cover
Contact Name
Yesy Kusumawati
Contact Email
yesykusumawati75@kahuripan.ac.id
Phone
+628179322344
Journal Mail Official
jurnal.abdikmas@kahuripan.ac.id
Editorial Address
Univesitas Kahuripan Kediri Jl. PB Sudirman No. 27 Kecamatan Pare - Kabupaten Kediri
Location
Kab. kediri,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 27459993     EISSN : 28297768     DOI : -
Jurnal Abdikmas merupakan Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat yaitu jurnal pengembangan dan penerapan Ipteks yang memuat publikasi hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat, model atau konsep dan atau implementasinya dalam rangka peningkatan partisipasi masyarakat dalam pembangunan, pemberdayaan masyarakat atau pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat. Jurnal Abdikmas diterbitkan dua kali dalam setahun (Mei dan November) oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Kahuripan Kediri
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 90 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT DESA JUWET BERBASIS SUMBER DAYA LOKAL MELALUI DIGITAL MARKETING DI ERA COVID-19 Fita Nuril Azizah; Zuraidah Zuraidah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 1 No. 2 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v1i2.560

Abstract

Pandemi covid-19 yang menyebar pada awal tahun 2020 memberikan dampak signifikan terhadap ekonomi masyarakat, salah satunya masarakat desa Juwet yang mengalami penurunan tingkat penjualan usaha tani.Kegiatan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa Juwet kecamatan Ngronggot kabupaten Nganjuk bertujuan untuk meningakatkan pendapatan masyarakat desa Juwet dimasa pandemi covid-19 dengan memanfaatkan market digital.Metode penelitian yang digunakan peneliti adalah pendekatan Asset Based Community Developmen (ABCD) dengan mengembangkan aset atau sumber daya lokal yang dimiliki masyarakat desa Juwet yaitu lahan dan kemampuan dalam hal pembibitan tanaman.Tahapan yang digunakan dalam kegiatan ini adalah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi.Hasil yang diperoleh dari pemberdayaan yang dilakukan peneliti adalah setelah kegiatan ini dilakukan masyarakat bertambah wawasan dan keterampilan dalam memasarkan bibit tanaman dengan memanfaatkan market digital.Penggunaan media pemasaran digital ini dapat menambah pendapatan keluarga masyarakat desa Juwet.
PENINGKATAN PENJUALAN UMKM BUBUK JAHE MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PERBAIKAN KEMASAN DAN PEMASARAN Ong Andre Wahyu Riyanto; Astria Hindratmo
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Mitra pengabdian ini yaitu UMKM bubuk jahe milik bu Nining terletak di kelurahan Keputran Kecamatan Tegalsari Surabaya.Usaha yang didirikan sejak 3 tahun lalu awalnya hanya untuk mengisi waktu luang dan menambah pendapatan keluarga.Hingga saat ini penjualan bubuk jahe terus meningkat seiring kebutuhan jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh di masa pandemiCovid 19.Dalam menjalankan usahannya, bu Nining memiliki beberapa permasalahan pada aspek produksi dan manajemen. Permasalahan aspek produksi yaitu produk belum memiliki label kemasan, bahan kemas mengunakan plastik dengan perekat pemanasan dengan api lilin, tidak ada variasi ukuran produk. Sedangkan pada aspek manajemen yaitu mitra hanya menjual produk berdasarkan jumlah pesanan, penerapan manajemen mutu belum maksimal, belum memiliki manajemen pengadaan bahanbaku. Tujuan dari kegiatan yaitu memberikan pelatihan dan pendampingan peningkatan penjualan bubuk jahe melalui perbaikan aspek produksi dan manajemen terkait label kemasan, bahan kemasan, penggunaan alat press kemasan, pemasaran offlinemapun online, penerapan manajemen mutu, dan pengadaan bahan baku. Hasil dari kegiatan yaitu mitra telah memiliki desain label pada kemasan, memiliki kemasan yang baik yang sehingga layak untuk di jual di toko oleh-oleh, serta telah mampu menjual pruduk secara online, memiliki konsep pemasaran offline yang baik, jumlah produksi dan penjualan meningkat. Abstract This service partner is SMEs ginger powder owned by Mrs. Nining which is located in the Keputran Village, Tegalsari District, Surabaya. The business that was founded 3 years ago is only to fill spare time and increase family income. Until now, the sale of ginger powder continues to increase along with the need for ginger to increase body resistance during the Covid 19 pandemic. In running its business, Nining has several problems in production and management aspects. Problems in the production aspect are that the product does not have a packaging label, the packaging material uses plastic adhesive heating with a candle flame, there is no variation in product size. Meanwhile, in the management aspect, partners only sell products based on the number of orders, the implementation of quality management is not optimal, and they do not have raw material procurement management. The purpose of this activity is to provide training and assistance to increase sales of ginger powder through improving aspects of production and management related to packaging, packaging materials, use of packaging tools, offline and online marketing, implementation of quality management, and procurement of raw materials. The results of the activity are having a label design on the packaging, having good packaging so that it is suitable for sale in gift shops, and has been able to sell products online, has a good offline marketing concept, the number of production and sales increases.
PELATIHAN KOLABORASI TARI WAROK DAN JURUS TUNGGAL PENCAK SILAT Wasis Himawanto; Setyo Harmono; Moh. Nur Kholis; Mokhammad Firdaus; Ellang Dafa Novan Sahara; Muhammad Layyinul Mushthofa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.616

