cover
Contact Name
Eka Imbia Agus Diartika
Contact Email
ipssjjournal@gmail.com
Phone
+6285704375455
Journal Mail Official
ipssjjournal@gmail.com
Editorial Address
Ds. Kepuh No. 10 Tulungagung, Kab. Tulungagung, Jawa Timur
Location
Kab. tulungagung,
Jawa timur
INDONESIA
IPSSJ
ISSN : -     EISSN : 30644011     DOI : -
Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) dengan E-ISSN 3064-4011 merupakan sebuah jurnal ilmiah nasional yang mempublikasikan artikel hasil penelitian multidisiplin di berbagai bidang ilmu, seperti ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Focus & Scope : ilmu sains, teknik, pendidikan, ilmu sosial humaniora, bahasa/linguistik, kesehatan, serta ekonomi dan bisnis. Edisi Terbit: Dipublikasikan 4 kali dalam setahun, yaitu pada bulan Februari, Mei, Agustus, dan November.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,193 Documents
TRANSFORMASI DIGITAL GOVERNMENT SEBAGAI STRATEGI INOVATIF DALAM PENCEGAHAN KORUPSI DAN PENINGKATAN AKUNTABILITAS PUBLIK DI ERA MODERN Winda Andari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas implementasi digital government dalam meningkatkan akuntabilitas publik di era modern. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran transformasi digital dalam menciptakan sistem pemerintahan yang transparan, efisien, dan akuntabel, sekaligus mendukung upaya pencegahan korupsi. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah berbagai jurnal ilmiah dari database bereputasi seperti Google Scholar, Scopus, ScienceDirect, dan SpringerLink. Hasil kajian menunjukkan bahwa digital government berperan penting dalam meningkatkan transparansi informasi, memperkuat sistem pengawasan, meningkatkan partisipasi publik, serta menciptakan jejak audit yang jelas dalam setiap proses pemerintahan. Digitalisasi juga mendorong perubahan budaya birokrasi menuju tata kelola yang lebih profesional dan berbasis kinerja. Meskipun demikian, terdapat tantangan berupa kesenjangan digital, keterbatasan sumber daya manusia, serta isu keamanan data. Dengan demikian, implementasi digital government menjadi strategi penting dalam mewujudkan pemerintahan yang bersih dan akuntabel.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KEKERASAN DAN PELECEHAN BERBASIS ELEKTRONIK DI TEMPAT KERJA DALAM PERSPEKTIF UU TPKS Muhammad Rafly Arifin
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja menjadi isu serius yang mengancam hak asasi perempuan, berdampak pada psikologis, profesional, dan ekonomi korban. Fenomena ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi informasi, karena kekerasan seksual juga dapat dilakukan melalui media elektronik, seperti pesan instan, email, video call, maupun media sosial. Regulasi sebelumnya, seperti KUHP dan UU ITE, belum mampu memberikan perlindungan optimal terhadap korban, sehingga diperlukan pendekatan hukum yang lebih progresif. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) hadir sebagai dasar hukum baru yang mengatur kekerasan seksual berbasis elektronik dengan pendekatan victim-oriented. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perlindungan hukum bagi perempuan korban kekerasan dan pelecehan seksual di tempat kerja berdasarkan UU TPKS serta mengevaluasi efektivitas implementasinya. Metode yang digunakan adalah studi literatur sistematis (Systematic Literature Review, SLR) kualitatif, dengan pengumpulan data dari jurnal, buku, dokumen hukum, dan artikel relevan untuk memperoleh gambaran komprehensif terkait perlindungan korban dan praktik hukum di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UU TPKS memberikan pengaturan yang lebih komprehensif dibandingkan regulasi sebelumnya, termasuk perlindungan preventif, represif, dan rehabilitatif. Namun, implementasinya di tempat kerja masih menghadapi hambatan, seperti kurangnya mekanisme pengaduan yang efektif, relasi kuasa yang timpang, budaya victim-blaming, serta kesulitan pembuktian bukti elektronik. Evaluasi menunjukkan bahwa secara normatif perlindungan hukum cukup kuat, tetapi secara implementatif belum optimal. Kesimpulannya, UU TPKS menjadi landasan hukum yang progresif bagi perlindungan perempuan korban kekerasan seksual di tempat kerja, tetapi perlu penguatan mekanisme internal perusahaan dan pengawasan hukum untuk memastikan efektivitas perlindungan bagi korban.
