cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 806 Documents
SEMIOTIC ANALYSIS OF KAONASHI'S CHARACTER TRANSFORMATION IN THE MOVIE SPIRITED AWAY BY HAYAO MIYAZAKI Dinan Difitrian; Sukmawati Saleh
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62309

Abstract

This research aims to analyze the symbolism of Kaonashi's character in the animated film "Spirited Away" by Hayao Miyazaki using a semiotic approach from Charles Sander Peirce's theory. This approach was chosen to reveal the deep meanings contained in Kaonashi's character through signs, objects, and interpretants contained in the movie. Semiotic analysis will show how these characters reflect internal and social conflicts, as well as how interactions with the environment affect character development. This research enriches the understanding of character design in animated films and its contribution to deeper and more meaningful narratives. The research method used is descriptive qualitative by analyzing data obtained from films, art books, behind-the-scenes videos, and various additional sources. The results show that Kaonashi's character undergoes three main stages of transformation that reflect changes in his identity and the meaning he carries. In the first stage, Kaonashi is depicted as a lonely and ignored figure, who simply stays on the bridge of the spirit world. In the second stage, Kaonashi becomes greedy and loses control while in the spirit bath, showing the negative impact of greed and the need for recognition. In the third stage, Kaonashi finds peace and acceptance at Zeniba's house, showing the transformation to a calmer and more accepted identity. The conclusion of this study is that Kaonashi represents emptiness, loneliness, and confusion of direction as interactions with the environment affect character development, as in the lives of people around the world.KEYWORDSsemiotics, character transformation, spirited awayAUTHORSDinan DifitrianSukmawati SalehREFERENCESAbramovitch, S. (2021). Hollywood Flashback: œSpirited Away Broke Records and Made Oscar History. Hollywoodreporter.Com. https://www.hollywoodreporter.com/movies/movie-news/spirited-away-film- oscars-records-history-1235052088/ Blazer, L. (2015). Animated Storytelling: Simple Steps For Creating Animation and Motion Graphics. Peachpit Press. Dewi, F. N., & Mutiaz, I. R. (2023). MUATAN BUDAYA CHINA DALAM DESAIN KARAKTER YUN JIN GAME GENSHIN IMPACT. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 12(2), 295. https://doi.org/10.24114/gr.v12i2.49133 Halim, B., & Yulius, Y. (2023). ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE PADA FILM œSELESAI. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 12(1), 63. https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.41423 Kartini, K., Fatra Deni, I., & Jamil, K. (2022). Representasi Pesan Moral Dalam Film Penyalin Cahaya. SIWAYANG Journal: Publikasi Ilmiah Bidang Pariwisata, Kebudayaan, Dan Antropologi, 1(3), 121“ 130. https://doi.org/10.54443/siwayang.v1i3.388 Khaira, F., Jamarun, N., & Minawati, R. (2022). Mise En Scene Dalam Film Surat Kecil Untuk Tuhan. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 11(2), 288. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.37425 Miyazaki, H. (2002). The Art of Spirited Away. VIZ Media LLC. Nismoro, R. (2024). Analisis Perilaku Karakter Marisol Dalam Film A Man Called Otto Sebagai Representasi Kepedulian Sosial. 3, 26“46.Sasmita, U. (2017). Representasi Maskulinitas dalam Film Disney Moana (Analisis Semiotika Charles Sanders Pierce). Jurnal Online Kinesik, 4(2), 130.Selby, A. (2013). Animation. Laurence King Publishing. Tinarbuko, S. (2008). Semiotika komunikasi visual. Jalasutra. Weels, P., & Moore, S. (2016). The Fundamentals of Animation (2nd Editio). Fairchild Books. Wibowo, I. S. W. (2013). Semiotika komunikasi : aplikasi praktis bagi penelitian dan skripsi komunikasi (2nd ed.). Mitra Wacana Media. Yumielda, V. D., & Efi, A. (2023). Istano Basa Pagaruyung: The Functional Values of the Building Toward its Residents, The Social Community, and Educational Elements. Indonesian Research Journal in Education |IRJE|, 7(2), 450“465. https://online-journal.unja.ac.id/irje/article/view/28298 Yumielda, V. D., & Zulkifli, Z. (2022). Kajian Semiotika Peirce Pada Karya Seni Lukis di Sanggar Seni Rupa Simpassri. Visual Heritage: Jurnal Kreasi Seni Dan Budaya, 5(1), 28“38. https://doi.org/10.30998/vh.v5i1.6524 Yuniati, N. I. D., & Chudari, I. N. (2021). Analisis Nilai-nilai karakter dalam animasi riko the series sebagai alternatif pembelajaran karakter. Didaktika, 1(3), 469“478. https://doi.org/10.17509/didaktika.v1i3.38109
POLA PENCARIAN INSPIRASI MAHASISWA DKV PADA TAHAP AWAL (EARLY PHASE DESIGN) PERANCANGAN DESAIN KEMASAN MENGGUNAKAN INTERNET Muhammad Hajid An Nur; Putri Kholida
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49405

