cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
Pengembangan Metode Optimasi Tangguh untuk Rantai Pasok yang Berbentuk Umum Carles Sitompul; Johanna Hariandja
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (767.078 KB)

Abstract

Permasalahan yang dialami sebuah rantai pasok semakin kompleks karena mening-katnya persaingan antar perusahaan. Lingkungan bisnis menjadi lebih kompetitifterutama dengan munculnya berbagai ketidakpastian dalam berbagai hal. Kon-sumen yang memiliki daya tawar yang semakin tinggi menyebabkan perubahan-perubahan permintaan konsumen perlu ditanggapi dengan baik agar perusahaantetap dapat memenuhi permintaan tersebut. Waktu produksi dan waktu trans-portasi atau lead time pemenuhan permintaan juga dapat berubah-ubah karenaberbagai hal mulai dari rusaknya mesin, rusaknya kendaraan transportasi hinggaterjadinya bencana alam. Metode optimasi tangguh berusaha untuk menanggapiperubahan-perubahan tersebut dalam perencanaannya sehingga rencana yang di-hasilkan tetap stabil terhadap berbagai perubahan atau gangguan.Keputusan strategis yang berimplikasi besar dalam perencanaan rantai pasok diantaranya adalah menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman. Penelitianterdahulu telah mengevaluasi penggunaan metode optimasi tangguh (Sitompul danHariandja, 2011) dan algoritma jalur terpendek (Sitompul dan Suryadi, 2011) un-tuk menyelesaikan masalah rantai pasok yang berbentuk linear atau serial. Peneli-tian ini akan mengembangkan metode optimasi tangguh untuk rantai pasok yangberbentuk umum dalam menentukan lokasi dan jumlah persediaan pengaman den-gan memperhatikan perubahan-perubahan pada besar permintaan dan lead time.Model yang dikembangkan untuk rantai pasok berbentuk linear ternyata meru-pakan masalah atau program non linear yang tidak dapat diselesaikan dengan al-goritma jalur terpendek. Oleh karena itu, masalah ini diselesaikan dengan meng-gunakan metode optimasi tangguh yang diusulkan oleh Mulvey et al. (1995).
PELESTARIAN ARSITEKTUR BANGUNAN KERTHA GOSA DI KLUNGKUNG - BALI Alwin Suryono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (18873.785 KB)

Abstract

Bale Kertha Gosa (pengadilan terbuka) dan Bale Kambang (tempat pencerahan,dikelilingi kolam), berdiri tahun 1700. Keunikan warisan arsitektur Bali ini karena bangunandikelilingi kolam dan plafonnya berupa lukisan-lukisan wayang khas daerah Klungkung. Saatini keduanya masih padat dikunjungi wisatawan domestik dan manca negara. Disayangkankondisinya kurang terawat dan ada kerusakan, mengganggu keindahan dan daya tahannya.Perbaikan telah dilakukan, namun agak mengganggu keutuhan/ keasliannya. Karena itu studipelestarian ini menjadi urgen untuk dilakukan.Studi pelestarian ini menggunakan paduan pendekatan arsitektural (mengungkapelemen-elemen arsitektur fungsi-bentuk-makna) dan pendekatan nilai (mengungkap NilainilaiBudaya). Tindakan pelestarian mengatasi masalah fisik elemen arsitektur di atas dantuntutan masa kini, sambil nilai-nilai budayanya dipertahankan.Aspek fungsi terkait kegunaan bangunan asal untuk pengadilan-pencerahan terbukadan kegunaan saat ini sebagai objek wisata. Perbaikan lantai, tiang-balok berukir, plafonlukisan, alas kolom perlu diupayakan mendekati aslinya, demi keutuhan-keaslian buktisejarah. Aspek bentuk mengacu pada bangunan (selubung, ruang dalam, struktur, ornamen)yang relatif masih utuh, dan ruang luarnya (kolam, patung-patung, pedestrian, ornamen) yangperlu dirawat lebih baik. Makna bangunan asal berupa pengadilan dan pencerahan terbukamelalui bentuk bangunan terbuka-posisi tinggi dan bangunan terbuka-dikelilingi kolam.Sebagai objek wisata, ke dua bangunan ini dapat dimaknai sebagai keterbukaan (strukturtiang), suasana tenang (di atas kolam) dan karya seni unik (lukisan plafon).Berdasar uraian elemen arsitektur dan nilai-nilai budaya, serta pemahaman penyebabpenurunan mutu bangunan maka cara pelestarian untuk Kertha Gosa ialah paduan Preservasi(didukung pengendalian lingkungan dan penguatan sistem bangunan), Adaptasi danRehabilitasi. Tindakan pelestarian di atas harus disertai dengan perawatan rutin, agar efektif.Kata Kunci: bentuk, fungsi, makna, preservasi, rehabilitasi
Kajian Arsitektur Percandian Petirtaan di Jawa (identifikasi) Rahadhian Prajudi Herwindo; Fery Wibawa C.
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (5703.417 KB)

