cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Analisis Perbandingan Hukum Perdata dengan Undang-Undang Khusus Indonesia Karolina Sitepu; Rani Salbiani Ginting; Deniman Hia; Petrus Derianus Hia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mwwrvt03

Abstract

Hukum perdata dan undang-undang khusus di Indonesia menunjukkan dinamika kompleks dalam perkembangan sistem hukum modern yang bertujuan mengakomodasi kebutuhan spesifik masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam perbandingan konseptual, substansi, dan implementasi antara Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPdt) dengan beberapa undang-undang khusus yang relevan, yaitu Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan, Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang, dan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2000 tentang Paten. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kepustakaan (library research) dan analisis dokumen hukum, mengintegrasikan teori komparatif hukum dalam mengidentifikasi pola harmonisasi, kontradiksi, dan gap hukum. Temuan utama menunjukkan bahwa UU khusus tidak sepenuhnya menghilangkan kebutuhan akan prinsip-prinsip hukum perdata klasik, namun menciptakan rezim normatif yang lebih spesifik dan adaptif terhadap kebutuhan ekonomi digital dan perdagangan internasional. Kontradiksi dalam pengaturan tanggung jawab, jangka waktu perlindungan, dan prosedur dispute resolution menjadi area kritis yang memerlukan harmonisasi lebih lanjut. Penelitian ini berkontribusi pada literatur hukum dengan menawarkan framework analitis untuk memahami evolusi sistem hukum perdata Indonesia dan menyarankan pendekatan systematik dalam formulasi UU khusus di masa depan.
Masuknya Islam di Indonesia Denny Taufiq Hidayad; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zj149t73

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses masuknya Islam di Indonesia melalui pendekatan studi pustaka dengan menelaah berbagai sumber literatur yang berkaitan dengan sejarah perkembangan Islam di Nusantara. Masuknya Islam ke Indonesia merupakan proses historis yang berlangsung secara bertahap melalui berbagai jalur, seperti perdagangan, pendidikan, perkawinan, tasawuf, dan dakwah para ulama. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (library research) dengan mengumpulkan, menganalisis, dan menginterpretasikan berbagai referensi berupa buku sejarah, artikel ilmiah, dan sumber akademik lainnya yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa Islam masuk ke Indonesia melalui hubungan perdagangan antara pedagang Muslim dengan masyarakat Nusantara, terutama di wilayah pesisir, kemudian berkembang melalui peran para ulama, kerajaan Islam, serta lembaga pendidikan Islam. Proses penyebaran Islam berlangsung secara damai dengan mengakomodasi budaya lokal sehingga Islam dapat diterima dan berkembang luas di berbagai wilayah Indonesia. Kajian ini memberikan pemahaman mengenai dinamika historis masuknya Islam serta faktor-faktor yang mendukung perkembangan Islam sebagai salah satu agama terbesar di Indonesia.
Perkecambahan dan Pertumbuhan: Tumbuhan Tingkat Tinggi (Tempat Terang dan Gelap) pada Biji Alpukat Indah Putri Santri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/21xqnc51

Abstract

Perkecambahan dan pertumbuhan merupakan tahap awal dalam siklus hidup tumbuhan tingkat tinggi yang sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan, salah satunya cahaya. Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kondisi terang dan gelap terhadap proses perkecambahan dan pertumbuhan biji alpukat (Persea americana). Metode yang digunakan adalah pengamatan langsung terhadap pertumbuhan biji alpukat yang diletakkan pada dua kondisi lingkungan, yaitu tempat terang dan tempat gelap. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman selama beberapa minggu pengamatan. Hasil praktikum menunjukkan bahwa biji alpukat mampu berkecambah baik pada kondisi terang maupun gelap. Namun, terdapat perbedaan pola pertumbuhan. Tanaman yang tumbuh di tempat terang menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil dan normal, sedangkan tanaman yang tumbuh di tempat gelap mengalami pertumbuhan memanjang lebih cepat akibat etiolasi. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa cahaya tidak berpengaruh langsung terhadap proses perkecambahan, tetapi sangat memengaruhi pertumbuhan dan kualitas tanaman setelah perkecambahan.
Pengaruh Faktor Cahaya Matahari Terhadap Kecepatan Pertumbuhan Kecambah Biji Kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) Indah Putri Santri
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/daxypw35

