cover
Contact Name
Adek Cerah Kurnia Azis
Contact Email
adek_peros@yahoo.com
Phone
+6285278021981
Journal Mail Official
gorgajurnalsenirupa@unimed.ac.id
Editorial Address
Jl. Willem Iskandar / Pasar V, Medan, Sumatera Utara – Indonesia Kotak Pos 1589, Kode Pos 20221
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Gorga : Jurnal Seni Rupa
ISSN : 23015942     EISSN : 25802380     DOI : https://doi.org/10.24114/gr.v9i1
Core Subject : Education, Art,
Gorga : Jurnal Seni Rupa terbit 2 (dua) kali setahun pada bulan Juni dan Desember, berisi tulisan/artikel hasil pemikiran, hasil penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang ditulis oleh para pakar, ilmuwan, praktisi (seniman), dan pengkaji dalam disiplin ilmu kependidikan, kajian seni, desain, dan pembelajaran seni dan budaya.
Articles 806 Documents
LANGKAH MELESTARIKAN GOLOK WALAHIR SEBAGAI SALAH SATU IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT SINDANGKERTA TASIKMALAYA Zulkarnain Muttaqin; Nyoman Dewi Pebriyani; Suharto Suharto
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.59493

Abstract

Preserving the cultural identity of the region is the absolute responsibility of all elements of society, as without it, there would be no national identity. Golok Walahir is a crucial cultural artifact from the village of Walahir Sindangkerta, Tasikmalaya, West Java. With the passing of the last skilled blacksmith, Puh Bihot, in 1955, there are no more successors to the maker of Golok Walahir. It is imperative that we take immediate and decisive action to ensure the preservation of Golok Walahir as a fundamental cultural symbol of Walahir Sindangkerta. This study aims to provide clear and actionable steps for the preservation of Golok Walahir for the younger generation. Using qualitative descriptive methods, the research conducted in the village of Walahir involved rigorous fieldwork and data literacy research. The obtained data from the elders and local residents, in combination with previous research and field observations, has been analyzed and structured into a compelling narrative that will resonate with the younger generation and the wider community. The outcomes of this study have resulted in concrete steps for the transfer of information regarding Golok Walahir such as oral, written, digital platform anf prototyping wich is adapted to the needs of the younger generation. In conclusion, it is crucial to undertake precise measures to transfer this preservation information to the younger generation, allowing Golok Walahir to endure as a key cultural identity of Walahir Sindangkerta.Keywords: golok, preservation, sindangkerta, walahiAbstrakMelestarikan identitas budaya daerah adalah kewajiban seluruh elemen masyarakat, karena tanpanya tidak akan ada identitas nasional. Golok Walahir adalah salah satu wujud artefak budaya dari desa Walahir Sindangkerta Tasikmalaya Jawa Barat yang sudah tidak ada lagi penerus pembuatnya, empu pandai besi terakhir yaitu Puh Bihot meninggal pada tahun 1955. Dengan tidak adanya lagi penerus pandai besi pembuat golok Walahir, diperlukan upaya pelestarian agar golok Walahir tetap dapat dijadikan sebagai salah satu identitas budaya Walahir Sindangkerta. Pengkajian ini bertujuan untuk merumuskan langkah-langkah pelestarian golok Walahir bagi generasi muda. Metode yang digunakan kualitatif deskriptif, penelitian dilakukan di desa Walahir, dilakukan selama lima hari dilanjutkan dengan penelitian melalui literasi data selama tiga bulan. Data tentang golok Walahir yang didapatkan dari sesepuh dan warga adat Walahir melalui wawancara, hasil penelitian sebelumnya dan observasi lapangan yang peneliti lakukan dianalisa lalu dideskripsikan menjadi sebuah narasi yang dapat diterima oleh generasi muda dan masyarakat umum. Hasil dari pengkajian ini adalah langkah langkah alih informasi golok Walahir berupa penuturan lisan, tulisan, platform digital dan prototyping golok yang disesuaikan dengan kebutuhan generasi muda. Kesimpulan dari pengkajian ini adalah diperlukan langkah alih informasi pelestarian golok Walahir yang tepat bagi generasi muda sebagai penerus agar golok Walahir lestari sebagai salah satu identitas budaya Walahir Sindangkerta.Kata Kunci: golok, pelestarian, sindangkerta, walahir Authors:Zulkarnain Muttaqin : Institut Seni Indonesia DenpasarNyoman Dewi Pebriyani : Institut Seni Indonesia DenpasarSuharto : Institut Seni Indonesia Denpasar ReferencesAwa, P. (2014, Mei 1). Wawancara golok Walahir. (T. Z. M, Interviewer)Awa, P. (2023, Oktober 9). Wawancara golok Walahir II. (T. Z. M, Interviewer)Devanny Gumulya, M. (2017). Desain Sebagai Strategi di Rencana Bisnis Desain Produk Tas Dengan Pendekatan Teori Semantik. IDEALOG, 275-287.Dolly Simon Kristian, A. F. (2015). Pengembangan Sistem ReplikasiI dan Redundansi Untuk Meningkatkan Kehandalan Basisdata MYSQL . Jurnal Teknologi dan Sistem Komputer, 523.Husni Mubarat, H. I. (2024). Visualisasi dan Makna Filosofis Tanjak Sebagai Ikon Budaya Lokal Pada Struktur Bangunan Di Kota Palembang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 148.Lestamega, V. M. (2024). Kajian Estetika Perupa Muda Lukisan Ridha Nursafitri Berjudul: Hedonisme Dalam Pandangan Hidup Minangkabau. Gorga: Jurnal seni Rupa, 151.Muttaqin, T. Z. (2015, 9 16). Rekonstruksi Visual Golok Walahir oleh Pak Awa Sebagai Upaya Pelestarian Identitas Budaya Masyarakat Desa Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya. hal. 149.Muttaqin, T. Z. (2019). Golok Walahir Sebagai Identitas Budaya Masyarakat Desa Sindangkerta Kabupaten Tasikmalaya. ATRAT, 41-50.Nurhandayani, E. F., & Zam, R. (2024). Perancangan logo ' batar fun' sebagai identitas visual dalam board game matematika. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 194.Prasetyo, A. A. (2022). Golok Sebagai Identitas Budaya Betawi. Bekasi: Universitas Mercu Buana.Samson. (2024, April 18). Pewarisan. (T. Z. M, Interviewer)Sernilia Malino, Z. S. (2023). Kajian Organologi Musik Pompang Toraja: Bentuk, Fungsi, dan Makna. Tonika: Jurnal Penelitian dan Pengkajian Seni,, 87-105.Sulasno, W. F. (2020). Application of Legal Protection of Cultural Products Intellectual Property Machetes Ciomas in the District of Ciomas Regency of Serang. Literatus, 78-86.Zainuri Sabta Nugraha, F. K. (2019). Refleksi Pembelajaran Anatomi Pada Mahasiswa Kedokteran Fase Ketiga Melalui Applied and Clinical Question. Refleksi pembelajaran alternatif, 21-27.
THE FORM AND MEANINGS OF IRIAK ANJAI DANCE CLOTHES IN PASAMAN SAIYO ART STUDIO Mia Febria Lestari; Agusti Efi
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.61645

