cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
ANALISA SISI POSITIF DAN NEGATIF PEMILIHAN BENTUK ATAP BERPENUTUP GENTENG UNTUK RUMAH TINGGAL Sudarmadji Sudarmadji
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Atap merupakan mahkota sebuah bangunan atau rumah yang berperan penting dalam menentukan keindahan dan kenyamanan bangunan. Pemilihan bentuk dan pemasangan atap yang kurang baik beresiko terjadinya kebocoran sehingga penghuni bangunan tersebut akan merasa tidak nyaman. Atap rumah adalah bagian yang sangat penting dari konstruksi sebuah rumah. Konstruksi yang terletak pada bagian atas tersebut memiliki peranan yang sangat vital dalam mewujudkan fungsi rumah sebagaimana mestinya. Salah satu fungsi atap rumah adalah sebagai penahan air hujan masuk ke dalam rumah. Selain itu juga berfungsi untuk melindungi rumah dari teriknya matahari yang bersinar pada siang hari. Dengan peranan yang sangat vital tersebut, atap rumah sangat perlu dipertimbangkan dalam membangun sebuah rumah. Dengan mengetahui permasalahan-permasalahan dalam menentukan pemilihan bentuk atap maka penulis mencoba mengupas sisi positif dan negatif tentang bagaimana memilih bentuk atap khususnya bentuk atap yang berpenutup genteng untuk rumah tinggal, berikut tentang perawatannya. Bentuk atap rumah yang berpenutup genteng yang dibahas di sini adalah bentuk atap pelana, bentuk atap perisai, bentuk atap limas dan bentuk atap miring, karena bentuk-bentuk atap inilah yang sering digunakan untuk rumah tinggal, dengan mengetahui keunggulan-keunggulan dan kelemahan-kelemahan dari masing-masing bentuk atap akan dapat membantu menentukan pemilihan bentuk atap. Disamping factor-faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan bentuk atap adalah cuaca, tampak/keindahan, biaya dan ketersediaan bahan di lokasi, serta faktor penting yang mempengaruhi keutuhan dan keawetan suatu rumah tinggal terletak pada atap rumahnsebagai pelindung dari seluruh isi dan bangunan rumah tersebut, perawatan atap diperlukan baik perawatan saat pemasangan dan perawatan saat rumah dihuni.
PENGARUH PERAWATAN BENDA UJI TERHADAP KUAT TEKAN MORTAR SEMEN DENGAN PENAMBAHAN GULA Agus Subrianto; Puryanto Puryanto; Sukarman Sukarman
PILAR Vol. 11 No. 1 (2015): PILAR 05032015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dengan pengujian yang telah dilakukan sebelumnya tentang variasi campuran mortar yang mempertimbangkan pengaruh kadar semen, faktor air semen dan kadar gula pasir terhadap performa campuran. Variabel yang ditambahkan adalah metode perawatan, yaitu sampel mortar dibiarkan diudara terbuka, berbeda dengan sampel sebelumnya yang direndam mulai dari pembukaan cetakan hingga menjelang pengujian tekan mortar. Varian sampel yang digunakan tetap sama yaitu kombinasi FAS (0,4; 0,45; 0,5), komposisi adukan semen-pasir (1:5; 1:6; 1:7) dan persentase gula terhadap berat semen (0%; 0,05%; 0,1%; 0,15%; 0,2%).Tren yang hampir sama berlaku pada kuat tekan mortar akibat pengaruh kadar gula dimana kuat tekan maksimum terjadi pada penggunaan 0,15% gula . Jumlah semen yang lebih banyak menjadikanberat isi sekaligus kekuatan tekan mortar lebih tinggi. Metode perendaman menghasilkan kuat tekan yang lebih tinggi dibandingkan tanpa perendaman. 