Abstract

In the design process, inspiration, whether in the form of words or visuals, plays a significant role that can be both beneficial and lead to design fixation. This research aims to examine the patterns of inspiration-seeking by Visual Communication Design (DKV) students in the initial stage of packaging design using the internet. The study employs a quantitative method, with DKV students as the research subjects. Cluster random sampling is used to select third-year DKV students at ITERA. Data is collected through an online questionnaire, and descriptive analysis is applied for data analysis. The results indicate that during the search for packaging design inspiration, students tend to prefer visually-oriented websites they visit first. Furthermore, on the second and third websites visited, the proportion of descriptive explanations (concepts and design explanations) gradually increases. This suggests that, in the initial stage, students tend to prioritize visual aspects over explanations, and later consider narratives or conceptual explanations. Some frequently visited websites include Pinterest, Behance, and Freepik. Additionally, there is no significant difference in the use of concrete and abstract keywords in the search.Keywords: design, inspiration, creativity, earlyphase.AbstrakPada proses perancangan desain, inspirasi baik dalam bentuk kata ataupun visual memiliki peran penting yang bermanfaat dan menimbulkan design fixation. Penelitian dilakukan untuk mengkaji pola pencarian inspirasi mahasiswa DKV (Desain Komunikasi Visual) pada tahap awal (early design) perancangan desain kemasan menggunakan internet. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, dimana subjek penelitian adalah mahasiswa DKV. Teknik pengambilan sampel menggunakan cluster random sampling pada mahasiswa DKV tingkat 3 di ITERA. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif. Hasil menunjukkan bahwa dalam proses pencarian inspirasi desain kemasan, mahasiswa lebih memilih laman yang lebih berorientasi visual pada situs yang pertama kali mereka kunjungi. Lebih lanjut, pada situs kedua dan ketiga yang dikunjungi, proporsi deskripsi penjelasan (konsep serta penjelasan sebuah desain) secara bertahap meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa mahasiswa cenderung lebih memilih mempertimbangkan aspek visual dibandingkan penjelasan untuk tahap awal, selanjutnya dengan melihat narasi atau penjelasan konsep. Beberapa situs yang paling sering dikunjungi diantaranya adalah Pinterest, Behance, dan Freepik. Selain itu, tidak ada perbedaan signifikan antara penggunaan jenis kata konkrit dan abstrak dalam pencarian.Kata kunci: desain, inspirasi, kreativitas, tahap-awal. Authors:Muhammad Hajid An Nur : Institut Teknologi SumateraPutri Kholida : Institut Teknologi Sumatera References:Adiluhung, H. (2021). Proses Kreatif Tim Desainer Rancang Bangun Kendaraan Tempur Kelas Ringan Pt Pindad. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 10-14.Agung, M., Asril, A., Syafwandi, S., & Movitaria, M. A. (2021). Redesign Logo Cafe dan Resto Rumah Bako Payakumbuh. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 295-301.Nur, M. H. A. (2019). Pola Penggunaan Internet Mahasiswa Desain sebagai Sumber Inspirasi pada Tahap Awal Desain (Early Phase Design). Productum: Jurnal Desain Produk (Pengetahuan dan Perancangan Produk), 3(5), 165-168.Goldschmidt, G., & Smolkov, M. (2006). Variances in the Impact of Visual Stimuli on Design Problem Solving Performance. Design Studies, 27(5), 549-569.Hwang, D., Choi, B., Bae, S., & Park, W. (2021). Mitigating Design Fixation: A Visualization Tool for Enhancing Situation Awareness. Journal of Mechanical Design, 143(6), 061402.Lego, D., Azis, A. C. K., Medan, J. W. I. P. V., & Tuan, P. S. (2022). Ilustrasi T-Shirt Gunnery Artwear. DEKAVE: Jurnal Desain Komunikasi Visual, 12(2), 116-125.Linsey, J., Tseng, I., Fu, K., Cagan, J., Wood, K., & Schunn, C. (2010). A Study of Design Fixation, Its Mitigation and Perception in Engineering Design Faculty. Journal of Mechanical Design - J MECH DESIGN, 132.Moreno, D. P., Blessing, L. T., Yang, M. C., Hernández, A. A., & Wood, K. L. (2016). Overcoming Design Fixation: Design by Analogy Studies and Nonintuitive Findings. Artificial Intelligence for Engineering Design, Analysis and Manufacturing, 30(2), 185“199.Mougenot, C., Bouchard, C., & Aoussat, A. (2007). CREATIVITY IN DESIGN - HOW DESIGNERS GATHER INFORMATION IN THE" PREPARATION" PHASE. Proceedings of IASDR 2007, pp. 11-15.Mougenot, C., Bouchard, C., AOUSSAT, A., & Westerman, S. (2008). Inspiration, Images And Design: An Investigation of Designers™ Information Gathering Strategies. J. Design Research,  7(4), 331“351.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 01.Toh, C., Miller, S., & Kremer, G. (2014). Mitigating Design Fixation Effects in Engineering Design Through Product Dissection Activities. Design Computing and Cognition ™12, 95“113.Vasconcelos, L. A., Cardoso, C., Saaksjarvi, M., Chen, C.-C., & Crilly, N. (2017). Inspiration and Fixation: The Influences of Example Designs and System Properties in Idea Generation. J. Mech. (Journal of Mechanical Design) Des 139(3).Zam, R., Dharsono, D., & Raharjo, T. (2022). Transformasi Estetik Seni Kriya; Kelahiran Dan Kriya Masa Kini. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 302.
BAJU KURUANG BASIBA BUNDO KANDUANG DI NAGARI KOTO BARU KABUPATEN SOLOK Hazri Lathifatun Nisa; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50105

