cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 806 Documents
PERANCANGAN MOBILE APPS KAMUS SEBAGAI MEDIA DOKUMENTASI BAHASA ISYARAT KHAS BANDUNG DENGAN PERAGA ANIMASI 3D Afif Wahyu Farosa; Irfansyah Irfansyah
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.48894

Abstract

Sign language, which is the main means of communication for the deaf, has many different variations in each region. As a diversity of languages and cultural identities for people with hearing impairment, regional languages also need to be preserved. Bandung as a city that has the highest type of deaf out of all persons with disabilities in it, has a large and active deaf community in introducing distinctive gestures. In fact, several studies have shown that the development of regional sign language led to the start of the construction of the first special school in the city of Bandung, but there has been no research on sign language in the Bandung area itself. The new media can help maintain the typical Bandung sign language to last longer so that it does not experience changes, transitions and language death. The digital dictionary was chosen to be a medium for documentation of Bandung sign language because it fits the needs of problems regarding language resistance. A digital operating system can be summarized in a single unit in the form of an application that can run on two types of devices, namely desktop and mobile. Referring to the design of a digital dictionary that functions as a tool, it requires usability flexibility, so that the application will be designed on mobile media (mobile apps). The design of the dictionary uses a visual aid in the form of 3-dimensional (3D) animation as a conveyer of the language you are looking for and what you want to know. So the purpose of the linguistic study of Bandung sign language is to be able to document the language in a digital dictionary in the form of a 3D animation display. This research uses the design thinking method with a qualitative approach. Data collection was carried out directly in the Deaf community in the city of Bandung and will develop collectively in line with the findings of regional Bandung sign language.Keywords:sign, language, animation, dictionary, Bandung. AbstrakBahasa isyarat yang menjadi alat komunikasi utama bagi penyandang tunarungu (Tuli) memiliki berbagai macam variasi berbeda pada setiap daerah. Sebagai satu keragaman bahasa dan identitas budaya bagi penyandang Tuli, bahasa daerah juga perlu dilestarikan. Bandung sebagai kota yang memiliki jenis Tuli tertinggi dari seluruh penyandang disabilitas di dalamnya, memiliki komunitas Tuli yang besar dan aktif dalam mengenalkan gerak isyarat khas. Bahkan beberapa penelitian menunjukkan bahwa perkembangan bahasa isyarat daerah mengarah pada dimulainya pembangunan sekolah luar biasa pertama yang berada di kota Bandung, namun penelitian bahasa isyarat derah Bandung sendiri belum ada. Media yang baru dapat membantu mempertahankan bahasa isyarat khas Bandung untuk bertahan lebih lama agar tidak mengalami perubahan, peralihan dan kematian bahasa. Kamus digital dipilih untuk menjadi media dokumentasi bahasa isyarat Bandung karena sesuai dengan kebutuhan dari permasalahan mengenai ketahanan bahasa. Sistem operasi digital dapat diringkas dalam satu kesatuan berbentuk aplikasi yang dapat dijalankan pada dua jenis device, yaitu desktop dan mobile. Mengacu pada perancangan kamus digital yang berfungsi sebagai alat bantu maka membutuhkan fleksibilitas kegunaan, sehingga aplikasi akan dirancang pada media yang bersifat mobile (mobile apps). Perancangan kamus menggunakan peraga dalam bentuk animasi jenis 3 dimensi (3D) sebagai penyampai bahasa yang dicari maupun yang ingin diketahui. Sehingga tujuan dari studi linguistik mengenai bahasa isyarat Bandung adalah untuk dapat menjadi dokumentasi bahasa ke dalam kamus digital dalam bentuk peraga animasi 3D. Penelitian menggunakan metode design thinking dengan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan secara langsung pada komunitas di Tuli di Kota Bandung dan akan berkembang secara kolektif seiring dengan temuan bahasa isyarat daerah Bandung.Kata Kunci: bahasa, isyarat, animasi, kamus, Bandung. Authors:Afif Wahyu Farosa : Institut Teknologi BandungIrfansyah : Institut Teknologi Bandung References:Agung, L., Kartasudjana, T., & Permana, A. W. (2021). Estetika Nusantara dalam Karakter Gim Lokapala. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 473-477. https://doi.org/10.24114/gr.v10i2.28556Agustina, A. (2010). Aplikasi Kamus Digital Istilah-Istilah Biologi dengan Menggunakan Visual Basic 6, 0. Doctoral dissertation, Universitas Sumatera Utara. https://repositori.usu.ac.id/handle/123456789/75947 Ahmad, F. (2015). Aplikasi Kamus Digital Bahasa Indonesia-Bahasa Arab Dengan Menggunakan Metode Prototyping. Skripsi, Fakultas Ilmu Komputer. Barkhuus, L., Polichar, V.E. Empowerment through seamfulness: smart phones in everyday life. Pers Ubiquit Comput 15, 629“639 (2011). https://doi.org/10.1007/s00779-010-0342-4   Bahruddin, U., & Qodri, M. (2020). An analysis of the relevance of the items of the National Final Arabic Language Test to the Unit Level Curriculum (KTSP) and Modified Bloom's Classification. Arabiyat: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab dan Kebahasaaraban. 