cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 320 Documents
KONSTRUKSI FILOSOFI PENDIDIKAN ISLAM MULTIKULTURAL NASIONAL M. Khusni Mubarok; Al Darmono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.399

Abstract

AbstrakPendidikan Islam di Indonesia dihadapkan pada berbagai tantangan yang semakin kompleks. Meskipun berbagai upaya telah dilakukan namun hasilnya nampak belum sesuai dengan harapan. Untuk menjawab berbagai tantangan tersebut perlu adanya perbaikan kembali secara metodologis Pendidikan Islam selama ini.Indonesia sebagai bangsa telah mewarisi multibudaya atau multikultur dari para pendahulu. Berbagai khasanah keilmuan Pendidikan Islam banyak dihasilkan dan dijalankan oleh para tokoh-tokoh nasional masa lalu yang terbukti dari karya-karyanya sangat berharga dan masih tetap relevan untuk digunakan pada era sekarang ini.Diantara para tokoh Pendidikan Islam dalam pembahasan ini adalah KH. Ahmad Dahlan dan KH. Hasyim Asy’ary. Kedua tokoh dengan latar belakang dan kultur berbeda memiliki filosofis Pendidikan Islam masing-masing yang sama-sama terbukti berhasil memajukan Pendidikan Islam di Indonesia.Dengan melihat tantangan Pedidikan Islam saat ini maka penting untuk dilakukan konstruksi filosofi Pendidikan Islam multikultural nasional untuk memperjelas arah Pendidikan Islam di Indonesia. Kata Kunci: Pendidikan Islam, Multikultural, KH. Ahmad Dahlan, KH. Hasyim Asy’ary
NILAI-NILAI SUFISME BAGI JAMAAH TABLIGH (Studi tentang Perubahan Sosial Bagi Jamaah Tabligh di Kecamatan Ngrambe) Luluk Muashomah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.400

Abstract

AbstrakSeluruh manusia, baik sejak  dari  Yunani maupun bukan, mereka  meyakini bahwa adanya eksistensi Tuhan. sedikit sekali orang yang menyangkal bahwa beberapa bentuk agama adalah universal bagi seluruh umat manusia kita tidak menemukan masyarakat yang tidak mengartikulasikan secara benar. Manusia tidak akan bisa menemukan kebahagiaan, kecuali hanya mendekati apa kebahagiaan itu, namun dikarenakan Tuhan maha Tinggi maka dengan kesadaran manusia mendekatinya. Spiritual (spiritual being) orang orang yang bersikap apologis terhadap agama dalam mempertahankan suatu pandangan dunia relegius atau theistik disana menemukan universal agama. Tetapi patut dicatat bahwa sikap skeptis terhadap keyakinan keagamaan mungkin juga di ekpresikan dalam seluruh budaya, dan konsepsi tentang dunia yang bersifat naturalistik. Sufisme memiliki nilai-nilai yang sangat banyak dalam kaitanya dakwah tabligh namun dikatakan bahwa mungkin kurang disadari oleh umat Islam. Padahal dalam tasawuf ketika menyampai kan pesan  dakwahnya selalu bertumpu pada nilai.Kegiatan Jamaah Tabligh khususnya di daerah Ngrambe cenderung mempertahankan keyakinan-keyakinannya dengan methode dakwah dari pintu kepintu sambil menginap di Masjid-Masjid, tanpa membebani masyarakat sekitar Masjid. Ruang-ruang yang dibentuk dalam suatu tali kekerabatan yang tersebar di Kecamatan Ngrambe, di Kabupaten Ngawi membantu penulis untuk memetakan ‘kapital’ Tabligh dan ‘strategi ‘ dakwah dalam mengenal arenanya di tengah struktur objektifnya.  Kata Kunci :  Sufisme Tabligh dan perubahan sosial
INTEGRASI MORAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA Arif Ma'mun Rifa'i
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.403

