cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Konsep Dasar Administrasi Pendidikan Annisa Rahma Syafira; Bulan Rafiqoh Disyah; Eka Febrianti; Ellysa Ellysa
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/kvt9zp25

Abstract

Studi ini bertujuan untuk menganalisis dengan jelas konsep dasar dari komponen-komponen administrasi pendidikan, termasuk pemahaman, tujuan, ruang lingkup, fungsi, dan Prinsip-prinsip dasar administrasi pendidikan. Administrasi pendidikan adalah komponen kunci dari manajemen lembaga pendidikan yang beroperasi secara efektif dan efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian pustaka. Penulis menganalisis berbagai bahan referensi ilmiah yang relevan dan terbaru seperti buku teks dan jurnal nasional serta internasional, serta dokumen kebijakan pendidikan yang diterbitkan sejak 2020 hingga sekarang. Temuan menunjukkan bahwa administrasi pendidikan memiliki peran yang sangat penting dalam mengembangkan tata kelola pendidikan yang berkualitas. Administrasi pendidikan meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengelolaan penilaian terhadap pelaksanaan tujuan pendidikan nasional. Prinsip dasar praktik administrasi pendidikan modern adalah prinsip efisiensi, efektivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Semoga, studi ini dapat memberikan ide-ide baru bagi praktisi, akademisi, dan pembuat kebijakan pendidikan untuk meningkatkan keadaan tata kelola pendidikan di Indonesia.
Administrasi Sarana dan Prasarana Pendidikan Ripki Hafit; Rike Aisyah Nayla; Salwa Salsabila Sinaga; Zahra Alya Azzuhra
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/czhygf06

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu faktor kunci dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Keberhasilan pendidikan tidak hanya bergantung pada kualitas guru dan siswa, tetapi juga pada ketersediaan fasilitas dan infrastruktur yang baik. Fasilitas dan infrastruktur pendidikan merupakan bagian penting yang membantu mendukung proses pengajaran dan pembelajaran, memastikan semuanya berjalan lancar dan efisien. Sumber daya pendidikan meliputi berbagai alat yang langsung digunakan dalam pembelajaran, seperti buku, bahan ajar, meja, kursi, dan alat bantu ajar. Sementara itu, infrastruktur pendidikan meliputi fasilitas pendukung seperti gedung sekolah, ruang kelas, perpustakaan, laboratorium, halaman sekolah, dan lingkungan pendidikan lainnya. Memiliki fasilitas yang baik menciptakan lingkungan belajar yang nyaman, yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan. Namun, pada kenyataannya, banyak lembaga pendidikan masih kesulitan mengelola fasilitas dan infrastruktur mereka secara efektif. Kurangnya perhatian, struktur yang tidak terorganisir, dan fasilitas yang terbatas seringkali menghambat proses pembelajaran. Oleh karena itu, pengelolaan fasilitas dan infrastruktur pendidikan harus dilakukan dengan benar agar semua sumber daya pendidikan dapat digunakan secara maksimal untuk mencapai tujuan pendidikan.
Implementasi Tata Tertib Sekolah dalam Menciptakan Iklim Pembelajaran yang Kondusif di SD IT Izzatul Islam Lely Yuliani; Juliani Juliani; Diah Kumalasari; Iklil Nadaa; Kelara Sriduwanti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tejqn276