7 (1). https://doi.org/10.15408/a.v7i1.12806Dam, R. F., & Siang, T. Y. (2020). Design thinking: Get started with prototyping. Interaction Design Foundation. https://library.parenthelp.eu/wp-content/uploads/2021/03/www.interaction-design.org_.pdf. (diakses tanggal 7 Juli 2023)Creswell, J. W. (2014). A concise introduction to mixed methods research. SAGE publications.Dorian, N. C. (1982). Language loss and maintenance in language contact situations. The loss of language skills, 44-59.Koendoro, D. (2007). Yuk, bikin komik. DAR! Mizan.Mesthrie, R. (Ed.). (2011). The Cambridge handbook of sociolinguistics. Cambridge University Press.Issa, T., & Isaias, P. (2022). Usability and human“computer interaction (hci). In Sustainable Design: HCI, Usability and Environmental Concerns (pp. 23-40). London: Springer London. https://doi.org/10.1007/978-1-4471-7513-1_2Isma, S. T. P. (2012). Signing varieties in Jakarta and Yogyakarta: Dialects or separate languages. Master of Art Thesis, The Chinese University of Hong Kong.Isma, S. T. (2018). Meneliti bahasa isyarat dalam perspektif variasi bahasa. Kongres Bahasa Indonesia., 1-14.Ke, F., Lin Kun Shan, H., Ching, Y. H., & Dwyer, F. (2006). Effects of animation on multi-level learning outcomes for learners with different characteristics: A meta-analytic assessment and interpretation. Journal of Visual Literacy. 26(1), 15-40. https://doi.org/10.1080/23796529.2006.11674630Kukulska-Hulme, A. (2005). Mobile Usability and User Experience. Routledge: London.Ngulum, M. C., & Indriyanti, A. D. (2020). Evaluasi Kualitas Website Simontasi Unesa Menggunakan Metode Webqual Dan Importance Performance Analysis (Ipa). Journal of Informatics and Computer Science (JINACS), 2(01). https://doi.org/10.26740/jinacs.v2n01.p38-42Nielsen, J. (1993): Usability Inspection Methods. John Wiley & Sons: New York.Palfreyman, N. (2017). Sign language varieties of Indonesia a linguistic and sociolinguistic investigation. Sign Language and Linguistics, 20(1), 135“145. https://doi.org/10.1075/sll.20.1.06palPriyatmono, Dody. (2013) Proses Pembuatan Karya Animasi:http://www.dodyanimation.com/2013/08/29/proses-pembuatankarya-animasi/#more-1056. (diakses tanggal 21 Juni 2023).Prilosadoso, B. H., Pujiono, B., Supeni, S., & Setyawan, B. W. (2019). Wayang beber animation media as an effort for preserving wayang tradition based on information and technology. Journal of Physics: Conference Series. Vol. 1339, No. 1, p. 012109. IOP Publishing. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1339/1/012109Rahadi, D. R. (2014). Pengukuran usability sistem menggunakan use questionnaire pada aplikasi android. JSI: Jurnal Sistem Informasi (E-Journal), 6(1). https://doi.org/10.36706/jsi.v6i1.772 Ranang, A. S., Basnendar, H., & Asmoro, N. P. (2010). Animasi Kartun dari analog sampai digital. Jakarta: Indeks.Stamp, R., Schembri, A., Fenlon, J., & Rentelis, R. (2015). Sociolinguistic variation and change in British sign language number signs: Evidence of leveling?. Sign Language Studies. 15(2), 151“181. https://doi.org/10.1353/sls.2015.0001Sukintaka. (2004). Teori Pendidikan Jasmani (Filosofi, Pembelajaran dan Masa Depan). Bandung: Penerbit Nuansa.Sudarsono, Blasius. (2003). Menuju Era Baru Dokumentasi. Jakarta: LIPI Press.Suwiryo, A. I. (2013). Mouth movement patterns in Jakarta and Yogyakarta Sign Language: A preliminary study. Hong Kong: CUHK dissertation.Utami, D. (2011). Animasi Dalam Pembelajaran. Majalah Ilmiah Pembelajaran, 7(1). https://doi.org/10.17509/jpp.v16i1.2487  Wijaya, L. L. (2018). Bahasa Isyarat Indonesia Sebagai Panduan Kehidupan Bagi Tuli. http://repositori.kemdikbud.go.id/id/eprint/11034  Yuni, N. (2014). Studi Komparatif Ketrampilan Komunikasi Interpersonal Antara Pengguna Bahasa Isyarat SIBI dengan BISINDO. UniversitasMuhammadiyah Malang, Malang.Yohanes, J. A., Arjawa, I. G. P. B. S., & Punia, I. N. (2013). Bahasa Isyarat Indonesia Dalam Proses Interaksi Sosial Tuli dan œMasyarakat Dengar di Kota Denpasar. OJS Unud, 1-15.  https://doi.org/10.33322/petir.v15i1.1289Yuningsih, F., Hadi, A., & Huda, A. (2018). Rancang bangun animasi 3 Dimensi sebagai media pembelajaran pada mata pelajaran Menginstalasi PC. Voteteknika (Vocational Teknik Elektronika dan Informatika), 2(2). https://doi.org/10.24036/voteteknika.v2i2.4069.
ANALISIS KREATIVITAS MENGGAMBAR FLORA MELALUI METODE EKSPRESI BEBAS SISWA KELAS VI SD 5 GONDANGMANIS Anggi Deswanty; Nur Fajrie; Lintang Kironoratri
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.50137