Abstract

AbstrakBahasa memiliki peran yang sangat penting  dalam perkembangan intelektual, sosial, dan emosional pada peserta didik. Fenomena kekerasan, kriminalitas, berbicara kasar banyak ditemui di masyarakat terutama para pemuda dalam aksi aksi mereka yang di broadcast melalui media sosial, sehingga nampaklah sikap kurangnya kontrol diri merupakan representasi lemahnya karakter bangsa indonesia, dengan kekayaan kearifan lokal yang banyak seperti , santun, berpekerti luhur, dan berbudi mulia. Oleh karena itu, dibutuhkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada karakter kinerja melainkan memprioritaskan karakter moral. dengan demikian, maka diperlukan integrasi moral melalui pembelajaran bahasa. Pembelajaran bahasa sangat potensi untuk menanamkan nilai moral karena bahasa menjangkau seluruh sosial dan budaya serta dapat mengkaji nilai nilai kearifan lokal melalui kalimat kalimat yang dikonstruksi dan dipraktekkan dalam pembelajaran bahasa. akhirnya diharapkan pembelajaran bahasa dapat   berperan membangun karakter bangsa yang bermoral dan bermartabat. Kata kunci: Implikasi, Moral, Pembelajaran  
PENDIDIKAN ISLAM DAN KETAHANAN NASIONAL Hasbi Indra
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 1 (2020): MARET
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i1.404

Abstract

AbstrakPendidikan Islam menjadi bagian penting untuk mengantarkan bangsa ini menuju cita-cita konstitusinya yakni menuju masyarakat yang sejahtera, ada pun ada kendala yang dihadapi seperti masih ada mereka yang menyoal masalah ideologi harus direspon oleh pendidikan Islam. Pendidikan Islam bagian lembaga pendidikan nasional yang menyiapkan sumber daya yang menjadi penopang ideologi yang telah disepakati  juga menjadi sumber daya bangsa yang memiliki kualitas tertentu seperti luasnya pemahaman terhadap sains, ekonomi, berjiwa wirausaha, berkompetensi dan berkarakter baik. Hal ini menjadi tantangan pendidikan Islam untuk mencetak anak didik dengan kualitas-kualitas tersebut. Pendidikan Islam harus menjadi gardah terdepan untuk keutuhan bangsa ini melalui pembentukan anak didik yang siap eksis dengan kualitas-kualitas serta menjaga mengamalkan ideologi negaranya demi keutuhan bangsanya.Tulisan ini berdasarkan penelitian kualitatif, deskriptif, analisis yang ingin menemukan bagaimana peran pendidikan Islam dalam membentuk anak didik sebagai bagian dari komponen ketahanan bangsa di era global ini.Keywords: Pendidikan Islam;nasionalism; ketahanan nasional;
FUNGSI DAN MAKNA UPACARA ADAT SADRANAN DI DUSUN BOMBONGAN DESA MANISHARJO Sadiran Sadiran
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.435

Abstract

AbstrakPandangan hidup orang Jawa atau filsafat Jawa, terbentuk dari gabungan alam fikiran Jawa tradisional. Kepercayaan Hindu dan ajaran tasawuf/mistikisme Islam. Pandangan tersebut sering disebut ilmu kejawen atau yang dalam bahasa kesusasteraan Jawa dikenal dengan ilmu kesempurnaan.Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif-analitik. Data-data yang diteliti adalah data-data yang berkaitan dengan produk pemikiran tokoh desa.  Hal ini dimaksudkan agar permasalahan dapat dianalisa secara cermat dan teliti, sehingga mendapatkan data yang lengkap mengenai tradisi masyarakat tentang budaya di pedesaan.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelaksaan tradisi Sadranan terhadap budaya lokal di Bombongan, didasarkan pada pentingnya sebuah obyektifikasi sosial dengan merubah epistemologi mistik ke epistemologi logis. Budaya lokal merupakan terminologi yang hanya bisa hidup di wilayah tertentu dan berkeadaban. Tentu saja kerangka gotong royong serta kerja sama berasal dari,diri masyarakat setempat oleh, dan untuk mesyarakt modern. Sementara logika (mistis) primitif mengindikasikan suatu kehidupan masyarakat terbelakang, sederhana, bersahaja, bahkan nomaden (pra modern). Kata Kunci : Fungsi dan makna, adat sadranan, desa Manisharjo
KAJIAN NAFS DALAM AL-QUR’AN SERTA IMPLEMENTASINYA DALAM KONSEP BIMBINGAN DAN KONSELING ISLAM Nabella Dananier
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.439

