cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 3 (2024)" : 9 Documents clear
NILAI-NILAI MULTIKULTURAL DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM RAHMI, NUR; TANG, MUHAMMAD
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i2.3179

Abstract

This study aims to analyze and describe multicultural values in curriculum development in education. In general, multicultural values include appreciation for cultural diversity, acceptance of differences, and the promotion of inclusion and social justice. The main objective of this research is to identify and integrate multicultural values into curriculum development. This curriculum is intended to create a more inclusive and equitable learning environment. This research is a type of library research using content analysis as its approach. The data sources are literature references, namely books and journals. The data analysis technique employs the Miles and Huberman analysis method, which includes data condensation, data display, and conclusion drawing. The results show that a curriculum that integrates multicultural values can enhance students' understanding of cultural diversity, reduce prejudice, and promote tolerance, mutual respect, unity, appreciation between ethnic groups, and intercultural cooperation (gotong royong). The implication is that educational institutions need to revise and update their curricula to reflect multicultural values, with the goal of creating a generation that is more sensitive to differences and ready to contribute to a diverse global society. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan nilai-nilai multikultural dalam pengembangan kurikulum pendidikan. Secara umum, nilai-nilai multikultural meliputi penghargaan terhadap keragaman budaya, penerimaan terhadap perbedaan, serta promosi inklusi dan keadilan sosial. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dalam pengembangan kurikulum. Serta kurikulum ini berguna untuk menciptakan lingkungan belajar yang lebih inklusif dan adil. Penelitian ini adalah jenis penelitian kepustakaan atau library research dengan menggunakan analisis isi (konten) sebagai pendekatannya. Data bersumber dari referensi kepustakaan yaitu dari buku dan Jurnal. Teknik analisis datanya menggunakan teknik analisisnya Miles dan Huberman yaitu kondensasi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kurikulum yang mengintegrasikan nilai-nilai multikultural dapat meningkatkan pemahaman siswa tentang keberagaman budaya, mengurangi prasangka, dan mempromosikan toleransi, saling menghormati, menjaga persatuan, saling menghargai antar etnis serta kerjasama antarbudaya (gotong royong). Implikasinya yaitu institusi pendidikan perlu merevisi dan memperbarui kurikulum mereka untuk mencerminkan nilai-nilai multikultural, dengan tujuan menciptakan generasi yang lebih peka terhadap perbedaan dan siap berkontribusi dalam masyarakat global yang beragam.
IMPLEMENTASI PROGRAM SABTU BUDAYA SEBAGAI PENGUATAN CIVIC CULTURE SAJIDA, DEANA; HERIANTO, EDY; BASARIAH, BASARIAH; SAWALUDIN, SAWALUDIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3221

Abstract

The Culture Saturday program is a co-curricular activity used in schools to promote culture-based learning. The purpose of this study is to explain the Saturday Culture programme's implementation as a reinforcement of Civic Culture, which may be both helpful and difficult, as well as the influence it has. This research takes a qualitative approach to case study research. Data collecting strategies include observation, interviews, and documenting. Results can be obtained from the data, among other things. (1) the form of implementation of the Saturday Culture program as a strengthening of Civic Culture in the State Primary School 1 Masbagik is Gatra Gatra Gymnastics, Theatre or Drama Activities, Creation Dance Activities, and Classroom Cleaning and Environmental Activities; (2) the supporting factors, including the competence of teachers to implement the Saturday Cultural program, the support and cooperation between teachers and staff, the availability of the venue of The challenges include the guidance of the school's Saturday Culture program, the participation of some students and teachers in the implementation of the Saturday Culture programme, and (3) the impact on the academic field on the learning of pupils and non-academic pupils on the discipline, activity, participation, or controversy of the pupils in the conduct of the cultural Saturday program. ABSTRAKBudaya yang Program Sabtu adalah kegiatan co-curricular yang digunakan di sekolah untuk mempromosikan pembelajaran berbasis budaya. Tujuan dari studi ini adalah untuk menjelaskan implementasi program Saturday Culture sebagai penguatan budaya sipil, yang dapat bermanfaat dan sulit, serta pengaruhnya. Penelitian ini mengambil pendekatan kualitatif untuk penelitian studi kasus. Strategi pengumpulan data termasuk pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil dapat diperoleh dari data, antara lain. (1) bentuk implementasi program Budaya Sabtu sebagai penguatan Budaya Sipil di Sekolah Dasar Negara 1 Masbagik adalah Gimnastik Gatra Gatra, Aktivitas Teater atau Drama, Kegiatan Tarian Kreatif, dan Kelas Pembersihan dan Kegiatan Lingkungan; (2) faktor-faktor pendukung, termasuk kompetensi guru untuk menerapkan program Kebudayaan Sabtu, dukungan dan kerjasama antara guru dan staf, ketersediaan lokasi Tantangan-tantangan tersebut meliputi bimbingan program Budaya Sabtu sekolah, partisipasi beberapa siswa dan guru dalam implementasi program Kebudayaan Sabtu, dan (3) dampak pada bidang akademik pada pembelajaran siswa dan siswa non-akademik pada disiplin, aktivitas, keterlibatan, atau kontroversi siswa dalam pengelolaan program budaya Sabtu.
PENANAMAN NILAI-NILAI RELIGIUS DALAM PEMBINAAN AKHLAK PESERTA DIDIK SUSANTI, AGUS
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3235

