cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Research Report - Engineering Science
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Research Report - Engineering Science merupakan kumpulan laporan penelitian yang dilakukan oleh para dosen Universitas Katolik Parahyangan, Bandung dalam bidang rekayasa. Penelitian tersebut didanai oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Katolik Parahyangan. Bidang rekayasa mencakup berbagai disiplin ilmu, diantaranya Teknik Sipil, Arsitektur, Teknik Industri, Teknik Kimia, Teknik Informatika, Matematika dan Fisika. Research Abstract diterbitkan dua (2) kali setiap tahunnya.
Arjuna Subject : -
Articles 270 Documents
FERMENTASI GLUKOSA OLEH ASPERGILLUS NIGER MENJADI ASAM GLUKONAT Maria Inggrid; Ign Suharto
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2012)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (887.936 KB)

Abstract

Asam glukonat adalah asam organik yang banyak digunakan dalam bidang farmasi, makanan, tekstil, dan industri lainnya. Asam glukonat dihasilkan dari fermentasi glukosa secara aerobik oleh enzim glukosa oksidase dan glukosa dehidrogenase yang berasal dari Aspergillus niger.Tujuan penelitian jangka panjang ialah mempelajari biomassa menjadi berbagai macam produk asam organik yang cukup mahal seperti biosirup, asam asetat, asam sitrat, asam glukonat, dan asam laktat. Tujuan jangka pendek ialah mempelajari transfer inokulum Aspergillus niger dari skala tabung reaksi ke bioreaktor 100mL (erlenmeyer) dan berakhir ke bioreaktor kapasitas 2000 mL, mempelajari pengaruh konsentrasi substrat glukosa dan inokulum, serta pengaruh pengadukan pada fermentasi glukosa oleh A.niger. Target yang akan dicapai ialah model transfer inokulum A.niger dan besaran kimia serta fisika yang dijadikan landasan teori untuk scale up bioreaktor ke skala semi pilot plant fermentasi aerobikMetode Penelitian meliputi dua tahap, yaitu tahap pertama pembuatan inokulum A.niger dari skala tabung reaksi ditransfer skala erlenmeyer 100 mL dan berakhir ke skala bioreaktor 2000 mL, parameter yang diamati adalah penurunanan konsentrasi substrat glukosa, pH, dan berat sel kering. Tahap kedua, yaitu fermentasi aerobik glukosa oleh A.niger dalam bioreaktor skala 2000 mL dengan inokulum 2% pada berbagai konsentrasi substrat dan kecepatan agitasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa transfer A.niger pada tabung reaksi ke bioreaktor skala 100 mL tumbuh dan berkembang biak dengan baik. Transfer inokulum A.niger dari bioreaktor skala 100 mL ke skala 2000 mL, maka A.niger tumbuh dan berkembang biak dengan baik, produk asam glukonat hasil fermentasi adalah 24,89 ppm pada bioreaktor skala 2000 mL, Konsentrasi glukosa berkurang dari 150 g/L menjadi 80,98 g/L dengan kecepatan pengadukan optimal 300 rpm dan menghasilkan pH 2,6Kata kunci : Glukosa, asam glukonat, A.niger, aerasi, pengadukan, scaleup
PENGUKURAN KEPUASAN PENGGUNA DAN USULAN PENINGKATAN LAYANAN AKADEMIK ONLINE DI UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN: PENGEMBANGAN MODEL, INSTRUMEN PENGUKURAN, DAN APLIKASI SURVEY ONLINE Paulus Sukapto; Fransiscus Rian Pratikto; Gede Karya
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (73.365 KB)

