cover
Contact Name
M. Rizky Mahaputra
Contact Email
dinasti.info@gmail.com
Phone
+628117404455
Journal Mail Official
dinasti.info@gmail.com
Editorial Address
Casa Amira Prive Jl. H. Risin No. 64D Pondok Jagung Timur, Serpong Utara, Tangerang Selatan, Indonesia
Location
Kota tangerang selatan,
Banten
INDONESIA
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara
Published by Dinasti Research
ISSN : 29630738     EISSN : 29630746     DOI : https://doi.org/10.38035/jpkn
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (JPKN) adalah jurnal peer-review yang diterbitkan oleh Dinasti Research di bawah naungan Yayasan Dharma Indonesia Tercinta (DINASTI), terbit empat kali setahun yaitu Janauri, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini menerbitkan penelitian dan kajian di bidang pendidikan dan kebudayaan, seperti manajemen pendidikan, praktik terbaik pendidikan, kurikulum, penilaian pendidikan, kebijakan pendidikan, teknologi pendidikan, bahasa, filsafat pendidikan, psikologi pendidikan, bimbingan dan konseling pendidikan, metodologi pendidikan, analisis kebijakan pendidikan, pengelolaan pendidikan, analisis kepemimpinan dan penelitian-penelitian lainnya di bidang praktis pendidikan.
Articles 97 Documents
Etika Pikukuh Badui Sunda Wiwitan: Suatu Pendekatan Fenomenologi Intensionalitas, Reduksi Eidetik Husserl, Innenleben Dilthey, dan Afeksi Murni Michel Henry Apollo
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli-September 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i3.2310

Abstract

Penelitian ini menyelidiki sistem etika Pikukuh dalam komunitas Badui Sunda Wiwitan melalui pendekatan fenomenologis, dengan mengusulkan model teoretis baru: Etika Afektif-Intensional Kehidupan Batin Adat. Teori ini mengintegrasikan tiga kerangka besar fenomenologi intensionalitas dan reduksi eidetik dari Husserl, Innenleben (kehidupan batin) dari Dilthey, serta afeksi murni dari Michel Henry untuk memahami etika bukan sebagai seperangkat aturan, melainkan sebagai cara hidup yang dijalani, berinkarnasi, dan bersifat afektif. Berdasarkan kerja lapangan di kalangan Badui Dalam, studi ini mengeksplorasi bagaimana pikukuh berfungsi sebagai imperatif spiritual-ekologis yang berakar pada keheningan, subsistensi, dan pengekangan sakral, bukan pada kode moral eksternal. Metodologi yang digunakan adalah etnografi fenomenologis, dengan menggabungkan wawancara emik, observasi partisipatif, dan dokumentasi narasi kosmologis. Intensionalitas Husserl digunakan untuk menunjukkan bagaimana kesadaran diarahkan bukan pada tujuan eksternal, melainkan ke dalam diri demi melestarikan kehadiran leluhur. Konsep Innenleben dari Dilthey memungkinkan rekonstruksi makna yang terbentuk dalam struktur afektif bersama melalui tradisi lisan, siklus ritual, dan transmisi antar generasi. Gagasan afeksi diri murni dari Michel Henry menafsirkan ulang kehidupan etis Badui sebagai pengalaman imanensi yang pra-reflektif, di mana kebenaran hadir dalam kehidupan itu sendiri (la vie). Temuan utama studi ini adalah pikukuh merupakan bentuk kehidupan etis yang tertanam secara kosmologis dan menolak abstraksi, rasionalisasi, serta moralitas birokratis modern. Pikukuh menciptakan resonansi antara Buana Alit (dunia dalam/diri) dan Buana Agung (kosmos/alam) melalui Tresna Buana Asih sebuah sikap pengorbanan penuh cinta terhadap dunia sebagai kesinambungan yang sakral. Teori yang diusulkan tentang Etika Afektif-Intensional Kehidupan Batin Adat ini memberikan kontribusi terhadap perdebatan kontemporer dalam etika fenomenologis, epistemologi adat, dan spiritualitas pasca-sekular dengan menawarkan alternatif yang membumi dari model subjektivitas etis yang berpusat pada Barat.
Pengaruh Pendidikan Karakter dan Kecerdasan Emosional terhadap Mutu Pendidikan di Era Digital 5.0 Joned Ceilendra Saksana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli-September 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i3.2417