Abstract

Tata tertib sekolah memiliki peran penting dalam membentuk kedisiplinan siswa dan menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif. Permasalahan di SD IT Izzatul Islam menunjukkan bahwa penerapan tata tertib belum sepenuhnya optimal, terlihat dari masih adanya siswa yang datang terlambat, tidak berpakaian rapi, bermain saat proses pembelajaran, keluar kelas tanpa izin, tidak mengumpulkan tugas, serta tidak melaksanakan piket kebersihan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi tata tertib sekolah, peran kepala sekolah dan guru, tingkat kepatuhan siswa, kendala penerapan, serta dampaknya terhadap iklim pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis penelitian lapangan. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru, wali kelas, dan siswa sebagai subjek penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata tertib sekolah diterapkan melalui aturan tertulis, sosialisasi pada awal tahun ajaran, pembiasaan disiplin, keteladanan guru, pengawasan kepala sekolah, teguran, nasihat, dan pembinaan. Meskipun sebagian besar siswa telah menunjukkan kepatuhan, masih terdapat siswa yang memerlukan pengawasan dan pengingatan secara berkelanjutan. Penerapan tata tertib sekolah berperan dalam menciptakan suasana kelas yang lebih tertib, tenang, nyaman, serta mendukung konsentrasi belajar siswa.
Implementasi Pelatihan Tahsin Al-Qur’an untuk Meningkatkan Kompetensi Guru SDIT Al-Fityan Medan Syazwani Salsabila; Juliani Juliani; Tiara Tri Yuningsih; Siti Umairoh Wulan Sari
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/er5ybg70

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pelatihan tahsin Al-Qu'an dalam meningkatkan kompetensi profesional dan pedagogik guru di SDIT Al-Fityan Medan. Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda, dan salah satu aspek utamanya adalah kemampuan membaca Al-Qu'an dengan baik dan benar sesuai kaidah tajwid. SDIT Al-Fityan Medan sebagai lembaga pendidikan Islam terpadu memiliki tanggung jawab menyiapkan guru yang kompeten dalam membaca dan mengajarkan Al-Qu'an. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pelatihan tahsin dilaksanakan secara rutin dengan materi meliputi teori makharijul huruf, hukum tajwid, dan praktik metode talaqqi. Metode talaqqi terbukti efektif karena koreksi personal langsung. Dampak meliputi peningkatan kompetensi profesional dalam kemampuan membaca Al-Qu'an dan pemahaman tajwid, serta peningkatan kompetensi pedagogik berupa kepercayaan diri dalam mengajar. Kesimpulan adalah pelatihan tahsin memiliki peran strategis dalam meningkatkan kompetensi guru.
Upaya Guru Tahfiz Mengatasi Kesulitan Menghafal Al-Qur’an Siswa Kelas Rendah Raina Sari; Juliani Juliani; Nuraini Nuraini; Muhammad Yusuf Aulia Nasution; Rasyiq Kasbil Ghani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/654ntt07

Abstract

Pembelajaran tahfiz Al-Qur'an pada fase transisi operasional konkret (kelas rendah) kerap terbentur oleh problem fisiologis-psikologis, buta aksara hijaiyah, heterogenitas daya ingat anak, hingga lemahnya kontrol wali murid di rumah. Penelitian ini mengkaji potret strategi instruksional dan taktik manajerial dalam mengoptimalkan Metode Tikrar, merancang pembelajaran berdiferensiasi, serta mengurai sumbatan kemitraan antara pihak sekolah dan orang tua. Temuan lapangan mengindikasikan bahwa modifikasi Metode Tikrar lewat teknik pemenggalan kata (part-by-part memorization), yang diintegrasikan dengan matrikulasi makharijul huruf, Islamic storytelling, dan sinema edukatif, efektif mengeliminasi kejenuhan serta keterbatasan kognitif siswa. Guna menjembatani kesenjangan performa akademis, model Differentiated Instruction diterapkan melalui bimbingan individu (one-on-one coaching) berbasis scaffolding serta pemisahan tata kelola kurikulum antara Ziyadah klasikal dan Muraja'ah personal terstruktur (Tasmi'). Di sisi lain, resistensi pengawasan di lingkungan domestik disiasati melalui pendekatan persuasif wali kelas, pengkondisian perilaku positif via sistem reward, dan forum konseling periodik. Secara filosofis-teologis, evaluasi kelulusan tidak mengacu pada angka capaian yang kaku, melainkan pada penghargaan terhadap proses belajar anak. Kolaborasi taktis antara metode repetisi yang terukur dan stimulus psikososial ini terbukti sukses mengantarkan siswa menguasai Juz Amma secara itqan di akhir jenjang kelas 3.
Konsep Tathmaninnul Qulub dalam QS. Ar-Ra’d: 28 sebagai Resolusi Quarter-Life Crisis pada Fase Emerging Adulthood Zafrani Rizqi; Nahum Mangatur Siregar; Farid Adnir
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/457trt24

