cover
Contact Name
Ermin
Contact Email
erminhasan20@gmail.com
Phone
+6281244933492
Journal Mail Official
erminhasan20@gmail.com
Editorial Address
Jln. Kampus STKIP Kelurahan Sasa Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
JBES Journal of Biology Education and Science
ISSN : 2808019X     EISSN : 2808019X     DOI : -
JBES adalahterbitan berkala ilmiah (ISSN: 2808-019X) yang menyajikan publikasikan artikel-artikel ilmiah yang meliputi tema Pendidikan Biologi dan Sain Biologi. Jurnal ini terbit 3 kali dalam setahun, yakni pada bulan Januari, Juli, dan November. Fokus dari jurnal ini adalah untuk menerbitkan artikel-artikel ilmiah dalam bidang Pendidikan Biologi dan Sains Biologi.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 94 Documents
MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VIII PADA MATERI STRUKTUR DAN FUNGSI TUMBUHAN MELALUI MODEL PBL DI MTS AS-SYIFA WAMA OBA SELATAN KOTA TIDORE KEPULAUAN Taufiq Taher, Fadila Dahlan
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Hasil belajar kognitif juga memiliki peran penting dalam pembelajaran, hasil belajar kognitif merupakan kemampuan siswa dalam mempelajari suatu konsep disekolah dan dinyatakan dalam skor melalui hasil tes. Hasil belajar yang baik tergantung pada aktivitas belajar siswa saat pembelajaran berlangsung di kelas. Aktivitas belajar merupakan bentuk kegiatan yang dilakukan oleh siswa di dalam proses pembelajaran. Proses pembelajaran tersebut berupa proses berpiki, mengerjakan tugas, berdiskusi, dan lain sebagainya mengemukakan bahwa aktivitas belajar adalah keterlibatan siswa dalam bentuk sikap, minat, perhatian, dan aktivitas dalam kegiatan pembelajaran guna menunjang keberhasilan proses pembelajaran dan memperoleh manfaat dari kegiatan tersebut.Model pembelajaran Problem Based Learning (PBL) merupakan pembelajaran berbasis masalah. Problem Based Learning juga merupakan kurikulum sekaligus preses meliputi masalah-masalah yang dipilih dan akan dirancang dengan cermat, yang menuntut upaya kritis peserta didik untuk memperoleh pengetahuan, menyelesaikan masalah, belajar secara mandiri, dan memiliki skil partisipasi yang baik Model pembelajaran dapat diartikan sebagai titik tolak atau sudut pandang terhadap proses pembelajaran yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, di dalamnya mewadahi menginspirasi, menguatkan, dan melatari model pembelajaran dengan cakupan teoritis tertentu. Dilihat dari model pembelajaranya, terdapat dua jenis yaitu model pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered approach) dan model pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered approach). Berdasarka hasil pnelitian menunjukan bahwa Penerapan model Problem Based Learning dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA Biologi. Dari hasil penelitian, tingkat ketuntasan aktivitas belajar siswa pada siklus I sebesar 67%, dan mengalami peningkatan pada siklus II sebesar 80,3 % sedangkan pada hasil belajar kognitif siklus I sebesar 66% dan mengalami peningkatan pada siklus II yaitu 76%. Jadi tingkat ketuntasan aktivitas dan hasil belajar siswa dari siklus I dan siklus II terjadi peningkatan dengan itu target yang diinginkan telah tercapai untuk ketuntasan aktivitas dan hasil belajar siswa, karena pada akhir siklus telah mencapai sesuai target yang ditentukan yaitu 75
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN NUMBERED HEADS TOGETHER (NHT) TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS XI IPA SMA NEGRI 6 KOTA TIDORE KEPULAUAN Iksan B Aly, Serly Sonyinga
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Model pembelajaran NHT merupakan model pembelajaran yang di rancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik.Hasil belajar koognitif merupakan Hasil belajar yang ada kaitannya dengan ingatan, kemampuan berfikir kritis atau intelektual. Perubahan tersebut dapat di artikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya dan yang tidak tau menjadi tahu. Jadi, hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan dan lain sebagainya yang menuju pada perubahan positif. Namun beberapa fakta referensi membuktikan bahwa hasil belajar koognitif belum diberdayakan dengan baik. Lebih lanjut hasil obeservasi di SMA Ngeri 6 Tidore kepulauan dapat diungkapkan guru dalam memberikan peserta didik pada mata pelajaran biologi khususnya untuk materi sistem pernapasan manusia masih menggunakan metode ceramah sehingga peserta didik sulit untuk dapat mengerti materi pelajaran, karena pada materi tersebut peserta didik dituntut untuk mengingat dan memahami materi. penggunaan medel Numbered Heads Together (NHT) pada peserta didik kelas XI IPA-1 SMAN 6 Tidore kepulauan,untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata presentase siklus I 25,70% siklus II 89,25% dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengguanaan medel Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif sehingga dikatakan berhasil.Model NHT dapat dilaksanakan langka-langka sebagai berikut: Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan masalah, mencari data atau keterangan yang dapat diggunakan untuk memecahkan masalah tersebut,menetapkan jawaban dari masalah tersebut,menguji kebenaran jawaban sebentara,menarik kesimpulan.siklus I pada awal pembelajaran didahului dengan menggunakan metode ceramah kemudian dilanjutkan dengan model Numbered Heads Together (NHT),pada siklus II menggunakan model NHT yang kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab.Bukti-bukti yang menunjukan peningkatan hasil belajar biologi dengan menggunakan model NHT yaitu perolehan nilai rata-rata yang setiap siklusnya mengalami peningkatan.Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 25,70% pada siklus II mengalami Abstark: Model pembelajaran NHT merupakan model pembelajaran yang di rancang untuk mempengaruhi pola interaksi peserta didik.Hasil belajar koognitif merupakan Hasil belajar yang ada kaitannya dengan ingatan, kemampuan berfikir kritis atau intelektual. Perubahan tersebut dapat di artikan sebagai terjadinya peningkatan dan pengembangan yang lebih baik dari sebelumnya dan yang tidak tau menjadi tahu. Jadi, hasil belajar tidak mutlak berupa nilai saja, akan tetapi dapat berupa perubahan, penalaran, kedisiplinan, keterampilan dan lain sebagainya yang menuju pada perubahan positif. Namun beberapa fakta referensi membuktikan bahwa hasil belajar koognitif belum diberdayakan dengan baik. Lebih lanjut hasil obeservasi di SMA Ngeri 6 Tidore kepulauan dapat diungkapkan guru dalam memberikan peserta didik pada mata pelajaran biologi khususnya untuk materi sistem pernapasan manusia masih menggunakan metode ceramah sehingga peserta didik sulit untuk dapat mengerti materi pelajaran, karena pada materi tersebut peserta didik dituntut untuk mengingat dan memahami materi. penggunaan medel Numbered Heads Together (NHT) pada peserta didik kelas XI IPA-1 SMAN 6 Tidore kepulauan,untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik dengan rata-rata presentase siklus I 25,70% siklus II 89,25% dengan demikian dapat dikatakan bahwa pengguanaan medel Numbered Heads Together (NHT) dapat meningkatkan hasil belajar kognitif sehingga dikatakan berhasil.Model NHT dapat dilaksanakan langka-langka sebagai berikut: Adanya masalah yang jelas untuk dipecahkan masalah, mencari data atau keterangan yang dapat diggunakan untuk memecahkan masalah tersebut,menetapkan jawaban dari masalah tersebut,menguji kebenaran jawaban sebentara,menarik kesimpulan.siklus I pada awal pembelajaran didahului dengan menggunakan metode ceramah kemudian dilanjutkan dengan model Numbered Heads Together (NHT),pada siklus II menggunakan model NHT yang kemudian diklarifikasi dengan metode tanya jawab.Bukti-bukti yang menunjukan peningkatan hasil belajar biologi dengan menggunakan model NHT yaitu perolehan nilai rata-rata yang setiap siklusnya mengalami peningkatan.Siklus I nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 25,70% pada siklus II mengalami
ANALISIS TINGKAT KECEMASAN KOGNITIF SISWA DI SMA NEGERI 2 KABUPATEN HALMAHERA BARAT Muhammad Hidayat, Riomaulana Balulu ,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstark: Selaku calon guru yang profesional seharusnya dapat melihat hasil belajar siswa dari berbagai sudut kinerja psikologis yang utuh dan menyeluruh. Seorang siswa yang menempuh proses belajar, idenya ditandai oleh munculnya pengalaman-pengalaman psikologis baru yang positif. Pengalaman-pengalaman yang bersifat kejiwaan tersebut diharapkan dapat mengembangkan keanekaragaman sifat, sikap, dan kecakapan yang konstruktif, bukan kecakapan yang destruktif (merusak) Mencapai hasil belajar yang ideal, kemampuan para pendidik teristimewakan guru dalam membimbing belajar