cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 269 Documents
Analisis Efektivitas Pembiasaan 7S (Senyum, Sapa, Salam, Sopan, Santun, Sayang, Sabar) terhadap Karakter Disiplin Siswa SD Negeri Rajabasa Nadia Sifa Fauziah; Roisa Dirgantara Raditya; Novicha Aulia; Shelomita Nabila Fitri; Rina Agustina; Junia Angraini; Handoko Handoko
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/qapeka32

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pembiasaan budaya 7S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun, Sayang, dan Sabar) terhadap pembentukan karakter disiplin siswa di SD Negeri 2 Rajabasa Bandar Lampung. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain deskriptif eksplanatif. Subjek penelitian terdiri atas siswa, guru, dan tenaga kependidikan yang terlibat dalam pelaksanaan budaya 7S. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan penyebaran angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan budaya 7S berada pada kategori baik dengan persentase rata-rata sebesar 75%, sedangkan keteladanan guru dalam menerapkan budaya 7S mencapai kategori sangat baik dengan persentase 100%. Pembiasaan salam kepada guru juga memperoleh persentase 100%, namun pembiasaan salam kepada orang lain masih berada pada kategori cukup dengan persentase 50%. Temuan ini menunjukkan bahwa budaya 7S efektif dalam mendukung pembentukan karakter disiplin siswa, terutama melalui keteladanan guru dan pembiasaan yang dilakukan secara konsisten di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, diperlukan sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sosial untuk memperkuat internalisasi nilai-nilai 7S agar dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari siswa.
Studi Kelayakan Bisnis sebagai Instrumen Strategis dalam Meningkatkan Peluang Keberhasilan Usaha A. Muh. Fathul Rahman; Dzaki Nur Azah; Fahmiah Akilah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/nfk46r72

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran studi kelayakan bisnis sebagai instrumen strategis dalam meningkatkan peluang keberhasilan usaha pada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kota Parepare dan Kabupaten Pinrang. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap 120 responden pelaku UMKM yang telah menjalankan usaha minimal 2 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 65% pelaku UMKM telah melakukan studi kelayakan sebelum memulai usaha, dan dari kelompok tersebut, 85,9% berhasil mempertahankan dan mengembangkan usahanya. Sementara itu, hanya 45,2% dari kelompok yang tidak melakukan studi kelayakan mampu mencapai tingkat keberhasilan serupa. Pertumbuhan omzet tahunan pada kelompok yang melakukan studi kelayakan rata-rata mencapai 21,4%, jauh lebih tinggi dibandingkan 7,8% pada kelompok yang tidak melakukan kajian. Hasil analisis regresi menunjukkan persamaan Y = 32,415 + 0,687X dengan nilai R² = 0,572, yang berarti 57,2% keberhasilan usaha dapat dijelaskan oleh penerapan studi kelayakan bisnis. Penelitian ini menegaskan bahwa studi kelayakan bisnis merupakan instrumen strategis yang penting untuk meminimalkan risiko kegagalan dan mendukung keberlanjutan usaha.
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Akhlak dan Prestasi Siswa di SMPN 2 Bahorok Fadzar Irawan Syahputra; Juliani Juliani; Karisma Annisa; Rustom Irshandi
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/w0ae1v10

Abstract

Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki peran penting dalam membentuk akhlak dan meningkatkan prestasi siswa di sekolah. Melalui proses pembelajaran, pembinaan, serta keteladanan yang diberikan, guru PAI tidak hanya berfokus pada penyampaian materi keagamaan, tetapi juga pada pembentukan karakter dan sikap positif siswa. Di SMP Negeri 2 Bahorok, guru PAI berupaya menanamkan nilai-nilai keislaman melalui berbagai kegiatan keagamaan, pembiasaan perilaku terpuji, serta pemberian motivasi belajar. Metode yang digunakan dalam kajian ini adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa guru PAI berperan sebagai pendidik, pembimbing, teladan, motivator, dan evaluator dalam membentuk akhlak siswa. Pembiasaan kegiatan religius seperti salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, dan pemberian nasihat keagamaan secara rutin mampu menumbuhkan sikap disiplin, tanggung jawab, kejujuran, dan sopan santun. Selain itu, motivasi dan bimbingan yang diberikan guru PAI turut mendukung peningkatan prestasi akademik maupun nonakademik siswa. Keberhasilan peran tersebut didukung oleh kerja sama antara sekolah, keluarga, dan lingkungan sekitar, meskipun masih terdapat hambatan berupa pengaruh pergaulan dan penggunaan media sosial yang kurang terkontrol. Oleh karena itu, guru PAI memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membentuk akhlak yang baik sekaligus mendorong peningkatan prestasi siswa di SMP Negeri 2 Bahorok.
Peran Guru dalam Menanamkan Akhlak pada Siswa MIN 10 Langkat Eka Ervina Br Pasaribu; Juliani Juliani; Ahmad Alma Ariz; Imamuddin Imamuddin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/zg69s439