Abstract

Sinar matahari memainkan peran besar dalam banyak hal yang dilakukan tumbuhan, seperti membuat makanan melalui fotosintesis, bernapas, tumbuh, dan mengendalikan lubang-lubang kecil pada daunnya yang disebut stomata. Sinar matahari juga membantu tumbuhan mulai tumbuh dari biji. Jadi, seberapa banyak sinar matahari yang tersedia memengaruhi seberapa banyak tumbuhan dapat menghasilkan. Agar tumbuhan tumbuh, pengaruh cahaya tidak hanya bergantung pada jenisnya tetapi juga pada seberapa terangnya. Jadi, kekuatan sinar matahari penting untuk pertumbuhan tumbuhan. Studi ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak sinar matahari memengaruhi pertumbuhan biji longan. Studi ini dilakukan di Kos Monalisa, Penampaan Uken, Blangkejeren, dan Gayo Lues pada tanggal 28 Agustus 2025. Studi ini menggunakan eksperimen di mana biji longan ditempatkan di bawah kondisi cahaya yang berbeda. Ada 6 kantong plastik yang digunakan, dibagi menjadi dua kelompok. Tiga kantong diletakkan di area terang di mana mereka dapat menerima sinar matahari, dan tiga lainnya disimpan di area gelap di mana mereka tidak dapat menerima cahaya sama sekali. Studi ini menemukan bahwa biji longan di area terang tumbuh lebih cepat daripada yang di area gelap. Ini berarti bahwa intensitas sinar matahari sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.
Pemanfaatan Google Lens Berbasis Artificial Intelligence sebagai Media Pembelajaran IPA untuk Meningkatkan Literasi Digital dan Pemahaman Konsep Siswa pada Materi Klasifikasi Makhluk Hidup di SMP Swasta IT Darul Azhar Rabiyatul Adawiyah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/q14wey90

Abstract

Perkembangan teknologi digital dan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) memberikan peluang besar dalam menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif, kontekstual, dan berpusat pada peserta didik. Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), khususnya materi klasifikasi makhluk hidup, membutuhkan pengalaman belajar yang memungkinkan siswa berinteraksi langsung dengan objek nyata agar konsep yang dipelajari lebih mudah dipahami. Salah satu teknologi yang dapat dimanfaatkan dalam pembelajaran adalah Google Lens, yaitu aplikasi berbasis kecerdasan buatan yang mampu melakukan identifikasi objek melalui teknologi pengenalan gambar (image recognition). Artikel ini bertujuan mendeskripsikan implementasi Google Lens sebagai media pembelajaran IPA untuk meningkatkan literasi digital dan pemahaman konsep siswa pada materi klasifikasi makhluk hidup di SMP Swasta IT Darul Azhar. Metode yang digunakan adalah pendekatan praktik baik (best practice) melalui implementasi pembelajaran berbasis teknologi pada siswa kelas VII A sebanyak 32 siswa. Kegiatan dilaksanakan dalam dua kali pertemuan dengan tahapan pengenalan Google Lens, eksplorasi objek biologi di lingkungan sekolah, identifikasi makhluk hidup, analisis hasil pengamatan, serta presentasi kelompok. Hasil implementasi menunjukkan bahwa penggunaan Google Lens mampu menciptakan pembelajaran IPA yang lebih aktif, menarik, dan kontekstual. Siswa lebih mudah mengenali objek biologi yang ditemukan di lingkungan sekitar serta mampu menghubungkan hasil identifikasi digital dengan konsep klasifikasi makhluk hidup. Berdasarkan evaluasi hasil belajar, terjadi peningkatan rata-rata nilai siswa dari 45 pada tahap pretest menjadi 80 pada tahap posttest dengan peningkatan sebesar 35 poin atau 77,78%. Pemanfaatan Google Lens juga mendukung penguatan literasi digital melalui kegiatan pencarian, analisis, dan pemanfaatan informasi digital secara bertanggung jawab. Implementasi Google Lens dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran IPA berbasis teknologi yang mendukung pembelajaran abad ke-21 serta integrasi kecerdasan buatan dalam pendidikan.
Persepsi Guru Terhadap Penggunaan Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence) dalam Pembelajaran Rabiyatul Adawiyah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/nwra0657

