cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 155 Documents
Refleksi Konsep Sufistik Perempuan: Tinjauan terhadap Naskah Raden Dewi Murtasiya Erro Witjaya Kusuma; Hanafi
Manuskripta Vol 15 No 2 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i2.180

Abstract

Sufi figures serve as inspirational narratives capable of shaping the social construct of Sufic dynamics studied by women. The representation of Raden Murtasiya as a spiritual figure in ancient Javanese manuscripts provides profound insights into understanding domestic family relationships through a Sufi perspective. This study aims to examine the reflection of Raden Murtasiya as a symbol of female Sufism within the Raden Murtasiya manuscript. The Sufi teachings in this text practice the values of asceticism (zuhd), patience (sabr), and sincerity (ikhlas) as the foundation for bridging Sufic principles with the domestic sphere. Using a philological approach, the methodology encompasses manuscript inventory, description, transliteration, and translation. This research utilizes a comparative study between the Raden Murtasiya manuscript from the British Library (Endangered Archives Programme) and the collection of the Sonobudyo Museum as documented in Fajar Wijanarko’s work. The findings indicate that Raden Murtasiya exemplifies an expressive and active form of Sufism. The Sufic values within this manuscript foster spiritual consciousness through Raden Murtasiya's journey. === Tokoh sufi menjadi kisah inspiratif yang mampu memberikan konstruk sosial terhadap dinamika tasawuf yang dipelajari oleh perempuan. Representasi Raden Murtasiya sebagai tokoh spritual pada naskah kuno Jawa, memberikan pemahaman dalam memahami hubungan domestik keluarga perspektif tasawuf. Penelitian ini bertujuan untuk melihat refleksi Raden Murtasiya sebagai simbol sufi perempuan pada naskah Raden Murtasiya.  Ajaran tasawuf pada pada naskah Raden Murtasiya mengamalkann nilai-nilai kezuhudan, sabar, kemudian ikhlas sebagai dasar ajaran antara nilai tasawuf dengan ranah hubungan rumah tangga. Metode dalam penelitian ini menggunakan pendekatan filologi dimulai dari Inventarisasi naskah, deskripsi naskah, transliterasi, dan terjemahan. Perbandingan naskah yang digunakan ialah naskah Raden Murtasiya koleksi the British Library (Endangered Archive Programme) dan koleksi Museum Sonobudyo dari buku Karya Fajar Wijanarko. Hasil penelitian ini menunjukkan Raden Murtasiya menunjukkan ajaran tasawuf yang ekspresif dan aktif. Nilai-nilai sufistik pada naskah ini dapat membentuk kesadaran spritual melalui perjalanan Raden Murtasiya.
Perkembangan Kajian Pernaskahan di Portal Garuda Fiqru Mafar; Budhi Santoso
Manuskripta Vol 15 No 2 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i2.182

