeolit dan tanah liat yang dibentuk menjadi keramik. Air limbah yang mengandung Cr(VI) dikontakkan dalam reaktor berpengaduk sehingga terjadi reaksi reduksi oksidasi, selanjutnya air limbah ini dilewatkan ke dalam kolom adsorpsi yang berisi adsorben keramik zeolit. Kondisi terbaik dari pengolahan air limbah yang mengandung Cr(VI) dengan metode kombinasi ini dicapai pada konsentrasi limbah krom 200 ppm, rasio molar reagen Fenton 1:30, dan pH 6. Dimana persentase maksimum penurunan Cr(VI) dengan proses Fenton sebesar 30,15% dan dilanjutkan dengan adsorpsi sehingga penurunan Cr(VI) total mencapai 99,99%. Hal ini menunjukkan bahwa pengolahan limbah logam berat kromium dengan menggunakan reagen Fenton dilanjutkan adsorpsi menggunakan adsorben keramik zeolit mampu menurunkan kadar Cr(VI) pada limbah cair mencapai 0,0033 ppm dari baku mutu yaitu 0,1 ppm, sehingga hasil penelitian ini telah memenuhi baku mutu lingkungan
Perilaku Reduksi Briket Bijih Besi dan Batubara Peringkat Rendah Aceh Ali, Nurdin; Khairil, Khairil; Saputra, Mahendra
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10185

Abstract

Peneltian ini adalah bertujuan untuk mengkaji tentang pengolahan bijih besi menggunakan metode reduksi langsung berbasis pada batubara peringkat rendah dari Nagan Raya, Aceh. Proses reduksi langsung menggunakan reaktor pemanas listrik untuk mengsimulasikan temperatur reduksi. Temperatur reduksi yang digunakan adalah 550o, 650o, dan 750oC, kemudian dinjeksikan gas CO2 dan N2 sebanyak 10 dan 1 liter/menit sebagai media pereduksi. Rasio persen komposisi batubara, bijih besi dan ter yang digunakan adalah 80:10:10, 70:20:10, dan 60:30:10. Model shrinking core diaplikasikan untuk mempelajari prilaku reduksi briket bijih besi dan batubara. Hasil penelitian menunjukkan, bahwa laju reduksi meningkat dengan meningkatnya persen batubara briket, temperatur dan interval waktu reduksi. Laju penurunan massa dan reduksi briket maksimum terjadi pada temperatur 750oC dengan variasi campuran 60:30:10 adalah 0,237 dan 23,66%. Energi aktivasi untuk variasi batubara 10, 20 dan 30% berturut-turut adalah 10,14, 3,73 dan 2,82 kJ/mol.
Ragam Metode Ekstraksi Karotenoid dari Sumber Tumbuhan dalam Dekade Terakhir (Telaah Literatur) Maleta, Hana Susanti; Indrawati, Renny; Limantara, Leenawaty; Brotosudarmo, Tatas Hardo Panintingjati
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.10008

Abstract

Karotenoid adalah pigmen yang memberikan warna kuning, jingga hingga merah. Karotenoid merupakan pigmen pendamping klorofil atau zat hijau daun yang menjalankan fungsi penyerapan energi cahaya untuk fotosintesis. Sumber karotenoid utama adalah tumbuhan, yang selanjutnya dikonsumsi dan dimetabolisme atau terakumulasi dalam tubuh hewan. Terdapat lebih dari 3000 jenis karotenoid, dan beberapa jenis telah diketahui memiliki manfaat bagi kesehatan. Beberapa studi menyebutkan karotenoid berfungsi sebagai antioksidan, antikanker, dan membantu memelihara kesehatan mata. Ekstrak karotenoid telah diaplikasikan dalam berbagai produk pangan dan nutrasetikal. Dengan demikian, perkembangan teknologi metode ekstraksi karotenoid menjadi penting untuk diikuti. Ekstraksi karotenoid dilakukan dengan metode konvensional seperti maserasi ataupun modern seperti cairan superkritis, ultrasound asssisted extraction, enzimatik, pulsed electric field, dan pressurized liquid extraction. Sejumlah studi metode ekstraksi karotenoid dalam dekade terakhir disajikan dan dibahas dalam review berikut.
Fotokatalisis Nanopartikel Magnetis Zinc Ferrite dengan Penyinaran Cahaya UV dan Cahaya Tampak Nurhasanah, Iis; Priyono, Priyono; Karnaji, Karnaji; Richardina, Very
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.9953