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian awal tentang identifikasi percandian tipe petirtaan di Jawa baik pada masa Klasik Tengah dan Muda. Penelitian ini akan ditekankan pada aspek perkembangan dan korelasi dengan percandian lainnya baik di kawasan yang sama atau berbeda. Penelitian terhadap desain arsitektur percandian pada umumnya ditekankan pada candi-candi menara, sementara candi-candi yang bertipe petirtaan masih belum banyak dilakukan. Penelitian terhadap ranah ini dapat membuka wawasan bahwa bangunan candi hanya berbentuk menara melainkan juga ada yang berbentuk petirtaan kayu. Di sisi lain penelitian candi-candi tersebut pada umumnya didasarkan pada pendekatan ilmu kesejarahan dan arkeologi. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk mengenali percandian petirtaan dalam perspektif ilmu arsitektur dari sudut pandang form dan space..Penelitian ini mengambil lokasi di Jawa dan Bali. Kawasan ini diperkirakan relatif masih banyak memiliki temuan-temuan yang mengandung unsur-unsur percandian tersebut. Percandian di kawasan ini memiliki artefak reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno yang dibangun kurang lebih dari abad 8 sampai 15 Masehi. Bali merupakan contoh konkret bagaimana tipe arsitektur ini masih digunakan khususnya pada Pura-puranya.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola-pola bangunan tipe ini. Melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui pula korelasi bentuk arsitekturalnya dengan arsitektur candi lain Spada umumnya. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan dan masukan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan ‘desain arsitektur percandian di Nusantara’ Temuan-temuan yang diperoleh diharapkan nantinya dapat digunakan sebagai pengembangan dan rekontekstualisasi nilai-nilai seni arsitektur percandian di masa kini.   
PENGARUH PERENCANAAN KOTA BARU TERHADAP DINAMIKA DAN KUALITAS RUANG ARSITEKTURAL KORIDOR PENGHUBUNG ANTAR KAWASAN (Studi Kasus Koridor Serpong-Tangerang) Rumiati Rosaline Tobing; Julia Dewi; Ign. Uras Siahaan
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1058.047 KB)

Abstract

Kebijakan pembangunan kota baru di Indonesia memberikan kebebasan yang lebih luas kepada pihak swasta untuk membuat perencanaan pada lahan yang mereka miliki, termasuk pengadaan infrastruktur. Kebijakan yang ada juga memberikan kesempatan pihak swasta untuk berperan secara aktif mulai dari pengadaan maupun pemanfaatan infrastruktur yang sudah ada, hingga membangun pusat-pusat aktivitas yang menjadi generator pertumbuhan di sekitarnya. Pengembangan yang dilakukan secara terpisah-pisah menyisakan problematika pada ruang yang tidak termasuk dalam lingkup perencanaan dan pengelolaan pengembang. Pertumbuhan yang tidak terkendali mengalahkan kecepatan pemerintah dalam menyusun kebijakan. Penelitian ini bermaksud untuk memahami dan mengenali dinamika elemen-elemen pembentuk struktur kota baik yang terencana maupun tidak terencana dalam relasinya membentuk suatu kualitas ruang kota. Rujukan tentang elemen-elemen kota pembentuk struktur ruang digunakan sebagai dasar menentukan instrumen penelitian, sedangkan rujukan kualitas kota digunakan sebagai dasar penentuan parameter dalam menentukan peningkatan dan penurunan kualitas ruang. Kasus studi yang diambil adalah periferi kawasan kota mandiri Bumi Serpong Damai.Kata kunci: Kota baru, Elemen struktur kota, Kualitas ruang
PENGEMBANGAN ALGORITMA SETTING DAN SUB-­‐ ROUTINE PEMROGRAMAN MESIN CNC (MILLING) Bagus Arthaya
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2971.568 KB)