Abstract

The manuscripts, as part of Indonesian literary works, have been a consistently interesting object of study throughout history. The numbers of these studies raise questions regarding the current growth of manuscript studies in Indonesia. This study aims to describe the growth of manuscript studies through journal articles in Indonesia. The method used is a literature study by searching on the Garuda portal. The keywords used for the search are 'naskah kuno’ and manuscripts. Data presentations are conducted descriptively quantitatively. There are 372 articles that were found that contain manuscript studies. The study of manuscripts has growth over the years. The most rapid growth occurred in 2024, with 59 articles examining manuscripts. The themes of manuscript studies found are quite diverse, such as manuscript searching, preservation, transliteration, and even the creative industry and ancient manuscripts. This paper limited to only one online portal site, but the results of this study are expected to provide an initial overview of the growth of manuscript studies in Indonesia. === Naskah kuno atau terkadang disebut juga dengan manuskrip sebagai bagian dari karya tulis nusantara telah menjadi objek kajian yang selalu menarik dari masa ke masa. Banyaknya kajian tersebut memunculkan sebuah pertanyaan terkait bagaimana perkembangan kajian pernaskahan di Indonesia saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan perkembangan artikel-artikel jurnal yang mengkaji tentang naskah kuno di Indonesia. Metode yang digunakan adalah studi pustaka dengan melakukan penelusuran pada portal Garuda. Kata kunci yang digunakan untuk penelusuran adalah naskah kuno dan manuskrip. Pemaparan data dilakukan secara deskriptif kuantitatif. Hasil temuan terdapat 372 artike kajian tentang pernaskahan di Indonesia. Kajian tentang naskah kuno mengalami perkembangan dari tahun ke tahun. Perkembangan yang sangat pesat terjadi pada tahun 2024, yaitu sejumlah 59 artikel yang mengkaji naskah kuno. Tema kajian naskah kuno yang berhasil ditemukan cukup beragam, seperti penelusuran naskah, preservasi, digitalisasi, alih aksara, sampai dengan industri kreatif dan naskah kuno. Meskipun hanya terbatas pada satu situs portal online saja, namun hasil penelitian ini diharapkan mampu memberikan gambaran awal terkait perkembangan kajian pernaskahan di Indonesia.
Aktivasi Manuskrip Sufistik dalam Ruang Publik Digital: Analisis Konten Ngariksa TV oleh Oman Fathurahman Dania Dania; Muhamad Abror; Alifah Alifah
Manuskripta Vol 15 No 1 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i1.183

Abstract

Digital platforms increasingly mediate the circulation of Islamic textual traditions. This article examines how Sufi manuscript-based knowledge is disseminated via Ngariksa TV, a YouTube channel curated by Oman Fathurrahman, and how these manuscripts are “activated” as public knowledge. Using qualitative content analysis of three specific episodes (42, 63, and 64), the study analyzes video recordings, narration, and textual cues. The research focuses on Sufi concepts, text-based pedagogy resembling the bandongan format, and strategies for spiritual-ethical internalization. Findings reveal that Ngariksa TV functions as “public philology,” reintroducing manuscripts as authoritative sources for contemporary moral reflection rather than mere archival artifacts. By interpreting works like Tanbīh al-Māshī and Zubdat al-Asrār, the channel frames spiritual dispositions as practical ethics. While YouTube expands access, it also reshapes the traditional teacher-disciple intimacy. This study bridges Digital Religion with Future Philology, explaining manuscript-centered pedagogical transformations in digital spaces. === Platform digital semakin memediasi sirkulasi tradisi teks Islam di ruang publik. Artikel ini menelaah diseminasi pengetahuan sufistik berbasis manuskrip melalui kanal YouTube Ngariksa TV yang dikurasi Oman Fathurrahman. Menggunakan analisis konten kualitatif terhadap Episode 42, 63, dan 64, penelitian ini mengkaji rekaman video, narasi lisan, dan penanda tekstual. Analisis difokuskan pada dimensi konsep tasawuf, pola transmisi teks menyerupai sistem bandongan, dan strategi internalisasi nilai spiritual-etis. Hasilnya menunjukkan Ngariksa TV beroperasi sebagai "filologi publik" yang mengaktifkan manuskrip sebagai sumber otoritatif untuk refleksi moral kontemporer, bukan sekadar artefak arsip. Melalui penafsiran Tanbīh al-Māshī dan Zubdat al-Asrār, nilai seperti ḥusn al-ẓann dan akhlāq dibingkai sebagai disposisi praktis. Meski memperluas akses, YouTube mengubah intensitas relasi pedagogis tradisional. Studi ini berkontribusi menjembatani Digital Religion dengan Future Philology dalam menjelaskan transformasi pedagogi berbasis manuskrip di ruang publik digital.
Kesinambungan dan Diskontinuitas dalam Kajian Pernaskahan Islam Nusantara: Analisis Bibliometrik dan Jaringan Sitasi Penelitian Naskah Kitab al-Samarqandī (1881–2023) Muhammad Nabil Fahmi
Manuskripta Vol 15 No 2 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i2.190

