cover
Contact Name
Abdullah Maulani
Contact Email
jmanuskripta@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jmanuskripta@gmail.com
Editorial Address
Gedung VIII Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia, Depok 16424 Jawa Barat
Location
,
INDONESIA
MANUSKRIPTA
ISSN : 22525343     EISSN : 23557605     DOI : https://doi.org/10.33656/manuskripta
MANUSKRIPTA aims to provide information on Indonesian and Southeast Asian manuscript studies through publication of research-based articles. MANUSKRIPTA is concerned with the Indonesian and Southeast Asian manuscript studies, the numerous varieties of manuscript cultures, and manuscript materials from Southeast Asian society. It also considers activities related to the care and management of Southeast Asian manuscript collections, including cataloguing, conservation, and digitization.
Articles 115 Documents
Diplomasi Politik Belanda terhadap Kerajaan Banggai dalam Naskah Perjanjian 113 8/21 Aliyah, Siti; Kramadibrata, Dewaki
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.120

Abstract

This study discusses the manuscript 113 8/21 in the collection of the National Library of Indonesia. This manuscript is a letter of agreement between the Kingdom of Banggai, the Dutch East Indies Government, and Ternate which was made in 1828 AD. Treaty Manuscript 113 8/21 contains 13 articles that regulate all aspects of the life of the Kingdom of Banggai. This study was researched using the literature study method and historical approach. This research was conducted to analyze the forms of political power and diplomacy used by the Dutch East Indies and Ternate Governments toward the life of the Banggai people in the Treaty Manuscript 113 8/21. Based on the analysis, there are three aspects that are controlled by the Dutch East Indies and Ternate Governments: political, legal, and economic aspects. To be able to do this, the Dutch East Indies Government launched a strategy of Coercive Diplomacy and Market Diplomacy. === Penelitian ini membahas naskah dengan kode 113 8/21 koleksi Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Naskah ini merupakan surat perjanjian antara Kerajaan Banggai, Pemerintah Belanda, dan Ternate yang dibuat pada tahun 1828 M. Naskah 113 8/21 berisi 13 pasal yang mengatur segala aspek kehidupan Kerajaan Banggai. Dengan menggunakan metode studi pustaka dan pendekatan sejarah, penelitian ini dilakukan untuk menganalisis bentuk kekuasaan dan diplomasi politik yang digunakan Pemerintah Belanda dan Ternate terhadap kehidupan masyarakat Banggai yang terdapat dalam Naskah Perjanjian 113 8/21. Berdasarkan analisis yang dilakukan terhadap naskah perjanjian 113 8/21, terdapat tiga aspek yang dikuasai Belanda dan Ternate terhadap Kerajaan Benggai, yaitu aspek politik, hukum, dan ekonomi. Untuk dapat melakukan hal tersebut, Pemerintah Belanda melancarkan strategi Coercive Diplomacy dan Market Diplomacy.
Lapis Struktur Fisik dan Batin Pupuh ke-14 Babad Diponegoro (Analisis Strukturalisme Levi Strauss) Rizki, Arista Nur; Abdullah, Muhammad
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.121