Abstract

One form of art is dance, dance has many types. Is one of Pasaman Regency there is Iriak Anjai dance. Along with the socio-cultural development of the user community, users increasingly do not understand their traditional arts, one of which is the Iriak Anjai dance. Therefore, the author has examined and described the components of the Iriak Anjai dance, namely its properties in the form of dance clothes in terms of the form and meaning of the Iriak Anjai dance. The method used in this research is qualitative method. This research was conducted at Pasaman Saiyo Art Studio Nagari Lundar, Panti District, Pasaman Regency. The types of data are primary data and secondary data. Data collection techniques are observation, interviews and documentation, the instrument in this research is the research himself. The data analysis technique used in data collection is the data reduction model, data presentation, and conclusion drawing. To get data validity is done trough triangulation. The results of this study found that the Iriak Anjai dance outfit at the Pasaman Saiyo Art Studio consists of absolute clothing, namely baju kurung with a design that is not too loose and pants. The complements are hood, sasamping and belt. The accessories are subang telpon and necklace. This Iriak Anjai dance suit has a function as a symbol and a meaning as the gratitude and happiness of the farmer for having obtained a satisfactory harvest.
PERSEPSI VISUAL GESTALT: DAMPAK DARI ELEMEN DESAIN MEDIA INFORMASI MITIGASI TSUNAMI Sumema Sumema; Asrinaldi Asrinaldi; Ardian Firosha; Hendra Rotama; Taufik Gusman
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.45368