murid-muridnya amat dituntut. Jika guru dalam keadaan siap dan memiliki profesiensi (berkemampuan tinggi) dalam menunaikan kewajibannya, harapannya terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas sudah tentu akan dicapai untuk mendapatkan hasil belajar dalam bentuk perubahan harus melalui proses tertentu yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam (meliputi kondisi fisiologis, kondisi psikologis) dan dari luar individu meliputi faktor lingkungan, faktor instrumental. Pada dasarnya kecemasan merupakan hal yang wajar yang pernah terjadi oleh setiap orang. Kecemasan dapat terjadi pada setiap individu dengan gejala yang berbeda-beda. Peran seorang guru sangat penting dalam memotivasi siswa untuk menghilangkan perasaan cemas yang ada pada diri siswa. Meskipun tidak langsung hilang, setidaknya siswa sedikit termotivasi dan mengurangi perasaan takut. Hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kecemasan kognitif siswa SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Barat kelas X diperoleh kategori kecemasan berat dan XI di kategori cemas ringan dan tingkat kecemasan kognitif siswa di SMA Negeri 2 Kabupaten Halmahera Barat kelas X di peroleh tidak ada kecemasan (0%), kecemasan ringan (20%), kecemasan sedang (32%), dan kecemasan berat (48%) sedamgkan kelas XI diperoleh Tidak ada kecemasan (normal) (4%), kecemasan ringan (12%), kecemasan sedang (44%) dan kecemasan berat (40%).
Analisis Kesulitan Belajar Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi IAIN Ambon untuk Pengembangan Modul pada Matakuliah Bioteknologi Ermin, Sarty Imkari, Janaba Renngiwur,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 3 No 3 (2023): Vol 3 No 3 (2023): JBES: Journal Of Biology Education And Science, (Periode Terbi
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa pada matakuliah Bioteknologi. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode deskriptif dengan menggunakan angket, observasi dan wawancara. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh mahasiswa semester VI Tahun Ajaran 2022/2023 sebanyak 80 orang. Sampel dalam penelitian ini diambil secara porposive sampling sebanyak 40 orang. Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa faktor penyebab kesulitan belajar mahasiswa pada matakuliah Bioteknologi adalah 80,82% mahasiswa sulit belajar karena dari faktor diri sendiri dengan kategori tinggi, faktor sarana dan sarana pembelajaran 81,25 % dengan kategori sangat tinggi, faktor keluarga 72,5% dengan kategori tinggi, dan faktor lingkungan masyarakat 67,5% dengan kategori tinggi.
PENGARUH EKSTRAK AKAR SERAI (CINBOPOGONGN CITRATUS) TERHADAPT PERKEMBANGAN KEMATIAN LARVA NYAMUK ADES AEGYPTI M. Hidayat, Siska F. Mayoru, Mirlin Alisani
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Demam berdarah denggue (DBD) adalah salah satu jenis penyakit yang sangat akut (mendadak) disebapkan oleh virus dengue. Nyamuk ades aegypti merupakan vaktor utama demam berdarah dengue dan cikungannya. Demam berdarah dengue dan cikunganya merupakan salah satu masalah kesehatan lingkungan yang saat ini semakin luas daerah penyebaranya dan penderitanya cenderung meningktat. Demam berdarah dengue (DBD) banyak ditemukan di daerah tropis dan sub tropis. Data dari seluruh dunia menunjukan Asia menempati urutan pertama dalam jumblah penderita DBD setiap tahunnya. Word Health Organization (WHO) mencatat Negara Indonesia sebagai negara khusus DBD tertinggi di Asia Tenggara. Tempat perkembangan air bersih dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah Nyamuk Aedes aegypti suka meletakan telurnya pada air bersih sehingga perlu untuk memperhatikan kondisi bak penampung air. Pencegahan dapa dilakukan dengan bahan kimia namun pencegahan dengan bahan kimia dapat mengangu atau dapat mengakibatkan pencemaran lingkungan seperti pencemaran air, restintesi seranga lain. Salah satu caranya adalah insektisida dari bahan alami yang lebih muda di jangkau oleh masayarakat seperti pestisida alami akar serai yang di buat untuk membunuh atau mencegah perkembangan larva nyamuk. Serai bukan hanya di gunakan sebagai bahan untuk di jadikan bumbu dapur meliankan dapat di jadikan sebagai pestisida untuk membunuh nyamuk atau dapat menghambat pertumbuhan larva nyamuk. Banyak tumbuhan yang dimanfaatkan masyarakat sebagai bahan pengawet, pangan, obat-obatan, dan pestisida nabati.