Abstract

This article is an analysis of the text based from the Sinom’s song in the 14th chapter of the Babad Diponegoro. The Sinom’s song is a traditional song that originated from Java, if this song is categorized in the literary genre, this song is classified as bound poetry. This research aims to describe Prince Diponegoro’s story when he was in his teens. At that time, he was educated by his great-grandmother (wife of Sri Sultan Hamengkubuwono I) in the residence of Tegalrejo, in Yogyakarta. That event tells of a young Prince Diponegoro when he was received education from his great-grandmother, before leading the Java war. The influence of the Tegalrejo village community which has a religious nature and simple lifestyle helped Prince Diponegoro shape his character. The analysis of the text used qualitative methods, with Levis-Strauss’ theory of structuralism. The results can show how the deep structure and surface structure in the Sinom’s song in the 14th chapter of the Babad Diponegoro. === Artikel ini merupakan sebuah analisis terhadap teks berupa tembang Sinom pada pupuh ke-14 Babad Diponegoro. Wujud teks tembang yang berasal dari Jawa ini jika dikategorikan dalam genre sastra merupakan sebuah puisi terikat. Tujuan penelitian ini adalah menjabarkan kisah Pangeran Diponegoro saat menginjak usia remaja, yaitu ketika ia diasuh oleh nenek buyutnya di Tegalrejo, Yogyakarta. Peristiwa ini merupakan wujud proses bagaimana Pangeran Diponegoro mendapatkan pendidikan dari nenek buyutnya sebelum menjadi pemimpin Perang Jawa. Pengaruh masyarakat Tegalrejo yang memiliki sifat religius dengan nuansa pesantren serta adanya pola kesederhanaan turut membentuk karakter Pangeran Diponegoro. Analisis teks ini dilakukan dengan metode kualitatif menggunakan teori strukturalisme Levi-Strauss. Hasil analisis ini menampilkan struktur fisik maupun struktur batin yang terdapat pada tembang Sinom pupuh ke-14 Babad Diponegoro.
Menelusuri Jejak Kuliner Tembayat dalam Serat Centhini Minardi, Minardi; Samidi, Samidi; Rahmah, Yulinar Aini
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.122

Abstract

This study aims to determine the kinds or variety of food that was in Tembayat listed in Serat Centhini. In explaining about the political atmosphere during the manufacture of Serat Centhini, researchers using the Theory of Soft Power by Joseph Nye. The resulting conclusion that there are around 48 the name of the food that is written in the serat Centhini. The condition of this culinary've rarely heard by the public, the bias is said to have been a rare occurrence in Tembayat. About the political atmosphere, Serat Centhini was written by the candidate Pakubuwana V, while the father that Pakubuwana IV still reigned in the Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Current conditions, Kraton Surakarta besieged by Pura Mangkunegaran, the Palace of the Sultanate Ngayogyakarta and the Netherlands, or better known as Pakepung. Then to raise the prestige or name Kraton Surakarta then this paper to be a form of resistance from Surakarta. Since that time, no paper work, as complete as that by loading all the potential of the Island of Java, it is often referred to as the Encyclopedia of Java. === Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui macam atau aneka ragam kuliner yang berada di Tembayat yang tercantum dalam Serat Centhini. Dalam menjelaskan tentang suasana politik saat pembuatan Serat Centhini, peneliti menggunakan Teori Soft Power dari Joseph Nye. Kesimpulan yang dihasilkan bahwa terdapat sekitar 48 nama kuliner yang ditulis di Serat Centhini. Kondisi kuliner ini sudah jarang didengar oleh masyarakat, bisa dikatakan sudah langka keberadaanya di Tembayat. Mengenai suasana politik, Serat Centhini ditulis oleh calon Pakubuwana V, saat ayahanda yaitu Pakubuwana IV masih bertahta di Kraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. Kondisi saat itu, Kraton Surakarta dikepung oleh Pura Mangkunegaran, Kraton Kasultanan Ngayogyakarta dan Belanda atau lebih dikenal sebagai Pakepung. Maka untuk menaikkan pamor atau nama Kraton Surakarta maka karya tulis ini menjadi bentuk perlawanan dari Surakarta. Karena zaman itu, belum ada karya tulis yang selengkap itu dengan memuat semua potensi yang dimiliki Pulau Jawa, maka sering disebut sebagai Ensiklopedia Jawa.
Ciri, Peran, dan Kedudukan Seorang Istri terhadap Suami dalam Naskah Babad Awak Salira Arisandi, Isep Bayu; Ma'mun, Titin Nurhayati; Darsa, Undang Ahmad
Manuskripta Vol 11 No 1 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i1.123