Abstract

Penelitian ini didasarkan pada tingginya prevalensi quarter-life crisis (QLC) di Indonesia yang menyentuh angka 77%, di mana manifestasinya didominasi oleh dimensi afektif kesedihan mendalam dan kecemasan eksistensial pada fase emerging adulthood. Pentingnya studi ini didorong oleh adanya kesenjangan metodologis dari riset terdahulu yang bias kuantitatif-korelasional serta mengukur religiusitas sebatas konstruk psikologi generik tanpa menelusuri teks suci keagamaan secara mendalam. Artikel ini berargumen bahwa konsep spiritualitas dari Al-Qur'an menawarkan kerangka resolusi krisis yang menyasar langsung akar persoalan secara lebih fundamental. Menggunakan metode kualitatif berupa penelitian kepustakaan (library research) dengan pendekatan tafsir tematik (maudhu'i), studi ini mengeksplorasi pemaknaan teks utama Surah Ar-Ra’d ayat 28 dengan dukungan literatur psikologi perkembangan. Hasil analisis membuktikan bahwa mekanisme tathmainnul qulub (ketenangan hati) melalui dzikrullah bertindak sebagai mediator psikospiritual aktif yang mentransformasi aspek kognitif, afektif, dan perilaku individu. Formula ini mengubah orientasi keberhasilan dari pencapaian materi eksternal menuju kedekatan spiritual internal. Kesimpulannya, konsep tathmainnul qulub terbukti efektif sebagai resolusi krisis yang melahirkan regulasi emosi Islam, pembentukan makna hidup, dan resiliensi spiritual untuk mencapai psychological well-being. Langkah penelitian berikutnya disarankan untuk menguji efektivitas model konseptual ini secara klinis lewat pendekatan eksperimental.
Kepatuhan Pajak Penghasilan Pelaku Usaha Coffeeshop di Era Digital: Tinjauan Literatur Nayla Syarifah Rangkuti; Tasya Ramadhani; Mutia Hasan PA; Budi Abdullah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/ghqb6809

Abstract

Kepatuhan pajak penghasilan merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalisasi penerimaan negara, khususnya dari sektor Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Perkembangan teknologi digital telah mengubah pola operasional berbagai jenis usaha, termasuk usaha coffee shop, yang kini banyak memanfaatkan sistem pembayaran digital, aplikasi kasir elektronik, serta platform pemasaran daring. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kepatuhan pajak penghasilan pelaku usaha coffee shop di era digital, mengkaji peran digitalisasi dalam meningkatkan kepatuhan pajak, serta mengidentifikasi kebijakan yang dapat mendukung peningkatan kepatuhan wajib pajak. Metode penelitian yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian diperoleh dari berbagai literatur ilmiah yang relevan, meliputi jurnal nasional dan internasional, buku, prosiding, serta dokumen resmi yang diterbitkan pada periode 2021–2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan pajak pelaku usaha coffee shop dipengaruhi oleh faktor internal berupa literasi perpajakan, kesadaran wajib pajak, dan kemampuan administrasi keuangan, serta faktor eksternal berupa digitalisasi perpajakan, kualitas pelayanan fiskus, sosialisasi perpajakan, dan kebijakan pemerintah. Digitalisasi melalui penggunaan sistem pembayaran elektronik, Point of Sales (POS), e-Filing, e-Billing, dan layanan perpajakan digital lainnya terbukti mampu meningkatkan transparansi transaksi, mempermudah pencatatan keuangan, serta mendukung pelaksanaan kewajiban perpajakan secara lebih efektif dan efisien. Namun demikian, keberhasilan digitalisasi masih menghadapi kendala berupa rendahnya literasi perpajakan dan literasi digital sebagian pelaku usaha. Oleh karena itu, peningkatan kepatuhan pajak penghasilan pada usaha coffee shop memerlukan sinergi antara penguatan sistem digital, peningkatan edukasi perpajakan, serta sosialisasi dan pendampingan yang berkelanjutan dari pemerintah. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi pengembangan kajian perpajakan UMKM dan menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan perpajakan yang lebih efektif di era digital.
Model Pembinaan Tahfizh untuk Kualitas Hafalan di Rumah Tahfizh Kawan M77 Rina Juliana; Juliani Juliani; Reni Julianty; M. Fauzan Ramadhan
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3bknyd55

