cover
Contact Name
Hanifah Hikmawati
Contact Email
hanifah@iaingawi.ac.id
Phone
+6285731628908
Journal Mail Official
almabsut@iaingawi.ac.id
Editorial Address
Krajan Selatan, Rt.03/Rw.13, Watualang, Kecamatan Ngawi, Kabupaten Ngawi
Location
Kab. ngawi,
Jawa timur
INDONESIA
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial
ISSN : 20893426     EISSN : 2502213X     DOI : 10.56997/almabsut
Al-Mabsut : Jurnal Studi Islam dan Sosial is a journal managed by IAI Ngawi. In addition, the Al-Mabsut journal has two printed and online versions (ISSN:2089-3426 - E-ISSN: 2502-213X). Al-Mabsut is a journal that contains the study of Islamic and Social sciences. Studies that concentrate on the Islamic sciences (Aqidah, Sufism, Tafsir, Hadith, Usul Fiqh, Fiqh and so on) and also contain studies of politics, economics, law, education, history, culture, health, science and technology associated with Islam both in its normative dimensions (as doctrines and teachings) as well as in its historical dimensions (Muslim culture, Muslim communities, Islamic institutions and so on. Currently, Al-Mabsut journal gets SINTA 5 Accreditation based on Certificate Number 85/M/KPT/2020. All manuscripts submitted to the editorial board will be reviewed by the reviewer and the selection of manuscripts is based on considerations of writing quality, originality, and contribution to science.
Articles 325 Documents
IDENTIFIKASI TINGKAT KESEGARAN DAGING AYAM BROILER BERDASAR CIRI TEKSTUR DAN WARNA DAGING Widyawati Prima; Wahyu Oyas; Soesanti Indah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 6 No 1 (2013): APRIL
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v6i1.68

Abstract

IDENTIFIKASI TINGKAT KESEGARAN DAGING AYAM BROILER BERDASAR CIRI TEKSTUR DAN WARNA DAGING Prima Widyawati W (Mahasiswa Pascasarjana Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Oyas Wahyu N (Staf Pengajar Pascasarjana Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta), Indah Soesanti (Staf Pengajar Pascasarjana Teknik Elektro, Universitas Gadjah Mada Yogyakarta). Abstrak Tujuan utama dari penelitian ini adalah mengidentifikasi tingkat kesegaran daging ayam broiler berdasar ciri warna dan tekstur. Sistem ini juga dapat digunakan untuk membedakan daging ayam hasil sembelihan yang sesuai syariat Islam dengan daging ayam bangkai atau tiren. Metode identifdikasi tingkat kesegaran daging ayam yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan pengolahan citra digital yaitu ekstrasi ciri warna metode histogram dan ekstrasi ciri tekstur metode box counting. Sampel daging yang digunakan diambil dari daging ayam  broiler bagian dada. Bagian dada memiliki komposisi terbesar pada tubuh ayam sehingga pengujian pada bagian dada bisa mewakili semua bagian pada ayam. Berdasar hasil penelitian dapat diketahui bahwa dengan menggunakan ciri tekstur dan warna daging dapat dibedakan antara daging ayam segar, kurang segar, dan daging busuk. Berdasar hasil pengujian dapat diketahui ciri warna dapat memberikan hasil identifikasi yang lebih baik dibandingkan ciri tekstur citra daging ayam tersebut. Kata-kata kunci: ekstrasi ciri, RGB, piksel, histogram., box counting
AKULTURASI ISLAM DAN BUDAYA LOKAL (Memahami Nilai-Nilai Ritual Maulid Nabi di Pekalongan) Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.70

Abstract

Empirically, a religion can be seen from its followers behaviours in their daily life. The behaviors may become expression of religious sense which can be traced back from the values of religion that they believe. Such expression, later on, makes a religion exist as symbol of culture. This paper will explain about the sample of transformation and acculturation of java and Islam in the Islamic teachings. We shall explore the local wisdom about tradition celebration of the birth of prophet Muhammad in Pekalongan and it’s called muludan. In there are amount of rituals for celebrate of the birth of prophet.
POTRET SISTEM PERWAKAFAN KOMUNITAS DRUZE DI LEBANON DAN ISRAEL Mahsun Mahsun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.71

