cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
PENGARUH SUBSITUSI OIL PALM SHELL (OPS) + SUPERPLASTICIZER TERHADAP KUAT TEKAN, TARIK DAN BERAT BETON Raja Marpaung
PILAR Vol. 7 No. 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this study is to  determine and compare the value of compressive strength, tensile strength, heavy volume, and workabilities concrete produced from a mixture of concrete with substitution of oil palm shells with coarse aggregate with a variation of 10%, 20%, 30%, 40% and 50% by adding additional ingredients (additives) superplasticizer. Quality concrete planned in this study is  K-250.  The test result shows  that the oil palm shell concrete mixed by adding additional ingredients (additives) superplasticizer, resulting in compressive strength, tensile strength of concrete is lower and lighter weight concrete, the more the percentage of oil palm shells is substituted  with coarse aggregate, the more decline the compressive strength, tensile strength of concrete will be, but  weight concrete is also lighter. Meanwhile, by adding  superplasticizer to the mixture of oil palm shell concrete, workabilities and the concrete compressive strength  produced will be  better than normal  mixture concrete.  Percentage reduction in compressive strength  obtained in a mixture of oil palm shell concrete superplasticizer + 28 days is 25.72% - 67.39%., The decrease percentage  in tensile strength is obtained in a mixture of oil palm shell concrete age of 28 days which is  33,43 d 28 days which is 10,67% in the variation OPS 10%, whereas in the OPS mixture of 40% and 50% ratio ft / fc' is very small.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP NILAI KARAKTERISTIK ASPAL BETON (AC-BC) Sumiati Sumiati; Sukarman Sukarman
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Gradasi agregat dapat dikatakan sangat mempengaruhi pada campuran beraspal karena gradasi agregat berfungsi memberikan kekuatan yang pada akhirnya mempengaruhi stabilitas dalam campuran, dengan kondisi saling mengunci (interlocking) dari masing-masing partikel agregat kasar. Berdasarkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan (2010), campuran agregat Laston (AC-BC) dapat bergradasi kasar dan halus, sedangkan menurut Sukirman, 2003, kurva Fuller adalah kurva dengan gradasi agregat di mana kondisi campuran memiliki kepadatan maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum.Oleh sebab itu peneliti mencoba untuk meneliti seberapa besar pengaruh agregat bergradasi kasar, bergradasi halus, dan agregat bergradasi yang mengikuti lengkung fuller pada campuran aspal beton (AC- BC), dengan membuat benda uji untuk pengujian Marshall dengan kombinasi aspal bervariasi dari: 4,5%; 5%; 5,5%; 6,0%; 6,5% dan 7,0% dengan masing-masing 3 benda uji sehingga total benda uji untuk masing- masing kombinasi sebanyak 18 buah dan dibuat dengan 75 X 2 tumbukan. Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk mendapatkan nilai karakteristik yang disyaratkan Spesifikasi Umum Perkerasan Jalan, 2010, sehingga data dapat dianalisa.Dari pengujian diperoleh nilai MQ terbesar terdapat pada agregat bergradasi fuller MQ 740 kg/mm, sedangkan agregat bergradasi halus nilai MQ 700 kg/mm dan agregat bergradasi kasar didapat MQ sebesar 360 kg/mm. Nilai Marshall Quotient yang rendah, mengidentifikasikan bahwa campuran tidak kaku dan mudah mengalami deformasi (perubahan bentuk). Nilai VMA campuran agregat bergradasi kasar 15,4%; campuran agregat bergradasi fuller 14,1% dan campuran agregat bergradasi halus 14,0%. Jadi dapat disimpulkan bahwa agregat bergradasi halus dan bergradasi fuller mempunyai kepadatan  maksimum dengan rongga diantara mineral agregat (VMA) yang minimum/durabilitas yang lebih  baik dibandingkan dengan agregat bergradasi kasar.