ANALISIS RESAPAN LAPANGAN SEPAKBOLA (STUDI KASUS : STADION LAPANGAN HATTA, KOTA PALEMBANG) Rio Marpen; M Sang Gumilar panca putra; Norca Praditya; Abdullah Uwais
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kota Palembang akan melakukan kegiatan Renovasi Lapangan Sepak bola Stadion Kamboja Kota Palembang menjadi salah satu bagian yang tak terpisahkan dan harus tersedia agar dapat menghasilkan atlet-atlet yang berprestasi sehingga dapat mandiri, karena olahraga yang sifatnya kompetisi / turnamen, sarana olahraga yang memenuhi standar sangat dibutuhkan. Selain itu perbaikan ini sebagai persiapan Pesta Olahraga Piala Dunia U-20 tahan 2020 di Sumatera Selatan khususnya Kota Palembang. Oleh karena itu dilakukan analisis untuk mendapatkan desain Resapan Lapangan Sepak bola yg memenuhi standar Internasional.Tujuan penelitian ini adalah memperbaiki kondisi lapangan sepakbola Stadion Hatta yang belum memiliki sistem drainase baik dan perawatan lapangan berstandar Internasional sehingga turut membantu mewujudkan pembangunan masyarakat baik secara jasmani maupun rohani. Manfaat studi ini juga memberikan masukan atau informasi kepada Dinas Pekerjaan Pemuda dan olahraga Kota Palembang dalam upaya perencanaan perbaikan kondisi Lapangan Stadion Lapangan Hatta.Berdasarkan penelitian ini dapat disimpulkan analisis hidrologi dengan analisis frekuensi data hujan, metode distribusi terbaik adalah distribusi log person 3. Intensitas curah hujan maksimum untuk kala ulang 2 tahun adalah 97,492 mm/jam, untuk kala ulang 5 tahun sebesar 111,216 mm/jam dan untuk kala ulang 10 tahun sebesar 118,406 mm/jam. Setelah dilakukan analisis kebutuhan  pipa maka direncanakan pipa drain utama yang adalah Ø 6 inchi (16,5 cm) dan pipa sekunder Ø 4 inchi (11, 4 cm) dengan skema pemasangan pipa berbentuk sirip ikan. Selain itu untuk Lapisan Subdrain yang digunaka terdiri dari top layer (rumput,pupuk : pasir Urug 2:1), pasir urug, pasir murni,kerikil dan kerakal dengan ketebalan total 0,55 m. 
THE INFLUENCE OF INITIAL PRESSURE ON THE CONCRETE COMPRESSIVE STRENGTH Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study is aimed to find out the influence of initial pressure and the percentage of fly ash as partial substitution of cement on the value of concrete compressive strength. The test object used is cylindrical with a diameter 10 cm and a height of 20 cm. This study used independent variables of initial pressure of 25 kg/cm², 50 kg/cm², and 75 kg/cm², and dosages of fly ash of 5%, 10%, 15% and 20%. The concrete compressive strength with initial pressure is higher than which without initial pressure. The percentage of fly ash 5%, 10%, 15% and 20% given lower concrete compressive strength than the normal.  The result of study  that the composition of concrete mixture which is given an initial pressure of 75 kg/cm² produces a highest compressive strength is 41,08 MPa. 
STUDI PERBANDINGAN OF GENERALIZE COST VESSEL MODA KAPAL KETINTING DENGAN MODA ANGKUTAN KOTA TRAYEK MAHAKAM HILIR-SAMARIDA SEBERANG Ahmad Syapawi
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

River transport was originally a major transportation on Route Mahakam Downstream - Samarinda Seberang, is due to geographical conditions that are linked by the  Mahakam river is the one - the only transportation that can be used locals to conduct its activities. At this time the river transport has decreased quite dramatically, is caused by the establishment of the Mahakam Bridge that connects between the Mahakam Downstream - Samarinda Seberang so many are interested to make the overland route with the same objectives as the vessel ketinting the Mahakam Downstream - Samarinda Seberang. The bridge construction with the advantages possessed, enabling service users to switch to using land transport modes are considered a benefit for service users.Research conducted at the time was intended to find solutions to improve transport activity  Mahakam river downstream - Samarinda Seberang route. Data is collected using a questionnaire method Stated preference value at the time that also enter the variable characteristics of the respondents and the questionnaire Stated preference generalize based on a scenario which includes the  travel costs, travel time and waiting time of vehicles which was distributed to 158 service users moving, the sample using the mode river and land transportation modes .Analysis of the problem done by finding the value of everyone's time to then get the total cost of the service user's overall travel that moves with each - each mode of both modes of the river and overland modes with the same purpose. With the help of spss 15.0 for windows evaluation version available Ratio Binary logit models are used to determine the proportion of service users against the selection mode of river transportation between the ship and freight cars ketinting city, as well as problem solving that is used as an effort to increase the activity mode of the lower river several variables forming generalize cost as travel costs and travel time.
