cover
Contact Name
Iyan Hardiana
Contact Email
iyanhardiana@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jpms.stikesbuleleng@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Jl. Raya Air Sanih Km. 11 Bungkulan
Location
Kab. buleleng,
Bali
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram
ISSN : -     EISSN : 3032128X     DOI : https://doi.org/10.52073/jpms
Core Subject : Health,
JPMS memiliki komitmen dalam menerapkan ilmu pengetahuan di bidang kesehatan. Adapun ruang lingkup pada jurnal ini adalah semua kegiatan pelayanan publik di bidang kesehatan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 17 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS" : 17 Documents clear
EDUKASI PMT (PEMBERIAN MAKANAN TAMBAHAN) BERBAHAN PANGAN LOKAL DUSUN TINGA, DESA SEKARDADI, KINTAMANI Dewi Aprelia Meriyani; Putu Sukma Mega Putri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.33

Abstract

Stunting merupakan kondisi dimana fisik dan perkembangan anak terhambat dari biasanya, hal ini bisa terjadi di 1000 pertama hari kehidupan. Stunting dapat terjadi karena kurangnya asupan nutrisi saat kehamilan sampai anak umur 5 tahun. Asupan nutrisi yang terpenting saat 1000 HPK adalah terpenuhinya unsur utama yaitu protein, energi dan zat gizi lainnya yang di perlukan untuk pertumbuhan yang optimal. Pemerintah mengelurkan Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting yang holistik, integratif, dan berkualitas melalui koordinasi, sinergi, dan sinkronisasi di antara pemangku kepentingan. Di Kabupaten Bangli saat ini sedang melaksanakan pemberian PMT berbahan pangan lokal yang merupakan salah satu strategi untuk pencegahan stunting. Di Dusun Tinga, cara pengolahan PMT berbahan pangan lokal merupakan masalah yang sangat krusila dalam memenuhi gizi pada balita. Tujuan dari pengambidan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu tentang cara pengolan dan pemberian PMT berbahan pangan lokal. Hasil pengabdian masyarakat menunjukan bahwa pemberian penyuluhan tentang cara pengolahan PMT berbahan pangan lokal memberikan dampak yang sangat signifikan pada peningkatan pengetahuan ibu balita.
PENDIDIKAN KESEHATAN REPRODUKSI DAN SKRINING GANGGUAN KESEHATAN REPRODUKSI PADA REMAJA DI DESA KUBUTAMBAHAN Luh Ayu Purnami; Lina Anggaraeni Dwijayanti; Ni Ketut Ayu Wulandari; Kadek Ayu Suarmini; Cindy Meilinda Sari; Luh Ayu Dianati
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.34

Abstract

Menjaga kesehatan reproduksi adalah suatu hal yang penting yang harus dilakukan oleh remaja. Minimnya informasi terhadap kesehatan reproduksi remaja akan berakibat pada terjadinya masalah dan gangguan kesehatan reproduksi bahkan akan dapat memicu juga masalah kesehatan lainnya seperti seks pranikah, penyakit menular seksual, kehamilan usia dini, aborsi yang dapat mengancam nyawa. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi melalui pendidikan kesehatan untuk meningkatkan pengetahuan remaja terkait kesehatan reproduksi sehingga terbentuk perilaku yang postif untuk menjaga kesehatan reproduksinya. Kegiatan ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat yang dilakukan melalui pemberian informasi dalam bentuk penyuluhan kepada 25 orang remaja putra dan putri di Desa Kubutambahan. Materi yang diberikan terkait pengenalan anatomi dan fisiologi alat kesehatan reproduksi, pertumbuhan dan perkembangan remaja, perubahan-perubahan fisik remaja dan skrining masalah serta gangguan kesehatan reproduksi pada remaja. Evaluasi kegiatan dilakukan dengan pengisian pretest dan posttest dan selanjutnya dilakukan perbandingan nilai reratanya. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan skor rerata nilai test dari 68,5 (sebelum diberikan edukasi) menjadi 82,8 (setelah diberikan edukasi). Adanya peningkatan skor rerata menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan melalui pendidikan kesehatan mampu meningkatkan pengetahuan remaja terhadap materi yang diberikan. Kegiatan ini dapat menjadi salah satu strategi dalam upaya peningkatan kesehatan reproduksi remaja.
UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN ANAK MELALUI PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA SISWA SD N 5 BEBETIN Lina Anggaraeni Dwijayanti; I Made Sundayana; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana; Putu Yunika Wulandari
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.35