Abstract

The condition of Indonesia, which is in a disaster-prone area (ring of fire), often causes disasters, especially earthquakes and tsunamis. Information media is important in providing information and education in increasing public awareness of disaster risks. With the threat of a tsunami disaster, researchers are interested in analyzing and evaluating one of the disaster mitigation programs, especially in a design perspective, which is about tsunami mitigation information media. Researchers want to find out how the influence of information media on public awareness in dealing with the tsunami disaster. The research conducted is descriptive analysis through the theory of design elements. The research was also strengthened by conducting FGDs to determine the process of visual perception through Gestalt Theory. The results of the analysis are the limitations and limitations of the media related to visual information from the design, affecting the public in understanding information.Keywords: media, perception, signage, infographics, tsunamis. AbstrakKondisi Indonesia, yang berada di daerah rawan bencana (ring of fire), sering menimbulkan bencana, terutama gempa bumi dan tsunami. Media informasi penting dalam memberikan informasi dan edukasi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap risiko bencana. Dengan adanya ancaman bencana tsunami, peneliti tertarik untuk menganalisis dan mengevaluasi salah satu program mitigasi bencana, terutama dalam perspektif desain, yaitu tentang media informasi mitigasi tsunami. Peneliti ingin mengetahui bagaimana pengaruh media informasi terhadap kesadaran masyarakat dalam menghadapi bencana tsunami. Penelitian yang dilakukan adalah analisis deskriptif melalui teori elemen-elemen desain. Penelitian tersebut juga diperkuat dengan melakukan FGD untuk mengetahui proses persepsi visual melalui Teori Gestalt. Hasil analisis tersebut adalah kekurangan dan keterbatasan media informasi terkait visual dari desain, mempengaruhi masyarakat dalam memahami informasi.Kata Kunci: media, persepsi, signage, infografis, tsunami. Authors:Sumema : Politeknik Negeri PadangAsrinaldi : Institut Seni Budaya AcehArdian Firosha : Politeknik Negeri PadangHendra Rotama : Politeknik Negeri PadangTaufik Gusman : Politeknik Negeri Padang References:Hennink, M, M. (2014). Focus Group Discussions. United States of Amerika: Oxford University Press. 2.Hergenhahn, B. (2009). An Introduction to the History of Psychology. 6th Edition. Belmont: Cengage Learning.Hughes, K, A. (2019). Graphic Design: Learn it, do it: Boca Raton: CRC Press. 53-67.Koffka, K. (1935). Principles of Gestalt Psychology. New York: Harcourt, Brace & World.Kurzweil, E. (2015). Jaring Kuasa Struktualisme Dari Lèvi-Strauss sampai Foucault. Diterjemahkan oleh Nurhadi. Bantul (ID): Kreasi Wacana.O™Connor, Z. (2015): Colour, contrast and Gestalt theories of perception: The impact in contemporary visual communications design, Color Research and Application 40(1): 85“92. doi:10.1002/col.21858.Rustan, S. (2013). Mendesain Logo. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Sanyoto, S. (2005). Dasar-Dasar Tata Rupa dan Desain, Yogyakart: Arti Bumi Intaran.Sunaryo, S. (2002). Psikologi untuk Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.Sari, D. M., Afriwan, H., Purnomo, E., & Kharisma, M. (2021). Perancangan Infografis Shelter Bangunan di Kawasan Universitas Negeri Padang Sebagai Mitigasi Bencana Alam Gempa dan Tsunami. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 10(2), 287-294.Sari, D. M., Fitriyona, N., Purnomo, E., & Sandra, Y. (2022). Konsep Kreatif Desain Ikon Bangunan Peta Shelter Mitigasi Universitas Negeri Padang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 355-360.Sartain, J.; North, J.; Strange, R.; Chapman, M. (1973). Psychology: Understanding the Human Behavior. New York: McGraw-Hill.Siburian, S. A., Saragi, D., Harahap, S. (2020). Tinjauan Tata Letak (Layout) Poster Anti Narkoba Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Utara. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 09(1), 01-06.
BENTUK DAN MAKNA BUSANA PENGHULU DI NAGARI PANYALAIAN KECAMATAN X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Azizah Suwandi; Weni Nelmira
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.50113

Abstract

The clothes of penghulu are not only seen as an object that is useful for covering the whole body and for beauty, but it is the same with culture. Clothing also has noble values and important messages contained from ancestral cultural heritage from generation to generation, but currently people do not know the form and meaning of the penghulu™s clothing, so it is feared that one day the form and meaning of the prince's clothing will no longer be understood by the next generation furthermore. Therefore, the writer is interested in describing the penghulu's clothing in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency which includes the form of the penghulu's clothing in terms of mutak, millinery and accessories as well as the meaning contained in the penghulu's