Abstract

This research is about the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru, Solok Regency. The basiba basiba shirt is a typical Minang women's dress, in general the design of the basiba shirt is the same. However, in Nagari Koto Baru there are some differences such as color, material and occasion for use. The purpose of this research is to describe the design of the basiba basiba shirt which includes the silhouette or shape, materials, colors, and decorations, along with the meanings contained in the parts of the basiba kuruang shirt. This research method is qualitative. The data types are primary and secondary. Informants are bundo kanduang and the community in Nagari Koto Baru, totaling 5 people. Data analysis techniques were carried out by collecting data, reducing data, presenting data and concluding. The results of the study are the silhouettes or shapes, materials, colors, and decorative styles of the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru. Previously, no one had researched the design of the basiba bundo kanduang clothes in Nagari Koto Baru. The silhouette or shape of the basiba kurunga is straight, the material used is silk, the color of the alek gadang kuuang basiba shirt is black, and the decoration used on the clothes is naturalist motifs such as flowers, leaves and roots.The meaning of the kuruang basiba shirt is closely related to the social, cultural and environmental life of the people in Nagari Koto Baru. The meaning of the kuruang basiba shirt is found in parts of the clothing such as the siba, kikiek as well as the shape of the neck and the loose silhouette of the shirt.Keywords: design, basic shirt, meaning.AbstrakBaju kuruang basiba merupakan pakaian khas wanita Minang. Pada umumnya desain baju kuruang basiba adalah sama, namun di Nagari Koto Baru ada beberapa perbedaan seperti warna, bahan dan kesempatan pemakaian.  Tujuan penelitian untuk mendeskripsikan desain baju kuruang basiba bundo kanduang yang meliputi siluet atau bentuk, bahan, warna, dan ragam hias, beserta makna yang terkandung pada bagian-bagian dari baju kuruang basiba. Metode penelitian ini adalah kualitatif. Jenis datanya adalah primer dan sekunder. Informan ialah bundo kanduang dan masyarakat di Nagari Koto Baru yang berjumlah 5 orang. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan kesimpulan. Hasil penelitian yaitu siluet atau bentuk pada baju kuruang basiba berbentuk lurus, bahan yang digunakan adalah bahan sutra, warna baju kuruang basiba pada alek gadang ini adahlah warna hitam, serta ragam hias yang di gunakan pada bajunya adalah motif naturalis seperti bunga, daun, dan akar. Makna baju kuruang basiba berkaitan erat dengan kehidupan [sosial, budaya dan lingkungan masyarakat yang ada di Nagari Koto Baru. Makna dari baju kuruang basiba terdapat pada bagian baju seperti siba, kikiek serta pada bentuk leher, dan siluet baju yang longgar.Kata Kunci: desain, baju kuruang basiba, makna. Authors:Hazri Lathifatun Nisa : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Amna, A. (2023), œDesain baju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 12 Juli 2023, Solok.Cindi, H., & Yuliarma. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 517.Ernawati., Izweni., & Weni, N.  (2008). Tata busana Jilid I, II, dan III. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Hilda, N., & Yasnidawati. (2019). Penyesuaian Pola Baju Kurung Basiba Untuk Wanita Bertubuh Gemuk Pendek. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 346. Irfandi, I., Hidayat, T., & Azis, A. C. K. (2018). Optimalisasi Manajemen Administrasi dan Pembukuan Keuangan Pengerajin Anyam Khas Melayu Pesisir Pantai Cermin. Prosiding Konferensi Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PKM-CSR), 1, 1610-1619.Meilani, M. (2013). Teori Warna Penerapan Lingkaran Warna dalam Berbusana.Humaniora: Jurusan Desain Komunikasi Visual, 4(1), 326-338.Sahlan, E. (2007). Pelaksanaan Alek Baralek dan Tata Tertib KAN Koto Baru. Surat Keputusan Kerapatan Adat Nagari Koto Baru. Solok.Sugito, S., Atmojo, W., Misgiya, M., & Azis, A. (2024, January). Modification of Archipelago Ornament Design Forms in the Fine Arts Department. In Proceedings of the 5th International Conference on Innovation in Education, Science, and Culture, ICIESC 2023, 24 October 2023, Medan, Indonesia.Yasnidawati, Y. (2012). Seni Sulam Minangkabau dan   Inovasinya untuk Mendukung Pengembangan Industri Kerajinan Rumah Tangga. Teknologi dan Kejuruan:   Jurnal teknologi, Kejuruan dan Pengajarannya, 34(2).Yuliarma, Y. (2016). The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.Zulfitri, Z. (2023), œPemahaman masyarakat dan generasi muda tentang bentuk asal baju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 27 Juni 2023, Solok.Zulhaya, Z. (2023), œBaju kuruang basiba bundo kanduang di Nagari Koto Baru. Hasil Wawancara Pribadi: 5 Juli 2023, Solok.
PENGARUH JENIS KAIN TERHADAP HASIL BAJU KURUNG BASIBA UNTUK ANAK USIA DINI Hellen Novryani; Puji Hujria Suci
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58612