Abstract

The study of Nusantara Islamic manuscripts, like academic studies in general, is grounded in the need to address existing research gaps while offering scholarly novelty. Thus, manuscript studies can foster sustainable scholarly discourse. However, research isolated from the broader landscape of related studies remains prevalent. This study aims to map the citation network of Nusantara Islamic manuscript studies, with a case study that focuses on the al-Samarqandī manuscript of Abū al-Layth. Using a bibliometric literature review, this study analyzes citation patterns across publications to uncover their underlying material realities. The findings reveal a discontinuity in studies of the al-Samarqandī manuscript between 1881 and 2023. This condition is attributed to the complexity of the manuscript tradition as well as disparities in the circulation and accessibility of academic references. Therefore, reforming academic culture, strengthening research infrastructure, and revitalizing multidisciplinary approaches to manuscript studies are essential for sustaining scholarly development in this field. === Kajian naskah Islam Nusantara, sebagaimana studi akademik pada umumnya, berpijak pada kebutuhan untuk mengisi celah penelitian sekaligus menawarkan kebaruan ilmiah. Dengan demikian, studi naskah dapat mendorong diskursus keilmuan yang berkelanjutan. Namun, riset yang terisolasi dari lanskap studi terkait masih sering ditemukan. Penelitian ini bertujuan memetakan jaringan sitasi naskah Islam Nusantara, dengan studi kasus pada naskah al-Samarqandī karya Abū al-Layth. Menggunakan tinjauan pustaka bibliometrik, studi ini menganalisis pola sitasi di berbagai publikasi untuk mengungkap realitas materi di baliknya. Temuan menunjukkan adanya diskontinuitas dalam studi naskah al-Samarqandī antara tahun 1881 dan 2023. Kondisi ini disebabkan oleh kompleksitas tradisi naskah serta ketimpangan sirkulasi dan aksesibilitas referensi akademik. Oleh karena itu, reformasi budaya akademik, penguatan infrastruktur penelitian, dan revitalisasi pendekatan multidisiplin sangat penting untuk menjaga keberlanjutan perkembangan ilmiah di bidang ini.  
Membaca Kembali Keberagamaan Gender dan Orientasi Seksual dalam Kesusastraan Jawa Tradisional Naufal Anggito Yudhistira
Manuskripta Vol 15 No 2 (2025): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v15i2.193

Abstract

Gender and sexual orientation diversity existed in many societies around the world and has been recognized in Javanese literature for a long time. This study aims to present a new perspective on understanding LGBTQ+ content in Javanese literature. This research uses comparative literature method with a lesbian-gay criticism approach. The texts that were compared in this research include Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, and Panji Murtasmara.. From the texts that were compared, various forms of gender diversity, sexual orientation, and narratives about same-sex love were found. LGBTQ+ elements show the relationship between the existence of masculine and feminine elements in one body. LGBTQ+ in Javanese literature is seen as a deficiency that is inherent in humans. Even so, LGBTQ+ is a condition that has been destined by God. In certain matters, such as the existence of neutral gender in Javanese-Balinese literature, it cannot be separated from the religious-mystical aspect. === Keragaman gender dan orientasi seksual merupakan salah satu bagian dari kehidupan masyarakat di seluruh  dunia dan telah sejak lama dikenal dalam kesusastraan Jawa. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan sudut pandang baru dalam memahami muatan LGBTQ+ di dalam karya sastra Jawa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan sastra bandingan dengan pendekatan kritik sastra lesbian-gay. Teks yang dibandingkan meliputi Ślokāntara, Wṛhaspati Tattwa, Kuṭaramānawa, Wirāṭaparwwa, Sĕrat Cĕnthini, Pakĕm Ringgit Gĕdhog, Panji Jayakusuma, Panji Kuda Narawangsa, Panji Bĕdhah Bali, dan Panji Murtasmara. Dari teks-teks yang dibandingkan, terdapat berbagai bentuk keragaman gender, orientasi seksual, dan narasi tentang cinta sesama jenis. Unsur-unsur LGBTQ+ memperlihatkan relasi keberadaan unsur maskulin dan feminin dalam satu tubuh. LGBTQ+ dalam karya sastra Jawa dipandang sebagai suatu kekurangan yang melekat pada manusia, tetapi juga dipandang sebagai takdir. Dalam hal tertentu seperti keberadaan gender netral dalam kesusastraan Jawa-Bali tidak dapat dilepaskan dari aspek religius-mistik.
Kyai Sêstradilaras: Sebuah Dokumentasi Teks Tarian Langen Risang Arjuna Kadipaten Pakualaman Muhammad Bagus Febriyanto
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.91

