cover
Contact Name
Muhammad Buchori Ibrahim
Contact Email
mesadajournal@gmail.com
Phone
+6282363776686
Journal Mail Official
mesadajournal@gmail.com
Editorial Address
Jl. Pendidikan/Pasar XII Gg. Sayang No. 12 Dusun II Bandar Setia Village, Percut Sei Tuan District, Deli Serdang Regency, North Sumatra 20371
Location
Kab. deli serdang,
Sumatera utara
INDONESIA
Mesada: Journal of Innovative Research
Published by Yayasan Zia Salsabila
ISSN : -     EISSN : 30643864     DOI : -
The focus and scope of Mesada: Journal of Innovative Research is on various issues in multidisciplinary fields, both as material objects and formal objects. We invite scientists, academics, researchers, practitioners, and observers of interdisciplinary studies to publish their research results in our journal, whose articles focus on: Education Dawah and Communication Philosophy and Ushuluddin Law Economics and Banking Management and Administration Social and Culture Science and Technology Nursing, Midwifery, Medicine, Pharmacy and Public Health Agriculture, Plantation, Fisheries and Animal Husbandry Language, Arts and Literature
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 278 Documents
Perkembangan Peradilan Agama di Indonesia: Analisis Perubahan Kewenangan dan Tantangan Hukum Pasca UU 3/2006 Nanda Siti Hardiyanti
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 1 (2026): January-June
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/xjxmsm82

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan kewenangan Peradilan Agama di Indonesia pasca Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006, mengidentifikasi tantangan hukum yang muncul akibat perubahan kewenangan tersebut, serta merumuskan upaya yang dapat dilakukan untuk menjawab tantangan tersebut. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif yang sepenuhnya menggunakan kajian pustaka (library research) dengan pendekatan perundang-undangan dan konseptual. Hasil kajian menunjukkan bahwa UU No. 3 Tahun 2006 memperluas kewenangan Peradilan Agama, terutama dengan memasukkan ekonomi syariah di samping bidang hukum keluarga dan keperdataan Islam lainnya. Perubahan tersebut menimbulkan tantangan berupa kebutuhan harmonisasi aturan, kejelasan pembagian kewenangan, peningkatan kapasitas hakim dan aparatur, serta penyesuaian tata kelola terhadap perkembangan hukum, serta kajian ini menegaskan bahwa penguatan Peradilan Agama perlu ditempuh melalui harmonisasi regulasi, peningkatan kompetensi, konsistensi pemahaman hukum, penguatan tata kelola, dan pengembangan layanan peradilan yang adaptif.
Pengaruh Pijat Endorpin Terhadap Intensitas Nyeri Punggung Bawah pada Ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Buay Runjung Tahun 2026 Ipuk Witdaningsih; Lia Yulianti; Maulida Lathifah
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/tmgfbv04

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu keluhan yang paling sering dialami oleh ibu hamil, terutama pada trimester III. Kondisi ini terjadi akibat perubahan fisiologis selama kehamilan, seperti peningkatan berat badan, perubahan pusat gravitasi tubuh, peregangan otot, serta peningkatan hormon relaksin yang menyebabkan pelonggaran ligamen. Nyeri punggung bawah yang tidak ditangani dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, menurunkan kualitas tidur, serta memengaruhi kondisi psikologis ibu. Salah satu metode nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk mengatasi masalah tersebut adalah pijat endorfin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pijat endorfin terhadap intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Buay Runjung Tahun 2026. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain pre-eksperimental melalui pendekatan One Group Pretest-Posttest Design. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 39 ibu hamil trimester III, dengan teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Pengukuran intensitas nyeri dilakukan menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat. Uji normalitas menggunakan Shapiro-Wilk, sedangkan analisis pengaruh menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum diberikan pijat endorfin, sebagian besar responden mengalami nyeri sedang sebanyak 21 orang (53,8%) dan nyeri berat sebanyak 18 orang (46,2%), dengan rata-rata intensitas nyeri sebesar 6,46. Setelah diberikan pijat endorfin, sebagian besar responden mengalami nyeri ringan sebanyak 25 orang (64,1%) dan nyeri sedang sebanyak 14 orang (35,9%), dengan rata-rata intensitas nyeri menurun menjadi 3,18. Hasil uji Wilcoxon menunjukkan nilai Z = -5,742 dengan p-value= 0,000 (p < 0,05). Terdapat pengaruh yang signifikan antara pemberian pijat endorfin terhadap penurunan intensitas nyeri punggung bawah pada ibu hamil trimester III di Wilayah Kerja UPT Puskesmas Buay Runjung Tahun 2026.
Hubungan Pengetahuan dan Sikap tentang Bahaya Kehamilan dengan Kepatuhan Kunjungan ANC pada Ibu Hamil Trimester III Cahya Herka Rhamadani; Rina Sri Widiyati
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/5vwgty50