Abstract

Baju Kurung Basiba as the identity of Minangkabau women became one of the Minangkabau cultural properties that began to be applied to various levels of education in accordance with the direction of the Governor of West Sumatra. Kurung Basiba clothes are loose and contain many values and expectations aimed at Minangkabau women, so that every generation should know, understand, and love Minangkabau culture will be effective if applied at the education level starting from early childhood. Therefore, it is necessary to pay attention to the manufacture of Kurung Basiba clothes for early childhood in accordance with their needs who use a lot of physical activity in educational activities. Therefore, this study aims to explain the type of fabric that is suitable for early childhood according to their needs and activities in kindergarten. This research uses an experimental method, namely an experiment on three types of fabrics that will be tested for feasibility by two experts from children's fashion lecturers to assess the feasibility of the Kurung Basiba clothes that have been made. The results of the study were divided into three categories, namely; The manufacture of Kurung Basiba clothes uses premium combed cotton, premium oxford cotton fabric and premium original toyobo fabric and shows that original toyobo fabric has the highest feasibility rate, namely the percentage of 78.7% with the decent category, while the second is premium combed cotton with a percentage of value of 74.3% with the decent enough category and the third is premium oxford catton fabric with a percentage of 64.1% with the less decent category. This study emphasizes the need to consider the selection of Kurung Basiba clothing fabric material for early childhood.Keywords: fabric type, Basiba kurung shirt, early childhoodAbstrakBaju Kurung Basiba sebagai identitas perempuan Minangkabau menjadi salah satu kekayaan budaya Minangkabau yang mulai diterapkan pada berbagai jenjang pendidikan sesuai dengan arahan Gubernur Sumatera Barat. Baju Kurung Basiba yang longgar dan mengandung banyak nilai dan harapan yang ditujukan kepada perempuan Minangkabau, sehingga selayaknya setiap generasi mengetahui, memahami, dan mencintai budaya Minangkabau akan efektif jika diterapkan dijenjang pendidikan mulai dari anak usia dini. Oleh karena itu, perlu diperhatikan pembuatan baju Kurung Basiba untuk anak usia dini sesuai dengan kebutuhannya yang banyak menggunakan aktivitas fisik pada kegiatan pendidikan. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis kain yang sesuai untuk anak usia dini sesuai dengan kebutuhan dan aktifiktas mereka dibangku Taman Kanak-Kanak. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen yakni percobaan terhadap tiga jenis kain yang akan diuji kelayakannya oleh dua ahli dari dosen busana anak untuk menilai kelayakan dari baju Kurung Basiba yang telah dibuat. Hasil penelitian dibagi kedalam tiga kategori yakni; pembuatan baju Kurung Basiba menggunakan bahan katun combed premium, kain katun oxford premium dan kain toyobo original premium dan menunjukkan bahwa kain toyobo original memiliki tingkat kelayakan paling tinggi yakni jumlah persentase 78,7% dengan kategori layak, sementara yang kedua adalah katun combed premium dengan persentase nilai 74,3% dengan kategori cukup layak  serta yang ketiga adalah kain catton oxford premium dengan persentase 64,1% dengan kategori kurang layak. Penelitian ini menekankan perlunya mempertimbangkan pemilihan bahan kain baju Kurung Basiba untuk anak usia dini.Kata kunci: jenis kain, baju kurung Basiba, anak usia dini. Authors:Hellen Novryani : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri Padang ReferencesAlfarist, S. Z., & Ratuannisa, T. (2024). Education Of Basic Geometric Shapes In Children Aged 5-6 Years Through Ready To. 7, 37“52. Https://Doi.Org/10.25105/Jsrr.V7i1.19086Andanari, R., Kahdar, K., & Riyadi, S. (2020). Standardisasi Desain Seragam Sekolah Siswa Taman Kanak-Kanak. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 422“432. Https://Doi.Org/10.5614/Sostek.Itbj.2019.18.3.9April, E., Ernawati, & Adriani. (2015). Studi Tentang Busana Tradisional Pasumandan Padang.Fitri, Y., & Nelmira, W. (2024). Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Design And Meaning Of Penghulu Clothing In Nagari Taram , Harau , Lima Puluh Kota Regency. 13(September 2023).Imelda, D. (2016). Revitalisasi Baju Kuruang Basiba Minangkabau. Ekspresi Seni, 18(2). Https://Doi.Org/10.26887/Ekse.V18i2.92Kartono, G., Sugito, S., & Azis, A. C. K. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Lokal Batak Untuk Sekolah Menengah Di Kota Medan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 215. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V10i1.25971Mayliana, E. (2019). Penciptaan Busana Anak Dengan Menerapkan Teknik Substraction Cutting. Corak, 8(1), 49“56. Https://Doi.Org/10.24821/Corak.V8i1.2690Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.Mustika, W. G., & Budiwirman, B. (2019). Analisis Fungsi Dan Makna Suntiang Dalam Pakaian Adat Minangkabau. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 315. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.14712Rahmadani, S., & Hasrul, H. (2021). Program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Dalam Melestarikan Budaya Minangkabau. Journal Of Civic Education, 4(2), 163“172. Https://Doi.Org/10.24036/Jce.V4i2.526Rujainah, S., Mukhirah, & Novita. (2021). Desain Seragam Paud Kasih Bunda Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. November, 56“68.Siti Nur Hayati, & Putro, K. Z. (2021). Bermain Dan Permainan Anak Usia Dini. Generasi Emas, 4(1), 52“64. Https://Doi.Org/10.25299/Jge.2021.Vol4(1).6985Suci, P. H., Puspaneli, & Yupelmi, M. (2023). Training Decorating Accessories Veil And Family To Increase Revenue And Tourism In Kenagarian Payo Lubuk Sikarah District City Of West Sumatra Solok. International Journal Of Educational Dynamics, Vol. 1 No.Sudjana. (2010). Metode Statistika. Pt Arsita Bandung.Syafitri, P. R., Widihastuti, & Jerusalem, M. A. (2021). Pewarnaan Alam Daun Ketapang Pada Pada Produk Upcycle Busana Anak. 2“5.Alfarist, S. Z., & Ratuannisa, T. (2024). Education Of Basic Geometric Shapes In Children Aged 5-6 Years Through Ready To. 7, 37“52. Https://Doi.Org/10.25105/Jsrr.V7i1.19086Andanari, R., Kahdar, K., & Riyadi, S. (2020). Standardisasi Desain Seragam Sekolah Siswa Taman Kanak-Kanak. Jurnal Sosioteknologi, 18(3), 422“432. Https://Doi.Org/10.5614/Sostek.Itbj.2019.18.3.9April, E., Ernawati, & Adriani. (2015). Studi Tentang Busana Tradisional Pasumandan Padang.Fitri, Y., & Nelmira, W. (2024). Harau Kabupaten Lima Puluh Kota Design And Meaning Of Penghulu Clothing In Nagari Taram , Harau , Lima Puluh Kota Regency. 13(September 2023).Imelda, D. (2016). Revitalisasi Baju Kuruang Basiba Minangkabau. Ekspresi Seni, 18(2). Https://Doi.Org/10.26887/Ekse.V18i2.92Kartono, G., Sugito, S., & Azis, A. C. K. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Bermuatan Lokal Batak Untuk Sekolah Menengah Di Kota Medan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 215. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V10i1.25971Mayliana, E. (2019). Penciptaan Busana Anak Dengan Menerapkan Teknik Substraction Cutting. Corak, 8(1), 49“56. Https://Doi.Org/10.24821/Corak.V8i1.2690Murdiyanto, E. (2020). Metode Penelitian Kualitatif (Sistematika Penelitian Kualitatif). In Bandung: Rosda Karya.Mustika, W. G., & Budiwirman, B. (2019). Analisis Fungsi Dan Makna Suntiang Dalam Pakaian Adat Minangkabau. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 315. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.14712Rahmadani, S., & Hasrul, H. (2021). Program Dinas Kebudayaan Sumatera Barat Dalam Melestarikan Budaya Minangkabau. Journal Of Civic Education, 4(2), 163“172. Https://Doi.Org/10.24036/Jce.V4i2.526Rujainah, S., Mukhirah, & Novita. (2021). Desain Seragam Paud Kasih Bunda Di Kecamatan Sultan Daulat Kota Subulussalam. November, 56“68.Siti Nur Hayati, & Putro, K. Z. (2021). Bermain Dan Permainan Anak Usia Dini. Generasi Emas, 4(1), 52“64. Https://Doi.Org/10.25299/Jge.2021.Vol4(1).6985Suci, P. H., Puspaneli, & Yupelmi, M. (2023). Training Decorating Accessories Veil And Family To Increase Revenue And Tourism In Kenagarian Payo Lubuk Sikarah District City Of West Sumatra Solok. International Journal Of Educational Dynamics, Vol. 1 No.Sudjana. (2010). Metode Statistika. Pt Arsita Bandung.Syafitri, P. R., Widihastuti, & Jerusalem, M. A. (2021). Pewarnaan Alam Daun Ketapang Pada Pada Produk Upcycle Busana Anak. 2“5.
DEVELOPMENT OF VIDEO TUTORIAL LEARNING MEDIA FOR FASHION ILLUSTRATION USING PHOTOSHOP Vern Edlyn Oktriana; Yusmerita Yusmerita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.58729

