cover
Contact Name
Reza Pratama
Contact Email
reza.pratama@bku.ac.id
Phone
+6281221673803
Journal Mail Official
jfg@bku.ac.id
Editorial Address
https://journal.bku.ac.id/jfg/index.php/jfg/about/editorialTeam
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Farmasi Galenika
ISSN : 24069299     EISSN : 25794469     DOI : https://doi.org/10.70410/jfg
Core Subject : Health,
The aim of JFG is to become a media for the publication of articles on Pharmaceutical and related practice-oriented subjects in the pharmaceutical sciences and technology. The scope of the journal is Pharmaceutical sciences, its research and its application. The journal aims to cover the latest outstanding developments in the field of Pharmaceutical science and Technology but not limited to the following branches: Pharmaceutics Pharmaceutical technogy International Regulatory Validation Techniques Industrial Pharmacy Nanotechnology Novel Drug Delivery Systems Quality Control Quality Assurance BioTechnology Bioinformatics Proteomics Biochemistry Pharmacognosy Herbal technology Pharmacology Toxicology Pharmacy Practice Pharmacoinformatics Phytochemistry Pharmaceutical Analysis Chiral Chemistry Synthetic Chemistry Drug Development Clinical Pharmacy Pharmacogenomics Pharmacetical Engineering
Articles 190 Documents
PERBANDINGAN METODE MASERASI DAN REFLUKS TERHADAP RENDEMEN EKSTRAK DAUN SELUTUI PUKA (Tabernaemontana macrocarpa Jack) Fitri Handayani; Anita Apriliana; Lisa Ariyanti
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masyarakat suku dayak di Kalimantan Timur secara empiris menggunakan selutui puka pada bagian daun untuk mengobati sakit gigi dan sariawan dengan cara direbus kemudian dikumurkan. Potensi selutui puka sebagai obat tradisional dapat dibuat dalam bentuk ekstrak. Rendemen ekstrak salah satu faktor baiknya suatu metode ekstraksi. Faktor yang mempengaruhi rendemen adalah lama ekstraksi dan akurasi lama waktu yang digunakan berpengaruh terhadap efisiensi proses. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan metode maserasi dan refluks terhadap rendemen ekstrak daun selutui puka. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Tahapan penelitian dimulai dengan pengumpulan sampel, pengolahan sampel, proses ekstraksi, penetapan rendemen, penetapan kadar air dan skrining fitokimia. Metode ekstraksi yang digunakan adalah metode maserasi dan refluks. Analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa metode refluks menghasilkan nilai rata-rata rendemen tertinggi yaitu sebesar 25,76% dan maserasi menghasilkan nilai rata-rata yaitu sebesar 24,37%. Kadar air ekstrak pada maserasi sebesar 14,67 dan pada refluks sebesar 14,83. Ekstrak daun selutui puka mengandung senyawa metabolit sekunder yaitu alkaloid, flavonoid, tanin dan saponin.
PENGARUH KONSENTRASI Na-CMC ECENG GONDOK (Eichhornia crassipes (Mart.) Solms.) MENGGUNAKAN CROSSLINKER ASAM SUKSINAT TERHADAP UKURAN PARTIKEL DENGAN METODE NANOPRESIPITAS Ida Musfiroh
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini telah banyak dijumpai alternatif polimer dari alam sebagai sistem penghantaran obat yang bersifat biodegradable dan biocompatible. Salah satu polimer yang berhasil disintesis bersumber bahan alam yaitu Na-CMC dari eceng gondok. Tujuan penelitian ini yaitu untuk menganalis pengaruh ukuran partikel hidrogel Na-CMC dari eceng gondok yang dibuat dengan metode nanopresipitasi menggunakan zat aktif Na-diklofenak. Metode penelitian meliputi: optimasi metode nanopresipitasi, penentuan variasi konsentrasi Na-CMC eceng gondok, pembuatan hidrogel Na-CMC eceng gondok menggunakan crosslinker asam suksinat dengan metode nanopresipitasi, karakterisasi dengan Spektrofotometri IR, dan penentuan ukuran partikel dengan Particle Size Analyzer (PSA). Hasil penelitian menunjukkan pada variasi konsentrasi Na-CMC eceng gondok yang digunakan pada konsentrasi 1%, 3%, dan 5% menghasilkan spektru IR dengan gugus fungsi ester sebagai hasil dari reaksi antara Na-CMC eceng gondok dan asam suksinat pada rentang bilangan gelombang 1722,43 cm-1 hingga 1728,22 cm-1; sedangkan hasil analisis ukuran partikel (berdasarkan nilai mean) berturut-turut yaitu yaitu 100 nm, 113 nm, dan 326 nm. Penelitian ini menunjukkan bahwa Na-CMC yang disintesis dari eceng gondok dapat dikembangkan menjadi sediaan hidrogel nanopartikel.
