cover
Contact Name
-
Contact Email
afifrfauzi@ymail.com
Phone
+628990137739
Journal Mail Official
afifrfauzi@ymail.com
Editorial Address
Gg. Tempel, Karang Mulyo, Trimulyo, Kec. Kayen, Kabupaten Pati, Jawa Tengah
Location
Kab. pati,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI)
ISSN : -     EISSN : 2829680X     DOI : 4(1)2025
Core Subject : Education,
JIPMI (Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah) adalah jurnal yang diterbitkan di Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Sekolah Tinggi Agama Islam Syekh Jangkung. Jurnal ini diterbitkan tiga kali setahun pada bulan Juni dan Agustus, dan Desember. Selanjutnya jurnal ini diterbitkan dalam satu versi yaitu online. Fokus jurnal ini berisi artikel penelitian mengenai: Desain kurikulum MI/SD Pembelajaran dalam MI/SD (Matematika, IPA, IPS, Bahasa Inggris, Bahasa Arab, Bahasa Indonesia, Pendidikan Agama Islam, Seni, dsb) Media pembelajaran dan atau alat peraga pendidikan dalam pembelajaran di MI/SD Metode, Strategi pembelajaran di MI/SD Kompetensi Guru MI/SD Inovasi Pembelajaran/Pendidikan dalam pembelajaran di MI/SD
Articles 59 Documents
Analisis Keaktifan Belajar Peserta Didik Kelas IV Terhadap Bilangan Pecahan Melalui Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together (NHT) Octaviani , Dessy; Fauzi, Afif Restu; Kholissotussafaah
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 2 No. 1 (2023): 2023
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelaksanaan proses pembelajaran di Sekolah Dasar tidak terlepas dari berbagai permasalahan diantaranya yaitu keaftifan belajar peserta didik. Maka dalam pembelajaran maslaah keaktifan belajar harus menjadi faktor utama untuk segera diatasi dan diselesaikan agar proses pembelajaran yang diberikan oleh guru dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan diri peserta didik khususnya dalam mengaktifkan mereka selama proses pembelajaran berlangsung. Permasalahan keaftifan belajar muncul pada siswa kelas IV MI Raudlatul Muta’alimin, sehingga dilakukan penelitian untuk menganalisis keaktifan belajar peserta didik menggunakan model Numbered Head Together (NHT) dalam pembelajaran. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian kualitatif-deskriptif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IV. Data penelitian dilakukan melalui wawancara dan angket keaktifan belajar peserta didik. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa guru menerapkan model Numbered Head Together (NHT) mampu menumbuhkan keaktifan belajar peserta didik diantaranya mereka sudah memiliki inisiatif belajar dan juga bertanya, motivasi belajar yang tinggi, menyiapkan kebutuhan, memiliki rasa ingin tahu, mencari sumber lain ketika tidak mengerti pada materi yang diberikan oleh guru, memiliki stratego belajar, serta mengevaluasi hasil belajarnya.
A IMPLEMENTATION OF DANCE EXTRACURICULARS IN FORMING THE CHARACTER OF STUDENT CONFIDENCE AND DISCIPLINE AT MI MUHAMMADIYAH 01 TODANAN: PELAKSANAAN EKSTRAKURIKULER SENI TARI DALAM MEMBENTUK KARAKTER PERCAYA DIRI DAN DISIPLIN SISWA DI MI MUHAMMADIYAH 01 TODANAN Dewi Permata Sari, Dewi; Rakanita Dyah Inesti; Yusuf
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 1 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT The purpose of this study was to find out: (1) the implementation of dance extracurriculars in forming the self-confident and disciplined character of students at MI Muhammadiyah 01 Todanan Blora. (2) supporting and inhibiting factors in the implementation of dance extracurriculars in forming the self-confident and disciplined character of students at MI Muhammadiyah 01 Todanan Blora This research is a qualitative research, using field research (field research). The subjects of this study were madrasa teachers, dance instructors, and students. The primary sources were obtained from non-participant observations at MI Muhammadiyah 01 Todanan Blora and structured interviews with madrasa teachers, dance instructors, and students. Meanwhile, secondary sources were obtained from dance extracurricular documents and school history. The results of this study are: 1. Implementation of dance extracurriculars in shaping students' self-confidence and discipline. namely: A. Implementation of Dance Extracurriculars consisting of: 1) Planning stage, Butterfly dance extracurricular planning in consultation with MI Muhammadiyah 01 Todanan teachers. 2) The implementation stage, there are 5 stages of extracurricular dance implementation, namely explaining the purpose of body exercises and material, doing body exercises, entering the material stage, dividing students into several groups, and evaluating. B. The characters contained in the Dance Extracurricular are: the character of self-confidence and the character of discipline. 2. Factors inhibiting the implementation of extracurricular art dance (butterfly dance) in shaping the character of student self-confidence and discipline are as follows: A. The level of intelligence of students varies. B. Readiness of students. The supporting factors are as follows: Support fromstakeholder madrasah, partiesstakeholder MI provides full support for all dance extracurricular activities. Competent dance instructors and facilities in the form of costumes and equipment to support the extracurricular dance. Keywords: Extracurriculars, Dance, Butterfly Dance, Confident Character, Discipline Character.