Abstract

This study aims to determine the cultivation of religious values in the moral development of students at SMA Negeri 1 Tanjung Bintang. This research is included in qualitative field research. SMA Negeri 1 Tanjung Bintang as a source of data for the research studies conducted. Methods of data collection using interviews, observation, and documentation. The data analysis used was a qualitative descriptive approach, the data analysis method used was three steps of qualitative data analysis, namely: data reduction, data display,and data verification. Test the validity of the data using triangulation. The research indicates that religious values are cultivated in students at SMA Negeri 1 Tanjung Bintang through religious activity programs at school. The implementation of cultivation of religious values in students involves the method of habituation, exemplary behavior, supervision, advice, and sanctioning. The religious values instilled include faith, honesty, discipline, mutual respect, responsibility, and compassion. This study found inhibiting factors in instilling religious values, such as the influence of children's backgrounds on students' attitudes and behavior, and the lack of attention given to activities aimed at instilling religious values, which prevents character values from being properly embedded. Supporting factors in the cultivation of religious values include the school's daily activity program and rules or regulations established by the school. The role of teachers and parents in cultivating religious values can impact students' habits of carrying out worship and other religious activities. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui penanaman nilai-nilai religius dalam pembinaaan akhlak peserta didik di SMA Negeri 1 Tanjung Bintang. Penelitian ini termasuk dalam penelitian lapangan bersifat kualitatif. SMA Negeri 1 Tanjung Bintang sebagai sumber data untuk penelitian studi yang dilakukan. Metode pengumpulan data menggunakan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, metode analisis data yang digunakan dengan tiga langkah analisis data kualitatif, yaitu: reduction data, display data, dan verifikasi data. Uji keabsahan data dengan menggunakan triangulasi. Penelitian menunjukkan bahwa penanaman nilai-nilai religius pada peserta didik di SMA Negeri 1 Tanjung Bintang yaitu melalui program- program kegiatan keagamaan di sekolah. Hasil implementasi penanaman nilai-nilai religius pada peserta didik dengan mengunakan metode pembiasaan, keteladanan, pengawasan, nasihat dan metode pemberian sanksi. Nilai-nilai religius yang ditanamkan meliputi nilai keimanan, kejujuran, kedisiplinan, saling menghormati, tanggung jawab, dan kasih sayang. Penelitian ini juga ditemukan faktor penghambat dalam penanaman nilai-nilai religius, seperti: Latar belakang anak yang berbeda tentu mempengaruhi sikap dan perilaku peserta didik, kurangnya perhatian peserta didik dalam melakukan kegiatan penanaman nilai-nilai religius menjadikan nilai-nilai karakter tidak dapat tertanam dengan baik.. Sedangkan faktor pendukung dalam penanaman nilai-nilai religius, seperti: Program kegiatan harian sekolah, peraturan atau tata tertib yang dibuat sekolah. Peran aktif guru serta orang tua dalam penanaman nilai-nilai religius berdampak pada terbiasanya peserta didik melaksanakan Ibadah dan kegiatan keagamaan lainnya.
PENINGKATAN PENGUASAAN KOSAKATA BAHASA INDONESIA MENGGUNAKAN MEDIA PAKOTA PADA SISWA KELAS 2 SDN PALEBON 03 SEMARANG DAMIATIK, DAMIATIK; SULIANTO, JOKO; RASIMAN, RASIMAN; SUHARNI, SUHARNI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3239

