cover
Contact Name
Yogi Setiawan
Contact Email
jurnal.P4I@gmail.com
Phone
+62851733700892
Journal Mail Official
jurnal.P4I@gmail.com
Editorial Address
Lingkungan Handayanai, Kel. Leneng, Kec. Praya, Kab. Lombok Tengah
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
EDUCATIONAL: Jurnal Inovasi Pendidikan dan Pengajaran
ISSN : 27752585     EISSN : 27752593     DOI : https://doi.org/10.51878/educational.v4i4
Core Subject : Education,
Jurnal ini berisi artikel hasil pemikiran dan penelitian yang ditulis oleh para guru, dosen, pakar, ilmuwan, praktisi, dan pengkaji dalam semua disiplin ilmu yang berkaitan dengan pedidikan dan pengajaran.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 30 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 4 (2024)" : 30 Documents clear
KEEFEKTIFAN MODEL PROJECT BASED LEARNING (PJBL) BERBANTU APLIKASI WORDWALL TERHADAP HASIL BELAJAR IPAS DI KELAS IV SD NEGERI 3 JATI BLORA PRATIWI, ALFINA ARI; WIJAYANTI, ARFILIA; WARDANA, M YUSUF SETIA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3976

Abstract

An untested learning approach serves as the foundation for this study at SD N 3 Jati Blora. Finding out how well the Project Based Learning (Pjbl) model works in teaching fourth-grade Water Cycle content at SDN 3 Jati Blora is the main goal of this study. This study used a quantitative approach by comparing participants before and after an intervention. All pupils enrolled in SDN 3 Jati Blora during the 2024–25 school year made up the population of this study. Seventeen fourth graders served as the sample. Instruments were subjected to tests for reliability and validity. The information used in this study came from several sources, including testing, documentation, and observation. The 25-question trial was place at SDN 3 Jati. Students' average scores increased from 40.58 before to 82.35 after adopting the Project Based Learning (PJBL) Model, which was based on data collected from the Project Based Learning (Pjbl) Learning Method (Pretest). After receiving instruction in the Project Based Learning (PJBL) paradigm, students' test scores improved. The research suggests that teachers can adopt the Project Based Learning (Pjbl) technique as an alternative to traditional classroom instruction. ABSTRAKPendekatan pembelajaran yang belum teruji menjadi dasar untuk penelitian ini di SD N 3 Jati Blora. Mengetahui seberapa baik model Project Based Learning (Pjbl) dalam mengajarkan konten Siklus Air kelas empat di SDN 3 Jati Blora adalah tujuan utama dari penelitian ini. Studi ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan membandingkan peserta sebelum dan sesudah intervensi. Semua siswa yang terdaftar di SDN 3 Jati Blora selama tahun ajaran 2024–25 menjadi populasi dalam penelitian ini. Tujuh belas siswa kelas empat dijadikan sampel. Instrumen diuji untuk keandalan dan validitas. Informasi yang digunakan dalam penelitian ini berasal dari beberapa sumber, termasuk pengujian, dokumentasi, dan observasi. Uji coba 25 pertanyaan dilakukan di SDN 3 Jati. Rata-rata nilai siswa meningkat dari 40,58 sebelum menjadi 82,35 setelah mengadopsi Model Pembelajaran Berbasis Proyek (PJBL), yang didasarkan pada data yang dikumpulkan dari Metode Pembelajaran Berbasis Proyek (Pjbl). (Pretest). Setelah menerima instruksi dalam paradigma Project Based Learning (PJBL), nilai ujian siswa meningkat. Penelitian tersebut menyarankan bahwa guru dapat mengadopsi teknik Pembelajaran Berbasis Proyek (Pjbl) sebagai alternatif untuk instruksi kelas tradisional.
ENHANCING STUDENT LEARNING OUTCOMES THROUGH JIGSAW MODEL: A STUDY AT SMP NEGERI 1 TINGGI RAJA DAULAY, DINA PUSPITA SARI; NATSIR, MUHAMMAD; FITRI, PUTRI SALSABILA ARSITHA; SARAGIH, FRANS ANANDA; HANUM, FRISKA NABILA; RAJAGUKGUK, VIVI CINTIYA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3977