Abstract

Pemrograman mesin perkakas CNC merupakan keahliah khusus yang harus dimiliki olehpengguna mesin CNC dimana hal ini bukan merupakan hal yang mudah untuk dikuasai. Fasilitaspemograman yang tersedia saat ini umumnya merupakan satu paket yang terintegrasi denganjenis mesin perkakas yang digunakan dan mahal harganya. Untuk membantu industri kecilmenyiapkan tenaga pemrogram CNC, maka perlu dirancang suatu media/fasilitas yang dapatmendukung kegiatan pemrograman CNC tersebut. Beberapa penelitian sebelumnya telahmembahas kajian awal tentang uji dan ekstraksi suatu program NC yang dibuat oleh seorangprogrammer. Disamping itu formulasi lintasan yang dihasilkan program NC tersebut juga telahdijabarkan, walaupun belum seluruh aspek lintasan secara rinci dibahas.Pelitian ini merupakan lanjutan dari penelitian tersebut, dimana fungsi-fungsi khusus sepertipenentuan setting benda kerja dan pahat terhadap titik referensi mesin belum diperhitungkandalam rangka mensimulasi gerakan mesin saat beroperasi. Disamping itu, berbagai fungsi khususpada mesin Milling, seperti fungsi koordinasi untuk perubahan bidang interpolasi, fungsi copyingyang berperan penting dalam pembuatan fitur pemesinan sejenis, formulasi lintasan yangberpotongan antara berbagai macam gerak seperti lingkaran dengan lingkaran, garis lurussembarang dengan lingkaran sembarang dan lain-lain. Penelitian ini bertujuan untukmenghasilkan suatu langkah-langkah atau algortima dasar yang sangat diperlukan pada saatperangkat lunak simulasi gerak akan dibuat.
PEMODELAN NUMERIK 2 (DUA) DIMENSI ALIRAN MELALUI PELIMPAH (SPILLWAY) DAN PEREDAM ENERGI (STILLING BASIN) DENGAN METODE VOLUME HINGGA Bobby Minola Ginting; Bambang Adi Riyanto
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (691.498 KB)

Abstract

Dalam penelitian ini, metode volume hingga bertipe sel terpusat (cell-center) dengan metode Runge Kutta orde 4 sebagai integrasi waktu digunakan untuk memodelkan aliran melalui spillway dan peredam energi (stilling basin). Skema numerik yang diterapkan pada kasus ini dikembangkan pertama sekali oleh Jameson (1981) untuk menyelesaikan persamaan Euler yaitu aliran viskos dan non viskos, aliran laminar viskos serta aliran turbulen pada berbagai bentuk sayap pesawat. Dalam paper ini skema tersebut dimodifikasi menjadi persamaan aliran dangkal untuk menyelesaikan persamaan aliran melalui spillway dan peredam energinya. Untuk meredam osilasi, artificial viscosity sebagai operator disipasi numerik buatan digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menerapkan dan mengembangkan suatu model yang berbasiskan metode volume hingga untuk kasus mekanisme perambatan aliran. Model tersebut dibuat dalam bentuk source code yang ditulis dengan bahasa pemrograman Fortran 90. Model tersebut telah diaplikasikan untuk beberapa kasus hidrodinamika aliran yang diperoleh dari berbagai hasil jurnal yang telah dipublikasikan. Berdasarkan hasil verifikasi yang telah diperoleh, dapat disimpulkan bahwa model ini memberikan hasil yang baik. di mana suku disipasi numerik buatan yang dirancang mampu meredam osilasi yang muncul dengan baik.        
KAJIAN DAYA DUKUNG PONDASI MENERUS TERHADAP JARAK ANTAR PONDASI DAN KONDISI TANAH YANG BERLAPIS Aswin Lim
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (986.322 KB)

