cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 806 Documents
PERANCANGAN POSTER DIGITAL SEBAGAI SARANA EDUKASI DAN INFORMASI PEMILU 2024 Dimas Dwi Saputra
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57469

Abstract

The atmosphere of the 2024 election campaign is starting to appear, especially on social media timelines. The buzzers have started to become more aggressive and argue with each other. This step was taken from all sides, they did not even hesitate to spread rumors and hoax news to bring down their rivals. Arguing with each other using anonymous accounts is provocative. The atmosphere on social media timelines is getting hotter. This research aims to design a digital poster series as an educational and informational effort ahead of the 2024 election. This design method uses the design thinking method which consists of five stages, namely: empathize, define, ideate, prototype and test. The results of the design were four poster works entitled, Fight Hoax, Don't Be Divided, Keyboard Warrior, and Don't Trust. Digital poster media is considered practical and light to be the first door for young voters to find the latest information about further elections. Moreover, the visual theme used in this design is a vintage or retro theme, which has become a trend for young people today. Packaged attractively, digital posters are here to provide advice, information and education ahead of the election. Digital posters can be positive content and contribute to the success of the 2024 election which is sporty, conducive and successful.Keywords : digital posters, information education, electionAbstrakSuasana kampanye pemilu 2024 mulai terlihat, terutama di lini masa media sosial. Para buzzer sudah mulai gencar dan saling beradu argumen. Langkah tersebut dilakukan dari semua kubu, bahkan mereka tidak segan-segan menebar isu-isu dan berita hoax untuk menjatuhkan rivalnya. Saling beradu argumen menggunakan akun-akun anonim berbau provokatif yang membuat suasana lini masa media sosial pun semakin memanas. Penelitian ini bertujuan untuk membuat perancangan poster seri digital sebagai upaya edukasi dan informasi jelang pemilu 2024. Metode perancangan ini menggunakan mteode design thinking yang terdiri dari lima tahap, yakni: empathise, define, ideate, prototype dan test. Hasil perancangan diperoleh empat karya poster yang berjudul, Fight Hoax, Jangan Terpecah, Keyboard Warrior, dan Don™t Trust. Media poster digital dinilai praktis dan ringan untuk menjadi pintu awal pemilih muda untuk mencari informasi terkini tentang pemilu lebih lanjut. Apalagi tema visual yang digunakan dalam perancangan ini adalah tema vintage atau retro, yang kembali menjadi trend anak muda pada zaman sekarang. Dikemas secara menarik poster digital hadir untuk memberi himbauan, informasi, dan edukasi jelang pemilu. Poster digital dapat menjadi konten positif dan turut serta mensukseskan pemilu 2024 yang sportif, kondusif, sukses.Kata Kunci: poster digital, edukasi informasi, pemilu Author:Dimas Dwi Saputra : Institut Seni Indonesia Yogyakarta References:Brown, T. (2009). Change by design: How design thinking creates new alternatives for business and society. Collins Business.Cahyono, A. S. (2016). Pengaruh media sosial terhadap perubahan sosial masyarakat di Indonesia. Publiciana, 9(1), 140-157.Dania, R. (2023). PERAN DAN PENGARUH MEDIA SOSIAL DALAM KAMPANYE PEMILIHAN PRESIDEN 2024. Virtu: Jurnal Kajian Komunikasi, Budaya dan Islam, 3(2), 103-109.Febrianti, K. A. M. (2021). Perancangan Poster Digital pada Objek Wisata Taman Edelweis Dimasa Pandemi Covid-19. In SANDI: Seminar Nasional Desain (Vol. 1, pp. 173-179).Healty, A. (2018). Strategi Membentengi Pola Komunikasi Pengguna Sosial Media terhadap Pelanggaran UU ITE. Network Media, 1(2).Irfan, I. (2015). Perpaduan Elemen-Elemen Desain Pada Karya Desain Poster Mahasiswa (Studi Kasus pada Tugas Poster Mata Kuliah Penulisan Naskah Iklan Dkv Fsd Unm Angkatan 2011). Tanra, 2(2), 54-68.Kusuma, C. S. D. (2020). Dampak media sosial dalam gaya hidup sosial (studi kasus pada mahasiswi pendidikan administrasi perkantoran FE UNY). Efisiensi: Kajian Ilmu Administrasi, 17(1), 15-33.Lesmanah, U., Sugiono, S., & Hayat, H. (2020). Pembuatan Konten Tulisan Positif di Media Sosial Sebagai Komunikasi Preventif dan Kontribusi Mahasiswa dalam Menangkal Hoax. BUDIMAS: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT, 2(2).Siburian, S. A. (2019). Tinjauan Tata Letak (Layout) Poster Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Medan).Sumartono, S., & Astuti, H. (2018). Penggunaan poster sebagai media komunikasi kesehatan. Komunikologi: Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi, 15(1).Supandi, M. B., & Adek Cerah, K. A. (2020). Peninjaun Poster dari Warna dan Tipografi di SMK Multimedia Istiqlal. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(2).Susanto, T. (2016). Iklan Layanan Masyarakat Tentang Dampak Sampah terhadap Lingkungan Melalui Media Poster (Doctoral dissertation, Universitas Negeri Padang).Zein, M. F. (2019). Panduan Menggunakan Media Sosial untuk Generasi Emas Milenial. Mohamad Fadhilah Zein.
PENGGUNAAN POLA DASAR SISTEM PAMELA C. STRINGER PADA BENTUK TUBUH GEMUK PENDEK WANITA INDONESIA Naila Dinana Khaira; Ernawati Ernawati
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.52601

