cover
Contact Name
Elizar, Ph.D
Contact Email
elizar@unsyiah.ac.id
Phone
+6282277720278
Journal Mail Official
jurnal.peluang@unsyiah.ac.id
Editorial Address
Jurusan Pendidikan Matematika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Jl. Tgk. Hasan Krueng Kalee, Kopelma Darussalam, Syiah Kuala, Kota Banda Aceh
Location
Kab. aceh besar,
Aceh
INDONESIA
Jurnal Peluang
ISSN : 23025158     EISSN : 26851539     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Peluang is a scientific journal in mathematics education including the advances of methods, approaches, and theories related to the mathematics teaching and learning. The scope of the journal includes: 1. The advances in mathematics teaching and learning 2. Theories, methods and approaches development in mathematics education 3. Mathematics teaching and learning in schools and higher education.
Articles 116 Documents
PENERAPAN PENDEKATAN PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN SISWA PADA MATERI OPERASI HITUNG KELAS IV SD KARTIKA BANDA ACEH Ramlah .
Jurnal Peluang Vol 4, No 2 (2015): Volume 4, Nomor 2, April 2016
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (487.716 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar, aktivitas siswa, dan aktivitas guru, dalam proses pembelajaran melalui penggunaan model pembelajaran problem solving dalam pembelajaran matematika materi operasi hitung bilangan. Subjek penelitian adalah siswa IV SD Kartika Banda Aceh sebanyak 19 orang, terdiri atas 9 siswa laki-laki dan 10 siswa perempuan serta 1 orang guru sebagai pengamat, sedangkan objek penelitian adalah penerapan problem solving untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data dikumpulkan dengan menggunakan lembar observasi aktivitas guru, aktivitas siswa dan tes. Dari hasil analisis didapatkan bahwa Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa sebesar 70,53 dan siswa yang tuntas dalam proses pembelajaran sebanyak 13 siswa (68,42%) dan siswa yang tidak tuntas 6 orang (31,58%). Pada siklus II nilai rata-rata siswa tercapai sebesar 78,42 siswa yang tuntas mengikuti proses pembelajaran sebanyak 18 orang siswa (94,74%). Sedangkan siswa yang tidak tuntas hanya 1 orang (5,26%). Aktivitas guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,92 dan pada siklus II mencapai skor rata-rata sebesar 4,63. Aktivitas siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai ke siklus II. Hal ini dapat dilihat dari skor rata-rata pada siklus I yang diperoleh sebesar 3,3 sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 4,2.Kata Kunci: Pembelajaran Problem Solving, Operasi Hitung
Pengembangan Perangkat Pembelajaran Geometri dengan Pendekatan Realistic Mathematics Education (RME) Berbantuan Cabri 3D Nurul Asma; M. Ikhsan; Hajidin Hajidin
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (373.879 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i1.13740

Abstract

Interest geometry are taught is to develop spatial ability so as to impart knowledge to support other materials. As NCTM specify one of five content standards in mathematics, namely geometry measurement an important element involves the use of visualization and modeling. This shows that modeling is the demands of the curriculum that must be accommodated in the classroom. Therefore, teachers should be able to apply the learning object model that abstracts from geometry into real situations imaginable learners. One lesson that applies the use of models that help learners build their own knowledge is Realistic Mathematics Education (RME). Shaped media selection Information and Computer Technology (ICT) can also meet the demands of the curriculum on the use of visualization to teach geometry. One of ICTs to facilitate learners to imagine something abstract geometry of the object is Cabri 3D software. But in reality there is no learning device that integrates Cabri 3D geometry once using RME approach. This study aims to develop and produce devices RME-assisted learning Cabri 3D is valid, practical, and effective. This research is a research development refers to the model of Dick and Carey consisting of nine steps, namely the identification of learning objectives, learning analysis, identification of the characteristics of learners, formulate learning objectives, develop test items, develop learning strategies, develop learning materials, design and implement formative evaluation, and revising instructional materials. The trial in this study conducted in SMP 19 Pilot Banda Aceh. The result showed that the learning device geometry with Cabri 3D-assisted RME approach memenui valid criteria, practical andeffective.
HASIL BELAJAR SISWA PADA MATERI BENTUK ALJABAR DI KELAS VII SMP NEGERI 1 BANDA ACEH TAHUN PELAJARAN 2013/2014 Irwitadia Hasibuan
Jurnal Peluang Vol 4, No 1 (2015): Volume 4, Nomor 1, Oktober 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (357.832 KB)