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk melihat pengaruh pendidikan karakter dan kecerdasan emosional terhadap mutu pendidikan di era digital 5.0. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian literature review ini yaitu kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yaitu menggunakan studi literatur atau melakukan review terhadap artikel terdahulu yang relevan. Teknik yang digunakan dalam literature review ini yaitu Analisis Komparatif. Data yang digunakan dalam pendekatan kualitatif deskriptif ini berasal dari penelitian terdahulu yang relevan dengan penelitian ini dan bersumber dari media online akademik seperti Jurnal Thomson Reuters, Springer, Taylor & Francis, Scopus Q2-Q4 Emerald, Elsevier, Sage, Web of Science, Jurnal Sinta 2-5, DOAJ, EBSCO, Google Scholar, Copernicus dan buku referensi digital. Hasil penelitian literature review ini adalah sebagai berikut: 1) Pendidikan karakter berpengaruh terhadap mutu pendidikan di era digital 5.0; 2) Kecerdasan emosioan berpengaruh terhadap mutu pendidikan di era digital 5.0. Studi ini terbatas pada mutu pendidikan di era digital 5.0. Penelitian ini menambah pengembangan teori mutu pendidikan di era digital 5.0, sehingga nantinya dapat digunakan sebagai bahan rujukan dalam literatur selanjutnya.
Bisakah Pembelajaran Berbasis Masalah (PBL) dan Pembelajaran Berbasis Proyek (PjBL) Meningkatkan Pengendalian Kualitas Pendidikan dalam Transformasi ke Pembelajaran Daring (Online) Ahmed Gaber Abdelhamid Ahmed; R. Madhakomala
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i4.2560

Abstract

Berikan solusi yang tepat untuk mengatasi kelemahan akibat kurangnya pengendalian mutu dalam pendidikan daring; seiring dengan pertumbuhan pendidikan daring yang sangat pesat di seluruh dunia, berbagai keunggulannya mendorong banyak peserta didik untuk menjadikannya pilihan terbaik, seperti keragaman program pendidikan yang lebih luas tanpa terikat oleh lokasi peserta didik, jadwal yang fleksibel, proses belajar yang dapat dilakukan bersamaan dengan bekerja, dan sebagainya. Namun, sebagian kecil peserta didik mulai menyadari gejala kelemahan pembelajaran daring berdasarkan pengalaman mereka selama belajar daring, seperti kehilangan interaksi sosial, hilangnya pembelajaran tidak langsung dari guru, berkurangnya rasa hormat terhadap proses pendidikan, dan sebagainya. Penelitian dan pengembangan ini menggunakan artikel-artikel relevan yang terakreditasi dari platform-platform resmi untuk menemukan data yang tepat, mengidentifikasi definisi yang jelas mengenai masalah dan solusi yang diusulkan, menjawab pertanyaan penelitian, serta mencapai tujuan penelitian, yaitu mengidentifikasi bagaimana metode pengajaran yang berbeda dapat digunakan untuk mengatasi kurangnya kontrol kualitas dalam pendidikan daring.
Tantangan Globalisasi terhadap Pelestarian Budaya Nusantara di Dunia Pendidikan: Sebuah Kajian Sistematis Literatur Lukman Hakim Sangapan; Atik Budi Paryanti; Adler Haymans Manurung
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli-September 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i3.2568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan globalisasi terhadap pelestarian budaya Nusantara di dunia pendidikan serta peran pendidikan dalam mempertahankan identitas budaya bangsa. Metode yang digunakan adalah kajian sistematis literatur (Systematic Literature Review) dengan menganalisis 20 artikel akademik terbitan 2015–2025 yang relevan dengan tema globalisasi, budaya, dan pendidikan di Indonesia. Data dikumpulkan melalui prosedur identification, screening, dan inclusion, kemudian dianalisis menggunakan analisis tematik untuk menemukan pola dan tema utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa globalisasi menyebabkan pergeseran nilai budaya di kalangan generasi muda dan melemahkan peran pendidikan sebagai penjaga identitas budaya. Namun demikian, ditemukan pula berbagai strategi pelestarian efektif melalui integrasi budaya lokal dalam kurikulum, pelatihan guru berbasis budaya, serta kolaborasi antara sekolah dan komunitas adat. Kesimpulan utama menyatakan bahwa pendidikan memiliki peran penting dalam menyeimbangkan tuntutan global dengan pelestarian nilai-nilai budaya nasional. Penelitian ini berkontribusi terhadap pengembangan teori pendidikan berbasis budaya dan memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan pendidikan di Indonesia.
Minat Baca Sastra Anak Siswa Kelas IV Sekolah Dasar di Kota Bekasi Decenni Amelia; Sani Aryanto; Husna Farhana; Risma Nuriyanti; Sheila Fitriana
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Oktober - Desember 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i4.2578

Abstract

Penelitian ini dilakukan di SDN Jakasampurna IV dan SDN Bahagia 06 Kota Bekasi dengan tujuan mendeskripsikan kondisi minat baca sastra anak pada siswa kelas IV. Metode yang digunakan adalah survei dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan angket skala Guttman. Subjek penelitian berjumlah 60 siswa kelas IV dari kedua sekolah tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa minat baca sastra anak masih tergolong rendah, dengan 56,7% berada pada kategori rendah, 20% sedang, dan hanya 23,3% tinggi. Temuan ini menunjukkan bahwa sebagian besar siswa belum menjadikan membaca sastra anak sebagai aktivitas yang menyenangkan, melainkan masih dipandang sebagai kewajiban akademik. Oleh karena itu, diperlukan upaya peningkatan minat baca melalui penyediaan bahan bacaan sastra anak yang lebih inovatif, menarik, serta mudah diakses, termasuk pemanfaatan media digital berbasis aplikasi.
Pendidikan Karakter Berbasis Disiplin Militer: Peran Kepemimpinan Transformasional, Pendekatan Pembinaan, dan Resiliensi Mental Alfian Amran; Ary Wijayati Kusumaningtyas; Roni Heryatnor
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 3 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli-September 2025)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v3i3.2648

