cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
DETEKSI PROTEIN ALERGEN PREVALBUMIN PADA IKAN TONGKOL MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI FILTRASI GEL G-50 DAN SDS-PAGE Emma Emawati; idar idar; Dewi Kurnia; Sintia Amelia
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Reaksi alergi (reaksi hipersensitivitas) adalah reaksi-reaksi dari sistem kekebalan yang terjadi ketika jaringan tubuh yang normal mengalami cedera atau terluka. Bahan pangan yang dikenal mengandung protein alergen seperti pada ikan, susu, kacang kedelai, kacang tanah, kerang, telur, gandum, dan udang salah satunya pada ikan tongkol, protein alergen yang terdapat pada ikan tongkol adalah Prevalbumin (10-13 kDa). Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi protein alergen yang terdapat pada ikan tongkol. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah ekstraksi, pemisahan protein menggunakan kromatografi kolom filtrasi gel G-50 prinsip kromatografi filtrasi gel adalah pemisahan berdasarkan perbedaan bobot molekul, karakterisasi protein menggunakan SDS-PAGE prinsip elektroforesis, jika suatu fase zat bermuatan diberi beda potensial fase tersebut akan berpindah sepanjang medium yang kontinu ke arah katoda atau anoda sesuai dengan muatan partikel. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan pada proses ekstraksi didapat supernatant kemudian proses pemisahan protein menggunakan kromatografi kolom didapat 50 fraksi dan proses karakterisasi menggunakan SDS-PAGE menunjukan terdapat protein alergen prevalbumin sesuai dengan literatur yaitu 10-13 kDa.
KAJIAN DESKRIPTIF KUANTITATIF TINGKAT PENGETAHUAN DAN TINDAKAN SWAMEDIKASI DIARE PADA SISWA SMK FARMASI SAKA MEDIKA KABUPATEN TEGAL Adila Prabasiwi; Sari Prabandari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Pelaksanaan swamedikasi dapat menjadi sumber terjadinya kesalahan pengobatan karena keterbatasan pengetahuan akan obat dan penggunaannya. Tindakan swamedikasi dilakukan untuk mengobati penyakit ringan, salah satunya yaitu diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan tindakan swamedikasi diare pada siswa SMK Farmasi Saka Medika Kabupaten Tegal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif. Sampel berjumlah 90 siswa dipilih secara purposive sampling dengan mempertimbangkan kriteria tertentu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan siswa mengenai swamedikasi diare tergolong cukup yaitu sebesar 50%, baik 37%, kurang sebanyak 13%. Alasan responden melakukan swamedikasi terbanyak adalah bahwa penyakit diare merupakan penyakit ringan (86%). Responden menggunakan sebagian besar menggunakan obat modern (92%). Perilaku membaca label rata-rata adalah 58,2%. Sebagian besar responden (60%) mempertimbangkan efek obat dalam memilih obat diare. Responden menyatakan menggunakan obat diare hingga responden merasa telah sembuh (33%). Sebanyak 33% responden mengalami efek samping obat berupa pusing (12%), sembelit (7%), kram perut (6%), muntah (4%), mulut kering (3%), dan gatal-gatal (1%). Kata kunci: diare, farmasi, siswa, swamedikasi. ABSTRACT Self-medication can be a source of medication errors because of limited knowledge of the us drug and their use. Self medication for mild disease, one of which is diarrhea. This study aims to determine the level of knowledge and self-medication of diarrhea in students of the Pharmacy Saka Medika Tegal regency.The research method used was descriptive quantitative.The sample of 90 students was selected by purposive sampling who fullfilled the criteria inclusion. The results showed that the level of students' knowledge about self-medication diarrhea is quite sufficient 50%, good 37%, less as much as 13 %. The reason for respondents to do the most self-medication is that diarrheal disease is a mild disease (86%). The average label reading behavior is 58.2%. Most respondents (60%) consider the effect of the drug in choosing diarrhea medication. Respondents stated that they used diarrhea drugs until the respondents felt they had (33%). As many as 33% of respondents experienced side effects of drugs such as dizziness (12%), constipation (7%), abdominal cramps (6%), vomiting (4%), dry mouth (3%), and itching (1%). Keyword: diarrhea, pharmacy, student, self-medication.
