Grenek: Jurnal Seni Musik
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles
403 Documents
Penggalian Konsep-konsep “Wandali” Sebagai Upaya Melahirkan Model Penciptaan Karawitan
Asep Saepudin;
Ari Sahara;
Subuh Subuh
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i2.39021
Tujuan penulisan ini untuk menggali berbagai konsep yang terdapat dalam Gending Wandali sebagai upaya menelusuri sebuah model penciptaan dalam garap karawitan. Tulisan ini berawal dari perenungan penulis bahwa, sebuah gending tidak hanya berhenti pada bentuk abstrak yang hanya bisa didengarkan telinga dalam waktu yang singkat, akan tetapi di dalamnya penuh peasan dan makna yang ingin disampaikan penciptanya, baik tentang dirinya maupun tentang karya itu sendiri. Metode kualitatif digunakan dalam penelitian ini. Adapun teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, penelusuran dokumen, serta audiovisual. Wandali singkatan dari Jawa, Sunda dan Bali yaitu sebuah gending yang diciptakan oleh Nartosabdo pada tahun 1970-an yang bernuansa Jawa, Sunda, dan Bali. Gending ini sangat populer pada zamannya, juga masih sering dipentaskan pada masa sekarang di dalam budaya Jawa. Meskipun pencipta gending ini sudah meninggal, namun isi pesan melalui teks yang ingin dikomunikasikan oleh penciptanya masih sangat relefan untuk dibahas. Inilah apa yang dikatakan Roland Barthes sebagai mitos yakni teks-teks yang digunakan untuk menyampaikan pesan yang disampaikan melalui komunikasi. Pesan-pesan tersebut disampaikan melalui berbagai teks yang ada di dalam karya. Karya merekalah yang berbicara. Ketika teks-teks ini mapan, maka tidak menutup kemungkinan melahirkan sebuah model penciptaan karawitan yang baru. Model ini selanjutnya akan mudah dipalikasikan di dalam minat penciptaan karawitan. Analisis Wandali terfokus pada tafsir berbagai konsep yang diperoleh dari pencipta dan juga gendingnya. Berdasarkan konsep-konsep tersebut diperoleh kesimpulan bahwa wandali adalah salah satu model penciptaan karawitan yang bisa diterapkan oleh siapapun, termasuk para mahasiswa di Perguruan Tinggi Seni.
Makna dan Nilai-Nilai Yang Terkandung Dalam Pertunjukan Kesenian Alat Musik Tradisional Gendang Beleq
Albi Eka Daud;
Dahlan Dahlan;
Lalu Sumardi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i2.38691
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknik permainan kesenian gendang beleq, makna alat dan pertunjukan, dan nilai-nilai yang terkandung dalam pertunjukan kesenian gendang beleq. Pendekatan yang digunakan yaitu pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian phenomeolog. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi. Teknik penentuan sampel penelitan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik analisis data penelitian ini yaitu reduksi data, penyajian data, menarik kesimpulan. Berdasarkan hasil temuan penelitian teknik permainan alat musik gendang beleq yaitu : a) gendang; ditabuh & dikeplak. b) kenceng/cemprang; ditepuk. c) oncer/petuk; ditabuh. d) rincik; ditabuh. e) trompong; ditabuh. f) gong; ditabuh. g) suling; ditiup. Makna alat yaitu : a) gendang, berbahan kayu yang membran sebelah kiri dan kanan dilapisi kulit hewan sapi dan kambing. b) kenceng/cemprang. berbentuk piringan terbuat dari logam yang berbahan kuningan. c) oncer/petuk, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. d) rincik, berbentuk piringan terbuat dari logam berbahan kuningan. e) trompong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbaan kuningan.. f) gong, berbentuk bulat terbuat dari logam berbahan kuningan. g) suling, terbuat dari bambu. Makan pertunjukan yaitu : a) bentuk pelestarian. b) pembentuk sikap gotong royong. Nilai-nilai dalam gendang beleq yaitu : a) nilai estetika. b) nilai tanggung jawab. c) nilai kerja keras. d) nilai ekonomis.