Abstract

The entry of Islam in Sundanese area also influenced the written tradition that was present before. One of the results of cultural acculturation is the ancient manuscript Babad Awak Salira (BAS), which contains Islamic teaching values. The BAS manuscript is idenfied into the category of the Sundanese manuscript of the Pesantren literature. The teachings of adab or morals contained in the BAS text relate to the characteristics of a woman, the role of a wife, and the position of a wife in Islamic view. The author chooses to use an Islamic perspective, because the relationship between the discussion in the value of the content is analyzed with the wife's recommendation in Islamic teachings, as well as the relevance of the value of the content to the conditions of Islamic teachings that enter and affect the written tradition. The results showed the same correlation between the content values ​​contained in the BAS text, and the content values ​​in Islamic teachings. In other findings, the BAS text contains high language, because the form of the text is a wawacan (poetry), however, the aesthetic value of past poetry forms does not hinder the delivery of the content value in the text. === Masuknya Islam di Tatar Sunda turut memengaruhi tradisi tulis yang hadir sebelumnya. Salah satu hasil akulturasi budaya adalah naskah kuna Babad Awak Salira (BAS), yang mengandung nilai-nilai ajaran Islam. Naskah BAS teridentifikasi masuk ke dalam kategori naskah Sunda pustaka pesantren. Ajaran adab atau akhlak yang terkandung di dalam teks BAS berkaitan dengan ciri wanita salihah, peran seorang istri, dan kedudukan seorang istri dalam pandangan Islam. Penulis memilih menggunakan pandangan Islam, karena keterkaitan pembahasan dalam nilai kandungan dianalisis dengan anjuran istri dalam ajaran Islam, serta relevansi nilai kandungan dengan kondisi ajaran Islam yang masuk dan berpengaruh pada tradisi tulis. Hasil penelitian menunjukkan korelasi yang sama antara nilai kandungan yang terdapat di dalam teks BAS, dengan nilai-nilai kandungan dalam ajaran Islam. Dalam temuan lain, teks BAS mengandung bahasa yang tinggi, karena bentuk teks merupakan sebuah wawacan (puisi). Meskipun demikian, keterikatan nilai estetis terhadap bentuk puisi masa lalu tidak menghambat penyampaian nilai kandungan dalam teks.
Yoga-Estetis dalam Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ sebagai Ikhtiar Mencapai Kemanunggalan dengan Tuhan Yudhistira, Naufal Anggito; Suparta, I Made
Manuskripta Vol 11 No 2 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i2.124

Abstract

Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ is one of the lyric poetry texts contained in the palm leaf manuscript coded CP.25 LT-223 which is stored in the manuscript collection of Universitas Indonesia. The manuscript was written in 1799 AD in Lombok using Balinese script. This study aims to reveal the form of yoga sastra and the relationship of religious expression in Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ with other Old Javanese and Balinese literature. This research is qualitative research using a reception approach. To prepare the object of research, a philological work step was used to extract the Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ text from the manuscript. The codex unicus method was used because only one witness manuscript is known to contain this text. The Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ shows the wandering of the poet to do literary yoga (aesthetics-yoga). In addition, there is also the concept of worship in the form of caṇḍi pustaka as a kind of metaphorical expression of the writer to pay homage to the God. This Kakawin also contains an overview of religious concepts related to the love of men and women. In addition, this text is also related to efforts to achieve the unity between human and God. === Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ merupakan salah satu teks puisi lirik yang terdapat dalam naskah lontar berkode CP.25 LT-223 yang disimpan dalam koleksi naskah Universitas Indonesia. Naskah tersebut ditulis pada tahun 1799 Masehi di Lombok menggunakan aksara Bali. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap bentuk yoga sastra dan kaitan espresi religius dalam Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ dengan karya sastra Jawa Kuna dan Bali lainnya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif menggunakan pendekatan resepsi. Untuk mempersiapkan objek penelitian digunakan Langkah kerja filologi untuk mengekstrak teks Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ dari naskah. Metode naskah tunggal digunakan sebab hanya ada satu naskah saksi yang diketahui mengandung teks ini. Dalam teks Kakawin Lambaᶇ Pralambaᶇ memperlihatkan pengelanaan pujangga dalam usaha melakukan yoga sastra (yoga-estetis). Selain itu, terdapat pula konsep pemujaan dalam bentuk caṇḍi pustaka sebagai suatu ekspresi metaforis sang pujangga untuk menyembah (manembah) Tuhan. Kakawin ini juga memuat gambaran konsep religius terkait percintaan laki-laki dan perempuan. Selain itu, teks ini juga terkait dengan upaya untuk mencapai penyatuan manusia dengan Tuhan.
Kerajaan Selaparang sebagai Pusat Pemerintahan, dan Pusat Perdagangan pada Abad XVI Berdasarkan Data Arkeologis dan Manuskrip Sasak Jamaluddin, Jamaluddin
Manuskripta Vol 11 No 2 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i2.125