Abstract

AbstrakAl-Qur’an akan terus menjadi pedoman terbaik dalam kehidupan manusia. Bukti-bukti akan arahan yang terbaik itu akan terus mengalami kajian-kajian agar penerapannya menjadi lebih baik bagi manusia. Manusia sebagai makhluk ciptaan Allah SWT tentu terdapat sisi yang membedakan dengan makhluk lainnya.Nafs sebagai bagian dari fitrah penciptaan manusia sudah pasti juga terdapat dalam al-Qur’an. Penyerapan makna yang terkandung dalam fitrah tersebut menimbulkan berbagai pengertian nafs dalam al-Qur’an, dan membuat kajian tentang nafs menjadi sangat menarik untuk diperdalam. Apalagi ketika dihadapkan dengan bidang kajian psikologi pendidikan Islam sertaimplementasinyadalam konsep keilmuan Bimbingan dan Konseling. Dengan demikian, konsep-konsep nafs sangat terkait dengan beberapa pendekatan Bimbingan dan Konseling terutama pada pembahasan teori kepribadian yaitu, psikoterapi yang terkait dengan insting manusia yaitu peran dari id, ego dan superego. Frankl mempunyai konsep yang dinamainya dengan kebermaknaan hidup, yang kemudian bermakna bahwa hidup memang hanya untuk satu tujuan yaitu bermuara pada satu Dzat yang Maha Sempurna yaitu Allah. Sehingga akan muncul suatu pelaksanaan Konseling yang kaya akan pendekatan psikologi yang sangat identik dengan nilai-nilai ke-Islaman.Kata kunci; nafs; psikologi; pendidikan Islam
KONSEP KEADILAN PADA QANUN ACEH NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH Irhamna Utamy; Basri Ahmad Hasan
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.440

Abstract

AbstrakQanun Aceh Nomor 11 tahun 2018 tentang Lemabaga Keuangan Syariah merupakan qanun yang baru diundangkan di Aceh Serambbi Mekkah, dimana mengharuskan semua lembaga keuangan di Aceh harus menggunakan sistem syariah sesuai dengan prinsip-prinsip keadilan. Penulisan ini difokuskan pada persoalan prinsip-prinsip keadilan seperti apa yang terdapat dan Islam. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif analisis, yaitu peneitian yang memberikan suatu gambaran mengenai prinsip-prinsip keadilan dalam Islam. Penulisan ini juga menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan filosofis dan sosiologis. Penulis menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip keadilan yang dimaksud dalam qanun Aceh Nomor 11 Tahun 2018 adalah sudah sesuai dengan apa yang terdapat dalam Islam, dan bisa dilihat pada pemberlakukan konversi Bank BPD Aceh menjadi Bank Milik Pemerindah Daerah pada tahun 2015 yang semakin tahun kepercayaan nasabah terhadap bank tersebut semakin meningkat, sehingga pertumbahan ekonomi di Aceh terdapat perkembangan.Kata kunci: prinsip-prinsip, keadilan, syariah
KONSTRUKSI HUKUM ISLAM DI INDONESIA: STUDI TERHADAP FATWA-FATWA MAJELIS TARJIH DAN TAJDID MUHAMMADIYAH TENTANG HUKUM KELUARGA (1980-2017) Suyono Suyono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.443