Abstract

Aljabar merupakan materi yang diajarkan di kelas VII SMP dan sangat penting untuk dipelajari karena memiliki banyak kontribusi baik dalam materi matematika lanjutan maupun dalam kehidupan sehari-hari. Namun kenyataannya banyak siswa yang memounyai kesulitan dalam mengaplikasikan materi aljabar tersebut pada materi matematika lanjutan. Oleh karena itu peneliti melakukan penelitian dengan tujuan untuk 1) mendeskripsikan hasil belajar siswa pada materi bentuk aljabar, 2) mengetahui kesulitan siswa dalam mempelajari materi bentuk aljabar, dan 3) mengidentifikasi penyebab kesulitan yang dialami siswa di kelas VII SMP Negeri 1 Banda Aceh tahun pelajaran 2013/2014. Data untuk penelitian ini diperoleh dari sampel yang diambil secara acak, yaitu siswa VII-8 sebanyak 27 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa SMP Negeri 1 Banda Aceh dalam materi bentuk aljabar masih sangat rendah. Hal ini didukung karena dari data hasil penelitian diperoleh bahwa hanya 1 siswa (3,7%) yang dapat menguasai materi bentuk aljabar dari 27 siswa sehingga peneliti berkeyakinan bahwa siswa pada umumnya mengalami kesulitan belajar dalam mempelajari materi ini. Kesulitan belajar tersebut dikarenakan 1) pemahaman konsep dasar aljabar yang rendah; 2) kurangnya minat/kemauan; 3) kurangnya latihan untuk mengerjakan soal-soal bentuk aljabar; 4) kesulitan menganalisis soal cerita; 5) persepsi yang buruk tentang aljabar; dan 6) pembelajaran aljabar yang kurang bermakna.Kata kunci: Hasil belajar siswa, kesulitan siswa, aljabar
PENGARUH KEGIATAN EKSTRAKURIKULER TERHADAP PRESTASI SAINS DAN PERILAKU SOSIAL PELAJAR Khairul Umam
Jurnal Peluang Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No.2, April 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (33.435 KB)

Abstract

Abstrak
Validitas Lembar Kerja Siswa pada Pembelajaran Pecahan dengan Pendekatan Matematika Realistik Berbantuan Manuskrip Faraidh Sera Delta Tanjung; Anizar Ahmad; Cut Morina Zubainur
Jurnal Peluang Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (423.108 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i1.13515

