cover
Contact Name
Irawan Wibisono
Contact Email
irawan.wibisono@uwhs.ac.id
Phone
+62895395190079
Journal Mail Official
jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Editorial Address
UNIVERSITAS WIDYA HUSADA SEMARANG Jln Subali Raya No 12, Kraprak, Semarang Barat Telepon (024) 7612988, Fax (024) 7612944 Email : jurnal.jipmk@uwhs.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
ISSN : 26568640     EISSN : 26847272     DOI : https://doi.org/10.33660/jipmk.v6i2
Core Subject : Health,
merupakan wadah atau sarana yang menerbitkan tulisan ilmiah hasil-hasil pengabdian kepada masyarakat dibidang ilmu dan teknologi kesehatan yang belum pernah diterbitkan atau sedang dalam proses penerbitan di jurnal-jurnal ilmiah lain. Redaksi berhak merubah tulisan tanpa mengubah maksud atau subtansi dari naskah yang dikirimkan. Naskah yang belum layak diterbitkan dalam JIPMK (Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan) Universitas Widya Husada Semarang, tidak dikembalikan kepada pengirimnya, kecuali atas permintaan penulis yang bersangkutan.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2021)" : 7 Documents clear
PKM OPTIMALISASI PERAN PENGASUH TPA DALAM PIJAT BAYI DAN BALITA DI TPA PERMATA CERIA BANGSA oktaviani cahyaningsih; Indah Sulistyowati; Novita Alfiani
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.61

Abstract

Tempat Penitipan Anak (TPA) dikenal juga dengan sebutan Daycare Centre (DCC), TPA adalah suatu wadah pembinaan kesejahteraan anak yang memberikan pelayanan kepada para ibu-ibu bekerja atau orang tua bekerja, yang memiliki anak dalam usia balita sampai usia prasekolah yang mencakup pertumbuhan dan kesejahteraan anak baik jasmani maupun rohani dan sosialnya. Pengasuh TPA yang rata-rata tidak mempunyai latar belakang pendidikan kesehatan sehingga cenderung mengasuh hanya sekedar mengasuh saja, sehingga balita yang ada di TPA tidak pernah tersentuh oleh materi-materi mengenai pijat bayi dan balita.Tujuan dari kegiatan pengabdian ini adalah ingin memberikan pengetahuan mengenai manfaat pijat bayi dan balita pada pengasuh Taman Pengash Anak (TPA) serta meningkatkan layanan pengasuhan, pendidikan, perawatan, perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak khususnya anak yang orang tuanya berkerja di luar rumahMetode yang digunakan untuk sosialisasi Pijat Bayi dan Balita metode Ceramah, Praktek, Role Play, Studi Kasus dan Diskusi, Evaluasi dan Pendampingan. Hasil yang diperoleh terapi pijat dapat meningkatkan durasi tidur, pemberian terapi pijat dapat membantu mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan bayi dan balita. Kesimpulan Kelas pijat dapat memberikan pengetahuan tentang teknik pijat bayi dan balita secara mandiri pada pengasuh TPA, kelas pijat bayi dapat diberikan pada beragam tingkatan pendidikan karena  peningkatan keterampilan tidak dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan. Kata Kunci : Pijat, Bayi dan Balita, Pengasuh TPA
PERAN KADER DASA WISMA DALAM APLIKASI PHBS, GEMAS DAN ANTISEPTIK PADA PENGASUHAN KELUARGA BALITA SELAMA PANDEMI COVID-19 DI RT VII KELURAHAN GONDORIYO SEMARANG Tri Sakti Widyaningsih; Maulidta Karunianingtyas Wirawati
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.51

