cover
Contact Name
Hoirul Anam
Contact Email
hoirulanama96@gmail.com
Phone
+6287848003826
Journal Mail Official
hoirulanama96@gmail.com
Editorial Address
Jl. Dusun Kamal, RT.65/RW.29, Kamal, Karangsari, Kec. Pengasih, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta 55674
Location
Kab. kulon progo,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
ISSN : -     EISSN : 30891973     DOI : -
AL-IKTIAR, Journal of Islamic Studies is to publish original empirical research articles and theoretical reviews of Islamic Studies, covering a wide range of issues on Islamic studies in a number of fields including as below. 1. Islamic Education 2. Islamic Thought 3. Islamic Law 4. Islamic Theology 5. Islamic Politics 6. Islamic History and Civilization
Articles 146 Documents
Burnout Dalam Perspektif Al-Qur’an Terkait Ayat-Ayat Psikologi Hilman Maulana N; Hasyim Haddade; Ulfiani Rahman
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/e49d2q72

Abstract

Burnout is a psychological phenomenon characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and decreased self-fulfillment due to prolonged stress, whether in the context of work, education, or social responsibilities. This phenomenon not only impacts mental health but also reduces the overall quality of life. This study aims to analyze the concept of burnout from a Qur'anic perspective through an examination of verses related to human psychology. The approach used is qualitative library research using the thematic interpretation method (tafsir maudhu'i), which emphasizes the collection and analysis of Qur'anic verses related to human mental conditions, such as fatigue, sadness, anxiety, fear, despair, and recovery efforts through serenity, patience, surrender (relief), dhikr (remembrance of God), prayer, and balance in life (tawāzun). The results show that the Qur'an recognizes human psychological dynamics as part of life's trials and provides spiritually based solutions that can build mental and emotional resilience. These Qur'anic concepts not only help identify symptoms of burnout but also offer strategies for managing life's stresses holistically, encompassing both psychological and transcendental dimensions. These findings demonstrate that mental health, from an Islamic perspective, cannot be separated from spiritual health, and that an integrative approach between Qur'anic values ​​and modern psychology can be an effective solution to addressing the problem of burnout in the contemporary era. Thus, this research contributes to the development of thematic interpretation studies and holistic mental health practices. Abstrak Burnout merupakan fenomena psikologis yang ditandai oleh kelelahan emosional, depersonalisasi, dan penurunan pencapaian diri akibat tekanan yang berkepanjangan, baik dalam konteks pekerjaan, pendidikan, maupun tanggung jawab sosial. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada kesehatan mental, tetapi juga menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep burnout dalam perspektif Al-Qur’an melalui telaah ayat-ayat yang berkaitan dengan aspek psikologis manusia. Pendekatan yang digunakan adalah penelitian kualitatif kepustakaan (library research) dengan metode tafsir tematik (tafsir maudhu’i), yang menekankan pengumpulan dan analisis ayat-ayat Al-Qur’an terkait kondisi jiwa manusia, seperti kelelahan, kesedihan, kegelisahan, ketakutan, keputusasaan, serta upaya pemulihan melalui ketenangan hati, sabar, tawakkal, dzikir, doa, dan keseimbangan hidup (tawāzun). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Al-Qur’an mengakui dinamika psikologis manusia sebagai bagian dari ujian hidup dan memberikan solusi berbasis spiritual yang dapat membangun ketahanan mental dan emosional. Konsep-konsep Qur’ani ini tidak hanya membantu mengidentifikasi gejala burnout, tetapi juga menawarkan strategi untuk mengelola tekanan hidup secara menyeluruh, mencakup dimensi psikologis dan transendental. Temuan ini memperlihatkan bahwa kesehatan mental dalam perspektif Islam tidak dapat dilepaskan dari kesehatan spiritual, dan bahwa pendekatan integratif antara nilai-nilai Qur’ani dan psikologi modern dapat menjadi solusi efektif dalam menghadapi problematika burnout di era kontemporer. Dengan demikian, penelitian ini berkontribusi pada pengembangan kajian tafsir tematik serta praktik kesehatan mental yang holistik.
Analisis Teologi Ta’alluq Qudrah dan Iradah Dalam Perspektif Ilmu Kalam Klasik Dalam Perspektif Studi Kitab Syaikh Abdurrahman Siddik Najwa Pratiwi; Agung Priyono
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/r0myjg21