OPTIMASI METODE UNTUK MENINGKATKAN RENDEMEN SELULOSA MIKROKRISTAL YANG TERBUAT DARI NATA DE TUBEROSUM Ira Adiyati Rum; Gina Ginayah Amaliah; Dahlia Permatasari
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang: Indonesia dikenal memiliki beraneka ragam sumber daya alam namun hingga saat ini 95% bahan baku obat diimpor salah satunya SM. SM dapat diperoleh dari berbagai sumber, baik dari tumbuhan maupun hasil fermentasi, salah satunya yaitu nata. Nata adalah produk fermentasi yang dibuat dengan bantuan Acetobacter xylinum. Tujuan: Mengetahui SM yang dihasilkan apakah memiliki karakteristik yang sama dengan Avicel®102, metode mana yang menghasilkan rendemen selulosa mikrokristal lebih banyak dan mengetahui berapa persen efisiensi peningkatan rendemen. Metodologi: Optimasi metode dilakukan untuk meningkatkan rendemen yaitu metode penambahan sukrosa, metode penambahan starter dan metode hidrolisis. Hasil: Evaluasi karakteristik (uji organoleptik, pH dll) dan sifat fisikokimia (FTIR, SEM dan XRD) dari SM Nata de tuberosum telah memenuhi persyaratan dan mempunyai kemiripan dengan Avicel®pH102 tetapi memiliki ukuran partikel yang lebih besar. Kesimpulan: SM yang dihasilkan memenuhi persyaratan dan karatretistiknya sama dengan Avicel®102. Metode yang dapat meningkatkan rendemen yaitu penambahan starter 12,5%, dan efisiensi peningkatan 0,34% Background : Indonesia is known to have rich natural resources, but is currently 95% of drug raw materials imported one MC. MC retrieved from various sources, both from plant or fermented, one that is nata. Nata is fermented product that is made with the help of Acetobacter xylinum. The purpose is MC produced has the same characteristics with Avicel® 102 is which method produces microcrystalline cellulose yield more and find out how many percent efficiency improvement yield. Methodology : Method of optimization is done to improve yield the addition method sucrose, addition method starter and hydrolysis method. Results: Evaluation of characteristics (organoleptic test, pH etc.) and physicochemical properties (FTIR, SEM and XRD) of SM Nata de tuberosum has met the requirements and has similarities with Avicel® pH102 and has a larger size. Conclusion: The resulting MC agreed to the terms and characteristics of Avicel®102. A method that can increase yield is increasing starter 12.5%, and increasing efficiency by 0.34%
Profil Penggunaan Obat Kortikosteroid Pada Pasien Rawat Jalan Di Salah Satu Rumah Sakit Kota Bandung Ida Lisni; Nenden Ufiyani; Entris Sutrisno
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kortikosteroid mempunyai spektrum indikasi yang luas dapat digunakan sebagai terapi pengganti, menekan peradangan dalam berbagai penyakit inflamasi dan juga untuk autoimun. Namun dengan spektrum indikasi yang luas dan penggunaanya yang berpekepanjangan dapat menyebabkan berbagai efek samping seperti chusing sindrom, hiperglikemia, hipertensi, dll . Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran penggunaan obat kortikosteroid pada pasien rawat jalan di Rumah Sakit dan untuk menilai ketepatan pemberian obat kortikosteroid berdasarkan dosis dan potensi interaksi obat. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan metode deskriptif yang dilakukan secara retrospektif. Metode penelitian ini meliputi penetapan kriteria pasien yang akan dikaji, penetapan kriteria obat dan menetapkan kriteria penggunaan obat, kemudian dilakukan pengumpulan atau pengorganisasian data, pengkajian data secara kuantitatif dan kualitatif lalu dilakukan pengambilan keputusan serta saran. Jumlah resep pasien rawat jalan yang menggunakan obat kortikosteroid selama bulan Februari 2018 sebanyak 290 resep. Pasien yang paling banyak menerima obat kortikosteroid adalah pasien perempuan (59,40%) pada usia dewasa (68,63%) dengan obat yang paling banyak diresepkan adalah metilprednisolon 4 mg (28,97%). Dosis yang diberikan terdapat dosis lebih (1,14%), dosis kurang (1,90% ) dan dosis tepat (96,96%). Sedangkan potensi interaksi obat yang terjadi yaitu pada tingkat mayor (40,38%) dan moderat (69,23%) dengan mekanisme secara farmakokinetik (42,11%) dan interaksi secara farmakodinamik (57.89%).