Abstract

Kyai Sêstradilaras is one of Pura Pakualaman Library's collections with code 0148/PP/73. This manuscript is included in the category of miscellaneous manuscripts. The text written in Javanese letter and language. This text contains a text about the dance of Langên Risang Arjuna by S.D.K.G.P.A.A. Paku Alam IV. The disclosure of the text is presented in the form of prose or tembang which is bound by gending form. Gending which Each gending plays a role in telling the contents of the text. this manuscript writen on K.G.P.A.A. Paku Alam IV's period after his coronation as Pakualaman's regent. Sêstradilaras means teachings of inner processing through real means that promotes tolerance and mutual respect to aim living harmony. The purpose of this writing as a form of preliminary review of the text Kyai Sêstradilaras by presenting the description of text and text description relation with the story of Langên Risang Arjuna. === Kyai Sêstradilaras merupakan naskah koleksi Perpustakaan Pura Pakualaman dengan kode koleksi 0148/PP/73. Naskah ini termasuk dalam kategori naskah lain-lain. Teks Kyai Sêstradilaras ditulis dalam aksara Jawa, berbahasa Jawa. Naskah ini memuat teks tentang tarian Langên Risang Arjuna karya S.D.K.G.P.A.A. Paku Alam IV. Pengungkapan teks disajikan dalam bentuk prosa maupun tembang yang terikat oleh sajian gending. Gending yang digunakan sebanyak duapuluh tiga gending. Masing-masing gending berperan menceritakan isi teks. Naskah ditulis pada masa K.G.P.A.A. Paku Alam IV setelah dirinya diangkat menjadi adipati Pakualaman. Sêstradilaras bermakna ajaran olah rasa melalui sarana nyata yang mengedepankan sikap toleransi saling menghargai guna mencapai keharmonisan hidup. Selain tentunya kata laras dapat mengacu pula pada bentuk sajian teks yang berupa gending. Tujuan penulisan ini sebagai bentuk tinjauan awal teks Kyai Sêstradilaras dengan menyajikan deskripsi naskah serta deskripsi teks kaitannya dengan cerita Langên Risang Arjuna.
Idu Tawa Lam Jampi: Mantra-mantra dalam Naskah Surat Incung Kerinci Hafiful Hadi Sunliensyar
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.92