Pemanfaatan Buku Elektronik Interaktif (E-Pub) Kewirausahaan dan HKI Sebagai Media Perkuliahan Hybrid Terintegrasi
Reza Ginandha Sakti
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i2.38750
Pandemi Covid-19 memaksa dosen dan mahasiswa beradaptasi dengan teknologi agar proses pembelajaran dalam jaringan dapat berjalan dengan baik. Proses pembelajaran daring dilakukan secara tatap muka langsung dalam jaringan (realtime face to face), daring sinkronisasi,maupun daring asinkron. Seiring meredanya kasus Covid-19, pembelajaran dapat dilakukan secara Hybrid, yakni tatap muka dan daring. Permasalahan yang terjadi dalam perkuliahan Hybridadalah materi perkuliahan yang diberikan dengan penugasan menggunakan Learning Management System menyulitkan dosen dan mahasiswa karena harus berpindah-pindah dari pembelajaran, daring, dan LMS. Untuk mengatasi masalah tersebut, maka penulis merancang buku elektronik interaktif berbentuk e-pub yang memungkinkan integrasi pembelajaran Hybriddalam satu media. Integrasi yang dimaksud adalah pembelajaran sinkron, asinkron, dan quiz bisa terakomodasi melalui e-pub tersebut. Secara garis besar, e-pub berisi materi Kewirausahaan dan HKI yang didalamnya terdapat media audiovisual yang bisa digunakan mahasiswa meski tanpa jaringan internet. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah reseach anddevelopment(R&D). Tahapan penelitian dan pengembangan yang digunakan yaitu model Borg & Gall yang dimodifikasi sesuai kebutuhan dan situasi lapangan. Ujicoba produk akan melibatkan mahasiswa Pendidikan Musik. Penelitian bertempat di Program Studi Pendidikan Musik FSP ISI Yogyakarta dan penyusunan e-pubdi Kantor Hema Creative. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini adalah lembar validitas dan lembar pertanyaan. Validator berasal dari kalangan praktisi multimedia, wirausaha, dan akademisi. Berdasarkan hasil analisis data modul memiliki validasi tinggi dengan skor 90 yang berarti dapat digunakan tanpa revisi. E-publayak dan efektif untuk digunakan dalam perkuliahan.
Reparasi dan Kustomisasi Instrumen Tiup Logam (Brass Instruments) Di Indonesia
Angga Firdaus Hutahaean
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v11i2.39129
Penelitian ini bertujuan menggali lebih dalam tentang proses reparasi dan kustom instrumen tiup logam di Indonesia. Penelitian ini dilakukan dengan mengumpulkan data dan informasi dengan menggunakan metode kualitatif yang dimana pada metode tersebut disertai dengan beberapa teknik análisis konten. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa reparasi terdiri dari 2 jenis yaitu perawatan dan perbaikan. Perawatan seperti katup, tuning slide, slide trombon harus dalam keadaan terlumasi minyak; membersihkan instrumen musik tiup logam dengan cara dicuci; menjaga agar bagian luar bersih dari sidik jari dan minyak lainnya dengan kain poles; mengosongkan ludah pada instrumen musik tiup logam setiap kali sebelum memasukkan instrumen ke dalam kotak; mouthpiece harus dicuci menggunakan sikat corong sebulan sekali; dan tidak menyimpan instrumen tiup logam dalam case dalam jangka waktu yang lama. Perbaikan seperti melepaskan mouthpeace stuck menggunakan mouthpeace puller; soft soldering dan hard soldering; penggantian suku cadang seperti pegas, guide katup, katup dan casing katup, mengatur ulang posisi tabung slide; pengaplikasian panas dan pembongkaran lengkap; serta menggosok dan menumbuk penyok sampai logam halus kembali. Kustomisasi dilakukan dengan membuat penyetel bel atau merubah bentuk posisi bel, merubah ukuran dan material tabung pipa, menggantikan desain counterweight, membuat ukuran dan bentuk desain baru valve caps, melapisi kuningan dengan silver, gold, nickel, rose, atau raw brass, dan menyemprotkan lacquer.