Abstract

Perkembangan TI merambah ke berbagai aspek tidak hanya bidang yang berorentasi bisnis, akan tetapi juga di bidang-bidang lain seperti pemerintahan dan pendidikan. Sama halnya dengan bidang lainnya, di bidang pendidikan, TI merupakan salah satu kebutuhan utama untuk menuju pendidikan yang berkualitas.Universitas Katolik Parahyangan (Unpar) sebagai salah satu perguruan tinggi swasta yang terbaik di Indonesia diharapkan menjadi sebuah kampus modern yang tumbuh dan berkembang bukan hanya di Indonesia akan tetapi di kancah Internasional. Untuk itu, dukungan infrastruktur TI yang memadai, handal dan mendukung produktivitas dan efisiensi kerja sangat dibutuhkan.Dalam kegiatan akdemik, salah satu aspek yang krusial adalah perwalian yang cepat dan akurat. Saat ini Unpar sedang menjalankan perwalian dengan menggunakan sarana online.Pimpinan Unpar menugaskan pihak Biro Teknologi Informasi (BTI) untuk bertanggungjawab dalam mengelola dan mengembangkan sarana Teknologi Informasi dan Komunikasi. Program ini telah dilakukan oleh sebagian besar unit dan diharapkan dalam tahun 2012 seluruh unit/fakultas telah menjalankan proses perwalian secara online. Untuk mengantisipasi masalah yang muncul serta kepuasan pengguna/mahasiswa, maka perlu adanya evaluasi yang nantinya hasilnya bisa digunakan untuk mengembangkan upaya-upaya perbaikan terhadap sistem yang ada.Penelitian ini terbagi menjadi dua tahap. Tahap pertama meliputi pembuatan model dan instrumen pengukuran serta aplikasi survey online yang akan digunakan dalam pengukuran kepuasan mahasiswa pengguna layanan akademik. Sedangkan tahap kedua meliputipengukuran, evaluasi dan pengembangan insiatif perbaikan terhadap sistem yang ada.Model dan instrumen penelitian didasarkan pada model Customer Information Satisfaction (CIS), di mana setelah dilakukan pemilihan dan pengujian diperoleh 5 dimensi pengukuran yaitu customer service, security, ease of use, information content, dan innovation. Selanjutnya, berdasarkan 5 dimensi ini disusun instrumen pengukuran yang terdiri dari 15 butir ditambah satu butir yang mengukur kepuasan pengguna secara keseluruhan.Sedangkan aplikasi survey yang dibuat merupakan bagian dari aplikasi network assistance yang merupakan aplikasi yang harus diakses oleh pengguna sebelum mereka bisa mengakses intranet dan internet di Unpar. Dengan demikian pengguna dapat dipastikan akan mengisi survey yang dilakukan melalui aplikasi ini. Aplikasi ini dapat memilah-milah pengguna menjadi beberapa kelompok pengguna, sehingga pengumuman atau survey dapat ditujukan hanya ke beberapa pengguna tertentu maupun ke kelompok pengguna tertentu dengan rentang waktu yang dapat diatur sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
PENERAPAN APLIKASI PEMBUKUAN USAHA MIKRO DAN KECIL (UMK) BERBASIS TEKNOLOGI MOBILE CLOUD Veronica S. Moertini; Gede Karya; Vania Natali
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (6622.675 KB)