Abstract

Realistic approach is a learning approach that examines topics / concepts of mathematics through contextual problems. The goal is to create a memorable and meaningful learning through experience. This mathematical experience gained from the experience of mathematics. The experience can be obtained from the culture. Etnomatematika is a form of mathematics were influenced or based on the culture that exists in the community, either in the form of religion, artifacts and customs. One etnomatematika that develops in the people of Aceh and close to the students is about science faraidh (the division of the estate). Faraidh etnomatematika utilization of science is in accordance with the purpose of education in Aceh that are nuanced Islamic education as an area that bersyariat Islam. However, etnomatematika-based learning tools that are not available, so it needs to be an effort to help teachers to develop devices based learning etnomatematika. This study aims to determine the process and outcome-based learning software development etnomatematika valid, practical, and effective. The development method used for unmet valid, practical and effective is the method Plomp, which includes the initial assessment phase, the design / prototyping, and assessment. The subjects were a group of junior high school students in grade VIID Al-Fityan IT as a subject limited test and one class graders from junior IT VIIB Al-Fityan Aceh Besar as subjects to test the practicalities and effectiveness of the learning. The results of this study obtained etnomatematika based learning tools that meet the criteria for a valid, practical, and effective.
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TEAM ASSISTED INDIVIDUALIZATION (TAI) DALAM PEMBELAJARAN INTEGRAL DI KELAS XII IPA-2 SMA NEGERI 8 BANDA ACEH Ida Nurzakiaty
Jurnal Peluang Vol 3, No 2 (2015): Volume 3 No. 2 April 2015
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.076 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ketuntasan  belajar melalui penerapan model Team Assisted Individualization (TAI) pada materi integral secara klasikal serta mengetahui aktivitas siswa dan aktivitas guru saat penerapan pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI). Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XII IPA/2 sebanyak 32 orang dan objeknya adalah materi integral. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitiannya adalah Penelitian Tindakan Kelas yang terbagi dalam dua siklus, tiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan tes awal, tes akhir, observasi aktivitas siswa, observasi aktivitas guru, dan didukung dengan angket respon siswa. Pengolahan data menggunakan statistik deskriptif yang menggunakan persentase. Setiap siklus dikatakan berhasil jika mendapat rata-rata nilai ≥65 dan ketuntasan belajar klasikal ≥85%. Berdasarkan hasil pengolahan data tes didapatkan nilai rata-rata siklus I yaitu 77,903 dan siklus II yaitu 87,032, nilai rata-rata yang didapatkan sudah ≥65 dan mengalami peningkatan sebesar 9,129. Untuk ketuntasan klasikal pada siklus I yaitu 77,42% dan siklus II yaitu 93,55%, siklus I belum mencapai ketuntasan belajar klasikal sedangkan siklus II sudah mencapai ketuntasan belajar klasikal (≥85%) dan mengalami peningkatan sebesar 16,13%. Aktivitas belajar siswa sudah efektif dan aktivitas guru juga berada pada kategori baik. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa Penerapan Model Kooperatif TipeTeam Assisted Individualization (TAI) dalam Materi integral di SMA Negeri 8 Banda Aceh kelas XII IPA-2 sudah berhasil mencapai indikator kinerja pada siklus II.
Peningkatan Kemampuan Pemahaman dan Representasi Matematis Siswa SMP Melalui Model Discovery Learning rusydy rusydy
Jurnal Peluang Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (192.285 KB) | DOI: 10.24815/jp.v7i2.15303

Abstract

Abstract. This study aimed to determine the differences in the increase of understanding and mathematical representation skills of student learned using the discovery learning model and the conventional learning approaches. This research was an experimental research with pretest-posttest control design group. The instrument were the tests of mathematical understanding and representation skills. Data analysis involved N-Gain test, data distribution normality, data homogeneity test, ANOVA. The results showed that the increase in the understanding and mathematical representation skills of students learning using discovery learning models was better those using conventional learning approach. It was reviewed based on overall students and student grouping (high, medium, low). This study also concluded that there was no interaction between the learning model and student levels (high, medium, low) on increasing students' understanding and mathematical representation skills.Keywords: Understanding, mathematical representation skills, discovery learning learning model
MODEL PBI UNTUK MENGEMBANGKAN PEMAHAMAN MAHASISWA DALAM MEMECAHKAN MASALAH TENTANG INTEGRAL TENTU Usman .
Jurnal Peluang Vol 1, No 2 (2012): Volume 1 No.2, April 2013
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.068 KB)

