cover
Contact Name
Victor Novianto
Contact Email
pps@upy.ac.id
Phone
+6285713497618
Journal Mail Official
noviantoari29@gmail.com
Editorial Address
Jl. PGRI I Sonosewu No. 117 Daerah Istimewa Yogyakarta 55182 Indonesia
Location
Kota yogyakarta,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Sosialita: Jurnal Kajian Sosial dan Pendidikan
ISSN : 2086560     EISSN : -     DOI : -
Jurnal ini menerbitkan artikel asli tentang isu-isu terbaru dan tren yang terjadi secara nasional maupun internasional dalam pembelajaran pendidikan IPS (Ilmu Pengetahuan Sosial). Fokus dan ruang lingkup jurnal ini adalah: 1. Hasil penelitian praksis Pendidikan IPS (integrasi): Inovasi pembelajaran IPS, Penelitian Tindakan Kelas, Riset Penilaian dan Evaluasi dalam Pendidikan IPS, Pendidikan Nilai dan Karakter dalam IPS, Pembelajaran Mitigasi dan Lingkungan Hidup dalam IPS. 2. Hasil penelitian Ilmu-ilmu Sosial yang berkontribusi terhadap Pendidikan IPS: Seluruh hasil riset ilmu-ilmu sosial yang memiliki keterkaitan dengan konten pada Pendidikan IPS, dan diharuskan terdapat penjelasan di dalam naskah, apa manfaat temuan penelitian tersebut bagi pendidikan IPS.
Articles 309 Documents
PENINGKATAN MINAT, MOTIVASI, DAN HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS VIIIA SMP NEGERI 1 SANDEN MELALUI MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGATION (GI) Irawaty Rodiah, Irawaty Rodiah; salamah, Salamah
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan model pembelajaran group investigation (GI) dalam (1) menjelaskan peningkatan minat belajar IPS (2) menjelaskan peningkatan motivasi belajar IPS (3) menjelaskan peningkatan hasil belajar IPS peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 1 Sanden melalui model pembelajaran group investigation (GI) tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, dengan dua siklus. Sebagai subjek penelitian adalah peserta didik kelas VIII A sejumlah 32 peserta didik. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat belajar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran group investigation. Peserta didik dengan minat belajar kategori baik meningkat dari 24 peserta didik (75,0%) menjadi pada pertemuan pertama siklus I, menjadi 27 peserta didik (84,4%) pada pertemuan kedua siklus II. Motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran group investigation. Peserta didik dengan motivasi belajar kategori baik meningkat dari 21 peserta didik (65,6%) pada pertemuan pertama siklus I, menjadi 27 peserta didik (84,4%) pada pertemuan kedua siklus II. Hasil belajar dapat ditingkatkan melalui model pembelajaran group investigation (GI) pada peserta didik kelas VIIIA SMP Negeri 1 Sanden tahun pelajaran 2018/2019. Hasil belajar IPS meningkat dari rata-rata sebesar 70,94 dan indeks ketuntasan sebesar 28,1% pada pra siklus, menjadi rata-rata sebesar 82,81 dan indeks ketuntasan sebesar 84,4% pada siklus II.Kata Kunci: Minat, Motivasi, Hasil Belajar IPSThis study aims to determine the application of the group investigation (GI) learning model in (1) explaining the increase in social studies learning interest (2) explaining the increase in social studies motivation (3) explaining the increase in social studies learning outcomes for VIIIA grade students of SMP Negeri 1 Sanden through group learning models investigation (GI) 2018/2019 school year. This research is a class action research, with two cycles. As the subject of the study were 32 students of Class VIII A. Data collection techniques used were observation, interviews, and tests. Data analysis techniques using descriptive techniques with quantitative and qualitative approaches. The results showed that interest in learning could be increased through the group investigation learning model. Students with a good interest in learning categories increased from Irawaty Rodiah adalah Alumni Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Salamah adalah Pengajar Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 15, No.1, Maret 2021 Irawaty R. dan Salamah, Peningkatan Minat…5024 students (75.0%) to the first meeting of the first cycle, to 27 students (84.4%) at the second meeting of the second cycle. Learning motivation can be improved through a group investigation learning model. Students with good learning motivation category increased from 21 students (65.6%) at the first meeting of the first cycle, to 27 students (84.4%) at the second meeting of the second cycle. Social studies learning outcomes can be improved through the group investigation learning model (GI) in class VIIIA students at SMP Negeri 1 Sanden in the 2018/2019 academic year. Social studies learning outcomes increased from an average of 70.94 and completeness index by 28.1% in pre-cycle, to an average of 82.81 and completeness index by 84.4% in cycle II.Keyword: Interest, Motivation, Learning Outcomes of Social Studies
