cover
Contact Name
Sutriyono
Contact Email
sutriyono0775@gmail.com
Phone
+6285785692168
Journal Mail Official
bilhikmah@stidalhadid.ac.id
Editorial Address
Jl. Kejawan Putih Tambak No.80, Kejawaan Putih Tamba, Kec. Mulyorejo, Kota SBY, Jawa Timur 60112
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Bil Hikmah
ISSN : 29878853     EISSN : 29873266     DOI : 10.55372
Bil Hikmah : Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam (JKPI) adalah jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh STID Al-Hadid dengan fokus kajian pengembangan komunikasi dan penyiaran Islam berbasis Islam Rasional Kebangsaan (IRK), meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah. Bil Hikmah terbit dalam format cetak dan online Focus & Scope Bil Hikmah JKPI fokus pada Dakwah dan Komunikasi , sedangkan Scopenya meliputi bidang: Dakwah bil lisan, Dakwah bil qalam, Dakwah new media, Komunikasi Islam, Penyiaran Islam, Jurnalistik Islam, Komunikasi Politik Islam, dan studi dakwah
Articles 14 Documents
Search results for , issue "vol 4 no 2 (2026)" : 14 Documents clear
Persepsi Warganet terhadap Kredibilitas Ustaz Abdul Somad pada Dakwah Digital di Youtube Nurul Apridayanti Marwana; Achmad Al Farisi
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.145

Abstract

Kredibilitas dai adalah salah satu unsur yang mempengaruhi tujuan dakwah. Ketika dai mendapatkan kepercayaan dari mad’u maka tujuan bisa tercapai. Ustaz Abdul Somad adalah pendakwah yang memiliki banyak mad’u dan sering membagikan video dakwahnya di youtube. Namun, tak banyak diketahui komponen-komponen kredibilitas apa saja yang dimiliki oleh Ustaz Abdul Somad. Untuk itu penelitian ini hendak mengetahuinya melalui persepsi netizen yang berkomentar mengenai kredibilitas Ustaz Abdul Somad pada salah satu video ceramahnya. Dan hendak mengetahui komponen kredibilitas yang paling banyak dipersepsi netizen. Harapannya dengan adanya penelitian ini dapat memudahkan para calon dai untuk bisa mempersiapkan kredibilitas dirinya sebelum terjun ke lapangan, agar dapat diterima oleh masyarakat. Adapun metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif. Hasilnya dari 136 kementar netizen, komponen yang paling banyak dipresepsi adalah dinamisme sebanyak 105 komentar, good sense 51 komentar, otoritas 31 komentar, good character dan good will 2 komentar. Fakta tersebut menjukkan bahwa UAS memiliki kredibiltas tertinggi yaitu kemampuan dalam menyampaikan, kemudian diikuti dengan pesan yang disampaikan dianggap logis, karakter kedirian yang sejalan dengan apa yang disampaikan dan Sebagian kecil mempersepsi niat baik dari UAS.
Representasi Pesan Empowerment-Based Charity dalam Film Sadaqah Arliana Queena; Fenny Mahdaniar
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.151

Abstract

Penawaran gagasan dakwah ke masyarakat dapat melalui berbagai media salah satunya media film pendek di YouTube. Visualisasi pesan dakwah dapat diwakilkan pada simbol-simbol semiotika yang terangkai secara holistik dalam sebuah film. Salah satu film yang menawarkan gagasan dakwah yang transformatif mengenai sedekah adalah film “Sadaqah”. Film ini menawarkan konsep sedekah yang berbeda dari sedekah pada umumnya di masyarakat yang cenderung bersifat konsumtif. Pesan sedekah juga dibalut dalam simbol-simbol universal, sehingga cenderung dapat diterima semua kalangan tidak hanya umat Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan konsep sedekah dan semiotika untuk menangkap dan membaca secara lebih utuh tentang konsep sedekah yang disampaikan pada film pendek “Sadaqah”. Metode penelitian yang digunakan dalam kajian ini adalah kualitatif deskriptif. Analisis data menggunakan teori semiotika Rolland Barthes yang dapat mengungkap aspek makna simbol denotatif, konotatif dan mitos dalam rangkaian simbol-simbol semiotik. Hasil kajian menemukan bahwa film ini merepresentasikan konsep sedekah pemberdayaan (empowerment-based charity) dapat dengan berbagai bentuk seperti sedekah makanan, rumah tinggal, pengakuan kesetaraan sosial, sedekah pengetahuan dan mindset, sedekah keterampilan. Sehingga pemberian  sedekah dapat bernilai jangka panjang dan memberdayakan mustahik di masa depan
Teknik Humor K.H. Zulfa Mustofa dalam Ceramah Maulid Nabi: Analisis Teori Berger Lukman Haryono; Lina Masruuroh
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.152