Abstract

This study evaluates the effectiveness of the Jigsaw cooperative learning model in improving students' English learning outcomes in Grade VII at SMP Negeri 1 Kecamatan Tinggi Raja. Through classroom action research conducted over two cycles, the study found a significant increase in student performance, with the first cycle showing a 26% improvement and the second cycle demonstrating a 39% improvement. The Jigsaw model fosters active discussion and collaboration among students, which not only boosts motivation but also cultivates a sense of responsibility and confidence. This cooperative learning approach is essential for developing cognitive and social skills, making it a valuable teaching strategy. In the Jigsaw model, students are assigned specific segments of material to master and then teach to their peers, promoting intense interaction and strengthening social relationships within the group. The research highlights that the Jigsaw method outperforms traditional lecture methods, as evidenced by pre-test and post-test data, with the experimental group showing significantly better performance compared to the control group using conventional teaching methods. The findings underscore the importance of implementing cooperative learning strategies like the Jigsaw model in classrooms to enhance student engagement and success, preparing them for effective communication and collaboration in various social and professional contexts. ABSTRAKPenelitian ini mengevaluasi efektivitas model pembelajaran kooperatif Jigsaw dalam meningkatkan hasil belajar bahasa Inggris siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Kecamatan Tinggi Raja. Melalui penelitian tindakan kelas yang dilakukan selama dua siklus, penelitian ini menemukan peningkatan yang signifikan dalam kinerja siswa, dengan siklus pertama menunjukkan peningkatan sebesar 26% dan siklus kedua menunjukkan peningkatan sebesar 39%. Model Jigsaw mendorong diskusi aktif dan kolaborasi di antara para siswa, yang tidak hanya meningkatkan motivasi tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan kepercayaan diri. Pendekatan pembelajaran kooperatif ini sangat penting untuk mengembangkan keterampilan kognitif dan sosial, sehingga menjadikannya sebagai strategi pengajaran yang berharga. Dalam model Jigsaw, siswa ditugaskan segmen materi tertentu untuk dikuasai dan kemudian diajarkan kepada rekan-rekan mereka, mendorong interaksi yang intens dan memperkuat hubungan sosial dalam kelompok. Penelitian ini menyoroti bahwa metode Jigsaw mengungguli metode ceramah tradisional, yang dibuktikan dengan data pre-test dan post-test, dengan kelompok eksperimen menunjukkan kinerja yang jauh lebih baik dibandingkan dengan kelompok kontrol yang menggunakan metode pengajaran konvensional. Temuan ini menggarisbawahi pentingnya menerapkan strategi pembelajaran kooperatif seperti model Jigsaw di ruang kelas untuk meningkatkan keterlibatan dan keberhasilan siswa, mempersiapkan mereka untuk komunikasi dan kolaborasi yang efektif dalam berbagai konteks sosial dan profesional.
URGENSI PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DITINJAU DARI PERSPEKTIF FILSAFAT PENDIDIKAN POERWATI, CHRISTIANI ENDAH; SUASTRA, I WAYAN; ATMAJA, ANANTA WIKRAMA TUNGGA; TIKA, I NYOMAN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4085