Abstract

Due to a dearth of video tutorials, only a small percentage of students are proficient in digital design creation, especially for creating digital designs using digital applications. Students find it difficult to operate the Photoshop application and are unfamiliar with the functions of its tools. This study aimed to evaluate the reliability of video lesson materials for fashion illustration design using the Photoshop application for the 2022 fashion students at Universitas Negeri Padang. The Research and Development (R&D) approach, using the 4D model, was the methodology used in this research. Primary data was collected using questionnaires, interviews, and observations. A scoring sheet with an explanation of the Likert scale was used as the study instrument. Data analysis was the method utilized in this research the media validity test findings yielded a 94.56% score, and the material expert validity obtained a score of 89.08%, resulting in a total score of 91.82%, which falls into the 'very valid' category. Meanwhile, a score of  92.22% was earned in the practicality administered by the course lecture. The small group practicality trial had a score of 96.4%, and the large group trial scored 85.45%, both indicating a 'very practical' category. In conclusion, the video tutorial media can be used as a learning media in the Fashion Illustration lecture process.
KAJIAN FIGUR ANAK KECIL DALAM LUKISAN ZIRWEN HAZRY Nessya Fitryona; Dwi Mutia Sari; Maltha Kharisma
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49598

Abstract

Zirwen Hazry is a painter who has a realistic style from West Sumatra. There is a dominant object that often appears in each period of his work's journey, including the visualization of the figure of a small child with a symbolic gesture. Art connoisseurs rarely examine the meanings of these paintings in depth because many are still admiring Zirwen's painting skills and tend to read the meaning based on the straightforward visualization of objects. This study aims to find out how to understand the meaning behind the visualization of the child figure in Zirwen Hazry's painting. This is done so that the meaning conveyed by the painter is more easily understood by art connoisseurs. This research is descriptive qualitative research. The sampling technique was carried out through purposive sampling, where data was collected through work documentation. The data analysis technique uses Roland Barthes' semiotic approach, namely by examining the denotative and connotative meanings of the object under study. The results of the study show that the representation of young people's figures does not just tell stories about the problems of the world of young people against the times, but is an analogy of an artist's honesty in conveying social criticism. Child characters with certain gestures as denotative meanings. Criticism of the nature of human morality is caused by the movement and development of the times as a connotative meaning. The study of the representations of the painting objects under study shows that the ideology of painters tends to criticize human values.Keywords: semiotics, painting, realistic, connotative, denotative. AbstrakZirwen Hazry merupakan pelukis yang memiliki gaya realistik di Sumatera Barat. Terdapat objek-objek dominan yang sering muncul pada setiap periode perjalanan karyanya, di antaranya yaitu visualisasi figur anak kecil dengan gestur yang simbolik. Penikmat seni jarang mengkaji makna lukisan-lukisan tersebut lebih dalam karena masih banyak yang terpaku pada kekaguman keahlian melukis Zirwen secara personal dan cenderung membaca makna berdasarkan visualisasi objek secara lugas. Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana cara memahami makna di balik visualisasi figur anak kecil dalam lukisan Zirwen Hazry. Hal ini dilakukan agar makna yang dihadirkan pelukis lebih mudah dipahami penikmat seni. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif. Teknik pengambilan sampel dilakukan melalui purposive sampling, dimana data dikumpulkan melalui dokumentasi karya. Teknik analisis data menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes, yaitu dengan menelaah makna denotasi dan konotasi pada objek yang dikaji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi figur anak kecil tidak sekedar bercerita tentang permasalahan dunia anak kecil terhadap perkembangan zaman saja, melainkan sebuah analogi terhadap kejujuran seniman dalam menyampaikan kritik sosial. Figur anak kecil dengan gestur tertentu sebagai makna denotatif. Kritikan terhadap hakikat dari esensi akhlak manusia yang disebabkan terhadap pergerakan dan perkembangan zaman sebagai makna konotatif. Kajian representasi objek lukisan yang diteliti memperlihatkan ideologi pelukis cenderung pada kritik nilai-nilai kemanusiaan.Kata Kunci: semiotika, lukisan, realistik, konotatif, denotatif. Authors:Nessya Fitryona : Universitas Negeri PadangDwi Mutia Sari : Universitas Negeri PadangMaltha Kharisma : Universitas Negeri Padang References:Ahmad, T. A. (2017). Mengurai Makna Lukisan Kamasan Di Puri Klungkung. Indonesian Journal of Conservation, 5(1). https://doi.org/10.15294/ijc.v5i1.11766Barthes, R. (2010). Membedah Mitos-Mitos Budaya Massa. Yogyakarta: Jalasutra.Budiman, K. (2011). Semiotika Visual: Konsep, Isu, dan Problem Ikonisitas. Yogyakarta: Jalasutra.Fitryona, N., & Erfahmi, S. (2013). Eksistensi Nurdin BS dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 1(3). https://doi.org/10.24036/sr.v1i3.1901Hasanah, U. (2021). Mitos-Mitos Budaya Massa dalam Novel Anatomi Rasa Karya Ayu Utami: Kajian Semiotika Roland Barthes. (Doctoral dissertation, STKIP PGRI BANGKALAN).Kusnanto, R. A. B., Firduansyah, D., & Lontoh, W. (2023). Ilusi Optis Karya Seni Lukis At Sitompul Di Yogyakarta. JPKS (Jurnal Pendidikan dan Kajian Seni), 8(1), 87-97. http://dx.doi.org/10.30870/jpks.v8i1.19273Linggarjati, H. (2015). Hendrabuana dan Seni Lukis Kaligrafinya (Kajian Biografi dan Estetika). Journal of Contemporary Indonesian Art, 1(1). https://doi.org/10.24821/jocia.v1i1.1745Maghdalena, D. N., & Suryadi, S. (2019). Analisis Estetik Karya Seni Lukis Moel Soenarko yang Bertema Heritage. Irama: Jurnal Seni Desain Dan Pembelajarannya, 1(2), 9-23. https://doi.org/10.17509/irama.v1i2.21688MNA, I. K. D., Erfahmi, M. S., & Hafiz, A. (2017). Eksistensi Zirwen Hazry Dalam Berkarya Seni Lukis. Serupa The Journal of Art Education, 4(3). https://doi.org/10.24036/sr.v4i3.8155Piliang, Y. A. (2011). Dunia yang Dilipat: Tamasya Melampaui Batas-batas Kebudayaan. Bandung: Matahari.Ramadhan, A. Z. (2020). Analisis Semiotika Iklan Cetak La Lights œJangan Mau Diadu Versi Ayam. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 232-235. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.19551Rohmi, S, Erfahmi, M. S., & Yasrul Sami, S. S. (2017). Sugesti Perilaku Manusia Dalam Karya Lukis Realis. Serupa The Journal of Art Education, 6(1). https://doi.org/10.24036/sr.v6i1.8345Susanti, N. (2019). Seni Lukis Kontemporer Zirwen Hazry dalam Kajian Sosiology di Sumatera Barat. (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Sobur, A. (2017). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Tamara, J. (2020). Kajian Semiotika Roland Barthes pada Poster Unicef. Journal of Education, Humaniora and Social Sciences (JEHSS), 3(2), 726-733. https://doi.org/10.34007/jehss.v3i2.403
PUZZLE DESIGN FOR ENHANCING BIBLE STORY LEARNING FOR CHILDREN 4-6 YEARS OLD Carrolina Thessalonica Merielle; Nurul Fitriana Bahri; Martiyadi Nurhidayat
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62889