Abstract

Wakaf komunitas Druze merupakan institusi yang unik dilihat dari kelahiran, sifat dan pelaksanaannya. Wakaf pada awalnyya berfungsi dalam lingkup kesejahteraan sosial dan kontek peribadatan. Fungsi ini, pada perkembangannya, ditempatkan dalam institusi negara dan konsekuensinya kepentingan wakaf Druze menjadi berkurang.Harta wakaf Druze sangat sederhana. Wakaf Druze tidak memberikan basis ekonomi yang signifikan terhadap sistem yang bercabang-cabang dari institusi komunal seperti pendidikan, kesejahteraan, dan kesehatan. Wakaf Druze juga tidak dikelola oleh agen sentral yang dapat mengarahkan pendapatan dan hasil penjualan harta wakaf ke dalam saluran-saluran yang diinginkan.Wakaf Druze dalam beberapa hal eksis karena inklud dalam undang-undang dan dalam sistem jurisdiksi keagamaan dan undang-undang yang didukung oleh sanksi yang dijatuhkan oleh agama ataupun negara. Artinya putusan yang dibuat oleh para Qadi Druze maupun peraturan- peraturan wakaf Druze berkembang dan terumuskan. Untuk melaksanakan semua itu, referensi hukum agama, adat lokal, Syari’at Muslim, dan undang-undang sekuler dijadikan norma. Jurisdiksi religius memberikan sumbangan yang meyakinkan untuk pelestarian status quo dalam administrasi wakaf. 
INTEGRASI KONSEP ISLAM DALAM KONTEKS PROMOSI KESEHATAN Studi pada Model Lima Tahap Bracht Muhammad Ratodi
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.72

Abstract

Masalah kesehatan masih menjadi topik yang tak akan pernah habis dibahas, sebagaimana perubahan perilaku kesehatan di masyarakat juga masih menjadi tantangan bagi semua pihak. Indonesia dengan mayoritas penduduknya yang beragama Islam memiliki potensi yang luar biasa dalam berperan terhadap perubahan perilaku kesehatan. Islam merupakan agama yang sangat menganjurkan manusia untuk hidup bersih, sehat dan bersahabat dengan lingkungan. Terdapat  bannyak ayat dalam Al-Qur’an dan Hadits yang berisi pesan-pesan seputar kebersihan dan kesehatan. Kesehatan dengan paradigmanya menjelaskan makna ajaran Islam begitupun sebaliknya, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara keagungan ajaran Islam dengan perilaku kesehatan didalam kehidupan sehari-hari. Piagam Ottawa yang menjadi dasar terhadap strategi upaya promosi kesehatan tela diindikasikan memiliki keterkaitan dengan konsep-konsep dalam islam yang mengarah kepada tiga konsep dasar dalam Islam yakni Rukun Iman, Rukun Islam dan Hukum Islam serta membentuk sebuah Teori kesehatan Islam. Kajian ini bertujuan untuk ­­memaparkan tentang integrasi konsep islam dengan konsep dasar promosi kesehatan sebagai pendekatan alternatif perubahan perilaku kesehatan, yang selama ini masih mengacu ke konsep barat. Kajian ini akan menganalisis Model Lima Tahap Bracht untuk memahami konsep integrasi tersebut lebih mendalam.
PENDEKATAN EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN IPA SD Aldarmono Aldarmono
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.73