STUDI PELEPASAN NATRIUM DIKLOFENAK DARI NA-CMC HASIL SINTESIS SELULOSA ECENG GONDOK MENGGUNAKAN EPIKLOROHIDRIN SEBAGAI CROSSLINKER Ida Musfiroh; Nadya Indah Dewanti; Anggun Putri Perwira; Patihul Husni; Ami Tjitraresmi; Ahmad Muhtadi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Eceng gondok (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) memiliki kandungan sellulosa cukup tinggi yaitu 66,87%, sehingga mempunyai potensi sebagai sumber untuk pembuatan natrium karboksimetilselulosa (Na-CMC). Penggunaan kombinasi pelarut isobutil-isopropil alkohol serta crosslinker diketahui dapat memperbaiki karakteristik NaCMC dalam mengikat air sehingga berpotensi digunakan dalam sediaan hydrogel. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pelapasan Na diklofenak dari basis hydrogel NaCMC hasil sintesis dari eceng gondok dengan crosslinker epiklorhidrin. Metode terdiri dari isolasi α-selulosa, sintesis Na-CMC, penambahan crosslinker epiklorohidrin, uji swelling ratio, analisis gugus fungsi dengan FTIR, formulasi Na-CMC dengan zat aktif natrium diklofenak, uji difusi, dan uji particle size analysis (PSA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa karakterisasi hydrogel Na-CMC dari eceng gondok dengan crosslinking epiklorhidrin dan Na CMC baku berturut-turut yaitu nilai swelling rasio 54% dan 1218.75%. Serapan gugus fungsi C = O terdapat pada bilangan gelombang 1631.78 cm-1 dan 1716,65 cm-1; ukuran partikel 1.212 nm dan 1.197 nm. Hasil studi pelepasan na diclofenac dari NaCMC hydrogel yaitu 13.01%, dan 8.56%. Hasil penelitian menunjukkan profil difusi Na CMC-crosslinking dengan epiklorhidrin hasil sintesis dari eceng gondok dapat memperbaiki profil difusi sediaan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI EKSTRAK ETANOL TONGKOL JAGUNG LOKAL (Zea mays L) , JAGUNG MANIS (Zea mays saccharata) dan JAGUNG HIBRIDA ( Zea mays indurate ) TERHADAP BAKTERI Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes Aris Suhardiman; Asep Roni; Deanty Eka Utami
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jagung secara tradisional bisa digunakan untuk kosmetik dan obat jerawat Penelitian ini dilakukan untuk menguji aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Propionibacterium acnes dari tongkol jagung lokal (Zea mays L), jagung manis (Zea mays saccharata) dan jagung hibrida (Zea mays indurate). Ekstraksi dilakukan menggunakan metode refluks dengan pelarut etanol 96% dan difraksinasi dengan metode ekstraksi cair-cair. Uji Aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi menggunakan metode mikrodilusi menggunakan tetrasiklin sebagai pembanding. Hasil pengujian menunjukkan nilai KHM terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan Staphylococcus epidermidis dari ketiga ekstrak tongkol yaitu konsentrasi 128 μg/mL, nilai khm untuk bakteri Propionibacterium acnes diperoleh dari ketiga tongkol jagung yaitu pada konsentrasi 256 μg/mL sedangkan nilai kbm untuk bakteri Staphylococcus epidermidis dari ekstrak jagung hibrida, jagung manis yaitu pada konsentrasi 256 μg/mL dan ekstrak Jagung lokal yaitu pada konsentarasi 512 μg/mL, kemudian uji aktivitas antibakteri pada fraksi ekstrak tongkol jagung lokal, jagung manis dan jagung hibrida menunjukkan bahwa fraksi etil asetat paling aktif sebagai antibakteri dengan nilai khm yaitu pada konsentrasi 128 μg/mL terhadap bakteri Propionibacterium acnes. Maka dapat disimpulkan yang memiliki aktivitas antibakteri paling aktif yaitu ekstrak dan fraksi etil asetat terhadap bakteri Propionibacterium acnes dan golongan senyawa yang bersifat antibakterinya yaitu senyawa golongan fenol.
AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, TOTAL FENOLIK DAN TOTAL FLAVONOID EKSTRAK BUAH, DAUN DAN KULIT BATANG LIMPASU (Baccaurea lanceolata) Sani Nurlaela Fitriansyah; Diah Lia Aulifa; Yeni Augustina; Firman Firman
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Senyawa antioksidan dapat berupa senyawa sintetis dan senyawa alami yang terdapat dalam tanaman. Senyawa alami antioksidan diantaranya fenol dan flavonoid. Baccaurea lanceolata salahsatu tanaman yang berlimpah dan belum banyak informasi ilmiah tentang aktifitas farmakologinya. Namun, Baccaurea lanceolata telah dilaporkan memiliki golongan fenol dan flavonoid. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui penetapan kadar total fenol, flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang Baccaurea lanceolata. Metode : Buah, daun dan kulit batang kering, masing-masing diekstraksi menggunakan sokhlet dengan etanol 96%. Masing-masing ekstrak cair diuapkan menggunakan rotary vaporator sehingga dihasilkan ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang. Pengujian aktivitas antioksidan dengan DPPH menggunakan spektrofotometer UV-Vis. Penetapan kadar total fenol dengan metode Pourmurad dan kadar total flavonoid dengan metode Chang. Hasil : ekstrak etanol daun limpasu memiliki kadar total fenol dan flavonoid tertinggi yaitu 1,402 g GAE/100 g ekstrak dan 46,006 g QE/100 g, sedangkan yang terendah pada ekstrak etanol buah sebesar 0,364 g GAE/100 g ekstrak dan 2,220 g QE/100 g ekstrak. Aktivitas antioksidan diekspresikan dengan nilai IC50 terhadap peredaman DPPH. IC50 ekstrak etanol daun memiliki nilai terkecil yaitu 296,397 µg/mL, sedangkan ekstrak etanol kulit batang sebesar 3305,716 µg/mL dan ekstrak etanol buah limpasu sebesar 4942,87 µg/mL. Keberadaan fenol dan flavonoid pada ekstrak etanol buah, daun dan kulit batang limpasu dapat berkontribusi pada aktivitas antioksidan.
UJI FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT KAYU GARUNGGANG Cratoxylum arborecens (Vahl) Blume: UJI FITOKIMIA DAN POTENSI ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK KULIT KAYU GARUNGGANG Cratoxylum arborecens (Vahl) Blume Haiyul Fadhli
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gerunggang (Cratoxylum arborescens (Vahl.) Blume) is one of the plants from Hypericaceae that has benefits. From several studies that showed Hypericaceae has antioxidant activity and potential as a source of natural antioxidants. An investigation on the antioxidant activity of gerunggang extract has been done using 1-1-diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH) method. The extract was obtained by macerating the stem barks of cratoxylum arborescens using n-hexane, ethyl acetate and methanol respectively. The antioxidant activity test was performed quantitative using microplate reader with ascorbic acid as a standard. The result showed that IC50 value of n-hexane extract, ethyl acetate extract and methanol extract of gerunggang sequentially 82.058 μg/mL ; 12 µg/mL and 8.335 µg/mL. methanol extract has the highest antioxidant activity that is 8.335 µg/mL.
ANALISIS SEFADROKSIL DALAM SIRUP KERING DAN DEGRADASINYA PADA SUHU YANG BERBEDA MENGGUNAKAN METODE KCKT Winasih Rachmawati; Dita Puspita Sari; Liska Ramdanawati
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Sefadroksil merupakan antibiotik generasi pertama sefalosporin yang digunakan dalam pengobatan infeksi di saluran pernafasan. Sediaan yang sering di konsumsi untuk anak-anak yaitu sediaan sirup kering (dry syrup). Penambahan air pada suspensi kering sefadroksil akan mempengaruhi stabilitas dari zat aktif jika disimpan dalam jangka waktu yang lama, sehingga dapat memberi pengaruh terhadap degradasi kadar sefadroksil. Metode: Pada penelitian ini persentase penurunan kadar sefadroksil dalam sediaan dianalisis menggunakan Kromatografi Cair Kinerja Tinggi (KCKT) dengan kolom Sunfire C18 5µm (4,6 x 250 mm), perbandingan fase gerak metanol:air (55:45), laju alir 1 ml/menit dan detektor UV pada panjang gelombang maksimum 230 nm. Kondisi tersebut telah memenuhi parameter uji kesesuaian sistem dan validasi metode analisis. Sampel dry sirup direkonstitusi menggunakan akuades, kemudian disimpan selama 14 hari pada suhu ruang (25-30°C) dan lemari pendingin (8°C). Sampel dianalisis pada hari ke-0, 3, 5, 7 dan 14. Hasil Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa terjadi penurunan kadar sefadroksil selama penyimpanan 14 hari. Pada sampel A terjadi penurunan kadar sebanyak 30,31% di suhu ruang dan 24,58% di lemari pendingin. sedangkan pada sampel B terjadi penurunan kadar sebanyak 32,49% di suhu ruang dan 25,56% di lemari pendingin. Namun secara statistik diketahui bahwa suhu penyimpanan tidak berpengaruh signifikan terhadap kadar.
ISOLASI DAN KARAKTERISASI GELATIN DARI KULIT IKAN LELE (Clarias gariepinus) DAN TULANG IKAN GURAME (Osphronemus gourami, Lac) SEBAGAI LIMBAH Lilis Tuslinah; Winda Trisna Wulandari; Ruswanto Ruswanto
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gelatin merupakan suatu zat yang diperoleh melalui hidrolisis parsial kolagen dari kulit, jaringan ikat putih dan tulang hewan. %. Pada penelitian ini dilakukan isolasi, karakterisasi dan uji mutu gelatin dari kulit ikan lele (Clarias gariepinus) dan tulang ikan gurame (Osphronemus gourami, Lac) yang merupakan limbah dalam suasana asam untuk proses hidrolisis kolagen. Hasil karakterisasi dengan FTIR menunjukkan spektrum gelatin hasil isolasi dengan gelatin pembanding memberikan spektrum yang hampir sama, yaitu masing-masing memiliki serapan pada daerah bilangan gelombang 1653 cm-1 dan 1651,07 cm-1 merupakan gugus C=O pada amida yang menunjukkan rantai ?-helix sebagai struktur khas dari gelatin serta memiliki pola spectrum yang sama pada daerah sidik jarinya. Berdasarkan uji mutu gelatin yang diperoleh dari kulit ikan lele dan tulang ikan gurame adalah masing- masing rendemen 4,23% dan 4,33%; kadar abu 0,02% dan 1,56%; susut pengeringan 6,79% dan 12,39%; derajat keasaman 6,70 dan 6,03 serta kadar gelatin 48,515% dan 57,46% sehingga limbah ini bisa dijadikan sumber gelatin yang halal
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN, PENETAPAN KADAR TOTAL FLAVONOID DAN SENYAWA FENOLIK EKSTRAK DAUN DAN BATANG SUBONG-SUBONG (Scaevola taccada L.) Wempi Budiana; Hilda Novianti; Asep Roni
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanaman subong-subong (Scaevola taccada L.) merupakan tanaman yang termasuk dalam famili Goodeniaceae, Penelitian ini bertujuan untuk menetapkan kadar total fenol dan flavonoid dan aktivitas antioksidan dari ekstrak daun dan batang tanaman Subong-Subong. Ekstraksi simplisia dilakukan dengan metode refluks menggunakan tiga pelarut dengan polaritas yang berbeda. Pengujian antioksidan menggunakan metode DPPH dan CUPRAC, dan penentuan kadar total fenol dan flavonoid menggunakan spektrofotometri UV-sinar tampak. Ekstrak etanol daun memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 109,81 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 102,75 ± 0,443 ?g/mL), flavonoid total (2,160 ± 0,041 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (4,695 ± 0,008 mg GAE/100 mg ekstrak). Ekstrak etanol batang memiliki nilai IC50 DPPH (IC50 87,15 ± 0,707 ?g/mL) dan nilai EC50 CUPRAC (EC50 153,72 ± 1,595 ?g/mL), flavonoid total (1,663 ± 0,029 mg QE/100 mg ekstrak), fenol total (5,499 ± 0,014 mg GAE/100 mg ekstrak). Dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol batang memiliki aktivitas antioksidan yang paling kuat.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI EKSTRAK AIR HELAI DAUN DENGAN AKAR Plantago major L. sherly tandi arrang; Melda Kurniawan
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dilakukan uji aktivitas antioksidan dari ekstrak air helai daun dan akar Plantago major L. Helai daun dan akar Plantago major L. diekstraksi dengan menggunakan microwave pada suhu 70oC selama 20 menit. Uji Aktivitas antioksidan ditentukan dengan metode peredaman radikal bebas DPPH dengan bantuan spektrofotometri sinar tampak. Aktivitas antioksidan dihitung sebagai EC50 yaitu konsentrasi yang meredam 50% dari jumlah radikal bebas. Hasilnya diperoleh EC50 ekstrak air helai daun setara dengan 548,29 ± 18,50 bpj serbuk helai daun, sedangkan EC50 ekstrak air akar yaitu setara dengan 1676,45 ± 30,19 bpj serbuk akar. Disimpulkan bahwa aktivitas antioksidan total helai daun Plantago major L. relatif lebih besar dibandingkan akarnya.

Page 9 of 19 | Total Record : 190


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue