cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
iin_indrayani@polsri.ac.id
Editorial Address
Politeknik Negeri Sriwijaya Jurusan Teknik Sipil Jl. Srijaya Negara Bukit Besar Palembang - 30139 Telp: 0711-353414, Fax:0711-355918
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
PILAR
ISSN : 19076975     EISSN : 27222926     DOI : -
Jurnal Pilar adalah jurnal dibidang Teknik Sipil dengan Bidang kajian : Sumber Daya Air Manajemen Rekayasa Geoteknik Struktur Transportasi
Articles 162 Documents
KAJIAN KEMAMPUAN MEMBELI RUMAH BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH SULASMAN SULASMAN
PILAR Vol. 7 No. 1 (2012): PILAR 07032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perumahan merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dan merupakan faktor penting dalam peningkatan harkat dan martabat kehidupannya.  Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, untuk memperoleh rumah yang layak, sehat, aman, serasi dan teratur, baik untuk pemilikan rumah maupun untuk pembangunan/ perbaikan rumah sederhana sehat sangat sulit, untuk itu perlu dilakukan suatu kajian terhadap kemampuan membeli rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.Data yang dibutuhkan untuk mengkaji besaran subsidi yang harus disediakan yaitu pola penghasilan dan pengeluaran, kemampuan mengangsur, besaran keluarga dari masyarakat berpenghasilan rendah dan nilai jual rumah pada saat sekarang.  Untuk selanjutnya dianalisis hubungan antara kemampuan finansial masyarakat berpenghasilan rendah dan pengadaan rumah serta daya beli masyarakat berpenghasilan rendah.Dari hasil survey didapat kan bahwa masyarakat berpenghasilan rendah di kota Palembang rata-rata memiliki penghasilan sebesar  kurang dari Rp 600.000,00 sampai dengan Rp 1.000.000,00. Dengan Kemampuan mengangsur berkisar anatara Rp 100.000,00 sampai dengan Rp 200.000,00.  Dan dari hasil perhitungan didapat bahwa masyarakat berpenghasilan rendah di Kota Palembang memiliki kemampuan membeli rumah tipe 36 dengan cara mencicil dengan jangka waktu 15 tahun yaitu sebesar Rp 122.126,00 dengan tingkat suku bunga bank yang berlaku kurang lebih 12 % per tahun.
PENGARUH PERUBAHAN UKURAN MAKSIMUM AGREGAT KASAR TERHADAP JUMLAH SEMEN UNTUK PEMBUATAN BETON SCC DENGAN BAHAN TAMBAH SP430 DAN RP260 Amiruddin Amiruddin; Ibrahim Ibrahim; Ika Sulianti
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi beton saat ini menuju ke beton yang memiliki mutu yang tinggi dan juga memiliki kinerja tinggi (workability rendah). Beton jenis ini dikenal sebagai beton yang dapat memadat sendiri (SCC: Self Compacting Concrete) yang saat ini telah dikenal luas di Jepang, Eropa dan Amerika.Untuk menunjang kinerja beton menjadi tinggi, maka digunakan ukuran agregat kasar yang lebih kecil (maksimum 10 mm) dan untuk mendapatkan workability dan viscositas yang baik dibutuhkan  penambahan aditif.Pada penelitian ini dihasilkan diantaranya pada perubahan ukuran agregat menjadi maksimum 10 mm maka dibutuhkan penambahan semen sebanyak 15%. Untuk penyesuaian komposisi sesuai syarat komposisi  beton SCC maka dibutuhkan penambahan semen menjadi total 22%, serta untuk memenuhi workability yang rendah dibutuhkan penambahan aditif jenis RP260 dan SP430 yang masing – masing 1,5 lt/m3 beton.