PENGARUH POLA ASUH ORANG TUA, KEMANDIRIAN BELAJAR DAN MOTIVASI BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS Lasminah, Lasminah; ESTI SETIAWATI, ESTI SETIAWATI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pola asuh orang tua, kemandirian belajar dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah pola asuh orang tua, kemandirian belajar, motivasi belajar dan prestasi belajar IPS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas V SD Negeri Se-Gugus Boden Powel Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo sebanyak 148 anak. Penelitian ini merupakan penelitian populasi, sehingga siswa Kelas V SD Negeri Se-Gugus Boden Powel Kecamatan Gebang, Kabupaten Purworejo akan menjadi sampel penelitian ini. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda. Hasil penelitian disimpulkan: (1) Ada pengaruh positif pola asuh orang tua terhadap prestasi belajar IPS sebesar 13,2%. (2) Ada pengaruh positif kemandirian belajar terhadap prestasi belajar IPS sebesar 14,8%. (3) Ada pengaruh positif motivasi belajar terhadap prestasi belajar IPS sebesar 12,9%. (4) Ada pengaruh positif pola asuh orang tua, kemandirian belajar dan motivasi belajar secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS sebesar 40,9%.Kata Kunci: pola asuh, motivasi belajar, kemandirian, dan prestasi belajar IPS.The purpose of this study is to explain the influence of parenting, learning independence and motivation to learn on social study achievement. This research uses quantitative research. The variables in this study are parenting, learning independence, learning motivation and social studies learning achievement. The population in this study were all Grade V students of Boden Powel Elementary School in Gebang Subdistrict, Purworejo Regency with 148 children. This study is a population study, so students in Class V of Elementary School in Boden Powel, Gebang District, Purworejo Regency will be the sample of this study. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The analysis used is multiple linear regression analysis. The results of the study concluded: (1) There is a positive influence of parenting parents on social studies learning achievements by 13.2%. (2) There is a positive influence of learning independence on social studies learning achievement by 14.8%. (3) There is a positive influence of learning motivation on social studies learning achievement by 12.9%. (4) There is a positive influence of parenting, Lasminah adalah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial, Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta dan Esti Setiawati adalah Dosen Program Pascasarjana Universitas PGRI Yogyakarta.Jurnal Sosialita, Vol. 15, No.1, Maret 2021 Lasminah dan Esti S, Pengaruh Pola Asuh…76learning independence and motivation to learn together on social studies learning achievements by 40.9%.Keywords: parenting, independence learning, motivation, and social studies learning achievement.
PENGARUH LINGKUNGAN BELAJAR, MOTIVASI GURU DAN PERHATIAN ORANG TUA TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS SRI HARTINI, SRI HARTINI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh lingkungan belajar, motivasi guru dan perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Variabel dalam penelitian ini adalah lingkungan belajar, motivasi guru, perhatian orang tua, dan prestasi belajar IPS. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Gugus Kalpataru, Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo sebanyak 175 siswa. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah propotional random sampling dengan jumlah sampel mencapai 119 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) Ada pengaruh positif lingkungan belajar terhadap prestasi belajar IPS sebesar 10,99%. (2) Ada pengaruh positif motivasi guru terhadap prestasi belajar IPS sebesar 10,31%. (3) Ada pengaruh positif perhatian orang tua terhadap prestasi belajar IPS sebesar 7,76%. (4) Ada pengaruh positif lingkungan belajar, motivasi guru dan perhatian orang tua secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS sebesar 29,05%.Kata Kunci: lingkungan belajar, motivasi guru, perhatian orang tua, dan prestasi belajar IPS.The purpose of this study is to explain the influence of the learning environment, teacher motivation and parents' attention on the learning achievement of social. This research uses quantitative research. The variables in this study are the learning environment, teacher motivation, parents' attention, and social studies learning achievement. The population in this study were all Class IV Elementary School students in the Kalpataru Cluster, Gebang District, Purworejo Regency as many as 175 students. The sampling technique used was proportional random sampling with a total sample of 119 people. Data collection techniques using questionnaires and documentation. The analysis used is multiple linear regression analysis. Based on the results of the study it was concluded that: (1) There was a positive influence of the learning environment on the social learning achievement by 10.99%. (2) There is a positive influence of teacher motivation on Social Studies learning achievement by 10.31%. (3) There is a positive influence of parents' attention on social studies learning achievement by 7.76%. (4) There is a positive influence of the learning environment, teacher motivation and parents' attention together to the social learning achievement by 29.05%.Keywords: learning environment, teacher motivation, parents' attention, and social studies learning achievement.