PENENTUAN PRIORITAS PERAWATAN BANGUNAN GEDUNG MUSEUM SITUS TAMAN PURBAKALA SRIWIJAYA KOTA PALEMBANG Revias Revias; A Fuad Z
PILAR Vol. 12 No. 2 (2015): PILAR 09012015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan pada Bangunan Gedung Museum Situs Taman Purbakala Sriwijaya Kota Palembang Nilai kondisi dihitung berdasarkan persentase kerusakan. Kondisi sisa ditentukan oleh hasil pengurangan nilai kerusakan terhadap konstanta (nilai maksimum 100 menyatakan kondisi paling baik). Akumulasi dari indeks kondisi elemen menunjukkan kondisi dari setiap ruang. Penetapan skala prioritas pemeliharaan didasarkan pada nilai terkecil dari hasil perbandingan antara selisih nilai indeks kondisi pemeliharaan. Penerangan / lighting adalah salah satu faktor penting dalam desain ruang .Ruang yang telah dirancang tidak mampu memenuhi fungsinya baik jika tidak memberikan akses penerangan. Pengaturan suhu dan kelembaban adalah untuk membantu memperlambat proses pelapukan. Standar suhu museum adalah 210c – 260 c . Dan kelembaban relatif adalah 50 % . Hasil analisa menunjukkan bahwa dari ketiga komponen yang diteliti, komponen mekanikal-elektrikal mempunyai nilai terkecil yaitu96.11 %,  diikuti komponen arsitektur 97.43 % dan komponen struktur 99.80 %. Urutan sub komponen ruang yang diteliti, yang memperoleh nilai terkecil yaitu ruang laboratorium   92.17 %   memperoleh prioritas pemeliharaan yang pertama diikuti oleh ruang ruang penunjang 94.71 % dan kelompok ruang kantor 97.25 %. 
METODE STEP TEST UNTUK MENDETEKSI KEBOCORAN TERSEMBUNYI PADA JARINGAN PIPA DISTRIBUSI Masyita Dewi Koraia; Syahrial AS
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jaringan distribusi merupakan jaringan perpipaan yang digunakan untuk mengalirkan air dari Water Treatment Plant  menuju ke konsumen. Penggunaan pipa yang tidak standar, metoda pelaksanaan yang tidak tepat dan kondisi tanah yang asam dapat meyebabkan terjadinya kebocoran pada jaringan perpipaan. Untuk mengetahui titik-titik kebocoran yang tersembunyi pada jaringan distribusi yang telah terpasang di dalam tanah, dapat digunakan metoda step test. Metoda step test  membagi daerah pengujian kebocoran menjadi beberapa zona. Metode step test ini cenderung dilakukan pada malam hari, karena diasumsikan konsumen lebih sedikit menggunakan air atau tidak sama sekali. Debit dan tekanan air diketahui dari pembacaan pada flow meter. Selisih yang besar antara debit dan tekanan air yang terbaca pada flow meter dengan debit dan tekanan air normal dapat diartikan telah terjadi kebocoran. Pembagian zona memudahkan untuk mencari lokasi kebocoran secara detail
KAJIAN PENGENDALIAN BANJIR DI KECAMATAN ILIR TIMUR I PALEMBANG Zainuddin muchtar
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kota Palembang terletak 100 km dari muara Sungai Musi dan Kota Palembang sangat dominan dipengaruhi oleh pasang surut. Banyak daerah di Palembang dimana tinggi elevasinya berada di bawah elevasi rata-rata muka air laut, sehingga di musim hujan banyak daerah tersebut yang menjadi rawan banjir. Ini diakibatkan oleh pengaruh pasang surut di Sungai Musi. Sebagian besar kawasan di Palembang adalah di daerah depresi, sehingga tanpa sistem drainase yang tepat kawasan yang dikontrol mengalami genangan air yang disebabkan oleh curah hujan.Palembang merupakan kota pariwisata yang memiliki program untuk meningkatkan kinerja sebagai kota aman dan menarik. Sebuah kota tepi pantai yang indah untuk dikunjungi. Oleh karena itu perlu sistem drainase yang terrencana dan terintegrasi agar tidak terjadi banjir ataupun genangan. Maka dari itu diperlukan sistem pengendalian banjir di Kota Palembang dan dalam kajian kami terutama di Kecamatan Ilir Timur I Kota Palembang.Berdasarkan hasil kajian bahwa pengendalian banjir di Kecamatan Ilir Timur I Palembang ini dapat menggunakan sistem drainase. Metode yang dipakai dalam menentukan curah hujan maksimum dengan kala ulang 10 tahun untuk wilayah kecamatan Ilir Timur I adalah Metode Gumbel dan diperoleh R=167,1 mm. Berdasarkan  Metode  Mononobe  didapat  nilai  intensitas  curah  hujan  maksimum  di  titik  7-8    yaitu I = 590,3650 mm/jam. Debit air total yang terjadi diwilayah tersebut adalah 230,288 m3/det dengan panjang saluran 23833,54 m.