Abstract

Obese women have difficulty in finding clothes that suit their body shape. Therefore, a pattern system is needed that suits the body shape of a short fat woman. Therefore, it is necessary to test a pattern system originating from Europe where the majority of women are large, one of which is the archetype of the Pamela C. Stringer system. The archetype of Pamela C. Stringer's system has not yet been known to fit short fat body shapes. The purpose of this study is to describe weaknesses and advantages, how to improve weaknesses and archetypal conformity of the Pamela C. Stringer system on the short fat body shape of Indonesian women. This type of research is applied research. The object of study was an Indonesian woman with a short fat body shape (height 152 cm, and body weight 66 kg). The research instrument used is a questionnaire. The assessment was conducted by 3 experienced, trained, and competent panelists to assess the archetypal results of the Pamela C. Stringer system on short fat body shapes. The panelists used were FPP UNP fashion lecturers. The data analysis technique used is descriptive statistics. The results showed that the archetype of Pamela C. Stringer's system has 5 weaknesses. Weaknesses in the basic body pattern are found in 1) narrow neck circumference 2 cm, 2) shoulder line shifted back 0.5 cm and short shoulder length 1 cm, 3) short back length 1 cm. Weaknesses in the skirt archetype are found in 1) Pelvic height less than 1 cm, 2) Narrow pelvic circumference 4 cm. The archetypal adjustment of the Pamela C. Stringer system is obtained by correcting the weaknesses found so that this pattern is appropriate and can be used on the short fat body shape of Indonesian women.Keywords: Pamela Stringer pattern, short chubbyAbstrakWanita gemuk kesulitan dalam menemukan busana yang sesuai dengan bentuk tubuhnya. Oleh karena itu diperlukan sistem pola yang sesuai dengan bentuk tubuh wanita gemuk pendek. Karenanya perlu diujicobakan sistem pola yang berasal dari Eropa yang mayoritas wanita berbadan besar, salah satunya pola dasar sistem Pamela C. Stringer. Pola dasar sistem Pamela C. Stringer belum diketahuhi kesesuaiannya pada bentuk tubuh gemuk pendek. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kelemahan dan kelebihan, cara memperbaiki kelemahan dan kesesuaian pola dasar sistem Pamela C. Stringer pada bentuk tubuh gemuk pendek wanita Indonesia. Jenis penelitian ini adalah penelitian terapan. Objek penelitian adalah wanita Indonesia dengan bentuk tubuh gemuk pendek (tinggi 152 cm, dan berat badan 66 kg). Instrument penelitian yang digunakan adalah angket. Penilaian dilakukan oleh 3 orang panelis yang berpengalaman, terlatih, dan kompeten untuk menilai hasil pola dasar sistem Pamela C. Stringer pada bentuk tubuh gemuk pendek. Panelis yang digunakan adalah dosen tata busana FPP UNP. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola dasar sistem Pamela C. Stringer memiliki 5 kelemahan. Kelemahan pada pola dasar badan terdapat pada 1) Lingkar leher sempit 2 cm, 2) Garis bahu bergeser kebelakang 0,5 cm dan panjang bahu pendek 1 cm, 3) Panjang punggung pendek 1 cm. Kelemahan pada pola dasar rok terdapat pada 1) Tinggi Panggul kurang 1 cm, 2) Lingkar panggul sempit 4 cm. Penyesuaian pola dasar sistem Pamela C. Stringer diperoleh dengan cara memperbaiki kelemahan yang ditemukan sehingga pola ini sudah sesuai dan dapat digunakan pada bentuk tubuh gemuk pendek wanita Indonesia.Kata Kunci: Pola Pamela Stringer, gemuk pendek Authors:Naila Dinana Khaira : Universitas Negeri PadangErnawati : Universitas Negeri PadangReferencesAgusti, R., Zahri, W., & Nelmira, W. (2015). Kesesuaian Pola Dasar Lucia Mors De Castro Pada Bentuk Tubuh Wanita Ideal. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Aprilia, I., & Sugiyem, S. (2020). Analisis Hasil Pembuatan Blus Menggunakan Pola Sistem Soen Dan Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Pendek Gemuk. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1).Ernawati, E., Izwerni, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Smk Jilid 2. In Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan.Fadillah, R. R., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Kemeja Pria Sistem Aldrich Terhadap Pria Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 36-42. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12753Hanifah, H., & Ernawati, E. (2019). Kesesuaian Pola Celana Sistem Charmant Pada Wanita Dewasa Indonesia Bertubuh Ideal. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 358-362. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.15265Harmelia, C., & Yuliarma, Y. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515-521. https://garuda.kemdikbud .go.id/documents/detail/2524005Hidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.13595Hurlock, E. . (2004). Psikologi Pengembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.Agusti, R., Zahri, W., & Nelmira, W. (2015). Kesesuaian Pola Dasar Lucia Mors De Castro Pada Bentuk Tubuh Wanita Ideal. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Aprilia, I., & Sugiyem, S. (2020). Analisis Hasil Pembuatan Blus Menggunakan Pola Sistem Soen Dan Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Pendek Gemuk. Prosiding Pendidikan Teknik Boga Busana, 15(1).Ernawati, E., Izwerni, I., & Nelmira, W. (2008). Tata Busana Smk Jilid 2. In Direktorat Pembinaan Sekolah Menegah Kejuruan.Fadillah, R. R., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Kemeja Pria Sistem Aldrich Terhadap Pria Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 36-42. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12753Hanifah, H., & Ernawati, E. (2019). Kesesuaian Pola Celana Sistem Charmant Pada Wanita Dewasa Indonesia Bertubuh Ideal. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 358-362. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i2.15265Harmelia, C., & Yuliarma, Y. (2021). Perubahan Desain Busana Adat Pengantin Wanita Di Kota Pariaman Sumatera Barat. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 515-521. https://garuda.kemdikbud .go.id/documents/detail/2524005Hidayah, N., & Yasnidawati, Y. (2019). Penyesuaian Pola Dasar Busana Sistem Indonesia Untuk Wanita Indonesia Dengan Bentuk Badan Gemuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 222-230. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.13595Hurlock, E. . (2004). Psikologi Pengembangan: Suatu Pendekatan Sepanjang Rentang Kehidupan. Erlangga.Khairunnisa, A., & Syukri Arbi, A. (2019). Good Sensory Practices Dan Bias Panelis. Universitas Terbuka, 1“29.Maharani, A. (2015). Begini Jeritan Hati Para Gadis Gemuk Yang Susah Cari Baju. Fimela, 1“11. Https://Www.Fimela.Com/Lifestyle/Read/2297262/Begini-Jeritan-Hati-Para-Gadis-Gemuk-Yang-Susah-Cari-BajuMonica, R. D. (2020). Penyesuaian Pola Dasar Sistem Nathanael Suryadi Pada Bentuk Tubuh Wanita Gemuk Di Indonesia (Doctoral Dissertation, Universitas Negeri Padang).Monica, A. (2020). Pengertian Bentuk Tubuh Manusia Dan Faktor Yang Mempengaruhinya. Https://Www.Kompas.Com/Skola/Read/2020/08/28/080000769/Pengertian-Bentuk-Tubuh-Manusia-Dan-Faktor-Yang-MempengaruhinyaNisa, G., Setyowati, E., & Musdalifah. (2015). Efektivitas Penggunaan Pola Kombinasi Dalam Pembuatan Busana Pesta Siswa Tata Busana Smk Syafi ™ I Akrom Pekalongan. Teknobuga, 2(1), 50“59.Hasanah, N., Yasnidawati, Y., & Nelmira, W. (2015). Penyesuaian Pola Dasar Sistem Danckaerts Pada Wanita Bertubuh Gemuk Pendek. Journal Of Home Economics And Tourism, 8(1).Pratomi, R., & Zuhnikhayati, E. (2018). Analisis Hasil Pas Suai Gaun Casual Untuk Wanita Bertubuh Gemuk Dengan Pola Dasar Sistem Bunka Dan So-En. Jurnal Pendidikan Tata Busana, 1“12.Putri,  Andini Meutia (Universitas Negeri Padang). (2021). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Pamela C Stringer Pada Bentuk Tubuh Ideal Wanita Indonesia. 15018, 1“23.Putri, M. A., & Ernawati, E. (2020). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Pamela C. Stringer Pada Bentuk Tubuh Ideal Wanita Indonesia. Jurnal Kapita Selekta Geografi, 3(11), 12“17.Qomariah,  Ana (Universitas N. P. (2013). Kesesuaian Pola Dasar Sistem Djati Praiwi Pada Wanita Dewasa Bertubuh Ideal.Rachmania. (2012). Analisis Tingkat Kenyamanan Gaun Berukuran L Yang Dibuat Menggunakan Pola Meyneke Dan Pola So-En. Jurnal Pendidikan, 37“43. Http://Repository.Um.Ac.Id/48968/Rahmiati, Hayatunnufus, N. (2006). Perbedaan Kesesuaian Pola Dasar Sistem J.H.C Meyneke Terhadap Bentuk Tubuh Wanita Dewasa Kurus Tinggi, Sedang Dan Gemuk Pendek. Http://Repository.Unp.Ac.Id/31855/1/Kki_Rahmiati_16_2006.PdfRieka, D. (2016). Kesalahan Berbusana Yang Wajib Dihindari Wanita Gemuk. Semarang Coret, 8“11.https://Www.Semarangcoret.Com/2016/11/Kesalahan-Berbusana-Yang-Wajib.HtmlSaraswati, I. S., & Sabatari, W. (2021). Pas Suai Hasil Pembuatan Blus Dengan Pola Dasar Sistem Meyneke Dan Sistem Danckaerts Untuk Wanita Bertubuh Pendek Gemuk Fitting Results Of Blouse Making With Meyneke Basic Pattern System And Danckaerts System For Short Fat Woman.Stringer, C. P. (1996). Pattern Drafting For Dressmaking (4th Ed.). B.T Batsford L.Td.Syafri, H. (2007). Modul Konstruksi Busana Wanita. 4“6.Wolipop. (2014). Ketika Wanita Bertubuh Gemuk Sulit Mencari Baju. Wolipop Detik.Com, 1“5. Https://Wolipop.Detik.Com/Fashion-News/D-2597006/Ketika-Wanita-Bertubuh-Gemuk-Sulit-Mencari-BajuYuliarma. (1989). Membuat Pakaian Dengan Pola Standard. http://repository.unp.ac.id/44 692/1/KKI_YULIARMA_1836_1989.pdfYuliarma, Y. (2016). Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Busana. http://repository.unp.ac.id/21 979/1/DASAR-DASAR%20TEKNIK.pdfZikra, H., & Adriani, A. (2019). Kesesuaian Pola Celana (Pantalon) Sistem Aldrich Untuk Pria Dewasa Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 99. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12849Zikra, H., & Adriani, A. Kesesuaian Pola Celana (Pantalon) Sistem Aldrich Untuk Pria Dewasa Bertubuh Ideal Indonesia. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 99-104. Https://Doi.Org/10.24114/Gr.V8i1.12849
KAJIAN RUANG LINGKUP MANAJEMEN DAN PENTAHELIX PENDIDIKAN SENI KALIGRAFI ISLAM SANGGAR AL-BAGHDADI MEDAN Hadi Alhail; Wadiyo Wadiyo; Wandah Wibawanto
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i1.54115