Abstract

This study examines in depth the concepts of ta'alluq qudrah and iradah Allah in the classical theological tradition of Kalam, emphasizing the thoughts of Shaykh Abdurrahman Siddiq. The background of this study departs from the tendency of modern theological studies to emphasize the normative aspects of God's power and will, without philosophically elaborating the theory of ta'alluq. As a result, the relationship between God's eternal attributes and the temporal reality of creatures is often understood vaguely and simplistically. This study aims at three things: first, to explain the concept of ta'alluq from a classical theological perspective; second, to analyze how the relationship between Allah's qudrah and iradah with the events of creatures is understood without causing changes to His essence and attributes; and third, to reveal its theological implications for the understanding of human responsibility. The method used is qualitative research based on library research with a descriptive-analytical approach. Data were collected through a review of classical Kalam texts, then analyzed using content analysis techniques to find relevant patterns of thought. The research results show that the concept of ta'alluq serves as a conceptual bridge that explains the relationship between God's eternal attributes and new events without necessitating changes in His essence. Furthermore, there is a clear distinction between qudrah, God's absolute power, and the realization of events, and between iradah (will) and ridha (consent) of God. This distinction emphasizes the balance between God's omnipotence and human freedom and moral responsibility in action. Abstrak Penelitian ini mengkaji secara mendalam konsep ta’alluq qudrah dan iradah Allah dalam tradisi teologi Ilmu Kalam klasik dengan menitikberatkan pada pemikiran Syaikh Abdurrahman Siddiq. Latar belakang penelitian ini berangkat dari kecenderungan kajian teologi modern yang lebih menekankan aspek normatif mengenai kekuasaan dan kehendak Tuhan, tanpa mengelaborasi secara filosofis teori ta’alluq. Akibatnya, relasi antara sifat-sifat Allah yang bersifat azali dengan realitas makhluk yang temporal kerap dipahami secara kabur dan simplistik. Penelitian ini bertujuan tiga hal, pertama untuk menjelaskan konsep ta’alluq dalam perspektif teologi klasik, kedua menganalisis bagaimana hubungan antara qudrah dan iradah Allah dengan peristiwa makhluk dipahami tanpa menimbulkan perubahan pada dzat dan sifat-Nya, ketiga mengungkap implikasi teologisnya terhadap pemahaman tanggung jawab manusia. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data dikumpulkan melalui penelaahan teks-teks klasik Ilmu Kalam, kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis isi untuk menemukan pola pemikiran yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep ta’alluq berfungsi sebagai jembatan konseptual yang menjelaskan keterkaitan antara sifat-sifat azali Allah dengan kejadian-kejadian baru tanpa meniscayakan perubahan pada dzat-Nya. Selain itu, terdapat pembedaan yang jelas antara qudrah sebagai kekuasaan mutlak Allah dan realisasi peristiwa, serta antara iradah (kehendak) dan ridha (kerelaan) Allah. Pembedaan ini menegaskan keseimbangan antara kemahakuasaan Tuhan dan kebebasan serta tanggung jawab moral manusia dalam bertindak.
Komitmen Guru PAI Terhadap Pembinaan Akhlak Peserta Didik Pada Era Digital di SMP Negeri 1 Jebus Dessy Susanti
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/2fnxe558

