cover
Contact Name
Herna Hirza
Contact Email
hirzaherna0@gmail.com
Phone
+6281397728339
Journal Mail Official
grenek@unimed.ac.id
Editorial Address
JL. Willem Iskandar Pasar v Medan Estate
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Grenek: Jurnal Seni Musik
ISSN : 23015349     EISSN : 25798200     DOI : https://doi.org/10.24114/grenek.v10i1
Grenek : Jurnal Seni Musik merupakan jurnal yang dikelola oleh prodi pendidikan musik jurusan sendratasik FBS Unimed. Grenek: Jurnal Seni Musik menyajikan persoalan dan isu-isu terkini tentang musik di Indonesia terkhusus di Sumatera utara. Grenek : Jurnal Seni Musik secara khusus membahas tentang pendidikan musik, penyajian musik, pengelolaan musik, penciptaan musik, serta pengkajian musik.
Articles 403 Documents
Analisis Penggunaan Metode Hand Sign dalam Pembelajaran Angklung pada Siswa Sekolah Dasar Nadiana, Neng; Zahrah, Riza Fatimah; Wakih, Agus Ahmad
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45162

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi dengan observasi awal pada saat melaksanakan PLP II di SDN 2 Tuguraja Tasikmalaya, terlihat fenomena bahwa peserta didik tidak tertarik terhadap pembelajaran angklung karena dianggap membosankan terhadap pembelajaran angklung. Maka tujuan penelitian mendeskripsikan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan hambatan penggunaan metode hand sign, mendeskripsikan solusi untuk mengatasi hambatan penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan menggunakan teknik pengumpulan data observasi secara langsung ke SDN 2 Tuguraja untuk mengetahui penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung, wawancara kepada wali kelas, pelatih, serta peserta didik dan dokumentasi sebagai bukti telah melakukan penelitian serta populasi sampel atau responden kepada 6 peserta didik kelas V yang selalu mengikuti latihan pembelajaran angklung di SDN 2 Tuguraja. Hasil dari penelitian yang dilakukan bahwa dengan menggunakan metode hand sign dalam proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu dapat memudahkan peserta didik dalam proses latihan pembelajaran angklung, menarik perhatian para peserta didik untuk mengikuti pembelajaran alat musik angklung karena metode hand sign dianggap unik, hal positif yang didapatkan peserta didik dalam mengikuti setiap proses latihan rutin pembelajaran angklung yaitu menanamkan perilaku disiplin, tanggung jawab, kreativitas serta kerjasama. Kesimpulan dari penggunaan metode hand sign dalam pembelajaran angklung dapat memudahkan serta dapat menarik perhatian para peserta didik dalam pembelajaran angklung, hambatan dalam penerapan metode hand sign yaitu peserta didik selalu bercanda, sehingga suasana menjadi ricuh dan tidak efektif, solusi hambatan penerapan metode hand sign pelatih harus senantiasa mengawasi proses latihan pembelajaran angklung, memberi motivasi dan memberi apresiasi.
Penerapan Metode Drill dalam Pembelajaran Harmoni Manual Ramafisela, Lingga
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45202

Abstract

Pembelajaran Harmoni Manual merupakan pembelajaran dalam bentuk teori dan praktik. Pembelajaran ini bertujuan agar mahasiswa dapat memainkan melodi dengan menggunakan iringan secara lancar. Kendala yang dihadapi oleh mahasiswa yaitu banyak diantara mahasiswa yang belum bisa secara langsung memainkan melodi dan mencari akornya sehingga diperlukan metode pembelajaran yang cepat dan tepat untuk memudahkan proses pembelajaran. Metode drill merupakan salah satu cara yang baik dalam mengatasi hal ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus yang dilakukan pada saat proses pembelajaran harmoni manual di prodi Pendidikan Musik FSP ISI Yogyakarta. Proses yang dilakukan dalam penelitian ini meliputi studi pustaka, observasi, pemilihan sampel, dan wawancara. Metode drill sangat tepat dilakukan dalam pembelajaran harmoni manual karena mahasiswa semakin lancar dalam memainkan melodi dan akor secara cepat dan benar.
Penerapan Teori Bentuk Estetik Dewitt H. Parker sebagai Paradigma dalam Ranah Apresiasi Musik Wulanda, Gigih Alfajar Novra
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45313