clothing. The method used in this research is descriptive qualitative method. This research was conducted in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency. Types of data in the form of primary and secondary data. Data collection techniques through observation, interviews and documentation. The instrument in this study was the researcher himself. Data analysis techniques that have been carried out in data collection are data reduction models, data presentation, and drawing conclusions. To get the validity of the data obtained through triangulation. The results of this study found that the clothes of the penghulu in Nagari Panyalaian, X Koto District, Tanah Datar Regency consisted of a shirt called the gadang shirt with a loose design that wore sibar and kikik on the right and left sides. The trousers are called sarawa duck palms, the complement of the penghulu™s clothing consisting of saluakbatimbo, Sisampiang, clothing, cawek, keris, tungkek, tarompa. The clothing worn by the prince in Nagari Panyalaian is traditional clothing which has a function as a symbol and meaning that reflects the personal behavior of a prince and becomes a pride of identity for the local community.Keywords: Shape, Meaning, Clothing, Penghulu. AbstrakBusana penghulu tidak hanya dilihat karena menutupi seluruh tubuh, tetapi juga dipandang sebagai bagian dari budaya. Pakaian penghulu juga mengandung nilai-nilai luhur dan pesan-pesan penting yang terkandung dalam warisan budaya nenek moyang kita yang diwariskan secara turun temurun, namun saat ini masyarakat tidak mengetahui bentuk dan makna pakaian penghulu, maka dikhawatirkan suatu saat nanti bentuk dan makna pakaian penghulu tidak lagi dipahami oleh generasi selanjutnya. Oleh karena itu penulis tertarik untuk mendeskripsikan busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar yang meliputi bentuk busana penghulu ditinjau dari busana mutlak, milineris dan aksesoris serta makna yang terkandung dalam pakaian penghulu. Metode yang dipergunakan penelitian ini yakni metode deskriptif kualitatif. Penelitian ini dilakukan di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar. Jenis data berupa data primer serta sekunder. Teknik pengumpulan data yakni observasi, wawancara serta dokumentasi. Instrumen dalam penelitian ini adalah peneliti sendiri. Teknik analisis data yang telah dilakukan pada pengumpulan data yaitu dengan model reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk mendapatkan keabsahan data diperoleh melalui triangulasi. Hasil penelitian ini yang ditemukan yaitu busana penghulu di Nagari Panyalaian Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanah Datar terdiri dari baju yang disebut baju gadang dengan desain longgar yang memkai sibar dan kikik dibagian kanan dan kiri sisi. Celanya disebut sarawa telapak itik pelengkap dari pakaian penghulu terdiri saluakbatimbo, sisampiang, kain sandang, cawek, keris, tungkek, tarompa. Pakaian yang dipakai penghulu di Nagari Panyalaian adalah pakaian adat yang memiliki fungsi sebagai lambang dan makna yang mencerminkan tingkah laku pribadi seorang penghulu dan menjadi kebanggaan identitas bagi masyarakatsetempat.Kata Kunci: Bentuk, Makna, Busana, Penghulu. Authors:Azizah Suwandi : Universitas Negeri PadangWeni Nelmira : Universitas Negeri Padang References:Anwar, R., Andra. I. S & Edward. Z (2019) Pakaian Pangulu di Nagari Gunuang Kota Padangpanjang Provinsi Sumatera Barat. Gorga Jurnal Seni Rupa, 8 (2) 332-336 https://doi.org/10.24114/gr.v8i2.14939Amhar. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 5 Mei 2023, Nagari Panyalaian.Djajasudarma, Fatimah. 2008. Semantik 2: Pemahaman Ilmu Makna. Bandung: Refika Aditama.Elpalina, S,. Agustina,. Adek. C. K. A & Apdanil, S (2023) Bentuk Pakaian Adat di Batipuah Baruah Tanah Datar. Gorga Jurnal Seni Rupa, 12(1),168-173  https://doi.org/10.24114/gr.v12i1.45337Ernawati & Weni. (2008). Pengetahuan Tata Busana.Padang. UNP Press.Febri., Fahrein., Irfan., Rizky., & Rauf. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 2 April 2023, Nagari Panyalaian.Kridalaksana, Harimurti. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.Lazuardi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Marthala, Agusti Efi.(2014). Penghulu dan Filosofi Pakaian Kebesaran Konsep Kepemimpinan Tradisonal Minangkabau. Bandung: Humaniora.Rostamilis. 2005. Tata Kecantikan Rambut Jilid 3. Jakarta: Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.Salihin, A., Sulaiman, J., & Dharsono (2019)  Motif Ukiran Kerawang Gayo Pada Rumah Adat Gayo Di Kabupaten Aceh Tengah Provinsi Aceh. Gorga Jurnal Seni Rupa 8(1),69-79https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12797Suwandi. (2023) œBusana Penghulu Hasil Wawancara Pribadi: 26 Maret 2023, Nagari Panyalaian.Yuliarma. 2016. The Art of Embroidery Designs. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.
PENGETAHUAN MAHASISWA TATA BUSANA TENTANG ZERO WASTE PATTERN Suci Rahmawati; Puji Hujria Suci
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 1 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i01.57998