Abstract

Pendekatan edutainment pada hakikatnya pembelajaran mengutamakan permainan yang menghibur dalam pembelajaran. Sehingga pembelajaran menjadi lebih menarik dan menyenangkan.Ilmu Pengetahuan Alam merupakan pengetahuan yang berakumulasi dan tersusun mengenai alam dan gejalanya. Pada hakikatnya IPA sebagai produk, IPA sebagai proses, dan IPA sebagai sikap ilmiah, ketiga-tiganya harus diwujudkan dalam pembelajaran. Dalam pendekatan edutainment IPA SD pada dasarnya upaya mewujudkan suatu pembelajaran menyenangkan yang berorientasi pada siswa dalam mencari dan menemukan konsep, prinsip, dan fakta IPA. Pembelajara IPA melibatkan keterampilan proses, yakni metode ilmiah dalam menemukan sebuah pengetahuan. Adapun metode ilmiah IPA antara lain menggunakan langkah sebagai berikut; mendefinfisikan masalah, mengumpulkan informasi yang sesuai, menyusun hipotesis, menguji hipotesis, merekam dan menganalisa data, dan menarik kesimpulan. 
PEMIKIRAN ISLAM KONTEMPORER (KONSEP DZIKR ALLAH DAN URGENSITASNYA DALAM MASYARAKAT MODERN) Mustaqim Mustaqim
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.74

Abstract

Artikel "Konsep Dzikr Allah dan Pengaruhnya Bagi Masyarakat Modern". Topik utama yang dibahas dalam  Artikel ini adalah masalah dzikr Allah, yaitu suatu masalah yang selalu aktual untuk diteliti, dikaji dan diamalkan sepanjang masa, terutama pada era modern sekarang ini yang ditandai oleh kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dewasa ini, satu sisi telah memberikan berbagai kemudahan dan kesenangan hidup, karena hampir semua kebutuhan hidup manusia terutama yang bersifat lahiriah dapat dipenuhi dengan bantuan mesin dan robot. Berkat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi transportasi dan komunikasi manusia telah memasuki era globalisasi, suatu era dimana manusia mampu melakukan hubungan antarbangsa sejagat dalam berbagai segi kehidupan secara lebih luas, lebih mudah dan lebih cepat. Akan tetapi di sisi lain, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang didasarkan pada pandangan hidup materialisme dan sekuler telah menjadikan masyarakat modern kehilangan nilai-nilai spiritual sehingga mengalami dekadensi moral, disorientasi hidup, kesedihan dan kegelisahan jiwa serta selalu dihantui rasa takut. Dalam keadaan seperti itu, masyarakat modern sangat mendambakan pegangan hidup yang mampu memenuhi kebutuhan spiritualnya. Akan tetapi sayang, banyak di antara mereka yang salah jalan sehingga terperangkap mengikuti gerakan kultus. Kenyataan tersebut telah mendorong untuk meneliti kembali ajaran Islam yang bersumber dari Al-Qur'an dan Al-Hadits untuk menemukan solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern. Akhirnya, bagaimana solusi yang paling tepat dan baik dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat modern tersebut dalam perspektif Islam. 
MEMBANGUN KARAKTER MELALUI THE HIDDEN CURRICULUM Anik Faridah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.75

Abstract

AbstraksiSetiap hari banyak sekali ditemukan kasus kenakalan dan penyimpangan perilaku siswa di Indonesia. Baik yang ada disekitar kita ataupun  melalui siaran berita di televisi, media cetak atau informasi di internet, mulai kasus asusila, perkelahian antar siswa, tawuran dan penyimpangan-penyimpangan lainnya yang meresahkan orang tua dan masyarakat. Siapakah dalam hal ini yang bersalah? Apakah sistem pembelajaran, ataukah ini kesalahan guru? Sehingga siswa tidak mampu mengendalikan ego dan emosinya yang terkadang meluap-luap.Semua pihak sudah seharusnya melakukan evaluasi dalam menangani permasalahan yang muncul, melalui penyediaan sarana yang tepat diharapkan mampu tercipta suasana lingkungan pendidikan yang tertib, bertanggung jawab, saling menghargai dengan penuh kasih sayang, siwa yang berbudi pekerti, dan mencerminkan sikap-sikap intelektual. Sehingga dapat tercipta mutu pendidikan yang berkwalitas.Pembentukan karakter dalam pendidikan formal tidak dapat terlepas dari keterlibatan kepala sekolah, guru, dan orangtua siswa yang memiliki andil sangat besar dalam menentukan keberhasilannya. Selain itu yang tak kalah pentingnya, terdapat beberapa unsur yang tersembunyi selain unsur kurikulum formal sekolah. The Hidden Curriculum adalah  salah satu upaya yang sering terabaikan dalam pembentukan karakter. Seperti, pengelolaan kegiatan belajar mengajar, kegiatan ekstrakurikuler, penciptaan suasana belajar dan lingkungan sekolah berkarakter, pembiasaan, dan pembudayaan nilai dan etika yang baik dapat mendukung keberhasilan program pendidikan karakter.
SAMIN TANDURAN (Upaya Mempertahankan Tradisi Nenek Moyang Sedulur Sikep di Tanduran) Sadiran Sadiran
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 9 No 2 (2015): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v9i2.76