Abstract

Latar belakang: Tingginya angka kematian balita di Masa Pandemi Covid-19 perlu adanya perhatian khusus dalam menerapkan protokol kesehatan. Kader Dasa Wisma merupakan lingkup terkecil dari kelompok kader yang terlibat dalam penyebaran informasi kesehatan dan aktif dalam penanggulangan masalah kesehatan, dimana kelompok tersebut adalah lingkungan terdekat dalam pengasuhan keluarga di lingkup RT khususnya keluarga yang memiliki balita. Terdapat 26 balita di RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang yang bermain bersama tanpa memperhatikan protokol kesehatan di masa Pandemi Covid-19.Tujuan: Tujuan PKM ini adalah upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan pengembangan peran kader Dasa Wisma serta perubahan perilaku pengasuhan keluarga yang memiliki balita RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang selama Masa Pandemi Covid-19 untuk mencegah penularan virus corona.Metode: Kegiatan PKM ini menggunakan metode 1) Pemberian pendidikan kesehatan tentang PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 2) Pendampingan Kader Dasa Wisma dalam aplikasi PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik di masyarakat, 3) Sosialisasi protokol kesehatan kepada pengasuhan keluarga yang memiliki balita dalam praktik PHBS, Gemas, dan penggunaan Antiseptik, 4) Evaluasi kemampuan dan pemahaman kader dan keluarga balita.Waktu Pelaksanaan: Kegiatan PKM dilaksanakan pada bulan September 2020 - April 2021.Hasil kegiatan: Seluruh rencana kegiatan terlaksana dengan baik. Terlatih 6 kader kesehatan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang; pengetahuan dan keterampilan kader meningkat. Hasil edukasi dan pendampingan kader Dasa Wisma berhasil meningkat hingga 90% dalam melakukan pengasuhan keluarga balita dan mengaplikasikan perilaku hidup bersih sehat, menggunakan masker dan antiseptik dalam setiap kegiatan di lingkungan tersebut.Implikasi Keperawatan: Pemberdayaan dan Pengasuhan Keluarga balita dilibatkan dalam setiap kegiatan di lingkungan RT VII RW IX Kelurahan Gondoriyo Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang, supaya dapat secara aktif dilakukan monitoring evaluasi serta tetap berperan aktif menerapkan PHBS, Gerakan menggunakan masker dan penggunaan antiseptik.Kata Kunci: Pendampingan Kader Dasa Wisma, PHBS, Gemas, Antiseptik, Pengasuhan Keluarga Balita
PKM STIMULASI TUMBUH KEMBANG PADA ANAK DENGAN KONDISI GIZI BURUK DI RUMAH GIZI KECAMATAN BANYUMANIK KOTA SEMARANG PROVINSI JAWA TENGAH Fitratun Najizah; Didik Purnomo; Luhur Sesanti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.59

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini merupakan salah satu upaya peningkatan pengetahuan, keterampilan serta pemahaman khususnya kepada para orang tua di Rumah Gizi Banyumanik Kota Semarang tentang stimulasi tumbuh kembang yang diberikan sejak dini kepada balita dengan kondisi status gizi buruk. Pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan kemitraan dari Dinas Kesehatan Kota Semarang yang bekerjasama dengan Ikatan Fisioterapi Indonesia (IFI) cabang Semarang. Target khusus dari kegiatan PKM ini adalah memberikan pengetahuan kepada orangtua khususnya mengenai stimulasi tumbuh dan kembang anak serta membantu memberikan solusi kepada orangtua yang memiliki anak dengan kondisi gizi buruk untuk melakukan deteksi dini dan pemberian stimulasi tumbuh kembang anak. Metode kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan beberapa tahapan yaitu mulai dari sosialisasi dengan orangtua, pelatihan dan pendampingan terhadap status gizi balita terutama pada sektor motorik kasar anak. Kegiatan program PKM ini dilaksanakan dengan metode sosialisasi dan pelatihan secara langsung kepada target yang diawali dengan proses: a) Survei lapangan, b) Persiapan instrumen sosialisasi dan pelatihan, c) Persiapan metode sosialisasi dan pelatihan, d) Pelatihan orang tua yang memiliki balita dengan kondisi gizi buruk, e) Pendampingan, f) Evaluasi, g) Pembuatan laporan dan Publikasi. Berdasarkan hasil kegiatan PKM yang dilaksanakan kurang lebih selama 3 bulan didapatkan hasil yang cukup signifikan yaitu orang tua yang memiliki balita dengan kondisi gizi buruk mulai memahami bagaimana cara mendeteksi/screening terhadap keterlambatan kemampuan motorik kasar anak dan mampu menstimulasi tumbuh kembang anak yang mengalami keterlambatan..Kata Kunci : Pemahaman ; Balita gizi buruk ; Stimulasi tumbuh kembang ABSTRACTThis community service activity is one of the efforts to increase knowledge, skills and understanding, especially for parents at Rumah Gizi Banyumanik, Semarang City about the stimulation of growth and development given from an early age to toddlers with poor nutritional conditions. This community service is carried out in partnership with the Dinas Kesehatan Kota Semarang which is connected to the Indonesian Physiotherapy Association (IFI) Semarang. The specific target of this PKM activity is to provide knowledge to parents, especially regarding the stimulation of children's growth and development and to help provide solutions to parents who have children with poor nutritional conditions to carry out early detection and provide stimulation for child growth. This service method is carried out in several stages, starting from socialization with parents, training and mentoring on the nutritional status of toddlers, especially in the child's gross motor sector. This PKM activity program is carried out with the method of socialization and training directly to the target starting with the process of: a) Field surveys, b) Preparation of socialization and training instruments, c) Preparation of methods of socialization and training, d) Training of parents with malnourished toddlers , e) Assistance, f) Evaluation, g) Preparation of reports and publications. Based on PKM activities carried out for approximately 3 months to get significant results, parents who have toddlers with poor nutritional conditions begin to understand how to detect / screen for delayed motor skills in children and be able to grow the development of children who experience delays. Keywords : Knowledge ; Malnutrition toddler ; stimulation of growth development
KALIBRASI DAN PERBAIKAN ALAT MEDIS SPHYGMOMANOMETER DI PUSKESMAS PURWOYOSO DAN MANYARAN KOTA SEMARANG agung satrio nugroho; Prima Widyawati Wardaningsih; Mulyono -
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.57

Abstract

Peningkatan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat luas merupakan hal yang harus selalu diusahakan oleh setiap pihak-pihak yang berwenang. Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan masyarakat antara lain yang berkaitan dengan penyediaan alat kesehatan yang berkualitas, yaitu alat kesehatan yang dapat berfungsi dengan baik, terjamin ketelitian, ketepatan, dan keamanan penggunaannya. Tingkat ketelitian, ketepatan, dan keamanan suatu alat kesehatan dapat diketahui dengan cara melakukan pengujian dan kalibrasi secara periodik dan berkala. Hal tersebut juga dipertegas oleh Undang–Undang Rumah Sakit Tahun 2009 telah mewajibkan bahwa setiap peralatan medik yang digunakan di semua unit pelayanan kesehatan harus dilakukan pengujian dan kalibrasi secara berkala. Keterbatasan instansi penguji dan tenaga kalibrator meyebabkan proses kalibrasi belum dapat dilakukan secara periodik dan berkala terutama di unit pelayanan kesehatan tingkat kabupaten, kota, atau kecamatan. Sehingga dapat dipastikan bahwa alat-alat medis yang digunakan pada unit-unit pelayanan kesehatan tersebut belum memenuhi standar keamanan dan keselamatan.Oleh karena itu upaya yang perlu dilakukan dalam penyediaan alat kesehatan yang berkualitas salah satunya dengan dengan melakukan kalibrasi dan perbaikan alat medis sphygmomanometer supaya alat kesehatan dapat berfungsi dengan baik, terjamin ketelitian, ketepatan, dan keamanan penggunaannya. Penyelenggaraan kegiatan kalibrasi dan perbaikan alat medis sphygmomanometer dapat dilakukan oleh operator/teknisi yg mempunyai kemampuan teknis kalibrasi (bersertifikat) setelah melakukan perbaikan rencana tindak lanjutnya dengan melakukan evaluasi serta aplikasi atau penerapan hasil kegiatan. Kata Kunci : Kalibrasi, Perbaikan, Sphygmomanometer
PKM DAWIS SAKURA DALAM MELAKSANAKAN PROGRAM JOGO TONGGO DI RW 9 KELURAHAN GONDORIYO KECAMATAN NGALIYAN KOTA SEMARANG PROPINSI JAWA TENGAH rinayati rinayati; Harsono Harsono; Cempaka Kumala Sari; Safira Fegi Nisrina
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.52