Abstract

Textile waste is one of the 2nd largest types of waste in the world. The increasing amount of textile waste will have an impact on the environment. There has not been much development of clothing with Zero Waste techniques in Indonesia, and students as social beings also play an important role in environmental renewal through waste reduction. The purpose of the research is to understand the level of cognitive knowledge of fashion students about Zero Waste Pattern based on indicators of 6 levels of knowledge (C1-C6) namely knowledge, understanding, application, analysis, synthesis and evaluation. The method used in this research is descriptive quantitative with one variable, which is knowledge about Zero Waste Pattern. The research sample was 77 respondents who were active students of the Family Welfare Education Study Program, Padang State University, class of 2019-2022. Data collection uses Google forms with tests in the form of true and false questions or gutman scales that have proven their validity and reliability. The impact of research on fashion students' knowledge of Zero Waste Pattern there are 6 levels of knowledge to be indicators in this study with the percentage of indicators of Knowledge (C1) 57%, Understanding (C2) 62%, Application (C3) 64%, Analysis (C4) 54%, Synthesis (C5) 66% and Evaluation (C6) 76% of Zero Waste Pattern with part of the indicator remembering the terms in Zero Waste Pattern, explaining the understanding of the concept of Zero Waste Pattern, explaining the stages of Zero Waste Pattern, applying the Zero Waste Pattern method, summarizing the material from the Zero Waste Pattern technique, combining concepts about the Zero Waste Pattern approach, assessing designs, concepts and assessing public awareness in the Zero Waste Pattern technique. The research obtained the highest percentage of 80%, followed by a moderate level of knowledge of 15% and a low level of knowledge of 3%. It can be concluded that 62 Fashion Management students have knowledge about Zero Waste Pattern. Suggestions that can be given after this research is obtained so that students can realize the work of services or products in the field of fashion related to the concept of Zero Waste Pattern.Keywords: Knowledge, Fashion, Zero Waste PatternAbstrakLimbah tekstil salah satu jenis limbah terbesar ke-2 di dunia. Meningkatnya jumlah limbah tekstil akan berdampak pada lingkungan. Belum banyak pengembangan pakaian dengan teknik Zero Waste di Indonesia, dan mahasiswa sebagai makhluk sosial juga berperan penting dalam pembaruan lingkungan lewat pengurangan limbah. Tujuan dilaksanakan penelitian adalah untuk memahami tingkat pengetahuan kognitif mahasiswa tata busana mengenai Zero Waste Pattern berdasarkan indikator 6 tingkatan pengetahuan (C1-C6) yaitu pengetahuan, pemahaman, penerapan, analisis, sintesis dan evaluasi. Cara yang dipakai pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan satu variable, ialah pengetahuan tentang Zero Waste Pattern. Sampel penelitian adalah 77 orang responden yang adalah mahasiswa aktif Tata Busana Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Universitas Negeri Padang, angkatan 2019-2022. Pengumpulan data memakai Google form dengan tes berupa soal benar salah atau skala gutman yang telah terbukti validitas dan reliabilitasnya. Dampak penelitian pada pengetahuan mahasiswa tata busana tentang Zero Waste Pattern ada 6 tingkatan pengetahuan menjadi indikator pada penelitian ini dengan persentase indikator Pengetahuan (C1) 57%, Pemahaman (C2) 62%, Penerapan (C3) 64%, Analisis (C4) 54%, Sintesis (C5) 66% dan Evaluasi (C6) 76% terhadap Zero Waste Pattern dengan bagian indikator mengingat istilah dalam Zero Waste Pattern, menjelaskan pemahaman tentang konsep Zero Waste Pattern, menjelaskan tahapan Zero Waste Pattern, menerapkan metode Zero Waste Pattern, menyimpulkan materi dari Teknik Zero Waste Pattern, menggabungkan konsep-konsep tentang pendekatan Zero Waste Pattern, menilai desain, konsep dan menilai kesadaran masyarakat dalam teknik Zero Waste Pattern. Penelitian memperoleh persentase tertinggi yaitu 80%, selanjutnya tingkat pengetahuan sedang 15% dan tingkat pengetahuan rendah 3%. Dapat disimpulkan bahwa 62 mahasiswa Tata Busana memiliki pengetahuan tentang Zero Waste Pattern. Saran yang dapat diberikan setelah penelitian ini didapatkan agar mahasiswa dapat untuk mewujudkan karya jasa atau produk bidang busana yang berkaitan dengan konsep Zero Waste Pattern.Kata Kunci: Pengetahuan, Tata Busana, Zero Waste PatternAuthors:Suci Rahmawati : Universitas Negeri PadangPuji Hujria Suci : Universitas Negeri PadangReferences ANITA KURNIAWATI. (2021). PENGETAHUAN MAHASISWA TATA BUSANA TENTANG ZERO WASTE FASHION.Arikunto, S. (2010). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik.Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik.Fisher, E. (2015). Recycled & reclaimed fibers:less waste, less energy.Kementerian, P. P. N., BAPPENAS, P. K. D., & UNDP, I. (2021). Manfaat Ekonomi, Sosial, dan Lingkungan dari Ekonomi Sirkular di Indonesia. Ringkasan Bagi Pembuat Kebijakan.Muttaqien, T. Z., & Adiluhung, H. (2021). USAHA KECIL MENENGAH DI BANDUNG MENDUKUNG SUSTAINABLE DESIGN MELALUI PEMBUATAN FURNITUR BERBAHAN LIMBAH KAYU MENGGUNAKAN KONSEP NIRMANA DWIMATRA. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 10(1), 01. https://doi.org/10.24114/gr.v10i1.20731Novrita, S. Z. (2007). Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Media Pembelajaran Pada Mata Kuliah Busana Pria (Action Research) Di Jurusan Kesejahteraan Keluarga FT UNP.Putri, A. W. A., & Kristi, J. I. (2020). EKSPLORASI ECO PRINTING DAUN LANANG DAN PEWARNAAN ALAM KAYU TEGERAN PADA KAIN RAYON SEBAGAI POTENSI MATERIAL FASHION SUSTAINABLE. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 9(2), 317. https://doi.org/10.24114/gr.v9i2.20271Rissanen, T., & McQuillan, H. (2023). Zero waste fashion design. Bloomsbury Publishing.Siswoyo, D., Sulistyono, T., & Dardiri, A. (2007). Ilmu pendidikan. Yogyakarta: UNY press.Suardi, M. (2015). Belajar dan pembelajaran. Deepublish.Suci, P. H., Puspaneli, P., & Yupelmi, M. (2023). Tutorial Video Development of 3D Women™s Fashion Design Using CLO3D for Clothing Production Design Courses. Proceedings of Vocational Engineering International Conference, 5, 737“740.Suyedi, S. S., & Idrus, Y. (2019). HAMBATAN-HAMBATAN BELAJAR YANG MEMPENGARUHI HASIL BELAJAR MAHASISWA DALAM PEMBELAJARAN MATA KULIAH DASAR DESAIN JURUSAN IKK FPP UNP. Gorga¯: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 120. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12878Widagdo, A., Pramumijoyo, S., & Harijoko, A. (2018). Tectonostratigraphy-volcanic of Gajah-Ijo-Menoreh Tertiary volcanic formations in Kulon Progo mountain area, Yogyakarta-Indonesia. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 212, 012052. https://doi.org/10.1088/1755-1315/212/1/012052Zahra, A. (2020). Apa Itu Fesyen Berkelanjutan (Sustainable Fashion).
MANAGEMENT OF INTERNAL CULTURAL ARTS SANGGAR PENGHULU: OMPEK GANJI LIMO GONOK TRADITION FESTIVAL IN KIBUL VILLAGE Febra Muyusari; Asril Asril; Andar Indra Sastra
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.61735