Abstract

Penelitian ini dibagi menjadi dua bagian yaitu kajian daya dukung pondasi menerus terhadapjarak pondasi dan kajian daya dukung pondasi menerus terhadap profil pelapisan tanah yangberlapis. Berdasarkan teori yang berkembang saat ini, teori daya dukung pondasi dangkal tipemenerus yang mempertimbangkan jarak atau spasi antara pondasi dan tanah yang berlapis masihsedikit dilakukan. Sampai saat ini, terdapat beberapa rumus yang tersedia untuk mengakomodasidua kondisi diatas yang dikembangkan oleh Meyerhoff dan Stuart yang berdasarkan konsep LimitEquilibrium Method atau metode keseimbangan batas. Seiring dengan perkembangan jaman,metode-metode lain seperti metode elemen hingga banyak membantu dalam hal mencari solusidari permasalahan-permasalahan kompleks dalam bidang geoteknik. Oleh karena itu, tujuan daripenelitian ini adalah membandingkan rumus yang sudah ada (Limit Equilibrium Method) dengansolusi yang diberikan oleh metode elemen hingga. Dari hasil analisa yang diperoleh, untuk kajianjarak antar pondasi, ternyata apabila jarak antar pondasi semakin dekat, akan meningkatkan dayadukung tanah (tanah pasiran), sedangkan untuk pondasi yang terletak pada tanah lempungberlapis, maka perlu diperhatikan tebal lapisan pertama dan rasio kohesi antar lapisan karenaakan mempengaruhi daya dukung tanah.
IMPLEMENTASI JAM TERSINKRONISASI DENGAN MENGGUNAKAN ARDUINO DAN PROTOKOL RS-485 Chandra Wijaya; Pascal Alfadian
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1013.11 KB)

Abstract

Standar waktu di lingkungan FTIS pada saat ini masih belum menggunakan standar baku yang dapat diterima oleh seluruh warga FTIS. Terkadang perbedaan jam dapat membuat masalah yang cukup rumit. Salah satu contohnya adalah pada saat ujian, baik itu UTS atau UAS. Dosen diwajibkan membuka ruangan ujian pada saat 20 menit sebelum ujian dimulai. Jam yang digunakan oleh dosen dan staf TU kadang tidak sama sehingga membuat dosen terlalu cepat membuka atau bahkan terlambat untuk mengambil arsip soal di TU. Masalah lain adalah perbedaan jam antara mahasiswa dan ruang ujian, sehingga peserta ujian protes bahwa ruang ujian telah ditutup sebelum jam yang seharusnya.Dengan perkembangan teknologi di bidang hardware dan software, pembuatan jam digital tersinkronisasi dianggap dapat membantu memecahkan permasalahan yang terjadi di lingkungan FTIS. Dengan adanya standar jam baku yang digunakan, mahasiswa, dosen dan warga FTIS yang lain tidak akan mengalami kebingungan saat terjadi masalah yang berkaitan dengan waktu. Standar waktu yang digunakan adalah standar waktu Greenwich Mean Time (GMT) +7, yang didapatkan langsung dari internet. Jam digital yang menunjukkan waktu di lingkungan FTIS pun akan secara otomatis menyesuaikan standar waktu GMT.
MODEL FISIK FLUME CHANNEL DI LABORATORIUM UNTUK SIMULASI PERGERAKAN DAN DEPOSISI MUDFLOW Budijanto Widjaja; Paulus Pramono Raharjo; Anastasia Sri Lestari
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2010)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (11.141 KB)