Abstract

Kesehatan anak usia sekolah perlu mendapat perhatian yang serius mengingat pada usia tersebut kondisi fisiknya rentan terkena infeksi dan anak sudah mulai aktif terpapar dengan lingkungan luar saat bermain. Upaya peningkatan kesehatan anak penting dilakukan salah satunya dengan melakukan skrining melalui pemeriksaan kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan dasar pada anak yang meliputi pemeriksaan antropometri dengan pengukuran tinggi dan berat badan anak, pemeriksaan kesehatan mata, pemeriksaan kesehatan telinga, pemeriksaan kebersihan kuku, serta pemeriksaan kesehatan mulut dangigi. Kegiatan ini dilakukan di SD N 5 Bebetin yang menyasar siswa kelas 3,4 dan 5 yang berjumlah 81 orang. Hasil pemeriksaan ditemukan sebagian besar siswa berjenis kelamin perempuan, dengan usia rentang 9 sampai 12 tahun. Pada kegiatan ini ditemukan sebagian besar siswa memiliki status gizi normal, kuku tampak bersih, pemeriksaan visus mata, telinga, serta mulut dan gigi dalam batas normal. Namun beberapa permasalahan kesehatan juga ditemukan seperti 2,5% siswa masuk ke dalam kategori status gizi kurang, 6,2% status gizi gemuk, 11,1% kuku ditemukan panjang dan kotor, 6,2% ditemukan mengalami ganggguan visus mata ringan, 14,8% telinga berisi serumen, 11,1% mengalami karies gigi, 18,5% gigi berlubang dan 2,5% mengalami pembesaran tonsil. Setelah dilakukan pemeriksaan, siswa juga diberikan edukasi mengenai cara mencui tangan yang baik dan benar, cara menggosok gigi serta waktu yang tepat untuk menggosok gigi. Hasil kegiatan ini dapat menjadi data dasar untuk upaya peningkatan kesehatan pada anak.
PENDAMPINGAN SISWA UNTUK MENINGKATKAN PENGETAHUAN TENTANG PENCEGAHAN PERUNDUNGAN DI SEKOLAH PROGRAM KAMPUS MENGAJAR SD 3 BUBUNAN I Komang Indra Wijaya; Ida Bagus Andika Wiguna; I Made Artha Mulyasa; K. Rheina Anggaresha; Putu Tegar Dewantara; Gede Mahardika; Putu Sukma Megaputri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.36

Abstract

Perundungan merupakan salah satu dosa dalam dunia Pendidikan, saat ini perundungan banyak terjadi pada lingkungan Pendidikan dan menyebabkan berbagai masalah serta dampak yang dirasakan oleh siswa. Perubahan karakter anak bahkan penurunan kesehatan mental sering dirasakan oleh anak usia sekolah dan dapat berujung menjadi depresi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melakukan pendampingan pada siswa di SDN 3 Bubunan untuk melakukan pencegahan perundungan kepada sesama temannya. Metode yang dilakukan dengan tahap pra persiapan, tahap persiapan, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi. Sasaran yang diberikan pengbdian masyarakat adalah 40-50 orang siswa SDN 3 Bubunan dari kelas 4,5 dan 6. Tahap pra persiapan mulai dari pendekatan dengan Kepala Sekolah dan Guru, selanjutnya pelaksanaan dengan teknik pemberian edukasi dan pendampingan. Selanjutnya melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan untuk memantau keberhasilan peningkatan pengetahuan dan pendampingan yang dilakukan. Hasil pengabdian masyarakat ini adalah terdapat peningkatan pengetahuan sebelum diberikan pendampingan dengan proporsi 60,5% dan setelah diberikan pendampingan pencegahan perundungan menjadi 88,5. Simpulannya adalah pendampingan yang dilakukan efektif untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang pencegahan perundungan di lingkungan sekolah.
PENDIDIKAN KESEHATAN DIABETES MELLITUS TIPE 2 DALAM UPAYA DETEKSI DINI ULKUS KAKI I Dewa Ayu Rismayanti; Ni Ketut Putri Marthasari; I Made Sundayana; I Wayan Antariksawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.38

Abstract

Pendahuluan: Penyakit tidak menular /Non-communicable diseases (NCD) adalah permasalahan yang secara global mengancam kesehatan setiap individu. Di Indonesia beberapa kelompok PTM menunjukkan kecenderungan meningkat yaitu hipertensi, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Pendidikan kesehatan tentang upaya deteksi dini ulkus kaki diabetes mellitus tipe 2 ini sangat penting dilakukan karena dengan mencegah komplikasi ulkus kaki, peningkatan kualitas hidup, dan pembiayaan jaminan kesehatan yang efektif dan efisien. Metode Kegiatan ini adalah melakukan penyuluhan kesehatan dalam upaya peningkatan tingkat pengetahuan dan diharapkan dapat merubah perilaku penderita diabetes mellitus. Untuk hasil Pre Test didapatkan hasil presentase pengetahuan pasien diabetes mellitus kurang 20 orang (36,67%), kategori cukup 30 orang (54,54%), kategori baik 5 orang (9,09%). Post test setelah dilakukan edukasi mengenai bagaimana cara pencegahan diabetes melitus, didapatkan hasil nilai presentase pengetahuan masyarakat, yaitu untuk kategori kurang 5 orang (9,09%), kategori baik 8 orang (14,54%), dan kategori baik 42 orang (76,36%).
MENINGKATKAN KESEHATAN LANSIA MENUJU LANSIA SEHAT, AKTIF DAN PRODUKTIF : PENGABDIAN MASYARAKAT Ni Luh Linda Ayuni Tania; Ni Ketut Putri Marthasari; Kadek Yudi Aryawan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.39

Abstract

Pertambahan usia yang dialami lansia mengakibatkan semua sistem dan fungsi mengalami penurunan. Penurunan fungsi fungsi sistem kardiovaskular memunculkan penyakit hipertensi. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah adanya peningkatan pengetahuan pada mahasiswa dalam pemahaman mata kuliah seperti gerontik, pendidikan dan promosi kesehatan serta kombinasi dengan mata kuliah keperawatan komunitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan Service Learning (SL). Adapun mitra dalam pengabdian masyarakat ini adalah 3 orang dosen Program Studi Keperawatan , 35 orang mahasiswa program studi S1 Keperawatan dan 45 orang lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP. Hasil Lansia yang memiliki tekanan darah rendah (<120/80mmHg) sebanyak 10 orang, tekanan darah normal (120/80mmHg) sebanyak 15 orang dan lansia dengan tekanan darah tinggi (>120/80mmHg) sebanyak 20 orang. Lansia dengan tekanan darah tinggi sudah mendapatkan edukasi tentang bagaimana cara mengatur makanan, gaya hidup sehat, serta rutin minum obat hipertensi. Seluruh lansia mendapatkan edukasi tentang tekanan darah normal, cara mengontrol tekanan darah melalui makanan, pola hidup sehat dan kebiasaan olahraga. Sehingga dapat disimpulkan kegiatan pengabdian masyarakat dapat menambah pengetahuan lansia mengenai hipertensi dan pola hidup sehat. Simpulan Kegiatan pengabdian masyarakat ini mampu memberikan manfaat pada dua mitra yang terlibat seperti mahasiswa prodi S1 Keperawatan STIKes Buleleng dan Lansia Panti Sosial TWJMP. Kondisi lansia yang ada di Panti Sosial TWJMP termasuk dalam kategori yang masih terkontrol, hanya saja beberapa lansia masih menderita hipertensi karena pola makan yang kurang tepat. Mahasiswa sudah memberikan edukasi terkait dengan pola makan yang tepat bagi penderita lansia.
PENDAMPINGAN SEKAA TRUNA TRUNI DALAM PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA DINI MELALUI EDUKASI KESEHATAN REPRODUKSI DENGAN METODE PARTICIPATORY LEARNING AND ACTION DI DESA PANJI BULELENG BALI Putu Dian Prima Kusuma Dewi; Desak Ketut Sugiartini; Cindy Meilinda Sari; Gede Ivan Kresnayana; Ketut Putra Sedana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sundaram Vol. 2 No. 1 (2024): JPMS
Publisher : LPPM STIKes Buleleng

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52073/jpms.v2i1.40

Abstract

Pernikahan usia dini di Indonesia terus meningkat bahkan signifikan terjadi. Dampaknya tidak hanya pada kesiapan pasangan tetapi juga kualitas dan kondisi kesehatan generasi yang dihasilkan. Kasus stunting seringkali berkaitan erat dengan kasus pernikahan usia dini yang terjadi.Pernikahan usia dini menjadi berdampak bagi remaja khususnya remaja perempuan, dampak fisik, psikis dan ekonomi yang dialami.Tujuan pengabdian ini untuk memberikan edukasi dan pemberdayaan melalui program pencegahan pernikahan usia dini dengan pendekatan kearifan lokal sekaa truni di Desa Panji, Buleleng Bali. Kegiatan ini melibatkan 8 orang mahasiswa semester 4 dan 6 dari Prodi Kebidanan. Metode yang digunakan adalah PLA (Participatory Learning and Action) dengan pemberian layanan terdiri dari serta penggunaan aplikasi teknologi untuk membantu petugas program dalam mengumpulkan data pasien di isoter. Jumlah sasaran mitra yaitu 30 orang remaja perempuan dengan didampingi oleh Psikolog Remaja. Kegiatan ini dievaluasi menggunakan lembar observasi dan lembar wawancara mendalam sebelum dan sesudah kegiata edukasi dan implemnetasi.Hasil dari kegiatan yang dilakukan bahwa seluruh remaja perempuan diukur untuk kesiapan pernikahan, pengetahuan dan sikap terkait pernikahan usia dini yang menunjukkan efektvitasnya mencapai rata-rata 68.95 dan memiliki korelasi kuat dengan nilai p value 0.01 dan nilai kekuatan korelasinya mencapai 0.45. Kegiatan ini dilakukan dengan lancar sesuai dengan tujuan yang telah direncanakan.

Page 2 of 2 | Total Record : 17