Abstract

Antenatal Care (ANC) merupakan pelayanan kesehatan yang penting untuk memantau kondisi ibu dan janin serta mendeteksi tanda bahaya dan komplikasi kehamilan secara dini. Kepatuhan melakukan kunjungan ANC, khususnya pada trimester III, dipengaruhioleh berbagai faktor, termasuk pengetahuan dan sikap ibu tentang tanda bahaya kehamilan. Hasil studi pendahuluan di wilayah kerja Puskesmas Kota Cilegon menunjukkan masih terdapat ibu hamil trimester III yang belum melakukan kunjungan ANC sesuai standar serta memiliki pengetahuan dan sikap yang kurang tentang tanda bahaya kehamilan. Mengetahui hubungan pengetahuan dan sikap tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III di wilayah kerja Puskesmas Kota Cilegon. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu hamil trimester III yang melakukan pemeriksaan ANC di wilayah kerja Puskesmas Kota Cilegon sebanyak 39 responden. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Data pengetahuan dan sikap diperoleh melalui kuesioner, sedangkan kepatuhan kunjungan ANC diperoleh dari Buku KIA. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan Fisher’s Exact Test. Sebagian besar responden memiliki pengetahuan baik sebanyak 33 orang (84,61%), sikap baik sebanyak 34 orang (87,18%), dan patuh melakukan kunjungan ANC sebanyak 26 orang (66,7%). Hasil uji Fisher’s Exact Test menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC (p= 0,011) dan terdapat hubungan yang signifikan antara sikap tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC (p= 0,035). Disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dan sikap tentang tanda bahaya kehamilan dengan kepatuhan kunjungan ANC pada ibu hamil trimester III. Peningkatan edukasi mengenai tanda bahaya kehamilan perlu dilakukan untuk meningkatkan kesadaran dan kepatuhan ibu dalam melakukan kunjungan ANC.
Kreativitas Guru PAI dalam Mengatasi Kesulitan Belajar Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi Siswa UPT SD Negeri 067690 Medan Johor Sri Wahyuni; Nurmawati Nurmawati; Ahmad Yunus Mokoginta Harahap
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/m9qfd433

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya siswa yang mengalami kesulitan dalam mengenal huruf hijaiyah serta rendahnya kemampuan baca tulis Al-Qur'an di UPT SD Negeri 067690 Medan Johor. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk kesulitan belajar Baca Tulis Al-Qur'an (BTQ) yang dialami siswa serta mendeskripsikan bentuk kreativitas guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam mengatasi kesulitan tersebut pada siswa kelas IV UPT SD Negeri 067690 Medan Johor. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif jenis studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru PAI dan siswa, serta dokumentasi, dan dianalisis menggunakan teknik analisis model Miles dan Huberman (reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan/verifikasi). Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami beberapa bentuk kesulitan belajar BTQ, yaitu kesulitan mengenal huruf hijaiyah yang memiliki bentuk hampir sama, kesulitan membaca sesuai kaidah tajwid, kesulitan menyambung dan menulis huruf hijaiyah, kesulitan menghafal bentuk huruf, serta kurangnya kelancaran membaca. Guru PAI di UPT SD Negeri 067690 Medan Johor menunjukkan kreativitas melalui tiga bentuk utama, yaitu mengembangkan kegiatan pembelajaran yang menarik dan bervariasi (praktik langsung, pembelajaran kelompok, dan permainan), menggunakan media serta alat bantu belajar seperti kartu huruf hijaiyah, buku Iqra', dan video pembelajaran, serta memanfaatkan lingkungan sekolah dan memberikan bimbingan khusus di luar jam pelajaran bagi siswa yang mengalami kesulitan. Kreativitas tersebut terbukti mampu meningkatkan minat, keaktifan, dan kemampuan Baca Tulis Al-Qur'an siswa secara bertahap.
Kesadaran Hukum Generasi Z di Indonesia pada Era Digital Taufik Faizal; Suzy Hotmalia Siregar; Widia Nurhalimah Tarigan; Nur Hakima Akhirani Nasution
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/fnprjn72