Abstract

In the contemporary era characterized by novel distractions and challenges, we frequently observe the diminished comprehension of biblical narratives within religious education settings, including St. Gabriel Sunday School. Despite ongoing efforts to convey religious messages in a creative and captivating manner, numerous children encounter difficulties in comprehending and internalizing the moral teachings encapsulated within the scriptures. This presents a pertinent inquiry regarding the most effective strategies to engage the younger generation with religious messages in this rapidly evolving and intricate global environment. The primary objective of this research is to design an educational puzzle as a medium for acquiring biblical narratives for children aged 4 to 6 years. Utilizing the SCAMPER (Substitute, Combine, Adapt, Modify, Put to another use, Eliminate, and Reverse) design methodology, this research identifies and develops puzzles that are engaging and facilitate children’s comprehension of biblical narratives. The puzzle is meticulously crafted to enhance children’s engagement and proficiency through an interactive and enjoyable learning experience. The anticipated outcomes of this research include the development of an effective and engaging educational puzzle tailored for children aged 4 to 6 years, thereby supporting their biblical knowledge and overall development.
BENTUK PAKAIAN ADAT BUNDO KANDUANG DI BATIPUAH BARUAH TANAH DATAR Srimutia Elpalina; Agustina Agustina; Christanto Syam; Adek Cerah Kurnia Azis; Fitrah Cyntha Dirna; Yudhistira Oscar Olendo
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49536