Abstract

The gap between hopes in developing the Al-Baghdadi studio and the policies made do not yet have equality. In the process of building a studio, it is important to create a strong foundation strategy, two of which are management and the pentahelix. In fact, the founder of the studio still doesn't know the foundation of management and the concept of the penta-helix. Previous research focused on work analysis, while this research focuses on management and the pentahelix. The aim of the research is to examine the scope of management and pentahelix of the Al-Baghdadi studio. The research was carried out in 2 locations, namely the cities of Medan and Deli Serdang. The research took place for 5 months from October-December 2021 then April-May 2023. The method used was qualitative with a case study design, data collection included participant observation, interviews and document searches, as well as data analysis techniques using data triangulation. Results of the study: 1) The Al-Baghdadi calligraphy studio only has 3 of the 8 scopes of management, namely: curriculum management which is limited to teaching with a hidden curriculum, management of students by carrying out field observation activities in competitions, and management of facilities and infrastructure in the form of study rooms as well as acrylic paint; 2) Pentahelix, Al-Baghdadi studio has collaborated on the 4 pillars of Pentahelix which have been successfully recorded, namely: academics since 2021-2023, community since 2023, government from the chairman of IKAPDA in 2019 in the form of appreciation by giving dowries for works of art, and mass media including newspapers in 2017 and television channels in 2018. This has direct implications for the studio leadership to prepare strategic decisions in building the studio, where previously the leadership was still taboo and did not know the situation of the studio.Keywords: Calligraphy, Management, Pentahelix.AbstrakKesenjangan antara harapan dalam menumbuh kembangkan sanggar Al-Baghdadi yang terhadap kebijakan yang dibuat belum memiliki kesetaraan. Seharusnya dalam proses pembangunan sanggar, penting untuk membuat strategi pondasi dengan kuat, dua di antaranya adalah manajemen dan pentahelix. Faktanya, pendiri sanggar masih belum mengetahui pondasi manajemen dan konsep pentahelix. Penelitian terdahulu berfokus pada analisis karya, sedangkan penelitian ini berfokus pada manajemen dan pentahelix. Tujuan penelitian untuk mengkaji ruang lingkup manajemen dan pentahelix sanggar Al-Baghdadi. Penelitian dilaksanakan dalam 2 lokasi, yaitu kota Medan dan Deli Serdang. Penelitian berlangsung selama 5 bulan sejak Oktober-Desember 2021 kemudian April-Mei 2023. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain studi kasus, pengumpulan data meliputi observasi partisipatif, wawancara, dan penelusuran dokumen, serta teknik analisis data menggunakan triangulasi data. Hasil pengkajian: 1) Sanggar kaligrafi Al-Baghdadi hanya memiliki 3 dari 8 ruang lingkup manajemen yaitu: manajemen kurikulum yang terbatas pada pengajaran dengan kurikulum tersembunyi, manajemen peserta didik dengan melakukan aktivitas pengamatan lapangan dalam berkompetisi, dan manajemen sarana juga prasarana dalam bentuk ruang belajar serta cat acrylic; 2) Pentahelix, sanggar Al-Baghdadi telah berkolaborasi pada 4 pilar dari Pentahelix yang berhasil terekam yakni: akademisi sejak tahun 2021-2023, komunitas sejak tahun 2023, pemerintah dari ketua IKAPDA tahun 2019 dalam bentuk apresiasi dengan memberi mahar pada karya seni, dan media massa meliputi surat kabar tahun 2017 serta saluran televisi tahun 2018. Berimplikasi secara langsung kepada pimpinan sanggar untuk menyiapkan keputusan strategis dalam membangun sanggar, yang sebelumnya pimpinan masih tabu dan belum mengetahui situasi sanggarnya.Kata Kunci: Kaligrafi, Manajemen, Pentahelix.Authors:Hadi Alhail : Universitas Negeri SemarangWadiyo : Universitas Negeri SemarangWandah Wibawanto : Universitas Negeri SemarangReferences:Amri, Chairul. (2023). œHarapan Membesarkan Sanggar. Hasil Wawancara Pribadi: 23 Februari 2023. Sanggar Al-Baghdadi Medan.Astuti, R., Warsono, H., & Rachim, A. (2020). Collaborative Governance. Collaborative Governance Dalam Perspektif Publik, 161.Ayuni, A., & Efi, A. (2020). Manajemen Festival Seni Pertunjukan Pekan Nan Tumpah Di Provinsi Sumatera Barat. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 100. https://doi.org/10.24114/gr.v9i1.18100Baharuddin, M. M. (2010). Manajemen Pendidikan Islam. Malang: UIN-Maliki Press.Fattah, N. (2012). Manajemen Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media.Halibas, A. S., Sibayan, R. O., & Maata, R. L. R. (2017). The Pentahelix Model of Innovation in Oman: An HEI Perspective. Interdisciplinary Journal of Information, Knowledge, and Management, 12, 159“172.Herdiansah, A. G. (2020). Pengembangan Potensi Kewirausahaan dengan Prinsip PentaHelix di Desa Margamekar Kabupaten Sumedang. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 3(3), 539“547. http://jurnal.unpad.ac.id/kumawula/article/view/31078/pdfMariana, D., & Oktariani, D. (2023). DI KABUPATEN MEMPAWAH. 12(November).Syafrizal, S., Efi, A., & Budiwirman, B. (2022). Management Event Seni Pertunjukan Performance Art. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 246. https://doi.org/10.24114/gr.v11i2.34713
TRANSFORMASI BATIK SUDAGARAN PADA KAMPUNG BATIK LAWEYAN KOTA SURAKARTA M. Rudianto
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49254

