cover
Contact Name
Irhas Syah
Contact Email
irhassyah@fdk.ac.id
Phone
+6281374501532
Journal Mail Official
irhassyah@fdk.ac.id
Editorial Address
Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Manggis Ganting Kec. Mandiangin Koto Selayan Bukittinggi
Location
Kota bukittinggi,
Sumatera barat
INDONESIA
Physio Move Journal (PMJ)
ISSN : 29872456     EISSN : 29872456     DOI : -
Core Subject : Health,
Physio Move Journal (PMJ) merupakan jurnal penelitian yang diterbitkan oleh Program Studi Fisioterapi Universitas Fort De Kock Bukittinggi sebagai media untuk mempublikasikan hasil penelitian (original article), studi literature (literature review) dan laporan kasus (case report). Artikel Fisioterapi dalam jurnal ini antara lain meliputi bidang ilmu Fisioterapi. Jurnal ini akan terbit 2 kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Juli dan Desember
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal" : 5 Documents clear
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA KASUS BELL’S PALSY Sofyan, Muhammad; Haryatno, Pajar; Kurniawati, Dwi
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3285

Abstract

Bell's palsy is a sudden onset weakness of one side of the face due to damage to the facial nerve classified as a neurologicaldisorder. Typical changes in the face with Bell's palsy can hinder functional daily activities such as: eating, drinking, and talking to others. The alleged causes of Bell's palsy are vascular ischemic, viral, bacterial, hereditary, and immunological. Objective: to determine how physiotherapy management in Bell's palsy cases to improve facial motor function ability and facial muscle strength. Method: infra red, massage, and mirror exercise which is done for 3 times therapy. Result: there is an increase in facial motor function from T1 with a total score of 54 (moderate) increasing to T3 therapy with a total score of 70 (good) and an increase in facial muscle strength from T1 with a value of 1 increasing to T3 with a value of 3. Conclusion: Patients with the initials Mrs. L, 54 years old with a diagnosis of Bell's palsy sinistra after getting physiotherapy actions for 3 times obtained the results of an increase in facial motor functional abilities and increased facial muscle strength.Keywords: Bell’s palsy, infra red, massage, mirror exercise
PENGARUH MYOFASCIAL RELEASE MENGGUNAKAN INSTRUMENT ASSISTED SOFT TISSUE MOBILIZATION (IASTM) TERHADAP PENINGKATAN EKSTENSIBILITAS HAMSTRING Wahyono, Yulianto; Ghufroni, Afif; Putri Juniar, Josephine Ayunda
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3157

Abstract

Latar Belakang: mahasiswa cenderung dituntut untuk mengikuti mata kuliah dengan duduk di kelas dalam waktu yang cukup lama. Duduk dalam waktu yang lama secara berulang tanpa diimbangi olahraga rutin dapat mengakibatkan menurunnya ekstensibilitas otot khususnya hamstring. Untuk meningkatkan ekstensibilitas hamstring dapat menggunakan instrument assisted soft tissue mobilization (IASTM). Instrumen ini menghasilkan tekanan mekanik yang dapat merusak jaringan parut dan mengurangi perlengketan pada fascia sehingga ekstensibilitas otot dapat meningkat. Tujuan: untuk mengetahui pengaruh pemberian myofascial release menggunakan IASTM terhadap peningkatan ekstensibilitas hamstring pada mahasiswa. Metode: penelitian ini menggunakan one group with control dimana sebanyak 20 subjek dibagi menjadi kelompok perlakuan yang diberi myofascial release menggunakan IASTM terdiri dari 11 orang dan kelompok kontrol terdiri dari 9 orang. Penelitian dilakukana pada bulan September 2023. Ekstensibilitas hamstring diukur menggunakan goniometer dengan cara active knee extension test (AKE) dan diukur sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil: berdasarkan hasil uji statistik sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok perlakuan didapat hasil p = 0,016 (p<0,05) yang berarti ada beda pengaruh. Sedangkan pada kelompok kontrol didapat hasil p = 0,564 (p>0,05) yang bearti tidak ada beda. Uji beda sesudah perlakuan dilakukan pada kedua kelompok dengan hasil p = 0,012 (p<0,05) yang berarti ada beda. Kesimpulan: myofascial release menggunakan IASTM berpengaruh terhadap peningkatan ekstensibilitas hamstring.Kata kunci: Myofascial release, IASTM, ekstensibilitas hamstring
LATIHAN PUSH UP DAN PULL UP TERHADAP PENINGKATAN POWER OTOT LENGAN PADA PEMAIN VOLI Febriani, Yelva; Adenikheir, Annisa; Zahara, Tazkya
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3291

Abstract

ABSTRACTPower is a movement ability that is very important to support activities in every branch of sport. This power or explosive ability will determine good movement results. Power concerns the strength and speed of dynamic and explosive muscle contractions and involves the maximum expenditure of muscle strength in the shortest possible time. This study aims to determine the effect of push up and pull up exercises on increasing arm muscle power in volleyball players. This type of research is quantitative which uses a quasi-experimental research design. The sample collection technique uses the purposive sampling method. This type of research is a quasi experimental one group pre-post test design, this research was carried out 12 times with 1 rest per exercise for 10 samples. Increased arm muscle power is measured by performing a Service Test. The research results from giving push up and pull up exercises showed that the average arm muscle power before the intervention was 15.30 and after the intervention it increased to 19.90. The P value <a= (0.000) means that there is an influence on increasing arm muscle power. From the research results, it can be concluded that there is an influence before and after giving push up and pull up exercises on increasing arm muscle power in volleyball players.References: 27 (2011-2023)Keywords: Power, Push Up, Pull Up
HUBUNGAN TINGKAT KECEMASAN DENGAN KUALITAS TIDUR PADA LANJUT USIA Chintya, Vera; Novianti, I Gusti Ayu Sri Wahyuni; Mayun, I Gusti Ngurah; Suadnyana, Ida Ayu Astiti
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3138

Abstract

Seiring bertambahnya usia, lanjut usia sering menghadapi masalah kesehatan seperti kecemasan, yang dapat mengganggu kualitas tidur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecemasan dengan kualitas tidur pada lanjut usia. Menggunakan desain cross-sectional, penelitian ini dilaksanakan pada Mei 2024 dengan 52 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Tingkat kecemasan diukur dengan kuesioner Generalized Anxiety Disorder-7 (GAD-7), dan kualitas tidur diukur dengan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Hasil menunjukkan bahwa 11 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur baik, 15 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur ringan, dan 1 responden dengan kecemasan ringan memiliki kualitas tidur sedang. Sebanyak 19 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur ringan, sedangkan 6 responden dengan kecemasan sedang memiliki kualitas tidur sedang. Uji rank Spearman menghasilkan p=0,000 (p<0,05) dan r=0,527, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara kecemasan dan kualitas tidur pada lansia di Banjar Selat Anyar, Desa Selat, Kecamatan Abiansemal.Kata Kunci: Lanjut Usia, Tingkat Kecemasan, Kualitas Tidur
PENATALAKSANAAN FISIOTERAPI PADA POST REKONSTRUKSI ANTERIOR CRUCIATUM LIGAMENT (ACL) DENGAN MODALITAS TERAPI LATIHAN, CRYOTHERAPY DAN NEUROMUSCULAR ELECTRICAL STIMULATION (NMES) Astuti, Dwi Nur; Anshari, Hafiz; Pertiwi, Jasmine Kartito
PHYSIO MOVE JOURNAL Vol 3, No 2 (2024): Physio Move Journal
Publisher : Prodi Fisioterapi UFDK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32883/pmj.v3i2.3175

Abstract

Latar belakang: Cedera ligamen pada umumnya disebabkan oleh cedera olahraga. Ligamen yang paling sering terkena dan yang paling serius cedera adalah anterior cruciatum ligament (ACL). ACL adalah ligamen yang terdapat pada sendi lutut yang berfungsi sebagai stabilisator pasif pada sendi lutut yang menstabilkan pergerakan tibia ke arah anterior dan rotasi sendi lutut. Robekan atau ruptur pada ACL dapat mengakibatkan berkurangnya stabiltas pada sendi lutut. Hal ini bisa menjadi indikasi seseorang untuk menjalani operasi rekonstruksi ACL. Tindakan fisioterapi pada post rekonstruksi ACL dilakukan dengan modalitas Terapi Latihan, Cryotherapy dan Neuromuscular Electrical Stimulation (NMES). Tujuan: untuk mengetahui penatalaksanaan fisioterapi dengan Terapi Latihan, Cryotherapy dan NMES pada pasien post rekonstruksi ACL. Metode: Terapi Latihan, Cryotherapy dan NMES yang dilakukan sebanyak 3 kali terapi. Hasil: pemberian tindakan fisioterapi terapi latihan, selain itu juga mendapatkan intervensi cryotherapy dan intervensi NMES didapatkan hasil adanya penurunan derajat nyeri gerak saat melakukan gerakan fleksi, adanya peningkatan ROM fleksi, adanya penurunan atrofi pada tungkai atas, adanya peningkatan kemampuan aktivitas fungsional, namun belum ada peningkatan kekuatan pada grup otot fleksor dan ekstensor. Kesimpulan: Pemberian tindakan fisioterapi pada Tn. D berusia 18 tahun dengan diagnosa post rekonstruksi ACL dextra menggunakan modalitas terapi latihan, cryotherapy dan NMES pada post rekonsturksi ACL didapatkan adanya penurunan nyeri, peningkatan ROM fleksi, penurunan atfrofi tungkai atas sehingga meningkatkan kemampuan aktivitas fungsional, namun belum ada peningkatan kekuatan otot. Kata kunci: ACL, Cryotherapy, NMES, Terapi latihan

Page 1 of 1 | Total Record : 5