Abstract

At the elementary school education level, students art education is focused on handicraft skills, one of which is the art of drawing. However, students creativity in drawing is still not optimal. So this study was conducted with the aim of analyzing the creativity of grade VI students at SD 5 Gondangmanis in drawing flora using the expression method and evaluating the inhibiting factors of student drawing creativity. This study uses a narrative qualitative methods with data collection through observation, interviews, and documentation. The data analysis technique used in this study with data reduction, data presentation, and data verification (conclusion drawing). The results of this study show that the majority of grade VI students at SD 5 Gondangmanis Kudus Regency have a low level of creativity. Based on assessment report of student work on flora drawings in this study showed that 55% of students were still in the poor category with scores below 70. 9% of students were in the fair category. 18% of students are in the good category. And another 18% were in the excellent category. This study also found that the major factors that constrait students creativity in drawing flora with the free expression method are lack of calmness when creating, concern about assessment, and limitations in terms of materials or space for drawing in the free expression method.Keywords: creativity, drawing, method of free expression.AbstrakPada tingkat pendidikan Sekolah Dasar, pendidikan seni siswa difokuskan pada keterampilan kerajinan tangan salah satunya seperti seni menggambar. Namun, kreativitas siswa dalam menggambar masih belum optimal. Maka penelitian ini dilakukan untuk menganalisis kreativitas siswa kelas VI di SD 5 Gondangmanis dalam menggambar flora menggunakan metode ekspresi serta mengevaluasi faktor penghambat kreativitas menggambar siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif naratif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini dengan reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data (conclusion drawing). Hasil pada penelitian ini menunjukan bahwa mayoritas siswa kelas VI di SD 5 Gondangmanis Kabupaten Kudus memiliki tingkat kreativitas yang rendah. Data pada penilaian karya siswa hasil gambar flora pada penelitian ini menunjukan 55% siswa masih berada pada kategori kurang dengan nilai di bawah 70. 9% siswa berada pada kategori cukup. 18% siswa berada pada kategori baik, dan 18% lainnya pada kategori sangat baik. Penelitian ini juga menemukan bahwa faktor terbesar yang menghambat kreativitas siswa dalam menggambar flora dengan metode ekspresi yaitu kurangnya ketenangan saat berkreasi, adanya rasa kekhawatiran terhadap penilaian, dan keterbatasan dalam hal bahan atau ruang untuk menggambar dalam metode ekspresi bebas.Kata Kunci: kreativitas, menggambar, metode ekspresi bebas Authors:Anggi Deswanty : Universitas Muria KudusNur Fajrie : Universitas Muria KudusLintang Kironoratri : Universitas Muria Kudus ReferencesAlwi, S., & Salsabila, A. (2020). Pengaruh Reward Dan Punishment Terhadap Motivasi Siswa Dalam Muhadatsah Yaumiyyah Di Pondok Pesantren Modern Tgk. Chiek Oemar Diyan Aceh Besar. (LISANUNA): Jurnal Ilmu Bahasa Arab dan Pembelajarannya, 9(1), 60-77.Anastasya, V. E., Ristiyani, R., & Fajrie, N. (2021). Permainan Ludo sebagai upaya meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa sekolah dasar. WASIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan, 2(1) -14.Arhesa, S., Sofyan, D., & Ramadhan, M. F. (2020). Identifikasi Faktor-Faktor Penghambat Belajar Renang. Journal Respecs, 2(2), 57-62.Atira, A., Babo, R., & Muhajir, M. (2022, January). Pengaruh Model Pembelajaran Kolaboratif Berbasis Masalah Terhadap Kemampuan Pemecahan Masalah Dalam Pembelajaran Ips Siswa Kelas V Sd. In Prosiding Seminar Nasional Pendidikan Dasar.Fajrie, N. (2016). Pengenalan Kegiatan Seni Rupa untuk Anak Tunanetra dalam Upaya Mengembangkan Kemampuan Sensitivitas. Jurnal Imajinasi, 10(2), 4“158.Hariyani, T. I., Fajrie, N., & Roysa, M. (2021). Kreativitas Seni Melalui Metode Collective Painting. Jurnal Prasasti Ilmu, 1(2).Has, S. A. (2021). Upaya Guru dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa pada Masa New Normal. Atta'dib Jurnal Pendidikan Agama Islam, 2(2), 52-66.Heristian, M., Efi, A., & Budiwirman, B. (2022). MENGEMBANGKAN KARAKTER ANAK MELALUI PEMBELAJARAN SENI BUDAYA. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 410-416.Irsanin, A. S. (2023). GAMBARAN KECEMASAN SISWA KELAS VI SD NEGERI TUNGGULSARI 1 DALAM MENGHADAPI UJIAN SEKOLAH. JURNAL TALENTA, 12(2).Kironoratri, L. (2020). Komik Berbasis Pendidikan Karakter Sebagai Media Pembelajaran Memproduksi Teks Cerpen. In PROSIDING SEMINAR DAN DISKUSI PENDIDIKAN DASAR.Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). Pewarisan Budaya Melalui Tari Kreasi Nusantara. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 147-155.Nahdah, R. N., Fajrie, N., & Kironoratri, L. (2022). Hasil dan Nilai-Nilai Persepsi Anak dalam Mengapresiasi Seni Gebyok di Desa Blimbing Rejo Jepara. JIIP-Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan, 5(9), 3420-3425.Nainggolan, M., Silaban, B., & Azis, A. C. K. (2018). Analisis Karya Gambar Bentuk Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Simangumban Berdasarkan Prinsip-Prinsip Seni Rupa. Gorga Jurnal Seni Rupa, 7(2), 212-217.Pebrianty, R. D., & Pamungkas, J. (2023). Menggambar sebagai Alternatif Pendekatan Konsepsi Pendidikan Seni Rupa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 7(1), 536-547.Rosyda, H. (2019). Penggunaan Metode Ekspresi Bebas Untuk Meningkatkan Kreativitas Menggambar Anak Di RA Guppi Kabupaten Blitar. (Skripsi, Univesitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang).Safithry, E. A. (2022). Efektifitas Cognitive Behavior Theraphy Untuk Menurunkan Tingkat Kecemasan Menghadapi Ujian Pada Siswa: The Effectiveness Of Cognitive Behavior Theraphy To Reduce Students' Examination Anxiety Level. Suluh: Jurnal Bimbingan Dan Konseling, 8(1), 35-44.Septaria, L., & Wulandari, R. (2023). Penerapan Metode Ekspresi Bebas Untuk Meningkatkan Kreativitas Menggambar Anak Kelompok Bermain Usia 5-6 tahun. Jurnal Pendidikan, Sains Dan Teknologi, 2(2), 171-175.Wahyuni. (2017). Kemampuan Menggambar Bentuk Siswa Kelas VII SMP NEGERI 1 Bolo Kabupaten Bima Nusa Tenggara Barat. (Skripsi, Universitas Negeri Makassar).
KAJIAN KEBUTUHAN PRODUK DESAIN PADA MUSEUM PRABU GEUSAN ULUN SEBAGAI TEMPAT WISATA EDUKASI SEJARAH Amalia Rachma Attorik; Morinta Rosandini
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.53160