Abstract

Usaha Mikro dan Kecil (UMK) merupakan usaha non formal yang memiliki populasi terbesar di Indonesia. Berdasarkan statistik tahun 2011, UMK ada sebanyak 55,1 juta dari 55,2 juta seluruh unit usaha atau 99%. Selain itu, UMK juga menyerap 98,9 juta tenaga kerja (98,9%) dengan kontribusi Pendapatan Domistik Bruto (PDB) sebesar Rp 3,2 Triliun (43,4%) lebih besar dari usaha besar (42,0%). Dengan demikian UMK merupakan tulang punggung utama ekonomi Indonesia. Selain perkembangan yang pesat, UMK juga memiliki 3 masalah, antara lain: manajemen, permodalan dan pemasaran. Khusus terkait dengan permodalan, pemerindah juga menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Pada tahun 2011, hanya 11,5% dari UMK yang memenuhi syarat memperoleh KUR. Masalah utama adalah banyak UMK tidak bankable, akibat tidak memiliki sistem pembukuan sehingga tidak dapat menunjukkan kapasitas usahanya. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam rangka menerapkan teknologi mobile cloud aplikasi pembukuan kepada UMK. Penerapan teknologi dilakukan melalui kerjasama dengan mitra Bank BJB/ Bank BRI untuk melaksanakan rangkaian kegiatan: (1) memilih pelaku UMK yang potensial mendapatkan KUR namun belum bankable, karena belum memiliki sistem pembukuan untuk menunjukkan kapasitas usahanya, (2) memberikan paket aplikasi pembukuan UMK yang dikemas pada smartphone/ tablet Android 5/ 7 inch, (3) memberikan pelatihan penggunaan, (4) menyediakan paket operasional (voucher internet) dan mendampingi hingga waktu 3 bulan. Pada akhir rangkaian kegiatan, diharapkan pelaku UMK sudah memenuhi syarat untuk menerima KUR. Pada kegiatan pengabdian ini, diharapkan dapat mencapai sasaran 10 UMK.
STUDI KINETIKA DEHIDRASI OSMOTIK PADA IKAN TERI DALAM LARUTAN BINER DAN TERNER Judy Retti Witono; YIP Arry Miryanti; Lia Yuniarti
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.451 KB)

Abstract

Pengolahan ikan asin di Indonesia sebagian besar masih dilakukan secara tradisional dengan mengandalkan sinar matahari. Meskipun metode ini murah, namun dapat menurunkan kualitas produk karena laju dehidrasinya tidak dapat bersaing dengan laju pembusukan ikan. Sedangkan penggunaan garam sampai batas tertentu dapat meningkatkan kecepatan pengurangan air namun dapat menimbulkan masalah dengan tekstur dan rasa ikan asin. Tujuan dari penelitian ini adalah mempelajari kinetika dehidrasi osmotik ikan teri dalam proses pengawetannya sehingga dapat mengendalikan kecepatan pengurangan air dan penambahan solute (NaCl & C12H22O11).Metodologi penelitian ini meliputi analisis awal ikan teri segar (kadar air, kadar garam, dan tekstur), proses dehidrasi osmosis dan dilanjutkan dengan pengeringan. Proses dehidrasi osmosis dilakukan dengan variasi jenis larutan osmosis (larutan NaCl – larutan Biner dan NaCl + sukrosa – larutan Terner), variasi konsentrasi larutan Biner (15%, 24,24%-jenuh, dan 50%). Penggunaan larutan Terner hanya diterapkan pada konsentrasi NaCl 24,24% dengan penambahan sukrosa 30%. Seluruh percobaan dilakukan pada temperatur ruang dan 40oC. Sebagai perbandingan, juga dilakukan penggaraman kering 10% dan 35 %-berat. Analisis produk ikan asin meliputi kadar air, kadar garam, kadar abu tak larut dalam asam, tekstur (kekerasan dan kekenyalan) sesudah pengeringan, serta uji rasa dan kesukaan pada ikan yang digoreng.Hasil penelitian menunjukkan bahwa hilangnya air karena difusi garam ke substrat ikan mengalami peningkatan secara paralel dengan peningkatan konsentrasi larutan osmosis dan temperatur. Namun pada konsentrasi NaCl yang sangat tinggi (50%), temperatur tidak berpengaruh secara signifikan. Selain itu, penggunaan larutan Terner akan meningkatkan hilangnya air dan juga mengurangi penetrasi garam. Koefisien difusivitas air berada dalam rentang 1,001x10-5 sampai 4,736x10-5 cm2 s−1, sedangkan koefisien difusivitas NaCl berada dalam rentang 1,25x10-4 sampai 2,929x10-5 cm2 s−1. Kekerasan ikan meningkat dan kekenyalan ikan berkurang setelah mengalami proses dehidrasi osmosis yang diteruskan dengan pengeringan.Kata kunci : dehidrasi osmosis, ikan teri, larutan Biner, larutan Terner
SISTEM PEMBAYARAN ELEKTRONIK MIKRO DENGAN SMART CARD UNTUK KAMPUS STUDI KASUS: UNIVERSITAS KATOLIK PARAHYANGAN Veronica S Moertini; Lucky Adhie; Arry Sardi
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2011)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3547.475 KB)