Abstract

Surat Incung is one of script which used by People of Kerinci in writing old manuscripts both on horn, bark, daluang, bone, and bamboo media. This script is also part of ulu letter which used by several ethnic in southern Sumatera. The results of this research indicate that Surat Incung manuscript contains not only pedigree or ancestral history of a Kerinci group (tembo) and lament prose, but also contain spells. There are about nine copies of the letter containing the known spells to date. The spells in the letter manuscripts include the spell of praise to the spirits of the ancestors, the spell for the protector or personal apparel and the spell for ceremonies or rituals such as for the ritual of rice cultivation. In addition, spells in the letter are influenced by Animism, Hindu-Buddhist and Islam elements. === Surat Incung merupakan salah satu aksara Indonesia yang digunakan oleh masyarakat Suku Kerinci dalam menulis naskah-naskah kuno baik pada media tanduk, kulit kayu, daluang, tulang, dan bambu. Aksara ini merupakan bagian dari surat ulu yang digunakan oleh beberapa etnis di Sumatera bagian Selatan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa naskah Surat Incung tidak hanya berisi silsilah atau riwayat nenek moyang suatu kelompok masyarakat Kerinci (tembo) dan prosa ratapan, tetapi juga berisi mantra-mantra. Terdapat sekitar sembilan naskah surat incung berisi mantra-mantra yang diketahui hingga kini. Mantra-mantra dalam naskah Surat Incung berupa mantra pujian terhadap arwah leluhur, mantra untuk pelindung atau pakaian diri serta mantra untuk upacara atau ritual seperti untuk ritual penanaman padi. Selain itu, mantra-mantra dalam Surat Incung dipengaruhi oleh unsur animisme, Hindu-Buddha dan Islam.
Titik Singgung Islam dan Kepercayaan Tradisi dalam Sĕrat Dahor Palak Fajar Wijanarko
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.93

Abstract

Islam Java is being an accommodation between Islam Santri and the traditional faith of Javanese. Geertz stands for these condition with classifying typologies of Javanese community which consists of abangan, santri and priyayi. The classification of Javanese communities is affected by literature produced in the beginning of 17th century, such as Sĕrat Dahor Palak. On the text of Dahor Palak, the emergence of element syncretism seen from selection diction used to figure Allah as the lord of. The story of prophets recorded in the text and illumination with Arabic alphabet on the manuscript are strengthened Islamic image. Philology approach by exposure to descriptive be a proved the point of tangency between Islam and the traditional faith of Javanese community in the text. In the end, this articles provides a syncretism in the Islamic literature produced in the 17th century from language aspect. === Islam Jawa menjadi bentuk akomodasi antara ‘Islam Santri’ dengan sistem kepercayaan masyarakat Jawa. Geertz mengamini kondisi demikian dengan mengklasifikasi tipologi masyarakat Jawa yang terdiri atas abangan, santri, dan priyayi. Pola masyarakat Jawa tersebut selanjutnya mempengaruhi pula produksi karya sastra di awal abad XVII, salah satunya Sĕrat Dahor Palak. Pada teks Dahor Palak, munculnya unsur sinkretis terlihat dari pemilihan diksi yang digunakan untuk melukiskan Allah sebagai sang pencipta. Cerita para nabi yang direkam dalam teks serta iluminasi beraksara Arab pada lembaran-lembaran naskah Dahor Palak turut memperkuat citra Islam. Pendekatan filologi dengan pemaparan deskriptif menjadi upaya membuktikan titik singgung antara Islam dengan sistem kepercayaan tradisi dalam teks Dahor Palak. Pada akhirnya, artikel ini memberi gambaran tentang sikretisme dalam produksi sastra Islam abad ke XVII yang dibentuk dari aspek kebahasaannya.
Azimat dan Rajah dalam Catatan Pengikut Tarekat Naqsabandiyah di Desa Lebak Ayu Kabupaten Madiun Pertengahan Abad Ke-20 Ghis Nggar Dwiatmojo
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.94