PENGARUH MORDANTING DAN PEMANASAN PADA PEWARNAAN KAIN DARI PEWARNA ALAMI ANTOSIANIN EKSTRAK MASERASI BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) NURCAHYO, HERU
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The choice of roselle in this study was due to the anthocyanin content in the crown of roselle (Hibiscus sabdariffa L) 0.795% and gave a strong color pigmentation such as red, orange, purple, and blue. The purpose of this research is the application of natural dyes as natural dyes that are economical and friendly to the environment. This research is an experimental research laboratory (experimental research) using a Completely Randomized Design (RAL) with three different formatting factors in mordanting treatment and differences in the immersion time of 10 minutes, 30 minutes and 60 minutes by heating the oven to a temperature of 500C and fixation using alum of 10% w / v. testing includes color homogeneity test, organoleptic test covering color and smoothness level with the hedonic scale method, color value test, and colorfastness using Straining Scale method. the best treatment seen by the hedonic scaled analysis method using one-sample t-Test showed that different concentration treatments affect the color and smoothness by using mordan alum. The dyeing time affects the color density based on the test of the intensity of the color "value" produces an intermediate level of "tone". The results of the analysis of the Strainning Scale to test the resistance to dry rubbing obtained an average Color Difference value of 3.48 so that the obtained value of the fastness 4-5 which means "good", the results of the extraction of rosella flowers can be used as natural dyes.
UJI KUALITAS MINYAK GORENG BUAH MERAH (Pandanus conoideus Lam.) ASAL WAMENA DENGAN VARIASI WAKTU PEMANASAN Eva Simaremare; Zipora Kogoya; Rani Dewi Pratiwi
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buah merah ( Pandanus conoideus Lam.) adalah buah tradisional dari Papua asal Wamena yang biasanya disebut masyarakat lokal dengan panggilan tawi atau kuansu. Buah merah oleh masyarakat Wamena biasa disajikan untuk makanan, mengobati berbagai macam penyakit yang mematikan. HIV/AIDS, Diabetes Melitus, Hipertensi, Kanker dan lain-lain. Serta mengoreng beberapa bahan makanan. Pemanasan yang digunakan oleh masyarakat secara terus-menerus ditakutkan memiliki resiko. Sehingga tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji kualitas minyak goreng buah merah dengan variasi waktu pemanasan satu sampai tiga kali pemanasan. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen dengan mengamati penetapan kadar air, bilangan asam, penetapan asam lemak bebas, dan bilangan peroksida. Hasil penelitian terdapat perbedaan yaitu pada kadar air minyak goreng buah merah, pemanasan I = 48,34%, pemanasan II = 42,66%, dan pemanasan III = 27,01%, pada bilangan asam pemanasan I = 7,01 mg KOH/g, pemanasan II = 3,65 mg KOH/g, dan pemanasan III = 3,37 mg KOH/g, penetapan asam lemak bebas pemanasan I = 19,63 %, pemanasan II= 16,82 %, dan pemanasan III = 14,02 %, dibandingkan dengan minyak goreng biasa lebih besar tidak sesuai syarat yang ditetapkan oleh SNI. bilangan peroksida hasil pemanasan I= 4,% mg O2/g, pemansan II= 4, ,% mg O2/g, dan pemanasan III= 2,% mg O2/g. Sehingga pengujian pada Bilangan Peroksida lebih rendah dibandingkan dengan minyak goreng biasa syarat yang dtetapkan oleh SNI, kesimpulan dari penelitian minyak goreng buah merah dapat digunakan untuk mengkomsumsi kembali selama tiga kali pemanasan.