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) telah memberikan perubahan signifikan terhadap berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam bidang pendidikan. Kehadiran teknologi AI membuka peluang bagi guru untuk meningkatkan kualitas pembelajaran melalui bantuan dalam penyusunan perangkat ajar, pengembangan media pembelajaran, penyusunan asesmen, serta pengelolaan sumber belajar. Namun, keberhasilan implementasi AI dalam pembelajaran sangat bergantung pada persepsi, kesiapan, dan kompetensi guru sebagai pengguna utama teknologi tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi guru terhadap penggunaan Artificial Intelligence dalam pembelajaran. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei deskriptif. Subjek penelitian adalah guru pada jenjang pendidikan dasar dan menengah. Instrumen penelitian berupa angket skala Likert yang mencakup lima aspek utama, yaitu pemahaman terhadap AI, persepsi manfaat AI, kemudahan penggunaan AI, kesiapan guru dalam mengintegrasikan AI, serta tantangan dan kekhawatiran penggunaan AI dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru memiliki persepsi positif terhadap pemanfaatan AI dalam pembelajaran. Guru menilai AI mampu membantu meningkatkan efisiensi dalam penyusunan bahan ajar, memperluas akses terhadap sumber belajar, memberikan inspirasi dalam merancang pembelajaran inovatif, serta membantu proses evaluasi pembelajaran. Meskipun demikian, guru masih menghadapi beberapa tantangan, seperti keterbatasan literasi AI, kebutuhan pelatihan profesional, kemampuan dalam mengevaluasi informasi yang dihasilkan AI, serta kekhawatiran terhadap ketergantungan peserta didik terhadap teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa AI memiliki potensi besar sebagai teknologi pendukung pembelajaran, tetapi implementasinya harus tetap menempatkan guru sebagai pengarah utama proses pendidikan. Diperlukan peningkatan kompetensi digital guru dan kebijakan penggunaan AI yang beretika agar teknologi ini dapat memberikan manfaat optimal bagi pembelajaran.
Konstruksi Pendidikan Anak Berbasis Fiqih Hadlonah: Telaah Konseptual dalam Perspektif Islam Muhtarom Muhtarom; Annira Clarisa
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/65fgxn71

Abstract

Penelitian ini mengangkat judul Konstruksi Pendidikan Anak Berbasis Fikih Hadlonah: Telaah Konseptual dalam Perspektif Pendidikan Islam. Pendekatan yang diterapkan dalam penelitian ini adalah penelitian kepustakaan (library research), dengan memanfaatkan berbagai sumber literatur sebagai landasan utama analisis. Pengumpulan data dilakukan melalui proses membaca, menelaah, serta mencatat berbagai informasi dan data yang relevan dari sumber-sumber pustaka yang digunakan sebagai bahan penelitian. Fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah mengkaji bagaimana konstruksi pendidikan anak yang berlandaskan fikih hadlonah ditinjau dari perspektif pendidikan Islam. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis, mengidentifikasi, serta menguraikan secara komprehensif konsep hadlonah berdasarkan sudut pandang pendidikan Islam. Hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan sumbangan ilmiah dalam memperluas khazanah literatur mengenai pendidikan agama Islam pada anak usia dini, khususnya yang berkaitan dengan penerapan pembelajaran berbasis fikih hadlonah. Di samping itu, penelitian ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu rujukan bagi penelitian berikutnya yang membahas implementasi pembelajaran berbasis fikih hadlonah pada jenjang pendidikan anak usia dini
Penyuluhan Dampak Perlindungan Hukum bagi Pelajar sebagai Konsumen Transaksi Jual Beli Online di Yayasan Perguruan Rahmat Islamiyah Medan Ucapan Syukur Bachtiar Duha; Radista Aulia; Jihani Khairunnisa; Putri Jelita Christovella Hulu; Rani Salbiani Ginting; Kadimani Buulolo; Wezdi Damai Lase
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/mbjy9w34

