cover
Contact Name
Icol Dianto
Contact Email
icoldianto@uinsyahada.ac.id
Phone
+6282174457803
Journal Mail Official
ittishol@uinsyahada.ac.id
Editorial Address
Jl. H. T. Rizal Nurdin Km.4,5 Sihitang
Location
Kota padangsidimpuan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
ISSN : 30635373     EISSN : 30626986     DOI : -
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah dikelola oleh Program Studi Magister Komunikasi dan Penyiaran Islam, Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan. Jurnal ini memiliki fokus pada pengembangan Ilmu Dakwah dan Komunikasi Islam, dengan spesifikasi sebagai berikut: Ilmu Dakwah, Dakwah Penyuluhan, Sejarah Dakwah, Tokoh Dakwah, Jurnalistik Islam, Dakwah dan Media, Manajemen Dakwah, Dakwah dan Pengembangan Masyarakat, Sosiologi Dakwah, Psikologi Dakwah, Dakwah dan Gender, Dakwah dan Kesejahteraan, Dakwah dan Patologi Sosial, Patologi Dakwah, dan Komunikasi Islam. Terbit dua kali setahun, Juni dan Desember. ISSN Elektronik (e-ISSN 3062-6986) dan ISSN Cetak (print-ISSN 3063-5373).
Articles 35 Documents
Konstruksi Wacana Ekoteologi Islam dalam Pemikiran Nasaruddin Umar: Suatu Analisis Wacana Kritis Candrawati, Hari; Wijayanti, Ratu
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis narasi ekoteologi yang dikembangkan oleh Nasaruddin Umar melalui perspektif Analisis Wacana Kritis (AWK) Fairclough. Penelitian ini menyoroti pergeseran paradigma teologi Islam dari perspektif antroposentris menuju ekosentris dan meneliti bagaimana narasi keagamaan dapat menumbuhkan kesadaran lingkungan serta mentransformasikan dakwah Islam menjadi dakwah berbasis ekologis. Dengan menganalisis teks, praktik wacana, dan praktik sosial, data dikumpulkan dari kebijakan kementerian, pidato, ceramah, kurikulum pendidikan, dan arahan institusional terkait implementasi ekoteologi di Indonesia yang telah dipublikasikan luas melalui media massa, media sosial, dan website official Kementerian Agama Republik Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekoteologi Nasaruddin Umar mengintegrasikan nilai spiritual dengan tanggung jawab ekologis, menjadikannya strategi dakwah yang menegaskan relasi moral-spiritual antara manusia dan alam sebagai bagian dari amanah khalifah di bumi. Implementasi kebijakan, seperti kewajiban aparatur sipil negara menanam pohon, kurikulum pendidikan tinggi, dan dakwah berbasis ekologis hadir secara masif untuk menindaklanjuti wacana ekoteologi menjadi praktik sosial yang nyata. Wacana ini membangun kesadaran moral-ekologis, melegitimasi perilaku ekosentris, dan berfungsi sebagai strategi kultural yang menumbuhkan kesadaran ekologis kolektif. Temuan ini menegaskan bahwa agama dapat memainkan peran strategis dalam menghadapi krisis lingkungan kontemporer, baik di tingkat lokal maupun global.
Peran Media Massa Dalam Membangun Narasi Syariah Di Era Disinformasi Siregar, Muhammad Hatta; Sri Rizki, Juni Wati
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media massa berperan penting dalam membentuk opini publik, termasuk dalam pemahaman syariah. Baik media tradisional maupun digital menjadi saluran utama informasi agama, namun disertai dengan meningkatnya disinformasi yang mempengaruhi persepsi masyarakat. Penelitian ini mengkaji peran media dalam membangun narasi syariah di tengah disinformasi, serta promosi moderasi beragama melalui literasi dan informasi valid. Dengan teori agenda setting dan framing, media dapat memengaruhi cara masyarakat melihat isu keagamaan. Media perlu lebih proaktif menyaring informasi, bekerja sama dengan akademisi dan ulama, serta mendukung narasi syariah yang inklusif.
Adaptasi Media Cetak dalam Era Digital: Transformasi Koran terhadap Perubahan Sosial dan Pendidikan Rambe, Rosmayani; Nasution, Siti Arbiah; Fikri, Sholeh
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran koran baik versi cetak maupun digital dalam menghadapi perubahan sosial dan pendidikan di era digital. Transformasi teknologi telah menggeser pola konsumsi informasi masyarakat, namun koran tetap memiliki fungsi strategis sebagai media literasi, edukasi, dan pembentuk opini publik. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui kuesioner terhadap 20 responden, penelitian ini mengungkap bahwa seluruh responden masih membaca koran, meskipun intensitasnya berbeda-beda, dan mayoritas mengakses Tribun News, Kompas, serta Tempo. Dari aspek sosial, responden memperoleh pemahaman lebih mendalam mengenai isu-isu seperti mafia tanah, ketidakadilan sosial, dan dinamika politik. Sementara itu, dalam aspek pendidikan, koran membantu meningkatkan pengetahuan tentang perkembangan dunia pendidikan, tantangan guru, serta kesenjangan fasilitas belajar. Sebagian besar responden menilai bahwa bacaan koran memberikan perubahan signifikan terhadap pengetahuan, sikap, dan cara pandang mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasi digital tidak hanya mengubah bentuk penyajian berita, tetapi juga memperluas fungsi koran sebagai media pembelajaran, penguatan literasi digital, serta agen pembentuk karakter dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, koran yang beradaptasi dengan platform digital tetap relevan sebagai instrumen edukatif dan media perubahan sosial di era globalisasi informasi.
Framing Feminitas dan Kekerasan: Analisis Wacana Kritis terhadap Narasi Media tentang Korban Pembunuhan Perempuan di Palembang Efendi, Erwin
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini menganalisis bagaimana media membingkai feminitas dan kekerasan terhadap perempuan melalui pemberitaan kasus pembunuhan di Palembang yang dimuat oleh TribunJakarta.com berjudul “Kisah Ibu Hamil Dibunuh Hidung Belang di Hotel Palembang, Kesulitan Ekonomi Buat Jalani 2 Profesi”. Pendekatan yang digunakan adalah Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun A. van Dijk, yang mencakup tiga level analisis: struktur teks, kognisi sosial, dan konteks sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga mereproduksi ideologi patriarkal melalui bahasa dan narasi. Struktur teks memperlihatkan kecenderungan moralistik yang mengaburkan kekerasan pelaku dan menilai korban berdasarkan norma feminitas. Pada level kognisi sosial, nilai patriarki dan logika komersial media digital memengaruhi cara jurnalis menulis dan memaknai peristiwa. Sementara itu, pada level konteks sosial, media berfungsi sebagai agen kekerasan simbolik yang menormalisasi ketimpangan gender dan memperkuat stereotip terhadap perempuan. Penelitian ini menegaskan pentingnya kesadaran gender dalam praktik jurnalistik agar media dapat berperan sebagai sarana edukatif dan advokatif terhadap keadilan sosial.
Pertemuan Spiritual di Ruang Digital: Studi Fenomenologis atas Interaksi Da’i dan Followers dalam Dakwah Islam Dalimunthe, Tua; Zilfaroni, Zilfaroni
Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah Vol 3, No 2 (2025): Ittishol: Jurnal Komunikasi dan Dakwah
Publisher : Universitas Islam Negeri Syekh Ali Hasan Ahmad Addary Padangsidimpuan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The rise of digital dakwah has transformed how Muslims experience and engage with religious communication. Social media platforms such as YouTube have become dynamic spaces where da’i (preachers) and followers construct new forms of spiritual interaction beyond physical gatherings. This study aims to explore the lived meanings of da’I follower interactions within digital preaching spaces, focusing on how spiritual experiences are mediated through online engagement. Employing an interpretative phenomenological approach, data were collected through the observation of 10–15 interactive YouTube preaching sessions and in-depth interviews with eight da’i and followers. The analysis followed Moustakas’ (1994) phenomenological procedure to uncover the essence of participants’ experiences. The findings reveal several key themes: digital intimacy, where followers feel emotionally and spiritually connected through the screen; mediated spirituality, in which faith experiences are shaped by technological presence; negotiated authority, reflecting the dialogic construction of religious legitimacy; and collective piety, expressed through shared emotions and rituals in live chat interactions. These themes illustrate that digital dakwah is not merely a form of religious broadcasting but a meaningful spiritual encounter enabled by technology. The study concludes that the digital sphere has become a new locus for Islamic spirituality and dakwah relations an interactive, participatory, and affective space where faith is collectively experienced and reinterpreted.

Page 4 of 4 | Total Record : 35