Abstract

Seiring dengan kemajuan di bidang teknologi informasi, saat ini masyarakat mulai membutuhkan dan memanfaatkan sistem pembayaran elektronik (SPE), yang memiliki kelebihan-kelebihan tertentu (misalnya dalam hal kemudahan, kepraktisan, kecepatan bertransaksi, dll.). Salah satu bentuk SPE adalah SPE Mikro, yaitu SPE yang dimanfaatkan untuk menangani transaksi pembayaran mikro/recehan, misalnya pada pembayaran parkir, pembelian makanan, tiket, foto-copy, dll.Berdasarkan hasil survei dengan penyebaran kuesioner kepada sejumlah pegawai dan mahasiswa pada lima fakultas di Unpar didapatkan kesimpulan bahwa para pegawai dan mahasiswa ternyata juga berminat untuk dapat memanfaatkan SPE Mikro di lingkungan kampus. Pada penelitian ini, SPE Mikro sebagai model solusi dari kebutuhan tersebut dirancang dengan memanfaatkan device pembaca/penulis ke smart card yang berbasis teknologi RFID (Radio Frequency Identification).Pada penelitian ini telah dilakukan analisis kebutuhan pengguna, analisis dan pemodelan sistem, perancangan, implementasi dan pengujian dari sebuah prototipe SPE Mikro untuk Unpar. Pemodelan sistem diberikan dalam bentuk struktur organisasi yang terkait dengan SPE Mikro, prosedur-prosedur, diagram use-case, pemodelan engine dan basisdata pada sistem. Perancangan dipaparkan dalam bentuk perancangan fisik basisdata, diagram sequence, diagram kelas beserta method-method yang rinci dan user interface (UI). Implementasi sistem dilakukan dengan kakas PHP, Delphi dan DBMS MySql. Dari hasil pengujian didapati bahwa prototipe yang dibangun sudah dapat berfungsi dengan baik dan benar.Berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan pada masa yang akan datang Unpar dapat membangun SPE Mikro sebagaimana diminati oleh para pegawai dan mahasiswa Unpar.
RANCANG BANGUN BANGUNAN BAMBU: SARANA IBADAH BAGI KOMUNITAS PETANI P4S TANI MANDIRI DESA CIBODAS, KECAMATAN LEMBANG, KABUPATEN BANDUNG (lanjutan) Anastasia Maurina
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (870.821 KB)

