cover
Contact Name
Unang Achlison
Contact Email
unang@stekom.ac.id
Phone
+6282134636629
Journal Mail Official
unang@stekom.ac.id
Editorial Address
Jl. Majapahit No.605, Pedurungan, Semarang, Jawa tengah
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa
ISSN : 29622891     EISSN : 29622891     DOI : https://doi.org/10.51903/zjk00113
Jurnal Mahasiswa: Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa dengan e-ISSN= 2962-2891, p-ISSN= 2962-2883 merupakan platform publikasi jurnal yang mulai diresmikan pada tahun 2019. Jurnal Mahasiswa diterbitkan oleh Universitas Sains dan Tenologi Komputer yang bekerjasama dengan Fakultas Studi Vokasi dan Fakultas Studi Akademik Universitas STEKOM. Jurnal Mahasiswa telah rutin menerbitkan jurnal dalam 1-4 edisi per tahun. Karya yang diterbitkan merupakan suatu hasil penelitian orisinil atau tinjauan Pustaka yang ditulis oleh mahasiswa. Ruang lingkup karya yang diterbitkan mencakup Multidisiplin diantaranya yaitu: Ilmu Sosial Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Informatika, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. Jurnal ini terbit 1 tahun 4 kali (Maret, Juni, September dan Desember)
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 265 Documents
PENGELOLAAN ARSIP BIMBINGAN DAN KONSELING SEBAGAI SUMBER INFORMASI LAYANAN KONSELING BAGI SISWA Khoiri Mufarikhatin A.R.; Nunung Aliyati Fajer
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Mahasiswa September 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i3.1704

Abstract

Lingkungan sekolah merupakan faktor penting yang memengaruhi perkembangan sosial dan emosional peserta didik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh lingkungan sekolah terhadap perkembangan sosial-emosional siswa melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Data diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah periode 2021–2026 serta literatur klasik yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang aman, suportif, dan inklusif berkontribusi positif terhadap perkembangan sosial dan emosional siswa. Pengaruh tersebut diklasifikasikan ke dalam tiga aspek utama, yaitu sosial (hubungan interpersonal dan program mediasi sebaya), akademik (iklim kelas dan kebijakan anti-perundungan berbasis Social and Emotional Learning), serta fisik (desain ruang belajar fleksibel dan lingkungan yang mendukung kesejahteraan psikologis). Ketiga aspek tersebut berperan dalam meningkatkan regulasi emosi, empati, rasa memiliki terhadap sekolah, dan perilaku prososial. Sebaliknya, perundungan dan fasilitas yang tidak memadai dapat menghambat perkembangan emosional siswa. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kebijakan sekolah ramah anak, pelatihan disiplin positif bagi pendidik, dan optimalisasi fasilitas yang mendukung interaksi inklusif.              
PENGARUH LINGKUNGAN SEKOLAH TERHADAP PERKEMBANGAN SOSIAL DAN EMOSIONALTHE INFLUENCE OF SCHOOL ENVIRONMENT ON SOCIAL AND EMOTIONAL DEVELOPMENT Yeni Karima Milasari; Ellen Prima
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Mahasiswa September 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i3.1738

Abstract

Lingkungan pendidikan adalah salah satu elemen penting yang berpengaruh pada kemajuan sosial dan emosional pelajar. Sekolah tidak hanya berfungsi sebagai tempat untuk mendapatkan ilmu, melainkan juga sebagai area untuk berinteraksi sosial yang membantu siswa mengasah keterampilan berbicara, berkolaborasi, berempati, dan mengelola perasaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak lingkungan sekolah terhadap pertumbuhan sosial dan emosional pelajar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menganalisis secara sistematis berbagai sumber akademis terbitan 2021–2026 serta literatur klasik yang relevan. Temuan dari kajian ini menunjukkan bahwa lingkungan sekolah yang baik, aman, dan mendukung dapat mengoptimalkan perkembangan sosial dan emosional pelajar. Melalui teknik analisis isi (content analysis), pengaruh lingkungan sekolah diklasifikasikan ke dalam tiga aspek utama, yaitu aspek sosial (hubungan interpersonal dan program peer-mediator), aspek akademis (iklim kelas dan kebijakan anti-bullying berbasis Social and Emotional Learning), serta aspek fisik (desain tata ruang kelas yang fleksibel dan lingkungan mindful). Ketiga aspek tersebut terbukti saling berkelindan dan bertindak sebagai stimulus penting dalam meningkatkan regulasi diri emosional, rasa kepemilikan sekolah (school belonging), empati, serta perilaku prososial siswa. Sebaliknya, paparan terhadap perundungan atau fasilitas fisik yang tidak kondusif dapat menghambat stabilitas emosi dan memicu kecemasan. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan adanya integrasi kebijakan sekolah yang ramah anak, pelatihan disiplin positif bagi pendidik, serta optimalisasi fasilitas spasial yang mendukung interaksi inklusif.
Peran Pengelolaan Arsip Inaktif dalam Proses Temu Kembali Arsip Ziddan Muhammadhi; Diana Eka Poernamawati
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Mahasiswa September 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i3.1742