Abstract

Selaparang is the name of the largest Islamic kingdom in Lombok which was founded by Prabu Rangkesari in the 16th century AD in the eastern region of the island of Lombok. This kingdom has been the ruler of Lombok for approximately two and a half centuries, it is estimated that this kingdom ended in the 18th century. During his reign in Lombok, this kingdom has succeeded in becoming a large and authoritative kingdom both among the Sasak and in the international community. This article will reveal the history of the growth and development of the Selaparang kingdom and Selaparang's involvement in trade, therefore this paper will use a historical approach. However, because the data used are in the form of manuscripts and archaeological data, in analyzing the data, two scientific disciplines become auxiliary sciences in this article, namely philology and archeology. === Selaparang merupakan nama dari sebuah kerajaan Islam terbesar di Lombok yang didirikan oleh Prabu Rangkesari abad ke-16 M di wilayah timur pulau Lombok. Kerajaan ini telah menjadi penguasa di Lombok kurang lebih dua setengah abad, diperkirakan kerajaan ini berakhir pada abad ke-18. Selama menjadi penguasa di Lombok, kerajaan ini telah berhasil menjadi sebuah kerajaan besar dan berwibawa baik di kalangan Sasak maupun di masyarakat internasional. Artikel ini akan mengungkap sejarah pertumbuhan dan perkembangan kerajaan Selaparang dan keterlibatan Selaparang dalam perdagangan, karena itu tulisan ini akan menggunakanpendekatan sejarah. Namun karena data-data yang digunakan berupa manuskrip dan data-data arkeologis, maka dalam menganalisis data, dua disiplin ilmu menjadi ilmu bantu dalam artikel ini, yaitu filologi dan arkeologi.
Penguatan Rasa Kebangsaan: Identitas, Demokrasi, dan Kearifan Lokal dalam Undang-Undang Simbur Cahaya Mu’jizah, Mu’jizah
Manuskripta Vol 11 No 2 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i2.126

Abstract

The rifts and political tensions after the 2014 election cannot just disappear, they even penetrate to the grassroots and are increasingly felt to be able to shake the Indonesian nationality. Political rifts and tensions spread to social aspects and cause discomfort for people who want to live in peace. Therefore, we must learn and reflect on how Indonesia builds its nationality through one of the texts entitled the Simbur Light Law. The text describes the strength of building identity, applying local wisdom values in strengthening customs, and teaching democratic ways of life. The purpose of this study is to explore and find out how identity is built and the national values that become the local wisdom of the Palembang people are held. The method used is a qualitative approach with analysis and interpretation of the text. From the results of the study it was found that the people of Palembang have a strong and high sense of nationality. This sense of nationality is evidenced by a strong strong identity supported by firmness in holding on to customs, and building a high sense of solidarity with a democratic system that is adhered to together. The values that become local wisdom are also applied in their social behavior. In conclusion, the text of the Simbur Cahaya Law can be a reference for national life. === Keretakan dan ketegangan politik setelah pemilu 2014 tidak dapat hilang begitu saja bahkan menyerap ke akar rumput dan semakin dirasa dapat menggoyah kebangsaan Indonesia. Keretakan dan ketegangan politik merambat ke aspek sosial dan menimbulkan rasa tidak nyaman bagi masyarakat yang ingin hidup damai. Oleh sebab itu, kita harus belajar dan merefleksi cara Indonesia membangun kebangsaan melalui salah satu naskah yang berjudul Undang-Undang Simbur Cahaya. Dalam naskah itu digambarkan kuatnya membangun identitas, menerapkan nilai-nilai kearifan lokal dalam memperkuat adat, dan pengajaran cara hidup berdemokrasi. Tujuan penelitian ini menelusuri dan menemukan bagaimana identitas dibangun dan nilai-nilai kebangsaan yang menjadi kearifan lokal masyarakat Palembang dipegang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis dan interpretasi teks tersebut Dari hasil penelitian ditemukan bahwa masyarakat Palembang memiliki rasa kebangsaan kuat dan tinggi. Rasa kebangsaan itu dibuktikan dengan kuatnya identitas yang kuat didukung oleh keteguhan memegang adat, dan membangun rasa solidaritas yang tinggi dengan sistem demokrasi yang dipatuhi bersama. Nilai-nilai yang menjadi kearifan lokal juga diterapkan dalam perilaku sosialnya. Kesimpulannya naskah Undang-Undang Simbur Cahaya dapat menjadi rujukan untuk kehidupan berkebangsaan.
Esoteris-Mistik dalam Teks Pangujanan Wijayanto, Muhammad Heno; Suparta, I Made
Manuskripta Vol 11 No 2 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i2.127