Abstract

Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) Tani Mandiri ini merupakan salah satu P4S binaan BBPP Lembang, juga merupakan salah satu tujuan kegiatan magang penyuluh/ petani Nasional maupun Internasional seperti Asia, Pasifik, dan Amerika. Visi dari P4S Tani Mandiri ini adalah menyebarluaskan ilmu dan pengalaman usaha tani dalam rangka membangun jiwa dan usaha agrobisnis insan-insan pertanian. Sedangkan misinya adalahmelaksanakan pelatihan pertanian sayuran bagi petani, siswa-siswa, dan mahasiswa pertanian serta membangun pola usaha tani spesifik dan memberikan pilihan usaha untuk masyarakat desa dalam rangka menekan urbanisasi. Dalam menunjang visi dan misinya, maka P4S mempunyai beberapa sarana yang menunjang salah satunya sarana ibadah.Dalam mendukung kegiatan kelompok tani yang tergabung dalam P4S Tani Mandiri ini Program Studi Arsitektur mempunyai kegiatan pengabdian masyarakat ini terkait erat dengan kebutuhan P4S Tani Mandiri yaitu mensosialisasikan manfaat bambu sebagai material lokalyang dapat menjadi material konstruksi yang berkelanjutan. Bambu merupakan material yang berpotensi sebagai material bangunan. Kegiatan ini diharapkan akan mengubah pandangan masyarakat mengenai material bambu dan kemudian memanfaatkan kembali dan membudidayakan material lokal ini.Kegiatan ini terdiri dari kegiatan sosialisasi, penyuluhan, memberi rancangan dan membangunkan prototipe bagi masyarakat. Dampak positif dari kegiatan pengabdian initerhadap mitra selain ketersediaan sarana yang diperlukan mitra, yaitu up-dating ilmu pengetahuan dan teknologi mengenai bambu sebagai material konstruksi kekinian. Sedangkan dampak positif bagi akademisi adalah peningkatan atensi komunitas akademik terhadapkelompok masyarakat kecil serta peningkatan kegiatan pengembangan ilmu, teknologi dan seni di program studi. Selain itu, dampak bagi mahasiswa arsitektur adalah pengembangan softskills dan hardskills.Kata kunci : sarana ibadah, bambu, pengabdian masyarakat  
Kajian Arsitektural Percandian ‘Kayu’ pada Masa Klasik Tengah dan Muda di Jawa (Identifikasi) Rahadhian PH; Antonius Richard
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2013)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (23519.43 KB)

Abstract

Penelitian terhadap desain arsitektur percandian pada umumnya ditekankanpada candi-candi batu, sementara candi-candi kayu masih belum banyak dilakukanPenelitian terhadap kawasan ini dapat membuka wawasan bahwa bangunan candi padahekekatnya tidak hanya terbuat dari batu saja melainkan dari kayu. Di sisi lainpenelitian candi-candi tersebut pada umumnya didasarkan pada pendekatan ilmukesejarahan dan arkeologi. Oleh karena itu penelitian ini mencoba untuk mengenalipercandian kayu dalam perspektif ilmu arsitektur. Pendekatan Tipo-morfologiarsitektural dapat digunakan sebagai landasan analisis di dalam penelitian ini.Penelitian ini mengambil lokasi di Kawasan Jawa Tengah-Jawa Timur dan Bali.Kawasan ini diperkirakan relatif masih banyak memiliki temuan-temuan yangmengandung unsur-unsur percandian kayu tersebut. Percandian di kawasan ini memilikiartefak reruntuhan candi dan sisa-sisa permukiman kuno yang dibangun kurang lebihdari abad 8 sampai 15 Masehi. Bali merupakan contoh konkret bagaimana arsitekturcandi kayu masih digunakan khususnya pada Pura-puranya dalam wujud Meru.Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pola-pola bangunan yangmenggunakan kayu. Melalui penelitian ini diharapkan akan diketahui pula korelasibentuk arsitekturalnya dengan arsitektur candi batu baik di Jawa ataupun candi kayu diJawa Barat dan di Sumatra. Diharapkan penelitian ini dapat memberikan wawasan danmasukan kepada pengembangan ilmu pengetahuan, khususnya yang berkaitan dengan‘desain arsitektur percandian di Nusantara’ Temuan-temuan yang diperolehdiharapkan nantinya dapat digunakan sebagai pengembangan dan rekontekstualisasinilai-nilai seni arsitektur percandian di masa kini.
Analisis Faktor-Faktor yang Menentukan Kelayakan Pemesanan Spesial Saat Terjadi Kenaikan Harga Material Kinley Aritonang; Alfian Alfian; Carles Sitompul; Cynthia Prithadevi Juwono
Research Report - Engineering Science Vol. 2 (2015)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.943 KB)