Abstract

This study explores the commitment of Islamic Religious Education (PAI) teachers in nurturing students’ moral character in the digital era at SMP Negeri 1 Jebus, West Bangka Regency. The background of this research stems from the significant challenges faced by PAI teachers amid the rapid progress of digital technology, which has reshaped students’ behavior, ways of thinking, and moral orientation. Easy access to information through the internet and social media has had a considerable impact on students’ character formation and patterns of interaction within the school environment. The study aims to describe the forms of commitment demonstrated by PAI teachers in fostering students’ moral values in the digital era. A qualitative approach was employed using a case study method. Data were gathered through interviews, observations, and documentation involving the principal, PAI teachers, and students. Data analysis followed the Miles and Huberman interactive model. The results of this study indicate that: 1) The commitment of PAI teachers at SMP Negeri 1 Jebus is reflected in various dimensions, such as exemplary conduct, moral responsibility in shaping students’ character, and consistency in integrating Islamic values across the learning process. 2) The strategies employed by teachers include value-based learning, habituation programs such as congregational prayers, short sermons (kultum), and Islamic digital literacy activities, as well as the use of online platforms to share light Islamic messages that are relevant to students’ daily lives. 3) Supporting factors of teacher commitment consist of institutional support, adequate digital infrastructure, and strong collaborative relationships among teachers and parents. 4) Challenges encountered include insufficient supervision of students’ social media usage, limited Islamic digital literacy, and social environmental influences that are not always aligned with moral educational values. 5) Despite these obstacles, PAI teachers consistently strive to uphold their commitment by strengthening personal approaches, enhancing creativity in teaching, and engaging in ongoing reflection and innovation to ensure that moral education remains meaningful and adaptive in the digital age. Abstrak Penelitian ini mengkaji tentang komitmen guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membina akhlak siswa pada era digital di SMP Negeri 1 Jebus, Kabupaten Bangka Barat. Latar belakang penelitian ini adalah adanya tantangan besar bagi guru PAI di tengah pesatnya kemajuan teknologi digital yang telah mengubah perilaku, cara berpikir, dan nilai moral peserta didik. Kemudahan akses terhadap informasi melalui internet dan media sosial sering memengaruhi karakter serta pola interaksi siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk komitmen guru PAI dalam pembinaan akhlak siswa pada era digital. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru PAI, dan peserta didik. Teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman.  Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: Bentuk komitmen guru PAI di SMP Negeri 1 Jebus tercermin dalam berbagai aspek, antara lain keteladanan dalam berperilaku, tanggung jawab moral terhadap pembinaan karakter siswa, hingga konsistensi dalam menerapkan nilai-nilai Islam. Strategi yang digunakan guru PAI dalam membina akhlak meliputi pembelajaran berbasis nilai (value-based learning), kegiatan pembiasaan seperti salat berjamaah, kultum, dan literasi digital Islami, serta penggunaan platform daring untuk menyebarkan materi dakwah ringan yang relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Faktor pendukung komitmen guru PAI antara lain adanya dukungan, ketersediaan sarana dan prasarana digital yang memadai, serta kerja sama yang optimal. Faktor penghambat meliputi lemahnya pengawasan penggunaan media sosial oleh siswa, rendahnya literasi digital Islami, dan pengaruh lingkungan sosial yang tidak selalu sejalan dengan nilai-nilai pendidikan akhlak. Meskipun menghadapi kendala tersebut, guru PAI tetap berupaya meneguhkan komitmen mereka dengan memperkuat pendekatan personal, meningkatkan kreativitas dalam pembelajaran, serta terus melakukan refleksi dan inovasi agar pendidikan akhlak tetap relevan di era digital.
Efektivitas Lingkungan Sekolah Terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IX Pada Mata Pelajaran PAI di SMP IT Hafizhan Al-Irsyad Tanjung Morawa Deli Serdang Ahmad Akmal Fauzi; Sulthani Mukhlis
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/e2fpe219