Kesadaran Masyarakat terhadap Sampah dan Kebersihan Lingkungan Hidup Iksan B Aly, Likia Luang, jean kasehung,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kesadaran masyarakat terhadap sampah dan kebersihan lingkungan hidup masi sangat minim, karena masih banyak masyarakat yang belum memahami betapa pentingnya menjaga kebersihan lingkungan hidup. Oleh karena itu, sampah saat ini adalah suatu masalah yang belum diatasi secara menyeluruh. Permasalahan sampah juga berdampak tidak baik bagi lingkungan hidup sehingga akan menimbulkan bahaya pada kesehatan makhluk hidup, kalau tidak diurus dengan sebaik-baiknya. Tingkat kesadaran masyarakat dan kepeduliannya terhadap sampah adalah salah satu penyebab dari manusia yang masih sering membuang sampah sembarangan pada tempatnya. Untuk mengatasi permasalahan sampah, pemerintah harus berusaha supaya dapat memberikan solusi yang tepat kepada masyarakat, dan juga berusaha merubah pandangan masyarakat yang masih menganggap bahwa sampah /adalah barang sisa yang tidak bisa berguna lagi, menjadi sampah yang ada bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat untuk meningkatkan perekonomian, sehingga terbentuklah kehidupan masyarakat untuk hidup bersih dan sehat. Kita harus tahu manfaat tentang menjaga kebersihan lingkungan hidup, karena menjaga kebersihan lingkungan sangatlah berguna untuk kita semua karena dapat menciptakan kehidupan yang baik dan sehat.
PENGARUH EKSTRAK DAUN SERAI (CYMBOPOGAN CITRATUS)TERHADAP PERKEMBANGAN LARVA AEDES AEGYPTI Najamudin Marsaoly, Mugiyanto, Sumarni Koroy,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Indonesia mempunyai banyak tanaman yang bisa dipakai sebagai bahan herbal. Bahan herbal sudah lama dipakai di bidang kesehatan dalam pencegahan, kuratif, dan rehabilitatif. Daun serai salah satu tanaman yang dipercaya bisa dipakai untuk bahan herbal yang mempunyai daun yang rimbun serta lebat. Kandungan dalam daun serai terdiri dari alkaloid, flavonoid, juga beberapa monoterpene memiliki fungsi antimikrobial, antibakterial, molluscidal, antifungal, dan lainnya. Minyak atsiri yang juga terkandung dalam daun serai dapat memberikan aktivitas antimikroba. Hal ini terlihat dari hasil penelitian sebelumnya, bahwa minyak atsiri daun serai mempunyai aktivitas antibakteri terhadap E.coli serta Salmonella typhimurium. Daun serai juga banyak mengandung minyak atsiri yang tersusun dari senyawasenyawa monoterpene seperti sitral dan geraniol. 5 Minyak ini mengandung antibakteri dan anti jamur, sehingga digunakan dalam pengobatan seperti bakteri Staphylococcus aureus dan Salmonella typhimurium dengan MIC 0,5 µL/mL. Serai (Cymbopogon citratus) mempunyai fungsi sebagai obat untuk sakit gigi dan gusi bengkak. Nyamuk adalah serangga yang sukses memanfaatkan air lingkungan termasuk air alami, air sumber buatan yang sifatnya permanen maupun temporer.Siklus hidup nyamuk dipengaruhi oleh tersedianya air sebagai media perkembangbiak dari telur sampai menjadi nyamuk dewasa. Nyamuk memerlukan tiga macam tempat untuk kelangsungan hidupnya yaitu tempat berkembangbiak, tempat istirahat dan tempat mencari darah. Ketiga tempat tersebut merupakan suatu sistem yang saling terkait untuk menunjang kelangsungan hidup nyamuk (ashafil at.,al).