Abstract

Humor menjadi salah satu strategi komunikasi yang banyak digunakan dalam dakwah kontemporer. Namun, penggunaan humor pada isu-isu sensitif, seperti perbedaan pandangan keagamaan maupun budaya, memerlukan kemampuan retorik agar substansi dakwah tetap terjaga. K.H. Zulfa Mustofa merupakan salah satu dai yang mampu memanfaatkan humor dalam menyampaikan pesan persatuan, toleransi, dan keteladanan sehingga teknik humor yang digunakannya menarik untuk dikaji secara ilmiah. Penelitian ini bertujuan menganalisis teknik humor K.H. Zulfa Mustofa dalam ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW berdasarkan perspektif teori teknik humor Arthur Asa Berger. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi. Sumber data penelitian berupa video ceramah K.H. Zulfa Mustofa yang diunggah melalui kanal YouTube KEMDIKDASMEN. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor K.H. Zulfa Mustofa dikonstruksi melalui berbagai teknik humor Berger, meliputi irony, imitation, comparison, bombast, puns, analogue, satire, allusion, outwitting, mistake, dan disappointment. Berbagai teknik tersebut tidak digunakan secara acak, tetapi disesuaikan dengan karakter pesan dakwah yang disampaikan, meliputi pesan persatuan NU–Muhammadiyah, penghargaan terhadap keragaman budaya, dan keteladanan akhlak Nabi Muhammad. Temuan ini menunjukkan bahwa humor menjadi strategi retorik yang terintegrasi dengan konstruksi pesan dakwah, bukan sekadar selingan untuk membangun suasana ceramah.
Komunikasi Persuasif Dakwah Ustaz Boby Gustiadi melalui Karakter Anime Populer Nailul ‘Aqilatul ‘Izzah; Yudi Asmara Harianto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.153

Abstract

Dulu ketika dai berdakwah masih identik dengan mengadakan pengajian yang dilakukan secara tatap muka. Namun sekarang, setelah masa pandemi covid-19, dunia memasuki era digital, dimana hampir tiap orang memiliki gadget, mengakses internet dan memiliki akun media sosial. Hal ini mempengaruhi cara dai dalam berdakwah. Mereka tidak hanya mengadakan pengajian tatap muka, namun juga berdakwah menggunakan media sosial. Beragamnya karakter pengakses media sosial yang juga merupakan objek dakwah, menuntut dai untuk memiliki ciri khas pesan dan cara berdakwah sesuai dengan segmen objek dakwah yang dibidik. Salah satu dai yang melakukan hal tersebut adalah Ustaz Boby Gustiadi. Beliau dalam menyampaikan pesan dakwahnya berbasiskan pada karakter anime populer yang menyasar objek dakwah penggemar anime melalui media Instagram. Ternyata banyak objek dakwah yang mengakses konten-konten dakwah Ustaz Boby Gustiadi tersebut. Sehingga menimbulkan pertanyaan, bagaimana Ustaz Boby Gustiadi menerapkan teknik-teknik komunikasi persuasi dalam konten-konten dakwahnya yang berbasis pada karakter anime populer. Tulisan ini bertujuan menganalisis dan mendeskripsikan teknik komunikasi persuasi yang digunakan oleh Ustaz Boby Gustiadi dalam pesan-pesan dakwahnya di media sosial Instagram. Kajian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan menafsirkan pesan dakwah yang disampaikan beliau. Hasil kajian menemukan bahwa Ustaz Boby Gustiadi menggunakan teknik asosiasi, integrasi, tataan, dan ganjaran dalam menyampaikan pesan-pesan dakwahnya yang berbasis karakter anime populer.
Analisis Wacana Kritis Pesan Dakwah pada Lagu “Persembahan dari Surga” Karya Ahmad Dhani Andi Susanto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.155

Abstract

Lirik lagu ”persembahan dari surga” karya Ahmad Dhani memiliki wacana terhadap kekuasaan yang dianggap lalim dan juga membenarkan perilaku kelalmiman tersebut dengan pembenaran agama, diproduksi dan disebarkan pada akhir rezim orde baru dan permulaan reformasi menjadi lagu yang penuh makna, tetapi masyarakat tidak menangkap esensi wacana terhadap kekuasaan dalam lirik lagu tersebut. Analisis wacana kritis (AWK) digunakan untuk membongkar makna dan wacana yang ada di dalam teks lirik lagu yang sarat akan wacana terhadap kekuasaan di Indonesia. Tulisan ini menggunakan pendekatan analisis wacana kritis Teun A. Van Dijk dan menggunakan pendekatan metode kualitatif kritis. Hasil dari studi ini menujukkan lirik lagu ”Persembahan dari Surga” karya Ahmad Dhani dengan pendekatan dimensi analisis teks, kognisi sosial, dan konteks saat teks lirik diproduksi dan disebarkan, memiliki wacana, yaitu: (1) menteladani perjuangan Nabi Muhammad dalam melakukan perlawanan terhadap penguasa yang lalim yang mengatasnamakan agama dan Tuhan sebagai pembenarannya, (2) perlunya menjadi sadar politik dan melakukan perlawanan terhadap penguasa lalim yang menggunakan agama dan Tuhan sebagai pembenaran perilakunya dalam perpolitikan Indonesia, khususnya dalam mencegah lahirnya orde baru berikutnya dan mengawal reformasi lewat pemilu tahun 1999.
Analisis Wacana Kritis Komunikasi Dakwah Tentang Ketimpangan Gender pada Novel Di Bawah Lindungan Ka’bah Lalu Ali Amrullah; Didit Krisdianto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.156

Abstract

Komunikasi dakwah dengan tulisan tentang praktik ketimpangan gender pada masyarakat adat dan agamis, telah ditulis secara implisit dan halus dalam karya sastra berupa Novel karya Hamka yang berjudul “Di Bawah Lindungan Ka’bah”. Novel tersebut sangat terkenal hingga masa kini dan menjadi bacaan yang sangat menginspirasi masyarakat untuk mendapatkan kesetaraan gender. Untuk memahami wacana dan makna teks novel maka dibutuhkan teknik analisa wacana yang mendalam agar bisa memahami maksud sebenarnya dari novel tersebut. Maka tujuan penelitian ini adalah menganalisis wacana dalam novel “Di Bawah Lindungan Ka’bah”, khususnya terkait dengan aspek ketimpangan gender. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan tinjauan teori analisis wacana kritis Michel Foucault. Dalam analisisnya akan menggunakan analisa tindakan, konteks, historis, kekuasaan dan ideologi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penulis novel menyampaikan ketidaksetujuannya terhadap ketimpangan gender dengan menggambarkan tokoh-tokoh perempuan dalam novel sebagai sosok yang lebih lemah dibandingkan laki-laki dalam nilai-nilai tradisional. Terdapat temuan bahwa penulis novel sebagai anggota organisasi Islam Muhammadiyah sejalan  dengan aliran Islam yang dianut Muhammadiyah dalam proses produksi dan konsumsi teks. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam moderat, berusaha menciptakan reformasi ajaran Islam bersumber al Qur’an dan Hadis melalui bidang pendidikan keagamaan, sehingga dapat memutuskan keterbatasan karena adat-istiadat tradisional dan kolonialisme Belanda terhadap akses pendidikan.
Hubungan Interpersonal Sebagai Metode Dakwah: Karakteristik dan Mekanismenya Fitri Mujianti
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.158

Abstract

Komunikasi dakwah bertujuan tidak sekedar menyampaikan ajaran Islam secara informatif, melainkan terciptanya perubahan perilaku sesuai ajaran Islam. Proses komunikasi dakwah perlu dilakukan secara efektif. Salah satu faktor yang mempengaruhi efektifitas tersebut adalah metode dakwah. Hubungan interpersonal bisa digunakan sebagai metode dakwah yang mampu menjamin tercapainya tujuan dakwah. Hal ini dikarenakan hubungan interpersonal memiliki karakteristik yang bisa mempermudah da’i untuk membuat mad’u merubah perilakunya sesuai ajaran islam. Selama ini, belum ditemukan kajian konseptual yang membahas tentang hubungan interpersonal sebagai metode dakwah. Kajian metode dakwah cenderung bersifat teoritis yang menjelaskan tentang konsep metode dakwah serta penerapannya dalam kasus yang spesifik.. Secara Untuk itu, Kajian ini membahas tentang hubungan interpersonal sebagai metode dakwah secara konseptual spesifik membahas tentang karakteristik hubungan interpersonal dan mekanismenya sebagai metode dakwah. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskripsi konseptual berdasarkan studi pustaka. Data-data yang digunakan berasal dari buku, website terpercaya, dan jurnal yang kemudian dianalisis secara induktif. Kajian ini menghasilkan suatu pemahaman konseptual bahwa Hubungan interpersonal dapat difungsikan sebagai metode dakwah karena melalui karakteristik hubungan yang baik (keterbukaan, empati, kepercayaan, dukungan, kesetaraan, dan kedekatan emosional) serta proses interaksi yang berkelanjutan, pesan dakwah lebih mudah diterima, dipahami, dihayati, dan diwujudkan dalam perubahan perilaku mad'u sesuai dengan ajaran Islam.
Melacak Gagasan Dakwah Multikultural dalam Falsafah Pancasila Anggit Rizkianto
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.159

Abstract

Sebagai pendekatan dakwah yang dianggap paling tepat untuk masyarakat dengan ragam identitas, dakwah multikultural masih menemui sejumlah tantangan, sehingga gagasannya perlu terus dikembangkan. Studi ini berupaya melacak, sekaligus pula menemukan, gagasan-gagasan yang memuat ajaran dakwah multikultural dalam Pancasila yang merupakan falsafah kebangsaan Indonesia. Studi ini adalah studi teks, yang menempatkan teks sebagai dokumen sejarah sekaligus sumber informasi. Sedangkan uji keabsahan datanya menggunakan metode triangulasi sumber dan kritik sumber. Hasil studi menunjukkan bahwa ajaran-ajaran dakwah multikultural dapat ditemukan dalam Pancasila, meskipun bentuknya berupa “percikan-percikan” gagasan. Kelima sila dalam Pancasila mengajarkan tentang penguatan agama sekaligus toleransi; persaudaraan atau persatuan, baik sesama manusia maupun sesama warga bangsa; kerja sama dan bermusyawarah-mufakat; serta mewujudkan kesejahteraan umat/ masyarakat. Semuanya penting untuk sinergitas gerakan dakwah dan penguatan multikulturalisme di Indonesia.
Perbandingan Framing Berita Tema Riset Antara SD Muhammadiyah 4, SAIM dan Al-Hikmah Nur Aida
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.160

Abstract

Pemberitaan hari ini tidak hanya dilakukan oleh pers melainkan juga oleh organisasi melalui media milik sendiri. Namun studi terkait framing berita dalam public relations belum banyak dikaji. Perbandingan bingkai berita public relations antar sekolah islam menarik diulas untuk mengetahui bagaimana cara lembaga Islam membingkai berita untuk tujuan public relations. Artikel ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan framing berita tema riset antara SD Muhammadiyah 4, SAIM dan Al-Hikmah. Tiga sekolah tersebut dipilih karena memiliki reputasi positif di tengah masyarakat. Tema riset dipilih karena sering dipublikasi yang berarti cukup ditonjolkan. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan teknik analisis framing Pan Kosicki yakni struktur sintaksis, skrip, tematik, retorik. Sumber datanya adalah berita tema riset pada website ketiga sekolah. Hasil penelitian menunjukkan melalui struktur sintaksis, skrip, tematik, retorik terlihat ketiga sekolah membingkai peristiwa kemenangan dalam lomba riset sebagai prestasi siswa. Namun SD Muhammadiyah 4 menekankan prestasi sebagai buah dari kerja keras siswa. SD Al-Hikmah menekankan prestasi adalah buah dari keberanian siswa mencoba hal baru. Dan SAIM menekankan bahwa capaian ini adalah lanjutan dari prestasi sebelumnya. Perbedaan bingkai berita menunjukkan bahwa praktisi humas mencoba membangun corporate image yang berbeda dari peristiwa yang sama.
Personal Branding Dakwah Fahruddin Faiz sebagai Ustaz Filsafat Nova Ardika Dwi Romadhoni; Yuntarti Istiqomalia
Bil Hikmah: Jurnal Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol 4 No 2 (2026)
Publisher : STID Al Hadid Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55372/bilhikmahjkpi.v4i2.166

Abstract

Dai harus membentuk brand pada dirinya agar menimbulkan citra positif di benak mad’u. Sehingga bisa terbentuk kepercayaan antara dai dengan jamaahnya, menimbulkan kesan yang mendalam hingga melekat pada benak mad’u serta dapat menarik banyak orang. Semakin brandingnya positif semakin efektif mencapai tujuan dakwah. Di tengah banyaknya dai-dai baru yang terus bermunculan, Fahruddin Faiz hadir dengan membawa identitas sebagai ustaz filsafat. Belum ada dai lain yang menggunakan identitas tersebut. Apalagi secara umum, umat Islam tidak akrab dengan kajian filsafat. Namun, brand ustaz filsafat yang melekat pada Fahruddin Faiz bernilai positif bagi mad’u. Maka, kehadiran Fahruddin Faiz ini menjadi angin segar bagi panggung dakwah tanah air. Artikel ini hendak menjelaskan personal branding ustaz Fahruddin Faiz. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif, data-data terkait ustaz Fahruddin Faiz yang diperoleh dari sumber pustaka dan dokumen video dianalisis menggunakan Teori Personal Branding yang digagas Peter Montoya. Hasil yang ditemukan, ustaz Fahruddin Faiz memiliki kompetensi di bidang filsafat dan pemikiran Islam, kemampuan memberikan pemecahan masalah melalui pendekatan filsafat, kepribadian yang tenang, keunikan brand yang belum dimiliki dai lain, image sebagai ustaz filsafat yang jelas terlihat masyarakat, moralitas baik sesuai brandnya, dan konsisten pada brand yang sudah dibuat.

Page 1 of 2 | Total Record : 14