Abstract

This study aims to determine the effect of the school environment on the learning outcomes of ninth-grade students in the subject of Islamic Religious Education (IRE) at SMP IT Hafizhan Al-Irsyad Tanjung Morawa, Deli Serdang. The study employed a quantitative approach using an ex post facto research design. The variables examined were the school environment as the independent variable (X) and PAI learning outcomes as the dependent variable (Y). Data were collected through a questionnaire consisting of 22 items and observations of 25 students in the sample, using a saturated sampling technique. The data analysis techniques used were descriptive analysis and simple linear regression. The results of the study indicate that the significance value of 0.632 is greater than 0.05, meaning there is no significant influence of the school environment on student learning outcomes. The regression equation obtained is Y = 89.534 - 0.048X, indicating a negative relationship between the two variables, although the influence is not significant. The calculated t-value of -0.399 is also smaller than the critical t-value of 1.713, so the null hypothesis (H₀) is accepted and the alternative hypothesis (Hₐ) is rejected. Thus, it can be concluded that the school environment does not significantly affect the PAI learning outcomes of ninth-grade students at that school. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa kelas IX pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP IT Hafizhan Al-Irsyad Tanjung Morawa, Deli Serdang. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian ex post facto. Variabel yang dikaji adalah lingkungan sekolah sebagai variabel bebas (X) dan hasil belajar PAI sebagai variabel terikat (Y). Data dikumpulkan melalui angket sebanyak 22 butir pernyataan dan observasi terhadap 25 siswa yang menjadi sampel, dengan menggunakan teknik sampling jenuh. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif dan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai signifikansi sebesar 0,632 lebih besar dari 0,05, yang berarti tidak terdapat pengaruh signifikan antara lingkungan sekolah terhadap hasil belajar siswa. Persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 89,534 - 0,048X, menunjukkan hubungan negatif antara kedua variabel, meskipun pengaruhnya tidak signifikan. Nilai t hitung sebesar -0,399 juga lebih kecil dari t tabel sebesar 1,713, sehingga hipotesis nol (H₀) diterima dan hipotesis alternatif (Hₐ) ditolak. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa lingkungan sekolah tidak berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar PAI siswa kelas IX di sekolah tersebut.
Program Kultum Pagi di SD 52 Pangkalpinang Dalam Evaluasi Program Model Wheel Asyraf Suryadin; Kurnia Akbar; Asoka Rahmania; Shadrina Idzni Khoirunnisa
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/fybwv874

Abstract

The Seventh Lecture (Kultum) religious lecture is a routine program at Elementary School (SD) 52 Pangkal Pinang, aimed at strengthening the moral and spiritual education of students in grades 1 through 6. These lectures are delivered by religious teachers or guest ustadz (Islamic religious teachers), covering themes such as Islamic teachings, morals, and daily life values, integrated into the daily curriculum. The primary goal is to shape students' character through faith, piety, and high morals. The implementation method includes interactive lectures lasting 20-35 minutes per session, followed by questions and answers and simple practices such as prayer recitation. Data was collected through direct observation, interviews with teachers and students, and behavioral impact evaluations. Results indicate an increase in student awareness of religious practices and tolerance, with active participation reaching 90%. At SD 52 Pangkal Pinang, these lectures are often combined with extracurricular activities, strengthening understanding of Islamic teachings. The main challenges are the varying ages of students and limited lesson time. The Kultum lecture program is effective in supporting the formation of a young generation with noble morals. Recommendations include developing more adaptable lecture materials and collaborating with parents to increase relevance. This abstract emphasizes the role of lectures as an important element of holistic education in elementary schools. Abstrak Kegiatan Kuliah Tujuh (Kultum) berupa ceramah keagamaan adalah program rutin di Sekolah Dasar (SD) 52 PangkalPinang, yang bertujuan memperkuat pendidikan moral dan spiritual siswa kelas 1 hingga 6. Ceramah ini disampaikan oleh guru agama atau ustadz tamu, dengan tema-tema seperti ajaran Islam, akhlak, dan nilai-nilai kehidupan sehari-hari, diintegrasikan ke dalam kurikulum harian. Tujuan utama adalah membentuk karakter siswa yang beriman, bertakwa, dan bermoral tinggi. Metode pelaksanaan mencakup ceramah interaktif selama 20-35 menit per sesi, diikuti tanya jawab dan praktik sederhana seperti bacaan doa. Data dikumpulkan melalui observasi langsung, wawancara dengan guru dan siswa, serta evaluasi dampak perilaku. Hasil menunjukkan peningkatan kesadaran beribadah dan toleransi antar siswa, dengan partisipasi aktif mencapai 90%. Di SD 52 Pangkal Pinang, ceramah ini sering dikombinasikan dengan kegiatan ekstrakurikuler, memperkuat pemahaman ajaran Islam. Tantangan utama adalah variasi usia siswa dan keterbatasan waktu pelajaran. Kegiatan Kultum ceramah efektif dalam mendukung pembentukan generasi muda yang berakhlak mulia. Rekomendasi meliputi pengembangan materi ceramah yang lebih adaptif dan kolaborasi dengan orang tua untuk meningkatkan relevansi. Abstrak ini menegaskan peran ceramah sebagai elemen penting pendidikan holistik di sekolah dasar.
Implementasi Pembelajaran PAI  Berwawasan Nilai-Nilai Tatas Tuhu Trasna Di SMP Islam Nurul Qur’an Lombok Tengah M Khaerul Insan; Rahmat
AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam Vol. 3 No. 2 (2026): AL-Ikhtiar : Jurnal Studi Islam
Publisher : 4