Abstract

Sedulur Sikep di Tanduran tidak mengenyam pendidikan formal dan tidak suka menyekolahkan anak-anaknya, uniknya mereka selalu mengatakan bahwa anak-anaknya sudah belajar sejak kecil. Salah satu pengertian belajar yang di pahami adalah bekerja, bagi mereka hidup semata-mata hanya untuk bekerja, prinsip tersebut yang melatar-belakangi orang tua Sedulur Sikep selalu mendidik anak-anaknya bekerja untuk membantu orang tuanya sendiri kelak ketika sudah berkeluarga bisa hidup mapan, “kabeh kanggo sopo bakale kowe sing nduwe” (semua harta nantinya juga akan diberikan kepada anak-anaknya), Pola pengasuhan berupa motivasi itu cukup efektif dan cukup berhasil sehingga mampu mempengaruhi anak-anaknya. Bekerja  sudah  mempunyai makna belajar atau sekolah. Sementara anak juga mempunyai harapan besar kelak akan mendapatkan harta dari hasil kerja kerasnya tersebut ketika sudah berkeluarga. Kerja keras selalu diajarkan oleh semua agama dan melarangnya pada umatnya untuk meminta-minta. Demikian pula apa yang di lakukan oleh Sedulur Sikep di Kedungtuban Blora bahwa hidup itu harus Trokal Seseorang akan mendapatkan hidup yang layak jika mau bekerja dengan bersungguh-sungguh. Implementasi ajaran agama Adam adalah sebuah penghayatan keyakinan yang mengajarkan bahwa jika seseorang tidak bekerja keras berarti mengabaikan perintah Tuhan. Usaha seseorang agar bisa hidup bahagia salah satunya adalah tentu tercukupinya kebutuhan pokok yaitu sandang, pangan dan papan. Untuk mendapatkan makanan salah satunya harus bekerja.Perlu disadari bersama bahwa masalah terbesar dalam pendidikan kita adalah karena tidak adanya kebijakan yang berkelanjutan dan berkesinambungan, hal ini menunjukan bahwa sektor pendidikan belum menjadi lokomotif pembangunan nasional. Warga Sedulur Sikep Tanduran dikenal sebagai masyarakat adat, karena mereka mempunyai sistem nilai, ideologi, ekonomi, politik, sosial dan budaya yang selalu mengutamakan keluhuran budi pekerti dan memiliki prinsip urip mung kari nglakoni.. Mengasuh anak adalah kewajiban orangtua yang tidak boleh diwakilkan kepada guru disekolah dan menjadi orangtua yang sekaligus sebagai guru bagi anak-anaknya adalah fitrah manusia sehingga tidak perlu belajar dari orang lain. Sifat permisif dan terbuka dikedepankan oleh orangtua kepada anak-anaknya sehingga pada waktunya orangtua tinggal mengingatkan bagaimana pesan-pesan leluhurnya baik cara hidup, cara berfikir dan cara bergaul dalam kehidupan sehari-hari. Namun orangtua tetap memberi contoh dalam kehidupan anak. Sistem pengasuhanya integrasi antara lahir dan batin, metodenya komunikasi dekat-berjarak kekeluargaan mligi (konsisten) diberikan sedikit demi sedikit sejak kecil, ketika anaknya melakukan kesalahan mereka menyadarinya sendiri. Bagi semua fihak belum perlu ikut campur tangan karena ruang untuk beinteraksi sulit dilakukan  sehingga perubahan sosial tidak mampu mempengaruhinya.   
PENGARUH SUHU DAN KELEMBABAN ATMOSFER TERHADAP KETAMPAKAN FAJAR SHADIQ Nihayatur Rohmah
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8 No 2 (2014): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v8i2.77