Abstract

Perkembangan zaman yang ditandai dengan laju pesat teknologi turut mempengaruhi musik baik dari sisi produksi, distribusi bahkan sampai apresiasi. Realita bahwa begitu mudahnya orang œmengkonsumsi musik tidak serta merta juga dengan sendirinya orang mengapresiasi karya musik yang dikonsumsinya. Dengan kata lain œlaju konsumsi belum tentu selaras dengan œlaju apresiasi. Metode penelitian kepustakaan yang meliputi literatur primer maupun sekunder sebagai sumber data digunakan untuk menemukan konsep-konsep ataupun teori yang akan diketengahkan dalam tulisan ini. Tulisan ini menawarkan pendekatan apresiasi berbasis paradigma estetika yang berupaya mensintesiskan dua disiplin yaitu apresiasi musik dan estetika. Dengan demikian pemahaman akan dasar-dasar apresiasi musik maupun teori-teori estetika menjadi prasyarat yang wajib dipenuhi. Pemahaman dasar apresiasi setidaknya meliputi bahan dasar musik seperti nada, elemen waktu, melodi, harmoni dan tonalitas, tekstur serta dinamika.  Sedangkan perihal teori estetika, penulis menerapkan prinsip estetika DeWitt H. Parker  yang meliputi organic unity, theme, thematic variation, balance, evolution dan hierarchy. Penerapan teori estetika tersebut sebagai sebuah paradigma dapat mempermudah sekaligus meningkatkan standar apresiasi karena membuatnya lebih sistematis dan terstruktur.
Lake Toba Tradisional Musik Festival (LTTMF) dalam Ruang Kreatif Penciptaan Karya Komposisi Musik Putra, Rizki Mona Dwi; Sari, Fani Dila
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45361

Abstract

Lake Toba Traditional Musik Festival (LTTMF) merupakan sebuah program dalam mewujudkan pemajuan seni budaya dan pariwisata sekitaran danau Toba di Sumatera Utara dengan memperkuat ekosistem seni pertunjukan khususnya musik tradisi. Program ini digagas pada tahun 2021 oleh Ditjen Kebudayaan, Kemendikbudristek melalui Dit. Perfilman, Musik, dan Media serta UPT BPNB Aceh yang berkerjasama dengan Rumah Karya Indonesia. Dalam festival ini dua belas komposer musik tradisi telah mengaktualisasi karya mereka dalam bentukklip video, festival daring, serta perekaman lagu untuk kemudian ditayangkan dalam platform online. Lake Toba Musik Traditional Musik Festival (LTTMF) membuka ruang kolaboratif dengan 12 komposer di wilayah Nusantara memalui open call dan kurasi yang diharapkan dapat menjadi ruang ekpresi bermusik para seniman. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kreatif penciptaan karya komposisi musik pada Lake Toba Musik Tradisional Festival (LTTMF). Hasil dari penelitian ini berupa catatan tahapan proses kreatif Lake Toba Tradisional Musik Festival yang berbasis riset yang ditenggarai oleh Rumah Karya Indonesia dalam bentuk kegiatan-kegiatan yang mengilhami karya musik diantaranya workshop dari seniman lokal Toba, kolaborasi permainan musik tradisi, FGD panitia, komposer dan kurator memahami hasil pengenalan musik tradisi serta penentuan konsep musik / ide musik yang akan diangkat menjadi pijakan dalam membuat karya musik oleh masing-masing komposer.
Eksplorasi Visual dan Koreografi dalam Film œAnima pada Album Komposisi Musik Thom Yorke Utami, Rini
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i1.45367

Abstract

œAnima merupakan karya visual yang menggugah pikiran dan menjadi perbincangan dunia musikal yang berdurasi 15 menit. Karya ini bermula dari musik album solo Thom Yorke yang dikemas dengan menyandingkan film dan menggunakan tari sebagai media visualnya. Thom Yorke menggandeng seorang sutradara Paul Thomas Anderson untuk membuat karya yang menggugah kecemasan kontemporer kolektif, menyatukan filosofi, musik, dan koreografi yang spektakuler. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan dan menganalisis karya menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan pendekatan semiotika Ferdinand De Saussure.  Penelitian ini berfokus pada membaca tanda dalam visual album musik melalui perspektif tari dan di kaji menggunakan pendekatan ilmu linguistik. Melalui film pendek yang berjudul œAnima pencipta ingin berbicara tentang kecemasan lewat visual-visual yang menarik dan menawarkan atmosfer baru dalam ranah seni media baru. Film ini seni lebih melebur, artinya batas-batas seni pertunjukan, seni rupa dan seni media rekam menjadi sangat tipis.  Hasil penelitian berupa pemaknaan dari simbol-simbol gerak pada koreografinya seperti perasaan kecemasan yang mendalam tentang keadaan masyarakat saat ini dan mencoba untuk menyadarkan masyarakat.
Learning Strategies for Saxophone Instruments for Music Study Program Students ISI Yogyakarta Batch 2022 Zebua, Andhika Perdana; Simamora, Boy Lamris I; Mukti, Bowie Putra Bayu; Purba, Ezra Deardo
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.45389

Abstract

The ISI Yogyakarta music study program currently refers more to the study of art. This resulted in a reduction in the study period for major instruments for students to 3 semesters. The music study program which focuses more on music studies targets students to become researchers and writers, so that the ability to play music is not too much considered when selecting new student admissions. Many students have shifted their instrument focus to other instruments they are not good at. The author focuses on saxophone instrument students class of 2022, most of whom experience this. This study aims to observe and describe the strategies and learning processes for the saxophone instrument course for students of the ISI Yogyakarta music study program class of 2022. The method used is qualitative-descriptive, with data collection through direct observation and interviews with students and supporting lecturers. Several lists of questions have been prepared and will serve as a tool for data collection. The author also made direct observations of the learning process carried out by lecturers and students in the saxophone instrument course. The research findings regarding the learning strategies applied are the design of a new syllabus consisting of several points to be presented to students as well as the establishment of good relationships and interactions between students and lecturers to create a comfortable learning atmosphere. The syllabus refers to the old syllabus which was previously carried out for 6 semesters, but now it is condensed into 3 semesters.
Analisis Teknik Bermain Alat Musik Drum Set pada Lagu Grebfruit Karya Benny Greb Criswanto, Criswanto
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.45908

Abstract

Tujuan penulisan ini untuk menganalisis lagu Greb Fruit karya Benny Greb dan menemukan kelarasan antara teknik permainan drum dengan ansamble vocal pria dalam mempertahankan ritme drum 1/16 karena teknik yang digunakan untuk memainkan lagu Greb Fruit karya Benny Greb sangat variatif. Terdapat keunikan ritme dan teknik drum yang saya ketahui pada lagu Benny Greb ini menjadi tujuan saya untuk menganalisis lagu tersebut.Greb fruit memiliki kesulitan awalan masuk ketukan pertama saat memainkan beat drum karena tidak masuk pada ketukan satu. Repertoar ini memiliki groove yang kuat dalam setiap permainannya dengan pola ritme yang unik. Hal yang menarik dalam karya ini berisi kombinasi ansambel vokal pria dan drum set, yaitu pola ritme yang saling mengisi. Iringan vokal dibagi menjadi empat suara yaitu suara tenor 1, tenor 2, tenor 3, dan bass. Komposisi ini menggunakan sukat 4/4 dengan tempo 120 bpm. Metode Penelitian ini menggunakan deskriptif analitif dengan studi pustaka karena harus mencari sumber referensi tertulis serta rekaman dalam bentuk audio visual. Greb Fruit menggunakan ansamble vocal pria dan terdiri dari beberapa alat musik yang terdiri dari : Drum,Bass Gitar, dan Gitar Elektrik . Dengan analisis ini diharapkan akan membantu pemain drum di dalam membawakan komposisi ini, sehingga ketepataan dalam teknik dan interpretasi menjadi maksimal. 
A Tear by Nicky Manuputty: a Review of Alto Saxophone Playing Techniques and the Meaning of the Work Silalahi, Teddy Nicolas; Batubara, Junita
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.48767

Abstract

A TEAR is a work of Nicky Manupputty who is a Saxophonist. The uniqueness of this song is that Nicky Manuputty uses a distinctive and different tounging. He has his own characteristics in playing saxophone in this work, namely tounging techniques resembling 'del-del' and resembling 'ta-ya' tounging. Therefore, the author is interested in researching the work A TEAR. The author found the technique of combining 'del-del' and 'ta-ya' tounging. The technique is the "dah-ya" tounging technique. In the 'dah-ya' technique, the author finds a tounging sound that is almost the same as that used by Nicky Mannuputty. The method used is descriptive qualitative method, by collecting data through youtube (https://youtu.be/76KrrEAQUek ), observation, literature study, articles/journals and documentation. The meaning of A TEAR is an expression of sadness. The results of this study are: 1) Showing the work of A TEAR live. 2) Introducing the works of Indonesian composers. 3) Knowing the techniques used by Nicky in his work, and the meaning of the work A TEAR. 
Hibridisasi Pada Musik Keroncong dalam Lagu Gasiang Tangkurak oleh Grup Buana Lestari Sawahlunto Yulfita, Ade Febri; Asril, Asril
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49389

Abstract

Lagu Gasiang Tangkurak diciptakan oleh Sahrul Tarun Yusuf yang menceritakan tentang seorang pria yang ditolak cintanya oleh seorang wanita, lalu sang pria mengguna-gunai si wanita menggunakan Gasiang Tangkurak. Salah satu orkes keroncong yang ada di Sawahlunto adalah Orkes keroncong Buana Lestari. Sebelum lagu pop Minang Gasiang Tangkurak diaransemen oleh Orkes Keroncong Buana Lestari menjadi musik keroncong, lagu pop Minang itu sudah berbentuk musik hibrid antara budaya lokal dan global. Aransemen musik aslinya menggunakan instrument musik modern dan menggunakan nada diatonis. Musik keroncong juga merupakan musik hibrid, maka kedua genre musik tersebut telah mengadaptasi musik secara global mengikuti scale diatonis Barat. Konsep aransemen musik yang dilakukan oleh Orkes Keroncong Buana Lestari dalam lagu Gasiang Tangkurak ke dalam bentuk keroncong, dengan memasukkan unsur-unsur musik keroncong dan unsur-unsur musik tradisi Minang lainnya. Tujuan Penelitian ini adalah untuk melihat proses hibridisasi pada musik keroncong Orkes Keroncong Buana Lestari. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan penyajian data bersifat deskriptif analisis. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hibridisasi dan ambivalensi dalam aransemen lagu Gasiang Tangkurak yang terjadi pembauran antara musik pop, keroncong, dan tradisi. Pengumpulan data dilakukan berdasarkan observasi, dokumentasi, serta wawancara dengan pengkarya seniman.
Analisis Komposisi Original Soundtrack (Ost) Huta Namartuai dalam Film Ngeri-Ngeri Sedap Panggabean, Ance Juliet; Simangunsong, Emmi
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v12i2.49586

Abstract

Lagu Huta Namartuai diciptakan khusus untuk soundtrack/OST Film Ngeri-ngeri Sedap dan tujuan tertentu dalam hal Hahomion Batak (memahami makna secara mendalam) dan Pariwisata Toba.  Tujuan penelitian ini untuk memahami pengolahan elemen musik dan konstruksi komposisi mulai dari intro, verse, refrain dan ending lagu Huta namartuai dalam Film Ngeri Ngeri Sedap. Metode dasar yang diterapkan di dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian elemen musik yang dianalisa terdiri atas melodi, ritme dan harmoni. aspek melodi yang dianalisa pada lagu ini mencakup: durasi, pitch, dan tone. Pengolahan elemen ritme tersusun atas elemen ketukan, aksen, sinkopasi, tanda birama, meter, tempo. Pengolahan elemen harmoni dilakukan mencakup aspek berhubungan dengan keselarasan bunyi. Unsur ini meliputi peranan, susunan, dan hubungan dari sebuah paduan bunyi dengan bentuk secara keseluruhan serta elemen interval dan akor. Dasar-dasar konstruksi dalam komposisi musik secara umum, terdiri atas permulaan/ beginning/ pengantar/intro, kelanjutan/continuation, komplikasi/complication, dan resolusi/resolution. Untuk beat dan ambience lagu menonjolkan tekstur, nada, suasana hati, Huta Namartuai dirancang untuk menimbulkan ketenangan, dan sasaran lagu lingkungan masa kecil kita yang menjadi tempat perlindungan. Peranan Instrumen pada lagu Huta Namartuai, Drum piano, Gitar Rythmn, Gitar Lead (instrument modern/instrumen barat), 2. Pad Basic, Pad high, Backing Vocal Unison (subconscious ambience feeling/perasaan suasana bawah sadar), 3. Sulim (sebagai sipakuling tondi/memanggil jiwa dan identitas Batak)/salah satu alat musik tradisional Batak Toba.

Filter by Year

2012 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 14 No. 2 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 2 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 13 No. 1 (2024): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 12, No 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 2 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 12, No 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 12 No. 1 (2023): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 11, No 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 2 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 11, No 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 11 No. 1 (2022): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 10, No 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 2 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 10, No 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 10 No. 1 (2021): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 9 No. 2 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 9 No. 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 9, No 1 (2020): Grenek: Jurnal Seni Musik Vol 8, No 2 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 8 No. 2 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 8 No. 1 (2019): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 8, No 1 (2019): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol 7, No 2 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 2 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol 7, No 1 (2018): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 7 No. 1 (2018): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 2 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 6 No. 2 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (December) Vol. 6 No. 1 (2017): Grenek: Jurnal Seni Musik (June) Vol 6, No 1 (2017): Grenek : Jurnal Seni Musik Vol. 2 No. 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 3 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 2 (2013): Grenek Music Journal Vol 2, No 1 (2013): Grenek Music Journal Vol 1, No 3 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 2 (2012): Grenek E-Jurnal Vol 1, No 1 (2012): Grenek E-Jurnal More Issue