Abstract

Batik underwent a transformation from being used by the palace to being a trade item to be marketed freely. There is Batik Sudagaran which is known as a traditional cloth with patterns sourced from the palace batik, the decorative motifs are changed based on the taste of the merchants. The research was conducted with the aim of examining the changes in the design of Sudagaran batik in the past and knowing the batik patterns that are now traded. Using descriptive qualitative method, located in Laweyan Batik Village, Surakarta City. Samples were obtained from the Mahkota Laweyan Batik business, determining the sample using purposive sampling technique with the criteria that the batik business has been running since the XIXth century and continues until now with various adjustments to the products produced. Data were obtained through observation, interviews, document studies and objects. The analysis stage goes through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The research focuses on the description of the changing form of Sudagaran batik with the theory of Iconography and Iconology. The embodiment of batik motifs has changed, developed and the emergence of new motifs that do not refer at all to the palace batik or Sudagaran batik. The configuration of points, lines, and colors in batik motifs displays significant changes. Changes have an impact on the development of batik motifs in the present. Batik products with an economic orientation, developed in the realm of trade and began to leave philosophical meanings due to market demand factors. Various batik motifs can be found in Laweyan Batik Village, including the Mahkota Laweyan Batik which produces one of its motifs, the Super Maestro motif. This motif is dominated by plant ornaments in the concept of batik, including the type of lung-lungan or semi batik.Keywords: sudagaran batik, batik business, Laweyan. AbstrakBatik mengalami transformasi, dahuludipakai kalangan keraton menjadi barang dagang untuk dipasarkan secara bebas. Terdapat Batik Sudagaran yang dikenal sebagaikain tradisidengan corak bersumber pada batik keraton, ragam hias motif diubah berdasarkan selera para Saudagar. Dilakukan penelitian degan tujuan mengkaji perubahan desain batik Sudagaran di masa lalu dan mengetahui corak batik yang sekarang diperdagangkan. Menggunakan metode kualitatif deskriptif, berlokasi di Kampung Batik Laweyan Kota Surakarta. Sample diperoleh dari usaha Batik Mahkota Laweyan, penentuan sample dengan teknik purposive sampling dengan kriteria usaha batik dijalankan sejak abad ke-XIX dan terus berlanjut hingga sekarang dengan berbagai penyesuaian produk yang dihasilkan. Data diperoleh melalui tahap observasi, wawancara, studi dokumen serta benda. Tahap analisis melaluitahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian berfokus padagambaran bentuk perubahanbatik Sudagaran dengan teori Ikonografi dan Ikonologi.Perwujudan motif batik mengalami perubahan, berkembang dan dimunculkannya motif baru yang tidak merujuk sama sekali dengan batik keraton maupun batik Sudagaran. Konfigurasi titik, garis, dan warna pada motif batikmenampilkan perubahan yang signifikan. Perubahan berdampak pada perkembangan motif batik di masa sekarang.Produk batik dengan orientasi ekonomi, berkembang pada ranah perdagangan dan mulai meninggalkan pemaknaan filosofis karena faktor permintaan pasar. Beragam motif batik dapat ditemukan di Kampung Batik Laweyan, termasuk pada Batik Mahkota Laweyan  yang menghasilkan salah satu motifnya adalah motif Super Maestro. Motif ini didominasi ornamen tumbuhan dalam konsep batik termasuk jenis batik lung-lungan atau semi.Kata Kunci: batik sudagaran, usaha batik, Laweyan. Author:M. Rudianto : Universitas Sebelas Maret References:Adeline, W., Misgiya, M., & Azis, A. C. K. (2022). Jam Dinding Ornamen Batak Toba Berbahan Serbuk Kayu Dengan Teknik Membentuk. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 387-393.Alim, B., & Chandra, E. (2023). Rebranding UMKM Mentai Melalui Perancangan Identitas Visual. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 175-181.Astuti, I., & Ramadhan, T. (2023). Kajian UKM di Kota Tangerang: Percepatan Transformasi Era Society 5.0 Akibat Perubahan Perilaku Konsumen Pasca Covid-19 dan Dampaknya Terhadap Perekonomian. ADI Bisnis Digital Interdisiplin Jurnal, 4(1), 149“154.Doellah, S. (2002). Batik Pengaruh Zaman dan Lingkungan. Surakarta: Danar Hadi.Honggopuro, K. (2022). Batik sebagai Busana dalam Tatanan dan Tuntutan. Surakarta: Yayasan Peduli Karaton Surakarta Hadiningrat.Kamala, N., & Adriani, A. (2019). Studi Tentang Motif Dan Pewarnaan Batik Cap Dengan Zat Pewarnaan Alam Di Rumah Batik Dewi Busana Kecamatan Lunang Kabupaten Pesisir Selatan. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 303-307.Kusrianto, A. (2013). Batik: Filosofi, Motif, dan Kegunaan. Yogyakarta: Penerbit Andi.Pasaribu, M. E., & Atmojo, W. T. (2023). Puzzle Sebagai Sumber Inspirasi Penciptaan Motif Batik. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 1-10.Panofsky, E. (2018). Studies in Iconology: Humanistic Themes in the Art of the Reinessance. New York: Routledge.Rusyada, G. N., Satria, C., & Hidayat, I. (2023). Studi Motif Batik Kembang Dangar Khas Kabupaten Lombok Utara, Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 116-123.Sachari, A. (2007). Budaya Visual Indonesia. Jakarta: Erlangga.Sariyatun. (2005). Usaha Batik Masyarakat Cina di Vorstenlanden Surakarta Awal Abad XX. Surakarta: Sebelas Maret University Press.Sedjati, D. P., & Sari, V. T. (2019). Mix Teknik Ecoprint dan Teknik Batik Berbahan Warna Tumbuhan dalam Penciptaan Karya Seni Tekstil. Corak, 8(1), 1“11. Suandari, N., Mudra, I., & Sudharsana, T. (2023). Perkembangan Tapestri di Bali. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 141-147.
EKSPRESI MUSIKAL DALAM PERTUNJUKAN RAPAI BUBEE DI MEE PANGWA TRIENGGADENG PIDIE JAYA PROVINSI ACEH Intan Rizki Intan; Ediwar Ediwar; Andar Indra Sastra; Nursyirwan Nursyirwan
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.49103

Abstract

Rapai Bubée is traditional music typical of the people of Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The form of the Rapai Bubée art performance is different from other Rapai performances. Rapai Bubée uses Bubée as a performance property and the Rapai musical instruments as a sound medium. This research uses several theories related to musical and aesthetic expression by Mondro, whose contents state that, there are three characteristics that become good (beautiful) qualities or build aesthetics from aesthetic objects in general, namely: 1 (one) unity (unity) : 2 (two) complexity : 3 (three) seriousness (intensity).The aim of this research is related to the problem raised, namely uncovering the problem of musical expression in the Rapai Bubée performance in Gampong Mee Pangwa, Trienggadeng District, Pidie Jaya Regency, Aceh Province. The method used in this research is qualitative method. Data collection techniques were carried out using observati techniques, interview techniques and documentation techniques.Keywords: expression, musical, rapai bubée.AbstrakRapai Bubée merupakan musik tradisional khas masyarakat di  Gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Bentuk pertunjukan kesenian Rapai Bubée berbeda dengan pertunjukan Rapai lainnya. Rapai Bubée menggunakan Bubée sebagai properti pertunjukan dan alat musik Rapai sebagai media bunyi. Penelitian ini mengunakan beberapa teori yang berhubungan dengan ekspresi musikal dan estetika oleh mondro, yang isinya menyebutkan bahwa, ada tiga ciri yang menjadi sifat-sifat baik (indah) atau membangun estetis dari objek estetis pada umumnya yaitu : 1 (satu) kesatuan (unity) : 2 (dua) kerumitan (complexity) : 3 (tiga) kesungguhan (intensity). Tujuan penelitian ini berkaitan dengan masalah yang diangkat yakni mengungkap masalah ekspresi musikal dalam pertunjukan Rapai Bubée di  gampong Mee Pangwa Kecamatan Trienggadeng Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan teknik observasi, teknik wawancara dan teknik dokumentasi.Kata Kunci: ekspresi, musikal, rapai bubée. Authors:Intan Rizki Junita Utami : Institut Seni Indonesia PadangpanjangEdiwar : Institut Seni Indonesia PadangpanjangAndar Indra Sastra : Institut Seni Indonesia PadangpanjangNursyirwan : Institut Seni Indonesia Padangpanjang References:Azis, A. C. K., Mesra, M., & Sugito, S. (2021). Pengembangan Bahan Ajar Micro Teaching Bagi Mahasiswa Seni Rupa Universitas Negeri Medan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 223-229.Ediwar, E. (2010). Kesenian Bernuansa Islam Suku Melayu Minangkabau. Jurnal UKM, 5(1), 227-249.Nugroho, P. A., Fenriana, I., & Arijanto, R. (2020). Implementasi Deep Learning Menggunakan Convolutional Neural Network (CNN) pada Ekspresi Manusia. Algor, 2(1), 12-20.KBBI. (2008). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Marzuwan, M. (2019). Seni Tari Rapai Bubѐe Pidie Jaya. Penerbit: Bravo Darussalam.Rachmawati, I. N. (2007). Pengumpulan data dalam penelitian kualitatif: wawancara. Jurnal Keperawatan Indonesia, 11(1), 35-40.Sanjaya, Wina, (2013). Penelitian Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.Soeharto, M. (1992). Kamus Musik. Jakarta: Gramedia Widia Serana Indonesia.
PERANCANGAN LOGO ˜BATAR FUN™ SEBAGAI IDENTITAS VISUAL DALAM BOARD GAME MATEMATIKA Eti Fitri Nurhandayani; Asril Asril; Rizwel Zam
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.58802

Abstract

Educational games are games designed for educational purposes. ˜Batar Fun™ is a board game designed to implement education in it. ˜Batar Fun™ is an educational board game that discusses learning mathematics using flat shapes. Board game are designed to attract children™s interest in learning, especially fourth grade elementary school. This entity was appointed because it saw the importance of mathematics in various aspects of life which is a challenge for most children. However, in this case, the board game does not yet have a visual identity that can represent the game itself. The aim of this research is to produce a visual identity in the form of a logo for the board game ˜Batar Fun™. The design method refers to Robin Landa™s method, namely the Five Phases of the Graphic Design Process which consists of 5 stages, namely, orientation, analysis, conceptual design, design development, and implementation. The result of this design produce a visual identity in the form of a logo that can represent the ˜Batar Fun™ board game, supporting media, and other promotional media to support and introduce the ˜Batar Fun™ board game product to the public. The resulting logo is in accordance with the board game background so that it can present the contents of the board game. The logo also has a simple appearance and is easy for the public to remember.Keywords: Batar Fun Logo, Board Game, Visual IdentityAbstrakGame edukasi merupakan permainan yang dirancang untuk tujuan pendidikan. ˜Batar Fun™ sebagai salah satu board game yang dirancang dengan mengimplementasikan edukasi di dalamnya. ˜Batar Fun™ merupakan salah satu board game edukatif yang membahas mengenai pembelajaran matematika pada materi bangun datar. Board game dirancang untuk menarik minat belajar anak khususnya pada anak Sekolah Dasar kelas IV. Entitas ini diangkat karena melihat pada pentingnya matematika dalam berbagai aspek kehidupan yang menjadi tantangan tersendiri bagi sebagian besar anak. Namun dalam hal ini, board game tersebut belum memiliki identitas visual yang dapat merepresentasikan permainan itu sendiri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menghasilkan identitas visual berupa logo pada permainan Board Game ˜Batar Fun™. Metode perancangan merujuk kepada metode dari Robin Landa yaitu Five Phases of the Graphic Design Process yang terdiri dari 5 tahapan yaitu, orientation, analysis, conceptual design, design development, dan implementation. Hasil dari perancangan ini menghasilkan identitas visual berupa logo yang dapat mempresentasikan board game ˜Batar Fun™, media pendukung, dan media promosi lainnya guna mendukung dan memperkenalkan produk board game ˜Batar Fun™kepada publik. Logo yang dihasilkan sudah sesuai dengan latar belakang board game sehingga dapat mempresentasikan isi dari board game tersebut. Logo juga memiliki tampilan yang simpel dan mudah untuk diingat oleh publik.Kata Kunci: Board Game, Identitas Visual, Logo Batar Fun. Authors:Eti Fitri Nurhandayani : Institut Seni Indonesia Padang PanjangAsril : Institut Seni Indonesia Padang PanjangRizwel Zam : Institut Seni Indonesia Padang Panjang ReferencesAhmad, Asrullah, Aldo Susanto, and Erwin Candrawira. 2023. œIklan Layanan Masyarakat Terkait Pentingnya Investasi Digital. Jurnal Desain 10(3): 493“512.Alim, Bulan, and Edy Chandra. 2023. œRebranding Umkm Mentai Melalui Perancangan Identitas Visual. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(1): 174.Aulia, Fauzan, Hendra Afriwan, and Dini Faisal. 2021. œKonsistensi Logo Dalam Membangun Sistem Identitas. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 10(2): 439“44.Calvin, L, B A Hananto, and C D Zuki. 2022. œAnalisis Kebutuhan Perancangan Identitas Visual Pada Board Game ˜Antapura: Poerwakala.™ Prosiding Konferensi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (KOMA DKV) 2: 288“93.Cuaca, Michelle Angela, Jayanto Ginon Warjoyo, and Budi Darmo. 2023. œPerancangan Ulang Identitas Visual Sebuah Usaha Elektronik Rumah Tangga. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(1): 26.Fadli, Arizal, Suharno, and Akhmad Arif Musadad. 2017. œDeskripsi Analisis Kebutuhan Media Pembelajaran Berbasis Role Play Game Education Untuk Pembelajaran Matematika. Prosiding Seminar Nasional Teknologi Pendidikan (1): 52“57.Kelvin, and Brian Alvin Hananto. 2021. œPerancangan Ulang Brand Identity Board Board ˜Si Anak Nakal.™ Prosiding Konferensi Mahasiswa Desain Komunikasi Visual 1(1): 472“81.Lemuela, Jemima Katherine, and Edy Chandra. 2023. œPerancangan Identitas Visual Layanan Mobile Grooming Hi Pets. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa 12(02).Ningtiyas, Retnoningtiyas, Pujiyanto Pujiyanto, and Mahendra Wibawa. 2020. œSebuah Perancangan Brand Identity Oina Craft Sebagai Identitas Perusahaan Kriya Di Kota Malang. MAVIS¯: Jurnal Desain Komunikasi Visual 2(2): 58“66.Rahmadianto, Sultan Arif. 2021. œPerancangan Logo Dan Media Promosi Le Jaune Patisserie. Jurnal Desain Komunikasi Visual Asia 4(2): 59“68.Rizkha, Ida Aminahrul, and Meirina Lani Anggapuspa. 2022. œPerancangan Board Game Pengenalan Gizi Seimbang Sebagai Media Edukasi Anak Usia 9-12 Tahun. Jurnal Barik 4(1): 175“89. https://ejournal.unesa.ac.id/index.php/JDKV/article/view/48614.Subianto, Ismail Bambang, and Dhika Quarta Rosita. 2023. œRedesain Logo UMKM A4 Photography. Jurnal Desain 10(3): 627.Sujanto, Angela Maria Nadya et al. 2021. œPerancangan Poster Dan Kalender Sebagai Bentuk Implementasi Display Type Malangka Berdasarkan Studi Vernakular Tana Toraja. de-lite: Journal of Visual Communication Design Study & Practice 1(2): 69“76.Tiffany, F, M Hartono, and G Sujatmiko. 2019. œPerancangan Board Game Sebagai Souvenir Khas Kota Surabaya. Calyptra 7(2): 1434“45.Wijaya, Priscilia, Arief Agung, and Jacky Cahyadi. 2016. œPerancangan Board Game Untuk Mengenalkan Rambu Lalu Lintas Terhadap Anak Usia 5-6 Tahun. Jurnal DKV Adiwarna 1(8): 1“8.Wulandari, Murini, Ayu Purba, and Rinanda. 2021. œPerancangan Board Game Edukatif Tentang Budaya Indonesia Untuk Anak Sekolah Dasar. Jurnal FSD 2(1): 163“76. https://e-journal.potensi-utama.ac.id/ojs/index.php/FSD/article/view/1197.
THE EMBODIMENT OF SANDUNG AS AN ARTISTIC EXPRESSION FOR THE HINDU KAHARINGAN COMMUNITY IN PALANGKARAYA CITY (A.A.M DJELANTIK AESTHETIC THEORY STUDY) Paramarta, Made; Lestari, Wahyu
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 13, No 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.59659