Abstract

Pencak silat merupakan ilmu yang tidak bisa dipisahkan dari sosok warok ponorogo, karena unsur dalam tarian warok terdapat gerakan beladiri yang biasanya dibawakan dalam pentas pertunjukan reyog. Pencak silat adalah olahraga beladiri asli budaya Indonesia yang mengedepankan unsur seni, penampilan keindahan gerakan serta inti ajaran bela diri dalam pertarungan. Grup reyog singo mudho terate dari Kabupaten Pacitan adalah salah satu grup reyog dengan Basis organisasi yang menaungi organisasi pencak silat Persaudaraan Setia Hati Terate. Melalui Kegiatan Pelatihan Kolaborasi Tari Warok Dan Jurus Tunggal Pencak Silat untuk mencapai tujuan kegiatan Adanya gerakan kreasi baru dalam pegelaran tari reog ponorogo yang khususnya pada tari warok yang sudah di kolaborasikan pada gerakan pencak silat pada jurus baku tangan kosong dan terciptanya pakem pada tari warok. metode pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat yang digunakan adalah Melakukan kegiatan pendidikan, pelatihan dan praktek melalui cara didampingi dan dibimbing oleh narasumber yang merupakan bagian pengusul program PKM sesuai keahlian jika menyangkut spesifik pelatihan tetapi semua narasumber hadir dalam kegiatan pelaksanaan program dibantu mahasiswa yang dilibatkan. Kegiatan semacam ini hendaknya dilaksanakan rutin harapanya agar terciptanya pakem pada tari warok dengan menambah atau memodifikasikan dengan gerakan jurus-jurus pada pencak silat. Abstract Pencak silat is a science that cannot be separated from the figure of warok ponorogo, because the elements in the warok dance are martial arts movements which are usually performed in reyog performances. Pencak silat is a martial arts sport native to Indonesian culture that puts forward elements of art, the appearance of beauty in movement and the core teachings of martial arts in combat. The Singo Mudho Terate Reyog Group from Pacitan Regency is one of the Reyog groups with an organizational base that houses the martial arts organization Setia Hati Terate Brotherhood. Through Collaborative Training Activities of Warok Dance and Pencak Silat Single Kick to achieve the objectives of the activity.There is a new creative movement in the reog ponorogo dance performance, especially in the warok dance which has been collaborated in the pencak silat movement in bare-handed stances and the creation of standards in warok dance. The method of implementing community service used is carrying out educational, training and practical activities through being accompanied and guided by resource persons who are part of the PKM program proposer according to their expertise when it comes to specific training but all resource persons are present in program implementation activities assisted by the students involved. This kind of activity should be carried out regularly in the hope that the standard of warok dance will be created by adding or modifying it with moves in pencak silat.
PENGENALAN DASAR-DASAR BERENANG BAGI SISWA SISWI PEMULA SWIMMING CAMP KEDIRI TAHUN 2021 Imam Sugeng; Nanda Iswayudi; Imam Suhaimi; Stevanus Gatot Supriyadi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.618