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis pentingnya kesadaran hukum bagi Generasi Z di Indonesia, khususnya dalam menghadapi dinamika kehidupan sosial dan perkembangan teknologi digital. Penelitian menggunakan studi pustaka dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data diperoleh dari buku, artikel ilmiah, peraturan perundang-undangan, dan sumber tertulis lain yang relevan dengan kesadaran hukum, karakteristik Generasi Z, literasi hukum, serta perilaku digital. Data dianalisis secara deskriptif melalui penelaahan konsep, argumentasi, dan makna yang terdapat dalam literatur untuk memperoleh gambaran mengenai faktor-faktor yang memengaruhi kesadaran hukum dan implikasinya bagi Generasi Z. Hasil kajian menunjukkan bahwa kesadaran hukum berperan penting dalam membantu Generasi Z memahami hak dan kewajiban, menghindari pelanggaran hukum, serta membangun perilaku yang bertanggung jawab di ruang sosial maupun digital. Pendidikan dan literasi, kondisi sosial ekonomi, serta akses terhadap informasi hukum menjadi faktor yang memengaruhi tingkat kesadaran hukum. Dalam konteks digital, literasi hukum semakin penting karena Generasi Z berhadapan dengan persoalan perlindungan data pribadi, penyebaran informasi, ujaran kebencian, pencemaran nama baik, hak cipta, dan berbagai bentuk interaksi daring yang memiliki konsekuensi hukum. Kesadaran hukum juga berkontribusi terhadap peningkatan kepatuhan, tanggung jawab sosial, partisipasi dalam proses hukum, serta pembentukan budaya hukum yang positif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan literasi hukum perlu menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter Generasi Z agar mereka mampu menggunakan teknologi secara bijak, memahami konsekuensi hukum dari tindakan digital, serta berkontribusi sebagai warga negara yang bertanggung jawab. Penguatan tersebut tidak hanya berorientasi pada pengetahuan tentang aturan, tetapi juga pada kemampuan menginternalisasi nilai keadilan, menghormati hak orang lain, dan mengambil keputusan yang sesuai dengan hukum.
Restorasi Tujuan Al Washliyah: Perspektif Sejarah dan Politik Muhammad Akbar Al Fikri Harahap; Hasyimsyah Nasution; Zulkarnain Zulkarnain
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/t9pmqa70

Abstract

Penelitian ini menganalisis restorasi tujuan Al Jam’iyatul Washliyah dalam perspektif sejarah dan politik sebagai upaya meneguhkan kembali nilai-nilai dasar organisasi di tengah perubahan sosial, politik, dan perkembangan zaman. Penelitian bertujuan untuk menjelaskan konstruksi tujuan Al Washliyah sejak berdiri pada 30 November 1930, mengidentifikasi faktor sejarah dan politik yang memengaruhi dinamika tujuan organisasi, serta mendeskripsikan pandangan pimpinan, tokoh, senior, alumni, dan kader terhadap proses restorasi tersebut. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan sejarah dan politik. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dokumentasi, dan studi kepustakaan, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa restorasi tujuan Al Washliyah tidak dimaknai sebagai perubahan terhadap tujuan dasar organisasi, melainkan sebagai proses peneguhan dan aktualisasi kembali nilai-nilai yang dirumuskan para pendiri. Restorasi diwujudkan melalui penguatan identitas organisasi, kaderisasi, pendidikan, dakwah, amal sosial, persatuan umat, serta internalisasi Shibghah, Wijhah, Khittah, dan prinsip Wasathiyah. Dinamika sejarah, perubahan politik, perkembangan sosial, globalisasi, dan kemajuan teknologi mendorong organisasi menyesuaikan strategi perjuangan tanpa mengubah orientasi dasarnya. Temuan ini menegaskan bahwa keberlanjutan Al Washliyah bergantung pada kemampuannya menjaga kesinambungan antara warisan historis dan kebutuhan kontemporer. Penelitian ini berkontribusi pada kajian sejarah organisasi Islam dan pemikiran politik Islam, serta memberikan rekomendasi bagi Al Washliyah untuk memperkuat identitas, arah perjuangan, independensi, dan perannya sebagai organisasi Islam yang moderat, adaptif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat serta bangsa. Secara praktis, restorasi tersebut menuntut konsistensi antara tujuan normatif, program organisasi, kualitas kader, dan respons terhadap perubahan politik agar Al Washliyah relevan tanpa kehilangan karakter keislaman serta orientasi kebangsaannya secara berkelanjutan.
Problematika Penerjemahan Idiom Bahasa Arab ke dalam Bahasa Indonesia Riska Andani Tambunan; Kamalia Kamalia
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/gjycxe18

