cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
ANALISIS WAKTU TUNGGU PELAYANAN RESEP DI PUSKESMAS WILAYAH KOTA TEGAL (BERDASARKAN PERMENKES NO 74. TAHUN 2016) Prabandari, Sari; Prabasiwi , Adilla
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sebagai pelayanan kesehatan dasar di Kecamatan, Puskesmas harus memperhatikan hal-hal yang terkait dengan pelayanan farmasi terutama waktu tunggu pelayanan obat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui waktu tunggu pelayanan resep obat jadi dan obat racikan, berdasarkan Permenkes No. 74 Tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini dilakukan selama 5 bulan yaitu bulan Mei 2019 – September 2019. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh resep di Puskesmas wilayah Kota Tegal. Sampel berasal dari puskesmas kecamatan terpilih yang mewakili setiap kecamatan. Sampel berjumlah 100 resep secara random dimana terdiri dari resep obat jadi dan obat racikan. Analisis dan evaluasi lamanya waktu tunggu mengacu pada Permenkes No 74 Tahun 2016. Sumber data penelitian primer dan alat dalam penelitian ini adalah berupa lembar observasi waktu tunggu resep dan pedoman wawancara mendalam terhadap SDM instalasi farmasi Puskesmas. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan rata-rata waktu tunggu pelayanan resep di Puskesmas Di Kota Tegal menurut Permenkes No 74 tahun 2016 telah memenuhi syarat yaitu 6,42 menit atau ? 15 menit untuk obat jadi, dan 11,68 menit ? 30 menit untuk obat racikan.
FORMULASI EMULGEL TRANSDERMAL ASETOSAL MENGGUNAKAN SPAN 80 KOMBINASI TWEEN 80 SEBAGAI EMULGATOR Unhy, Nirwati Rusli
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i3.157

Abstract

Asam asetil salisilat atau yang lebih dikenal dengan asetosal atau aspirin merupakan senyawa yang memiliki khasiat sebagai analgesik, antipiretik, dan anti inflamasi pada penggunaan dosis besar. Saat ini asetoal dengan dosis rendah merupakan antiplatelet yang sering digunakan pada pasien dengan penyakit jantung koroner maupun pada hipertensi berat untuk mencegah stroke. Penelitian yang diusulkan akan difokuskan pada formulasi Tween 80 kombinasi Span 80 sebagai emulgator dalam formulasi sediaan emulgel transdermal asetosal. Penelitian ini menggunakan metode eksprimen dengan membuat sediaan emulgel transdermal asetosal menggunakan Tween 80 kombinasi Span 80 sebagai emulgator dengan variasi konsentrasi 4%, 4,5%, 5%, 10%, kemudian dilakukan evaluasi sediaan transdermal asetosal. Tingkat kesiapterapan teknologi telah direview dan dilakukan survei bahan bahwa asetosal sebagai obat yang potensial dan dapat dikembangkan menjadi sediaan emulgel transdermal melalui penggunaan Tween 80 kombinasi Span 80. Kemudian dilakukan evaluasi emulgel transermal asetosal menunjukan bahwa konsentrasi 10% Twen 80 kombinasi Span 80 menghasilkan sediaan emulgel transdermal asetosal yang paling baik. Kata kunci :Tween 80, Span 80, emulgel transdermal, asetosal.
Pemantauan Efek Samping Obat Kombinasi Antidiabetes dan Fitofarmaka “X” Pada Pasien DM Tipe-2 di Komunitas Yulianto; Aditama, Lisa; Kartini, Kartini; Pranoto, Agung
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pedoman penatalaksanaan DM merekomendasikan kepatuhan keteraturan gaya hidup dan pengobatan utuk mencapai kontrol glikemik yang baik untuk meminimalkan resiko komplikasi jangka pendek dan jangka panjang. Obat fitofarmaka “X” yang sedang berkembang sebagai penunjang terapi DM perlu adanya monitoring terkait keamanan terapi kombinasi obat. Penelitian ini menggunakan metode Prospective Cohort Study untuk menilai kausalitas pengaruh terapi kombinasi fitofarmaka “X” pada kejadian Adverse Drug Reactions (ADR)/ efek samping Obat (ESO) pada pasien DM tipe-2 di Rumah Diabetes UBAYA selama 1 bulan. Penelitian ini menunjukkan bahwa terapi kombinasi obat antidiabetes konvensional + fitofarmaka “X” mengalami kejadian ESO berupa gejala hipoglikemik (pusing, gemetaran), mual, diare dan dan abdominal discomfort pada pre-post treatment. Efek samping obat yang muncul terkadang tidak dikenali dan dipahami oleh pasien. Untuk itu perlu manajemen yang baik dalam mengelola terapi obat antidiabetes konvensional maupun kombinasi dengan fitofarmaka “X” pada pasien diabetes mellitus tipe 2 di komunitas
AKTIVITAS ANTIKOAGULAN DAUN UNGU (Graptophyllum pictum (Linn.) Griff) DENGAN METODE LEE-WHITE DAN HAPUSAN DARAH Simaremare, Eva; Awuy, Jessy Alfritha; Gunawan, Elsye
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.160