Abstract

 The Prabu Geusan Ulun Museum, which is located in Sumedang Regency, has the potential to be an educational tourism destination. However, the Prabu Geusan Ulun Museum has had obstacles in expanding its existence to the wider community. The lack of artistic and design touches on supporting assets hampers the progress of the museum organization. The aim of this research is to present a design product as a solution to the process of strengthening and introducing the Prabu Geusan Ulun Museum to create the image and character of the museum. Based on practical design theory in Indonesia, it is divided into 3 groups, namely industrial design, graphic design and interior design. This research uses qualitative methods with data collection techniques namely literature study, observation and interviews. The results of this research are based on practical theory in Indonesia, namely, industrial design produces merchandise, creates supporting designs for public facilities, and creates designs for outdoor stages or system exhibitions, while graphic design produces sign systems, short films in the form of documentation of activities or attractions held at the Prabu Museum Geusan Ulun, and Instagram post template design. Providing design products that suit the image and needs of the Prabu Gesuan Ulun Museum by utilizing and developing potential by implementing it in design products is expected to help introduce the existence of the Prabu Geusan Ulun Museum to the wider community.Keywords: Museum Prabu Geusan Ulun, Design Products.AbstrakMuseum Prabu Geusan Ulun yang terletak di Kabupaten Sumedang mempunyai potensi sebagai destinasi wisata edukasi, pada keberjalanan museum Prabu Geusan Ulun memiliki kendala dalam memperluas eksistensinya kepada masyarakat luas. Minimnya sentuhan seni dan desain pada aset pendukung membuat terhambatnya perkembangan kemajuan organisasi museum. Tujuan penelitian ini yaitu menghadirkan produk desain sebagai solusi pada proses penguatan dan pengenalan Museum Prabu Geusan Ulun untuk menciptakan citra dan karakter museum. Berdasarkan teori desain praktis di Indonesia dibagi menjadi 3 kelompok, yaitu desain industri, desain grafis, dan desain interior. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data ialah studi literatur, observasi, dan wawancara. Hasil dari penelitian ini berdasarkan teori praktis di Indonesia yaitu, desain industri menghasilkan merchandise, membuat desain penunjang sarana umum, dan membuat desain panggung luar atau pameran bersistem, sedangkan desain grafis menghasilkan sign system, film pendek berupa dokumentasi kegiatan atau atraksi yang dilaksanakan di Museum Prabu Geusan Ulun, dan desain template postingan Instagram. Mengadakannya produk desain yang sesuai dengan citra dan kebutuhan Museum Prabu Gesuan Ulun dengan memanfaatkan serta mengembangkan potensi dengan mengimplementasikannya pada produk desain diharapkan dapat membantu memperkenalkan keberadaan Museum Prabu Geusan Ulun kepada masyarakat luas.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Amalia Rachma Attorik : Universitas TelkomMorinta Rosandini : Universitas Telkom References:Angeline, W., Nurusholih, S., & Syafikarani, A. (2023). Perancangan Strategi Promosi Koleksi      Museum Prabu Geusan Ulun Melalui Pameran Augmented Reality. e-Proceedings of                 Art & Design, 10(5).Fadli, M. R. (2021). Memahami Desain Metode Penelitian Kualitatif. Humanika, Kajian Ilmiah Mata Kuliah Umum, 21(1), 33-54. 10.21831/hum.v21i1.Faradita, N. C., Martono, S., Yurisma, D. Y. (2023). Perancangan Destination Branding Kawasan Pantai Pucanglaban Sebagai Upaya Meningkatkan Brand Awareness. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(2), 374-379. https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.49570Gantina, D., Boediman, S. F., Nurbaeti, N., & Gunawijaya, J. (2021).Museum Prabu Geusan Ulun Kabupaten Sumedang Sebagai Daya Tarik Wisata Kabupaten Sumedang. Jurnal Pariwisata Trisakti, 26(3), 233-242. https://doi.org/10.30647/jip.v26i3.1583Meisari, Y., Cardiah, T., & Raja, M. T. M. (2021). Redesain Interior Museum Prabu Geusan Ulun. eProceedings of Art & Design, 8(2).Mendayun, A. I. (2020). E-Book Profile Museum Prabu Geusan Ulun. Sumedang: Yayasan Nazhir Wakaf Pangeran Sumedang.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun.Hasil Wawancara Pribadi: 3 April 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mendayun, A. I. (2023), œKebutuhan Museum Prabu Geusan Ulun. Hasil Wawancara Pribadi: 7 Juni 2023, Museum Prabu Geusan Ulun.Mudawamah, N. S. (2021). Pengelolaan Koleksi di Museum Musik Indonesia sebagai Upaya Pelestarian Warisan Budaya. Fihris: Jurnal Ilmu Perpustakaan dan Informasi, 16(1), 1-20.  https://doi.org/10.14421/fhrs.2021.162.1-20Oetari, J., Ciptandi, F., & Rosandini, M. (2023). Analisis Visual Artefak Budaya Makuta Binokasih Sang Hyang Pake. Jurnal Rupa, 8(1), 6-7. https://doi.org/10.25124/rupa.v8i1.5592Prihatin, P., Sunarmi., & Soerwalan, S. (2024) Menglobalisasikan Bendawi Kriya Di Museum Prabu Geusan Ulun Di Sumedang, Jawa Barat. Gorga: Junal Seni Rupa, 13(1), 118-126. https://doi.org/10.24114/gr.v13i01.55528Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2000). Tinjauan Desain. Penerbit Institut Teknologi Bandung. Tanpa Tahu
TRADISI PEUSIJUK SEBAGAI INSPIRASI PENCIPTAAN DESAIN MOTIF ACEH PADA MEDIA BATIK Putri Dahlia; Fauziana Izzati; Sartika Br Sembiring
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50782