Abstract

Pengelolaan arsip inaktif merupakan bagian penting dalam sistem kearsipan karena berperan dalam mendukung efektivitas proses temu kembali arsip. Namun, dalam prakteknya masih ditemukan berbagai permasalahan, seperti ketidakteraturan penyimpanan arsip, keterbatasan sumber daya manusia, serta kurang optimalnya penggunaan sarana temu kembali arsip yang menyebabkan proses pencarian informasi menjadi kurang efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran pengelolaan arsip inaktif dalam proses temu kembali arsip berdasarkan hasil penelitian terdahulu dan regulasi kearsipan yang berlaku. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (literature review) dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari jurnal ilmiah dan peraturan perundang-undangan yang relevan dengan topik penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan arsip inaktif yang dilakukan secara sistematis melalui penataan, penyimpanan, penggunaan sarana temu kembali, dan penyusutan arsip mampu meningkatkan kemudahan akses informasi serta mempercepat proses pencarian dokumen. Selain itu, efektivitas temu kembali arsip dipengaruhi oleh sistem penyimpanan, kompetensi sumber daya manusia, ketersediaan sarana temu kembali arsip, dan pemanfaatan teknologi informasi. Penelitian ini menunjukkan bahwa pengelolaan arsip inaktif tidak hanya berfungsi sebagai kegiatan penyimpanan dokumen, tetapi juga sebagai upaya mendukung aksesibilitas informasi organisasi secara efektif dan efisien.  
FRAGMENTASI REKOD TEKNIS DAN KELEMBAGAAN DALAM PENGELOLAAN ARSIP INAKTIF DI KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM PADA MASA REORGANISASI KEMENTERIAN 2023-2024 Amanda Kinanti Avrilia; Ellyn Eka Wahyu
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Mahasiswa September 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i3.1751

Abstract

Reorganisasi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menjadi dua kementerian terpisah pada tahun 2023–2024 menimbulkan persoalan kearsipan yang kompleks dan nyaris luput dari perhatian dalam literatur reformasi birokrasi. Penelitian ini bertujuan menganalisis bentuk fragmentasi rekod teknis dan kelembagaan dalam pengelolaan arsip inaktif di Kementerian Pekerjaan Umum (KemenPU) selama proses reorganisasi, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan rekomendasi konseptual. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi dokumen terhadap regulasi dan dokumen organisasi, serta wawancara semi-terstruktur dengan informan yang terlibat dalam pengelolaan arsip. Analisis tematik terhadap 847 berkas arsip inaktif mengungkapkan bahwa 34,1% berkas berstatus kustodi ambigu (arsip yatim) dan 44,3% memiliki metadata tidak lengkap. Tiga dimensi fragmentasi teridentifikasi, yaitu putusnya rantai kustodi rekod teknis infrastruktur, terancamnya integritas rekod teknis, dan stagnasinya program migrasi digital. Sebagai respons, penelitian ini mengajukan Protokol Rantai Kustodi Rekod (PRKR) sebagai kerangka konseptual orisinal yang terdiri atas lima tahapan sekuensial: inventarisasi pra-reorganisasi, klasifikasi kustodi terpandu, penetapan kustos tunggal, perjanjian akses bersama, dan audit kustodi pasca-reorganisasi. PRKR menawarkan instrumen prosedural sekaligus adaptif untuk menutup celah tata kelola kearsipan pada masa reorganisasi pemerintah di masa mendatang.
Retrospeksi Model Pembelajaran Konvensional: Analisis Minat Belajar Mahasiswa Gen Z Andri Irawan; Ahmad Subarna; Mauzifa Mauzifa; Arliansyah Maulana
Jurnal Ilmiah Penalaran dan Penelitian Mahasiswa Vol. 8 No. 3 (2026): Jurnal Mahasiswa September 2026
Publisher : Universitas Sains dan Teknologi Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51903/jurnalmahasiswa.v8i3.1798

Abstract

Penelitian ini didasari sebuah fenomena model pembelajaran konvensional berbasis SCL yang diterapkan mahasiswa kini dipandang sebagai skema belajar yang tidak relevan lagi. Namun, setelah dikaji lebih jauh, pola pembelajaran tersebut tidak selamanya kaku dan monoton, tergantung bagaimana dosen dan mahasiswa dapat membangun konstruk pembelajaran secara lebih bernilai. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan model pembelajaran konvensional berdasarkan minat belajar mahasiswa sebagai upaya retrospeksi terhadap stigma buruk model tersebut. Pendekatan penelitian ini menerapkan kuantitatif dengan statistik deskriptif, melalui angket sebagai instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran konvensional melalui perpaduan positif SCL dan LCL dengan penguatan pembelajaran aktif berdasarkan minat belajar mahasiswa telah berdampak baik. Uji statistik menunjukkan sebesar 67,83% keterlaksanaan model ini (kategori tinggi). Penelitian ini merekomendasikan agar seluruh sivitas akademika dan masyarakat akademis secara umum tidak serta-merta menyatakan model pembelajaran konvensional tersebut tidak relevan lagi untuk diterapkan. Namun, harus bijak dalam mengintegrasikan model-model pembelajaran secara proporsional dan sesuai konteks kebutuhan.

Filter by Year

2019 2026