Abstract

The implementation of this PKM activity focuses on providing assistance to Dasawisma cadres in carrying out the Jogo Tonggo Program from the Central Java Provincial Government in the RT 05 RW 9 environment in particular and Gondoriyo Village in general. Dasa Wisma cadres are at the forefront who play a role and contribute to efforts to mobilize citizens to face the Covid 19 pandemic, through the active role of Dawis Sakura cadres in RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang City in socializing to embrace and invite the community, of course, they are expected to be able to fight Covid Transmission 19 in the neighborhood of RT 5 RW 9, Gondoriyo Village, Ngaliyan District, Semarang. Based on the conditions and problems felt by these partners, the servant makes efforts that begin with. a) Pre Field Survey, b) Socialization and c) Assistance in implementing the Jogo Tonggo Program. The solution offered to partners is the socialization of the Jogo Tonggo Program in the form of socialization and mentoring of Dawis Sakura cadres in implementing the Jogo Tonggo Program. The Jogo tonggo program at Dawis Sakura has been formed and has an organizational structure in the form of a chairman and members, the jogo tonggo activity at Dawis Sakura is a monthly activity of 1000, garbage alms, environmental cleanliness work, distribution of masks, handsanitizers, groceries, spraying disinfectant liquid in RT 5 environment and a mosquito nest eradication program. Publication of this article in a national service journal. and a youtube link.
PKM PENERAPAN MANAJEMEN REKAM MEDIS SESUAI DENGAN LEGALITAS PADA FISIOTERAPI MANDIRI DI KOTA SEMARANG kuswardani -; Sigit Sugiharto; Dwi Nur Astuti
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.53

Abstract

ABSTRACTThe activity of this society is an effort to increase in knowledge, keterampilah as well as the managing understanding of the Indonesian profession's Physiotherapist at improving the ability to manually recording medical records or electronically appropriate Permenkes numbers 269-year-old 2008 concerning the Medical Records. The special target of PKM's activity is teaching the assistance system on independent physiotherapy that is the IFI branch member of the Semarang to increase skills in creating manual medical records or electronics that suit the legality legality in Indonesia. he method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The method of devotion is carried out by providing assistance from giving extension and discussion, manual medical record-making training, electronic medical record-making training, trials, revisions, and submission medical records from participants. The PKM program activities were implemented with the extension and training method over online in the manner) Pre-squad survey, b) Preparation of tools and training materials, c) Preparation pelatiahan's method, d) Training Board and Independent PHYSIOTHERAPIST,) F physiotherapist, G-making and Report. Based on the results of training obtained their significant results so they can create a medical record that they originally ignored the documentation.Said Iinch: Assistance, IFI, the independent physiotherapy, medical record
ASSISTANCE OF SSAI AS OUTDOOR ACTIVITIES IN MYOPIA PATIENTS Didik Wahyudi; Mochammad Kholil; Ahmad Bunyamin
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 3, No 2 (2021)
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v3i2.56

Abstract

Background Visual acuity abnormalities are often found in children in the form of myopia, during the last 30 years the prevalence of myopia has increased rapidly. WHO estimates that the incidence of myopia is 23% worldwide and will increase to 50% by 2050. There is a protective effect of outdoor activities by decreasing the onset and progression of myopia, so the selected partners are SMPN 16 students who suffer from myopia.Partner problems Increasing the number of visual acuity experienced by students based on a survey conducted by the local health center. Changes in the environment due to the tool road project, the loss of the UKS room and several other spaces at SMPN 16 . The increasing use of gadgets by students, the behavior of students who do not like to be exposed to sunlight because they are afraid of the black and uncomfortable because of the heat. Preliminary surveys showed data on 63 students with myopia, 60% reported an increase in eyeglass size 0.25 D – 0.75 D.The initial mentoring method is coordination with SMP 16 and licensing and contacting related teachers. Screening and data collection for students with myopic refractive errors. Target recognition through socialization and lectures to increase knowledge about the importance of outdoor activities as a protective factor for myopia. The delivery of material lectures is carried out in 2 days with a duration of 120 minutes for each material, carried out on the sports field. Implementation of SSAI mentoring by students accompanied by sports teachers and service teamsThe solution given is healthy exercise for Indonesian children (SSAI) which has been evaluated by the Ministry of Youth and Sports as appropriate exercise material for junior high school students which is carried out on the second break 3 times a week for 1.5 months.Results The results of the screening obtained were refraction checks by the Refraction Optision staff obtained 223 students with myopia, students with myopia who were re-elected who were willing to take part in the service were 80 students divided into two groups.Conclusion This PKM activity was enthusiastically followed by students and ran smoothly without disturbing the learning activities. The school is very supportive of PKM activities because it can overcome the health problems experienced by students, namely myopia which in turn can support the smooth learning process of students.SSAI can be implemented continuously with implementation can be expanded in all schools. Keywords: mentoring, gymnastics, myopia, junior high school students.

Page 1 of 1 | Total Record : 7