Abstract

Peusijuk is a tradition of the Acehnese people as a form of gratitude for the achievements achieved in life, obtaining peace and tranquility. The peusijuk procession is carried out at certain moments, such as peusijuk at wedding ceremonies, ceremonies for moving to a new house, ceremonies when going abroad, when going on the pilgrimage, peusijuk keureubeuen (qurban), peusijuk for women divorced by their husbands, fights, hostility, so that it can be reconciled. In the realm of fine arts, we have never taken peusijuek as an object to make a craft work, especially batik pattern designs. The motifs applied to Acehnese batik are generally traditional Acehnese motifs. This creation aims to create Acehnese batik motif designs as a medium, based on the peusijuk tradition. The method used in this creation consisted of four steps, namely: pre-design stage (soul's journey), design (alternative sketches and selected designs), realization (application of selected pattern designs using batik media), and presentation (exhibition of works of art). This creation resulted in 5 new motifs with peusijuk pattern designs, namely Oen Sinijuek, Oen Manek Manoe, Oen naleung samboe, Sijuek, Peureutek. These five patterns have meanings in accordance with the philosophy of the Peusijuk tradition. The resulting patterns can be used as references for further research regarding creative patterns that originate from Acehnese traditions. It is hoped that the creation of these peusijuk pattern designs will have an influence on Acehnese batik craft industry, because it is hoped that through the research on this artwork, Acehnese batik products and its regional culture will become increasingly known through the creation of creative patterns.Keywords: peusijek, design, patterns, batik. AbstrakPeusijuk merupakan tradisi dalam masyarakat Aceh sebagai bentuk rasa syukur atas pencapaian yang diraih dalam kehidupan, mendapatkan ketenteraman, dan kedamaian. Prosesi peusijuk dilakukan pada momen tertentu, seperti peusijuk pada upacara perkawinan, upacara tinggal di rumah baru, upacara hendak merantau, pergi/naik haji, peusijuk keureubeuen (kurban), peusijuk perempuan diceraikan suami, perkelahian, permusuhan, sehingga didamaikan. Pada ranah seni rupa, belum pernah mengambil peusijuek sebagai objek untuk dijadikan sebuah produk kriya khusunya desain motif batik.  Motif yang diterapkan pada batik Aceh pada umumnya yaitu motif tradisional Aceh. Penciptaan ini  bertujuan untuk membuat desain motif Aceh pada media batik berdasarkan tradisi peusijuk. Metode penciptaan yang digunakan terdiri dari empat langkah, yaitu: tahap pra-perancangan (pengembaraan jiwa), perancangan (sketsa alternatif dan desain terpilih), perwujudan (penerapan desain motif terpilih menggunakan media batik), dan penyajian (pameran karya seni). Hasil penciptaan desain motif peusijuk menghasilkan 5 motif baru yaitu Oen Sinijuek, Oen Manek Manoe, Oen naleung samboe, Sijuek, Peureutek. Lima motif tersebut memiliki makna sesuai dengan filosofi dari tradisi Peusijuk.  Motif yang dihasilkan dapat dijadikan sebagai acuan atau referensi bagi penelitian selanjutnya mengenai motif kreasi yang berangkat dari tradisi Aceh. Penciptaan desain motif peusijuk dapat berpengaruh terhadap industri kerajinan batik yang ada di Aceh karena diharapkan melalui penelitian karya seni ini produk batik Aceh serta kebudayaan daerah Aceh semakin dikenal melalui penciptaan motif kreasi.Kata Kunci: peusijuek, desain, motif, batik. Authors:Putri Dahlia : Institut Seni Budaya Indonesia AcehFauziana Izzati : Institut Seni Budaya Indonesia AcehSartika Br Sembiring : Institut Seni Budaya Indonesia Aceh References:Aulia. (2023), œPenggunaan Motif pada Batik Aceh. Hasil Wawancara Pribadi: 15 Juli 2023, Aceh.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga : Jurnal Seni Rupa 12(1), 1-10.Hendriyana, H. (2018). Metodologi Penelitian Penciptaan Karya. Bandung: Sunan Ambu Press.Ismail, B. (2003). Mesjid dan Adat Meunasah sebagai Sumber Energi Budaya Aceh. Banda Aceh: Gua Hira.Purba, M. G. M. B., & Atmojo, W. T. (2023). Penciptaan Desain Produk T-Shirt Dengan Teknik Batik Tulis Bermotif Ornamen Batak Toba. Gorga : Jurnal Seni Rupa 12(1),250-257.Mittler, G., & Ragans, R. (2005). Understanding Art. Woodland Hills: Glencoe/McGraw-Hill.Noviana, N. (2018). Integritas Kearifan Lokal Budaya Masyarakat Aceh dalam Tradisi Peusijuk. Deskovi: Art and Design Journal. 1(1), 29-34.
SUITABILITY OF GARETH KERSHAW SYSTEM PANTALOON PATTERN ON TALL-FAT INDONESIAN ADULT MEN Kholizah Kholizah; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62689

Abstract

The Gareth Kershaw pantaloon pattern is not yet known whether it is suitable for tall, fat Indonesian adult men. The purpose of this study was to describe the weaknesses, how to improve, and adjust the Gareth Kershaw pantaloon pattern for tall, fat Indonesian men. The type of research used is applied research. The object of the study is the Gareth Kershaw pantaloon pattern, which was tested on tall, fat Indonesian adult men with a height of 178 cm and a weight of 73 kg. The research instrument used was a questionnaire using a Likert scale. The assessment was carried out by 3 panelists, namely those who were skilled and experts in men’s clothing. The data analysis technique used was descriptive statistics in the form of percentage formula calculations using Microsoft Excel. The results of the study showed that the Gareth Kershaw pantaloon pattern had weaknesses in the following sections: 1) hip circumference, 2) thigh circumference, 3) trouser length. The weaknesses were corrected in the pattern and trousers to produce a Gareth Kershaw pantaloon pattern that was suitable for tall, fat Indonesian adult men.
ANALISIS PERBEDAAN HASIL BORDIR MESIN MANUAL (KERANCANG) MEMAKAI BENANG SEKOCI YANG TIDAK SAMA DI KAIN DUCHESS Zafirah Afaf; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50994