PENGAMBILAN KEPUTUSAN MULTI-KRITERIA DALAM PENILAIAN KINERJA KARYAWAN PADA PT KATSUKA: MENGINTEGRASIKAN PENDEKATAN AHP DAN WSM Ari Saputro; Basuki Hari Prasetyo
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja karyawan di PT  Katsuka menggunakan dua metode pengambilan keputusan multikriteria, yaitu Analytic Hierarchy Process (AHP) dan Weighted Sum Model (WSM). Tiga kriteria utama yang digunakan dalam penilaian adalah kinerja penjualan, kehadiran, dan keterlambatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan peringkat karyawan berdasarkan kriteria tersebut dan membandingkan hasil dari kedua metode. Research Question: Apakah peringkat karyawan yang diperoleh dari metode AHP dan WSM konsisten, dan bagaimana karyawan dapat diurutkan berdasarkan kinerja keseluruhan? Metode AHP digunakan untuk menghitung bobot kriteria berdasarkan perbandingan berpasangan, sedangkan WSM diterapkan dengan menggunakan bobot yang sama untuk menghitung skor akhir setiap karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua metode memberikan hasil yang konsisten. Kesimpulannya, baik AHP maupun WSM dapat digunakan secara efektif untuk mengevaluasi kinerja karyawan di PT XYZ. Konsistensi hasil antara kedua metode ini memberikan keyakinan bahwa keputusan yang diambil berdasarkan analisis ini akan stabil dan dapat diandalkan. Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya pemilihan metode yang tepat dalam proses evaluasi kinerja, terutama ketika kriteria yang berbeda harus dipertimbangkan secara bersamaan.
PRODUKTIVITAS KARYAWAN DALAM PEKERJAAN BERBASIS PROYEK: PENGARUH WORK LIFE BALANCE DAN WORK ENGAGEMENT Wilbert Sabbato Adi Darmawan, Budiono
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh work life balance dan work engagement terhadap produktivitas karyawan di sektor konstruksi. Pesatnya perkembangan proyek infrastruktur menuntut tingkat produktivitas yang tinggi, yang sering kali dipengaruhi oleh kemampuan karyawan dalam mengelola tuntutan pekerjaan serta menjaga keterikatan psikologis terhadap pekerjaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sampling jenuh, di mana seluruh 35 karyawan tetap dijadikan sebagai responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner online dan dianalisis menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa work life balance memiliki pengaruh positif namun tidak signifikan terhadap produktivitas karyawan, yang mengindikasikan bahwa keseimbangan antara kehidupan kerja dan pribadi tidak selalu secara langsung berkontribusi terhadap produktivitas dalam lingkungan kerja berbasis proyek yang memiliki beban kerja tinggi dan tenggat waktu yang ketat. Sementara itu, work engagement menunjukkan pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, yang berarti bahwa karyawan dengan tingkat semangat (vigor), dedikasi, dan keterlibatan (absorption) yang tinggi cenderung bekerja lebih efektif dan efisien. Uji simultan menunjukkan bahwa work life balance dan work engagement secara bersama-sama memiliki pengaruh signifikan terhadap produktivitas. Temuan ini menegaskan pentingnya memperkuat keterikatan karyawan sebagai strategi utama dalam meningkatkan produktivitas, khususnya pada sektor dengan intensitas kerja tinggi. Penelitian ini memberikan implikasi praktis bagi organisasi untuk memprioritaskan kebijakan sumber daya manusia yang berfokus pada peningkatan engagement, dengan tetap mempertimbangkan keterbatasan kontekstual dalam penerapan work life balance.
OPTIMALISASI HILIRISASI PERIKANAN KELURAHAN MENTAOS MELALUI PENGOLAHAN, DAN PEMASARAN DIGITAL Siti Sa'idah, Nabella Melani, Muhammad Hanafi, Widya Putri Agustin, Akhmad Suaifi, Nathania Adzra' R
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya pemanfaatan potensi perikanan di Kelurahan Mentaos, khususnya dalam aspek hilirisasi produk dan pemasaran digital. Masyarakat umumnya masih menjual hasil perikanan dalam bentuk segar dengan nilai tambah yang rendah serta memiliki keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam pengolahan hasil perikanan menjadi produk bernilai tambah serta meningkatkan kapasitas pemasaran berbasis digital. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi literatur dan pendekatan partisipatif (Participatory Rural Appraisal/PRA) dengan tahapan sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, dan pendampingan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah ikan menjadi produk nuggetdengan inovasi penambahan tempe lokal yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Selain itu, masyarakat juga mampu membuat konten promosi sederhana dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pemasaran produk. Pembahasan menunjukkan bahwa integrasi antara pengolahan produk dan pemasaran digital menjadi faktor penting dalam optimalisasi hilirisasi perikanan. Kesimpulannya, program ini berhasil meningkatkan kapasitas masyarakat serta memberikan dampak awal terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis perikanan, meskipun masih diperlukan pendampingan lanjutan untuk keberlanjutan program.