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis model pembinaan hafalan Al-Qur’an berbasis sistem pembelajaran tahfizh dalam memberikan peningkatan pada kualitas hafalan santri di Rumah Tahfizh Yayasan M77. Penelitian memanfaatkan penggunaan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasanya pembinaan hafalan dilakukan melalui ketetapan target hafalan, metode talaqqi, murojaah, setoran hafalan, dan evaluasi berkala. Sistem pembelajaran tahfizh yang diterapkan mampu meningkatkan kualitas hafalan santri, baik dari segi kelancaran, ketepataan bacaan, maupun kemampuan menjaga hafalan. Keberhasilan program didukung oleh peran pembimbing yang kompeten, lingkungan belajar yang kondusif serta dukungan orang tua. Kendala yang di temukan menjadi perbedaan kemampuan santri dan kurangnya konsistensi dalam murojaah. Dengan demikian, model pembinaan hafalan AlQur’an berbasis sistem pembelajaran tahfizh di Rumah Tahfizh Yayasan M77 efektif dalam meningkatkan kualitas hafalan santri.
Pemanfaatan Haflah Al Qur’an sebagai Apresiasi Terhadap Pencapaian Hafalan Siswa/Siswi di SMAS IT Al Fityah Binjai Husain Alfath; Juliani Juliani; Indri Natasya; M. Hendryk
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p907th73

Abstract

Haflah Al-Qur’an merupakan salah satu bentuk apresiasi yang diberikan oleh SMAS IT Al Fityah Binjai kepada siswa/siswi atas pencapaian hafalan Al-Qur’an yang telah diraih. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang untuk menampilkan kemampuan hafalan peserta didik, tetapi juga berfungsi sebagai sarana motivasi dalam meningkatkan semangat menghafal, menjaga hafalan, serta menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an. Pelaksanaan Haflah Al-Qur’an memberikan dampak positif terhadap perkembangan karakter siswa, seperti meningkatnya rasa percaya diri, tanggung jawab, kedisiplinan, dan komitmen dalam menjalankan program tahfiz. Selain itu, kegiatan ini menjadi media penguatan budaya Qur’ani di lingkungan sekolah sekaligus mempererat sinergi antara sekolah, peserta didik, dan orang tua dalam mendukung keberhasilan pendidikan berbasis Al-Qur’an. Melalui pemberian apresiasi yang terencana dan berkesinambungan, Haflah Al-Qur’an mampu mendorong siswa untuk terus meningkatkan kualitas hafalan serta menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, Haflah Al-Qur’an memiliki peran yang penting dalam mendukung keberhasilan program tahfiz dan pembentukan generasi yang berkarakter Qur’ani di SMAS IT Al Fityah Binjai.
Analisis Tantangan Penggunaan AI dalam Menumbuhkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa Nessa Anjani; Juliani Juliani; Virda Virda; Wahyu Khairunnisa Br Bangun
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zw0bxp95

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa kelas VIII di MTs Swasta Asma’ul Husna. Penelitian ini menerapkan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif analitis. Informan penelitian terdiri atas Kepala Madrasah, guru mata pelajaran, dan perwakilan siswa kelas VIII yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan AI generatif pada siswa cenderung menghambat kemampuan berpikir kritis akibat terjadinya fenomena kemalasan kognitif (cognitive offloading) dan kepercayaan naif (digital bias) tanpa verifikasi. Tantangan ini diperparah oleh rendahnya literasi digital siswa, keterbatasan strategi pedagogis gurudalam merancang evaluasi berbasis Higher-Order Thinking Skills (HOTS), serta belum adanya regulasi formal tertulis di tingkatmadrasah yang mengatur batasan etis penggunaan teknologi tersebut. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara kebijakan institusional yang tegas, peningkatan literasi digital, dan adaptasi model pembelajaran agar AI dapat diposisikan sebagai mitra dialog intelektual.