PENGARUH EKSTRA DAUN PEPAYA SEBAGAI PEPTISIDA ALAMI UNTUK HAMA PERUSAK TANAMAN PADA TANAMAN BAYAM MERAH ( AMARATUS TRICOLOR ) Taufiq Taher, Suslina Munawar, Rukia soamole,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui keefektifan ekstra daun pepaya sebagai peptisida nabati bagi tanaman bayam merah ( amaratus tricolor ) Daun pepaya (Carica papaya) mengandung berbagai macam zat, antara lain : vitamin A 18250 SI , vitamin B1 0,15 mg, vitamin C 140 mg , kalori 79 kal, protein 8,0 gram, lemak 2 gram, hidrat Arang 11,9 gram, kalsium 353 mg, fosfor 63 mg, besi 0,8 mg, udara 75,4 gram, papayotin, kautsyuk, karpain, karposit. Daun pepaya mengandung bahan aktif “Papain”, sehingga efektif untuk mengendalikan organisme penggangu ( hama). Kegiatan budidaya bayam merah (amaratus tricolor) banyak mengalami kendala antara lain adanya serangan organisme pengganggu (hama), organisme pengganggu dapat menimbulkan kerusakan yang sangat parah. Kerugian hasil akibat serangan hama ini dapat mencapai 80 persen apabila tidak ada tindakan pengendalian. Maka dari itu, perlukan perlakuan khusus agar tidak terserang hama pada bayam merah ( amaratus tricolor) .
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASSED LEARNING (PBL) UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN MEMECAHKAN MASALAH BIOLOGI PADA PESERTA DIDIK KELAS X SMA NEGERI 15 HALMAHERA SELATAN Ermin, Lusiana Inggrid Lette, Wa Ayu Jufri,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model Problem Based Learning (PBL) untuk meningkatkan keterampilan memecahkan masalah biologi pada peserta didik kelas x negeri 15 Halmahera selatan. Penelitian ini termasuk penelitian tindakan kelas (classroom action research), guna mengetahui penerapan model PBL dalam meningkatkan keterampilan memecahkan masalah biologi pada peserta didik kelas X SMA Negeri 15 Halmahera Selatan. kelas X SMA Negeri 15 Halmahera Selatan. Berasarkan hasil penelitian yang telah diungkapkan sebelumnya maka dapat dikatakan bahwa peningkatan hasil belajar melalui model pembelajaran PBL pada siklus I 69,37 dan terjadi peningkatan yang signifikan pada siklus II yakni 85,00. Dengan demikian model pembelajaran PBL dapat meningkatkan hasil kelas X SMA Negeri 15 Halmahera Selatan.
ANALISIS PELAKSANAAN KURIKULUM 2013 DITINJAU DARI STANDAR PROSES DALAM PEMBELAJARAN BIOLOGI Winda Wahid3, Silfani Abubakar, Evayanti Rahmat,
JBES: Jurnal Pendidikan Biologi dan Sains Vol 4 No 1 (2024): JBES: Jurnal Pendidikan Biologi Dan Sains, (Periode Terbitan Januari 2024) Jilid
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi STKIP Kie Raha Ternate

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini didasari oleh permasalahan guru dalam pelaksanaan pembelajaran yang belum sepenuhnya mengacuh pada (permendikbun) Nomor 65 Tahun 2013 tentang standar proses. Banyak sekali problematika yang dihadapi oleh guru biologi saat pelaksanaan pembelajaran di kelas. Salah satu elemen perubahan yang penting didalam kurikulum 2013 adalah standar proses yang berisi standar minimal mengenai proses pembelajaran yang harus dilakukan. Sehubungan dengan masalah tersebut di atas maka peneliti ingin mengetahui sejauh mana perubahan pelaskanaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi apakah pembelajaran biologi mengacu pada standar proses. Peneliti melakukan penelitian mengenai analisis pelaksanaan kurikulum 2013 di tinjau dari standas proses dalam pembelajaran biologi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji (1) perencanaan pembelajaran biolgio di kelas x berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 3 Kota Ternate (2) mengkaji pelaksanaan biologi di kelas x berdasarkan kurikulum 2013 di SMA Negeri 3 Kota Ternate serta (3) mengetahui proses siswa terhadap proses pembelajaran biologi yang di terapkan oleh guru biologi di SMA Negeri 3 Kota Ternate Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatik deskriptif. Penelitian dilakukan di SMA Negeri 3 Kota Ternate pada semester genap tanuh ajaran 2015/2016 penelitian ini menganalisis rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang disusun oleh guru biologi kelas x serta pelaksanaan pembelajaran di kelas x-4 MIPA dan x-5 MIPA. Teknik pengumpulan data meliputi observasi wawancara angket dan dokumentasi. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan verifaksi data. Hasil penelitian menunjukan (1) secara umum RPP yang di susun oleh guru biologi telah memenuhi sebgian besar indikator dalam permendikbut No 65 Tahun 2013 tentang standar proses. SPP yang di susun guru biologi SMA Negeri 3Kota Ternate telah memenuhi ketercapaian dengan kreteria baik. (2) secara umum pelaksaan kurikulum 2013 dalam pembelajaran biologi .

Page 6 of 10 | Total Record : 94