Abstract

This research aims to examine Sandung as an artistic expression for the Hindu Kaharingan community in the city of Palangkaraya. Brisket is a container for the bones of deceased humans. The procession of placing human bones begins with the Tiwah ritual. The shape of the Sandung building varies according to its purpose for the dead, there are typical Dayak ornamental reliefs which are characteristic of Sandung. The shape, weight and appearance of the Sandung are very aesthetic. It is necessary to examine the actual form, arrangement based on facts in the field, what the atmosphere, ideas and messages are conveyed through the form of the Sandung, and what talents, skills, facilities and media are presented in the realization of the Sandung. The existence of Sandung contains an interconnected conception of art and religion, not only as a sacred place, but Sandung also has important meaning and function as a local cultural identity of the Kaharingan Hindu community in Palangkaraya City. This research uses A.A.M.'s aesthetic theory. Djelantik to dissect the manifestation of Sandung so that it can be studied in depth into a complete and in-depth article about Sandung. This research uses a qualitative method with a phenomenological approach using data collection techniques in the form of observation, interviews, documentation and literature review relevant to this research. local cultural identity of the Kaharingan Hindu community in the city of Palangkaraya. Based on the results of the analysis, this research is expected to contribute and contribute knowledge in the realization of Sandung for the Kaharingan Hindu community in the city of Palangkaraya.Keywords: embodiment, Sandung, aesthetic theory. 
PRAKTIK REPRESENTASI SENI LUKIS FLORA DAN FAUNA PENGOSEKAN PADA PRODUK SENI KERAJINAN Ni Putu Laras Purnamasari
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.47185

Abstract

The art of painting the flora and fauna of Pengosekan has a charming visual appeal. This visual object of painting then appeared in several arts and crafts in Gianyar Regency. These crafts include stone crafts, wood crafts and batik crafts. The representation of flora and fauna painting in craft arts can be seen in terms of themes, shapes, lines and colors. This research focuses on the practice of representing the flora and fauna of Pengosekan on arts and crafts products. The method used is a qualitative method with an analytical approach to visual representation and textual text, data obtained through observation, literature study, documents and in-depth interviews with sources in the field. The results of the research show that the presence of painted images of Pengosekan flora and fauna is attached to several arts and crafts products in Gianyar district. Some of these craft products include the art of stone crafts, the art of wood carving crafts, and the art of batik crafts.Economic needs are one of the factors causing the practice of representation, as well as being supported by the creativity of craftsmen, as well as the current trend in the painting market with Balinese natural themes, especially flora and fauna. Some of these things influence the thoughts and behavior of craftsmen to create a characteristic visual language leading to the art of painting the flora and fauna of Pengosekan. Representation can be identified in terms of themes and visual styles in the products created. From an economic, social and cultural perspective, this representational practice has had both positive and negative impacts on society, although basically this behavior has helped the existence of the art of painting flora and fauna, even in different media and functions.Keywords: representation, Pengosekan painting, crafts.AbstrakSeni lukis flora dan fauna Pengosekan memiliki pesona daya tarik pada visual karya. Objek visual seni lukis ini kemudian muncul pada beberapa seni kerajinan di Kabupaten Gianyar. Seni kerajinan tersebut antara lain kerajinan batu padas, seni kerajinan kayu, dan seni kerajinan batik. Representasi seni lukis flora dan fauna pada seni kerajinan terlihat dari segi tema, bentuk, garis, dan warna. Penelitian ini fokus pada praktik representasi seni lukis flora dan fauna Pengosekan pada produk seni kerajinan. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif dengan pendekatan analisis representasi visual dan teks tekstual, data diperoleh melalui observasi, studi kepustakaan, dokumen, dan wawancara mendalam dengan narasumber di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran citra seni lukis flora dan fauna Pengosekan melekat pada beberapa produk seni kerajinan di kabupaten Gianyar. Beberapa produk kerajinan tersebut antaralain seni kerajinan batu padas, seni kerajinan ukir kayu, dan seni kerajinan batik.  Kebutuhan ekonomi merupakan salah satu factor penyebab terjadinya praktik representasi, selain juga karena didukung oleh kreatifitas perajin, serta kecenderungan pasar lukisan saat itu dengan tema-tema alam Bali khususnya flora dan fauna. Beberapa hal tersebut mempengaruhi pikiran dan perilaku perajin untuk meciptakan karakteristik bahasa visual mengarah pada seni lukis flora dan fauna Pengosekan. Representasi dapat diidentifikasi dari segi tema dan gaya visual pada produk yang diciptakan. Dari segi ekonomi, sosial, dan budaya praktik representasi ini sangat memberi dampak baik positif maupun negativ kepada masyarakatnya, meskipun pada dasarnya perilaku ini telah membantu eksistensi seni lukis flora dan fauna meskipun pada media dan fungsi yang berbeda.Kata Kunci: representasi, seni lukis Pengosekan, kerajinan. Authors:Ni Putu Laras Purnamasari : Universitas PGRI Mahadewa Indonesia References:Budiwirman, B., Syeilendra, S., Ramadhan, A., & Syafei, S. (2023). Seni Tradisional dalam Seni Musik Modren: Analisis Berdasarkan Nilai Pendidikan. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 108-115.Cavallaro, D. (2004). Teori Kritis dan Teori Budaya. Yogyakarta: Niagara.Purnamasari, N. P. L., & Adiputra, A. M. (2020). Unsur Visual Seni Lukis Flora Dan Fauna Pengosekan Pada Seni Kerajinan Batu Padas Di Desa Singapadu. Stilistika: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Seni, 9(1), 122-133.Purnamasari, N. P. L. (2022). Identification Of Painting Arts In Padas Stone Crafts In Singapadu Village. Mudra Jurnal Seni Budaya, 37(1), 69-77.Purnamasari, N. P. L. (2021). Tema Flora dan Fauna, Nataloka Studio. Hasil Dokumentasi Pribadi: 17 Maret 2021, Bali.Ramadhani, S. A., & Nelmira, W. (2023). Transformasi Motif Burung Merak pada Produk Bordir Kebaya Pila Kebaya di Kecamatan Harau Kabupaten Lima Puluh Kota. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 12(1), 56-62.Sudikan, S. Y. (2001). Metode Penelitian Kebudayaan. Surabaya: UNIPRESS.Mubarat, H., Saaduddin, S., & Ihaq, M. (2022). Implementasi Ragam Hias Songket Palembang pada Ruang Publik Sebagai Representasi Estetik Budaya Lokal Palembang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 529-537.Mudra, I. W., Raharja, I. G. M., & Sukarya, I. W. (2019). Motif Tradisi Wayang Khas Bali pada Penciptaan Seni Keramik. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(2), 320-326.Mudra, I. W., Mahadi, M., & Karuni, N. K. (2020). Inovasi Produk Kriya Di Bali. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 9(1), 56-63.
DEVELOPMENTS OF MOTIFS: DESIGNING THE BARAPAN KEBO MOTIF IN KRE ALANG Gustu Rahma Deni; Abdurrozaq Abdurrozaq
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.63184