Revitalization Analysis of Forms, Songs, and Functions of Presenting Traditional Music Srawung Krumpyung in Kulon Progo Regency
Zakarias Aria Widyatama Putra
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.42065
Traditional music Krumpyung is a local arts from Kulon Progo. The declining quality coupled with the lack of performers, containers, and limited performance time made the revitalization of Krumpyung happen. The objective of this research is to describe the result of revitalization analysis of the form, song, and function of presenting traditional music that done by Srawung Krumpyung as a step of regeneration and conservation efforts. This research is using qualitative research with narrative study and case study methods to determine that revitalization can be used as a step of regeneration and conservation efforts. Data collection technique that used in this research is snowball sampling by doing deep interview, collect data from Dinas Kebudayaan Kulon Progo Regency, or watching video documentations. The validity data form this research is measured by triangulation of sources. Data analysis technique that used in this research is interactive model by Huberman and Miles. Result of this research is revitalization can be used a step regeneration and conservation efforts by: (1) reconstruction, (2) refunctionalization, (3) representation, (4) reformation, (5) reinterpretation, (6) reorientation, and (7) recreation. The value of step regeneration and conservation efforts manifested in: (1) creativity, (2) love of the homeland, and (3) environmental care.
Eksplorasi Visual dan Koreografi dalam Film “Anima” pada Album Komposisi Musik Thom Yorke
Rini Utami
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45367
“Anima” merupakan karya visual yang menggugah pikiran dan menjadi perbincangan dunia musikal yang berdurasi 15 menit. Karya ini bermula dari musik album solo Thom Yorke yang dikemas dengan menyandingkan film dan menggunakan tari sebagai media visualnya. Thom Yorke menggandeng seorang sutradara Paul Thomas Anderson untuk membuat karya yang menggugah kecemasan kontemporer kolektif, menyatukan filosofi, musik, dan koreografi yang spektakuler. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis karya menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure. Penelitian ini berfokus pada membaca tanda dalam visual album musik melalui perspektif tari dan di kaji menggunakan pendekatan ilmu linguistik. Melalui film pendek yang berjudul “Anima” pencipta ingin berbicara tentang kecemasan lewat visual-visual yang menarik dan menawarkan atmosfer baru dalam ranah seni media baru. Film ini seni lebih melebur, artinya batas-batas seni pertunjukan, seni rupa dan seni media rekam menjadi sangat tipis. Hasil penelitian berupa pemaknaan dari simbol-simbol gerak pada koreografinya seperti perasaan kecemasan yang mendalam tentang keadaan masyarakat saat ini dan mencoba untuk menyadarkan masyarakat.
Optimalisasi Fruity Loops Studio Mobile dalam Pembuatan Karya Musik Berbasis Pendidikan Karakter
Try Wahyu Purnomo;
Sri Mustika Aulia;
Herna Hirza
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.39987
Pendidikan seni musik memiliki peranan dalam pembentukan pribadi peserta didik yang seimbang dengan memperhatikan kebutuhan perkembangan individu. Untuk mendukung terciptanya atmosfer pendidikan karakter dalam ranah pembelajaran seni musik, tentunya seorang pendidik harus dapat merancang materi dan juga media pembelajaran yang dapat memupuk nilai-nilai moral dan kreatifitas. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan yang bertujuan untuk menghasilkan bahan ajar terintegrasi dengan aplikasi Fruity Loops Studio Mobile sebagai upaya mengoptimalkan pembelajaran seni musik berbasis pendidikan karakter. Metode penelitian yang digunakan adalam Research and Development dengan model 4-D (Define, Design, Develop, Disseminate) yang menekankan pada pengembangan bahan ajar dengan mengoptimalksan aplikasi fruity loops studio mobile dengan mengacu kepada prinsip pendidikan karakter. Adapun hasil dari penelitian adalah produk bahan ajar yang valid dan praktis sehingga dapat mengoptimalkan pembelajaran musik berbasis Pendidikan karakter. Produk penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi positif dalam mengembangkan pembelajaran music inovatif dan pembentukan generasi muda yang beretika, bermoral dan kreatif.