Abstract

Early Childhood Education (ECE) is an educational foundation for children aged 0-6 years that is important for their growth and development to succeed in subsequent educational learning. ECE serves as a center for providing an environment that supports and stimulates the physical, social, emotional, and cognitive development of children. By fostering a love for learning and building foundational skills, early childhood education prepares children for lifelong success. Early childhood education is important to organize in order to shape a quality future generation. Philosophy as the foundation of early childhood education provides direction and purpose for achieving the comprehensive development of children. Child education must be oriented towards holistic development and involve all relevant parties. Pragmatism provides a child-centered approach in early childhood education. The foundation of early childhood education practices based on philosophy and educational theory will be able to provide education that accommodates efforts to optimally enhance children's growth and development achievements. It is the duty and responsibility of education to optimally stimulate through conducive interactions for children to develop holistically. ABSTRAKPendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan pendidikan sebagai peletakan dasar bagi anak usia 0-6 tahun yang penting bagi tumbuh kembangnya agar berhasil dalam pembelajaran pendidikan selanjutnya. PAUD menjadi pusat bagi penyediaan lingkungan yang mendukung dan merangsang bagi perkembangan fisik, sosial, emosional, dan kognitif anak. Dengan menumbuhkan kecintaan terhadap belajar dan membangun keterampilan dasar, pendidikan anak usia dini menyiapkan anak-anak menuju kesuksesan seumur hidup. Pendidikan anak usia dini penting diselenggarakan dalam rangka membentuk generasi masa depan yang berkualitas. Filsafat sebagai landasan pendidikan anak usia dini memberi arah dan tujuan bagi tercapainya perkembangan anak secara menyeluruh. Pendidikan anak harus berorientasi pada pengembangan holistik dan melibatkan semua pihak terkait. Pragmatisme memberikan pendekatan yang berpusat pada anak dalam pendidikan usia dini. Landasan praktek pendidikan pada anak usia dini yang berlandaskan pada filsafat dan teori pendidikan akan mampu menghadirkan pendidikan yang mengakomodasi upaya meningkatkan capaian tumbuh kembang anak secara optimal. Menjadi tugas dan tanggung jawab pendidikan untuk menstimulasi secara optimal melalui sentuhan-sentuhan yang kondusif bagi anak agar berkembang secara holistik.
DAMPAK REWARD INTRINSIK DAN EKSTRINSIK TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SYA'BAN, RISKA; PALUPY, TYA AYU; LIMALO, SRI AGUSTIN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4161

Abstract

Learning motivation is a key factor in educational success, influenced by various factors, including rewards. Rewards can be categorized into two types: intrinsic and extrinsic rewards. Intrinsic rewards refer to the satisfaction or sense of pride that comes from within the individual, such as the fulfillment from the effort made or awareness of achieving learning goals. In contrast, extrinsic rewards involve external factors such as prizes, praise, or recognition from others. This study explores the impact of both types of rewards on students' learning motivation. The results show that intrinsic rewards contribute the most to learning motivation, accounting for 34.21%, indicating that students who are more motivated by intrinsic rewards tend to have a higher level of motivation. Meanwhile, extrinsic rewards contribute 32.63%, suggesting that external rewards still play an important role in stimulating learning enthusiasm, although their contribution is slightly lower. Extrinsic rewards are relevant as an initial motivator, especially for students who need direct incentives to start or maintain their motivation. ABSTRAKMotivasi belajar merupakan faktor kunci dalam kesuksesan pendidikan, yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk penghargaan atau reward. Penghargaan dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu penghargaan intrinsik dan ekstrinsik. Penghargaan intrinsik merujuk pada kepuasan atau perasaan bangga yang berasal dari dalam diri individu, seperti rasa puas atas usaha yang dilakukan atau kesadaran akan pencapaian tujuan belajar. Sebaliknya, penghargaan ekstrinsik melibatkan faktor eksternal seperti hadiah, pujian, atau pengakuan dari orang lain. Penelitian ini mengeksplorasi pengaruh kedua jenis penghargaan terhadap motivasi belajar peserta didik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penghargaan intrinsik memberikan kontribusi terbesar terhadap motivasi belajar, yaitu sebesar 34,21%, yang mengindikasikan bahwa peserta didik yang lebih termotivasi oleh penghargaan intrinsik cenderung memiliki tingkat motivasi yang lebih tinggi. Sementara itu, reward ekstrinsik berkontribusi sebesar 32,63%, menunjukkan bahwa penghargaan eksternal tetap memiliki peran penting dalam membangkitkan semangat belajar, meskipun kontribusinya sedikit lebih rendah. Reward ekstrinsik relevan sebagai pendorong awal, terutama bagi peserta didik yang membutuhkan insentif langsung untuk memulai atau mempertahankan motivasi mereka.
PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN NURUL HUDA DALAM MEMBINA AKHLAK DI DESA SRINANTI KECAMATAN SEI MENGGARIS KABUPATEN NUNUKAN P, ARMAN.; MAHMUD, HASIBUDDIN; ROSMIATI, ROSMIATI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4162