Abstract

Dasar-dasar berenang merupakan salah satu Teknik yang wajib dikenalkan bagi siswa siswi pemula, hal tersebut bertujuan untuk kesiapan secara kejiwaan, bagi calon perenang memiliki rasa senang, ketertarikan, kepercayaan diri dan keberanian untuk beraktivitas di air. Swimming camp memiliki jumlah siswa siswi pemula pada bulan oktober sekitar 25 siswa. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memberikan pendampingan tentang bagaimana memberikan pemahaman dasar dasar berenang bagi siswa siswi pemula. Tujuan harapan dalam pengabdian masyarakat ini yaitu untuk untuk memberikan pengetahuan dan pemahaman tentang dasar dasar berenang pada siswa siswi swimming camp Tahun 2021. Hasil dari pengabdian masyarakat di swimming camp kediri ini memberikan hasil sebagai berikut: : (a) meningkat pengetahuan pemahaman siswa-siswi yang akan pentingnya dasar dasar berenang bagi pemula. (b) meningkatkan rasa percaya diri Ketika melakukan pemebelajaran renang bagi siswa-siswi pemula. Abstract The basics of swimming is one of the techniques that must be introduced for novice students, it aims to be psychologically prepared, for prospective swimmers to have a sense of pleasure, interest, confidence and courage to do activities in the water. Swimming camp has a number of novice students in October around 25 students. This community service activity provides assistance on how to provide a basic understanding of swimming for novice students. The goal of hope in this community service is to provide knowledge and understanding of the basics of swimming to swimming camp students in 2021. The results of community service at the Kediri swimming camp give the following results: (a) increasing knowledge of understanding of students who of the importance of basic swimming basics for beginners. (b) increase self-confidence when doing swimming lessons for novice students.
PEMBINAAN USAHA PENGELOLAHAN LIMBAH MEBEL MENJADI BAHAN PELURU OLAHRAGA SUMPITAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EKONOMI DI MASA COVID – 19 PADA MASYARAKAT DESA BRANGGAHAN KABUPATEN KEDIRI Moh. Nur Kholis; Muhamad Yanuar Rizky; M. Anis Zawawi; Irwan Setiawan; Ruruh Andayani Bekti; M. Akbar Husein A.S; Sugito Sugito; Ivona Varella Putri Arismanda
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.622

Abstract

Olahraga merupakan kegiatan sehari-hari yang paling penting dalam kehidupan manusia yang melibatkan aktivitas fisik, dengan berolahraga kita dapat menciptakan jasmani dan rohani yang sehat dan kuat. Saat ini bayak olahraga dari luar yang masuk dan populer di Indonesia. Daerah-daerah di Indonesia sering mengadakan perlombaan olahraga tradisional salah satunya yaitu sumpitan. Olahraga sumpitan tidak jauh bebeda dengan olahraga tembak dan olahraga panah. Biasanya untuk sasaran dibuat lingkaran dari kertas atau karton. Kosentrasi merupakan salah satu aspek psikoligi yang penting dalam olahraga sumpitan. Penggunaan kayu sebagai altermatif bahan yang mengurangi terjadinya polusi pada produk industri saat ini sangat berpengaruh terhadap program global warming. Permasalahanya kebanyakan industri kayu atau mebel tidak bisa memanfaatkan sisa atau limbah kayu tersebut. Solusi umum yang mereka gunakan adalah menimbun kayu tersebut dan hanya dijadikan sebagai kayu bakar, bahkan ada pula yang membuangnya begitu saja. Masalah ini juga terjadi di salah satu mebel yang ada di Kabupaten Kediri. Penelitian ini menitik beratkan pada penerapan hasil pemanfaatan limbah kayu industri mebel sebagai bahan “ Anak Sumpit pada Olahraga Sumpitan ’’ hanya pada sisa potongan atau bilahan yang tak berguna ini kami berusaha untuk memanfaatkannya dengan baik sekaligus mengenalkan olahraga tersebut agar lebih populer. Tujuan kegiatan PKM ini yang didahului dengan pengolahan limbah mebel menjadi bahan peluru olahraga sumpitan yang dapat menciptakan bahan mata sumpit yang lebih mudah dan murah sebagai wujud terciptanya sport production atau produksi olahraga yang baru. Abstract Sport is the most important daily activity in human life that involves physical activity, by exercising we can create a healthy and strong body and spirit. Currently, many sports from outside are entering and are popular in Indonesia. The sport of blowpipe is currently often contested in regional sports. The sport of blowpipe is not much different from shooting and arrow sports. Usually for the target a circle is made of paper or cardboard. Concentration is one of the important psychological aspects in blowpipe sport. The use of wood as an alternative environmentally friendly material in industrial products is currently very influential on the anti-global warming program. The problem is that most of the wood or furniture industries cannot take advantage of the wood residue or waste. The general solution they use is to hoard the wood and only use it as firewood, some even throw it away. This problem also occurs in one of the furniture in Kediri Regency. This research focuses on the application of the results of the use of wood waste from the furniture industry as a material for "Children Chopsticks in the Sport of Chopsticks". The purpose of this PKM activity was preceded by the processing of furniture waste into blowpipe sports bullets which could create an easier and cheaper chopstick eye material as a form of creating a new sport production.
SOSIALISASI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS DAN BERJIWA KOMPETITIF PESERTA DIDIK DI MA AL IKHLAS BERBAH Aditya Yoga Purnama; Puji Hariati Winingsih; Handoyo Saputro
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.628