Fungsi Penerapan Notasi Berwarna dalam Pembelajaran Piano Dasar pada Anak Usia Prasekolah
Yuniasri Maya Aisyah;
Syahrul Syah Sinaga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.44398
Kajian mengenai penerapan warna dalam sebuah notasi musik belum banyak dijumpai di Indonesia. Pembelajaran piano dasar pada umumnya menggunakan notasi balok tanpa warna yang seringkali membuat anak usia prasekolah kesulitan dalam menerapkannya. Terbitnya buku metode Bukumusikku pada tahun 2020 yang menggunakan warna dalam notasinya merupakan salah satu upaya untuk mengatasi kejenuhan yang dialami oleh anak-anak usia prasekolah dalam pembelajaran piano dasar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis fungsi notasi berwarna dalam sebuah pembelajaran piano dasar pada anak usia prasekolah. Metode yang digunakan merupakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara pada guru-guru di seluruh Indonesia yang telah memakai Bukumusikku selama lebih dari satu tahun, observasi di Jogja Music School dan Vocaganza, serta dokumentasi. Analisis data menggunakan model analisis Miles dan Huberman. Hasil yang didapat adalah warna berfungsi sebagai sarana dalam meningkatkan minat dan pemahaman anak dalam membaca notasi balok pada pembelajaran piano dasar. Warna dalam sebuah notasi juga membantu memudahkan anak untuk berlatih instrumennya secara mandiri, walaupun pemahaman secara menyeluruh terhadap keterampilan dasar bermain piano tidak bergantung pada notasi berwarna melainkan proses pembelajaran yang diterapkan oleh guru.
Lake Toba Tradisional Musik Festival (LTTMF) dalam Ruang Kreatif Penciptaan Karya Komposisi Musik
Rizki Mona Dwi Putra;
Fani Dila Sari
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45361
Lake Toba Traditional Musik Festival (LTTMF) merupakan sebuah program dalam mewujudkan pemajuan seni budaya dan pariwisata sekitaran danau Toba di Sumatera Utara dengan memperkuat ekosistem seni pertunjukan khususnya musik tradisi. Program ini digagas pada tahun 2021 oleh Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Dit. Perfilman, Musik, dan Media serta UPT BPNB Aceh yang berkerjasama dengan Rumah Karya Indonesia. Dalam festival ini dua belas komposer musik tradisi telah mengaktualisasi karya mereka dalam bentukklip video, festival daring, serta perekaman lagu untuk kemudian ditayangkan dalam platform online. Lake Toba Musik Traditional Musik Festival (LTTMF) membuka ruang kolaboratif dengan 12 komposer di wilayah Nusantara memalui open call dan kurasi yang diharapkan dapat menjadi ruang ekpresi bermusik para seniman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif penciptaan karya komposisi musik pada Lake Toba Musik Tradisional Festival (LTTMF). Hasil dari penelitian ini berupa catatan tahapan proses kreatif Lake Toba Tradisional Musik Festival yang berbasis riset yang ditenggarai oleh Rumah Karya Indonesia dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mengilhami karya musik diantaranya workshop dari seniman lokal Toba, kolaborasi permainan musik tradisi, FGD panitia, komposer dan kurator memahami hasil pengenalan musik tradisi serta penentuan konsep musik / ide musik yang akan diangkat menjadi pijakan dalam membuat karya musik oleh masing-masing komposer.
Gondang Sebagai Pengiring Nyanyian dan Pengaruhnya Terhadap Peragaan Jemaat dalam Ibadah Minggu di HKBP Parsaoran Nauli Pematang Siantar
Harminto Sihombing
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik
Publisher : Universitas Negeri Medan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.24114/grenek.v12i1.40405
Beberapa gereja HKBP saat ini menggunakan gondang sebagai musik pengiring nyanyian Buku Ende yang dikombinasikan dengan beberapa instrumen musik modern seperti piano, drum, gitar dan saksofon. Idealnya musik gondang dalam tradisi adat Batak Toba, akan selalu dikombinasikan dengan peragaan tarian yang disebut dengan tortor. Akan tetapi, ketika gondang digunakan dalam ibadah Minggu, bagaimanakah jemaat meragakannya? Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tentang penggunaan gondang dan pengaruhnya terhadap peragaan (gerak) umat pada saat bernyanyi dalam ibadah di HKBP Parsaoran Nauli Pematang Siantar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan pendekatan kualitatif. Data akan dikumpulkan dengan observasi langsung pada saat penyelenggaraan ibadah minggu, dan juga melalui wawancara. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa jemaat merasakan hal yang baru dalam bernyanyi apabila diiringi dengan musik gondang, mereka akan lebih mudah untuk menghayati makna nyanyian yang digunakan dalam ibadah. Rekomendasi dalam penelitian ini diharapkan dapat menstimulus setiap umat gereja HKBP untuk memahami makna peragaan (gerak), ketika gondang digunakan sebagai musik pengiring nyanyian ibadah Minggu.