Abstract

This classroom action research aims to improve the Indonesian language learning outcomes of grade 2 students at SDN Palebon 03 by using Pakota media on hobbies that become achievements. The research method used is Classroom Action Research (PTK). The research was carried out over two cycles, each cycle was carried out in two meetings. Each cycle consists of four stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The research was carried out in two cycles, each consisting of two meetings. The research subjects were 28 class 2A students. Data collection techniques use observation, tests and documentation. The research results showed a significant increase in student learning outcomes. In the pre-cycle, the percentage of learning completeness was only 28.57% with an average class score of 63.92%. In cycle I, completeness increased to 46.42% with an average of 70.57%. Cycle II showed further improvement with completion reaching 85.71% and a class average of 82.67%. With Pakota media, students can improve their mastery of language vocabulary and student participation or involvement is very good, students are very active in the learning process, teachers can make students motivated and actively involved in the learning process by using Pakota media so that learning objectives can be achieved and learning becomes more fun. ABSTRAKPenelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas 2 SDN Palebon 03 denagan menggunakan media Pakota pada materi hobi yang menjadi prestasi. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian dilaksanakan selama dua siklus, setiap siklus dilaksanakan dalam dua pertemuan. Setiap siklusnya terdiri empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Subjek penelitian adalah 28 siswa kelas 2A. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan pada hasil belajar siswa. Pada pra-siklus, persentase ketuntasan belajar hanya 28,57% dengan nilai rata-rata kelas 63,92%. Pada siklus I, ketuntasan meningkat menjadi 46,42% dengan rata-rata 70,57%. Siklus II menunjukkan peningkatan lebih lanjut dengan ketuntasan mencapai 85,71% dan rata-rata kelas 82,67%. Dengan media Pakota dapat meningkatkan penguasaan kosakata bahasa siswa maupun partisipasi atau keterlibatan siswa sudah sangat baik, siswa sudah sangat aktif dalam proses pembelajaran, guru dapat membuat siswa termotivasi dan terlibat aktif dalam proses pembelajaran dengan menggunakan media Pakota sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dan pembelajaran pun menjadi lebih menyenangkan.
STRATEGI KEPEMIMPINAN KEPALA KEMENTERIAN AGAMA DALAM MENINGKATKAN MUTU PENDIDIKAN MADRASAH ALIYAH DI KOTA BIMA MAR’IN, MUHAMMAD; HASAN, MARDIAH; MARDYAWATI, MARDYAWATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3263