Abstract

Pendidikan karakter berbasis disiplin militer menjadi topik kontroversial dalam pendidikan Indonesia, khususnya implementasi program "barak militer" untuk siswa bermasalah. Tujuan: Literature review mengeksplorasi hubungan antara kepemimpinan transformasional, pendekatan pembinaan (koersif vs humanistik), program resiliensi mental, dan efektivitas pendidikan karakter berbasis disiplin militer, dengan resiliensi mental siswa sebagai variabel mediasi. Metode: Tinjauan literatur sistematis dilakukan terhadap 35+ artikel jurnal terindeks internasional dan nasional terakreditasi dari tahun 2011-2025, diakses melalui database Scopus, Google Scholar, SINTA, dan Garuda Portal. Hasil: Analisis menunjukkan bahwa (1) kepemimpinan transformasional dengan dimensi idealized influence, inspirational motivation, intellectual stimulation, dan individualized consideration berpengaruh signifikan terhadap efektivitas pendidikan karakter; (2) pendekatan humanistik terbukti lebih efektif dalam internalisasi nilai jangka panjang dibandingkan pendekatan koersif murni (effect size = 1.52, p<0.001); (3) program Master Resilience Training (MRT) meningkatkan psychological well-being dan mengurangi gejala depresi pada populasi militer; (4) resiliensi mental memediasi hubungan antara faktor eksternal (kepemimpinan, metode pembinaan, program pelatihan) dan outcome karakter. Model integratif menunjukkan pendekatan paling efektif adalah mengintegrasikan struktur disiplin militer dengan prinsip humanistik, didukung kepemimpinan transformasional dan program resiliensi mental formal. Kesimpulan: Efektivitas pendidikan karakter berbasis disiplin militer bergantung pada integrasi kepemimpinan transformasional, keseimbangan pendekatan koersif-humanistik, program resiliensi mental, dan pengembangan resiliensi internal siswa sebagai mediator.
Peningkatan Pemahaman Peserta Didik terhadap Budaya Nias melalui Integrasi Budaya Lokal pada Pembelajaran IPS Kelas V di SDN 071154 Anaoma Nofa Slamat Hulu; Eka Periaman Zai; Dernius Hura; Aprianus Telaumbanua
Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan Nusantara (Juli - September 2026)
Publisher : Dinasti Research

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpkn.v4i3.3879

Abstract

Pemahaman peserta didik terhadap budaya lokal penting untuk mengenalkan, memahami, dan menghargai nilai serta identitas budaya yang berkembang di lingkungan masyarakat. Namun, pemahaman peserta didik kelas V SDN 071154 Anaoma Kecamatan Alasa Kabupaten Nias Utara terhadap budaya Nias masih rendah, ditandai dengan belum optimalnya kemampuan peserta didik dalam mengenali dan menjelaskan unsur budaya Nias serta pembelajaran IPS yang belum mengintegrasikan budaya lokal secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS dan peningkatan pemahaman peserta didik terhadap budaya Nias melalui integrasi budaya lokal dalam pembelajaran IPS. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan dalam dua siklus, masing-masing terdiri atas dua pertemuan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 27 peserta didik kelas V SDN 071154 Anaoma. Materi budaya lokal yang diintegrasikan meliputi seni musik daerah Nias pada Siklus I dan seni rupa pada Siklus II. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, tes pemahaman, wawancara sebagai data pendukung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS semakin baik pada setiap pertemuan, yang ditunjukkan oleh peningkatan aktivitas guru dari 64,7% pada Siklus I Pertemuan Pertama menjadi 97,1% pada Siklus II Pertemuan Kedua. Pemahaman peserta didik juga mengalami peningkatan, dengan nilai rata-rata kelas sebesar 57,0 pada Prasiklus, meningkat menjadi 70,9 pada Siklus I, dan mencapai 84,4 pada Siklus II. Persentase ketuntasan klasikal meningkat dari 0,0% pada Prasiklus menjadi 40,7% pada Siklus I dan mencapai 100,0% pada Siklus II. Hasil tersebut telah melampaui indikator keberhasilan penelitian, yaitu minimal 75% peserta didik memperoleh nilai ≥75. Dengan demikian, integrasi budaya lokal Nias dalam pembelajaran IPS terbukti dapat meningkatkan pemahaman peserta didik terhadap budaya Nias serta mendukung terciptanya pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.

Page 10 of 10 | Total Record : 97