Abstract

AbstrakSejak masuknya Islam di Indonesia, Hukum Islam, termasuk hukum keluarga telah menjadi bagian dari kehidupan umat Islam. Hukum keluarga adalah bagian dari pengamalan masyarakat yang menarik untuk didiskusikan, di antaranya adalah fatwa-fatwa Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah. Majelis yang membidangi fatwa keagamaan ini memiliki pandangan yang progresif dalam beberapa kasus hukum keluarga, seperti nikah sirri atau nikah di bawah tangan. Majelis ini berpandangan bahwa nikah yang tidak dicatatkan di lembaga negara adalah tidak sah. Nash-nash agama (bayãnî) menjadi prioritas dalam fatwa ini dan didukung dengan ilmu pengetahuan sosial kemasyarakatan (burhãnî), serta menempatkan pernikahan sebagai akad sakral (`irfãnî) yang perlu dilembagakan sesuai kepastian hukum demi menjaga maqãshid al-syarî`ah yang dibina atas lima hal: menjaga agama, jiwa, akal, keturunan, dan harta.Kata Kunci : Konstruksi Hukum Islam, Tajdid Muhammadiyah, Hukum Keluarga
MULTILINGUAL DAN PERKEMBANGANNYA DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN Arif Ma'mun Rifa'i
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.444

Abstract

AbstrakDi era globalisasi, dimana beberapa bahasa asing berkembang melintasi batasnegara dan budaya, bahasa Inggris adalah salah satu bahasa asing yang memiliki status bahasa internasional, global, dipelajari dan diucapkan oleh jutaan orang di seluruh dunia serta melintasi bahasa dan budaya. sehingga ada kebutuhan kritik yang tidak dapat dihindari untuk sebuah prespektive, prinsip-prinsip dan praktek yang baru dalam pengajaran bahasa English ke arah masyarakat multi-bahasa (multilingual) dan multi-budaya (multicultural). multilingual adalah masalah yang komplek karena berhubungan dengan penggunaan ketepatan bahasa serta berhubungan dengan individu dan masyarakat. keberagaman bahasa dan budaya membuat pendidikan harus berubah dan selalu segar dalam menghadapi perubahan bahasa dan budaya. hal ini, membutuhkan cara yang intensif sebagai koordinasi untuk melayani kebutuhan guru dan pesera didik dalam kontek multi-bahasa dan multi-budaya yang dinamis dimana bahasa asing digunakan sebagai bahasa international.kata kunci: multilingual, perkembangan multilingual, pendidikan.
PEMBENTUKAN KEPRIBADIAN ISLAMI PADA ANAK USIA DINI Eny Setiyowati
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 14 No 2 (2020): SEPTEMBER
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v14i2.446

Abstract

AbstrakMenurut ajaran Islam, seorang anak mempunyai potensi bawaan yang disebut ”fitrah”. Fitrah pada hakikatnya adalah ketentuan  atau takdir yang telah ditetapkan Allah SWT pada makhluknya  sejak awal penciptaannya. Kepribadian anak merupakan interaksi antara fitrah (Faktor internal)  dan pengaruh lingkungan ( faktor eksternal). Perkembangan kepribadian anak adalah perkembangan pola perilaku dan sikap yang membentuk seorang anak dan membedakannya dengan anak lain.  Kepribadian Islam  merupakan kepribadian yang termanifestasi melalui sikap dan perilaku anak yang sesuai dengan ajaran agama Islam. Penanaman kepribadian Islami berupa  pendidikan Akidah dan  Akhlak. Anak usia dini adalah anak dengan rentang usia 0-6 tahun. Pada masa ini anak mengalami pertumbuhan dan pekembangan yang sangat pesat, merupakan fase awal tumbuh kembang yang akan mempengaruhi fase selanjutnya, bahkan sampai dewasa.  Anak tumbuh dan berkembang pada semua aspek perkembangan. Begitu pentingnya masa usia dini sehingga diibaratkan masa emas (The golden age) dimana stimulasi seluruh aspek perkembangan berperan penting untuk tugas perkembangan selanjutnya. Masa ini merupakan dasar pembentukan kepribadian.  Kata Kunci : Kepribadian Islam, Anak Usia Dini