Abstract

Peran Guru dalam menanamkan nilai akhlak pada siswa sangatlah penting karena Guru adalah seseorang yang sangat dicontoh oleh siswanya. Di MIN 10 Langkat Para Guru-gurunya menggunakan berbagai metode dalam menanamkan akhlak pada siswanya, salah satunya yaitu metode ceramah, diskusi dan mencontohkan langsung melalui perbuatan sehari-hari. Tujuannya adalah untuk membentuk akhlak terpuji bagi siswa-siswa MIN 10 Langkat dimanapun dan kapanpun mereka berada. Metode-metode tersebut berhasil membuat para siswa memiliki akhlak terpuji dan melakukan ajaran tersebut dimana saja dan kapan saja.
Peran Pembelajaran Al-Qur’an Terhadap Pembentukan Karakter Siswa/Siswi di SDIT Al Fityah Binjai Feby Yuvi Cintasyah; Juliani Juliani
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/0faghw37

Abstract

Pembelajaran Al-Qur’an memiliki peran yang penting dalam membentuk karakter peserta didik melalui penanaman nilai-nilai Islam yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Di SDIT Al Fityah Binjai, pembelajaran Al-Qur’an tidak hanya difokuskan pada kemampuan membaca dan menghafal, tetapi juga diarahkan untuk membangun karakter religius, disiplin, jujur, bertanggung jawab, santun, dan peduli terhadap sesama. Pelaksanaan pembelajaran yang dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan membaca Al-Qur’an, tahfiz, murojaah, serta pembiasaan ibadah memberikan pengaruh positif terhadap sikap dan perilaku siswa. Selain itu, keteladanan guru dan lingkungan sekolah yang bernuansa Islami turut mendukung proses internalisasi nilai-nilai Al-Qur’an dalam diri peserta didik. Pembelajaran Al-Qur’an menjadi sarana yang efektif dalam membentuk kepribadian siswa yang berakhlak mulia dan mampu menerapkan ajaran Islam dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, keberadaan pembelajaran Al-Qur’an di lingkungan sekolah dasar Islam terpadu memiliki kontribusi yang signifikan dalam mewujudkan generasi yang beriman, bertakwa, dan berkarakter sesuai dengan nilai-nilai Al-Qur’an.
Peran Interaksi Sosial antara Santri dan Pengasuh dalam Menanamkan Nilai-nilai Kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai Elia Fitri; Juliani Juliani; Annisa Auliya; Andre Fazarianto
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/3wvmgn14

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran interaksi sosial antara santri dan pengasuh dalam menanamkan nilai-nilai kedisiplinan di Pondok Pesantren Sahabat Al-Qur’an Binjai. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model interaktif melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi sosial antara santri dan pengasuh dibangun melalui hubungan edukatif, religius, dan kekeluargaan yang berlangsung secara intensif melalui komunikasi formal dan informal, pembelajaran, pembinaan, pengawasan, serta keteladanan. Penanaman nilai kedisiplinan dilakukan melalui pembiasaan, pemberian nasihat, teguran, kontrol sosial, pengawasan, dan penerapan reward serta punishment yang bersifat edukatif. Implementasi kedisiplinan tampak pada kepatuhan santri terhadap ibadah, disiplin waktu, disiplin belajar, kepatuhan terhadap tata tertib, serta perilaku sosial sehari-hari. Keberhasilan pembentukan kedisiplinan didukung oleh budaya pesantren, komunikasi interpersonal, keteladanan pengasuh, dan lingkungan religius, meskipun masih terdapat hambatan berupa perbedaan karakter, kejenuhan, dan proses adaptasi santri. Dengan demikian, interaksi sosial antara santri dan pengasuh menjadi faktor utama dalam pembentukan kedisiplinan santri di lingkungan pesantren.
Implementasi Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Karakter Religius Siswa Berkebutuhan Khusus di SLB Anak Cerdas Mulia Binjai Miftahul Zuraidah; Juliani Juliani; Puspita Sari; Septiani Septiani; Syomi Romadoni
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/t41zpe44