PENDIDIKAN KETERAMPILAN HIDUP BAGI ANAK TUNAGRAHITA LUCIANA SUTARTI, LUCIANA SUTARTI; sukadari, sukadari
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: (1) menjelaskan pendidikan bagi anak tunagrahita; (2) menjelaskan pendidikan keterampilan hidup bagi anak tunagrahita; (3) faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan pendidikan keterampilan hidup. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian dilaksanakan di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Bantul Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Subjek penelitian adalah Kepala Sekolah, Koordinator Urusan Kurikulum, dan pendidik keterampilan pertanian di Sekolah Luar Biasa Negeri 2 Bantul. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif yang terdiri dari reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa: (1) layanan pendidikan untuk anak tunagrahita menerapkan model pembelajaran: terapi gerak, terapi bermain, kemampuan merawat diri, keterampilan hidup, terapi bekerja; (2) pelaksanaan pembelajaran keterampilan bagi anak tunagrahita dilakukan dengan memaksimalkan fungsi manajamen kepala sekolah yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, dan pengendalian/ pengawasan untuk tujuan evaluasi; (3) faktor-faktor hambatan pelaksanaan pembelajaran keterampilan bagi anak tunagrahita, uniknya karakteristik anak dan keadaan cuaca, namun fakor pendukung berupa sumber daya manusia yang berkompetensi, berdedikasi dan sumber pembiayaan pemerintah.Kata kunci: Pendidikan, Keterampilan Hidup, TunagrahitaThis research aimed to: (1) explain the education for mentally retarded children; (2) describes life skills education for mentally retarded children;(3) know the supporting and inhibiting factors of the implementation of life skills education. This study uses a qualitative method. The study was carried out at the State Special School 2 Bantul, Yogyakarta Special Region Province. The research subjects were the School Principal, Curriculum Affairs Coordinator, and skills educators at State Special School 2 Bantul. Data collection techniques used were observation, interviews, and documentation. Data analysis techniques using interactive analysis which data reduction, data presentation, and conclusions drawing. The results of the study concluded that: (1) educational services for mentally retarded children apply learning models: occupational therapy, play therapy, daily living activities or self-care ability, life skills, vocational therapy (work therapy); (2) the implementation of learning skills for mentally retarded children by maximizing the principal's management functions which include planning, organizing, directing, and controlling/supervising for evaluation purposes; (3) the obstacles to the implementation of skills learning for mentally retarded, the unique characteristics of children and the weather conditions, but supporting factors in the form of competent, dedicated human resources and funding sources from the government.Keywords: Education, Life Skills, Mentally Retarded
PENGARUH SARANA BELAJAR, LINGKUNGAN BELAJAR DAN KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN TERHADAP PRESTASI BELAJAR IPS TRIMARSIH, TRIMARSIH; SUNARTI, SUNARTI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh sarana belajar, lingkungan belajar, dan kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar IPS. Populasi dalam penelitian adalah seluruh siswa kelas IV SD Segugus Ahmad Yani di Kecamatan Gebang Kabupaten Purworejo tahun pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 9 SD dengan jumlah siswa 138 siswa. Penelitian ini merupakan penelitian sensus, yakni penelitian yang melibatkan seluruh populasi penelitian sebagai subjek penelitian. Dengan demikian maka jumlah sampel yang diambil peneliti adalah 138 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan dokumentasi. Analisis yang digunakan adalah analisa regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh positif dan signifikan sarana belajar terhadap prestasi belajar IPS. Ada pengaruh positif dan signifikan lingkungan belajar terhadap prestasi belajar Ada pengaruh positif dan signifikan kemampuan membaca pemahaman terhadap prestasi belajar. Ada pengaruh yang positif dan signifikan sarana belajar, lingkungan belajar, dan kemampuan membaca pemahaman secara bersama-sama terhadap prestasi belajar IPS.Kata kunci: sarana belajar, lingkungan belajar, membaca pemahaman, prestasi belajar IPSThis research aimed to identify the effects of learning facilities, learning environment, and reading comprehension skill, collectively, on SS learning