Abstract

The purpose of this study is to ascertain how the Ompek Ganji Limo Gonok Oral Tradition festival (OGLG) in West Tabir District is processed by the Sanggar Seni Batin Penghulu. This study employed a qualitative approach, including observation, interviews, and recording; the presenting method was descriptive qualitative. Sanggar Seni Batin Penghulu combines traditional management and modern management. The results of OGLG oral tradition management consist of planning, organization, implementation, and supervision. The planning carried out by the Sanggar Seni Batin Penghulu included creating concepts, coordinating meetings, and dividing work tasks, administrative preparations, and making technical instructions. The organization carried out is the division of work tasks and preparing strategies and tactics to create a festival. The implementation carried out is applying everything that has been designed. This activity consists of an oral tradition competition, an oral tradition workshop, a culinary competition, and an oral tradition performance. The departments responsible for supervision are the Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, and the Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merangin. The ministry receives direct information on the finances and operations of Sanggar Seni Batin Penghulu Inner Culture.
PERANCANGAN IDENTITAS VISUAL LAYANAN MOBILE GROOMING HI PETS Jemima Katherine Lemuela; Edy Chandra
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.43343

Abstract

Hi Pets was founded in 2020, selling dog and cat equipment. hi pets is also a provider of grooming services. hi pets already has a physical store in the kelapa gading area, north jakarta. in the last 2 years the pet shop business has grown rapidly, thereby increasing competition. this is the background behind the owner of hi pets to create a new business unit, namely mobile grooming services. with this new service, a visual identity is needed that can represent the value of the service. this design was made with the aim of producing a visual identity design for mobile grooming services that displays the value of the service, as well as the application of visual identity in supporting media. the methods used in this design are problem identification, data collection, data analysis, research, creative process, and design execution. in addition, qualitative methods are also used which aim to obtain descriptive and in-depth data. and supported by an analysis of strengths and weaknesses to find out the right strategy to use in this design. the results of designing this visual identity are in the form of a logo, as well as its application in various media in the form of car boxes / van grooming, staff uniforms, apron groomers, name cards, stationery sets, price list designs, invoice designs, loyalty cards, social media content, mini websites, grooming equipment and merchandise.Keywords: mobile grooming, design, visual identity. AbstrakHi Pets berdiri pada tahun 2020, dengan menjual perlengkapan anjing dan kucing. Hi Pets juga merupakan penyedia jasa layanan grooming. Hi Pets telah memiliki toko fisik di Kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Dalam 2 tahun terakhir bisnis usaha pet shop berkembang pesat, sehingga meningkatkan persaingan. Hal ini lah yang melatarbelakangi owner dari Hi Pets untuk membuat unit bisnis baru yaitu layanan mobile grooming. Dengan adanya layanan baru tersebut maka diperlukan sebuah identitas visual yang dapat merepresentasikan value layanan tersebut. Perancangan ini dibuat bertujuan untuk menghasilkan rancangan identitas visual layanan mobile grooming yang menampilkan value dari layanan tersebut, serta pengaplikasian identitas visual pada media pendukung. Metode yang digunakan dalam perancangan ini adalah identifikasi masalah, pengumpulan data, analisis data, riset, proses kreatif, dan ekesekusi perancangan desain. Selain itu digunakan juga metode kualitatif yang bertujuan untuk mendapatkan data yang bersifat deskriptif dan mendalam. Serta didukung dengan analisis kelebihan dan kekurangan untuk mengetahui strategi yang tepat untuk digunakan dalam perancangan ini. Hasil dari perancangan identitas visual ini berupa logo, serta pengaplikasiannya di berbagai media berupa Mobil Box / Van Grooming, Seragam staff, Apron groomer, Kartu Nama, Stationery Set, Desain Daftar Harga, Desain Invoice, Loyalty Card, Konten Sosial Media, Mini Website, Peralatan grooming, dan Merchandise.Kata Kunci: mobile grooming, desain, identitas visual. Authors:Jemima Katherine Lemuela : Universitas TarumanagaraEdy Chandra : Universitas Tarumanagara References: Cornellin, E., & Paramita, S. (2019). Komunikasi Pemasaran Brand Lokal Kepada Masyarakat Indonesia (Studi Terhadap Beras Sikoki). Prologia, 3(1), 86“98.Darmawanto, E. (2019). Desain Komunikasi Visual II Perancangan Identitas Visual. Unisnu Press.Hanum, A., Azani, B., Purnomo, E., & Zaim, R. A. (2022). Perancangan Kemasan Rakik Mak Nis. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 286“379.Karsono, K., Purwanto, P., & Salman, A. M. Bin. (2021). Strategi Branding Dalam Meningkatkan Kepercayaan Masyarakat Terhadap Madrasah Tsanawiyah Negeri. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 7(2), 869“880.Landa, R. (2018). Graphic Design Solutions. Cengage Learning.Press, E. (2009). Start Your Own Pet Business and More: Pet Sitting, Dog Walking, Training, Grooming, Food/treats, Upscale Pet Products. Entrepreneur Press.Putra, R. W. (2021). Pengantar Desain Komunikasi Visual dalam Penerapan. Penerbit Andi.Rustan, S. (2021). LOGO 2021. Jakarta: Nulis Buku Jendela Dunia.Sari, D. M., Fitryona, N., & Sandra, Y. (2022). Konsep Kreatif Desain Ikon Bangunan Peta Shelter Mitigasi Universitas Negeri Padang. Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(2), 355“360.Soleh, O., Wuryani, R., & Farizi, R. (2017). OPet™s is Petshop Mobile Application to Meet All The Needs of Pets (Day-Care, Shopping And Grooming): Development And Business. 2017 2nd International Conferences on Information Technology, Information Systems and Electrical Engineering (ICITISEE), 141“146.Wispandono, M. (2012). Penciptaan Entrepreneur Kompetitif Melalui Pengoptimalan Otak Kanan (Studi Kasus Pada Mahasiswa UTM). Prosiding Seminas Competitive Advantage, 1(2).Wrona, K. (2015). Visual Identity and Rebranding. Marketing of Scientific and Research Organizations, 16(2), 91“119.
DESIGNING CONSTRUCTIVE TOYS TO FOSTER GEOMETRIC EXPLORATION IN EARLY CHILDHOOD EDUCATION Evilya Meyliana Purwanto Putri; Nurul Fitriana Bahri; Asep Sufyan Muhakik Atamtajani
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 13 No. 2 (2024): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v13i2.62761