Abstract

Penelitian lapangan ini membahas ketampakan fajar dan faktor-faktor yang mempengaruhinya lewat pendekatan fiqih-astronomis yang disajikan dalam bentuk deskriptif-analitis. Fajar shadiq tampak sebagai cahaya putih yang menyebar di sepanjang ufuk karena hamburan sinar Matahari oleh atmosfer Bumi. Fajar shadiq tampak sebagai cahaya berwarna biru, merah atau orange. Ada korelasi antara posisi astronomis Matahari dan penentuan waktu fajar. Penelitian, berkesimpulan bahwa ada pengaruh suhu terhadap sudut posisi Matahari. Kedua variabel tersebut memiliki hubungan berbanding lurus. Tegasnya, jika besarnya suhu atmosfer itu kecil (menurun) maka cahaya fajar akan tampak pada sudut depresi yang rendah, seperti suhu 18.1° Celcius, fajar shadiq tampak pada posisi Matahari -18°02’08’’. Sebaliknya, jika suhu atmosfer itu besar (meningkat) maka cahaya fajar akan terlihat pada sudut posisi Matahari yang tinggi pula, seperti pada suhu 18.9° Celcius maka fajar shadiq tampak pada sudut Matahari -20°52’29’’. Adapun nilai rata-rata (mean) posisi Matahari dengan merujuk pada keseluruhan data pengamatan, maka diperoleh hasil sudut depresi Matahari -18°39’29.4’’. Penelitian ini menguatkan teori bahwa astronomical twilight yang bersesuaian dengan fenomena fajar astronomi mulai terbit ketika Matahari berada pada kedudukan sudut depresi 18o di bawah horizon.
PANDANGAN MOHAMMED ARKOUN DAN SAYYED HOSSEIN NASR TENTANG TRADISI DAN MODERNITAS DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMIKIRAN HUKUM ISLAM Mahsun Mahsun
Al-Mabsut: Jurnal Studi Islam dan Sosial Vol 8 No 2 (2014): September
Publisher : Institut Agama Islam Ngawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56997/almabsut.v8i2.78

Abstract

Tulisan ini mengurai pemikiran Mohammed Arkoun dan Sayyed Hossein Nasr tentang tradisi dan modernitas. Arkoun memahami tradisi sebagai wujud profan dan relatif yang terbentuk dalam kerangka ruang-waktu tertentu, sedangkan Nasr memahaminya sebagai wujud sakral dan transenden sebagai manifestasi ilahi dalam jagat raya kesejarahan umat manusia. Implikasinya terhadap pemikiran hukum Islam adalah kemungkinan visionable dari pemikiran tradisi Arkoun dan resistensi dari pemikiran tradisi Nasr. Kritisisme Arkoun yang menganggap al-Qur’an sebagai yang profan dan dalam batas-batas tertentu qabil an-niqas, karena sebagai human contruction, dan pandangan utamanya yang menyatakan bahwa segala wujud tradisi sebagai produk sejarah, akan memungkinkan diri untuk mengadopsi pemikiran-pemikiran dan metode-metode baru tanpa sama sekali menggugat, untuk dipatrik ke dalam sistem metodologi hukum Islam. Implikasi ini akan mengantarkan pada pentingnya pendekatan a unified approach to shari’ah and social inference, yang berusaha menjembatani dan memadukan pendekatan tekstual (normatif) dan pendekatan kontekstual (sosial) secara simultan dalam penemuan hukum Islam. Kemungkinan implikasi ini akan nampak berbeda dalam perspektif konservativisme dan tradisionalisme Nasr atas tradisi yang akan membawa pada kepongahan orientasi kajian hukum yang hanya terfokus pada law in book dari pada law in action. Hal inilah yang dalam pandangan NJ. Coulson yang telah melahirkan konflik dan ketegangan baru antara teori dan praktek dalam sejarah hukum Islam.  Kata kunci: tradisi, modernitas, dan hukum Islam 

Page 6 of 33 | Total Record : 325