STUDI ANALISA KEBUTUHAN RUANG PARKIR POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA Wahidin Wahidin
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Parking is an essential part of an infrastructure building. It should be available on a building which is utilized as the activity centre. As the central activity of D3 education with the number of more than 4,000 students, the parking area of State Polytechnic of Sriwijaya needs concern. Furthermore,it needs a research. The purpose of the research is to find out available facility based on its allocation, to obtain the parking characteristics, to utilize available area, to predict parking needs within 5 years ahead and to recommend the parking development. The writer conducted the observation for several days on lectures time activity. It was conducted by watching the traffict flow around the State Polytechnic campus. The result of analysis showed that the parking accumulation for motorcycle and four- wheel vehicle was 2,018 and 198. The allocation of available parking area was 2,100 m2 for motorcycle and 3,710 m2 for four-wheel vehicle. Furthermore, based on optimation, it was found that the surface of parking area for motorcycle was 5,621.26 m2. The writer also found that the parking area surface based on its allocation for four- wheel vehicle, was 3,710 m2. Based on facts above, the writer suggests that for the smoothness of traffic flow inside the State Polytechnic campus, the parking area need to be completed by functional road signs.
EVALUASI KAPASITAS PENAMPANG KOLOM BETON BERTULANG MENGGUNAKAN DIAGRAM INTERAKSI (12 - 18) Agus Subrianto; Puryanto Puryanto; Fadhila Firdausa
PILAR Vol. 15 No. 1 (2020): Pilar: Maret 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This article discusses the rapid evaluation of the cross-section capacity of reinforced concrete columns which bears a combination of axial loads and two-way bending. The model under review is a 3-storey building that uses uniform column sizes. The structure of the building is analyzed using a computer-aided program to obtain internal forces. Interaction diagrams of several cross-section configurations are made to help check the working axial and flexural forces. By looking at the distribution of the combination of axial and flexural forces acting on the interaction diagram plot, it can be determined whether a cross section is efficient enough to be used in columns throughout the building. The results of the analysis show that the columns commonly used in shophouses are still safe in carrying out a combination of axial and flexible loads that work due to the influence of gravity loads. Keywords : column design, reinforced concrete, axial bending moment combination, section capacity, interaction diagram ABSTRAK Artikel ini membahas tentang evaluasi cepat kapasitas penampang kolom beton bertulang yang memikul kombinasi beban aksial dan lentur dua arah. Model yang ditinjau adalah bangunan ruko 3 lantai yang menggunakan ukuran kolom seragam. Struktur bangunan dianalisis menggunakan program bantu komputer untuk mendapatkan gaya-gaya dalam.  Diagram interaksi dari beberapa konfigurasi penampang dibuat untuk membantu melakukan pengecekan gaya aksial dan lentur yang bekerja.  Dengan melihat distribusi kombinasi gaya aksial dan lentur yang bekerja terhadap plot diagram interaksi, dapat ditentukan apakah suatu penampang cukup efisien untuk digunakan pada kolom di seluruh bangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom yang biasa digunakan pada bangunan ruko masih aman dalam memikul kombinasi beban aksial dan lentur yang bekerja akibat pengaruh beban gravitasi. Kata kunci : disain kolom, beton bertulang, kombinasi lentur aksial, kapasitas penampang, diagram interaksi.
PERBANDINGAN ENERGI PADA PERCOBAAN BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN SIKLIK DAN MONOTONIK Raja Marpaung; Suhadi Suhadi; Lina tilik
PILAR Vol. 9 No. 2 (2013): PILAR 09092013
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam perencanaan struktur disyaratkan bahwa struktur harus berperilaku baik sehingga struktur tersebut tidak mengalami kerusakan, baik kerusakan struktural maupun kerusakan non struktural. pada saat beban maksimum terjadi. Salah satu ragam perilaku struktur beton yang harus dipahami adalah perilaku struktur pada saat pembebanan yang bersifat monotonik maupun siklik seperti pada saat gempa menimpa struktur tersebut. Dengan pemahaman perilaku struktur terhadap ragam pembebanan yang terjadi akan memberi jaminan terhadap kekuatan struktur yang didesain tersebut.Dalam percobaan spesimen ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk sedemikian rupa hingga mendekati yang sebenarnya di lapangan. Sedangkan pembebananan spesimen dilakukan dengan sistem pembebanan siklik dan monotonik. Pembebanan ini dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhannya hingga dapat diketahui besarnya disipasi energi untuk berbagai kondisi.Dari hasil percobaan ini terlihat energi kumulatif yang terdisipasi pada pembebanan siklik jauh lebih besar dari pada energi kumulatif yang terdisipasi pada pembebanan monotonik. Sedangkan pada kondisi leleh perbedaan energi pada percobaan siklik dan monotonik relatif kecil, hal ini disebabkan oleh pola pembebanan yang diberikan pada spesimen dan perbedaan defleksi leleh yang dicapai spesimen. Pada kondisi ultimate dan failure perbedaan energi pada percobaan siklik dan monotonik relatif kecil, hal ini disebabkan pada pembebanan siklik selalu mengalami pengulangan yang menguntungkan spesimen 
KAJIAN EKSPERIMENTAL PADA STRUKTUR KANTILEVER BETON BERTULANG AKIBAT PEMBEBANAN MONOTONIK Raja Marpaung; Suhadi Suhadi
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perancangan suatu struktur beton bertulang adalah untuk mencapai suatu struktur yang aman atau yang berperilaku baik selama masa layan struktur tersebut. Untuk itu dibutuhkan alternatif perencanaan struktur yang memenuhi syarat tetapi cukup ekonomis dalam pengertian, bahwa seluruh elemen dan sistem yang digunakan dalam struktur harus dapat bekerja sama secara optimal dan merespons gaya yang terjadi.Dalam perencanaan struktur disyaratkan bahwa struktur harus berperilaku baik sehingga struktur tersebut tidak mengalami kerusakan, baik kerusakan struktural maupun kerusakan non struktural. Salah satu ragam perilaku struktur beton yang harus dihindari adalah keruntuhan terhadap retak, retak-retak pada beton bertulang harus dibatasi, hal ini didasarkan pada pertimbangan tidak saja kemampuan struktur tetapi juga perlindungan terhadap berlangsungnya proses korosi pada baja tulanganDalam studi eksperimental ini pemodelan struktur dibuat dalam bentuk kantilever sedemikian rupa hingga mendekati yang sebenarnya  di lapangan. Sedangkan pembebananan spesimen dilakukan dengan sistem pembebanan monotonik. Pembebanan ini  dilakukan pada spesimen secara terus menerus sampai spesimen mencapai keruntuhan, sehingga melalui kurva beban – defleksi didapatkan beban kapasitas pada saat retak, leleh, ultimate, failure dan disipasi energi. Dari  hasil percobaan ini  terlihat bahwa perilaku spesimen berubah-ubah pada setiap peningkatan beban. Perubahan perilaku ini disebabkann oleh sifat dari bahan yang tidak homogen, sehingga pada kondisi pembebanan melebihi kekuatan tarik beton timbul retak-retak yang mengakibatkan penurunan kekakuan. Secara keseluruhan dalam percobaan ini, perilaku spesimen mengalami perubahan dengan beban P rata-rata sebagai berikut : Kondisi retak P = 7,53 KN, kondisi leleh P = 39,80 KN, kondisi ultimate P = 51,38 dan kondisi ultimate 1 tulangan P = 25,05 KN.Sedangkan Energi kumulatif rata-rata yang terdisipasi pada kondisi leleh = 368,67 KNmm, kondisi ultimate = 6636,33 KNmm, dan kondisi Failure = 8793,33 KNmm Dari hasil pengujian didapatkan bahwa kekuatan struktur sangat dipengaruhi oleh kondisi  retak, pengujian kekuatan bahan, perbedaan kekuatan beton dari kekuatan rencana, perbedaan kekuatan tarik baja dalam pelaksanaan.
PENGARUH LIMBAH PLASTIK LDPE TERHADAP CAMPURAN ASPHALT CONCRETE– BASE COURSE (AC–BC) DENGAN METODE MARSHALL ( 21-28 ) Ika Sulianti; M. Sazili Harnawansyah; Merry Andika Putri; Abdul Haris Chudori
PILAR Vol. 14 No. 1 (2019): Pilar: Maret 2019
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study is to find out whether the addition of plastic waste Low Density Polytlene (LDPE) as a alternative subsitution of Marshall characteristic on AC-BC mixture. First study done by made sample, the optimum asphalt contentused is  5,75%, and then made sample use plastic waste contenct was 10%, 11%, 12%, 13%, and 14%. The best result of Marshall Test was obtained at 14%, while VIM and VFA out of range of spesification.

Page 6 of 17 | Total Record : 162