Abstract

The development of the Kre Alang motif (traditional Sumbawa Songket woven cloth) is currently limited to changing the shape and positioning of the motif, which is not very different from the existing motif. This makes the Kre Alang motif less developed and causes boredom among the artisans and consumers of this woven fabric. The objective of this research is to create Kre Alang woven motifs with ideas from one of the traditional games of the Sumbawa people, namely Barapan Kebo (buffalo race). This research employs a textile craft creation method, starting from the exploration stage, followed by design, and then embodiment. Research data was collected through observation, literature review, and interviews. The results of the research are two Barapan Kebo motif designs on Kre Alang woven cloth by incorporating several parts of the Barapan Kebo game which will be used as the main motif on Kre Alang woven cloth, including the buffalo head, joki, and kareng. In addition, Lasuji's motif is used as a supporting motif.
AKULTURASI BUDAYA PADA SYAIR ELING-ELING SIRO MENUNGSO KARYA SUNAN GRESIK Khotijah, Siti Nur; Haerussaleh, Haerussaleh; Huda, Nuril
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol 12, No 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.48707

Abstract

The eling-eling siro menungso poem is a poem that has been created by Sunan Gresik or whose real name is Sheikh Maulana Malik Ibrahim, the poem is a form of cultural acculturation from Gresik culture in the form of literature. In these poems there are cultural values and also cultural elements, the purpose of this research to find out the values and also cultural elements of the poem, in this study a qualitative research method was used with a qualitative descriptive approach, data collection in this research used literature study. The results of this study are that there are cultural values, namely the value of the relationship between God and humans as well as the value of the relationship between humans and each other, after that there are cultural elements, namely linguistic elements in the poem using Arabic and Javanese, elements of art, namely hadrah art in Gresik with the musical instruments used coming from Malay and Javanese, namely tambourines and drums, and the last is an element of the religious system, where in the poem the religious system is Islamic Kejawen.Keywords: acculturation, cultural, Sunan Gresik. AbstrakSyair eling-eling siro menungso adalah syair yang telah diciptakan oleh sunan Gresik atau yang memiliki nama asli Syekh Maulana Malik Ibrahim, syair tersebut merupakan bentuk dari akulturasi budaya dari kebudayaan Gresik berupa kesusastraan. Dalam syair tersebut terdapat nilai-nilai kebudayaan dan juga unsur-unsur budaya, tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui nilai dan juga unsur budaya dari syair tersebut, dalam penelitian ini digunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatakan deskriptif kualitatif, pengumpulan data dalam peneltian ini menggunaan studi pustaka. Hasil penelitian ini adalah terdapat nilai-nilaikebudayaan yaitu nilai hubungan tuhan dan manusia serta nilai hubungan manusia dan sesamanya, setelah itu terdapat unsur-unsur kebudayaan, yaitu unsur kebahasaan dalam syair tersebut menggunakan bahasa Arab dan bahasa Jawa, unsur kesenian yaitu kesenian hadrah yang ada di Gresik dengan alat musik yang dipakai berasal dari melayu dan Jawa yaitu rebana dan kendang, dan yang terakhir adalah unsur sistem religi, dimana dalam syair tersebut sistem religinya adalah islam kejawen.Kata Kunci: akulturasi, budaya, Sunan Gresik. Authors:Siti Nur Khotijah : Universitas Dr. Soetomo SurabayaHaerussaleh : Universitas Dr. Soetomo SurabayaNuril Huda : Universitas Dr. Soetomo Surabaya References:Achmad Nur Waqid. (2020). Metode Dakwah Sunan Kalijaga Melalui Akulturasi Budaya dan Relevansinya dengan Tujuan Pendidikan Islam (Skripsi- IAIN Ponorogo). September. http://etheses.iainponorogo.ac.id/id/eprint/12938.Aziz, D. K. (2015). Akulturasi islam dan budaya jawa. Fikrah, I(2), 253–286.Indrastuti, N. S. K. (2018). Representasi Unsur Budaya dalam Cerita Rakyat Indonesia: Kajian Terhadap Status Sosial dan Kebudayaan Masyarakat. Malaysian Journal of Social Sciences and Humanities (MJ - SSH), 3(3), 189–199. https://msocialsciences.com/index.php/mjssh/article/view/124/101.Maziyah, S., & Amaruli, R. J. (2020). Walisanga: Asal, Wilayah dan Budaya Dakwahnya di Jawa. Endogami: Jurnal Ilmiah Kajian Antropologi, 3(2), 232–239.Merdiyatna, Y. Y. (2019). Nilai-Nilai Budaya Dalam Cerita Rakyat Panjalu. BAHASTRA, 4(1), 143–148.Nurhayati, E., Junaedi, D., & Sahliah, S. (2020). Dakwah Islam Melalui Karya Sastra. Hanifiya: Jurnal Studi Agama-Agama, 2(2), 105–112. https://doi.org/10.15575/hanifiya.v2i2.7303.Rumpaka, R. A., & Ayundasari, L. (2021). Akulturasi budaya Tembang Lir-ilir sebagai media dakwah Sunan Kalijaga. Jurnal Integrasi Dan Harmoni Inovatif Ilmu-Ilmu Sosial, 1(4), 470–476. https://doi.org/10.17977/um063v1i4p470-476.Sadono, S., & Purnomo, A. D. (2020). A BUDAYA ISLAM DAN TIONGHOA DALAM ARSITEKTUR MASJID AL IMTIZAJ CIKAPUNDUNG BANDUNG. Gorga : Jurnal Seni Rupa, 09(November).Siswayanti, N., & Yunani, A. (2021). Akulturasi Budaya Dalam Dakwah Maulana Malik Ibrahim. JIPKIS: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dan Keislaman, 1(3), 149–161. https://jipkis.stai-dq.org/index.php/home/article/view/16.Sukirman. (2021). Karya Sastra Media Pendidikan Karakter bagi Peserta Didik. Konsepsi, 10(1), 17–27. https://p3i.my.id/index.php/konsepsi/article/view/4.Sutardjo, I. (2013). Menggali Nilai Keutamaan Dalam Kesusastraan Jawa Karya Wali Sanga: Kajian Semiotik. Kajian Linguistik Dan Sastra, 25(2), 137–146. http://journals.ums.ac.id/index.php/KLS/article/view/4133%25.