Abstract

Education is a primary need that is very necessary for dexterity in living human life. In government regulation (PP) number 57 of 2021 chapter II article 2 concerning the national education system, education aims to develop the potential of students to become human beings who believe and fear God Almighty, have noble morals, are healthy, knowledgeable, capable, creative, and independent. The purpose of teaching or fostering good morals is so that children can easily carry out positive activities, have good behavior, speak politely, and have good morals. The subjects in this study were the Head of the Al-Qur'an education Park, teaching teachers, parents of students and students of the Al-Qur'an education Park Nurul Huda. In collecting data, researchers used observation, interview, and documentation methods. The data analysis technique uses three stages, namely data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Nurul Huda Al-Quran education Park plays a role in instilling daily moral values ??such as greeting when meeting other people, praying before and after learning to be honest and polite. The relationship between teaching the Qur'an and the development of children's morals is that Nurul Huda Al-Quran education park applies Islamic values ??in every learning process that not only learns to read and memorize the Qur'an, but is also invited to understand the meaning contained in the Qur'an that is read. ABSTRAKPendidikan merupakan kebutuhan utama yang sangat diperlukan untuk ketangkasan dalam menjalani hidup manusia. Di dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 BAB II Pasal 2 tentang Sistem Pendidikan Nasional yang mana pendidikan bertujuan mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, dan mandiri. Tujuan dari mengajarkan atau pembinaan akhlak yang baik ini adalah agar anak mudah untuk melakukan kegiatan-kegiatan yang positif, memiliki perilaku yang baik, bertutur kata yang sopan, sehingga memiliki akhlak yang baik. Subjek dalam penelitian ini adalah Kepala Taman Pendidikan al Qur’an, Guru pengajar, orang tua peserta didik dan Peserta didik Taman Pendidikan al Qur’an Nurul Huda. Dalam pengumpulan data peneliti menggunakan método observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan tiga tahap yaitu reduksi data, penyajian data, dan pengambilan kesimpulan Taman Pendidikan al Qur’an Nurul Huda berperan dalam menanamkan nilai-nilai akhlak keseharain seperti mengucapkan salam ketika bertemu dengan orang lain, berdoa sebelum dan sesudah belajar berkata jujur dan sopan. Keterkaitan antar pengajaran al Qur’an dengan perkembangan akhlak anak-anak yaitu ditaman pendidikan al Qur’an Nurul Huda menerapkan nilai-nilai islam disetiap pembelajaran yang tidak hanya belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an, tetapi juga diajak untuk memahami makna yang terkandung didalam al Qur’an yang dibacanya.
IMPLEMENTING STORYTELLING METHOD IN EFL CLASSROOM CONTEXT; CHALLENGES AND OPPORTUNITIES BERTOLI, STEFANUS MARIO; JANGGO, WENDELINUS OSCAR; KARTINI, MARIA; KRISTIANSI , MARIA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4163

Abstract

This research discusses the use of storytelling method to improve speaking skills in an English as a Foreign Language (EFL) class. The challenges faced by students, English teacher, and researcher in the learning process included students' anxiety, lack of motivation, and different proficiency levels. Using Classroom Action Research, this study involved pre-test and post-test to measure speaking ability and qualitative data from observation and interview. The results show that the storytelling method can be effective in engaging students, building confidence, and improving speaking skills through a dynamic and interactive learning environment. The study noted challenges and opportunities in teaching English speaking skills through the storytelling method. The researcher faced difficulties due to the complexity of language learning, cultural influences and diverse needs of the students. The storytelling method implemented in two cycles showed significant improvement in students' speaking skills, with 63.79% meeting the success criteria in the second cycle. The method not only improved speaking ability, but also encouraged students' critical thinking, creativity and confidence. The teacher also benefited from increased student participation and their ability to create a supportive learning environment. ABSTRAKPenelitian ini membahas tentang penggunaan metode storytelling untuk meningkatkan kemampuan berbicara di kelas Bahasa Inggris sebagai Bahasa Asing (EFL). Tantangan yang dihadapi oleh siswa, guru bahasa Inggris, dan peneliti dalam proses pembelajaran termasuk kecemasan siswa, kurangnya motivasi, dan tingkat kemahiran yang berbeda. Dengan menggunakan Penelitian Tindakan Kelas, penelitian ini melibatkan pre-test dan post-test untuk mengukur kemampuan berbicara dan data kualitatif dari observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode bercerita dapat menjadi efektif dalam melibatkan siswa, membangun kepercayaan diri, dan meningkatkan kemampuan berbicara melalui lingkungan belajar yang dinamis dan interaktif. Penelitian ini mencatat tantangan dan peluang dalam mengajarkan keterampilan berbicara bahasa Inggris melalui metode mendongeng. Peneliti menghadapi kesulitan karena kompleksitas pembelajaran bahasa, pengaruh budaya, dan kebutuhan siswa yang beragam. Metode storytelling yang diterapkan dalam dua siklus menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan berbicara siswa, dengan 63,79% memenuhi kriteria keberhasilan pada siklus kedua. Metode ini tidak hanya meningkatkan kemampuan berbicara, tetapi juga mendorong pemikiran kritis, kreativitas, dan kepercayaan diri siswa. Guru juga mendapat manfaat dari peningkatan partisipasi siswa dan kemampuan mereka untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung.
INOVASI PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN HYBRID CURRICULUM DI AQOBAH INTERNASIONAL SCHOOL JOMBANG TIFTAZANI, SYAZA; PURWOKO, BUDI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4164