Abstract

This research is an explanatory research with a qualitative method, an Islamic education management approach. The data collection method is carried out by interviewing the head and section of the madrasah education of the Ministry of Religion of Bima City and the head of MAN 1 and MAN 2 of Bima City, in addition to observation and documentation. The data sources used are primary and secondary data. Data management and data analysis techniques are carried out through three stages, namely data reduction, data presentation and drawing conclusions. Data validity testing through extension of research time, observation fear, triangulation, and reference adequacy. The results of this study indicate that the implementation of madrasah aliyah in Bima City is committed to continuous professional development for teachers. This includes regular training, workshops, and seminars that focus on the latest teaching techniques and development of pedagogical competence. We also encourage teachers to take additional courses and certification programs that are relevant to their fields. Through this professional development, we hope that teachers can continue to improve their skills and provide high-quality education. Evaluation of the leadership strategy of the head of the Ministry of Religion in improving the quality of education in Islamic high schools in Bima City, namely the problem of human resources and also the problem of facilities and infrastructure, which then this core problem will affect the four standards. ABSTRAKPenelitian ini merupakan jenis penelitian eksplanatori dengan metode kualitatif, pendekatan management of Islamic education. Adapun metode pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara terhadap kepala dan seksi pendidikan madrasah kementerian agama kota bima dan kepala MAN 1 dan MAN 2 kota Bima, selain itu observasi dan dokumentasi. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan sekunder. Tekhnik pengelolaan data dan analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data melalui perpanjangan waktui penelitian, ketekutan pengamatan, triangulasi, dan kecukupan referensi. Hasil penelitian ini menunjukan pelaksanaan madrasah aliyah di Kota Bima berkomitmen untuk pengembangan profesional berkelanjutan bagi para guru. Ini mencakup pelatihan rutin, workshop, dan seminar yang berfokus pada teknik pengajaran terbaru dan pengembangan kompetensi pedagogik. Kami juga mendorong guru untuk mengikuti kursus tambahan dan program sertifikasi yang relevan dengan bidang mereka. Melalui pengembangan profesional ini, kami berharap guru dapat terus meningkatkan keterampilan mereka dan memberikan pendidikan berkualitas tinggi. Evaluasi strategi kepemimpinan kepala kementerian agama dalam meningkatkan mutu pendidikan madrasah aliyah di Kota Bima yaitu masalah sumber daya manusia dan juga masalah sarana dan prasarana yang kemudian masalah inti ini akan mempengaruhi dari empat standar.
KONSEP DASAR PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI MULTIKULTURAL DI SMK PENERBANGAN TECHNO TERAPAN MAKASSAR SULFIANA, SULFIANA; TANG, MUHAMMAD
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3286

Abstract

The aim of writing this article is to examine the basic concepts of developing a multicultural PAI curriculum. This research uses a qualitative research method with a case study approach which will be used in this research to explain the development of a multicultural curriculum in Islamic religious education at the Makassar Applied Techno Aviation Vocational School. This research reveals that multicultural Islamic religious education is intended to achieve a broader goal, namely being able to see the human side that crosses religion and cultural traditions as one unit that has different and similar ideals. And researchers found that the implementation of multicultural-based PAI is defined as an effort to combine cultural values ??with Islamic education. The multicultural PAI curriculum is based on several foundations. This includes theoretical foundations, juridical philosophical foundations, sociological foundations, psychological foundations, normative foundations, and organizational foundations, educational models, emphasis on Islamic values ??such as compassion, mutual assistance, tolerance, respect for diversity, peace, wisdom, humanism, and freedom. , Approaches such as the Historical Approach, Sociological Approach, Cultural Approach, Psychological Approach, Aesthetic Approach, Gender Perspective Approach, and Philosophical Approach are several approaches that can be used to teach religion which are expected to increase students' pluralist-multicultural awareness, Development of a multicultural PAI curriculum in vocational schools The Makassar Applied Techno Flight includes several elements, such as: learning content that reflects the differences in culture, traditions and understanding of the Islamic religion from various regions in Indonesia; use of various student-centered learning approaches; and learning evaluation that focuses on aspects of Islamic attitudes, knowledge and skills. Having a multicultural-based Islamic religious education curriculum will have a positive impact on harmony and tolerance between fellow humans ABSTRAKPenulisan artikel ini bertujuan untuk mengkaji konsep dasar pengembangan kurikulum PAI multikultural. Penelitian ini menggunakan metode penelitian yang digunakan yaitu Kualitatif dengan pendekatan studi kasus akan digunakan dalam penelitian ini untuk menjelaskan pengembangan kurikulum multikultural dalam pendidikan Agama Islam di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar. Penelitian ini mengungkapkan bahwa pendidikan agama Islam multikultural dimaksudkan untuk mencapai tujuan yang lebih luas, yaitu mampu melihat sisi kemanusiaan yang melintasi agama dan tradisi budaya sebagai satu kesatuan yang memiliki cita-cita yang berbeda dan sama. Dan peneliti menemukan bahwa kurikulum PAI berbasis multikultural diartikan sebagai upaya dalam menggabungkan nilai-nilai budaya dengan pendidikan Islam, Kurikulum PAI multikultural didasarkan pada beberapa landasan. Ini termasuk landasan teoritis, landasan filosofis yuridis, landasan sosiologis, psikologis, landasan normatif, dan landasan organisasi, Model pendidikannya, menekankan nilai-nilai Islam seperti kasih sayang, tolong-menolong, toleransi, menghargai keberagaman, perdamaian, kearifan, humanisme, dan kebebasan, Pendekatan seperti Pendekatan Historis, Pendekatan Sosiologis, Pendekatan Kultural, Pendekatan Psikologis, Pendekatan Estetik, Pendekatan Berperspektif Gender, dan Pendekatan Filosofis adalah beberapa pendekatan yang dapat digunakan untuk mengajarkan agama yang diharapkan dapat meningkatkan kesadaran pluralis-multikultural siswa, Pengembangan kurikulum PAI multikultural di SMK Penerbangan Techno Terapan Makassar mencakup beberapa elemen, seperti: konten pembelajaran yang mencerminkan perbedaan budaya, tradisi, dan pemahaman agama Islam dari berbagai daerah di Indonesia; penggunaan berbagai pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa; dan evaluasi pembelajaran yang berfokus pada aspek sikap, pengetahuan, dan keterampilan agama Islam. Dengan adanya kurikulum pendidikan agama Islam berbasis multikultural akan memberikan dampak yang positif bagi kerukunan dan toleransi antar sesama manusia.
MEMAHAMI ESENSI KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN ISLAM: PRINSIP-PRINSIP DASAR UNTUK MENCAPAI KUALITAS PENDIDIKAN HAWNA, MAWLANA NABRISNI; AZIZ, ABD; EFENDI, NUR
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3366