Abstract

AbstrakKalkulus merupakan salah satu matakuliah yang mempunyai peranan yang penting dalam menyelesaikan masalah matematika, fisika, kimia, biologi, teknik, pertanian, dan ekonomi. Oleh karena itu, mahasiswa pendidikan matematika perlu menguasai kalkulus khususnya integral tentu sebagai bekal untuk mengajar dan menyelesaikan masalah sehari-hari. Namun demikian, kenyataan menunjukkan pemahaman mahasiswa terhadap konsep integral tentu serta menggunakannnya dalam memecahkan masalah masih rendah. Salah satu upaya untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah model problem based instruction (PBI). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan pemahaman mahasiswa dalam memecahkan masalah tentang integral tentu dengan model PBI. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (PTK) dengan jumlah siklus sebanyak 3 (tiga) siklus dan setiap siklus terdiri dari 4 (empat): tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian adalah mahasiswa program studi pendidikan matematika semester II tahun akademik 2011/2012 FKIP Unsyiah. Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah tes kemampuan memecahkan masalah, lembar pengamatan aktivitas dosen, lembar pengamatan aktivitas mahasiswa, dan angket respon mahasiswa. Teknik analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan cara reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil analisis diperoleh pengembangan pemahaman mahasiswa dalam memecahkan masalah tentang integral tentu dilakukan melalui model PBI, yaitu orientasi mahasiswa pada masalah, mengorganisasikan bantuan dalam penyelidikan secara  kelompok, memberi bantuan dalam menyelidiki secara kelompok,  mengembangkan dan memberikan bimbingan memecahkan masalah, menganalisis dan mengevaluasi proses memecahkan masalah.  Kata Kunci: pemahaman, memecahkan masalah, integral tentu, dan model PBI 
Inisiatif Siswa SMP dalam Merancang Denah melalui STEM Fatma Salinda; Rahmah Johar; Syahjuzar Syahjuzar
Jurnal Peluang Vol 8, No 1 (2020): Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jp.v8i1.20664

Abstract

The engagement of students' initiative in designing the floor plan has received less attention from the teacher. Student engagement can be seen from the student's initiative in designing a floor plan during learning. One strategy that can be used is Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). STEM integrates science, technology, engineering, and mathematics. This study aimed to describe the students' initiative in designing floor plans through STEM at one of the junior high schools in Banda Aceh, Indonesia. This is descriptive qualitative research. The subjects of this study were seven Year 7 students. Data collection was carried out using observation sheets. Student initiatives in this study were measured by eight indicators: trying to do their job perfectly and seriously, not doing it carelessly, actively participating in discussions, doing more than assigned work, not being communicative, asking questions to get more information, raising hands before responding to questions or expressing opinions, referring to his/her dictionary, encyclopedia, or other references for information, and meeting teachers to discuss learning material before or after school. The results showed that the students' initiative increased in designing floor plans through STEM. This can be seen from students who meet the eight indicators of the initiative. Thus, it can be concluded that all indicators in this study were fulfilled so that students can complete project assignments well.
Kemampuan Komunikasi Matematis dan Kemandirian Belajar Siswa Melalui Flipped Classroom-Collaborative Learning Detiana Amir; Rahmah Johar; Mailizar Mailizar
Jurnal Peluang Vol 8, No 1 (2020): Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Peluang
Publisher : Universitas Syiah Kuala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24815/jp.v8i1.20557

Abstract

This study aimed to describe students' mathematical communication skills, examine their improvement and describe students' learning independence during the learning. This study applied a mixed-method approach with a concurrent embedded strategy. Samples were selected by random sampling, 32 Year 10 students from one of the senior high schools in Banda Aceh, Indonesia. The instrument used to obtain data on students' mathematical communication skills during the learning were a daily test, observations, and interviews. The instrument used to obtain data on the improvement of students 'mathematical communication skills after learning were pretest and posttest. While the instrument used to describe students' learning independence during the learning was a questionnaire. Data analysis was conducted using a rubric to assess mathematical communication skills, a Paired-sample t-test, and descriptive statistics. The results showed that students could communicate mathematically orally and in writing related to the trigonometric function graph material during the learning. Furthermore, there was an increase and a significant effect on students' mathematical communication skills scores. This study also showed that students have independent learning during the learning using Flipped Classroom-Collaborative Learning (FC-CL). Therefore, teachers are expected to expand the application FC-CL to other materials.

Page 10 of 12 | Total Record : 116