Abstract

Pada kenyataannya, manajemen persediaan selalu berhubungan dengan biaya yang terdiri dari biaya pembelian, biaya simpan, biaya pemesanan, dan biaya stockout yang seluruhnya berhubungan dengan penyediaan bahan baku. Keputusan apapun yang dibuat dalam menangani persediaan harus didasarkan pada biaya total persediaan yang minimum. Pada kasus kenaikan harga bahan baku dengan waktu yang diketahui, maka sebaiknya dilakukan spesial pemesanan sebelum kenaikan harga bahan baku terjadi. Jumlah special pemesanan ditentukan berdasarkan penghematan maksimum yang akan diperoleh. Dalam kenyataannya, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan spesial pemesanan. Beberapa faktor tersebut adalah modal, luas gudang, dan harga dari produk yang mengalami spesial pemesanan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa bagaimana pengambilan keputusan pemesanan spesial dilakukan dengan mempertimbangkan salah satu faktor, yaitu kapasitasgudang (luas gudang). Pada kenyataannya, manajemen persediaan selalu berhubungan dengan biaya yang terdiridari biaya pembelian, biaya simpan, biaya pemesanan, dan biaya stockout yang seluruhnya berhubungan dengan penyediaan bahan baku. Keputusan apapun yang dibuat dalammenangani persediaan harus didasarkan pada biaya total persediaan yang minimum. Pada kasus kenaikan harga bahan baku dengan waktu yang diketahui, maka sebaiknya dilakukanspesial pemesanan sebelum kenaikan harga bahan baku terjadi. Jumlah special pemesanan ditentukan berdasarkan penghematan maksimum yang akan diperoleh. Dalam kenyataannya, ada beberapa faktor yang mungkin mempengaruhi pelaksanaan spesial pemesanan. Beberapafaktor tersebut adalah modal, luas gudang, dan harga dari produk yang mengalami spesial pemesanan. Pada penelitian ini akan dilakukan analisa bagaimana pengambilan keputusanpemesanan spesial dilakukan dengan mempertimbangkan salah satu faktor, yaitu kapasitas gudang (luas gudang).
Pengaruh Ukuran Baume, Jenis dan Jumlah enzim Glukoamilase terhadap Perolehan Bioetanol dari Sagu Tony Handoko; Arry Miryanti
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2009)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1238.143 KB)

Abstract

Sagu merupakan salah satu sumber pangan berkarbohidrat tinggi yang diperolehdari teras batang pohon sagu atau rumbia. Di Indonesia, sagu mempunyai peranan sosial,ekonomi, dan budaya yang cukup penting karena tepungnya yang berkarbohidrat tinggidigunakan sebagai sumber makanan pokok di daerah tertentu, seperti di daerah pesisirPapua dan Maluku. Sebagai sumber karbohidrat, sagu memiliki keunikan karena mudahtumbuh di daerah rawa-rawa. Seiring perkembangan teknologi, tepung sagu yangberkarbohidrat (pati) tinggi mulai dikembangkan sebagai bahan membuat bioetanol,mengingat jumlah produksinya yang berlimpah di Indonesia.Bioetanol mulai dikembangkan sebagai bahan bakar alternatif karena sifatnya yangramah lingkungan, mudah diproduksi dan dapat dibuat dari bahan-bahan alami sepertijagung, tebu dan sagu. Oleh karena itulah, bioetanol merupakan bahan bakar alternatifyang menjanjikan di masa yang akan datang. Pembuatan bioetanol tersebut melaluihidrolisis, fermentasi dan pemurnian. Tahap hidrolisis terdiri dari likuifikasi menggunakanenzim alfa-amilase dan tahap sakarifikasi menggunakan enzim glukoamilase.Penelitian dilakukan dengan memvariasikan kekentalan larutan pati awal menjadi10, 12 dan 15 baume dan jumlah enzim glukoamilase sebanyak 0,4 mg/bk dan 0,6 mg/bk.Hasil terbaik yang diperoleh akan dibandingkan dengan penggunaan enzim imobilisasipada tahap sakarifikasi. Tahap fermentasi dilakukan dengan menggunakan fermipan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa kekentalan larutan dengan 10 baumemenghasilkan konsentrasi yang cukup baik untuk diolah oleh fermipan menjadi bioetanol.Jumlah enzim glukoamilase sebanyak 0,6 mg/bk memberikan hasil bioetanol yang tinggi.Enzim imobilisasi dapat menghasilkan konsentrasi glukosa yang sama tingginya denganeznzim glukoamilase murni, namun masih sedikit dapat diolah oleh fermipan untukmenghasilkan bioetanol.
ADAPTASI KOLAM PAKAR TAHURA IR. H. DJUANDA SEBAGAI ARENA RUANG PUBLIK KOTA BANDUNG Karyadi Kusliansjah; Giosia Pele Widjaja; Yosua Wiranata; Muhammad Riyan
Research Report - Engineering Science Vol. 1 (2014)
Publisher : Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3909.353 KB)