Abstract

Clothing can be categorized into several types, such as everyday wear, workwear, festive attire, and traditional costumes. Everyday wear is used for daily activities at home or in society. Workwear is worn when someone is working, like teacher's attire or office clothing. Festive attire is specifically for celebration events, such as birthdays or weddings. On the other hand, traditional costumes are worn during customary ceremonies and hold sacred values. The traditional costume of "bundo kanduang" in Minangkabau carries philosophical and cultural significance for the community. It represents the position and role of a "bundo kanduang" in the Minangkabau traditional society. A "bundo kanduang" is an esteemed woman within a clan, responsible for domestic affairs in the community. The term "bundo kanduang" is often used as a synonym for women, yet its interpretation varies in the society of West Sumatra. There are three versions of the term: the story of "kaba" the perspective of women in West Sumatra, and the view of the Minangkabau traditional community. The traditional costume of "bundo kanduang" in Minangkabau has distinctive elements, such as "tingkuluak" (headpiece), "baju kuruang basiba" (upper garment), "kodek" (skirt), "salempang" (sash), jewelry, and footwear. Each part of the attire symbolizes specific meanings and signifies the role and responsibility of a "bundo kanduang" within her community. This research employs a qualitative descriptive method through observation, interviews, and documentation. The findings indicate that the traditional costume of "bundo kanduang" in Batipuah Baruah, Tanah Datar, possesses unique characteristics and profound cultural significance in Minangkabau's heritage. In conclusion, the preservation of the traditional costume of "bundo kanduang" is vital to safeguard the cultural richness of Minangkabau. With the passage of time, changes in the form of traditional attire can alter the meanings and symbols embedded within it. Therefore, documenting and inventorying the forms of traditional clothing is crucial for understanding and preserving this cultural heritage.Keywords: shapes, traditional clothes, bundo kanduang, women. AbstrakPakaian memiliki beberapa kategori, seperti pakaian sehari-hari, pakaian kerja, pakaian pesta, dan pakaian adat. Pakaian sehari-hari digunakan dalam aktivitas sehari-hari di rumah atau di tengah masyarakat. Pakaian kerja dipakai ketika seseorang sedang bekerja, seperti pakaian guru atau pakaian kantor. Pakaian pesta adalah pakaian khusus untuk acara perayaan, seperti ulang tahun atau pernikahan. Sedangkan pakaian adat adalah pakaian tradisional yang dipakai dalam upacara adat dan memiliki nilai sakral. Pakaian adat bundo kanduang di Minangkabau memiliki makna filosofi dan nilai budaya masyarakat yang mengenakannya. Pakaian ini menggambarkan posisi dan peran seorang bundo kanduang dalam masyarakat adat Minangkabau. Bundo kanduang adalah seorang wanita yang dituakan dalam suatu suku, yang memegang pimpinan urusan domestik dari suatu kaum dalam lingkungan masyarakat adat. Istilah bundo kanduang sering digunakan sebagai kata ganti untuk kaum wanita, namun pengertian bundo kanduang dalam masyarakat Sumatera Barat bervariasi. Terdapat tiga versi istilah bundo kanduang, yaitu versi cerita kaba, versi kaum wanita Sumatera Barat, dan versi masyarakat adat Minangkabau. Pakaian adat bundo kanduang di Minangkabau memiliki bentuk yang khas, seperti tingkuluak, baju kuruang basiba, kodek, salempang, perhiasan, dan alas kaki. Setiap bagian pakaian memiliki simbol dan makna tertentu yang menggambarkan peran dan tanggung jawab seorang bundo kanduang dalam kaumnya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pakaian adat bundo kanduang di Batipuah Baruah, Tanah Datar memiliki karakteristik yang unik dan memiliki makna mendalam dalam budaya Minangkabau. Kesimpulannya, pelestarian pakaian adat bundo kanduang penting untuk menjaga kekayaan budaya Minangkabau.Kata Kunci: bentuk, pakaian adat, bundo kanduang, perempuan. Authors:Srimutia Elpalina : Universitas Negeri PadangAgustina : Universitas Negeri PadangChristanto Syam : Universitas TanjungpuraAdek Cerah Kurnia Azis : Universitas Negeri MedanFitrah Cyntha Dirna : Sekolah Menengah Atas Negeri 2 Indralaya UtaraYudhistira Oscar Olendo : Universitas TanjungpuraReferences:Amir, M. S. (2007). Masyarakat Adat Minangkabau Terancam Punah. Jakarta: PT. Mutiara Sumber Widya.Amrida, A. (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 5 November 2012. Tanah Datar.Anwar, R., Sastra, A. I., & Zebua, E. (2019). Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 332-336.Azis, A. C. K., Lubis, S. K., Kartono, G., & Daulay, M. A. J. (2023). Digitalisation of Teaching Materials for Toba Batak Ethnic Decorative Variety with Procreate Media Based on p-Books and e-Books. Jurnal Kependidikan: Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran dan Pembelajaran, 9(3), 782-793.Chaer, Abdul/ (199)). Pengantar Semanti Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta.Couto, Nashbary. (2009). Seni Rupa Teori dan Aplikasi. Padang: UNP Press.Dahrizal, Musra (Mak Katik). (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 1 Desember 2012. Kota Padang.Daryusti, D. (2006). Hegomoni Penghulu dan Perspentif Budaya. Jakarta: Penerbit Pustaka.Efi, Agusti. (2006) Benda Budaya Alat Kebesaran Minangkabau: Lambang dan Makna. Disertasi. Tidak diterbitkan.Elpalina, S., Agustina, A., Azis, A. C. K., & Syukri, A. Bentuk Pakaian Adat Panghulu Di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 167-173.Hakimy, Idrus. (2001). Rangkaian Mustika Adat Basandi Syarak di Minangkabau. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.Naim, Mochtar. (2006). Tiga Menguak Tabir: Perempuan Minangkabau di Persimpangan Jalan. Jakarta: Hasanah.Nurhaida. (2012). œBentuk Pakaian Adat Bundo Kanduang di Batipuah Baruah Tanah Datar. Hasil Wawancara Pribadi: 5 November 2012. Tanah Datar.Putra, Z. A. W., Olendo, Y. O., & Sagala, M. D. (2023). Kajian Kritik Seni: Transformasi Bentuk Penyajian Musik Tradisional Krumpyung Kulon Progo di Era Multimedia. Jurnal Sendratasik, 12(2), 146-156.
PALELINTANGAN DALAM SENI RUPA POP I Made Sudana; I Wayan Setem; I Wayan Mudana
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.49166