EFEKTIVITAS KONSELING INDIVIDU BERBASIS KOGNITIF PERILAKU DALAM MENURUNKAN GEJALA PENYESUAIAN PADA ISTRI DEWASA AWAL DENGAN STRESOR KEMATIAN PASANGAN Dyah Pravita Ningrum; Akta Ririn Aristawati
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas intervensi konseling individu berbasis kognitif perilaku terhdap gejala penyesuaian pada seorang istri dewasa awal dengan stresor kematian pasangan. Desain penelitian menggunakan single-case experimental design dengan pengukuran sebelum dan sesudah intervensi. Partisipan adalah perempuan dewasa awal yang mengalami gejala penyesuaian pasca kematian suami yang diukur menggunakan Adjustment Disorder New Module-20 (ADNM-20) dan Complicated Grief Questionnaire (CGQ). Konseling dilakukan dalam tiga sesi yang mencakup psikoedukasi tentang duka, restrukturisasi kognitif, teknik relaksasi, dan aktivasi perilaku. Hasil menunjukkan penurunan skor ADNM-20 dari 56 menjadi 38, dan skor CGQ dari 33 menjadi 16. Temuan ini mengindikasikan bahwa intervensi konseling individu berbasis kognitif perilaku efektif menurunkan gejala penyesuaian dengan stresor kematian pasangan pada istri dewasa awal.
EFEKTIVITAS KONSELING KOGNITIF BERBASIS SINGLE-CASE EXPERIMENTAL DESIGN DALAM MENGURANGI GEJALA SERANGAN PANIK PADA IBU DENGAN ANAK PENYALAHGUNA OBAT DI LEMBAGA REHABILITASI Alvina Tiurlina Renaningtyas H.; Dyan Evita Santi
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gejala dari serangan panik, adalah suatu gejala kondisi psikologis yang mana dapat mengganggu keseharian seseorang secara signifikan apabila tidak diidentifikasi dan ditangani dengan benar. Namun dalam prakteknya proses identifikasi gejala ini belum dapat di identifikasi secara optimal pada umumnya. Dalam kasus tunggal ini, partisipan adalah seorang ibu yang memiliki latar belakang dengan  anak penyalah guna obat. Penelitian ini bertujuan untuk melihat dan melakukan pengamatan kondisi psikologis dari partisipan baik sebelum diberikan intervensi dan setelah diberikan intervensi, apakah terjadi pengurangan gejala psikologis serangan panik atau tidak. Dalam kasus ini intervensi yang dilakukan adalah pendekatan kognitif, yaitu konseling kognitif, dengan teknik ABC atau disebut Antecedence, Behaviour, Consequences. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif pra-eksperimental dengan metode Single-Case Experimental Design (SCED) tipe A-B, yang mana tujuan dari intervensi ini adalah untuk melihat perubahan kondisi psikologis awal partisipan (A) dengan kondisi psikologis setelah intervensi (B). Populasi partisipan yang digunakan merupakan ibu dari anak penyalahguna obat pada salah satu yayasan rehabilitas di daerah Jawa Timur. Partisipan yang dipilih menggunakan purposive sampling, dengan kriteria : (a) Keluarga/Wali dari Pasien Rehabilitasi diatas 18 Tahun, (b) Anggota keluarga penyalahguna baru menjalani rehabilitasi, (c) Menunjukkan gejala psikologis yang mengganggu keseharian, (d) Keluarga bersedia mengikuti rangkaian intervensi yang diberikan. Instrumen yang digunakan ada Alat Ukur Keparahan Gangguan Panik (AUKGP), serta Depression Anxiety Stress Scales (DASS-42) untuk skrining komorbiditas, dan Hamilton Anxiety Rating Scale (HARS) untuk mengukur kecemasan somatik dan psikis. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif kuantitatif dengan membandingkan skor frekuensi dan intensitas gejala sebelum dan sesudah intervensi tiga sesi. Hasil penelitian menunjukkan penurunan skor AUKGP secara signifikan dari 18 (kategori ringan-sedang) menjadi 8 (kategori mendekati normal), hal tersebut menunjukkan signifikansi intervensi konseling kognitif dalam mereduksi gejala serangan panik. Penelitian ini merekomendasikan implementasi konseling kognitif terstruktur sebagai intervensi awal di lembaga rehabilitasi bagi anggota keluarga residen, serta perlunya program dukungan emosional berkelanjutan bagi orang tua dari penyalahguna narkotika.
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KONSUMEN PRODUK PANGAN DALUWARSA YANG MERUPAKAN HASIL PENGEMASAN ULANG (REPACKAGING) DAN PELABELAN ULANG (RELABELLING) Caecilia, Novena; Selamat Lumban Gaol; Daniel Hendrawan
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peredaran produk pangan yang telah melewati masa kedaluwarsa masih menjadi permasalahan dalam praktik perdagangan di Indonesia, terutama melalui praktik pengemasan ulang (repackaging) dan pelabelan ulang (relabelling). Praktik tersebut berpotensi menimbulkan kerugian bagi konsumen karena produk yang sebenarnya tidak layak konsumsi tetap dipasarkan dengan informasi yang menyesatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaturan hukum mengenai pengemasan ulang dan pelabelan ulang produk pangan serta mengkaji bentuk perlindungan hukum terhadap konsumen yang membeli dan mengkonsumsi produk pangan yang telah daluwarsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan peraturan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Bahan hukum yang digunakan terdiri dari bahan hukum primer berupa peraturan perundang-undangan, bahan hukum sekunder berupa literatur hukum, serta bahan hukum tersier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaturan mengenai keamanan dan mutu pangan di Indonesia telah diatur dalam berbagai peraturan perundang-undangan, antara lain Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta Peraturan Pemerintah Nomor 69 Tahun 1999 tentang Label dan Iklan Pangan. Ketentuan tersebut mengandung norma hukum berupa perintah dan larangan yang bersifat memaksa bagi pelaku usaha untuk menjamin keamanan dan mutu pangan yang diedarkan. Praktik pengemasan ulang dan pelabelan ulang terhadap produk pangan yang telah daluwarsa merupakan perbuatan yang bertentangan dengan prinsip keamanan pangan dan perlindungan konsumen karena dapat menyesatkan konsumen serta membahayakan kesehatan masyarakat.
Implementasi Layanan Karir dalam Membantu Perencanaan Masa Depan Siswa Ifnaldi, Alfina Tannia H, Nazhifatul Hawari
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan karier memainkan peran krusial dalam membekali siswa dengan kemampuan merencanakan masa depan secara matang di tengah dinamika dunia kerja yang cepat berubah. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi implementasi layanan karier untuk mendukung perencanaan karier siswa. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, studi ini menganalisis komponen utama layanan seperti asesmen minat-bakat, konseling individu, workshop keterampilan, dan eksposur industri melalui tinjauan literatur dan praktik terbaik. Temuan menunjukkan bahwa implementasi yang sukses meningkatkan kesadaran diri siswa, motivasi belajar, dan kesiapan kerja, dengan dampak signifikan pada pengurangan ketidakpastian karier. Tantangan umum meliputi keterbatasan fasilitas dan kompetensi konselor. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi layanan karier holistik ke dalam sistem pendidikan esensial untuk membentuk generasi adaptif. Rekomendasi mencakup pengembangan kurikulum berbasis kompetensi dan kolaborasi multistakeholder.
Pengaruh Teman Sebaya dan Motivasi Belajar Terhadap Minat Belajar Siswa Kelas X SMAN 1 Kota Jambi Adzra Reva Labibah, Firman, Yulianti
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minat belajar merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan proses pembelajaran siswa. Rendahnya minat belajar dapat berdampak pada kurang optimalnya hasil belajar yang dicapai. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh teman sebaya dan motivasi belajar terhadap minat belajar siswa kelas X SMAN 1 Kota Jambi, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis ex post facto. Populasi penelitian berjumlah 360 siswa dengan sampel sebanyak 190 siswa yang diambil menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian berupa angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data menggunakan regresi linear berganda dengan uji prasyarat berupa uji normalitas, multikolinearitas, heteroskedastisitas, dan linearitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat pengaruh signifikan teman sebaya terhadap minat belajar siswa (thitung = 5,910 > ttabel = 1,973); (2) terdapat pengaruh signifikan motivasi belajar terhadap minat belajar siswa (thitung = 9,945 > ttabel = 1,973); dan (3) terdapat pengaruh signifikan secara simultan antara teman sebaya dan motivasi belajar terhadap minat belajar siswa (Fhitung = 110,019 > Ftabel = 3,04). Nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,536 menunjukkan bahwa 53,6% minat belajar siswa dipengaruhi oleh kedua variabel tersebut.

Filter by Year

2024 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 3 No. 05 Mei (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 04 April (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 03 Maret (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 02 Februari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 3 No. 01 Januari (2026): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 07 Desember (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 06 November (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 05 Oktober (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 04 September (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juni (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Juli (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 01 Februari (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Maret (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 Mei (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 2 April (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 02 November (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 1 No. 01 Agustus (2024): Integrative Perspectives of Social and Science Journal (IPSSJ) More Issue