Abstract

Nanopartikel magnetis ZnFe2O4 telah disintesis menggunakan metode presipitasi untuk degradasi rhodamine B dengan penyinaran cahaya UV dan cahaya tampak. Analisis pola difraksi sinar-X dan spektrum Fourier Transform Infrared (FTIR) menunjukkan pembentukan kubik spinel ZnFe2O4 dengan ukuran kristalit sekitar 13 nm. Spektrum absorpsi dalam rentang cahaya UV (200 nm) sampai cahaya tampak (~ 600 nm) dan celah energi 2,04 eV teramati dari pengukuran spektrofotometer UV-Vis. Sifat magnetik nanopartikel diukur menggunakan vibrating sample magnetometer (VSM) menunjukkan sifat magnet lemah yang sesuai untuk aplikasi magnetis fotokatalis. Nanopartikel ZnFe2O4 menunjukkan aktivitas fotokatalisis dengan cahaya UV maupun cahaya tampak untuk degradasi rhodamine B dengan konstanta laju reaksi 8,2 x 10-3 /menit dan 4,5 x 10-3/menit.
Studi Pengaruh Suhu Terhadap Properties Gas-Cair pada Proses Absorpsi CO2 Menggunakan a-MDEA Achir, Zulfakhri; M. Yusuf, Darmadi; Salamun, Adi
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.9241

Abstract

Kecepatan transfer massa dan panas antara gas dan cairan sepanjang kolom absorpsi merupakan dasar dari proses perhitungan absorpsi CO2 dari gas sintesa menggunakan solven MDEA dengan aktivator Piperazine. Model transfer massa dan reaksi kimia yang terjadi disusun secara matematis dari neraca massa dan neraca panas gas cairsepanjang kolom berdasarkan teori dua lapisan film (two-film theory) dengan pendekatan overall rate transfer. Properties campuran gas dan cairan yang diperlukan dalam perhitungan, diestimasi dari properties individual gas cair dengan menggunakan konsep mixing rules. Estimasi properties campuran gas cair dilakukan dalam modul sub-function yang dibangun dengan code programming. Verifikasi modul sub-function dilakukan dengan membuat perbandingan antara properties gas cair dari literature dengan properties hasil estimasi yang merupakan output dari sub-function yang sudah disusun.Variabel yang berpengaruh langsung terhadap perubahan properties campuran gas cair adalah suhu.
Aplikasi Mikrofibril Selulosa Dari Batang Sorgum Sebagai Pengisi Pada Sintesis Film Bioplastik Darni, Yuli; Lestari, Hilda; Lismeri, Lia; Utami, Herti; Azwar, Edwin
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v13i1.8647

Abstract

Pada penelitian ini telah disintesis bioplastik dengan penambahan mikrokristalin selulosa dari batang sorgum sebagai pengisi. dengan formulasi pati sorgum-gelatin dan pemplastis gliserol. Formulasi pati sorgum-gelatin yang digunakan yaitu 10:0 ; 9,5:0,5 ; 8,5:1,5 ; 7,5:2,5 ; 6,5:3,5 dan 5,5:4,5 (gr/gr). Penambahan mikrokristalin selulosa sebesar 0 %, 1%, 2%, dan 3% dari total berat kering campuran pati dan gelatin. Suhu gelatinisasi yang digunakan pada 95oC dan konsentrasi gliserol 10% berat berdasarkan persen berat kering dari total berat campuran 10 gram pati dan gelatin. Kecepatan pengadukan sebesar 375 rpm dengan temperatur pengeringan yang digunakan adalah 60oC selama 11 jam. Ukuran granula pati yang digunakan yaitu lolos ayakan 60 mikron dan waktu pengadukan selama 35 menit. Mikrokristalin selulosa sebagai pengisi dihasilkan dengan metode alkali-mekanik dan berukuran 8 mikron. Penggunaan mikrokristalin selulosa dapat meningkatkan kuat tarik sebesar 3,65-10,47 MPa, dan menurunkan perpanjangan putus sebesar 2,14-14,32%.

Filter by Year

2006 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 20, No 2 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2025) In Press Vol 20, No 1 (2025): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2025) Vol 19, No 2 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2024) Vol 19, No 1 (2024): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June 2024 ) Vol 18, No 2 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2023 ) Vol 18, No 1 (2023): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2023 ) Vol 17, No 2 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2022) Vol 17, No 1 (2022): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2022) Vol 16, No 2 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2021) Vol 16, No 1 (2021): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2021) Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020) Vol 15, No 1 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2020) Vol 14, No 2 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2019) Vol 14, No 1 (2019): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2019) Vol 13, No 2 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2018) Vol 13, No 1 (2018): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (June, 2018) Vol 12, No 2 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 12, No 1 (2017): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 2 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 11, No 1 (2016): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 4 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 3 (2015): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 2 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 10, No 1 (2014): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 4 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 3 (2013): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 2 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 9, No 1 (2012): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 2 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 8, No 1 (2011): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 4 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 3 (2010): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 2 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 7, No 1 (2009): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 2 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 6, No 1 (2007): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 5, No 1 (2006): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan More Issue