Abstract

Idiom merupakan salah satu unsur kebahasaan yang menimbulkan tantangan dalam penerjemahan karena maknanya tidak selalu dapat dipahami melalui makna leksikal kata-kata pembentuknya. Bahasa Arab memiliki khazanah idiom yang kaya dan berkaitan erat dengan konteks budaya, sejarah, sosial, serta sistem kebahasaan masyarakat penuturnya. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dan menganalisis problematika dalam penerjemahan idiom bahasa Arab ke dalam bahasa Indonesia serta mengkaji strategi penerjemahan yang dapat digunakan untuk mengatasi persoalan tersebut. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain analisis isi. Data penelitian berupa idiom bahasa Arab yang dihimpun dari kamus idiom, teks media, dan karya terjemahan beserta padanannya dalam bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui studi pustaka dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan identifikasi idiom, klasifikasi berdasarkan jenis problematika, serta interpretasi terhadap strategi penerjemahan yang digunakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa problematika penerjemahan idiom dapat dikelompokkan ke dalam tiga faktor utama, yaitu linguistik, semantik, dan sosiokultural. Faktor linguistik berkaitan dengan perbedaan struktur gramatikal dan sistem bahasa, sedangkan faktor semantik berhubungan dengan pergeseran atau hilangnya makna kias. Faktor sosiokultural muncul akibat ketidaksepadanan konteks budaya antara bahasa sumber dan bahasa sasaran. Penerjemahan secara harfiah juga berpotensi menghasilkan makna yang janggal atau tidak sesuai dengan maksud idiom. Strategi yang dapat digunakan meliputi padanan idiomatis, parafrasa, penerjemahan komunikatif, dan penambahan catatan penjelas. Dengan demikian, penerjemahan idiom bahasa Arab memerlukan penguasaan linguistik, pemahaman konteks, dan kompetensi lintas budaya agar menghasilkan terjemahan yang akurat, wajar, dan berterima.
Kedudukan Ketua MPR sebagai Utusan Presiden dalam Sistem Ketatanegaraan Indonesia Muhammad Zasmin
Mesada: Journal of Innovative Research Vol. 3 No. 2 (2026): July-December
Publisher : Yayasan Zia Salsabila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61253/evbmd264

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis kedudukan hukum penugasan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) sebagai utusan Presiden dalam sistem ketatanegaraan Indonesia pasca-perubahan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Permasalahan penelitian berfokus pada dasar kewenangan Presiden untuk menunjuk Ketua MPR dalam penyelenggaraan hubungan luar negeri, kapasitas hukum Ketua MPR dalam menerima penugasan tersebut, serta implikasinya terhadap prinsip checks and balances dan hubungan antarlembaga negara. Penelitian ini merupakan penelitian hukum normatif dengan menggunakan pendekatan perundang-undangan, pendekatan konseptual, dan pendekatan kasus. Bahan hukum yang digunakan meliputi bahan hukum primer berupa UUD NRI Tahun 1945, Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999 tentang Hubungan Luar Negeri, Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2014 beserta perubahannya, Peraturan Presiden Nomor 106 Tahun 2025, serta peraturan terkait lainnya; bahan hukum sekunder berupa buku, jurnal ilmiah, dan doktrin hukum tata negara serta hukum administrasi negara; dan bahan hukum tersier berupa kamus hukum, kamus bahasa, ensiklopedia, serta sumber referensi pendukung lainnya. Seluruh bahan hukum dianalisis secara kualitatif dengan metode deskriptif-analitis melalui penalaran deduktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Presiden memiliki dasar hukum untuk menunjuk pejabat selain Menteri Luar Negeri dalam penyelenggaraan hubungan luar negeri berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang Nomor 37 Tahun 1999. Namun, penunjukan tersebut tidak mengubah kedudukan konstitusional Ketua MPR maupun menempatkan MPR dalam hubungan subordinatif dengan Presiden. Penugasan harus dipahami sebagai penugasan individual dengan kapasitas yang berbeda dari fungsi kelembagaan MPR serta dibatasi oleh prinsip checks and balances. Penggunaan nomenklatur "Utusan Khusus Presiden" juga harus didasarkan pada mekanisme pengangkatan yang ditentukan dalam peraturan perundang-undangan dan tidak cukup hanya berdasarkan pernyataan atau praktik politik.