Abstract

Pangujanan is a Javanese-Bali text containing means and spells to making rain based on local wisdom of Balinese culture. This aims of this research to examine the esoteric and mystical aspects contained in the Pangujanan text. The theoretical basis used in this research is philoethnography to reveal the esoteric and mystical in the Pangujanan text. The result is esoteric aspects that are prohibitive and guiding, as well as mystical aspects in the form of presenting the power of Iadewata 'Dewa Pujaan' to a practitioner through mentioning aspects of Iṣṭadewata, such as Kanda Mpat, Pañcaṛṣi, Catur Lokapala, Dewata Nawasanga, and Daśākṣara to bring down rain. The causality between esotericism and mysticism is that bringing Iṣṭadewata into the soul is secret and limited to certain circles. From the results of the analysis, it can be concluded that the esoteric-mystical aspect that involves God in it is a symbol that God's involvement in all aspects of life is still considered important. === Pangujanan merupakan teks berbahasa Jawa-Bali berisi sarana dan mantra untuk menurunkan hujan berdasarkan kearifan lokal budaya Bali. Penelitian ini mencoba menelaah aspek-aspek esoteris dan mistik yang terdapat dalam teks Pangujanan. Landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah filoetnografi untuk mengungkap esoteris dan mistik dalam teks Pangujanan. Hasilnya adalah aspek-aspek yang bersifat esoterik bersifat larangan dan tuntunan, serta aspek yang bersifat mistik berupa menghadirkan kekuatan Iṣṭadewata ‘Dewa Pujaan’ kepada seorang praktisi melalui penyebutan aspek-aspek dari Iṣṭadewata, seperti Kanda Mpat, Pañcaṛṣi, Catur Lokapala, Dewata Nawasanga, dan Daśākṣara untuk menurunkan hujan. Kausalitas antara esoteris dan mistik adalah menghadirkan Iṣṭadewata ke dalam jiwa bersifat rahasia dan terbatas untuk kalangan tertentu saja. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa aspek esoteris-mistik yang melibatkan Tuhan di dalamnya merupakan simbol bahwa keterlibatan Tuhan dalam segala aspek kehidupan masih dianggap penting.
Variasi Terjemahan Surat al-Fātiḥah dalam Bahasa Jawa Pada Naskah Kuran Jawi dan Kitab Kuran Febriyanti, Fitri; Khafidoh, Nur
Manuskripta Vol 11 No 2 (2021): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v11i2.129