Abstract

During the ages of 4 to 6, children experience substantial growth and development. Interaction with their surroundings becomes a crucial catalyst for their cognitive development. Constructive beam play emerges as an effective medium, but its limitations can diminish children’s interest. This study endeavors to design innovative beam gaming tools that cater to the needs and preferences of 4-6 year olds and facilitate their optimal development. The research methodology employed involves qualitative methods guided by a user-centered design approach. The resulting final design emerges as a potent tool capable of strengthening various aspects of children’s development. These measures underscore the paramount importance of incorporating children’s needs and preferences into the design process. By doing so, the final product becomes more pertinent and suitable for children’s use. The culmination of this study yielded a constructive beam APE design that incorporates safety materials. Additionally, it encompasses a constructive system specifically designed for children aged 4 to 6. Furthermore, the child demonstrated focus and problem-solving abilities during the duration of each instruction and the use of playing cards.
TRANSFORMASI BENTUK ALAM MENJADI MOTIF BATIK DI KECAMATAN ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN Pujiana Pujiana; Sri Zulfia Novrita
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/gr.v12i2.51342

Abstract

The batik motifs in the batik jajak lilin house have a simple form that is different from batik motifs in general, therefore the transformation of batik jajak lilin motifs from the original form into a more complex form but does not eliminate the characteristics of the original form. This research aims to analyze the transformation of batik motifs. This research uses descriptive qualitative method using primary and secondary data. The informants in this research are 7 batik artisans and 1 owner at Jajak Lilin batik house. Interview, observation and documentation techniques are the data collection techniques used in this research. The data analysis technique uses the steps of data reduction, data presentation and conclusion. Triangulation was used to test the validity of the data conducted to the owner of Jajak Lilin batik house. The results of the research show that there are several batik motifs that have undergone transformation from the original form into a more complex form, including the situhuak batik motif, which is a transformation of the situhuak fish which is distilled from the situhuak fish skeleton equipped with starfish and terumbukarang motifs. The karambia batik motif is a transformation of the coconut tree which is distilled from the coconut tree equipped with coconut fruit, fronds, and kaluak paku. The rumah gadang batik motif is a transformation of the shape of a gadang house which is distilled from the shape of a gadang house equipped with mangosteen fruit, coconut fruit, flowers, and kaluak paku. The cacao batik motif is a transformation of the cacao fruit distilled from the shape of the cacao fruit complemented by leaves and flowers. The batik motif of the anggang bird is a transformation of the anggang bird that is distilled from the anatomical shape of the anggang bird's body complemented by kalam nails, flowers, and kaluak nails. The kuau bird batik motif is a transformation of the kuau bird distilled from the anatomical shape of the kuau bird's body complemented with kaluak paku, flowers, leaves and female kuau birds.Keywords: motif, transformation. AbstrakMotif batik yang ada di rumah batik jajak lilin memiliki bentuk yang begitu sederhana berbeda dengan motif batik pada umumnya, maka dari itu dilakukan transformasi pada motif batik jajak lilin dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih kompleks tetapi tidak menghilangkan ciri khas dari bentuk aslinya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi motif batik. Penelitian ini memakai metode deskriptif kualitatif dengan menggunakan data primer dan sekunder. Informan pada riset ini adalah 7 orang perajin batik dan 1 orang owner di rumah batik Jajak Lilin. Teknik wawancara, observasi dan dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dipakai dalam riset ini. Teknik analisis data dengan langkah-langkah reduksi data, penyajian data serta kesimpulan. Trianggulasi dipakai untuk menguji keabsahan data yang dilakukan kepada pemilik rumah batik Jajak Lilin. Hasil penelitian ada beberapa motif batik yang mengalami transformasi dari bentuk asli menjadi bentuk yang lebih komplek diantaranya motif batik situhuak merupakan transformasi dari ikan situhuak yang distilasi dari kerangka ikan situhuak dilengkapi dengan motif Bintang laut, dan terumbukarang. Motif batik karambia merupakan transformasi dari pohon kelapa yang distilasi dari pohon kelapa dilengkapai dengan buah kelapa, pelepah, dan kaluak paku. Motif batik rumah gadang merupakan transformasi dari bentuk rumaha gadang yang distilasi dari bentuk rumah gadang yang dilengkapi dengan buah manggis, buah kelapa, bunga, dan kaluak paku. Motif batik kakao merupakan transformasi dari buah kakao yang distilasi dari bentuk buah kakao dilengkapi dengan daun, dan bunga. Motif batik burung anggang merupakan transformasi dari burung anggang yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung anggang dilengkapai dengan paku kalam, bunga, dan kaluak paku. Motif batik burung kuau merupakan transformasi dari burung kuau yang distilasi dari bentuk anatomi tubuh burung kuau dilengkapai dengan kaluak paku, bunga, daun dan burung kuau betina.Kata Kunci: transformasi, motif. Authors:Pujiana: Universitas Negeri MedanSri Zulfia Novrita : Universitas Negeri Medan References:Arini, Asti M., & Ambar, B. (2011). Batik: Warisan Adiluhung Nusantara. Yogyakarta. Andi Offset.Jhonnedi. (2023). œPerubahan Motif Batik. Hasil Wawancara Pribadi:  27 Mei 2023, Universitas Negeri Padang.Kuwala, Norma .R, and Novrita, S. R. (2022) Ragam Hias Motif Batik Tanah Liek Dharmasraya (Studi Kasus di Kerajinan Batik Tanah Liek Citra). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 11(1), 08-15. https://doi.org/10.24114/gr.v11i1.32358.Moleong, L. J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.Oktora, Nana, and Adriani Adriani. Studi Batik Tanah Liek Kota Padang (Studi Kasus di Usaha Citra Monalisa). Gorga: Jurnal Seni Rupa, 8(1), 129-136. https://doi.org/10.24114/gr.v8i1.12879.Sachari, A., & Sunarya, Y. Y. (2001). Desain dan Dunia Kesenirupaan Indonesia dalam Wacana Transformasi Budaya. Penerbit ITB.Soekanto, Soerjono .1981. Pengantar Penelitian Hukum. Jakarta: Universitas Indonesia.Suhersono, H. (2004). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Suhersono, H. (2015). Desain Bordir Motif Flora dan Dekoratif. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.Yuliarma. (2013). Desain Ragam Hias Sulaman dan Bodir Desain Motif Dasar. Padang: FT UNP.Zaeny, A. (2005). Transformasi Sosial dan Gerakan Islam di Indonesia. Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam, 2(1), 153-165.https://www.academia.edu/download/58224278/transformasisosialdangerakanislamdiindonesia.pdf.
KAJIAN BENTUK, FUNGSI DAN KREATIVITAS RUMAH RAJUT SYAFIR KOTO LAWEH Hendra; Harissman; Nofrial; Ferawati; Riswel Zam
Gorga : Jurnal Seni Rupa Vol. 12 No. 2 (2023): Gorga : Jurnal Seni Rupa
Publisher : Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerajinan rajut tangan “Rumah Rajut Syafir”, merupakan sentra kerajinan rajut yang berada di Nagari Koto Laweh Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar. Usaha yang dirintis tahun 2016 dan menghasilkan beragam produk rajutan. Produk yang dihasilkan memiliki keberagaman bentuk dan fungsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari keberadaan Rumah Rajut Syafir bagi perkembangan kriya rajut Sumatera Barat. Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan selera masyarakat, Rumah Rajut Syafir juga selalu berupaya untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas produk yang dihasilkannya. Untuk mengulas lebih jauh mengenai produk yang dihasilkan, maka digunakan pendekatan dengan menggunakan teori bentuk dan fungsi sehingga dapat dianalisa mengenai keberagaman bentuk dan fungsi produk. Data diperoleh dengan pendekatan kualitatif untuk mendapatkan beragam informasi terkait bentuk dan fungsi produk yang dihasilkan. Produk yang dihasilkan berupa aksesoris sederhana seperti gelang, boneka kecil, tempat tisu dan lainnya. Namun seiring berjalannya waktu, produk yang dihasilkan juga semakin beragam seperti jaket rajut, tas rajut dengan motif khas Minangkabau dan hiasan dinding dan hal ini tentunya merupakan  respon rumah Rajut Syafir terhadap selera pasar. Untuk menganalisis produk yang dihasilkan maka digunakan teori bentuk Clive bell dan teori fungsi yang dikemukakan oleh Feldman. Hasil dari analisis data di lapangan dapat dilihat bagaimana karakter bentuk, fungsi dan kreativitas dari pengrajin di rumah Rajut Syafir. Dari analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa kerajinan Rajut Syafir bertransformasi menghasilkan produk yang menyesuaikan dengan kebutuhan masyarakat.   Kata Kunci:  Rajut Syafir, Bentuk, Fungsi, Kreativitas   Abstract The hand-knitting craft "Shafir Knitting Home" located in Nagari Koto Laweh, X Koto District Tanah Datar. This craftbusiness was started in 2016 and produces a variety of knitted products. The products that made have a variety of shapes and functions. This study aims to influence the existence of the Syafir Knitting House for the development of West Sumatra knitting crafts. Along with the times and changes in people's tastes, Syafir's Knitting House also always strives to improve the quality and quantity of the products it produces. To review more about the products produced, an approach is used using the theory of form and function so that it can be analyzed regarding the diversity of product forms and functions. The data was obtained using a qualitative approach to obtain a variety of information regarding the shape and function of the products produced. The products produced are in the form of simple accessories such as bracelets, small dolls, tissue holders and others. However, as time goes by, the products produced are also increasingly diverse, such as knitted jackets, knitted bags with Minangkabau motifs and wall hangings and this is of course Syafir's Knitting house's response to market tastes. To analyze the product that produced, Clive Bell's form theory and function theory proposed by Feldman are used. The results of the data analysis in the field can be seen how the character forms, functions and creativity of the craftsmen at Syafir's Knitting house. From this analysis it can be concluded that Syafir's knitting craft is transformed into products that adapt to the needs of the community.             Keywords: Syafir knitting, shape, function, creativity