Abstract

Indonesia terletak di Circum Pacific dengan karakter curah hujan tinggi dan vulkanik aktif. Kondisi ini dapat menuai permasalahan baru yakni inisiasi pergerakan tanah yang dikenal se-bagai mudflow. Penelitian ini dimulai dengan klasifikasi, karakteristik, proses konseptual inisiasi beserta rheologi mudflow. Untuk menyimulasikan pergerakan mudflow, dibuat model fisik di laboratorium yaitu flume channel. Karakteristik mudflow seperti jarak travel dan kecepatan sehubungan dengan variasi kemiringan lereng 30-40°, sangat tergantung pada kadar air, batas cair, dan viskositas material. Material utama yang digunakan adalah material kaolin yang dikombinasikan dengan material pasir. Jadi, dapat diperoleh variasi batas cair yang berbeda yakni antara 31.2 hingga 63.6. Penambahan pasir secara jelas mengurangi plastisitas tanah dan reduksi batas cair. Aspek rasio lebar flume channel terhadap jarak travel yang digunakan adalah antara 0.06-0.37. Peningkatan batas cair umumnya diikuti peningkatan aspek rasio. Rentang ini sesuai dengan rekomendasi dari Liu dan Mason (2009) yakni antara 0.05-0.30. Secara umum, parameter yang menentukan pergerakan mudflow adalah batas cair, kadar air, kemiringan lereng, dan viskositas. Penelitian ini memiliki kontribusi untuk memberikan informasi lebih lanjut tentang karakteristik pergerakan mudflow dan berguna di dalam pengembangan peta zonasi resiko longsor agar dapat memberikan tingkat keamanan pada penduduk yang bermukim di bawah lereng.
JALAN DAN SUNGAI, KANAL SEBAGAI ELEMEN PEMBENTUK STRUKTUR KOTA SUNGAI BANJARMASIN KALIMANTAN SELATAN Karyadi Kusliansjah
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (24947.707 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji jalan dan sungai, kanal sebagai elemen utama pembentuk struktur kota sungai Banjarmasin - Kalimantan Selatan. Secara geografis kota Banjarmasin terbentuk dari sedikitnya 25 buah“pulau” kecil yang dipisahkan oleh banyak sekali sungai sehingga “kota seribu sungai” menjadi sebutan bagi kota yang telah berusia 486 tahun ini. Kota ini tumbuh dan berkembang di tepi sungai besar Barito dan terbelah menjadi dua bagian oleh sungai Martapura serta sejumlah anak sungai lainnya yang bermuara pada kedua sungai ini. Kondisi fisik kota berada 0,16 m di bawah muka air laut, dan rutin tergenang akibat pengaruhi pasang surut (pasut), oleh gaya hidrodinamik sungai Barito. Konteks alam ini secara fisik-spasial mempengaruhi pembentukan lingkungan binaan baik arsitektur maupun perkembangan arsitektur kota sungai ini. Bentuk struktur kota Banjarmasin, tidak terlepas dari kehadiran sungai dan jalan sebagai elemen utama pembentuknya. Namun kini kota Banjarmasin telah menunjukkan gejala perubahan orientasi dalam perkembangan struktur kotanya dari karakter “kota sungai” menjadi “kota darat” seperti pada umumnya kotakotadi Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk (1).Menemukenali unsur, bentuk dan pola dasar (generic) struktur kota Banjarmasin yang ditentukan oleh jalan dan sungai sebagai unsur utama pembentuknya, (2).Faktor-faktor apa yang mempengaruhi terjadinya perubahan orientasi perkembangan struktur kota serta (3).Bagaimana pengaruh jalan dan sungai sebagai elemen pembentuk struktur kota terhadap arsitektur kota Banjarmasinpada umumnya. Penelitian tentang struktur kota Banjarmasin ini dilakukan melalui pendekatan urban morfologi dengan metoda kualitatif-interpretatif. Kajian struktur kota Banjarmasin ini dilakukan melalui tinjauan historis, morfologis dan tipologis. Temuan dari penelitian ini adalah: (1).Pola dasar (generic) struktur kota, dapat diidentifikasikan dengan mengenali ”konstitusi” dari ”elemen dasarpembentuknya” (basic type). (2).Sekurangnya ada 4 faktor yang mempengaruhi terjadinya perubahan orientasi struktur kota, (3).Jalan dan sungai menentukan perbedaan dan kompleksitas struktur kota, dan ruang bagi arsitektur kota, Temuan dari hasil penelitian ini akan sangat bermanfaat bagi dunia akademik yaitu memberikan kontribusi untuk memperluas wawasan arsitektur kota sungai (urban riverside) maupun dunia praktek yaitu sebagai informasi dan tool untuk penyusunan konsepsi pengembangan perencanaan / perancangan arsitektur maupun arsitektur kota sungai yang mengkondisikan citra sinergis antara urban path space dan urban place. Keyword: Jalan dan sungai, Struktur kota, Banjarmasin.