Abstract

One of the messages conveyed through Javanese literature is a guide to religious life. These guidelines can be translated through the holy book on every religious community that has ever been embraced by the Javanese people. This study uses two Javanese scripts namely Kuran Jawi and Kitab Kuran. This type of research is qualitative descriptive research, namely the resulting data is described using sentences. Methods of data collection by means of literature study. The results showed that the Javanese language used in the two manuscripts was New Javanese. The Javanese language used is not only one level of speech, but there are various Javanese languages ngoko, madya, krama, and krama inggil. To find out the variation of the Javanese translation in Surah Al-Fātiḥah in the Kuran Jawi and Kitab Kuran manuscripts, it is to compare the translations literally. The characteristics of variations in Javanese translation are in word formation including reduplication and affixation. In addition, variations in the use of the lexicon can be caused by the level of speech and the form of sentences translated from Arabic. === Salah satu pesan yang disampaikan melalui karya sastra berbahasa Jawa adalah pedoman hidup beragama. Pedoman tersebut dapat diterjemahkan melalui kitab suci pada setiap umat beragama yang pernah dianut oleh masyarakat Jawa. Penelitian ini menggunakan dua naskah berbahasa Jawa dan ditulis dengan menggunakan aksara Jawa (carakan Jawa) yakni Kuran Jawi dan Kitab Kuran. Jenis penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif yakni data yang dihasilkan dideskripsikan dengan menggunakan kalimat-kalimat. Metode pengumpulan data dengan cara studi pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahasa Jawa yang digunakan dalam kedua naskah adalah bahasa Jawa Baru. Bahasa Jawa yang digunakan bukan hanya satu tingkat tutur saja, melainkan terdapat ragam bahasa Jawa ngoko, madya, krama, dan krama inggil. Untuk mengetahui adanya variasi terjemahan bahasa Jawa dalam Surah Al-Fātiḥah pada naskah Kuran Jawi dan Kitab Kuran adalah membandingkan terjemahan secara harfiah. karakteristik variasi terjemahan bahasa Jawa yakni dalam pembentukan kata meliputi reduplikasi dan afiksasi. Selain itu variasi penggunaan leksikon dapat disebabkan karena tingkat tutur maupun bentuk kalimat yang diterjemahkan dari bahasa Arab.
History in Documents, VOC Records from Batavia (17-18th Centuries) Katkova, Irina
Manuskripta Vol 13 No 1 (2023): Manuskripta
Publisher : Masyarakat Pernaskahan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33656/manuskripta.v13i1.1

Abstract

The present article deals with Malay letters and documents from the archives of the Dutch East India Company (Verenigde Oost-Indische Compagnie– VOC), dating to the seventeenth and eighteenth centuries. The documents belong to the collection of the Russian scholar and collectioner N.P. Likhachev (1862-1936) and have been kept in the Institute of Oriental Manuscripts in St.Petersburg since 1938. The collection of VOC diplomatic letters that was in a possession of to Governor-General Johan van Hoorn (1653-1711), travelled from old Batavia, to Amsterdam and then to St. Petersburg. Fifty-six letters were written in different languages, Malay in Arabic and Javanese scripts, Dutch, Persian, Arabic, Spanish and Chinese. Mostly addressed to Johan van Hoorn the Dutch Governor-General in 1704-1709, they are not only exemplary of the fine art of Malay letter-writing, but also original diplomatic documents and historical sources on Dutch early colonial policy in Malay Archipelago. === Artikel ini membahas surat-surat Melayu dan dokumen-dokumen dari arsip Perusahaan Hindia Timur Belanda (Verenigde Oost-Indische Compagnie– VOC), yang berasal dari abad ketujuh belas dan kedelapan belas. Dokumen- dokumen tersebut milik koleksi akademisi dan profesor asal Rusia N. P. Likhachev (1862-1936) dan disimpan di Institute of Oriental Manuscripts di St. Petersburgsejak tahun 1938. Koleksi surat-surat diplomatik VOC yang dimiliki oleh Gubernur Jenderal Johan van Hoorn (1653-1711), berasal dari Batavia lama, ke Amsterdam dan kemudian ke St. Petersburg. Lima puluh enam surat ditulis dalam berbagai bahasa, Melayu dalam aksara Arab dan Jawa, Belanda, Persia, Arab, Spanyol, dan Cina. Sebagian besar ditujukan kepada Johan van Hoorn, Gubernur Jenderal Belanda pada tahun 1704-1709, karya-karya tersebut tidak hanya merupakan contoh seni penulisan surat Melayu, namun juga dokumen diplomatik asli dan sumber sejarah mengenai kebijakan awal kolonial Belanda di Kepulauan Melayu. , , , , .

Page 9 of 12 | Total Record : 115