Kesantunan Berbahasa Tindak Tutur Direktif pada Film Fiksi Anak dalam Kanal Youtube Riri Cerita Anak Interaktif Seri Cerdas Berkarakter Muhammad Ulul Uluwwi
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 1 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa ketidaksantunan berbahasa banyak ditemukan di Indonesia, bahkan terjadi di lingkungan sekolah. Karya film fiksi anak seharusnya bisa digunakan sebagai media pembelajaran untuk menunjukkan wujud kesantunan berbahasa melalui dialog tokoh. Oleh karena itu, penelitian ini ditujukan untuk mendeskripsikan kesantunan berbahasa tindak tutur direktif pada film fiksi anak seri Cerdas Berkarakter yang merepresentasikan elemen Profil Pelajar Pancasila. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Objek formal penelitian ini adalah kesantunan dengan teori Brown & Levinson dan tindak tutur direktif dengan teori Searle, sedangkan objek material yang diteliti adalah film fiksi anak seri Cerdas Berkarakter. Jumlah populasi film adalah 9 film dan sampel yang diteliti adalah 2 film. Data dikumpulkan dengan teknik dokumentasi dan dianalisis dengan teknik analisis teks. Hasil penelitian menunjukkan 1) kesantunan terus terang digunakan pembicara dengan status lebih tinggi, setara, dan lebih rendah; 2) kesantunan positif digunakan pembicara dengan status lebih tinggi dan setara; 3) kesantunan negatif digunakan pembicara dengan status lebih tinggi dan lebih rendah; dan 4) kesantunan tidak langsung digunakan pembicara dengan status lebih tinggi daripada pendengar. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai pertimbangan pemilihan dan pengembangan film fiksi anak sebagai media pembelajaran untuk menunjukkan kesantunan berbahasa tindak tutur direktif kepada anak-anak.
LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI MODEL CLUSTER GROUPING DALAM MENUMBUHKAN BAKAT SISWA SD/MI: LAYANAN BIMBINGAN KELOMPOK MELALUI MODEL CLUSTER GROUPING DALAM MENUMBUHKAN BAKAT SISWA SD/MI Hidayati, Ulfah
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 1 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanan layanan bimbingan kelompok melaui model cluster grouping dalam menumbuhkan bakat siswa SD/MI, faktor pendukung dan penghambat dari proses layanan bimbingan kelompok melalui model cluster grouping, serta hasil layanan bimbingan kelompok melaui model cluster grouping dalam menumbuhkan bakat siswa SD/MI. Adapun jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah menggunakan penelitian deskriptif dengan berusaha menggambarkan fenomena yang terjadi secara realistik, nyata dan kekinian, karena penelitian ini terdiri dari membuat uraian secara sistematis, faktual dan tepat mengenai fakta, ciri dan hubungan antara fenomena yang dipelajari. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) Layanan bimbingan kelompok melalui model cluster grouping dalam menumbuhkan bakat siswa merupakan suatu layanan yang diberikan kepada siswa yang dikelompokkan menjadi satu kelas atau satu grup, yang nantinya dibimbing atau diarahkan guru dalam mengatasi keberbakatan siswa agar siswa dapat berkembang secara optimal dan akhirnya dapat menciptakan siswa-bakat siswa. mempermudah siswa mengenali dan mengembangkan bakatnya sesuai dengan bidang yang dikuasai siswa. (2) Adapun faktor pendukung layanan bimbingan kelompok melalui model cluster grouping dalam menumbuhkan bakat siswa sebagai berikut diantaranya yaitu lingkungan, kepribadian, minat dan motivasi, dan penilaian. Adapun faktor penghambat layanan bimbingan kelompok melalui model cluster grouping dalam menumbuhkan bakat siswa diantaranya yaitu lingkungan keluarga, fasilitas kurang memadai, dan kurangnya perhatian siswa terhadap kemampuan yang dimilikinya. (3) Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan kelompok melalui model cluster grouping dapat menumbuhkan bakat siswa serta mengembangkan kemampuan yang unggul baik kemampuan bawaan ataupun bentuk latihan dengan berbagai potensi bakat yang dikenali dan dikembangkan dengan baik.
Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme: Analisis Puisi “Kecoa Pembangunan” Karya Ws Rendra Menggunakan Pendekatan Marxisme Fauzi, Afif Restu; Dessy Octaviani
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra, (2) memaparkan pemikiran Karl Marx dalam teori marxisme, (3) memaparkan hasil analisis puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra menggunakan pendekatan marxisme. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini menggunakan pendekatan semiotis. Data penelitian ini berupa bait dalam puisi karya W.S Rendra yang berjudul ‘Kecoa Pembangunan’. Data tersebut dianalisis dengan menggunakan Semiotika Rifaterre. Hasil analisis menggunakan pendekatan marxisme dalam puisi “Kecoa Pembangunan” menunjukan terdapat enam komponen ideologi marxisme, yaitu kritik ekonomi politik, sosialisme-komunis, teori perjuangan kelas, struktur sosial masyarakat, dan teori kelas atas- kelas bawah. Puisi “Kecoa Pembangunan” karya WS Rendra secara umum memberi gambaran bagaimana gaya kepemimpinan pemerintahan Indonesia pada saat zaman rezim orde baru dilihat dari sisi ekonomi, sosial, struktur masyarakat, dan teori kelas dalam ideologi marxisme.
TANTANGAN GURU PAI MENGIMPLEMENTASIKAN KURIKULUM MERDEKA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN AGAMA ISLAM Setiawan, Selamet Awan
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 1 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the challenges faced by Islamic education teachers in implementing an independent curriculum for learning Islamic religious education. The independent curriculum, which emphasizes freedom of learning, creativity, and independence of learners, presents challenges for Islamic education teachers in maintaining a balance between Islamic values and the educational objectives promoted by this curriculum. This research uses the literature analysis method, collecting and analyzing relevant literature to identify common themes regarding these challenges. The results of the literature analysis show that Islamic education teachers face several challenges in implementing the independent curriculum. Firstly, the challenge of integrating Islamic values with the freedom to learn approach. Teachers need to develop learning strategies that allow learners to think critically and creatively, while still maintaining the essence of Islamic values. Secondly, the challenge of maintaining relevance between Islamic teachings and modernizing developments. Teachers need to show clear connections between Islamic teachings and learners contemporary needs. Thirdly, the challenge of utilizing technology and digital learning tools in accordance with Islamic values. The use of technology needs to be integrated wisely to remain consistent with religious principles. This study underlines the importance of building an inclusive and learner-centered approach to learning so that Islamic education teachers can face these challenges more effectively.
PENGAMALAN NILAI-NILAI PANCASILA DI MI NU BANAT KUDUS : ANALISA FILSAFAT MORAL FRANZ MAGNIS SUSENO Warda, Himma Ulya Warda
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Komitmen Masyarakat terhadap etika bermasyarakat, berbangsa dan bernegara mengalami penurunan. Lunturnya karakter nilai Pancasila dapat kita lihat berdasarkan perkembangan dunia teknologi. Adanya tantangan tersebut, diperlukan Pendidikan pancasila dalam segala aspek kehidupan, terutama dalam ranah Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana pengamalan nilai-nilai Pancasila yang diterapkan di MI NU Banat Kudus, menurut Analisa filsafat moral oleh Franz Magnis Suseno. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan metode analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik MI NU Banat Kudus mayoritas memiliki etika dan sikap sesuai pengamalan dari nilai-nilai Pancasila. Pancasila sebagai etika bangsa menjadi pedoman perilaku Masyarakat Indonesia. Magnis Suseno menyandingkan keempat prinsip etika pasca tradisional tersebut dengan lima nilai-nilai Pancasila, untuk dibandingkan dengan Kesimpulan penekanan keanekaragaman, penataan inklusif, dan menjauhi diskriminasi. Penelitian ini bermanfaat dalam memberikan kontribusi kepada para pembaca, terkait pengamalan nilai-nilai Pancasila di MI NU Banat Kudus berdasarkan Analisa filsafat moral oleh Franz Magnis Suseno.