PENGARUH PENGGUNAAN ASPAL MODIFIKASI LIMBAH PLASTIK HDPE TERHADAP PERUBAHAN SUHU PADA LASTON AC-WC ( 14-21 ) Frestilia Pertiwi. A; Okti Dwi Yanti; Mahmuda Mahmuda; Sumiati sumiati
PILAR Vol. 13 No. 1 (2018): Pilar: Maret 2018
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kerusakan jalan telah menjadi permasalahan umum yang biasa dihadapi karena hampir di setiap daerah memiliki jalan yang rusak. Beberapa hal yang menjadi penyebab kerusakan jalan di Indonesia antara lain karena kualitas jalan yang kurang baik, situasi iklim di Indonesia yang tropis dan kondisi drainase jalan yang tidak memadai. Aspal merupakan salah satu material yang dapat digunakan untuk membuat jalan raya. Untuk meningkatkan mutu aspal dibutuhkan bahan dasar lain salah satunya dengan memberikan bahan tambah dalam campuran yang sifatnya mampu mengatasi kelemahan yang dimiliki aspal, contohnya plastik.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik Marshall akibat penambahan plastik HDPE pada campuran AC-WC dengan mengacu pada spesifikasi Bina Marga 2010. Untuk penelitian ini dilakukan pemeriksaan sifat fisik aspal, agregat serta plastik terlebih dahulu yang dilakukan berdasarkan Standar Nasional Indonesia (SNI). Kemudian dilakukan pengujian Marshall untuk menentukan Kadar Aspal Optimum (KAO). Dari hasil pengujian diperoleh nilai KAO sebesar 5,6%. Variasi penambahan plastik HDPE pada campuran AC-WC yang digunakan adalah 0%, 2%, 4%, 6%, dan 8% terhadap Kadar Aspal Optimum (KAO). Temperatur dan waktu perendaman benda uji ke dalam waterbath yang digunakan adalah 60oC, 70 oC, 80 oC selama 30 menit, dan 60 oC selama 24 jam.Hasil penelitian menunjukkan kadar plastik yang dapat digunakan pada campuran AC-WC modifikasi untuk suhu perendaman 60° selama 30 menit adalah 0-1,5%, suhu perendaman 70° selama 30 menit adalah 0,1-1,5%, suhu perendaman 80° selama 30 menit adalah 1-3%, suhu perendaman 60° selama 24 jam adalah 1,5-3% karena tahan terhadap perubahan suhu dan iklim serta memenuhi spesifikasi Bina Marga.
ANALISIS KEBUTUHAN PERUMAHAN UNTUK MASYARAKAT MENENGAH KE BAWAH DI OGAN PERMATA INDAH (OPI) JAKA BARING PALEMBANG SULASMAN SULASMAN
PILAR Vol. 7 No. 2 (2012): PILAR 07092012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembangunan perumahan di Sumatera Selatan pada umumnya dan di Palembang khususnya terus dilakukan oleh pemerintah dan pihak swasta.  Pembangunan perumahan ini diperuntukkan untuk memenuhi kebutuhan penduduk  terhadap perumahan dan permukiman.  Secara keseluruhan perkembangan pembangunan perumahan dan permukiman di wilayah propinsi Sumatera Selatan masih belum mampu memenuhi kebutuhan terhadap perumahan. Salah satu perumahan yang dibangun di kota Palembang adalah perumahan Ogan Permai Indah (OPI) yang dibangun di daerah Jaka Baring,  untuk mengetahui apakah pembangunan perumahan OPI ini dapat memenuhi kebutuhan penduduk terhadap perumahan perlu dilakukan suatu analisis terhadap perumahan tersebut sehingga pemerintah mendapatkan gambaran secara nyata terhadap keberadaan perumahan OPI apakah dapat memenuhi kebutuhan penduduk akan perumahan. Analisis ini dilakukan dengan cara melakukan survey terhadap beberapa penghuni komplek perumahan OPI.  Dari analisis terhadap hasil yang telah dilakukan dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa penyediaan perumahan OPI dapat memenuhi harapan bagi penyediaan kebutuhan akan permukiman di pusat kota karena harga yang disediakan cukup terjangkau oleh masyarakat golongan menengah untuk dapat mencicil kredit perumahan.
