cover
Contact Name
Endah Puspitojati
Contact Email
jiipyoma@polbangtanyoma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jiipyoma@polbangtanyoma.ac.id
Editorial Address
Jl. Kusumanegara No.2, Tahunan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 18581226     EISSN : 27234010     DOI : https://doi.org/10.55259/jiip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian is a scientific journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. This journal contains scientific articles on the results of studies on the application of science and technology to stakeholders in the fields of sustainable agriculture, agribusiness, and food technology. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian in collaboration with Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) Indonesia and published 2 (two) times every year in July and December
Articles 284 Documents
Strategi Pengembangan Kelembagaan Ekonomi Petani di Kabupaten Wonosobo Khozinul Asror; Irena Kartika Eka Wijayanti; Yusmi Nur Wakhidati
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.391

Abstract

Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) memiliki peran strategis dalam meningkatkan posisi tawar petani di kawasan hortikultura Kabupaten Wonosobo. Namun, mayoritas KEP saat ini masih berada pada tahap penumbuhan (79,3%) dan menghadapi kendala rendahnya literasi keuangan serta kapasitas manajerial. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kondisi eksisting, menganalisis faktor internal dan eksternal, merumuskan alternatif strategi, serta menyusun model konseptual pengembangan KEP. Metode penelitian yang digunakan adalah mixed method dengan strategi sekuensial eksploratori terhadap 14 unit KEP sampel. Alat analisis meliputi matriks IFE, EFE, IE, SWOT, dan QSPM. Hasil penelitian menunjukkan skor IFE sebesar 3,63 dan skor EFE sebesar 3,54 yang menempatkan KEP pada Sel I (Grow and Build). Berdasarkan analisis QSPM, strategi prioritas utama adalah menjalin kemitraan strategis dan program kemandirian usaha dengan skor TAS 5,92. Model konseptual yang diusulkan adalah transformasi KEP menuju Korporasi Petani melalui penguatan tata kelola bisnis profesional dan sinergi hulu-hilir.
Evaluasi Metode Preparasi Dekok dan Jus Daun Kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai Teat Dipping Herbal pada Peternakan Sapi Perah Rakyat Kartika Budi Utami; Clara Vaurellia Listiani; Intan Galuh Bintari
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.394

Abstract

Mastitis subklinis menjadi salah satu kendala utama dalam mempertahankan kualitas susu di peternakan sapi perah rakyat. Penggunaan antiseptik kimia sebagai larutan teat dipping masih menghadapi kendala biaya, sedangkan penelitian herbal umumnya menggunakan metode ekstraksi yang kurang aplikatif bagi peternak. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode preparasi dekok dan jus daun kemangi (Ocimum basilicum L.) sebagai teat dipping herbal terhadap mastitis subklinis, kualitas mikrobiologis susu, dan efisiensi biaya produksi. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap dengan tiga perlakuan, yaitu antiseptik kimia (P0), dekok daun kemangi 10% (P1), dan jus daun kemangi 10% (P2). Parameter yang diamati meliputi skor California Mastitis Test (CMT), Total Plate Count (TPC), produksi susu, dan biaya produksi larutan teat dipping. Data dianalisis menggunakan Welch ANOVA dan uji lanjut Games-Howell pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan teat dipping mampu mempertahankan kondisi ambing tetap negatif dan memperbaiki skor CMT pada sampel yang sebelumnya menunjukkan reaksi positif. Perlakuan dekok daun kemangi 10% menghasilkan nilai TPC terendah sebesar 7,26 log CFU/mL dan berbeda nyata dibandingkan dengan antiseptik kimia (P<0,05), sedangkan perlakuan jus daun kemangi 10% tidak menunjukkan perbedaan nyata. Perlakuan teat dipping tidak berpengaruh signifikan terhadap produksi susu (P>0,05). Dari aspek ekonomi, biaya produksi jus dan dekok daun kemangi masing-masing sebesar Rp 11.020/L dan Rp 12.000/L, lebih rendah dibandingkan antiseptik kimia sebesar Rp 117.667/L. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode preparasi dekok daun kemangi berpotensi digunakan sebagai alternatif teat dipping herbal yang lebih ekonomis dan aplikatif pada peternakan sapi perah rakyat.
Strategi Peningkatan Efektivitas Peran Penyuluh Pertanian terhadap Adopsi Inovasi Padi Ramah Lingkungan di Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Provinsi Jawa Tengah Fitria Dwi Arianti; Budi Dharmawan; Djeimi Kusnaman
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.388

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi peningkatan efektivitas peran penyuluh pertanian dalam mendorong adopsi inovasi budidaya padi ramah lingkungan di Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif diperoleh melalui survei terhadap 100 petani menggunakan kuesioner skala Likert, sedangkan data kualitatif dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan focus group discussion (FGD) yang melibatkan penyuluh, petani, dan tokoh masyarakat. Analisis data dilakukan menggunakan matriks IFE, EFE, IE, dan SWOT untuk mengidentifikasi faktor internal dan eksternal serta merumuskan alternatif strategi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi internal tergolong cukup kuat dengan skor IFE sebesar 2,63, sementara kondisi eksternal menunjukkan peluang yang cukup besar dengan skor EFE sebesar 2,58. Posisi strategi berada pada sel V matriks IE (hold and maintain), yang menekankan pada upaya mempertahankan kinerja yang telah dicapai sekaligus meningkatkan efektivitas secara bertahap. Strategi prioritas diimplementasikan melalui penguatan kelembagaan kelompok tani dalam menghadapi perubahan iklim, antara lain melalui penyusunan kalender tanam adaptif berbasis kondisi agroekosistem setempat. Strategi ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penyuluhan dan mempercepat adopsi inovasi secara berkelanjutan.
Hubungan Peran Penyuluh Swadaya dan Motivasi Petani dalam Budidaya Cabe Jamu (Piper retrofractum) di Lahan Pekarangan Mifthahul Jannah; Rokhani Rokhani; Sri Subekti; Nurul Dwi Novikarumsari
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.408

Abstract

Pengembangan budidaya cabe jamu (Piper retrofractum) di lahan pekarangan menjadi salah satu alternatif untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus mendukung penyediaan bahan baku industri obat tradisional. Keberhasilan pengembangan komoditas tersebut tidak hanya dipengaruhi oleh aspek teknis budi daya, tetapi juga oleh peran penyuluh swadaya dalam mendorong motivasi petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh swadaya, tingkat motivasi petani, serta hubungan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani dalam budi daya cabe jamu di lahan pekarangan Desa Andongsari, Kecamatan Ambulu, Kabupaten Jember. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif dan korelasional. Seluruh anggota Perkumpulan Petani Cabe Jamu Indonesia (PPCJI) Desa Andongsari yang berjumlah 24 orang dijadikan responden melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan observasi, wawancara terstruktur, kuesioner, dan dokumentasi, kemudian dianalisis secara deskriptif serta menggunakan uji Korelasi Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh swadaya berada pada kategori sedang dengan persentase 62,50%, sedangkan motivasi petani berada pada kategori tinggi sebesar 75,00%. Analisis Rank Spearman menghasilkan koefisien korelasi sebesar 0,447 dengan nilai signifikansi 0,028 (p<0,05), yang menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara peran penyuluh swadaya dengan motivasi petani. Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan kualitas peran penyuluh swadaya berkontribusi terhadap meningkatnya motivasi petani dalam mengembangkan budi daya cabe jamu di lahan pekarangan.