Abstract

Daun ungu merupakan salah satu tumbuhan yang berkhasiat dalam pengobatan. Beberapa manfaatnya sebagai antidiabetes, photoprotective, pelindung pankreas, antimitosis, antibakteri, dan untuk memperlancar haid. Flavonoid sebagai salah satu metabolit sekunder dari daun ungu diketahui mampu mengencerkan darah atau sebagai antikoagulan. Maka penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antikoagulan dari ekstrak etanolik daun ungu pada sampel golongan darah A, B, AB, dan O. Metode ekstraksi yang digunakan adalah maserasi, untuk antikoagulan menggunakan metode modifikasi Lee-White dan hapusan darah, dan untuk analisa data secara deskriptif. Hasil yang diperoleh untuk aktivitas antikoagulan esktrak daun ungu terhadap sampel golongan darah secara visual terjadi penggumpalan darah. Secara mikroskopik terlihat sel-sel darah yang tidak terpisah, saling berkaitan satu sama lain dan tampak berkelompok serta terlihat padat. Kesimpulannya yaitu tidak adanya aktivitas antikoagulan pada ekstrak etanol daun ungu.
Indikator Asam basa dari Limbah Kulit Rambutan (Nephelium lappaceum. L) Aprillia, Ade Yeni; Faturochman, Muhammad; Tuslinah, Lilis; Gustaman, Firman; Istikomah, Ulfah Nurul; Alifia, Lastri
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.162

Abstract

Pigmen antosianin yang terdapat pada limbah kulit buah Rambutan (Nephelium lappaceum. L), memiliki kelarutan dalam air sehingga mampu bereaksi baik dengan asam ataupun basa. Perubahan warna antosianin pada ekstrak kulit rambutan ini dapat menjadi potensi sebagai indikator dalam menentukkan titik akhir pada titrasi asam basa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ekstrak dari limbah kulit rambutan dapat digunakan sebagai indicator asam basa. Ekstraksi kulit buah Rambutan dilakukan menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol_HCl 1%. Karakteristik Indikator meliputi uji perubahan warna dalam asam dan basa, menentukkan trayek, uji stabilitas ekstraks dan aplikasinya dalam titrasi asam basa. Hasil karakteristik indikator dari ekstrak kulit Rambutan (Nephelium lappaceum. L) memberikan perubahan warna yang berbeda dalam lingkungan asam dan basa coklat pada range pH 2-8 dari merah menjadi coklat tua. Ekstrak etanol paling stabil pada pH 2 dan pH 3 dengan nilai signifikansi (p<0,05) yaitu 0,032 yang menandakan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada pH 2 dan pH 3. Indicator ekstrak etanol kulit buah Rambutan memiliki hasil analisis yang hampir sama denga indikator Phenofthalein pada titrasi asam basa. Ekstrak etanol dari limbah kulit rambutan dapat digunakan sebagai indikator titrasi asam basa
HUBUNGAN ANTARA OBESITAS DENGAN PROFIL KOLESTEROL-LDL, APOLIPOPROTEIN B DAN SMALL DENSE LDL PADA REMAJA Kaniawati, Marita; Sukmawati, Ika Kurnia; Manik, Theresia Nandah
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Prevalensi obesitas yang terus meningkat menjadi salah satu masalah kesehatan di Indonesia. Obesitas juga berkaitan dengan terjadinya dislipidemia. Dislipidemia memiliki hubungan erat dengan terjadinya aterosklerosis dan berujung pada infark miokard akut. Dislipidemia ditunjukkan dengan adanya peningkatan Kolesterol total, Kolesterol-LDL, ataupun trigliserida, atau adanya penurunan Kolesterol-HDL. Subtipe Kolesterol-LDL yang paling bahaya adalah Small dense LDL. Obesitas juga berkaitan dengan tingginya kadar Apolipoprotein B. Tujuan: Melihat profil Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL serta melihat kemungkinan adanya hubungan antara obesitas dengan Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL pada remaja obes dan non obes. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan metode observasional deskriptif dengan desain cross sectional study. Subjek penelitian adalah 76 mahasiswa Universitas Bhakti Kencana . Obesitas ditentukan berdasarkan ukuran lingkar pinggang. Hasil: Dari 76 subjek ditemukan 30 subjek obes dan 27 subjek non obes dengan kadar Kolesterol-LDL di atas nilai normal, terdapat 19 subjek obes dan 7 subjek non obes dengan kadar Apolipoprotein B di atas nilai normal dan terdapat 14 subjek obes dan 4 subjek non obes yang memiliki Small dense LDL. Kesimpulan: Subjek obes cenderung memiliki kadar Kolesterol-LDL dan Apolipoprotein B di atas nilai normal dan memiliki Small dense LDL serta terdapat hubungan antara obesitas dengan kadar Kolesterol-LDL, Apolipoprotein B dan Small dense LDL.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AIR SAGA POHON (Adenanthera pavonina L.) DENGAN METODE BRINE SHRIMP LETHALITY BIOASSAY (BSLB) Arnanda, Quinzheilla Putri; Lestari, Shinta; Ramadhan, Saqila Alifa; Fatimah, Diah Siti; Widiyastuti, Shella; Oktaviani, Dede Jihan; Megantara, Sandra
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.168