AKSIOLOGIS FILSAFAT DAN PENDIDIKAN PANCASILA DI MI : MEWUJUDKAN PENDIDIKAN BERBASIS NILAI PANCASILA DI ERA MODERN retno_radianto
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendidikan menjadi factor penting bagi perkembangan peradaban suatu negara, namun seiring perkembangan zaman dan kemajuan teknologi dunia Pendidikan menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan dengan zaman sebelumnya. Perkembangan teknologi bagaikan dua mata pisau yang bagi dunia Pendidikan, dampak positif bagi Pendidikan yaitu memberikan kemudahan untuk mencari informasi dan mengakses sumber belajar, begitu juga memberikan dampak negatif bagi dunia Pendidikan yaitu dengan adanya media social bagi peserta didik memberikan keleluasaan mengakses informasi tanpa mampu disaring oleh peserta didik sehingga menjadikan peserta didik kecanduan, individualis hilangnya prilaku yang sesuai nilai-nilai luhur budaya Indonesia. Maka dalam penelitian ini peneliti ingin melakukan penelitian implementasi Pendidikan terintegrasi nilai-nilai Pancasila. Metode penelitian ini menggunakan metode penelitian lapangan field research dengan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menunjukan hasil yang signifikan, Lembaga Pendidikan menerapkan pembelajaran dengan menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam proses pembelajaran. Penelitian ini memberikan manfaat bagi Lembaga Pendidikan karena memberikan Analisa dan alternatif Solusi untuk menerapkan strategi dalam proses pembelajaran.
NILAI – NILAI PANCASILA PERSPEKTIF KH. HASYIM ASY’ARI DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN DI MADRASAH IBTIDAIYYAH BERBASIS PESANTREN NAHDLOTUL ULAMA muhammad_mujahwirul_ilma
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

menandakan jauhnya nasionalisme yang ditanamkan kepada siswa dikarenakan PKN sebagai normalitas pembelajaran. Hal ini membuat rasa nasionalisme berkurang karena siswa tidak mampu merasakan secara langsung dan pembelajaran PKN di sekolah Dasar hanya dianggap sebagai mata pelajaran sikap budipekerti yang harus dipelajari. Pendidikan pancasila yang diajarkan dalam pembelajaran PKN lebih tampak sebagai pembelajaran moral sebagai warga yang baik, dengan sedikit mengangkat rasa nasionalisme. Terlebih di Madrasah Ibtidaiyyah PKN melebur dengan pembelajaran Agama Islam, sehingga menciptakan pendidikan moral siswa terbentuk karena Agama, bukan karena nilai yang terkandung dalam pembelajaran PKN. Nilai moral pembelajaran PKN di Madrasah Ibtidaiyyah perlu pendekatan yang mampu diterima dan diterapkan guna pembelajaran nilai nilai Pancasila dan pengamalannya selaras dan tidak kalah dengan pentingnya nilai nilai beragama. Pemahaman Pancasila Perspektif tokoh Agama perlu dimunculkan sebagai langkah penguatan bahwa nilai nilai Pancasila diyakini sebagai nilai dasar berwarga negara. Tokoh besar Islam yang kental dengan Pancasila adalah KH. Hasyim Asy’ari yang ikut serta dalam mentashih Pancasila sebelum dirumuskan, serta tokoh besar resolusi Jihad Islam masa penjajahan. Penelitian Penerapan Pembelajaran PKN dimana pembahasan nilai nilai Pancasila di MI perlu dijelaskan juga dikelas menurut perspektif KH.Hasyim Asy’ari. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan metode literatur review dengan google schoolar sebagai database. Berdasarkan literatur review yang telah dilakukan, dapat disimpulkan dengan hasil bahwa siswa MI menerima Pancasila sebagai pedoman hidup yang selaras dengan aturan agama Islam. Serta telah diperjuangkan dan dibenarkan oleh KH.Hasyim Asy’ari sebagai tokoh Nahdlatul Ulama.
Epistimologi Dalam Pembelajaran Pendidikan Pancasila: Analisis Pemikiran Immanuel Kant Mushlihah Ainur Rohmah
Jurnal Inovasi Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (JIPMI) Vol. 3 No. 2 (2024): 2024
Publisher : LPPM STAI Syekh Jangkung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pancasila education in Indonesia plays a crucial role in shaping students' character in schools, including at Madrasah Ibtidaiyah (MI) Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah. However, this education often faces various challenges that reduce its effectiveness. The epistemological approach, which emphasizes critical and systematic thinking, is expected to address these issues by helping students deeply understand Pancasila values.This study aims to analyze the implementation of the epistemological approach in Pancasila education at MI Tahfidzul Qur'an Raudlatul Falah using Immanuel Kant's thoughts as the theoretical foundation. This research employs a qualitative method with a case study approach. Data were collected through participant observation, interviews with teachers and students, and documentation analysis. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman model. The study found that the epistemological approach was implemented through teaching methods that encourage critical and systematic thinking, assignments analyzing issues and phenomena, and a democratic classroom atmosphere. Positive impacts of this implementation include improved student understanding of Pancasila values, critical and reflective attitudes, and openness to various perspectives. However, challenges included limited time, learning resources, and teacher training. The findings of this study can serve as a reference for other educational institutions in implementing the epistemological approach to enhance the quality of Pancasila education. Additionally, this study highlights the importance of teacher training and the provision of learning resources that support this approach.