Abstract

The text Catatan Pengikut Tarekat Naqsabandiyah (CPTN) has been copied on 1958 AD in Javanese language (Javanese script, Arabic Pegon, Arabic and Latin). The text contains religious doctrines, Walisongo, Naqsabandiyah, several Azimats and Rajahs, genealogy of Lebak Ayu village chronicles, massage treatment, various kinds of prayer, ritual of Rebo Wekasan and miscellaneous. The copiest of CPTN has intellectual intelligence and spiritual superiority like poets traditions who copied Javanese manuscripts. There is influences of tarekat in copying this manuscript. Azimat and Rajah motives has containing of three social apsects, six aspects of health, ten aspects of hosehold life; like marital relationship and childcare, six aspects of economy, five aspects of security, and three aspects of magic. The ritual of Rebo Wekasan also has influence in copying this text. Knowledge is not enough to get benefits from praying, mantra, jimat, and rajah. Seomeone should do ngelmu. At a high stage, someone can use magical benefits without reading prayer, mantra, jimat, and writing rajah. === Teks Catatan Pengikut Tarekat Naqsabandiyah (selanjutnya disebut CPTN) disalin pada tahun 1958 dalam bahasa Jawa (aksara Jawa, aksara Arab pégon, aksara Arab, dan aksara Latin). Naskah berisi ajaran agama, Walisongo, Tarekat Naqsabandiyah, macam-macam zimat dan rajah, laku prihatin, silsilah babad Desa Lebak Ayu, pijat pengobatan, macam-macam doa dan shalat, ritual Rebo Wekasan, dan lain-lain. Penyalin naskah CPTN memiliki kecerdasan intelektual dan kelebihan secara spiritual sebagaimana tradisi para pujangga penyalin naskah-naskah Jawa. Ada pengaruh tarekat dalam penyalinan naskah ini. Motif-motif zimat dan rajah dalam naskah CPTN ini mengandung tiga unsur sosial kemasyarakatan, enam kesehatan, sepuluh kehidupan rumah tangga; hubungan suami istri; dan pengasuhan anak, enam ekonomi, lima keamanan, dan tiga aspek kesaktian. Ritual Rebo Wekasan juga menyumbang pengaruh dalam penyalinan naskah CPTN ini. Untuk merasakan tuah doa, mantra, jimat, dan rajah pengetahuan saja tidak cukup, bahkan ilmu saja tidak cukup, seseorang harus menjalankan ngelmu. Pada tahap yang tinggi hanya dengan diam seseorang bisa melakukan “keajaiban-keajaiban” tanpa perlu merapal doa, mantra, jimat, dan menulis rajah.
Elit Lokal Palembang dan Polemik Kebangkitan Kesultanan Palembang: Menggali Sumber Sejarah melalui Manuskrip Endang Rochmiatun
Manuskripta Vol 8 No 1 (2018): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v8i1.95

Abstract

The State of Sultan Mahmud Badaruddin II's descendant (zuriat) after the Sultanate of Palembang was controlled by Dutch Colonials in the XVIII AD century, Palembang Sultanate was the center of Islamic studies in Indonesian Archipelago and was the continuity of the development of Islam in Aceh which declined in the XVII AD. In XVIII AD ulema and intellectuals received great encouragement and attention from the Sultanate which causes the emergence of ulema writers whose works still can be read and taught in the society til now. The development of Islamic intellectuals at that time is inseparable from the role of the rulers (sultan) who ruled. The Sultan highly encouraged the ulema and intellectuals in conducting Islamic studies, especially during the reign of Sultan Mahmud Badaruddin II both nationally and internationally. === Keadaan zuriat (keturunan) Sultan Mahmud Badaruddin II setelah Kesultanan Palembang dikuasai Kolonial Belanda pada Pada abad XVIII M, Kesultanan Palembang merupakan pusat kajian Islam di Nusantara dan merupakan kontinuitas dari perkembangan Islam di Aceh yang megalami kemunduran pada abad XVII M. Pada abad XVIII M tersebut para ulama dan cendekiawan mendapat dorongan serta perhatian yang besar dari pihak Kesultanan, sehingga muncul ulama-ulama penulis yang karya-karyanya masih tetap dapat dibaca dan diajarkan di masyarakat hingga sekarang. Berkembangnya bidang intelektual Islam pada masa itu tak lepas dari peran para penguasa (sultan) yang memerintah. Para Sultan sangat mendorong para ulama dan cendekiawan dalam melakukan kajian keislaman, terutama pada masa Sultan Mahmud Badaruddin II baik nasional maupun internasional.