Abstract

Leadership is the main foundation in management in the field of education. Through educational leadership, the goals will be achieved and realized. This study focuses on the essence of leadership in Islamic education which includes the meaning, basic concepts and characteristics that must exist in Islamic educational leadership. As a leader, one must understand conceptually and the nature of his leadership, so that the main things always color his policies on an Islamic basis and in accordance with educational goals. This is considered important, because the progress and decline of the quality of education, greatly depends on the extent to which a leader can carry out his duties and leadership roles effectively and efficiently. This study uses a qualitative method with a library research approach by collecting data through books, documents, magazines and so on. Through this study, it was revealed that the main role model in Islamic educational leadership is the Prophet Muhammad SAW. proven by his success in preaching spreading Islam on earth, so that leadership in Islamic education needs to have his main characteristics, namely shidiq, amanah, tablig, and fathonah. ABSTRAKKepemimpinan merupakan pondasi pokok dalam manajemen dalam bidang pendidikan. Melalui kepemimpinan pendidikan tujuan dari akan dicapai dan diwujudkan. Penelitian ini fokus pada esensi kepemimpinan dalam pendidikan islam yang meliputi makna, konsep dasar dan karakteristik yang harus ada pada kepemimpinan pendidikan islam. Sebagai seorang pemimpin harus memahami secara konseptual dan hakikat dari kepemimpinannya, sehingga hal-hal pokok selalu mewarnai kebijakannya atas dasar islami dan sesuai tujuan pendidikan. Hal ini dipandang penting, sebab maju dan mundurnya kualitas pendidikan, sangat tergantung kepada sejauhmana seorang pemimpin dapat menjalankan tugas dan peran kepemimpinanya secara efektif dan efisien. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan library research dengan pengumpulan data melaui buku, dokumen, majalah dan sebagainya. Melalui penelitian tersebut terungkap bahwa sosok panutan utama dalam kepemimpinan pendidikan islam adalah nabi Muhammad saw. terbukti dengan keberhasilan dalam dakwahnya menyebarkan agama islam dimuka bumi, sehingga kepemimpinan dalam pendidikan islam perlu memiliki sifat utama beliau yakni shidiq, amanah, tablig, dan fathonah.
FENOMENA MANAJEMEN PERUBAHAN: KONSEP, MODEL, DAN IMPLEMENTASINYA PADA LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM TRANSFORMATIF SULISTIO, ANDI; MAUNAH, BINTI; SAFI’I, ASROP
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3367