ANALISA KEBUTUHAN FASILITAS PARKIR DAN ANTRIAN KENDARAAN UMUM AKDP DALAM TERMINAL ALANG-ALANG LEBAR PALEMBANG A Latif
PILAR Vol. 10 No. 1 (2014): PILAR 10032014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Terminal Alang-Alang Lebar adalah salah satu terminal tipe A yang terletak di Kelurahan Alang – Alang Lebar Kecamatan Sukarame Palembang, luas ± 5 hektar yang melayani angkutan umum seperti angkutan Antar Kota Dalam Propinsi (AKDP), angkutan Antar Kota Antar Propinsi (AKAP), Angkutan pedesaan (Angdes) dan angkutan bus kota. Sebagaimana komponen utama dalam pengopeerasiannya terminal dituntut untuk dapat melayani lalulintas penumpang dan kendaraan. Dari hasil pengamatan pendahuluan didapatkan bahwa banyak fasilitas pelayanan yang tidak dimanfaatkan secara maksimal terutama pada fasilitas pelayanan kendaraan ( tempat kedatangan, antrian kendaraan dan tempat keberangkatan kendaraan). Tujuan penelitian ini adalah hanya untuk menganalisa system pelayanan, terutama dalam pengaturan system antrian yang baik dan teratur sesuai dengan yang telah ditentukan yaitu dengan Jenis Disiplin Antrian FIFO ( First In First Out ). Metodologi dalam penelitian ini adalah menggunakan metode observasi atau pengamatan langsung di lapangan (dalam terminal Alang – Alang Lebar Palembang) dengan mencatat kejadian atau peristiwa yang ada di lapangan sebagai pengumpulan data primer dan menganalisanya menggunakan aturan-aturan atau standar dari Dirjen. Perhubungan Darat, Dishub Propinsi Sumatera Sel;atan sebagai data sekunder. Dari hasil analisa didapat ada 4 buah Jalur Trayek dengan jumlah kendaraan 2 kendaraan/Jam dan jumlah kendaraan dalam sistim 3 kendaraan/Jam. Luas pelataran parkir dan antrian yang termanfaat sebesar 117,7 m2 <1.575 m2,berarti bahwa system pengoperasian pelayanan angkutan umum AKDP dan fasilitas pelayanan seperti tempat kedatangan, tempat keberangkatan kendaraan dan tempat antrian belum optimal dimanfaatkan dan perlu perbaikan system operasinalnya.
BETON RINGAN : PEMBUATAN TIMBER CREATE BERBAHAN SELOLUSA YANG RAMAH LINGKUNGAN Amiruddin Amiruddin; Sukarman Sukarman
PILAR Vol. 11 No. 1 (2015): PILAR 05032015
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the construction world, concrete is a material that is widely used and is a major component of the building. Excess concrete, among others, has a higher compressive strength than tensile strength, easy to set up, requires no special care, easy stacking of materials obtained from the enviorment, and is more durable than other building materials. However, concrete has a shortage of great weight of the contents so that the load capacity to be sustained relatively larger foundation.The produce bulk density lighter concrete with compressive strenght is relatively larger in order to ease the burned of the foundation, it would require replacement of one of the concrete composition in order to get a lighter weigth. Sawdust, is one of the materials selected as a substitute for fine aggregate (sand), to obtain a lighter weight concrete. Sawdust used are acacia, with the percentage taken proportional to the weight of the cement, but the number does not change but the percentage of cement is replaced heavy fine aggregate (sand).From the tests performed by the replacement of the composition, obtained a large percentage of the limit to get the concrete compressive strength 175 kg/cm2 is 4% with a reduction in the compressive strength of 40.527% of the normal concrete with compressive strength value is 184.444 kg/cm2 and bulk density values were also concrete decreased by 11.128% of the weight of concrete the normal value to 2011.704 kg/m3. For the lightweight concrete obtained look at the composition of the addition of 100% sawdust and 50% of the cement composition beginning with the compressive strength of concrete produces 72.222 kg/cm2 and the weight content of the concrete values is 1243.259 kg/m3 which is the result meets the quality standards of lightweight concrete according to the Procedure for Making Mixed Concrete plan light, 2002, that the value of the compressive strength of 70.234 kg/cm2 – 175.331 kg/cm2 and a weight of lightweight concrete content of 800 kg/m3 – 1400 kg/m3.
Perbandingan Kondisi Jalan Menggunakan Metode IRI dengan SDI (Studi Kasus: Jalan Nasional di Kota Palembang) (45-50) Norca Praditya; M.Sang Gumilar; Rio Marpen; Abdullah Uwais
PILAR Vol. 15 No. 2 (2020): Pilar: September 2020
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemerintah melakukan pemeliharaan penanganan jalan nasional melalui instansi Kementerian PU PR. Pemeliharaan penanganan jalan memerlukan data kondisi jalan nasional, untuk itu Kementerian PU PR menggunakan 2 metode survey kondisi jalan, yaitu berdasarkan IRI dan SDI. Penelitian ini bertujuan untuk menyajikan perbandingan 2 metode tersebut. Hasil yang dicapai adalah data kondisi jalan berdasarkan IRI dan SDI.Terjadi perbedaan nilai kondisi jalan berdasarkan IRI dan SDI. Pada tahun 2015 kondisi jalan berdasarkan IRI, baik 99,7 km, sedang 37,29 km, rusak ringan 23,6 km dan rusak berat 0.5 km, sedangkan kondisi jalan berdasarkan SDI, baik 121.21 km, sedang 23,5 km, rusak ringan 15,58 km dan rusak berat 0.8 km. Pada tahun 2016 kondisi jalan berdasarkan IRI, baik 46,18 km, sedang 98,74 km, rusak ringan 14,34 km dan rusak berat 1,83 km, sedangkan kondisi jalan berdasarkan SDI, baik 77,71 km, sedang 56,6 km, rusak ringan 25,22 km dan rusak berat 1,5 km. Perbedaan ini disebabkan karena metode menggunakan IRI menggunakan sensor membaca kerataan jalan, sedangkan metode SDI menggunakan survey manual yang menyajikan kerusakan struktual. The government maintains national roads through the Ministry of Public Works and Public Housing. Road maintenance  requires national road condition data, in order to do that Ministry of PUPR uses 2 survey methods of road conditions, based on IRI and SDI. This study aimed to present a comparison between two methods. The results showed road condition data based on IRI and SDI.There was a difference in the value of road conditions based on IRI and SDI. In 2015, the road conditions based on the IRI were good 99.7 km, moderate 37.29 km, 23.6 km lightly damaged and 0.5 km heavily damaged, while the road conditions based on SDI were 121.21 km, 23.5 moderate km, it was slightly damaged 15.58 km and heavily damaged 0.8 km. In 2016, the road conditions based on IRI were either 46.18 km, moderate 98.74 km, 14.34 km lightly damaged and 1.83 km heavily damaged, while the road conditions based on SDI were 77.71 km, 56.6 km, lightly damaged 25.22 km and heavily damaged 1.5 km. This difference was due to RI method used a sensor to read road flatness, while the SDI method used a manual survey which presented structural damage.
PENGARUH GRADASI AGREGAT TERHADAP DAYA DUKUNG BASE A Sumiati Sumiati
PILAR Vol. 6 No. 2 (2011): PILAR 06092011
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The road construction with flexible pavement generally is often happened damaged. One of damage cause what  material usage  which is do not fulfill specification. Gradation fulfilling specification that is gradation following equation of Fuller or at least following the specification of aggregate of Base A (SNI 03-6388-2000). The research will use three existing sampel where sampel 1 representing dominant aggregate  have the smooth gradation , sampel 2 have harsh gradation and sampel 3 have different gradation and also compare with analogical aggregate of Fuller or specification of Base A. Result of research of physical aggregate showed: Abrasi of Aggregate 18,50%, aggregate have the character of the non plastis, Iump of clay 0% and specific gravity 2,70. Result of compaction test indicate that aggregate gradation very influence  density at aggregate with equation Fuller is  2,29 gr/cm3, successive of sample  1, sample 2 and sample 3, that is ; 2,24 gr/cm3; 2,19 gr/cm3 and 2,15 gr/cm3. Progressively lower compaction  progressively lower bearing capacity , where bearing capacity highest at aggregate with equation of Fuller: 90,63% and successive of sampel 1, sample 2 and also sampel 3  is 85,69%, 80,82% and 75,28%. Gradation of Aggregate represent one of aspect which must be paid attention to, because this matter can, preventing incidence of damage of quicker road;street from age plan.
STABILISASI TANAH LEMPUNG DENGAN BAHAN KIMIA ASAM FOSFAT SEBAGAI LAPISAN FONDASI JALAN Ibrahim Ibrahim; Arfan Hasan; Yuniar Yuniar
PILAR Vol. 8 No. 1 (2013): PILAR 08032012
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Land is a part of the most structure as a foundation  that supporting the construction above it. The quality and durability of a construction can’t be separated from the nature of soil, some of them may cause problems.  These problems usually occurred because of the unstable soil condition. The settlement that have done so far is to fix the top layer of the road but it doesn’t solve the problem cause unstable road not only the structure on the road but also on the subgrade. The repair on the soft subgrade  cause water content can be done with stabilization. This research is analyze about behavior of clays  from Soekarno-Hatta Palembang which obtained  the density soil maximum and water content optimum with acid phosphate increment as 0% , 2.5% ,  5% , 7.5% , 10% and 12.5% of the land, and then do testing of index properties soil and California Bearing Ratio (CBR) test. From the research according to Unifed Soil Classification System (USCS) these soil at this area is included in the OH category, while according to American Association of State Highway an Transportation Officials (AASHTO) these soil is included in the A-7-5 category. The mixture soil with increment acid phosphate than original soil are showed that the liquid limid (LL) and plastic limid (PL) has decreased, it’s mean index plastic (IP) tended to decrease. CBR value with increament of additive tend to increase and attain a peak increase from 7.5% while 10% and 12.5 % decrease.
MODEL PEMILIHAN MODA ANGKUTAN PRIBADI DAN ANGKUTAN UMUM PADA DAERAH RUTE TRANSMUSI KORIDOR IV Siswa Indra; siswaindra@gmail.com siswaindra@gmail.com
PILAR Vol. 10 No. 2 (2014): PILAR 0902014
Publisher : Politeknik Negeri Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Manusia tidak dapat hidup sendiri, mereka perlu berinteraksi dan beraktifitas dalam rangka untuk memenuhi kebutuhannya. Transportasi dan sistem transportasi memegang peranan sangat penting dalam mendukung pergerakan masyarakat. Dalam melakukan aktifitasnya tersebut, manusia dihadapkan pada beberapa pilihan alat transportasi yang dapat digunakannya untuk mencapai tempat tujuan misalnya dengan menggunakan angkutan/ kendaraan  pribadi atau angkutan / kendaraan umum. Rute Trans Musi koridor IV melintasi  wilayah 4 kecamatan yaitu, Kecamatan Plaju, Seberang Ulu II, Seberang Ulu I dan Kertapati. Menurut data BPS (Badan Pusat Statistik) kota Palembang, daerah ini merupakan daerah-daerah yang paling padat  penduduknya (349.768 jiwa) dengan tingkat sosial ekonomi yang beragam. Dampak dari perkembangan ekonomi dan pembangunan yang diiringi dengan semakin tingginya tingkat mobilitas masyarakat akhirnya menimbulkan berbagai permasalahan dalam sistem jaringan transportasi seperti: kesemrawutan, ketidak efektifan,  dan ketidak nyamanan angkutan umum, sehingga memicu sistem transportasi yang terbentuk di dominasi oleh pengguna kendaraan pribadi, hal ini semakin meningkatkan kemacetan /tundaan di ruas-ruas jalan terutama di persimpangan.Tujuan dari penelitian ini adalah memodelkan pemilihan moda dan pengembangan dari model pemilihan moda yang didapat. Pada Rute Trans Musi Koridor IV, metode yang dipakai adalah metode penelitian deskriptif dengan menggunakan survey ke rumah-rumah responden. Dalam pemodelan dari tujuh variabel yang dianggap akan sangat berpengaruh terhadap pembentukan moda ternyata hanya dua variabel saja yang berpengaruh secara signifikan yaitu variabel waktu tempuh dan jarak. Tingkat ketepatan hasil prediksi model logistik biner pemilihan moda angkutan pribadi dibandingkan dengan angkutan umum adalah 93,3%. Nilai ini bermakna bahwa model logistik pemilihan moda yang dihasilkan mempunyai tingkat ketepatan hasil prediksi yang sangat tinggi, sehingga dapat diandalkan untuk memprediksi peluang pemilihan moda angkutan pribadi pada  data yang ada.

Page 7 of 17 | Total Record : 162