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71242/3kf0w030

Abstract

This study aims to describe and analyze the implementation of Islamic Religious Education (PAI) learning based on the Tatas Tuhu Trasna values ​​at Nurul Qur'an Islamic Junior High School, Central Lombok. The Tatas Tuhu Trasna values ​​are the local wisdom of the Lombok community that contain the meaning of order and discipline (Tatas), sincerity and responsibility (Tuhu), and compassion and concern for others (Trasna). The integration of these values ​​in PAI learning is expected to strengthen the character formation of students who are religious, have noble morals, and have social awareness. This study uses a qualitative approach with a descriptive research type. Data collection techniques are carried out through observation, interviews, and documentation involving the principal, PAI teachers, students, and other related parties as research informants. The data obtained are analyzed using the Miles and Huberman interactive analysis model which includes data reduction, data presentation, and drawing conclusions. Data validity is tested through triangulation of sources, techniques, and time. The results of the study indicate that the implementation of Islamic Religious Education learning based on Tatas Tuhu Trasna values ​​is carried out through the integration of these values ​​into the planning, implementation, and evaluation of learning, as well as through habituation and school culture. Tatas values ​​are realized through the formation of discipline and compliance with school rules, Tuhu values ​​through the instilling of responsibility, honesty, and sincerity in learning, while Trasna values ​​are realized through attitudes of mutual respect, care, and affection among school members. This implementation is supported by teacher role models, a religious school environment, and cooperation between the school and parents. The obstacles faced include the influence of technological developments, student social interactions, and differences in family backgrounds. Overall, the implementation of Islamic Religious Education learning based on Tatas Tuhu Trasna values ​​has been proven to strengthen the formation of students' religious and social character and support the creation of a harmonious and cultural educational environment. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) berwawasan nilai-nilai Tatas Tuhu Trasna di SMP Islam Nurul Qur’an Lombok Tengah. Nilai-nilai Tatas Tuhu Trasna merupakan kearifan lokal masyarakat Lombok yang mengandung makna ketertiban dan kedisiplinan (Tatas), kesungguhan dan tanggung jawab (Tuhu), serta kasih sayang dan kepedulian terhadap sesama (Trasna). Integrasi nilai-nilai tersebut dalam pembelajaran PAI diharapkan mampu memperkuat pembentukan karakter peserta didik yang religius, berakhlak mulia, dan memiliki kepedulian sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi dengan melibatkan kepala sekolah, guru PAI, peserta didik, serta pihak terkait lainnya sebagai informan penelitian. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model analisis interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, teknik, dan waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pembelajaran PAI berwawasan nilai-nilai Tatas Tuhu Trasna dilakukan melalui integrasi nilai-nilai tersebut ke dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran, serta melalui pembiasaan dan budaya sekolah. Nilai Tatas diwujudkan melalui pembentukan sikap disiplin dan kepatuhan terhadap aturan sekolah, nilai Tuhu melalui penanaman tanggung jawab, kejujuran, dan kesungguhan dalam belajar, sedangkan nilai Trasna diwujudkan melalui sikap saling menghormati, peduli, dan kasih sayang antarwarga sekolah. Implementasi tersebut didukung oleh keteladanan guru, lingkungan sekolah yang religius, serta kerja sama antara sekolah dan orang tua. Adapun kendala yang dihadapi antara lain pengaruh perkembangan teknologi, pergaulan peserta didik, dan perbedaan latar belakang keluarga. Secara keseluruhan, implementasi pembelajaran PAI berwawasan nilai-nilai Tatas Tuhu Trasna terbukti mampu memperkuat pembentukan karakter religius dan sosial peserta didik serta mendukung terciptanya lingkungan pendidikan yang harmonis dan berbudaya.