cover
Contact Name
Endah Puspitojati
Contact Email
jiipyoma@polbangtanyoma.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jiipyoma@polbangtanyoma.ac.id
Editorial Address
Jl. Kusumanegara No.2, Tahunan, Kec. Umbulharjo, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta 55167
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian
ISSN : 18581226     EISSN : 27234010     DOI : https://doi.org/10.55259/jiip
Core Subject : Agriculture,
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian is a scientific journal published by Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang. This journal contains scientific articles on the results of studies on the application of science and technology to stakeholders in the fields of sustainable agriculture, agribusiness, and food technology. Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian in collaboration with Ikatan Produsen Benih Hortikultura (IPBH) Indonesia and published 2 (two) times every year in July and December
Articles 284 Documents
Tingkat Motivasi Petani dalam Budidaya Jambu Air Citra (Syzygium aqueum) di Dusun Sumberagung Kecamatan Tegalsari Kabupaten Banyuwangi Erik Elnanta; Nurul Dwi Novikarumsari; Aryo Fajar Sunartomo; Yustri Baihaqi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.318

Abstract

This study aimed to determine the level of farmers’ motivation in cultivating jambu air Citra (Citra water apple) and to identify the factors related to their motivation. The research was conducted purposively in Sumberagung Hamlet, Tegalsari District, Banyuwangi Regency. Jambu air Citra is a commodity with high economic potential that requires optimal cultivation practices, although farmers often face obstacles such as pests and diseases that can damage or cause premature fruit drop. This research employed a descriptive quantitative approach with Rank Spearman correlation analysis. The dependent variable was farmers’ motivation, while the independent variables included age, farming experience, education level, land area, income, availability of capital, availability of production inputs, and farm location distance. The results showed that the farmers’ motivation was classified as high, with 57% or 16 farmers falling into this category. The motivation aspects, namely existence, relatedness, and growth, were all in the high category. The analysis revealed five factors significantly related to farmers’ motivation: age, farming experience, land area, income, and availability of production inputs. Meanwhile, education level, availability of capital, and distance of farm location did not show a significant relationship.
Respons Bibit Melon (Cucumis melo L.) Varietas TM Gaiya dan Manika terhadap Berbagai Media Persemaian Shinta Rahmalia; Annisa khoiriyah; Asih Farmia
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.325

Abstract

Melon (Cucumis melo L.) was a high-value horticultural commodity with increasing demand in both domestic and international markets. However, melon productivity in Indonesia remained unstable, partly due to low seed quality and the inappropriate selection of seedling media. The seedling stage played a crucial role in determining the success of plant growth in subsequent stages. Therefore, optimal seedling media were required to support the viability, vigor, and early growth of melon seedlings. This study aimed to determine the effects of different seedling media and melon varieties, as well as their interaction, on seed viability, vigor, and early seedling growth. The research was conducted from October 2024 to July 2025 at the Teaching Factory (TEFA) Celeban and the Seed Technology Laboratory of the Agricultural Development Polytechnic of Yogyakarta Magelang. A factorial randomized complete block design (RCBD) with four replications was used. The first factor was seedling media (soil, cocopeat, rice husk charcoal, and vermiculite), and the second was melon varieties (TM Gaiya and Manika). Data were analyzed using ANOVA, DMRT, multiple linear regression, and Pearson correlation for normally distributed data, and Kruskal–Wallis, Mann–Whitney, Generalized Linear Model (GLM), and Kendall Tau-b correlation for non-normal data. Vermiculite showed the best results and was recommended as an effective medium to enhance viability, vigor, and early seedling growth of melon.
Analisis Kelayakan Finansial Usaha Produk Snack Bar yang Difortifikasi dengan Daun Kelor (Moringa oleifera L.) Zakki Habib Ahmaddani; Endah Puspitojati; Hermawan Hermawan
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.330

Abstract

Penelitian ini mengkaji kelayakan finansial pada produk snack bar berbahan dasar ampas brem yang difortifikasi dengan daun kelor sebagai alternatif produk pangan sehat dan bernilai ekonomi. Tujuan penelitian adalah menilai kelayakan usaha dari aspek meliputi biaya produksi, harga pokok produksi, harga jual produk, pendapatan per unit, penerimaan, keuntungan, break event point (BEP) produksi, dan Return/Cost Ratio (R/C). Penelitian dilaksanakan di PT Agra Pangan Nusantara, Kabupaten Madiun, pada Januari–Juni 2025 dengan metode purposive sampling. Data diperoleh melalui studi pustaka dan perhitungan finansial. Hasil menunjukkan total biaya produksi sebesar Rp2.308.071 per 1.000 unit dengan harga jual Rp6.594 per unit, menghasilkan keuntungan Rp4.286.000. BEP tercapai pada 350 unit dan R/C Ratio sebesar 2,85, yang menandakan usaha layak dan menguntungkan. Produk ini tidak hanya memanfaatkan limbah industri secara produktif, tetapi juga menawarkan potensi komersial sebagai camilan bergizi berbasis pangan lokal.
Dampak Penerapan Pola Tanam Padi Jajar Legowo terhadap Peningkatan Produksi Padi pada Petani Lokal di Desa Mungkung, Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah Bagus Setyo Wibowo
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 32 No. 2 (2025): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v32i2.331

Abstract

Increasing rice production is one of the strategic priorities in supporting national food security. The jajar legowo planting pattern is an innovative rice cultivation system designed to enhance land productivity through optimized spacing and better sunlight absorption. This study aims to analyze the impact of implementing the jajar legowo planting pattern on increasing rice production among local farmers in Mungkung Village, Kalikajar, Wonosobo, Central Java. A qualitative approach was applied, with data collected through in-depth interviews, direct field observations, and documentation. The respondents consisted of farmers who had implemented the jajar legowo system and local agricultural extension officers. The findings reveal that the adoption of the jajar legowo pattern increased yields by 15–25% compared to conventional planting methods, while also improving grain quality. Supporting factors include the availability of superior seeds, technical guidance from extension workers, and farmers’ awareness of the benefits of this planting system. Constraints identified were limited labor availability during planting, initial adaptation to the new technique, and additional costs for land preparation. These results confirm that the jajar legowo planting pattern can serve as an effective strategy for increasing rice production, particularly in highland areas such as Wonosobo.
Evaluasi Organoleptik Teh Celup Herbal dari Mint, Telang, dan Lemon (Ronmint) Tetta Pangesti; Endah Puspitojati; Annisa Khoiriyah
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.306

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan tingkat kesukaan konsumen terhadap produk teh celup herbal Ronmint. Penelitian dilaksanakan pada bulan Januari hingga Juni 2025 di Kelompok Tani Hijau Daun, Wirogunan, Mergangsan, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Teknik pemilihan lokasi menggunakan purposive sampling, sedangkan pengambilan sampel menggunakan accidental sampling. Metode pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, eksperimen, kuesioner, dan Focus Group Discussion (FGD). Analisis dilakukan menggunakan uji organoleptik skala hedonik yang bertujuan untuk mengetahui tingkat kesukaan calon konsumen dengan deskriptif kuantitatif, uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis dan uji lanjutan Mann-Whitney. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi yang paling disukai konsumen, yaitu F2 dengan komposisi 0,75 gram daun mint, 0,75 gram bunga telang, dan 0,5 gram buah lemon, menghasilkan rerata kesukaan konsumen sebesar 79% dan termasuk ke dalam kategori suka. Analisis statistik menunjukkan bahwa F1 dan F3 tidak terdapat perbedaan nyata (Sig. > 0,05). Hal ini berarti bahwa panelis lebih menyukai dan menerima F2 secara nyata dibandingkan dengan F1 dan F3.
Peran Sumber Daya Manusia Pertanian dalam Penguatan Kemandirian Pangan Menuju Kedaulatan Pangan di Kabupaten Bantul Rani Nur Rochim; Sri Peni Wastutiningsih; Esy Rehmalemta Br Pelawi
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.334

Abstract

Tujuan kedaulatan pangan Indonesia merupakan integral dari pembangunan nasional dan memerlukan pemetaan desa rawan pangan berbasis Indeks Ketahanan Pangan (IKP) oleh pemerintah dengan partisipasi masyarakat luas. Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Bantul memiliki IKP terendah pada 2021 (Badan Ketahanan Pangan), serta desa rawan pangan hingga 2020 (Bappeda DIY), meskipun prevalensi ketidakcukupan pangan turun menjadi 9,27% pada 2024. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran Sumber Daya Manusia (SDM) pertanian sebagai ujung tombak kedaulatan pangan di Kabupaten Bantul (IKP terendah DIY), melalui: (1) identifikasi SDM pertanian, (2) identifikasi fungsi kelompok pertanian, (3) identifikasi faktor, dan (4) model sinergitas petani-pemerintah-swasta. Penelitian dilakukan secara kualitatif dengan pendekatan konstruktivisme kritis. Lokasi dari penelitian ini di Kabupaten Bantul dengan informan 3 petani, 5 penyuluh pertanian, 2 pemerintah kelurahan, serta 4 pegawai Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Bantul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran SDM pertanian diwujudkan melalui kelompok tani dengan tiga jenis peran: pasif, aktif, dan partisipatif. Peran pasif terjadi ketika anggota memilih diam dan memberikan kesempatan kepada anggota lain, peran aktif diwujudkan melalui peran pengurus kelompok yang bertanggungjawab penuh atas organisasi dan pencapaian kedaulatan pangan, serta peran partisipatif diwujudkan melalui keikutsertaan anggota dalam kegiatan dan pengambilan keputusan. Faktor pendukung peran aktif dan partisipatif dalam kelompok mencakup intensitas pelatihan, pendampingan, penghargaan, motivasi, komitmen, serta modal sosial dalam kelompok. Sinergi dari petani, pemerintah, dan swasta juga terbukti esensial untuk memperkuat kemandirian pangan menuju kedaulatan pangan di Kabupaten Bantul.
Eksistensi dan Prospek Tanaman Biofarmaka dalam Industri Herbal Indonesia: Tinjauan Literatur Annisa Wirrdiana Yuniasih
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.384

Abstract

Indonesia sebagai negara megabiodiversitas memiliki potensi besar dalam tanaman biofarmaka yang secara turun-temurun dimanfaatkan dalam pengobatan herbal. Minat global terhadap pengobatan alami memicu pertumbuhan pesat industri herbal di Indonesia, menjadikannya pasar terbesar di Asia Tenggara. Potensi ini menciptakan peluang signifikan bagi pengembangan produk, termasuk fitofarmaka terstandardisasi yang telah melalui uji klinis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara kualitatif peluang dan eksistensi tanaman biofarmaka dalam industri herbal Indonesia. Meskipun melimpah, eksistensi dan pengembangan bisnis menghadapi tantangan seperti standardisasi bahan baku yang bervariasi karena faktor lingkungan dan budidaya, serta keterbatasan riset dan validasi ilmiah. Rantai pasok yang belum terintegrasi dan tata kelola yang belum optimal juga menghambat industri. Namun, inovasi dalam diversifikasi produk (ekstrak terstandardisasi, kosmetik, minuman fungsional), teknologi budidaya dan pascapanen (Good Agricultural Practices/GAP, blockchain untuk ketertelusuran), serta R&D yang didukung uji klinis, menunjukkan arah positif. Regulasi dari BPOM dan Kementerian Pertanian berperan vital dalam menjaga mutu dan keamanan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa sinergi kuat antara pemerintah, akademisi, industri, dan petani melalui kebijakan, investasi R&D, dan penguatan rantai nilai adalah kunci utama untuk mengoptimalkan pemanfaatan tanaman biofarmaka. Hasil ini akan mendorong kemandirian kesehatan nasional dan meningkatkan daya saing industri herbal Indonesia di pasar global.
Kelimpahan Nematoda Parasit dan Nonparasit pada Tanaman Pisang (Musa paradisiaca L.) di Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta Miftahul Ajri; Azizah Ridha Ulilalbab; Mofit Eko Poerwanto; Danar Wicaksono; Ayu Kumala Sari; Septi Sri Rahmawati
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.400

Abstract

Tanaman pisang (Musa paradisiaca L.) merupakan komoditas hortikultura penting yang produktivitasnya sering menurun akibat serangan nematoda parasit pada sistem perakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi nematoda parasit dan nonparasit yang berasosiasi dengan tanaman pisang di beberapa wilayah Kabupaten Sleman dan Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Sampel tanah dan akar tanaman pisang diambil dari lima lokasi, yaitu Turi, Pakem, Ngaglik, Condongcatur, dan Banguntapan. Ekstraksi nematoda dilakukan menggunakan metode Whitehead tray yang dimodifikasi, sedangkan identifikasi dilakukan berdasarkan karakter morfologi dengan menggunakan mikroskop. Data faktor lingkungan seperti pH tanah, kelembapan, suhu, ketinggian tempat, dan koordinat lokasi digunakan sebagai data pendukung dalam analisis deskriptif. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa keberadaan nematoda parasit dan nonparasit pada sampel tanah dan akar bervariasi antarlokasi. Nematoda parasit didominasi oleh Pratylenchus spp. dan Helicotylenchus spp., dengan populasi tertinggi ditemukan di Ngaglik pada sampel tanah maupun akar. Genus Pratylenchus spp. dominan ditemukan pada sampel akar, sedangkan Helicotylenchus spp. lebih banyak ditemukan pada sampel tanah. Nematoda nonparasit yang ditemukan meliputi Mononchus sp., Steinernema sp., Rhabditis sp., dan Metarhabditis sp. Keberadaan Mononchus sp. menunjukkan potensi interaksi predator–mangsa dalam komunitas nematoda tanah, sedangkan Steinernema sp. berpotensi sebagai agen pengendali hayati. Variasi populasi nematoda antarlokasi diduga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti pH tanah, kelembapan, suhu, dan ketinggian tempat. Penelitian ini memberikan informasi dasar mengenai keberadaan nematoda pada pertanaman pisang di Kabupaten Sleman dan Bantul yang dapat dimanfaatkan sebagai acuan dalam pengelolaan nematoda secara berkelanjutan.
Keputusan Pekebun dalam Menerapkan Sistem Penyerahan Tebu Muhammad Ivan Zulhilmi; Yusmi Nur Wakhidati; Altri Mulyani; Dindy Darmawati Putri; Irene Kartika Eka Wijayanti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.413

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keputusan pekebun dalam menerapkan sistem penyerahan tebu di Provinsi Jawa Tengah. Sistem penyerahan tebu terdiri atas dua skema, yaitu Sistem Bagi Hasil (SBH) dan Sistem Pembelian Tebu (SPT), yang masing-masing memiliki karakteristik, keunggulan, dan kelemahan sehingga memengaruhi keputusan pekebun dalam memilih skema yang digunakan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif. Sampel penelitian berjumlah 125 pekebun tebu yang dipilih menggunakan teknik probability sampling. Analisis data dilakukan menggunakan regresi logistik. Variabel dependen adalah sistem penyerahan tebu, sedangkan variabel independen meliputi persepsi, kepuasan, usia, tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengalaman berusahatani, luas lahan, pendapatan usahatani, harga, waktu pencairan, jenis pekebun, dan peran pabrik gula. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari dua belas variabel yang dianalisis, terdapat tiga variabel yang berpengaruh signifikan terhadap keputusan pekebun, yaitu harga, waktu pencairan, dan peran pabrik gula. Pekebun tebu dengan kondisi harga yang tinggi dan waktu pencairan yang cepat, serta tidak mempersoalkan peran pabrik gula cenderung memilih sistem penyerahan tebu skema SPT. Kondisi pekebun yang tidak mempersoalkan mengenai harga dan kecepatan waktu pencairan, serta mengharapkan peran pabrik gula yang baik cenderung memilih menerapkan sistem penyerahan tebu skema SBH
Analisis Preferensi Konsumen melalui Metode Uji Hedonik pada Minyak Angin Aromaterapi dengan Penambahan Angkak (Monascus purpureus) Sasa Mahesa; Rika Nalinda; Ananti Yekti
Jurnal Ilmu-Ilmu Pertanian Vol. 33 No. 1 (2026): Jurnal Ilmu Ilmu Pertanian
Publisher : Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta-Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55259/jiip.v33i1.414

Abstract

Pascapandemi Covid-19, kesadaran masyarakat terhadap produk herbal fungsional meningkat pesat, terutama minyak angin aromaterapi roll-on. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi konsumen terhadap minyak angin aromaterapi dengan penambahan angkak (Monascus purpureus) melalui metode uji hedonik. Produk Djamon Roll dikembangkan sebagai inovasi topikal berbasis angkak dengan tiga varian aroma (cengkeh, lavender, dan mawar). Penelitian dilaksanakan di UMKM Djamas Herb, Yogyakarta, dari Oktober 2025 hingga Juni 2026. Uji hedonik dilakukan terhadap 50 responden tidak terlatih berusia >17 tahun menggunakan skala 1–5 pada atribut warna, aroma, tekstur, dan sensasi kulit. Hasil penelitian menunjukkan ketiga varian produk diterima dalam kategori Suka. Varian Lavender memperoleh nilai tertinggi (rata-rata 80%, Sangat Suka), diikuti varian Mawar (78%) dan Cengkeh (74%). Varian lavender unggul pada warna dan aroma, sedangkan varian cengkeh lebih disukai karena sensasi hangat. Penambahan angkak tidak menurunkan tingkat penerimaan sensorik dan justru memberikan warna merah merona yang menarik. Karakteristik responden didominasi oleh kelompok usia muda (17–40 tahun) yang sesuai dengan target pasar. Produk Djamon Roll berpotensi diterima pasar. Direkomendasikan pengembangan lebih lanjut pada varian lavender sebagai produk unggulan serta perbaikan aroma varian cengkeh. Hasil ini mendukung hilirisasi angkak menjadi produk topikal yang inovatif dan bernilai ekonomis.