Abstract

Perkembangan teknologi informasi telah mendorong perubahan pola konsumsi masyarakat, termasuk di kalangan pelajar, dari transaksi konvensional menuju transaksi jual beli online (e-commerce). Kemudahan akses tersebut ternyata diiringi oleh berbagai risiko, seperti barang tidak sesuai deskripsi, penipuan, dan kebocoran data pribadi, mengingat pelajar masih memiliki literasi hukum dan finansial yang terbatas. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan penyuluhan bertema “Dampak Perlindungan Hukum bagi Pelajar sebagai Konsumen Transaksi Jual Beli Online” dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan pemahaman siswa mengenai hak dan kewajiban sebagai konsumen digital serta bentuk perlindungan hukum yang tersedia bagi mereka. Kegiatan ini dilaksanakan di Yayasan Perguruan Rahmat Islamiyah Medan pada tanggal 22 Juli 2026 dengan melibatkan 39 orang siswa kelas XII. Metode yang digunakan berupa seminar edukatif yang dipadukan dengan diskusi interaktif, sesi tanya jawab, serta observasi langsung terhadap tingkat pemahaman peserta sebelum dan sesudah penyampaian materi. Hasil observasi menunjukkan bahwa sebelum kegiatan dilaksanakan, pemahaman peserta mengenai hak-hak konsumen digital dan mekanisme perlindungan hukum masih tergolong terbatas, sedangkan setelah kegiatan berlangsung terjadi peningkatan pemahaman yang tercermin dari antusiasme peserta dalam mengajukan pertanyaan serta kemampuan mereka mengaitkan materi dengan pengalaman pribadi dalam bertransaksi online. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk kesadaran hukum pelajar sejak dini agar lebih cerdas dan kritis dalam bertransaksi di ruang digital.
Peran Perbankan Syariah dalam Pengembangan Sistem Keuangan Islam di Indonesia Suci Rahmadani; Rindi Effendi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/dysrkw40

Abstract

Perbankan syariah merupakan salah satu pilar utama dalam pengembangan sistem keuangan Islam di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai lembaga intermediasi keuangan, tetapi juga menjadi sarana penerapan prinsip-prinsip syariah yang menekankan keadilan, transparansi, dan kemaslahatan dalam setiap aktivitas ekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perbankan syariah dalam mendukung pengembangan sistem keuangan Islam di Indonesia serta mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi dalam proses perkembangannya. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal ilmiah, peraturan perundang-undangan, serta laporan lembaga yang berkaitan dengan industri perbankan syariah. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbankan syariah memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan inklusi keuangan, memperluas akses pembiayaan berbasis syariah, mendorong pertumbuhan sektor riil, serta memperkuat stabilitas sistem keuangan nasional melalui penerapan prinsip bagi hasil dan penghindaran praktik riba, gharar, serta maysir. Meskipun demikian, pengembangan perbankan syariah masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya tingkat literasi keuangan syariah, keterbatasan inovasi produk, serta persaingan dengan lembaga keuangan konvensional. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara pemerintah, regulator, lembaga keuangan syariah, dan masyarakat untuk memperkuat ekosistem keuangan Islam sehingga mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pembangunan ekonomi nasional.