Abstract

This study is based on the background of the many found embroideries that are less balanced between the lifeboat thread and the material so that the embroidery results look stiff on the material that is loose or vice versa. The purpose of this study is to obtain an explanation of the description of the results of manual machine embroidery of designs on duchess  fabric using lifeboat threads such as embroidery thread, sewing thread, and obras thread and to obtain an explanation of the effect of different lifeboat threads on the finished results of manual machine embroidery on duchess  fabric. This research uses an experimental system. The object studied was the result of manual machine embroidery on duchess  fabric using lifeboat thread in the form of sewing thread, obras thread, and embroidery thread. The assessors in the study were 5 validators. The instrument in this research is through a questionnaire. The results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of sewing thread are "very neat, very stable, and soft". Then, the finished result of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of obras thread is "neat, stable, and soft". Furthermore, the results of manual machine embroidery (sassy) using lifeboat thread in the form of embroidery thread are "very neat, very stable, and very soft". The results of embroidery on duchess  fabric are influenced by the use of different lifeboat threads. Also, if you want to produce embroidery whose results are very soft, very neat, and very stable on bridal materials, it is recommended to use lifeboat threads in the form of embroidery threads.Keywords: thread, sassy embroidery, duchess , lifeboat. AbstrakRiset ini berlatar belakang dari banyaknya ditemukan bordiran yang kurang seimbang antara benang sekoci dengan bahan sehingga hasil bordirannya terlihat kaku pada bahan yang melangsai atau sebaliknya. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk memperoleh penjelasan tentang uraian hasil bordir kerancang mesin manual di kain duchess dengan memakai benang sekoci seperti benang bordir, jahit, dan benang obras serta untuk mendapatkan penjelasan tentang pengaruh benang sekoci yang berbeda terhadap hasil jadi bordir mesin manual di kain duchess. Riset ini memakai sistem eksperimen. Objek yang diteliti ialah hasil bordir kerancang mesin manual pada kain duchess memakai benang sekoci berupa benang jahit, benang obras, dan benang bordir. Penilai pada penelitian ialah 5 orang validator. Instrumen pada riset ini melalui kuesioner. Hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang jahit adalah œsangat rapi , sangat stabil, dan lembut. Lalu, hasil jadi bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang obras adalah œrapi, stabil, dan lembut. Selanjutnya, hasil bordir mesin manual (kerancang) memakai benang sekoci berupa benang bordir adalah œsangat rapi, sangat stabil, dan sangat lembut. Hasil bordir kerancang dikain duchess dipengaruhi oleh penggunaan benang sekoci yang berlainan. serta, jika ingin menghasilkan bordiran yang hasilnya sangat lembut, sangat rapi, dan sangat stabil di bahan bridal disarankan menggunakan benang sekoci berupa benang border.Kata Kunci: benang, bordir kerancang, duchess , sekoci. Authors:Zafirah Afaf : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Arleni, I. (2023). œPenggunaan Benang Sekoci Untuk Bordir Kerancang. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Juli 2023, Universitas Negeri Padang.Bastaman, W. N. U., & Fadliani, T. N. I. (2020). Pengembangan Motif Bordir Kerancang Tasikmalaya dengan Software JBatik. Dinamika Kerajinan dan Batik, 37(2), 371632.Bernette, M. (2020). 13 Jenis Benang Jahit Yang Digunakan Untuk Menjahit atau Menghias Pakaian. Diakses pada tanggal 9 Maret 2023. https://shop.mybernette.id/Budiyono, Sudibyo, W., Herlina, S., Handayani, S., Parjiyah, Pudiastuti, W., Palupi, D. S., Syamsudin, Irawati, & Parjiyati. (2008). Kriya Tekstil Jilid 2. In Paper Knowledge. Toward a Media History of Documents (Vol. 3). Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Ernawati, Izwerni, & Nelmira, W. (2008). TATA BUSANA SMK JILID 2. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hasyim, H. (2009). Bordir Aplikasi. Surabaya: Tiara Aksa.Nelmira, W., Adriani, & Halmawati. (2021). Desain Motif , Alat dan Proses Pembuatan Kerajinan Bordir Kerancang Bukittinggi. Jurnal Pendidikan Tambusai, 5, 542“550. https://jptam.org/index.php/jptam/article/view/Noerati, Gunawan, Ichwan, M., & Sumihartati, A. (2013). Teknologi Tekstil. Academia.Edu, 382.Nurdhani, D. P. A., & Wulandari, D. (2016).Teknik Dasar Bordir (B.Trimansyah (ed.)). Direktorat Pembinaan Kursus dan Pelatihan.Poespo, Goet. (2005). Pemilihan Bahan Tekstil. Yogyakarta: Kanisius.Prawirosentono, S. 2004. Filosofi Baru Tentang Manajemen Mutu Terpadu Total Quality Management Abad 21 Studi Kasus & Analisis. Jakarta: PT. Bumi Aksara.Ramadhani, S. A., & Nelmira, W. (2023). Transformasi Motif Burung Merak Pada Produk Bordir Kebaya Di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12 (November 2022). https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Sugiyono, S. (2022). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.Suhersono, H. (2005). Desain Bordir Motif Fauna. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2011). Mengenal Lebih Dalam Bordir Lukis Transformasi Seni Kriya Ke Seni Lukis. Jakarta: Dian Rakyat.Suliyanthini, D. (2016). Ilmu Tekstil. In PT Raja Grafindo Persada (Vol. 290, Issue 1).Susiani, R., & Ernawati, E. (2019). Strategi Produk Bordir di Kapalo Koto, Koto Tangah Simalanggang, Kota Payakumbuh (Studi Kasus di Usaha Bordir Limpapeh (Kebaya). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 111-119. https://jurnal.unimed.ac.id/2012/index.php/gorga/article/view/.Veera Zahara, S., & Mukhirah, F. (2018). Daya Tarik Wisatawan pada Produk Kerajinan Bordir Aceh. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, 3(1). https://jim.usk.ac.id/pkk/article/view/15693/.Yuliarma, Y. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.Zyahri, M. (2013). Pengantar Ilmu Tekstil 2. In Kemendikbud.
PERUMUSAN KONSEP DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR RUMAH TINGGAL Adisti Ananda Yusuff; Erina Wiyono; Indra Gunara Rochyat
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58638

Abstract

 Nowadays, building a house is not only to be a shelter, but a house becomes a reflection of the status and social position of its occupants. reflection of the status and social standing of its occupants. In principle, interior designers have an effort to solve a problem that exists and is related to the interior of a room. related to the inside of a room. Interior designers can create a concept that is in accordance with the character and needs of the problems needed by residential users. The purpose of this research is as a guideline for formulating concepts in the design of residential interiors for the world of education in lectures. for the world of education in lectures. The method used in this This research is a qualitative method through a case study approach. By collecting data from the literature, the theory that will be used is obtained and then analyzed and represented to show the concept of interior design of residential houses for the world of education in lectures. then analyzed through 3 stages, namely potential research results by going through 3 stages, namely data reduction, data display, and verification. data, and verification. The result of this research is a formulation of concepts in the form of strategic stages of division of the stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be stages of analysis, synthesis, and evaluation for designers and students to be a reference in making residential design concepts. concept of residential design. In addition, this research can also used as a reference for the stages in implementation in determining the concept of interior design of a residential house.Keywords: conceptualization, interior design, residentialAbstrakSaat ini membangun sebuah rumah tinggal bukan hanya untuk menjadi tempat berlindung saja, namun rumah tinggal menjadi sebuah cerminan dari status dan kedudukan sosial penghuninya. Secara prinsip, desainer interior memiliki upaya untuk memecahkan sebuah permasalahan yang ada dan berkaitan dengan bagian dalam sebuah ruangan. Desainer interior dapat membuat sebuah konsep yang sesuai dengan karakter dan kebutuhan atas permasalahan yang dibutuhkan oleh pengguna rumah tinggal. Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai pedoman untuk merumuskan konsep dalam perancangan interior rumah tinggal bagi dunia Pendidikan didalam perkuliahan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini merupakan metode kualitatif melalui pendekatan studi kasus. Dengan mengumpulkan data dari litelatur didapatkan teori yang akan digunakan yang terkait kemudian dilakukan analisis melalui 3 tahap yaitu reduksi data, display data, dan verivikasi. Hasil pada penelitian ini merupakan sebuah perumusan konsep berupa tahapan strategi pembagian tahapan analisis, sintesis, dan evaluasi bagi desainer dan juga mahasiswa untuk menjadi acuan dalam pembuatan konsep perancangan rumah tinggal. Selain itu penelitian ini juga dapat dijadikan sebagai acuan tahapan dalam pelaksanaan dalam menentukan konsep perancangan interior rumah tinggal.Kata Kunci: konseptualisasi, desain interior, rumah tinggalAuthors:Adisti Ananda Yusuff : Universitas Esa UnggulErina Wiyono : Universitas Esa UnggulIndra Gunara Rochyat : Universitas Esa Unggul ReferencesAdiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan Pt Pindad. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.20741Andeska, N., & Rahmawati, R. (2021). Kajian Estetika Pada Rumah Adat Aceh Besar Taman Ratu Safiatuddin. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 80. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.24736Cahyani, S. D., Poerwoningsih, D., & Wahjutami, E. L. (2019). KONSEP HUNIAN ADAPTIF SEBAGAI UPAYA PENANGANAN RUMAH TINGGAL TIDAK LAYAK HUNI TERHADAP RESISTENSI PENYAKIT INFEKSI. Mintakat: Jurnal Arsitektur, 20(2), 83“95. https://doi.org/10.26905/mj.v20i2.3800Ching, F. D. K., & Binggeli, C. (2012). Interior Desing Illustrated (3rd ed.). y John Wiley & Sons, Inc., Hoboken, New Jersey.Miles, M. B., Huberman, A. M., & Saldana, J. (2014). Qualitative Data Analisys (Helen Salmon (ed.); 3rd ed.). SAGE Publications.Santosa, A. (2014). PENDEKATAN KONSEPTUAL DALAM PROSES PERANCANGAN INTERIOR. Dimensi Interior, 3(2).Sunarmi. (2013). Pendekatan Pemecahan Desain Interior Rumah Tinggal. Ornamen, 10(1), 41“56.Wicaksono, A. A., & Tisnawati, E. (2014). Teori interior. Griya Kreasi.
NGABEN BIKUL DALAM PENCIPTAAN SENI LUKIS Nanda Kadek Darmayanta
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.54667