Abstract

Learning innovation in education is currently the main key in preparing a competent generation that is ready to face global challenges. One of the growing innovations is the implementation of hybrid curriculum, which is a combination of various types of curriculum to create a more holistic learning experience. This article discusses the implementation of a hybrid curriculum that combines the national curriculum, pesantren curriculum, and cambridge curriculum at Aqobah International School Jombang. The purpose of this study is to explore how this hybrid learning model is implemented, as well as to evaluate its impact on the quality of learning and student learning outcomes and to be a strategic step in facing the challenges of modern education. This learning model is designed to create a more interactive and student-centred learning experience, where they are encouraged to actively participate in the learning process. Students not only gain academic knowledge, but also delve into the spiritual aspect through the Qur'an tahfidz programme and yellow book studies. In this curriculum, students are targeted to memorise 5 juz of the Qur'an during the three years of education, as well as learn the science of nahwu and shorof. In addition, Aqobah International School also provides specialisation programmes that allow students to develop specific skills according to their interests. These programmes cover various fields such as leadership, technology, and diplomacy. With this approach, the school not only focuses on academic outcomes, but also on developing students' character and social skills. Through this innovation, Aqobah International School is committed to creating a generation that is not only academically smart but also has integrity and strong moral values. The hybrid curriculum is expected to be a relevant and effective education model in preparing students to face global challenges in the future. ABSTRAK Inovasi pembelajaran di dunia pendidikan saat ini menjadi kunci utama dalam mempersiapkan generasi yang kompeten dan siap menghadapi tantangan global. Salah satu inovasi yang berkembang adalah penerapan hybrid curriculum, yaitu penggabungan berbagai jenis kurikulum untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih holistik. Artikel ini membahas penerapan hybrid curriculum yang menggabungkan kurikulum nasional, kurikulum pesantren, dan kurikulum cambridge di Aqobah Internasional School Jombang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengeksplorasi bagaimana model pembelajaran hibrid ini diterapkan, serta untuk mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan hasil belajar siswa dan menjadi langkah strategis dalam menghadapi tantangan pendidikan modern. Model pembelajaran ini dirancang untuk menciptakan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan berpusat pada siswa, di mana mereka didorong untuk aktif berpartisipasi dalam proses pembelajaran. Siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan akademis, tetapi juga mendalami aspek spiritual melalui program tahfidz Al-Qur'an dan kajian kitab kuning. Dalam kurikulum ini, siswa ditargetkan untuk menghafal 5 juz Al-Qur'an selama tiga tahun pendidikan, serta mempelajari ilmu nahwu dan shorof. Selain itu, Aqobah Internasional School juga menyediakan program spesialisasi yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan keterampilan khusus sesuai minat mereka. Program ini mencakup berbagai bidang seperti kepemimpinan, teknologi, dan diplomasi. Dengan pendekatan ini, sekolah tidak hanya fokus pada hasil akademis, tetapi juga pada pengembangan karakter dan keterampilan sosial siswa. Melalui inovasi ini, Aqobah Internasional School berkomitmen untuk menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga memiliki integritas dan nilai-nilai moral yang kuat. hybrid curriculum diharapkan dapat menjadi model pendidikan yang relevan dan efektif dalam mempersiapkan siswa menghadapi tantangan global di masa depan.
ENHANCING ENGLISH SPEAKING MOTIVATION OF NURSING STUDENTS’ THROUGH MINI VLOGS ON TIKTOK BURA, BERNADETHA OVIATY; BALIK, LUSIYANA MARIETA; URAN, STEFANUS IGOLOIS GRENGA
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4165