achievement. Population involved all 138 elementary school fourth graders of Ahmad Yani learning unit in Gebang sub-district, Purworejo district, in 2018/2019 academic year, from 9 (nine) elementary schools. This was a census study, i.e. a study involving all populations of the study as subjects. Hence, all 138 students were recruited as samples. Data collection techniques were questionnaires and documentation. Multiple linear regression was adopted as analysis technique. Result showed that there was positive and significant effects of learning facilities on the SS learning achievement. There was a positive and significant effects of learning environment on the SS learning achievement. There was a positive and significant effect of reading comprehension skill on the SS learning achievement. There were positive and significant effects of learning facilities, learning environment, and reading comprehension skill, collectively, on the SS learning achievementKeywords: learning facilities, learning environment, reading comprehension, Social Studies learning
IMPLEMENTASI GERAKAN LITERASI DALAM PEMBELAJARAN IPS UNTUK MEMBENTUK KARAKTER PESERTA DIDIK TRIANA DEWI SUSIYAMI, TRIANA DEWI SUSIYAMI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengintegrasian gerakan literasi pada pembelajaran IPS dalam upaya pembentukan karakter dan faktor pendukung serta penghambat pembentukan karakter peserta didik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Banguntapan Bantul. Subjek penelitian adalah guru IPS yang mengintegrasikan gerakan literasi dalam pembelajaran IPS dan peserta didik kelas VIII. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipatif, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis interaktif. Hasil penelitian disimpulkan bahwa proses integrasi gerakan literasi dalam pembelajaran IPS dilakukan guru dengan memasukkan kegiatan literasi di dalam strategi pembelajaran yang tertuang dalam RPP, sebagai upaya pembentukan karakter pada peserta didik. Faktor pendukung pembentukan karakter adalah keterlibatan seluruh warga sekolah, keteladanan Kepala Sekolah dan Guru, sarana dan prasarana, program ekstrakurikuler dan kegiatan keagamaan. Faktor penghambat adalah Pola perilaku peserta didik sulit diatur, Latar belakang sosial ekonomi, guru yang kurang kreatif dan inovatif dalam proses pembelajaran.Kata Kunci: Gerakan Literasi, Pembelajaran IPS, Pembentukan KarakterThis research aimed to knowing the integration of the literacy movement in social studies learning as the efforts to form character and the supporting and inhibiting factors for the character formation. This research uses a qualitative method. This research was conducted at State Junior High School 1 Banguntapan Bantul. The research subjects are social studies teachers who integrate literacy movements in social studies learning and class VIII students. Data collection techniques used are participatory observation, interviews, and documentation. The data analysis technique uses interactive analysis which consists of three lines, namely data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the research concluded that the process of integration of the literacy movement in social studies learning was carried out by the teacher by incorporating literacy activities in the learning strategies contained in the RPP as well as character building efforts. Factors supporting character formation are involvement of all school members, exemplary principals and teachers, facilities and infrastructure, various extracurricular programs, Religious activities. The inhibiting factors are: the behavior patterns are sometimes difficult to regulate, socio-economic background, and there are still some less creative and innovative teachers in the learning process.Keywords: Literacy Movement, Social Studies Learning, Character Building
STUDI TENTANG KUALITAS DAN PRODUK MENGAJAR GURU IPS MELALUI MODEL KETERAMPILAN PROSES DALAM MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SISWA PADA MA Al KHAIRAT MADOPOLO ANITA ODE SAMILI, ANITA ODE SAMILI; JAINUDIN HASIM, JAINUDIN HASIM