PERILAKU STRUKTUR BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN SIKLIK Raja Marpaung; Djaka Suhirkam; Lina Flaviana Tilik
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam percobaan eksperimantal ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk kantilever dengan pembebanan diujung bebasnya. Percobaan ini dilakukan dengan sistem pembebanan siklik . Pembebanan ini dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhannya. Pengamatan kerusakan, beban kapasitas pada saat retak, leleh, ultimate dan failure didapat melalui hasil data percobaan.Dari hasil percobaan ini semakin besar beban awal pada percobaan siklik, beban puncak yang dicapai swpesimen semakin besar, penurunan beban puncak semakin besar, selieih penurunan disipasi energi kumulatif semakin kecil dan tingkat kerusakannya semakin berat.Pada percobaan siklik 1 disipasi energi lebih kecil dari percobaan 2 dan 3 dan disipasi energy pada percobaan 2 lebih kecil dari percobaan 3, hal ini disebabkan pada pembebanan siklik selalu mengalami pengulangan yang menguntungkan bagi specimen guna memberikan perlawanan terhadap pembebanan sewaktu perubahan beban pada setiap siklusPada saat kondisi leleh, specimen tidak menunjukkan kerusakan yang berarti. Retak yang terjadi belum melebar dan sebagian besar retak tersebut hanya berupa retak rambut. Pada saat ultimate, kerusakan yang terjadi pada beban tekan 5 δy, menunjukkan retak menyeluruh sepanjang tinggi balok dan selimut beton telah hancur. Pada akhir percobaan, kerusakan specimen lebih berat, beton mengalami kehancuran pada daerah pangkal balok sehingga kekuatan beton tidak lagi dapat menahan beban.
KONTRIBUSI ANGKUTAN PUBLIK TERHADAP LALULINTAS PERKOTAAN (STUDI KASUS DI KOTA PALEMBANG) ( 14-20 ) Yusri Bermawi; A. Z. Fuad Z.; Moch. Absor; A. Latif1
PILAR Vol. 14 No. 2 (2019): Pilar: September 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angkutan Publik yang aman, nyaman dan lancar merupakan idaman bagi masyarakat yang menggunakannya. Berbagai kebijakan yang dilakukan oleh Pemerintah untuk mencapai tujuan tersebut. Kebijakan yang ditempuh dengan menambah jenis angkutan seperti Bus Rapid Transit serta jumlah armada, merupakan kebijakan yang dilakukan Pemerintah Kota Palembang dalam rangka peremajaan angkutan publik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar BRT Transmusi berkontribusi terhadap pelayanan ruas jalan pada koridor yang di lalui serta bagaimana solusi agar angkutan publik ini beroperasional dan berkesinambungan Kajian ini dilakukan pada koridor BRT Sako-PIM. Dipilihnya koridor ini karena merupakan koridor yang banyak melayani aktifitas masyarakat perkotaan, seperti pertokoan, perkantoran dan pusat perbelajaan Mall yang ada di kota Palembang.  Pengamatan dilakukan pada koridor Sako-PIM.   Titik pengamata berada pada dua titik yaitu pada Halte PTC-A dan pada Halte GLORIA.  Kedua tempat ini merupaka halte Transit, yang volume lalulintas akan meningkat karena bertemu dengan koridor koridor lain. Dari hasil kajian diperoleh bahwa kontribusi angkutan Publik BRT TransMusi terhadap total lalu lintas pada koridor yang dilalui relatif kecil.  Untuk Nilai kecepatan rerata pada Jl. R.Soekamto, angkutan BRT sebesar : 22,00 km/jam terhadap total rerata kendaraan lain adalah sebesar : 23.01km/jam.  Pada Jl. Sudirman Halte Gloria nilai rerata kecepatan BRT =17,3 km/jam sedangkan rerata kecepatan total =19,6 km/jam.  Untuk Nilai Kepadatan BRT rerata : Jalan R.Soekamto Halte PTC-A sebesar: 0.084 smp/jam ᴝ 0,1 smp/jam dari total 120 smp/jam.  Pada Jl. Jend.Sudirman Halte Gloria nilai rerata BRT kepadatan sebesar: 0,4 % dari 204 smp/jam.
ANALISIS FEEDER SYSTEM MENUJU HALTE MUSI II TRANSMUSI KORIDOR VI KOTA PALEMBANG Sukarman Sukarman
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

A city will continue developing as long as there are activities in it. City development occurs due to the movement of people in carrying out the activities. The transportation system plays a very important role in supporting the movement of the people.Palembang as the Capital of South Sumatra Province, which is one of the centers of development, also relies on a transportation system for its development. The Settlement areas or housing areas grow everywhere with diffuse and irregular patterns. This leads to widespread demand for transportation. This condition is not easy for the public transport to serve, consequently the transport system used is predominantly private vehicles. Of course, the transportation system of this characteristic has broad impact on various aspects of life and urban environment.  With the operation of transmusi buses, it is deemed necessary to study the transport feeder suitable for connecting the centers of settlements on the outskirts towards the path through which the transmusi buses run, so that the performance of transmusi buses can be optimized and the use of private vehicles in urban areas can be minized.     The objective of this study is to develop a pattern of feeder transport services from residential location towards the transmusi bus stops along the routes of transmusi buses in Palembang, especially for the people living in the Sub-district of Gandus  towards transmusi bus stop of Musi II. The method of study used is a descriptive method using a survey. The result of this study is to develop transport feeder from the settlement areas towards the Musi II bus stop by considering the habits of the people,  the public demand, and the characteristics of the region. It will be the development of pedestrian facilities as far as 1 km from the bus stop, especially on the roads through which the heavy vehicles run, parking lots area for motorcycles of  5,682 m2,  sufficient public transport, bus stop of medium size. The conclusion made is to respond to the pattern of sprawl (dispersed settlement) on the outskirts of the city. It is necessary to have a transport systems using feeder -line haul system (feeder-main freight transport). The main transport in urban areas is transmusi bus while freight feeder bus from the settlement towards transmusi bus stop is a variety of modes commonly owned and used by the community all this time with some improvement and additional facilities required.