Abstract

This research explored the use of TikTok mini-vlogs as a medium to enhance the motivation and English-speaking skills of eleventh grade students at the Catholic Private School of St. John Paul II Maumere. The study aimed to address the students' challenges in speaking English, such as limited vocabulary, low confidence and lack of motivation. Utilizing the Classroom Action Research (CAR) methodology, the research was conducted in two cycles. Data were collected through pre-test and post-test, with assessment focusing on fluency, pronunciation, non-verbal communication, content and creativity. The results showed significant improvements in all aspects assessed. A very significant improvement occurred in fluency and creativity. The average score for fluency improved from 3.62 in Cycle I to 4.62 in Cycle II, representing a 1.0-point gain and the average score for creativity improved from 3.14 in Cycle I to 4.4 in Cycle II, which indicates an improvement of 1.26. This shows that the implementation of mini vlog on TikTok application in the learning process can overcome educational issues, especially in learning English as a second language. ABSTRAKPenelitian ini mengeksplorasi penggunaan mini-vlog TikTok sebagai media untuk meningkatkan motivasi dan keterampilan berbicara bahasa Inggris siswa kelas sebelas di Sekolah Swasta Katolik St. John Paul II Maumere. Studi ini bertujuan untuk mengatasi tantangan yang dihadapi siswa dalam berbicara bahasa Inggris, seperti kosakata yang terbatas, kurangnya kepercayaan diri, dan kurangnya motivasi. Menggunakan metodologi Penelitian Tindakan Kelas (PTK), penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Data dikumpulkan melalui pre-test dan post-test, dengan penilaian yang berfokus pada kelancaran, pengucapan, komunikasi non-verbal, konten, dan kreativitas. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan dalam semua aspek yang dinilai. Peningkatan yang sangat signifikan terjadi dalam kelancaran dan kreativitas. Skor rata-rata untuk kelancaran meningkat dari 3,62 pada Siklus I menjadi 4,62 pada Siklus II, yang mewakili peningkatan sebesar 1,0 poin, dan skor rata-rata untuk kreativitas meningkat dari 3,14 pada Siklus I menjadi 4,4 pada Siklus II, yang menunjukkan peningkatan sebesar 1,26. Ini menunjukkan bahwa penerapan mini vlog di aplikasi TikTok dalam proses pembelajaran dapat mengatasi masalah pendidikan, terutama dalam pembelajaran bahasa Inggris sebagai bahasa kedua.
EFEKTIVITAS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS SD SUBAWEH, IMAM; SUTRIYANI, WULAN
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.4132

Abstract

Current education demands an increase in students' critical thinking skills in mastering cognitive materials. At SDN 2 Sukosono Jepara, conventional learning methods have not been able to develop students' critical thinking skills optimally. This study aims to analyze the effectiveness of the application of the discovery learning model on the critical mathematical thinking skills of fifth grade students in the material of multiplication and division of fractions. This study uses a quantitative method with a one group pretest-posttest design, involving all fifth grade students of SDN 2 Sukosono Jepara as many as 28 students. The instrument used in this study was a mathematical critical thinking ability test given before and after the application of the learning model. The results of the data analysis showed a significance value (2-tailed) of 0.000 which is lower than 0.005, as well as an increase in the average score of students from 58 in the pretest to 87 in the posttest. Based on the t-test, the t-count value was 24.341, which was greater than the t-table of 1.70113. This shows that there is a significant difference between students' mathematical critical thinking skills before and after the application of the discovery learning model. Thus, it can be concluded that the application of the discovery learning model is effective in improving the mathematical critical thinking skills of fifth grade students of SDN 2 Sukosono Jepara. ABSTRAKPendidikan saat ini menuntut peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa dalam menguasai materi kognitif. Di SDN 2 Sukosono Jepara, metode pembelajaran konvensional belum mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis siswa secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis keefektifan penerapan model pembelajaran discovery learning terhadap kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V pada materi perkalian dan pembagian pecahan. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan desain one group pretest-posttest, yang melibatkan seluruh siswa kelas V SDN 2 Sukosono Jepara sebanyak 28 siswa. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan berpikir kritis matematis yang diberikan sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran. Hasil analisis data menunjukkan nilai signifikansi (2-tailed) sebesar 0,000 yang lebih rendah dari 0,005, serta peningkatan skor rata-rata siswa dari 58 pada pretest menjadi 87 pada posttest. Berdasarkan uji-t, diperoleh nilai t-hitung sebesar 24.341, yang lebih besar dari t-tabel 1.70113. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara kemampuan berpikir kritis matematis siswa sebelum dan sesudah penerapan model pembelajaran discovery learning. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran discovery learning efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis matematis siswa kelas V SDN 2 Sukosono Jepara.
KLASIFIKASI OBJEK KAPAL BERBASIS DEEP LEARNING UNTUK MARITIME SURVEILLANCE TANDUNG, ALBERTHA LOLO; ABDUH, MOCHAMMAD; ARAFAH, MUHAMMAD; HALID, AGUS; MULYONO , MULYONO; INRIANI, INRIANI
EDUCATIONAL : Jurnal Inovasi Pendidikan & Pengajaran Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/educational.v4i4.3753