Abstract

Ekstrak air saga pohon (Adenanthera pavonina L.) banyak digunakan dalam pengobatan antiinflamasi dan analgesik, namun masih belum diketahui toksisitasnya. Kandungan kimia dari daun saga pohon adalah alkaloid, triterpen, sterol, asam lemak, flavonoid, dan pavonin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui toksisitas ekstrak air saga pohon menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Bioassay (BSLB) dengan konsentrasi ekstrak 15.625; 31.25; 62.5; 125; 250; 500 dan 1000 g/ml yang dilakukan terhadap larva udang (Artemia salina Leach) menggunakan teknik microwell. Diperoleh hasil yaitu tidak ditemukan kematian larva udang di berbagai konsentrasi, sehingga dapat dikatakan ekstrak air saga pohon tidak bersifat toksik dan aman digunakan untuk pengobatan reumatik dan asam urat. Kata kunci: Adenanthera pavonina L., BSLB, LC50, toksisitas.
PEMODELAN FARMAKOFOR, SKRINING VIRTUAL, DAN PENAMBATAN MOLEKUL SENYAWA METABOLIT DALAM EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) SEBAGAI SENYAWA ANTIHIPERTENSI Fatimah, Diah Siti; Oktaviani, Dede Jihan; Widiyastuti, Shella; Arnanda, Quinzheilla Putri; Lestari, Shinta; Ramadhan, Saqila Alifa; Megantara, Sandra
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i2.169