STUDI PERMASALAHAN DRAINASE JALAN (SALURAN SAMPING) DILOKASI JALAN DEMANG LEBAR DAUN SEPANJANG ± 3900 m (LINGKARAN SMA NEGERI 10 S.D SIMPANG POLDA) Ahmad Syapawi
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Persoalan banjir dan genangan air di Kota Palembang merupakan permasalahan yang cukup pelik dan berlangsung lama, kebanyakan dari titik-titik genangan terjadi karena tidak lancarnya aliran air dari badan jalan ke drainase samping. Setelah dilakukan pengamatan, terutama di lokasi studi yaitu Jalan Demang Lebar Daun. Pada menit-menit pertama hujan deras turun, badan jalan sudah tergenang sampai beberapa centimeter. Saluran samping jalan letaknya cukup jauh dari badan jalan dibatasi oleh trotoar sehingga kemungkinan air untuk sampaikesaluran sangat lambat bahkan tidak mengalir. Disamping drainase yang jauh dari badan jalan, gorong – gorong yang berada di bawah trotoar tidak berfungsi karena inlet yang berada di trotoar sudah tertutup sedimen dan tertutup lapisan aspal akibat overlay yang dilakukan terus – menerus..Adapun tujuan dari studi kasus   adalah mengidentifikasi permasalahan drainase (saluran samping) sepanjangJalan Demang Lebar Daun. Maksud dari studi adalah memberikan gambaran permasalahan drainase yang pada akhirnya diperoleh suatu solusi perbaikan, dari hasil studi dapat dimanfaatkan oleh pemerintah khususnya Pemeritah Kota Palembang, dalam rangka perbaikan drainase jalan.Pada kegiatan studi kasus permasalahan drainase (saluran samping) sepanjang Jalan Demang Lebar Daun, studi dilaksanakan di Lokasi Jalan Demang Lebar Daun Sepanjang ± 3900 m dari Jalan Lingkaran Bukit Besar (SMA Negeri 10 sampai dengan Simpang POLDA).Hasil pengamatan dan hasil studi bahwa Hampiran semua drainase yang sudah tersumbat akibat sampah dan sedimen. Drainase dibawah trotoar yang tidak memiliki inlet sehingga air menggenang pada badan jalan. Gorong- gorong yang sudah dipenuhi oleh sampah dan sedimen. Kontruksi drainasi dibuat terkesan asal jadi. Warga yangberjualan diatas saluran drainase bahkan membuang sampah langsung kedalam drainase sehingga mengganggualiran pada drainase terutama lokasi sepanjang di depan RS Siti Khodijah. Tanah longsor yang menutup saluran.
PERBANDINGAN METODE PEMBEBANAN VAKUM DENGAN PRAPEMBEBANAN UNTUK MEMPERCEPAT PROSES KONSOLIDASI ( 17-23 ) Metri Harissa; Mutiara FitriWahyu Ningrum; Sukarman Sukarman; Ika Sulianti
PILAR Vol. 13 No. 2 (2018): Pilar: September 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Palembang Toll Development Project - Simpang Indralaya is built on swamp land. The subgrade of this road is soft clay soil that has low bearing capacity of soil. Low bearing capacity of the soil will cause severe damage to the pavement on the soil heap. Therefore it is necessary to strengthen the base soil to be able to withstand and avoid sliding because it does not decrease.In this final project, there will be comparative analysis of 2 (two) alternatives to improve the embankment in reaching the same degree of consolidation. The first alternative is traditional preloading method and second alternative is vacuum preloading method.From the calculation results, obtained by using vacuum preloading method, the time required to achieve the same degree of consolidation can be shorter than the traditional preloading method.

Page 5 of 17 | Total Record : 162