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini untuk mengetahui Bagaimana Pembiasaan Nilai Moral Pada Pembelajaran IPS Melalui Pengembangan Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi Pada Siswa MA Alkhairat Madopolo Untuk mendapatkan infonnasi ilmiah langkah-langkah upaya mengembangkan rasa tanggung jawab melalui pembiasaan nilai moral pada pembelajaran IPS. Hipotesis yang diajukan yaitu ada hubungan yang signifikan antara prestasi belajar PKn dengan Pembiasaan nilai moral melalui Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi Pada SiswaMA Al Khairat Madopolo. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan paradigma kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah Pembiasaan Nilai Moral dan prestasi belajar PKn, sedangkan variabel terikatnya Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi. Jumlah subjek penelitian dalam penelitian ini yaitu seluruh siswa MA Al Khairat Madopolo. Sedangkan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu siswa kelas X-XI yang berjumlah 37 orang siswa. Teknik sampling yang digunakan dalam penelitian ini yaitu teknik non random sampling dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan metode angket dan dokumentasi. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif. Studi deskriptif dalam penelitian berfungsi untuk mengumpulkan data sebanyak-banyaknya mengenai Pembiasaan Nilai Moral Pada Pembelajaran IPS Melalui Pengembangan Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi Pada SiswaMA Al Khairat Madopolo. Hasil temuan penelitian pada skripsi ini menunjukkan rata-rata tingkat prestasi belajar IPS dan kesadaran moral sangat signifikan. Hal ini terlihat pada analisis terhadap variabel Pembiasaan Nilai Moral Pada Pembelajaran IPS melalui Pengembangan Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi. Dengan demikian hipotesis yang dajukan yaitu ada hubungan yang signifikan antara Pembiasaan Nilai Moral Pada Pembelajaran IPS dan pengunaan Model Keterampilan Proses Yang Berbasis Kompotensi Pada Siswa MA Al Khairat Madopolo teruji kebenarannya dan hipotesis yang diajukan dapat diterima.Kata Kunci; Produk Mengajar, Guru IPS, Prestasi Belajar Siswa, Al-Khairat MadopoloThis research is to find out how to habituate moral values in social studies learning through the development of a process skills model based on potential in MA Alkhairat Madopolo students. To get scientific information, steps are taken to develop a sense of responsibility through habituation of moral values in social studies learning. The hypothesis proposed is that there is a significant relationship between Civics learning achievement and moral value habituation through the Competency-Based Process Skills Model of MA Al Khairat Madopolo Students. The research method used is descriptive with a quantitative paradigm. The independent variable in this Asnita Ode Samili dan Jainudin Hasim adalah Dosen Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Khairun Tenate Utara.Jurnal Sosialita, Vol. 15, No.1, Maret 2021 Asnita dan Jainudin, Studi Tentang Kualitas…172study is the habituation of moral values and civics learning achievement, while the dependent variable is the Competency-based Process Skills Model. The number of research subjects in this study were all students of MA Al Khairat Madopolo. While the sample used in this study were 37 students of class X-XI. The sampling technique used in this research is non-random sampling technique by means of purposive sampling. Collecting data using questionnaires and documentation. The research method used is descriptive research. The descriptive study in research functions to collect as much data as possible regarding the Habituation of Moral Values in Social Studies Learning through the Development of a Competency-Based Process Skills Model for MA Al Khairat Madopolo Students. The results of the research findings in this thesis show that the average level of social studies learning achievement and moral awareness is very significant. This can be seen in the analysis of the Moral Value Habitual variable in Social Studies Learning through the Development of a Competency-Based Process Skills Model. Thus the hypothesis that is proposed is that there is a significant relationship between Moral Value Habits in Social Studies Learning and the use of the Competency-Based Process Skills Model for MA Al Khairat Madopolo Students is proven true and the proposed hypothesis can be accepted.Keywords; Teaching Products, Social Studies Teacher, Student Achievement, Al-Khairat Madopolo
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN EXAMPLES NON EXAMPLES PADA PEMBELAJARAN MATEMATIKA DALAM PENGOLAHAN DATA UNTUK MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR SITI FATHIYAH SUNATI, SITI FATHIYAH SUNATI
Jurnal Sosialita Vol. 15 No. 1 (2021): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk 1) meningkatkan prestasi belajar matematika materi pengolahan data pada siswa kelas IV SD N Mendiro dengan menggunakan model pembelajaran Examples Non Examples. 2) Menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples untuk meningkatkan prestasi belajar matematika materi pengolahan data pada siswa kelas IV SD N Mendiro tahun pelajaran 2018/ 2019. Jenis penelitian merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research). Subjek dalam penelitian ini berjumlah 27 siswa. Tahapan dalam penelitian ini meliputi empat tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Penerapan model pembelajaran Examples non Examples yang dilakukan oleh guru dalam pembelajaran Matematika, khususnya mengenai materi penyajian data peningkatan dan penelitian diberhentikan pada siklus ke II, hal ini terlihat pada pra siklus nilai rata-rata prestasi belajar matematika 69,13 dengan ketuntasan 47,82% meningkat pada siklus I dengan rata-rata prestasi belajar 82,82 dengan ketuntasan 65,21% dan meningkat pada siklus II dengan nilai rata-rata prestasi belajar 90,87 dengan ketuntasan 78,26%.Kata Kunci: prestasi belajar, model pembelajaran example non exampleThis study aimed to 1) improve mathematics learning achievement in processing data topic of the fourth graders at SD N Mendiro (Mendiro State Elementary School) using Examples Non Examples learning model; 2) apply Examples Non Examples learning model to improve mathematics learning achievement in processing data topic of the fourth graders at SD N Mendiro in 2018/ 2019 school year. This was a classroom action research.Subjects consisted of 27 students. There were four stages, namely, planning, implementation, observation and reflection. Data were gathered by using tests. Data were analyzed by using descriptive quantitative technique with persentage. The Examples non Examples learning model was used by the teacher in Matematics learning, especially concerning data presentation topic. The improvement and research was ended at cycle II. It was indicated that at pre-cycle, the average score of mathematics learning achievement was 69.13 with learning mastery of 47.82% improved at cycle I with the learning achievement average of 82.82 with learning mastery of 65.21% and improved at cycle II with learning average score of 90.87 with the learning mastery of 78.26%.Keywords: learning achievement, example non example learning model
PENINGKATAN MOTIVASI, PARTISIPASI DAN PRESTASI BELAJAR IPS MELALUI MODEL TSTS BERVARIASI SCRAMBLE ARIS WAHYUDI, ARIS WAHYUDI
Jurnal Sosialita Vol. 14 No. 2 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi, partisipasi dan hasil belajar IPS peserta didik melalui Cooperative Learning Model Two Stay Two Stray” (TSTS) bervariasi Scramble kelas IXA SMP Negeri 2 Semanu, Gunungkidul. Penelitian dilaksanakan 5 bulan dengan tahapan pra siklus dan 2 siklus, setiap siklus laksanakan perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan dengan pengamatan, angket dan dokumentasi hasil ulangan, Analisis data dilakukan dengan deskriptif dan kuantitatif. Penerapan Model TSTS bervariasi Scramble meningkatkan motivasi pada pra siklus skor rata-rata 45,38 siklus I, 49,58 siklus II, 54,83, dan peserta didik mengalami peningkatan 21 (87,50%) melebihi kriteria keberhasilan 80%. Partisipasi pada pra siklus 3,63 dan pada siklus I, 5,50 peningkatan 1,88 (95,75%) dan peserta didik mengalami peningkatan 21 (87,50%) lebih besar kriteria keberhasilan 80%, dan prestasi belajar atau ketuntasan KKM (> 75) pra siklus 11 peserta didik (45,83%), siklus I , 17 peserta didik (70,83%) dan siklus II 22 peserta didik (91,67%) berhasil optimal melebihi kriteria keberhasilan kinerja 80%. Hal ini menunjukkan Penerapan Model (TSTS) bervariasi Scramble meningkatkan motivasi, partisipasi dan prestasi belajar.Kata Kunci: TSTS Scramble, Motivasi, Partisipasi, prestasiThe objective of this study was to increase the students’ motivation, participation, and the result study of the students in the Social Studies lesson through Cooperative Learning Model Stay to Stray Scramble Variation on class IXA SMP 2 Semanu, Gunungkidul. This study was conducted during 5 months with 2 cycles, the pre- cycle and second cycle. Each cycle was conducted of three steps, planning, auctioning, observing, and reflecting. The data were collected using monitoring, inquiring, and documenting the test result. The data analysis was collected using descriptive and quantitative methods. The application of TSTS Scramble Variation model increases the student motivation on pre- cycle score. The average score was 45, 38, on the first cycle, 49, 58 on the second cycle, 54, 83, and the students motivation increase 21 (87, 50%), it is higher than the succeed criteria on 80%. The student participation on pre cycle was 3, 63 and on the first cycle was 5, 50, and the student participation increase 1, 88 (95, 75%) and it increase 21 (87, 50%),it is bigger than the succeed criteria 80%, and the achievement of the study or KKM (>75%) pre cycle 11 student participant (45, 83%), first cycle, 17 students participant (70, 83%), and the second cycle 22 students participant (91, 67%), optimally succeed more than the criteria succeed 80%. It shows that the using of TSTS variation scramble method increase the student motivation, participation, and achievement study.Keyword : TSTS scramble, Motivation, Participation, Achievement
PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN SOSIAL (IPS) SEKOLAH DASAR DALAM FILSAFAT PENDIDIKAN REKONSTRUKSIONISME C. Lenny Susilawati, C. Lenny Susilawati
Jurnal Sosialita Vol. 14 No. 2 (2020): JURNAL SOSIALITA
Publisher : Program Magister Pendidikan IPS UPY

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPengaruh pemikiran filsafat rekonstruksionisme terhadap pengembangan kurikulum pendidikan IPS di sekolah dasar mengasumsikan manusia sebagai makhluk sosial mempunyai orientasi ke masa lalu dan sekarang dengan tujuan pendidikan terhadap pembentukkan masyarakat yang lebih baik dengan kurikulum sebagai rekonstruksi sosial mengutamakan kepentingan sosial di atas kepentingan individu tujuannya tanggung jawab tentang masa depan masyarakat. Dan Pengaruh filsafat rekonstruksionisme terhadap pendidikan IPS di sekolah dasar yaitu dengan adanya perubahan rancangan kurikulum, metode, media, azas belajar, budaya dan sumber belajar ke arah yang lebih progresif yang dianggap mampu menjawab tantangan zaman, dan pendidikan harus memadukan antara daya nalar, pikir, akal dan rasio dengan hati yang menjadi patokan dan ukuran tingkah laku manusia dengan iman dan ketaqwaannya kepada Tuhan Yang Maha Esa. Aliran rekonstruksionisme dianggap cocok untuk dunia pendidikan yang lebih baik karena aliran ini bepikir bagaimana kita mampu menciptakan Sumber Daya Manusia yang sanggup bersaing di era modernisasi yang tidak hanya cerdas dalam bidang pengetahuan tetapi memiliki keterampilan dan sikap yang baik. Selain itu aliran ini menekankan bahwa peserta didik sebagai sasaran utama dalam pendidikan. Peserta didik dituntut untuk lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya dan pemikirannya dalam pemecahan suatu masalah. Jadi peran guru disini hanya sebagai fasilitator bukan yang banyak memberiakan pemecahan solusi suatu masalah. Maka melalui lembaga dan proses pendidikan rekonstruksionisme ingin merombak tata susunan lama dan membangun tata susunan hidup kebudayaan yang baru. Tanpa menghilangkan esensi budaya yang terdahulu.Kata Kunci: ilmu pengetahuan social, sekolah dasar , rekonstruksionismeThe influence of the philosophy of reconstructionism on the development of the social science education curriculum in elementary schools assumes that humans as social beings have an orientation to the past and present with the aim of education towards the formation of a better society with the curriculum as social reconstruction prioritizing social interests over individual interests. front of the community. And the influence of reconstructionism philosophy on social studies education in elementary schools, namely by changing the curriculum design, methods, media, principles of learning, culture and learning resources towards a more progressive direction which is considered capable of responding to the challenges of the times, and education must combine reasoning, thinking, reason and ratio with the heart which is the benchmark and measure of human behavior with faith and devotion to God Almighty. The flow of reconstructionism is considered suitable for a better world of education because this flow thinks how we can create competitive human resources in the modernization era who are not only intelligent in the field of knowledge but have good skills and attitudes. In addition, this flow emphasizes that students are the main target in education. Students are required to be more C. Lenny Susilawati S adalah guru SD 1 Patalan Bantul.Jurnal Sosialita, Vol. 14, No.2, November 2020 Lenny Susilawati, Pembelajaran Ilmu…210active in expressing their opinions and thoughts in solving a problem. So the role of the teacher here is only as a facilitator, not one who provides solutions to a problem. So through the educational institutions and processes of reconstructionism it wants to overhaul the old structure and build a new order of cultural life. Without eliminating the essence of the former culture.Keywords: social sciences , elementary school, reconstructionism