Abstract

Penelitian ini mengkaji kebutuhan dan potensi Tahura Ir.H.Djuanda maupun kota Bandung agar terjadi adaptasi dan peningkatan kualitas tata ruang lingkungan yang ekologis secara sinergis; antar kedua kepentingan tersebut dalam batas-batas yang memungkinkan sesuai peraturan konservasi hutan lindung. sebagai wadah penelitian untuk pengembangan kepentingan ilmu pengetahuan dan pendidikan lingkungan hidup (eco learning), hingga wisata alam bagi masyarakat luas.Potensi Tahura Ir.H.Djuanda sebagai kawasan hutan lindung dan kawasan konservasi dengan luas 529 hektar terletak di Utara kota Bandung, secara spesifik mempunyai koleksi tanaman hutan campuran dengan berbagai macam keanekaragaman hayati, serta menyimpan sejarah peradaban manusia sejak jaman Sunda Purba. Tahura ini memiliki peranan penting dalam mendukung kualitas ruang terbuka hijau(RTH) dan sumberdaya air (30% dari kapasitas kebutuhan) bagi pelayanan Kota Bandung.Kebutuhan Tahura adalah peningkatan kualitas layan dan pengelolaan potensinya sebagai sumberdaya alami bagi wilayah kota Bandung, wilayah Kabupaten Bandung maupun Kabupaten Bandung Barat. Balai Tahura Ir.H.Djuandapun selaku pengelola telah mencanangkan pencitraan baru di semua sektor pada tahun 2014-2018; dengan mengikutsertakan peran masyarakat dan pihak akademisi secara kemitraan, untuk melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di kawasan buffer zone maupun outter zone Tahura.Sedangkan kebutuhan yang menjadi salah satu kendala dihadapi kota Bandung adalah kekurangan arena ruang publik alami, yang dapat menyediakan wadah kegiatan refreshing bagi warga kota maupun pendatang; sekaligus bermanfaat untuk membangun wawasan tentang lingkungan alam.Tahura Ir. H. Djuanda dapat dijadikan pilihan untuk memenuhi kebutuhan tersebut dengan tetap berpegang pada prinsip peraturan yang ada. Salah satu objek potensial yang berada di dalam kompleks Tahura Ir. H. Djuanda adalah Kolam Pakar; yang luasnya hampir 1 hektar dan sekarang berfungsi sebagai kolam pengendapan lumpur untuk air sungai Cikapundung yang menunjang PLTA Bengkok. Kondisi kualitas ruang kolam pakar sekarang jauh dari kualitas yang diharapkan dalam pencitraan baru Tahura Ir. H. Djuanda. Melalui kegiatan ini, Kolam Pakar yang kualitasnya tercemar akan diteliti kondisi dan kelayakannya untuk dijadikan suatu arena ruang publik bagi warga Kota Bandung, melalui pendekatan sejarah kawasan dan SWOT Lingkungan.Keywords: Adaptasi, Kolam Pakar Tahura Ir. H. Djuanda, Arena Ruang Publik, Kota Bandung