Abstract

Balinese traditional painting, especially Wayang Kamasan painting, has a long and rich history. However, in the era of globalization and modernization, traditional arts often experience difficulties in surviving. This phenomenon is not unique to Bali, but is happening in traditional art communities around the world. With the advent of digital media, fast-paced urban lifestyles, and changing cultural values, traditional artists often feel pressure to adapt their work to changing market tastes. Some Balinese traditional artists are trying to incorporate modern elements into their work to appeal to the younger generation and the international market, as well as to preserve the culture. Nevertheless, this challenge cannot be ignored and maintain the sustainability of this traditional painting art in the face of increasing modernization trends. This creation discusses the creation of pop art by displaying the form of palelintangan which is poured into several mass cultural products in order to form creative and innovative works. In its creation process, this work follows the principles outlined by Hawkins in his book "Creating Through Dance," which states that creating good painting and dance art involves three main stages: exploration, improvisation, and forming or composition. Palelintangan is a series of paintings that depict astronomical information and provide interpretations of individuals' character and destiny based on their date of birth. By studying palelintangan, one can understand predictions about their personality and fortune. The purpose of creating this is to preserve palelintangan art to remain relevant in the future. The ultimate outcome of this creation process is the production of works inspired by various forms of palelintangan with a touch of modern popular culture embedded within them.Keywords: Birth, Palelintangan, Pop ArtAbstrakSeni lukis tradisional Bali khususnya seni lukis wayang Kamasan mempunyai sejarah yang panjang dan kaya akan makna filosofis seperti cerita Mahabarata, Ramayana, Sutasoma, Tantri, Men Brayut, dan Palelintangan. Namun di era globalisasi dan modernisasi, kesenian tradisional seringkali mengalami kesulitan dalam bertahan. Fenomena ini tidak hanya terjadi di Bali saja, namun dinamika ini terjadi di berbagai komunitas seni tradisional di seluruh dunia. Dengan munculnya media digital, gaya hidup perkotaan yang serba cepat, dan perubahan nilai-nilai budaya, seniman tradisional seringkali merasakan tekanan untuk menyesuaikan karyanya dengan perubahan selera pasar. Beberapa seniman tradisional Bali berusaha memasukkan unsur-unsur modern ke dalam karyanya untuk menarik perhatian generasi muda dan pasar internasional, sekaligus untuk melestarikan budaya. Meski demikian, tantangan ini tidak bisa diabaikan dan menjaga keberlangsungan seni lukis tradisional ini dalam menghadapi tren modernisasi yang semakin meningkat. Penciptaan ini membahas penciptaan seni rupa pop dengan menampilkan bentuk palelintangan yang dituangkan dalam beberapa produk budaya masa agar terbentuk karya yang kreatif dan inovatif. Dalam proses penciptaannya, karya ini mengikuti prinsip-prinsip yang dijelaskan oleh Hawkins dalam bukunya "Creating Through Dance", yang menyatakan bahwa penciptaan seni lukis dan tari yang baik melibatkan tiga tahap utama: eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan atau komposisi. Palelintangan adalah sebuah seri lukisan yang menggambarkan informasi ilmu astronomi serta memberikan interpretasi tentang karakter dan nasib seseorang berdasarkan hari kelahiran mereka. Dengan mempelajari palelintangan, seseorang dapat memahami ramalan tentang kepribadian dan nasib mereka. Tujuan dari penciptaan ini adalah untuk melestarikan seni palelintangan agar tetap relevan di masa depan. Hasil akhir dari proses penciptaan ini adalah terciptanya karya-karya yang terinspirasi dari bentuk-bentuk palelintangan dengan sentuhan budaya pop modern di dalamnya.Kata Kunci: Kelahiran, Palelintangan, Seni Rupa PopAuthors:I Made Sudana : ISI DenpasarI Wayan Setem : ISI DenpasarI Wayan Mudana : ISI Denpasar ReferencesGunada, I. Wayan Agus. "Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali." Gorga: Jurnal Seni Rupa 9.1 (2020): 158-165.Helai Buku, 2020.Watak Kelahiran Anak yang Dipengaruhi Oleh Wuku, Lintang, Pranamangsa, dan Zodiak,  DAFTAR RUJUKANGunada, I. Wayan Agus. "Ajaran Agama Hindu Sebagai Inspirasi Penciptaan Karya Seni Lukis Tradisional Bali." Gorga: Jurnal Seni Rupa 9.1 (2020): 158-165.Helai Buku, 2020.Watak Kelahiran Anak yang Dipengaruhi Oleh Wuku, Lintang, Pranamangsa, dan Zodiak, https://helaibuku.blogspot.com/2020/10/watak-kelahiran-anak- yang-dipengaruhi.html?m=1 , diakses pada 02 November 2021.I Made Sukanta. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasan, Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.I Wayan Pande Sumantra. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasann. Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.Made Hendra Sasmita dan Salamun Kaulam. (2016). Proses Dan Visualisasi Seni Lukis I Nyoman Mandra. Jurnal Seni Rupa, 4(02), 177“183.Ni Made Sinarwati. 22 November 2021. Rumah Wayang Kamasan, Br. Pande, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, Bali.Ni Wayan Sri Wedari. 20 November 2021. Sanggar Wasundari. Br. Sangging, Desa Kamasan, Kec. Klungkung, BaliRajudin, R., M. Miswar, and Y. Muler. "Metode Penciptaan Bentuk Representasional, Simbolik, Dan Abstrak (Studi Penciptaan Karya Seni Murni Di Sumatera Barat, Indonesia). Gorga." Jurnal Seni Rupa 9.2 (2020): 261.Saragih, Lisa Andriani. Analisis Kerajinan Souvenir Diorama Berbahan Limbah Pada Pengrajin Dikraf Berdasarkan Prinsip-Prinsip Desain. Diss. UNIMED, 2018.Setem, Wayan. (2021). KOSARUPA BALI. Denpasar: Prasasti.Soedarsono, R. M. AUTOBIOGRAFI RM SOEDARSONO: Perintis dan Pengembang Pendidikan Seni Pertunjukan di Indonesia Dari Yogyakarta Mendunia untuk Indonesia. UGM PRESS, 2021.Tabrani, Primadi. "Bahasa Rupa Dan Kemungkinan Munculnya Senirupa Indonesia Kontemporer Yang Baru." Jurnal Komunikasi Visual WIMBA 8.1 (2017): 1-12.
DEVELOPMENT OF VIDEO TUTORIALS ON DRAWING FEMALE BODY ANATOMY FOR STUDENTS of CLASS X SMK PEMBANGUNAN BAGAN BATU Tiara Aulia; Agusti Efi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62882

Abstract

The teaching and learning process of body anatomy drawing material in the Class X Fashion Basics subject at SMK Pembangunan is not in accordance with the expected learning outcomes. Researchers offer alternative learning media in video tutorial development research on drawing female body anatomy which aims to: 1). Develop a video tutorial for drawing female body anatomy in comparison to 11 x head height. 2). Test the validity and practicality of video tutorials for drawing female body anatomy in comparison to 11 x head height. This study used the 4D model research and development (R&D) method, which consists of four stages: define, design, and development. The dissemination stage was not conducted due to the limited research. Data in this study were collected through observation, interview, and questionnaire. This study conducted a feasibility test with the results of the media expert validation test with a very valid category. Validation by material experts with a very valid category. The results of the practicality assessment of students in two large groups with very practical and small categories with very practical categories. So that video tutorials for drawing female body anatomy can be utilized in teaching and learning activities.