AKTIVITAS ANTIDIABETES KOMBINASI EKSTRAK ETANOL BIJI KLABET, BUAH MENGKUDU, DAN BIJI JINTAN HITAM DIBANDINGKAN DENGAN MASING-MASING EKSTRAKNYA PADA TIKUS YANG DIINDUKSI ALOKSAN Musfiroh, Ida
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian sebelumnya telah membuktikan bahwa kombinasi ekstrak etanol biji klabet (Trigonella foenum graecum L.) pada dosis 1 g/kg BB, buah mengkudu (Morinda citrifolia L.) pada dosis 0,5g/kg BB, dan biji jintan hitam (Nigella sativa L.) pada dosis 1g/kg BB memberikan aktivitas antidiabetes pada tikus putih jantan yang diinduksi aloksan. Penilitian ini bertujuan untuk menguji aktivitas antidiabetes kombinasi ekstrak etanol tumbuhan tersebut (disingkat menjadi uji 1) jika dibandingkan dengan masing-masing ekstraknya (uji 2, uji 3, dan uji 4 secara berurutan). Glibenklamid pada dosis 0,45 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol positif dan aloksan pada dosis175 mg/kg BB digunakan sebagai kontrol negatif. Metode pengukuran kadar glukosa darah dilakukan dengan menggunakan glukometer Accu check dengan metode enzimatik menggunakan strip test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji 1, uji 2, uji 3, dan uji 4 berpengaruh secara signifikan (sig. ? < 0,05) terhadap kontrol negatif. Uji 1 memberikan aktivitas antidiabetes paling baik pada hari ke-4 setelah perlakuan, dengan persentase penurunan kadar glukosa darah relatif paling tinggi sebesar 60,39%, diikuti oleh kontrol positif sebesar 53,36%, uji 3 sebesar 47,73%, uji 2 sebesar 37,49% dan uji 4 sebesar 37,03%. Namun, secara statistik, aktivitas antidiabetes yang dihasilkan oleh uji 1 tidak berbeda signifikan terhadap kontrol positif, uji 2, uji 3, dan uji 4.
KARAKTERISTIK UJI ANTIOKSIDAN DAN PENGEMBANGAN SEDIAAN GEL DAN DAUN CINCAU (Premna Oblongata Miq): KARAKTERISTIK UJI ANTIOKSIDAN DAN PENGEMBANGAN SEDIAAN GEL DAN DAUN CINCAU (Premna Oblongata Miq) Najihudin, Aji
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daun cincau hijau (Premna oblongata Miq) merupakan tanaman asli Indonesia dengan kandungan polifenol dan flavonoid yang berperan sebagai antioksidan dan dapat melindungi tubuh dari paparan sinar UV. Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan aktivitas antioksidan ekstrak dan fraksi kemudian dilakukan pengembangan formulasi sediaan gel dari fraksi teraktif daun cincau hijau (Premna oblongata Miq.) yang tepat sehingga dihasilkan gel antioksidan yang efektif, stabil, dan aman dalam penggunaannya. Pengujian aktivitas antioksidan ekstrak, fraksi etil asetat, fraksi n Heksan dan fraksi air dengan nilai IC50 58,12 ppm, 46,93 ppm, 419,26 ppm dan 60,55 ppm menggunakan metode DPPH. Hasil pengujian optimasi basis menunjukan formula karbopol 940 0,5% menunjukan evaluasi yang paling baik. Kemudian dilakukan formulasi sedian gel menggunakan basis 0,5 % dengan variasi konsentrasi fraksi daun cincau hijau yaitu 10;20 dan 30% . Berdasarkan pengujian antioksidan sediaan menunjukan aktivitas antioksidan masing-masing sediaan yaitu 51,50; 74,85; dan 76,01 ppm. Hasil evaluasi fsik dilihat dari parameter organoleptik, homogenitas, pH dan viskositas menunjukan sediaan gel relatif stabil dan aman. Hasil uji kemanan sediaan gel tidak menunjukan terjadinya iritasi.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE ANALISIS KANDUNGAN FORMALIN DALAM BUNGA KOL YANG DIJUAL DI PASAR JAKARTA UTARA Gunawan, Untung
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan formalin sebagai pengawet makanan dilarang karena bersifat karsinogen. Kondisi lingkungan di Jakarta Utara yang bersuhu tinggi, lembab, dan berlokasi dekat laut seringkali menyebabkan penyalahgunaan formalin sebagai pengawet pada sayur-sayuran untuk meningkatkan waktu penyimpanannya, termasuk dalam bunga kol (Brassica oleracea). Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan metode analisis yang valid untuk penetapan formalin dalam bunga kol yang dijual di 6 kecamatan yang terletak di Jakarta Utara. Metode penelitian meliputi optimasi derivatisasi formalin, ekstraksi formalin dari bunga kol, validasi metode analisis, dan penentuan kandungan formalin dalam bunga kol, Hasil penelitian menunjukan kondisi optimum derivatisasi pada konsentrasi asam kromatropat 100 kali konsentrasi formalin, suhu derivatisasi 60°C selama 15 menit. Ekstraksi formalin dilakukan menggunakan asam fosfat 10%, kemudian sampel didestilasi. Metode memberikan hasil yang valid, pengujian spesifisitas menunjukan tidak terdapat interferensi, metode memberikan hasil yang linear pada rentang konsentrasi 2 - 10 ?g/mL. Batas deteksi dan batas kuantisasi metode berturut-turut sebesar 0,55 ?g/mL dan 1,68 ?g/mL. Metode memberikan hasil yang akurat dengan perolehan kembali sebesar 96,2%; 97,4%; dan 96,9% dan presisi dengan koefisien variasi sebesar 2,1%; 2,0%; dan 1,5% berturut-turut pada konsentrasi 4, 5, dan 6 ?g/mL. Pengujian bunga kol di 30 pasar Jakarta Utara menunjukan rerata kandungan formalin sebesar 32,42 mg per kg sampel. Kata Kunci : Bunga Kol, Formalin, Jakarta Utara, Validasi Metode Analisis
ISOLASI DAN IDENTIFIKASI SECARA MOLEKULER JAMUR ENDOFIT DARI UMBI BAWANG RAMBUT (Allium Chinense G. Don) Prima, Sylvia Rizky
JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3
Publisher : Universitas Bhakti Kencana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jamur endofit Byssochlamys spectabillis telah berhasil diisolasi dari umbi bawang rambut ( Allium chinense G. Don). Pemilihan tanaman bawang rambut dikarenakan penggunaan tanaman ini sebagai obat tradisional oleh masyarakat Bulungan, Kalimantan Utara. Masyarakat Bulungan menggunakan tanaman ini sebagai obat sakit kepala, radang tenggorokan, sinusitis dan jantung koroner. Hasil penelitian terdahulu diketahui bawang rambut memiliki aktivitas antibakteri, antioksidan, antiinflamasi, antikanker dan antikolesterol. Jamur endofit diyakini dapat memiliki aktivitas dan menghasilkan metabolit sekunder yang mirip dengan tanaman inangnya. Hal inilah yang mendasari penelitian ini.Jamur endofit diperoleh dari jumlah sampel tanaman yang sangat sedikit tetapi dapat menghasilkan rendemen yang tinggi. Dalam penelitian ini, isolasi jamur endofit dilakukan dengan melakukan penanaman sampel tanaman didalam media potato dextrose agar. Sedangkan identifikasi dilakukan secara molekuler.

Page 10 of 19 | Total Record : 190


Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 12 No 2 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 12 No 1 (2025): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 3 Vol 11 No 2 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 2 Vol 11 No 1 (2024): Jurnal Farmasi Galenika Vol 11 No 1 Vol 10 No 3 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 3 Vol 10 No 2 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 2 Vol 10 No 1 (2023): Jurnal Farmasi Galenika Vol 10 No 1 Vol 9 No 3 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 3 Vol 9 No 2 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 2 Vol 9 No 1 (2022): Jurnal Farmasi Galenika Vol 9 No 1 Vol 8 No 3 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 3 Vol 8 No 2 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 2 Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Farmasi Galenika Vol 8 No 1 Vol 7 No 3 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Vol 7 No 3 Vol 7 No 2 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 2 Vol 7 No 1 (2020): Jurnal Farmasi Galenika Volume 7 No. 1 Vol 6 No 3 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 3 Vol 6 No 2 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 2 Vol 6 No 1 (2019): Jurnal Farmasi Galenika Volume 6 No. 1 Vol 5 No 3 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 3, 2018 Vol 5 No 2 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 2, 2018 Vol 5 No 1 (2018): Jurnal Farmasi Galenika Volume 5 No. 1, 2018 Vol 4 No 3 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 3, 2017 Vol 4 No 2 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No. 2, 2017 Vol 4 No 1 (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 No 1, 2017 Vol 4 No Edisi Khus (2017): Jurnal Farmasi Galenika Volume 4 Edisi Khusus SemNas Tanaman Obat Indone Vol 3 No 2 (2016): Jurnal Farmasi Galenika Volume 3 No. 2, 2016 Vol 3 No 01 (2016): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 02 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 2 No 01 (2015): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 02 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA Vol 1 No 01 (2014): JURNAL FARMASI GALENIKA More Issue