Abstract

 This creation is a process of getting to know, understand and discuss a unique and interesting tradition called Ngaben Bikul in Bedha Tabanan Village, Bali, through the visual language of paintings. Ngaben Bikul is an ancestral tradition of eradicating rat pests that disturb farmers in Bedha Tabanan Village, Bali. Through this Ngaben Bikul, the community can also foster ties of brotherhood and mutual cooperation activities which are very strong in the implementation process. It is said to be unique and interesting because the main object in its implementation uses animals, namely mice (bikul). This is different from the cremation in general which is held for the ceremony of burning human corpses. Ngaben Bikul is a form of respect for the universe that exists in the Balinese Hindu concept of the Tri Hitta Karana teachings, as humans can maintain a good relationship with nature which is so glorified so that a harmonious and balanced life is created. The author uses a creation method that refers to practice based research, which is research based on practice based in and through, where in the process the author not only focuses on existing references but also has creativity in creating a work, feeling, experiencing, contemplating, exploring, and so on. until two paintings were created which succeeded in depicting many meanings related to the Ngaben Bikul tradition itself. Through this creation, the author can create and convey through visual language an artifact related to Ngaben Bikul, which in the future it is hoped that the Ngaben Bikul tradition can continue to be preserved and maintain its existence, especially for the next generation of young people so that the traditions that have been passed down do not fade and then disappear with time. This work is also a space for thought, reflection, and interesting discussion material for further study.Keywords: Creation of painting, Ngaben Bikul.AbstrakPenciptaan ini merupakan suatu proses untuk mengenal, memahami, dan membahasakan sebuah tradisi unik dan menarik yang di sebut Ngaben Bikul di Desa Bedha Tabanan Bali melalui bahasa visual karya lukisan. Ngaben Bikul merupakan suatu tradisi warisan leluhur dalam memberantas hama tikus yang mengganggu para petani di Desa Bedha Tabanan Bali. Melalui Ngaben Bikul ini pula masyarakat dapat memupuk tali persaudaraan dan kegiatan gotong royong yang begitu terasa kental dalam proses pelaksanannya. Dikatakan unik dan menarik karena objek utama dalam pelaksanaannya menggunakan hewan, yaitu tikus (bikul). Berbeda dengan ngaben pada umumnya yang dilaksanakan untuk upacara pembakaran mayat manusia. Ngaben Bikul sebagai salah satu wujud penghormatan terhadap alam semesta yang telah ada dalam konsep Hindu Bali tentang ajaran Tri Hitta Karana, sebagaimana manusia dapat menjaga hubungan baik dengan alamnya yang begitu dimuliakan sehingga terciptalah kehidupan yang harmonis dan seimbang. Penulis menggunakan metode penciptaan yang mengacu pada practice based research, merupakan penelitian berdasarkan praktik yang berbasis in and through, di mana dalam prosesnya penulis tidak hanya berkutat pada referensi yang ada tetapi juga berkreatifitas menciptakan sebuah karya, merasakan, menghayati, merenungkan, mengeksplorasi, dan sebagainya, hingga tercipta dua buah karya lukisan yang berhasil menggambarkan begitu banyak makna terkait tentang tradisi Ngaben Bikul itu sendiri. Melalui penciptaan ini penulis dapat menciptakan dan menyampaikan melalui bahasa visual sebagai artefak terkait Ngaben Bikul, yang nantinya diharapkan tradisi Ngaben Bikul ini dapat terus dilestarikan dan dijaga eksistensinya terutama untuk anak-anak muda generasi mendatang agar tradisi yang telah diwariskan tidak memudar dan lantas menghilang termakan jaman. Karya ini juga sebagai ruang berfikir, perenungan, serta bahan diskusi yang menarik untuk dikaji lebih lanjut.Kata Kunci: Penciptaan seni lukis, Ngaben Bikul Author:Kadek Nanda Darmayanta : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Anandakusuma, S. R. (1986). Kamus Bahasa Bali. Kayu Mas Agung.Budiwirman, B., Syeilendra, S., Ramadhan, A., & Syafei, S. (2023). SENI TRADISIONAL DALAM SENI MUSIK MODREN: ANALISIS BERDASARKAN NILAI PENDIDIKAN. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 108. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.27135Campbell, D. (1986). Mengembangkan Kreativitas. Penerbit Kanisius.Feldman, E. B. (1991). Seni Sebagai Ujud Dan Gagasan Bagian Dua, Tiga. Fakultas Seni Rupa Dan Disain Institut Seni Indonesia.Hannula, M., Suorantha, J., & Vaden, T. (2005). Artistic Research: Theories, Methods and Practices. Academy of Fine Arts, Helsinki, Finland and University of Gothenburg/ArtMonitor.Mikaresti, P., & Mansyur, H. (2022). PEWARISAN BUDAYA MELALUI TARI KREASI NUSANTARA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 147. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.33333Nofiyanti, N., & Efi, A. (2022). KRITIK SENI DAN FUNGSI MELAKUKAN KRITIK SENI. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 276. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.34618Parmajaya, I. P. G. (2018). Implementasi Konsep Tri Hita Karana Dalam Perspektif Kehidupan Global: Berpikir Global Berprilaku Lokal. Purwadita: Jurnal Agama Dan Budaya, 2.Peters, J. H., & Wardana, W. (2013). Tri Hita Karana: The Spirit of Bali. Kepustakaan Populer Gramedia.Susanto, M. (2018). Diksi Rupa: Kumpulan Istilah dan Gerakan Seni Rupa. DictiArt Laboratory.Swastika, I. K. P. (2008). Ngaben. CV. Kayumas Agung.Zoetmulder, P. J. (1995). Kamus Jawa Kunnnna - Indonesia. Gramedia Pustaka Utama.Zuliati, Z. (2016). Kelompok Pita Maha: Gerak Menuju Seni Lukis Modern Bali. Journal of Urban Society™s Arts, 3(1), 44“53. https://doi.org/10.24821/jousa.v3i1.1479 
DEVELOPMENT OF INTERACTIVE E-MODULES ON DRAWING FEMALE BODY ANATOMY COMPARISON OF 11xHEAD HEIGHT IN CLASS X Nur Amelia Sari; Agusti Efi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62803

Abstract

Students of SMK Negeri 3 Kota Solok have difficulty learning the basics of fashion learning material on drawing body anatomy as a basis for designing clothes. Therefore, the development of interactive e-modules aims to be an alternative means to help in learning the basics of fashion. This study uses a 4D (four D) development model, consisting of Define, Design, Development, and Disseminate, and this study was only carried out up to the development stage. The data collected from this study are data analysis of media validity tests and practicality tests. Based on the results of the study, it can be concluded that the e-module of anatomical drawings for fashion students that was developed is valid and practical, thus the interactive e-module of the material on drawing the anatomy of a woman's body with a ratio of 11xhead height is suitable for use as a learning medium at SMK Negeri 3 Kota Solok.
ANCAMAN DIGITALISASI TERHADAP KESEHATAN MENTAL ANAK SEKOLAH DASAR SEBAGAI SUMBER INSPIRASI PENCIPTAAN SENI LUKIS Erlin Oktaviani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51247

Abstract

Problems related to children show more serious attention in various cases and incidents. Recently, there has been a significant increase in child-related problems which are influenced by parents' economic conditions, congenital mental health problems, death of parents, interference in daily activities, cyber bullying, parental divorce, television shows that are not child-friendly and related to pornography social media. Being victims of the above problems, affected children are at high risk of experiencing mental health disorders which can have negative impacts in the future. The aim of making this painting is to criticize cases of children who are threatened with the impact of digitalization and disrupting their mental health. This creation method uses practice-based research methods. The painting depicts threats that can disrupt children's mental health and efforts that can be made to maintain children's mental health. Showing three popsurrealist works entitled 1) magical lanterns, 2) the burden of childhood, 3) dominated by digitalization. Painting as a medium for healing trauma is an alternative means of helping children deal with mental health problems.Keywords: digitalization, mental health, painting. AbstrakMasalah terkait anak-anak menunjukkan perhatian yang lebih serius dalam berbagai kasus maupun insiden. Baru-baru ini menunjukkan peningkatan signifikan masalah terkait anak yang dipengaruhi oleh kondisi ekonomi orang tua, problem kesehatan mental bawaan, kematian orang tua, gangguan dalam aktivitas sehari-hari, cyber bullying, perceraian orang tua, tayangan televisi yang tidak ramah anak dan pornografi terkait media sosial. Menjadi korban dari permasalahan di atas, anak-anak yang terkena dampak mempunyai risiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental yang dapat berdampak buruk di masa depan. Tujuan pembuatan lukisan ini adalah untuk mengkritisi kasus-kasus anak yang terancam dampak digitalisasi dan mengganggu kesehatan mentalnya. Metode penciptaan ini menggunakan metode practice-based research. Karya lukis menggambarkan ancaman yang dapat mengganggu kesehatan mental anak-anak dan upaya yang bisa dilakukan agar kesehatan mental anak-anak tetap terjaga. Menampilkan karya secara popsurealis sebanyak tiga karya berjudul 1) lentera magis, 2) beban masa kecil, 3) overpowered by digitalization. Seni lukis sebagai media healing trauma menjadi sarana alternatif membantu anak menangani permasalahan kesehatan mental.Kata Kunci: digitalisasi, kesehatan mental, seni lukis. Author:Erlin Oktaviani : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Ayuningtari, A. W. K. (2023). Youth Cyberbullying Sebagai Tema Penciptaan Karya Seni Lukis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 521-528.Budiwati, R., Wulandari, M. D., & Darsinah, D. (2022). Pengaruh Gadget Terhadap Kemampuan Interaksi Sosial Siswa Sekolah Dasar. Jurnal Ilmiah Wahana Pendidikan, 8(13). https://doi.org/10.5281/zenodo.6962646.Harianja, N. (2022). Sosialisasi Digital Parenting Dalam Mengatasi Dampak Negatif Penggunaan Handphone di Kelurahan Padangmatinggi. Jurnal Nauli, 1(2), 46-53. https://jurnal.ugn.ac.id/index.php/jurnalnauli.Maftukha, N. (2017). Art Therapy Seni Lukis Ekspresif untuk Penderita Gangguan Kejiwaan di Unit Informasi Layanan Sosial (Uils) Meruya. Narada, 4(3), 325-333.Rahmi, R. I., & Asril, A. (2022). My Childhood Memories: Penciptaan Karya Seni Lukis Dekoratif. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 489-496.Seragih, Y. G., & Azis, A. C. K. (2021). Tinjauan Hasil Gambar Ilustrasi Kartun dengan Objek Binatang. Ekspresi Seni: Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni, 23(2), 302-318.Smith, H., & Roger, T. D. (2009). Practice-led Research, Research-led Practice in the Creative Arts. London: Edinburgh University Press.Sukiakhy, K. M., Zulfan, Z., & Aulia, O. (2022). Penerapan Metode Certainty Factor Pada Sistem Pakar Diagnosa Gangguan Mental Pada Anak Berbasis Web. Cyberspace: Jurnal Pendidikan Teknologi Informasi, 6(2), 119-129.Tinambunan, D., Agniaty, N., & Ekayuni, Y. (2021, June). Persoalan Perkembangan Dan Kesehatan Mental Anak Usia 6-12 Tahun pada Masa Pandemi COVID-19: Analisis Hasil-hasil Penelitian Lintas Budaya. In Unusia Conference (Vol. 1, No. 1, pp. 13-28).Miyarta, I. N., Gunalan, S., & Haryono, H. (2023). Komunikasi Estetik Dalam Visual Lukisan Karya Tarfi Abdullah. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 196-203.