Abstract

Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang banyak diderita masyarakat dunia dengan adanya peran dari angiotensin converting enzyme (ACE). Daun salam (Syzygium polyanthum (Wight) Walp.) merupakan tumbuhan yang banyak mengandung golongan metabolit sekunder yang memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui senyawa aktif pada daun salam yang memiliki aktivitas sebagai antihipertensi. Metode yang dilakukan adalah teknik in silico yang terdiri dari pemodelan farmakofor, skrining virtual, dan penambatan molekular terhadap metabolit sekunder dalam daun salam. Parameter yang digunakan dalam penelitian berupa pharmacophore fit score, % hit rate, % yield, nilai Area Under Curve (AUC), nilai Lipinski’s Rule of Five, energi Gibbs, dan nilai Root Mean Square Deviation (RMSD). Hasil validasi model farmakofor menunjukkan nilai pharmacophore fit score sebesar 48,49; hit rate sebesar 88,80% ; AUC100% sebesar 0,82; dan nilai EF1% sebesar 1,1. Hasil pemodelan farmakofor dari gugus aktif menunjukkan bahwa terdapat tiga gugus akseptor hidrogen. Hasil skrining virtual dengan asam galat menunjukkan hit rate 100%, nilai pharmacophore fit score sebesar 48,03%, dan memenuhi semua kriteria Lipinski’s Rule of Five. Hasil penambatan molekul ligan asam galat dengan reseptor ACE diperoleh afinitas terbaik pada ?G = -6,1 kkal/mol dan RMSD 0,00. Hal ini menunjukkan bahwa asam galat memiliki afinitas yang kurang baik terhadap reseptor ACE dibandingkan dengan enalaprilat dengan ?G = -9,1 kkal/mol.
Pengaruh Variasi Surfaktan Terhadap Mikroemulsi Minyak Atsiri Lengkuas (Oleum galanga) Noni Rahayu Putri, noni_rahayu
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.171

Abstract

Mikroemulsi adalah sistem dispersi minyak dan air yang distabilkan oleh lapisan antarmuka molekul surfaktan dan co-surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasi mikroemulsi dari minyak atsiri lengkuas (Alpinia galanga L.) menggunakan berbagai jenis surfaktan. Mikroemulsi dapat meningkatkan kelarutan minyak dalam saluran pencernaan dan penetrasi minyak kedalam kulit. Sediaan mikroemulsi dibuat dalam tiga formula yaitu F1 (sodium lauryl sulfate 20%), F2 (tween 80 20%) dan F3 (sodium lauryl sulfate: tween 80, 10%: 10%). Dalam studi ini, mikroemulsi akan dievaluasi secara fisik selama 6 minggu menggunakan metode uji cycling test dan pengukuran ukuran partikel menggunakan Particle Size Analyzer SZ-100. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa F3 membentuk mikroemulsi yang jernih dan stabil secara fisik selama 6 minggu pengamatan dan memiliki ukuran partikel 323,6 nm.
AKTIVITAS ANTIINFEKSI EKSTRAK ETANOL TANAMAN FAMILI ASTERACEAE TERHADAP BAKTERI DAN JAMUR PATOGEN Mulyani, Yani; Kurnia Sukmawati, Ika; Bagus Suryadi, Bambang
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70410/jfg.v7i1.172

Abstract

Penyakit infeksi merupakan salah satu permasalahan kesehatan khususnya di negara berkembang dan terus meningkat dari tahun ke tahun. Peningkatan ini dikarenakan adanya resistensi obat, peningkatan infeksi oportunistik, dan infeksi jamur sistemik sehingga diperlukan alternatif baru untuk menanggulangi penyakit tersebut, salah satunya dengan penggunaan obat dari bahan alam yaitu tanaman famili Asteraceae. Famili Asteraceae sudah banyak digunakan secara tradisional di Kalimantan sebagai obat luka, selain itu banyak penelitian mengenai kajian aktivitas antimikroba dan kandungan senyawa aktif antimikroba yang terdapat pada tanaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas tanaman famili Asteraceaeyaitu insulin, sambung nyawa, bandotan, sembung dan afrika terhadap bakteri Escherichia coli, Salmonella thypi, Vibrio cholera, Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, Bacillus cereus, dan jamur Candida albicans, Trichophyton mentagrophytes, Microsporum gypseum, Aspergillus niger, Microsporum canis, dan Malassezia furfur. Pengujian dilakukan dengan menentukan konsentrasi hambat minimum (KHM) dari ekstrak etanol daun dari kelima tanaman tersebut dengan metode difusi agar. Studi lanjut dilakukan dengan menentukan aktivitas antijamur dari ekstrak dengan KHM terbaik dengan melihat kurva pertumbuhan yang diperoleh dari penentuan time killing. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak dengan aktivitas terbaik adalah ekstrak daun afrika terhadap jamur Trichophyton mentagrophytes (KHM = 0,025 mg/mL) dan terhadap bakteri Streptococcus pyogenes (KHM 0,75 mg/mL). Berdasarkan pengujian time killing, ekstrak tersebut memiliki aktivitas bakteriostatik dan fungistatik sampai konsentrasi 8 KHM.

Page 11 of 19 | Total Record : 190


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue