cover
Contact Name
Randy Lombogia
Contact Email
theosebiacontact@gmail.com
Phone
+6282193699831
Journal Mail Official
theosebiacontact@gmail.com
Editorial Address
Jalan Paving Block Lingkungan 01 Kelurahan Sumompo Kecamatan Tuminting Kota Manado - Provinsi Sulawesi Utara - Indonesia
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religious Education, and Psychospiritual
ISSN : 30642817     EISSN : 30641160     DOI : https://doi.org/10.70420/theosebia.v1i2.52
FOCUS AND SCOPE THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religion Education, and Psychospirituality, receives the results of scientific studies in the fields of theological sciences, Christian education sciences, and psycho-spiritual counseling. THEOSEBIA: Journal of Theology, Christian Religion Education, and Psychospirituality will publish scientific articles in April, August, and December of each year. The main focus of THEOSEBIA Journal is to publish scientific content in all disciplines of theology, Christian religious education, school counseling, and psycho-spirituality by leveraging the best available analysis and technology related to the standardization of article metadata and open archive standards so that publications and scientific knowledge can be accepted, created, disseminated, published, positioned, and promoted more efficiently. In addition, the journal THEOSEBIA also provides consultancy services in the writing of scientific articles in all disciplines of theology, Christian religious education, school counseling, and psycho-spirituality.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2026): April" : 6 Documents clear
Pelayan Khusus Sebagai Role Model Pertumbuhan Iman Berdasarkan Relasi Trinitas dalam Pemikiran John Zizioulas Soputan, Flowren Meisye; Suoth, Vanny; Suwetja, I Ketut
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.155

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Pelayan Khusus sebagai role model pertumbuhan iman generasi muda dalam terang relasi Trinitas menurut pemikiran John Zizioulas. Berangkat dari realitas bahwa banyak generasi muda gereja mengalami kejenuhan rohani dan penurunan keterlibatan dalam pelayanan, penelitian ini menegaskan bahwa keteladanan Pelayan Khusus menjadi faktor strategis dalam membangkitkan kembali gairah iman mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur teologis, observasi pelayanan, dan wawancara mendalam terhadap Pendeta, Penatua, Diaken, dan Guru Agama di jemaat GMIM Kalvari Talaitad Wilayah Tareran II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa relasi Trinitas—sebagaimana digambarkan Zizioulas sebagai comunio kasih yang saling memberi diri secara bebas—menjadi model ideal bagi Pelayan Khusus dalam membangun relasi yang menyentuh dimensi spiritual, emosional, dan sosial generasi muda. Temuan lapangan memperlihatkan bahwa generasi muda lebih mudah terinspirasi oleh teladan hidup yang otentik ketimbang pengajaran verbal semata. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja perlu memperkuat pembinaan spiritual Pelayan Khusus agar mereka tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi hadir sebagai ikon kasih Allah yang memancarkan pengaruh transformatif bagi generasi muda.
Sosial-Budaya Teologi Asia dan Relevansinya Bagi Pendidikan Agama Kristen di Indonesia Sutanto, Hizkia Septiniel
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai misi Kristen awal di Asia, seperti inkulturasi, dialog antarbudaya dan menganalisis urgensi Pendidikan Agama Kristen (PAK) yang kontekstual dan transformatif dalam menghadapi realitas pluralitas dan dinamika pendidikan di Indonesia. Penelitian ini diharapkan memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan model pembelajaran PAK yang lebih relevan dengan kehidupan peserta didik dan kebutuhan gereja masa kini. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menelaah berbagai kajian akademik terkait pembelajaran kontekstual, inkulturasi iman, dialog budaya, serta profesionalitas guru PAK. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran kontekstual dalam PAK mampu meningkatkan pemahaman iman, keterlibatan belajar, serta integrasi nilai-nilai Kristen dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Selain itu, integrasi budaya lokal, penggunaan metode partisipatif, serta evaluasi berbasis transformasi sosial menjadi elemen penting dalam memperkuat relevansi PAK di tengah pluralitas dan era digital. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa PAK harus bergerak dari sekadar transfer pengetahuan menuju pembentukan iman yang otentik, reflektif, dan berdampak sosial melalui penguatan kapasitas guru serta desain pembelajaran yang adaptif terhadap konteks lokal dan tantangan zaman. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum PAK berlandaskan dialog budaya, partisipasi aktif peserta didik, dan kolaborasi dengan komunitas lokal sebagai wujud nyata pendidikan iman yang hidup dan transformatif.
Konseling Pastoral Untuk Sandwich Generation dalam Menghadapi Tantangan Keluarga dan Pekerjaan Beatrix Jakline Raintung, Agnes; Teleng, Melkisedek; Manorek, Florentina K. H.
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.108

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling pastoral dalam mendampingi sandwich generation yang menghadapi tekanan ganda antara tanggung jawab keluarga dan tuntutan pekerjaan. Penelitian ini bermanfaat untuk memperkaya pemahaman teoretis dan praksis mengenai strategi pendampingan pastoral yang relevan bagi kelompok usia produktif yang mengalami kelelahan emosional, konflik peran, dan stres jangka panjang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka terhadap literatur pastoral, psikologi keluarga, dan dinamika pekerjaan modern. Temuan penelitian menunjukkan bahwa konseling pastoral berkontribusi signifikan dalam memfasilitasi proses pemaknaan ulang pengalaman hidup, penguatan resiliensi spiritual, serta pengembangan keterampilan regulasi emosi untuk mengatasi beban ganda. Selain itu, pendampingan pastoral membantu individu membangun keseimbangan antara tanggung jawab keluarga dan pekerjaan melalui praktik refleksi, dialog empatik, serta dukungan komunitas. Kesimpulannya, konseling pastoral memiliki peran strategis dalam memampukan sandwich generation menghadapi kompleksitas hidup kontemporer, serta menjadi model intervensi yang holistik dan transformatif bagi kesejahteraan emosional dan spiritual mereka.
Konseling Pastoral dalam Memperkuat Ketahanan Emosional Pekerja Paulus, Jenifer; Kahimpong, Monika; Darondo, Norlanda
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.110

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk tekanan kerja yang dialami pekerja, dampaknya terhadap kinerja dan kesehatan mental, serta peran konseling pastoral dalam memperkuat ketahanan emosional pekerja. Kajian ini menyoroti tekanan emosional, waktu, sosial, dan lingkungan yang terbukti memengaruhi kualitas kinerja, kreativitas, serta kesejahteraan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif melalui studi pustaka dan analisis tematik untuk memahami fenomena tekanan kerja dan intervensi pastoral. Temuan penelitian menunjukkan bahwa tekanan kerja yang tidak terkelola dapat menurunkan produktivitas, menghambat inovasi, dan meningkatkan risiko masalah kesehatan mental. Sementara itu, konseling pastoral terbukti memiliki kontribusi signifikan dalam membangun ketahanan emosional melalui dukungan emosional, peningkatan kesadaran diri, penguatan keterampilan coping, integrasi nilai spiritual, serta pembentukan relasi sosial yang sehat. Kesimpulan penelitian menegaskan pentingnya integrasi layanan konseling pastoral dalam konteks kerja sebagai strategi mendesak untuk meningkatkan kesejahteraan mental pekerja, mencegah burnout, dan mewujudkan lingkungan kerja yang lebih manusiawi dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Internet dan Media Online sebagai Inovasi Sarana Pelayanan Pastoral di Era Digital Kairupan, Semuel Oktavianus; Kadimakeng, Oklin Cecilia; Kahingide, Ariesty
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.154

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi pelayanan pastoral melalui pemanfaatan internet dan media online sebagai ruang baru dalam pendampingan iman, komunikasi gerejawi, dan pembinaan spiritual umat. Pemanfaatan teknologi digital menjadi relevan terutama dalam konteks perubahan sosial, mobilitas masyarakat, serta keterbatasan interaksi tatap muka yang menuntut gereja untuk hadir secara adaptif di ruang virtual. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi pustaka yang mengeksplorasi literatur teologis, sosiologis, dan hasil penelitian terdahulu mengenai pelayanan pastoral digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media online dapat memperluas jangkauan pelayanan pastoral, memperkuat relasi antara gembala dan jemaat, serta menghadirkan ruang partisipatif bagi umat untuk berbagi pengalaman iman. Namun demikian, ditemukan pula tantangan seperti potensi penyalahgunaan media, lemahnya kualitas kedekatan emosional, dan kurangnya literasi digital di kalangan pelayan gereja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pelayanan pastoral digital perlu dirancang dengan prinsip etis, penguatan interaksi personal, dan strategi pembinaan yang kreatif agar mampu menjawab kebutuhan spiritual jemaat di era digital. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan model pelayanan pastoral yang efektif dan relevan di tengah perkembangan teknologi komunikasi modern.
Teologi Praksis: Pelayanan Pastoral Gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) Serenty Naray, Niken; Tarumingi, Denny; Tumiwa, Evi S
Theosebia: Jurnal Teologi, Pendidikan Agama Kristen dan Psikospiritual Vol 3 No 1 (2026): April
Publisher : PT. Giat Konseling Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70420/theosebia.v3i1.215

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran dan implementasi pelayanan pastoral gereja kepada Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Ratumbuysang dalam perspektif teologi praksis. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana gereja menghadirkan iman Kristen secara nyata melalui pendampingan rohani yang holistik, inklusif, dan kontekstual. Manfaat penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teologis dan praktis bagi gereja dalam mengembangkan pelayanan pastoral yang berpihak pada kelompok rentan serta memperkaya kajian teologi praksis dalam konteks kesehatan mental. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur, observasi lapangan, dan wawancara mendalam dengan tenaga medis dan pihak yang terlibat dalam pendampingan pasien ODGJ di RSJ Ratumbuysang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan pastoral berupa ibadah, doa, dan kehadiran gereja memberikan dampak positif terhadap penguatan batin, pemeliharaan iman, dan pengharapan pasien ODGJ. Namun, penelitian ini juga menemukan bahwa keterlibatan gereja, khususnya dari denominasi besar, masih belum konsisten dan berkelanjutan. Kesimpulannya, pelayanan pastoral kepada ODGJ perlu dipahami sebagai bagian integral dari misi gereja yang menuntut kehadiran nyata, empatik, dan berkesinambungan, sehingga gereja sungguh-sungguh menjadi sarana kasih Kristus yang memulihkan martabat dan menghadirkan pengharapan di tengah luka jiwa manusia.

Page 1 of 1 | Total Record : 6