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) bagian terpenting untuk membentuk sifat religius bagi siswa, juga untuk siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Dengan mempelajari pendidikan agama Islam, siswa bukan hanya mendapatkan ilmu tentang Islam saja, tetapi mereka juga mendapatkan pengetahuan bagaimana dapat mengimplementasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Memberikan ilmu agama Islam kepada siswa yang memiliki kebutuhan khusus diperlukan kesabaran yang lebih dibandingkan dengan siswa padaumumnya. Bagaimana kita bisa memahami masing-masing perbedaan pada peserta didik supaya pada saat pembelajaran berlangsung dapat dipahami. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk menggambarkan proses pembelajaran anak berkebutuhan khusus untuk pelajaran pendidikan agama Islam di SLB Anak Cerdas Mulia Binjai. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan metodekualitatif dengan mengumpulkan data dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian yang didapatkan kemudian hasil pengumpulan data diolah dan dideskripsikan secara sistematis. Memaparkan proses dari penerapan pendidikan agama Islam agar membentuknya karakter religius yang diajarkan pada anak disekolah. Data penelitian menampilkan pembentukan karakter religius diterapkan dengan cara mencontohkan pelaksanaan kebiasaan yang dilakukan terus menerus. Kebiasaan tersebut mencakup pembudayaan berdoa ketika akan memulai pembelajaran dan sesudah pembelajaran, penerapan Ibadah untuk siswa, mencontohkan hal baik untuk siswa, dan penerapan perilaku baik pada kegiatan sehari-hari. Lebih jauh, selain itu, guru juga memberikan cara yang mudah dipahami supaya siswa mampu menangkap apa yang diajarkan. Metode-metode tersebut dapat memberikan suatu yang signifikan bagi siswa untuk mendapatkan karakter religius. Siswa mampu memiliki sikap mandiri serta terbiasa dalam menerapkan ajaran serta nilai Islam sesuai kemampuan mereka. Berdasarkan hal tersebut Pendidikan agama Islam memiliki dampak signifikan untuk menunjang pembentukan karakter religius siswa berkebutuhan khusus di SLB Anak cerdas Mulia Binjai.
Perkembangan Tafsir di Nusantara Farid Adnir; Suci Rahmadina; Hanif Triansyah; M. Ridho Baihaki
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/p9txmq23

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sejarah, karakteristik metodologi, dan periodisasi perkembangan tafsir Al-Qur'an di Nusantara, serta melacak kontribusi penting para mufasir lokal beserta karya-karyanya. Sebagai wilayah dengan keragaman budaya dan kebahasaan non-Arab, tradisi tafsir di Indonesia melewati proses pribumisasi yang panjang melalui adaptasi ke dalam bahasa daerah dan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan pendekatan historis-kontekstual berbasis studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan tafsir di Nusantara bertransformasi melalui empat periode utama. Pertama, Periode Klasik (Abad 8–15 M), dicirikan oleh penyampaian lisan, praktis-integral dengan ilmu keislaman lain, dan ber-metode ijmali. Kedua, Periode Tengah (Abad 16–18 M), ditandai dengan mulainya kodifikasi tertulis dalam bahasa lokal (Melayu-Jawi) seperti karya perintis Tarjuman al-Mustafid karya Abdurrauf as-Sinkili. Ketiga, Periode Pramodern (Abad 19 M), ditandai dengan sistem pengajaran halaqah, penulisan syarah, dan lahirnya tafsir berbahasa Arab Marah Labid karya Nawawi al-Bantani. Keempat, Periode Modern (Abad 20 M hingga sekarang), yang dipengaruhi oleh gerakan pembaruan Islam Timur Tengah, pelembagaan akademik di perguruan tinggi (IAIN/UIN), serta lahirnya ragam tafsir berbahasa daerah (Jawa dan Sunda) hingga tafsir kontemporer komparatif seperti Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka dan Tafsir Al-Misbah karya M. Quraish Shihab. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi tafsir di Indonesia memiliki jalur orisinalitasnya sendiri yang sangat adaptif dalam mendialogkan teks suci Al-Qur'an dengan realitas sosial, bahasa, dan budaya lokal masyarakat Nusantara.
Profesionalisme Guru di Era Digital: Tantangan dan Strategi Pengembangan Kompetensi Litna Salsalina Br Barus; Sani Salsalina Br Ginting; Welman Christian Manik; Rafael Gea Syahputra Barus; Daniel Deach Marposniroha; Fajar Sidiq Siregar
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/6e04wv54

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan yang signifikan terhadap dunia pendidikan dan menuntut guru untuk memiliki kompetensi yang lebih kompleks dibandingkan sebelumnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi kesiapan mahasiswa pendidikan sebagai calon guru dalam menghadapi tuntutan profesionalisme di era digital serta mengidentifikasi tantangan dan strategi pengembangan kompetensi yang diperlukan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain narrative inquiry. Partisipan penelitian terdiri atas mahasiswa program studi pendidikan yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, catatan refleksi, dokumentasi, dan observasi, kemudian dianalisis menggunakan thematic analysis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa memiliki kesadaran yang tinggi terhadap perubahan peran guru di era digital, terutama sebagai fasilitator pembelajaran dan pembimbing dalam penggunaan teknologi. Namun, mereka masih menghadapi berbagai tantangan, seperti keterbatasan kompetensi digital pedagogis, kurangnya pengalaman dalam mengembangkan media pembelajaran berbasis teknologi, serta kebutuhan untuk memahami penggunaan kecerdasan buatan secara etis dan efektif. Selain itu, mahasiswa memandang pengembangan profesional berkelanjutan melalui pelatihan, praktik mengajar, dan pemanfaatan teknologi sebagai strategi penting dalam mempersiapkan diri menjadi guru profesional. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kompetensi digital dan profesionalisme dalam program pendidikan guru untuk menghasilkan calon guru yang adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
Pemanfaatan Kelas Tahfidz untuk Menciptakan Hafidz dan Hafidzah sebagai Generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu Khairul Ahmadi; Juliani Juliani; Ibadur Rahman; Shalahuddin Azzaki
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/bay14q19

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pemanfaatan kelas tahfidz dalam menciptakan hafidz dan hafidzah sebagai generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, koordinator tahfidz, ustaz dan ustazah pembimbing, serta santri peserta program tahfidz. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan kelas tahfidz dilakukan secara terstruktur melalui perencanaan program, pelaksanaan pembelajaran, serta evaluasi yang berkelanjutan dengan menggunakan metode talaqqi, tikrar, muraja’ah, dan tasmi’. Strategi yang diterapkan dalam kelas tahfidz meliputi pembinaan hafalan secara intensif, pemberian motivasi, pembentukan lingkungan belajar yang kondusif, serta penguatan karakter Qur’ani. Faktor pendukung pelaksanaan program meliputi lingkungan pesantren yang religius, kompetensi guru, motivasi santri, serta ketersediaan sarana dan prasarana yang memadai. Adapun faktor penghambat yang ditemukan antara lain perbedaan kemampuan menghafal santri, keterbatasan waktu, rendahnya motivasi sebagian santri, serta pengaruh penggunaan teknologi yang kurang terkontrol. Kelas tahfidz memberikan kontribusi yang signifikan dalam meningkatkan kemampuan hafalan Al-Qur’an sekaligus membentuk karakter religius, disiplin, tanggung jawab, dan akhlak mulia pada santri. Dengan demikian, pemanfaatan kelas tahfidz terbukti efektif dalam menciptakan hafidz dan hafidzah sebagai generasi Qur’ani di Pesantren Modern Muhammadiyah Kuala Madu.