Abstract

The purpose of writing this article is to determine the phenomenon of transformative Islamic education change management. This research uses a type of library research which is carried out by reviewing various journals and related reference books. The research carried out is descriptive in nature where the researcher collects information to provide an overview or present existing problems and solutions. The data analysis used is content analysis by describing the contents of various existing propositions. The results of his research show that change management is a whole procedure that begins with planning, organizing, mobilizing and controlling which is expected to lead to progress and the benefit of life. By outlining the three models of change by Kurt Lewins (Lewin's three-stage model), the results showed that there were massive changes in the alpha generation. This generation is a generation that grew up along with the rapid development of technology and information. In this generation, strong changes emerged in educational institutions, namely the publication of Decree of the Minister of Religion (KMA) number 450 of 2024 which replaced KMA number 792 of 2018, number 183 of 2018, number 184 of 2018, and KMA number 387 of 2022. ABSTRAKTujuan penulisan artikel ini untuk mengetahui fenomena manajemen perubahan pendidikan Islam transformatif. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan yang dilaksanakan dengan mereview dari berbagai jurnal dan buku-buku referensi terkait. Penelitian yang dilakukan bersifat deskriptif dimana peneliti mengumpulkan informasi untuk memberikan gambaran atau menyajikan permasalahan dan pemecahan masalah yang ada. Analisis data yang digunakan adalah analisis isi (content analysis) dengan menguraikan isi dari berbagai proposisi yang telah ada. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa manajemen perubahannmerupakan keseluruhan prosedur yang diawali dengan merencanakan, mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan yang diharapkan membawa pada kemajuan dan kemaslahatan kehidupan. Dengan menguraikan tiga model perubahan oleh Kurt Lewins (Lewin's three-stage model) didapat hasil adanya perubahan secara massive pada generasi alpha. Generasi ini adalah generasi yang tumbuh bersamaan dengan pesatnya tehnologi dan informasi. Pada generasi ini muncul perubahan kuat dalam lembaga pendidikan yaitu terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) nomor 450 tahun 2024 yang menggantikan KMA nomor 792 tahun 2018, nomor 183 tahun 2018, nomor 184 tahun 2018, dan KMA nomor 387 tahun 2022.
IMPLEMENTASI PRINSIP KESANTUNAN BERBAHASA PADA KEGIATAN KERJA KELOMPOK DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA SISWA KELAS VII SMP N 3 TARUTUNG SITOMPUL, SERINA ANGELA; SIAGIAN, BESLINA AFRIANI; SIMAREMARE, JUNI AGUS
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i3.3368

Abstract

This research aims to describe the principles of language politeness in group work activities in Indonesian language learning for class VII students at SMP N 3 Tarutung. The type of research used in this research is descriptive qualitative. This research describes the implementation and violations, compliance with the principles of language politiness that are applied in interactions between students during group work activities. Then, describethe factors that cause students language politiness violations. The data collection techniquesin this research used proficient free involved listening techniques, observation techniques, note-taking techniques, and recording techniques. The result of the research show that the implementation of principles of language politeness in group work activities is opening lesson, explaining the material, diving into groups, discussing with each group, then presenting and closing the lesson. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan prinsip kesantunan berbahasa dalam kegiatan kerja kelompok dalam pembelajaran bahasa Indonesia siswa kelas VII SMP N 3 Tarutung. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah jenis penelitian deskriptif kualitatif. Penelitian ini mendeskripsikan implementasi serta pelanggaran dan pematuhan prinsip kesantunan berbahasa yang diterapkan dalam interaksi antara siswa selama kegiatan kerja kelompok berlangsung. Kemudian, mendeskripsikan bagaimana faktor-faktor penyebab pelanggaran kesantunan berbahasa siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik simak bebas libat cakap, teknik observasi, teknik catat, dan teknik rekam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi prinsip kesantunan berbahasa pada kegiatan kerja kelompok yaitu pembukaan pembelajaran, penjelasan materi, pembagian kelompok, diskusi dengan kelompok masing-masing, kemudian presentasi dan penutup pembelajaran.

Page 1 of 1 | Total Record : 9