Abstract

This study aims to develop a Convolutional Neural Network (CNN) model for ship type classification with high accuracy. The developed model achieved 92% accuracy, 91% precision, 93% recall, and 92% F1-Score, which shows the effectiveness of the model in identifying cargo, passenger, and fishing vessels. These results support the research hypothesis (H1), which states that CNN is able to classify ship types with an accuracy of more than 85%. This success was achieved through a systematic approach in data collection and processing. Images collected from Soekarno-Hatta Port and Samalona Island with varying angles and lighting provided diverse data that was important for model training. Data filtering and labeling using the Roboflow platform ensured optimal image quality. Model training used the TensorFlow framework with a batch size of 32 and 50 epochs, resulting in fast convergence and good generalization capabilities. Further evaluation showed that this model was able to minimize classification errors with balanced precision and recall. The main challenge includes the variation of external conditions, but the data augmentation technique successfully overcomes this problem and improves the robustness of the model. This study makes a significant contribution to the development of machine learning-based ship classification technology for maritime surveillance applications. Recommendations for further research include collecting larger datasets and exploring other image processing methods to improve model accuracy under more difficult shooting conditions. Overall, this study shows the great potential of using CNN for maritime surveillance efficiency. ABSTRAKPenelitian ini bertujuan mengembangkan model Convolutional Neural Network (CNN) untuk klasifikasi jenis kapal dengan akurasi yang tinggi. Model yang dikembangkan mencapai akurasi 92%, presisi 91%, recall 93%, dan F1-Score 92%, yang menunjukkan efektivitas model dalam mengidentifikasi kapal kargo, penumpang, dan nelayan. Hasil ini mendukung hipotesis penelitian (H1), yang menyatakan bahwa CNN mampu mengklasifikasikan jenis kapal dengan akurasi lebih dari 85%. Keberhasilan ini dicapai melalui pendekatan sistematis dalam pengumpulan dan pemrosesan data. Gambar-gambar yang dikumpulkan dari Pelabuhan Soekarno-Hatta dan Pulau Samalona dengan variasi sudut dan pencahayaan memberikan data beragam yang penting untuk pelatihan model. Penyaringan dan pelabelan data menggunakan platform Roboflow memastikan kualitas gambar yang optimal. Pelatihan model menggunakan framework TensorFlow dengan batch size 32 dan epochs 50, menghasilkan konvergensi yang cepat dan kemampuan generalisasi yang baik. Evaluasi lebih lanjut menunjukkan bahwa model ini mampu meminimalkan kesalahan klasifikasi dengan presisi dan recall yang seimbang. Tantangan utama termasuk variasi kondisi eksternal, namun teknik augmentasi data berhasil mengatasi masalah ini dan meningkatkan ketahanan model. Penelitian ini memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan teknologi klasifikasi kapal berbasis machine learning untuk aplikasi pengawasan maritim. Rekomendasi untuk penelitian lanjutan termasuk pengumpulan dataset lebih besar dan eksplorasi metode pengolahan citra lainnya untuk meningkatkan akurasi model pada kondisi pengambilan gambar yang lebih sulit. Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan potensi besar penggunaan CNN untuk efisiensi pengawasan maritim.

Page 3 of 3 | Total Record : 30