Abstract

Tantangan abad 21 saat ini adalah menghasilkan individu yang dapat bersaing secara global. Setiap individu dituntut untuk menguasai suatu kompetensi terutama seorang siswa. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa adalah kemampuan berpikir kritis dan berjiwa kompetitif. Paper pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menyosialisasikan keterampilan berpikir kritis dan berjiwa kompetitif peserta didik di MA Al Ikhlas Berbah melalui masa orientasi siswa. Peserta yang dilibatkan sejumlah 25 siswa yang terdiri dari 15 siswa baru, OSIS, guru pendamping dan kepala sekolah. Hasil pengabdian kepada masyarakat berupa dua penilaian secara deskriptif. Hasil kegiatan pengabdian adalah peserta didik mendapatkan pemahaman terkait keterampilan berpikir kritis dan berjiwa kompetitif. Secara keseluruhan hasil evaluasi sosialisasi menunjukkan pada kategori baik. Setelah peserta didik mengikuti sosialisasi, diharapkan dapat meningkatkan pemahaman terkait keterampilan berpikir kritis dan berjiwa kompetitif. Abstract The challenge of the 21st century today is to produce individuals who can compete globally. Each individual is required to master a competency, especially a student. One of the competencies that must be possessed by students is the ability to think critically and have a competitive spirit. This community service paper aims to socialize the critical thinking skills and competitive spirit of students at MA Al Ikhlas Berbah through the student orientation period. The participants involved were 25 students consisting of 15 new students, student councils, accompanying teachers and school principals. The results of community service are in the form of two descriptive assessments. The result of service activities is that students gain an understanding of critical thinking skills and have a competitive spirit. Overall the results of the evaluation of socialization showed in the good category. After students take part in the socialization, it is hoped that they can increase their understanding of critical thinking skills and have a competitive spirit.
PELATIHAN STRATEGI PEMASARAN ONLINE BAGI UMKM BAWANG GORENG DI KECAMATAN GROGOL Choirul Hana; Dwi Apriyanti Kumalasari; Rico Anggriawan
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.632

Abstract

Bawang Merah (allium cepa L. Var. aggregratum) adalah salah satu bumbu masak utama dunia yang berasal dari Iran, Pakistan dan pegunungan – pegunungan di sebelah utaranya, tetapi kemudian menyebar di berbagai penjuru dunia, baik sub tropis maupun tropis. Wujudnya berupa ubi yang dapat dimakan mentah, untuk bumbu masak, acar, obat tradisional, zat pewarna dan campuran sayuran. Daerah sentral penghasil bawang di Indonesia yaitu Brebes, Probolinggo, Tegal, Nganjuk, Cirebon, Kediri, Bandung, Malang, dan Pemalang. Kabupaten Nganjuk memiliki potensi utama penghasil padi dan bawang merah. Bawang merah biasanya dipanen beserta daunnya. Umur panen bawang merah cukup bervariasi, tergantung varietas, tempat penanaman, tingkat kesuburan, dan tujuan penanaman. Seperti petani bawang merah di Desa Setren – Kecamatan Rejoso – Kabupaten Nganjuk mulai panen bawang merah di usia 3-4 bulan, dalam setiap tahunya mereka panen sebanyak 3 sampai 4 kali. Bawang merah dipanen beserta daun. Untuk bawang merah yang digunakan untuk bibit masa panen lebih lama 10 hari dari bawang merah yang dikonsumsi. Perlakuan pasca panen bawang merah untuk bibit dan konsumsi berbeda. Untuk bawang merah yang dijadikan bibit setelah dipanen diletakan menggantung diatas jagrak tanpa dipotong daunya. Sedangkan untuk bawang merah yang dikonsumsi setelah dipanen dari sawah dibiarkan selama 10 hari untuk menghilangkan kadar air, dibawa ketempat pemotongan daun kemudian dijual. Banyak permasalahan yang dihadapi petani bawang merah baik sebelum maupun sesudah panen seperti serangan hama, naiknya biaya tenaga kerja pada saat panen, Sulit mencari pestisida, turunya harga bawang merah. Dari permasalahan tersebut yang pengabdi memberikan solusi untuk menanggulangi turunya harga bawang merah dengan mengadakan Pelatihan Strategi Pemasaran Bagi UMKM Bawang Goreng di Kecamatan Grogol. Tujuan yang ingin dicapai dari pengabdian ini adalah pendidikan pada masyarakat khususnya kepada UMKM bawang goreng. Luaran wajib dari pengabdian ini adalah publikasi di jurnal nasional ber ISSN, Peningkatan pemberdayaan mitra dalam pengetahuan, ketrampilan dan semakin luasnya area pemasaran. Abstract Shallots (Allium cepa L. Var. aggregratum) is one of the world's main cooking spices originating from Iran, Pakistan and the mountains to the north, but then spread to various parts of the world, both sub-tropical and tropical. Its form is in the form of sweet potatoes that can be eaten raw, for cooking spices, pickles, traditional medicines, coloring agents and mixed vegetables. The central onion-producing regions in Indonesia are Brebes, Probolinggo, Tegal, Nganjuk, Cirebon, Kediri, Bandung, Malang, and Pemalang. Nganjuk Regency has the main potential for producing rice and shallots. Shallots are usually harvested along with the leaves. The harvesting age of shallots is quite varied, depending on the variety, the place of planting, the level of fertility, and the purpose of planting. For example, shallot farmers in Setren Village – Rejoso District – Nganjuk Regency start harvesting shallots at the age of 3-4 months, each year they harvest 3 to 4 times. Shallots are harvested along with the leaves. For shallots used for seeds, the harvest period is 10 days longer than the shallots consumed. The post-harvest treatment of shallots for seeds and consumption is different. For onions that are used as seeds after being harvested, they are placed hanging over the jagrak without cutting the leaves. Meanwhile, shallots that are consumed after being harvested from the fields are left for 10 days to remove the moisture content, taken to a leaf cutting site and then sold. There are many problems faced by shallot farmers both before and after harvest, such as pest attacks, rising labor costs at harvest, difficulty finding pesticides, falling prices of shallots. From these problems, the service provider provides a solution to overcome the fall in the price of shallots by holding a Marketing Strategy Training for Fried Onion SMEs in Grogol District. The goal to be achieved from this service is education for the community, especially for fried onion SMEs. The mandatory outputs of this service are publications in national journals with ISSN, Increased partner empowerment in knowledge, skills and the wider marketing area
DAMPAK EKONOMI DAN SOSIAL PENERAPAN TEKNOLOGI DOUBLE CHAMBER PVC HIVE DI DESA BANA KECAMATAN BONTOCANI KABUPATEN BONE Azmi Mangalisu; Fitrawati Fitrawati; Baharuddin Baharuddin; Kasbullah Kasbullah; Irsang Irsang; Nurul Ihfa
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.633

Abstract

Desa Bana Kecamatan Bontocani Kabupaten Bone merupakan dataran tinggi yang terdiri dari hutan alam, hutan produksi terbatas dan hutan produksi tetap sehingga menjadi sumber kekayaan alam dan sumber koloni lebah. Budidaya lebah trigona di Desa Bana masih menggunakan kotak-kotak yang tidak memiliki sekat sehingga tingkat stress lebah akan meningkat saat dipanen. Hal ini menyebabkan produksi madu lebah trigona tidak maksimal sehingga pendapatan petani setempat dari penjualan madu juga rendah. Berdasarkan wawancara dengan beberapa peternak lebah (mitra) disimpulkan bahwa masalah yang terjadi yaitu tingkat pengetahuan mitra rendah mengenai sarang modern sehingga dibutuhkan penerapan teknologi mengenai penggunaan PVC Hive untuk memudahkan dalam pemanenan madu trigona dan mengurangi tingkat stress pada lebah. Permasalahan yang dihadapi oleh kelompok mitra diberikan beberapa solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Peningkatan pengetahuan peternak lebah dengan melakukan proses penyuluhan. Pembinaan berupa perbaikan terhadap metode budidaya yang lebih modern berdasarkan hasil studi ilmiah dan penerapan teknologi tepat guna berupa Double Chamber PVC Hive yang dapat meningkatkan produksi madu dan kemurniaan madu. Pencapaian tujuan kegiatan PKM dapat dilihat dari peningkatan produksi madu trigona dan kemurniaan madu dengan penerapan teknologi Double Chamber PVC Hive pada rumah lebah. Beberapa indikator capaian pada kegiatan ini adalah peningkatan pengetahuan masyarakat, peningkatan produksi madu trigona, dan percepatan pemanenan karena sumber pakan lebah tercukup. Abstract Bana Village, Bontocani District, Bone Regency is a highland consisting of natural forest, limited production forest and permanent production forest so that it becomes a source of natural wealth and a source of bee colonies. Trigona bee cultivation in Bana Village still uses boxes that have no partitions so that the stress level of the bees will increase when harvested. This causes the production of trigona bee honey is not optimal so that the income of local farmers from selling honey is also low. Based on interviews with several beekeepers (partners) it was concluded that the problem that occurred was that the partner's level of knowledge was low about modern hives, so it required the application of technology regarding the use of PVC Hive to facilitate the harvesting of trigona honey and reduce stress levels on bees. The problems faced by the partner group were given several solutions to solve these problems. Increased knowledge of beekeepers by conducting an extension process. Guidance in the form of improvements to more modern cultivation methods based on the results of scientific studies and the application of appropriate technology in the form of Double Chamber PVC Hive which can increase honey production and honey purity. The achievement of the objectives of PKM activities can be seen from the increase in trigona honey production and honey purity with the application of Double Chamber PVC Hive technology in bee houses. Some of the achievement indicators in this activity are increasing public knowledge, increasing trigona honey production, and accelerating harvesting because the bee's feed source is sufficient.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PENGOLAHAN MANGGA MENJADI SARI BUAH MANGGA MILENIAL PADA KARANG TARUNA DAN IBU-IBU PKK RT 68 DESA SEMANDING KECAMATAN PARE KABUPATEN KEDIRI Dwi Apriyanti Kumalasari; Nia Agus Lestari; Chitra Dewi Yulia Christie; Hasbi Ashshiddiqi W.K; Khusniyah Khusniyah; Novi Dwi Priambodo; Imam Suhaimi
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.639

Abstract

Mangga merupakan buah favorit yang banyak dikonsumsi masyarakat baik dalam bentuk segar maupun dalam bentuk jus. Kandungan gizi yang ada dalam buah mangga juga dinilai cukup tinggi untuk dikonsumsi setiap harinya. Mangga podang urang merupakan salah satu jenis mangga lokal dari daerah Kediri yang menjadi potensi unggulan daerah. Keberlimpahan hasil buah mangga podang urang serta menurunnya distribusi penjualan dari mangga akibat pandemi covid19 menjadi salah satu masalah yang harus dipecahkan. Solusi yang ditawarkan oleh tim pengabdian masyarakat Fakultas Pertanian Universitas Kahuripan Kediri adalah dengan melakukan pengolahan manga podang urang menjadi minuman sari buah milenial. Sehingga dilakukan pengabdian masyarakat dengan melakukan sosialisasi dan pelatihan dalam pengolahan mangga podang urang menjadi minuman sari buah milenial yang dapat meningkatkan pengetahuan karang taruna dan ibu-ibu PKK RT 68 Desa Semanding serta dapat menjadi solusi dalam menambah pendapatan masyarakat yang terkena dampak dari pandemi covid19 ini. Abstract Mango is a favorite fruit that is consumed by many people, both in fresh from and in the form of juice. The nutritional content in mangoes is also considered high enough to be consumed every day. Manggo of podang urang is one of the local mango species from Kediri area which is a regional superior potential. The abundance of podang urang mango fruit and the declining distribution of sales of mangoes due to the pandemic of covid19 are among the problems that must be solved. The solution offered by the community service team of the Faculty of Agriculture University of Kahuripan Kediri is to process mango of podang urang into millenial fruit juice drinks. So that community service is carried out by conducting socialization and training in processing mango podang urang into millennial fruit juice which can increase the knowledge of youth groups and PKK women RT 68 Semanding village and can be a solution in increasing the income of people affectes by ths pandemic of covid19.
E-MARKETING PADA UMKM TRIOJAYA SNACK DESA SANANREJO KECAMATAN TUREN Roy Anugrah; Mohammad Dullah
JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol. 2 No. 1 (2021): Jurnal Abdikmas
Publisher : LPPM Universitas Kahuripan Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51158/abdikmas.v2i1.643

Abstract

Pembatasan social dan penutupan akses menuju wilayah tertentu berdampak pada menurunnya aktivitas yang bersifat social, bertemu, bersapa dan melakukan transaksi penjualan, tentu ini sangat berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi, berhentinnya kegiatan industry karena tidak adanya pembelian, berbagai toko-toko besar dan mall-mall tutup total karena dilarang melakukan transaksi secara lansung yang mengakibatkan pada pemberhentian karyawan (pengangguran dimana-mana). Permasalahan mitra adalah : 1) Minimnya tenaga pemasar dan 2) Konsumen baru tidak ada karena ada pembatasan social dimana-mana, sedangkan solusi yang ditawarkan adalah : 1) Minimnya tenaga pemasaran saat ini bisa disiasati dengan Tenaga Ahli AT yang bertugas untuk melakukan penjualan secara online dan 2) Membuat Web promotion dan melakukan berbagai promosi melalui media online seperti Media Facebook, Sophee, bukalapak dan lain sebagainya. Simpulannya adalah : 1) Hasil penelitian Pemasaran menggunakan media online menurut mitra dirasa cukup baik untuk dapat meningkatkan omset penjualan dan melakukan penjaringan terhadap pelanggan baru, 2) Penggunaan Web promotion pada Trio Jaya Snack diharapkan mampu memberikan sarana kepada para pelanggan dan calon pelanggan untuk dapat melihat dan mengetahui lebih dekat perusahaan tersebut dan berbagai produk yang dihasilkan Abstract Social restrictions and closure of access to certain areas have an impact on decreasing social activities, meeting, greeting and conducting sales transactions, of course this has a huge impact on economic activity, the cessation of industrial activities due to the absence of purchases, various large shops and malls closed completely because it is prohibited to conduct transactions directly that result in employee termination (unemployment everywhere). Partner problems are: 1) Lack of marketers and 2) There are no new consumers because there are social workers everywhere, while the solutions offered are: 1) The current lack of marketing personnel can be circumvented by AT experts who are important to make sales online and 2) Create Web promotion and carry out various promotions through online media such as Facebook Media, Sophee, Bukalapak and so on. The conclusions are: 1) The results of marketing research using online media according to partners are considered good enough to be able to increase sales turnover and conduct screening of new customers, 2) The use of Web promotion at Trio Jaya Snack is expected to be able to provide a means for customers and prospective customers to be able to see and get to know more about the company and the various products it produces